Anda di halaman 1dari 2

JIHAN SAFIRA – 1806139374

FILSAFAT HUKUM KELAS C REGULER

REVIEW MATERI FILSAFAT HUKUM

NATURE OF JURISPRUDENCE

Dalam konteks ilmu hukum, jurisprudence diterjemahkan sebagai disiplin


hukum atau ajaran hukum. Artinya, jurisprudence adalah sebuah studi yang membahas
hukum itu sendiri, mulai dari awal mula adanya hukum, sistem hukum sampai
hubungannya dengan moralitas dan keadilan serta sifat sosial hukum itu sendiri.
Jurisprudence juga berkaitan dengan ilmu filsafat, di mana jurisprudence menjadi
filsafat yang mengarahkan masyarakat untuk menjadi arif dan beretika dalam
menjalankan kehidupan bermasyarakat. Jurisprudence dan filsafat juga memiliki
kesamaan di mana keduanya sama-sama bermuara dari titik apa yang harus dilakukan
untuk memutuskan sesuatu. Namun bila melihat perkembangan yang sekarang, hukum
tidak lagi serta merta dikaji sepraktis itu dan tidak lagi bersifat abstrak. Kini, hukum
lebih memiliki perwujudan konkret yang biasanya dituangkan dalam kodeks hukum.
Tetapi kembali lagi bahwa jurisprudence masih dibutuhkan untuk mencari jalan tengah
dalam menjawab permasalahan yang ada di ilmu hukum.

Ideologi selalu melekat dengan jurisprudence karena dalam jurisprudence


pastinya memunculkan pemikiran tentang idealnya atau seyogyanya suatu kehidupan.
Setiap orang tentunya memiliki pemikirannya sendiri dalam hal menentukan bagaimana
idealnya kehidupan untuknya. Sehingga, jurisprudence hadir untuk menjawab
pemikiran-pemikiran yang timbul dari setiap orang. Kemudian, dalam nature of
jurisprudence, hukum dianggap memiliki karakter normatif, di mana hukum
menentukan suatu norma untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.
hukum pada akhirnya mengindikasikan kita harus melakukan suatu sikap tindak
tertentu. Jurisprudence hanya menentukan apa yang seharusnya terjadi, berbeda dengan
ajaran Kant yang berprinsip pada das sollen das sein, apa yang seharusnya terjadi tidak
selamanya sama denga napa yang terjadi. Das sollen atau juga ought merupakan wujud
dari karakter normatif seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sedangkan das sein
atau is lebih bersifat empiris.
JIHAN SAFIRA – 1806139374
FILSAFAT HUKUM KELAS C REGULER

Dalam jurisprudence juga dikenal adanya istilah general jurisprudence atau


universal jurisprudence (filsafat hukum umum), di mana perbedaan suatu sistem hukum
tetap terdapat adanya kesamaan karakteristik normatif yang mendasar, dan practical
jurisprudence sebagai suatu ilmu yang mempelajari suatu sistem hukum tertentu. Untuk
menerapkan jurisprudence, perlu adanya subjek dan objek tertentu, di mana subjek
jurisprudence merupakan hukum positif, dan objeknya merupakan ilmu hukum itu
sendiri. Artinya, jurisprudence menjadi ilmu untuk mempelajari hal-hal yang bersifat
abstrak dan dijadikan acuan untuk mempelajari hukum positif untuk diterapkan kepada
kehidupan masyarakat.