Anda di halaman 1dari 2

JIHAN SAFIRA – 1806139374

FILSAFAT HUKUM KELAS C REGULER

RESUME TENTANG POSITIVISME HUKUM

Sebagai penanda berakhirnya abad pertengahan yang terlalu kental dengan gagasan
feudal dan campur tangan paus gereja, kedaulatan dan kemerdekaan muncul di era baru
yang pada awalnya tumbuh dalam bidang ekonomi, di mana pada saat itu adanya
pengaturan keberadaan bea cukai dalam bentuk peraturan perundang-undangan. Semakin
berkembangnya kedaulatan dalam tiap-tiap negara yang perlahan bangkit menjadi suatu
badan yang independent, aliran sekuler dan positivisme bermunculan karena hilangnya
kepercayaan akan hukum kodrat.. Bagi mereka, aliran hukum kodrat bersifat terlalu abstrak
sehingga dirasa tidak mampu menjawab tantangan akan kepastian hukum pada masalah
yang kompleks, maka perlu adanya suatu ilmu atau teori baru yang lebih relevan dan logis
untuk diterima oleh akal secara ilmiah. Arti kata positivisme sendiri berasal dari kata
positus yang berarti pendekatan, menunjukkan suatu pemikiran yang meletakkan
pendekatan akan sesuatu yang bersifat empiris. Positivisme hukum mempercayai sumber
hukum yang ada semata-semata hanyalah hukum positif atau apa yang tercantum dalan
peraturan perundang-undangan. Maka, hukum kini menjadi suatu hal yang dapat dipastikan
secara valid tanpa memperhatikan pertimbangan-pertimbangan subjektif, misalnya moral
yang lekat dalam hukum kodrat. Hukum diciptakan oleh orang-orang tertentu yang
memiliki kewenangan untuk membuat hukum dan diberlakukan kembali ke dalam
masyarakat tertentu, bukan lagi didasarkan pada sumber yang abstrak.

Berikut adalah tokoh-tokoh yang bermahzab positivisme hukum:

a. Auguste Comte
Auguste Comte dikenal sebagai pemrakarsa aliran positivisme pada masanya. Ia
menganggap bahwa aliran positivisme lebih adaptif dibandingkan hukum kodrat
yang lebih kaku. Auguste menganggap bahwa hukum bisa saja selalu
mengalami perubahan dari masa ke masa, sehingga hukum yang berlaku pada
saat ini berlum tentu akan berlaku di masa depan.
b. Jeremy Bentham
JIHAN SAFIRA – 1806139374
FILSAFAT HUKUM KELAS C REGULER

Selain dikenal sebagai tokoh yang beraliran positivisme, Jeremy Betham juga
dikenal sebagai pelopor aliran utiliarinisme. Betham sendiri menolak
keberadaan hukum kodrat yang mengutamakan nilai-nilai subjektif dalam
mencapai suatu hukum. Menurutnya, hukum harus dibuat dengan
mementingkan kepentingan dan kepuasan manusia, sehingga dalam hukum
tidak ada kebaikan atau keburukan, karena kembali lagi bahwa hukum dibuat
untuk manusia itu sendiri yang menjalankannya. Salah satu karya tulisan dari
Betham yang paling terkenal adalah introduction to the principles of moral and
legislation.
c. John Austin
Austin sebagai tokoh yang melanjutkan pemikiran Betham setelah Betham
meninggal dunia pada tahun 1832. Ia mengemukakan istilah analytical
jurisprudence dan normative jurisprudence, di mana keduanya sebagai ilmu
disiplin dalam menjawab pertanyaan apa itu hukum dan bagaimana hukum yang
baik. Austin memandang secara positivis bahwa hukum dibuat oleh penguasa
politik dan dikuasai secara politik. Austin juga memisahkan bahwa hukum
positif jelas berbeda dengan hukum Tuhan yang tidak dapat dicampuradukkan.
Selain itu, aspek positivis dari Austin yang paling banyak diuji adalah
dikenalnya pemisahan hukum dan moral. Hal ini dikarenakan sebagian besar
orang menganggap mematuhi hukum artinya sudah meliputi kepatuhan struktur
moral yang ada di dalamnya sekaligus.