Anda di halaman 1dari 2

JIHAN SAFIRA – 1806139374

FILSAFAT HUKUM KELAS C REGULER

NATURAL LAW / HUKUM KODRAT

Awal mula pemikiran natural law muncul dan meresap dalam dimensi politik,
etika, dan hukum dari bangsa Yunani. Pada dasarnya natural law memiliki daya
tariknya sendiri karena bersifat religius dan supranatural. Hal ini di mana zaman dahulu
orang-orang lebih mencari kebenaran moral, sistem ekonomi, dan sistem hukum dari
‘apa’ yang lebih tinggi dari sebuah pemikiran yang nalar. Namun karena berjalannya
waktu, pemikiran natural law mulai memudar karena adanya pemikiran yang lebih
revolusioner, yang diperkuat dengan adanya Deklarasi Hak Asasi Amerika dan
pecahnya Revolusi Perancis. Tetapi sejak meletusnya Perang Dunia Kedua, natural law
kembali hadir yang ditandai dengan minat terhadap teori natural law ke dalam hukum,
politik, dan segi kehidupan lainnya.

Banyak doktrin yang beranggapan soal pengertian natural law yang berbeda-
beda, tetapi bukan berarti tidak ada satu kesamaan mengenai pengertian-pengertian
natural law yang ada. Bahkan, Bangsa Romawi sebenarnya tidak begitu percaya dengan
adanya natural law, hukum positif mereka tidak didasarkan pada pemikiran hukum
alam yang lebih tinggi. Dalam diksi natural law sendiri sebenarnya sudah dapat
disimpulkan bahwa natural law adalah hukum yang berasa dari keniscayaan yang
secara kodratiah telah digariskan oleh Tuhan. Berdasarkan pandangan teologis,
keseluruhan alam semesta ini diciptakan dan diatur oleh Yang Maha Kuasa. Namun
berlainan dengan pandangan sekuler yang menganggap alam dan mahluk hiduplah yang
membentuk tatanan moral untuk mereka sendiri, sehingga secara natural-nya sendiri
tidak ada dari sabda Tuhan, tetapi sudah ada dan lahir dari kehidupan sehari-hari.

Dasar dari pemikiran natural law adalah penilaian dari organ yang absolut,
sesuai dengan kodrat alamiah dan proporsi yang mendasarinya. Penilaian tersebut
menjadi hasil bahwa benar adanya tatanan yang mengatur seluruh mahluk hidup dan
alam semesta dan menjadi pedoman dari penilaian tersebut. Manfaat dari Natural law
membantu kita dalam berpikir mengapa kita memiliki hukum dan apa yang hendak kita
capai dengan hukum tersebut. Natural law juga membantu menjawab persoalan pada
saat kita gagal menerapkan hukum ke dalam kehidupan kita. Walaupun aliran positivis
selalu menolak kenyataan natural law menjadi suatu komponen yang penting dan tidak
dapat dijadikan alat untuk membedakan hukum yang benar atau tidak.
JIHAN SAFIRA – 1806139374
FILSAFAT HUKUM KELAS C REGULER

Beberapa tokoh yang memiliki pendapat soal natural law adalah sebagai berikut:

a. Socrates
Socrates berpendapat bahwa permasalahan dari natural law adalah bagaimana
manusia menjawab pertanyaan tentang sikap kita terhadap aturan yang dibuat
oleh Tuhan. Misalnya apakah manusia berkehendak untuk menaatinya atau
melanggarnya.
b. Scholastik
Scholastik berpendapat bahwa sejatinya natural law merupakan aturan hukum
yang turun langsung dari Tuhan.
c. Cicero
Cicero mengatakan bahwa natural law adalah orang yang dapat menempatkan
suatu hukum positif di bawah natural law-nya sendiri.
d. Aristoteles
Aristoteles memiliki pendapat yang kurang lebih sama dengan Cicero, artinya
natural law selalu menjadi yang tertinggi kedudukannya dibanding dengan
hukum positif. Natural law berfungsi juga untuk melengkapi kekurangan pada
hukum positif.