Anda di halaman 1dari 16

PARADIGMA POSTMODERNISME DALAM PERSPEKTIF ISLAM

MAKALAH
Disampaikan dalam Diskusi Yayasan Bahtera Raya

Oleh:
IMAM INDRATNO, OKE SUNARDI MA

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1431 H / 2010 M
PARADIGMA POSTMODERNISME DALAM PERSPEKTIF ISLAM

MAKALAH

oleh
IMAM INDRATNO, OKE SUNARDI MA

Disampaikan dalam Diskusi Yayasan Bahtera Raya

Mengesahkan,

H. ERNADI SYAODIH, Ir., MT.


Ketua Program Studi PWK
PARADIGMA POSTMODERNISME DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Oleh: IMAM INDRATNO, OKE SUNARDI MA

ABSTRAK

Sebelum kehidupan modern bermula, pemikiran masa pramodern selalu menempatkan Tuhan
sebagai pusat dari segala pemikiran, kebudayaan, dan masyarakat. Pusat dari seluruh kehidupan
manusia dan semua kreativitas artistik terletak pada persoalan pertemuan (encounter) dengan
Tuhan. Persoalan manusiawi dalam era ini tidak bersifat independen dalam diskusi mengenai
filsafat dan keagamaan. Karena penekanan yang terlalu berlebihan pada aspek ketuhanan ini,
tidak heran jika kemudian kehidupan manusia dianggap hanya sebagai suatu keberadaan yang
duniawi, fana, dan keadaan sementara di tengah perjalanan menuju pada keberadaan yang nyata
dalam kekekalan dengan Tuhan. Bermula dari Renaisans dan humanisme yang berhasil membuat
perubahan radikal, tema yang mulanya berpusat pada Tuhan berbelok menjadi berpusat pada
manusia. Persoalan waktu dan materi menjadi perhatian utama manusia.

Key words:

PENDAHULUAN Postmodernisme lahir di St. Louis, Missouri,


15 Juli 1972. Ketika pertama kali didirkan,
Dengan perkembangan teknologi yang
proyek rumah Pruitt-Igoe di St. Louis
sedemikian canggih, masyarakat saat ini
dianggap sebagai lambang arsitektur modern
masih merasa berada di era modern. Bahkan,
yang lebih penting, ia berdiri sebagai
mungkin sebagian besar orang berpikir bahwa
gambaran modernisme, yang menggunakan
era modern adalah era terakhir. Namun,
teknologi untuk menciptakan masyarakat
kenyataannya tidaklah demikian. Hidup
utopia demi kesejahteraan manusia. Tetapi
bergulir, dunia berputar, dan perkembangan
para penghuninya menghancurkan bangunan
teruslah menjadi proses yang tidak berujung.
itu dengan sengaja. Pemerintah mencurahkan
Saat ini, disadari atau tidak, masa modern
banyak dana untuk merenonovasi bangunan
telah bergerak lebih jauh memasuki era baru
tersebut. Akhirnya, setelah menghabiskan
yang ditandai dengan perubahan paradigma
jutaan dollar, pemerintah menyerah.
di berbagai bidang kehidupan. Berbicara
Bangunan berpengaruh itu akhirnya
mengenai pergeseran masa dari modern ke
diledakkan dengan dinamit. Menurut Charles
postmodern sesungguhnya memang lebih
Jencks, yang dianggap sebagai arsitek
tepat merupakan pembicaraan mengenai
postmodern yang paling berpengaruh,
pergeseran filsafat hidup modernisme ke
peristiwa peledakan ini menandai kematian
postmodernisme. Modernisme dianggap
modernisme dan menandakan kelahiran
dalam keadaan sekarat meskipun belum
postmodernisme.
sepenuhnya kehilangan kekuatan, dan
sedang dalam proses digantikan oleh Masyarakat kita berada dalam pergolakan
postmodernisme. dan pergeseran kebudayaan. Seperti proyek
bangunan Pruitt-Igoe, pemikiran dan
kebudayaan modernisme sedang hancur
ETOS POSTMODERNISME
berkeping-keping. Ketika modernisme mati di Postmodernisme menunjuk kepada suasana
sekeliling kita, kita sedang memasuki sebuah intelektual dan sederatan wujud kebudayaan
era baru postmodernisme. Fenomena yang meragukan ide-ide, prinsip-prinsip dan
postmodernisme mencakup banyak dimensi nilai-nilai yang dianut oleh modernisme.
dari masyarakat kontemporer. Pada intinya, Postmodernitas menunjuk kepada era yang
postmodernisme adalah suasana intelektual sedang muncul, era di mana kita hidup,
atau “isme” postmodernisme. zaman dimana postmodernisme mencetak
masyarakat kita. Postmodernisme adalah era
Para ahli saling berdebat untuk mencari
dimana ide-ide, sikap-sikap, dan nilai-nilai
aspek-aspek apa saja yang termasuk dalam
postmodern bertahta, ketika postmodernisme
postmodernisme. Tetapi mereka telah
membentuk kebudayaan. Inilah era
mencapai kesepakatan pada satu butir:
masyarakat postmodern.
fenomena ini menandai berakhirnya sebuah
cara pandang universal. Etos postmodern
FENOMENA POSTMODERNISME
menolak penjelasan yang harmonis,
universal, dan konsisten. Mereka Postmodernisme menunjuk kepada suasana
menggantikan semua ini dengan sikap hormat intelektual dan ekspresi kebudayaan yang
kepada perbedaan dan penghargaan kepada sedang mendominasi masyarakat kini.
yang khusus (partikular dan lokal) serta Sekonyong-konyong kita sedang berpindah
membuang yang universal. Postmodernisme kepada sebuah era budaya baru,
menolak penekanan kepada penemuan ilmiah postmodernisme. Tetapi kita harus
melalui metode sains, yang merupakan memperinci apa sja yang tercakup dalam
fondasi intelektual dari modernisme untuk fenomena postmodern.
menciptakan dunia yang lebih baik. Pada
dasarnya, postmodernisme adalah anti- KESADARAN POSTMODERN
modern.
Bukti-bukti awal dari etos postmodernisme
Kata “postmodern” mencakup lebih dari senantiasa negatif. Etos tersebut merupakan
sekedar suasana intelektual. Penolakan penolakan terhadap pola pikir pencerahan
postmodernisme terhadap rasionalitas yng melahirkan modernisme. Kita dapat
terwujud dalam banyak dimensi dari melacak etos postmodern dimana-mana
masyarakat kini. Tahun-tahun belakangan ini, dalam masyarakat kita. Yang terpenting,
pola pikir postmodern terwujud dalam banyak postmodernisme telah merasuk jiwa dan
aspek kebudayaan, termasuk arsitektur, seni, kesadaran generasi sekarang ini. Ini
dan drama. Postmodern telah merasuk merupakan perceraian radikal dengan pola
kedalam seluruh masyarakat. Kita dapat pikir msa lalu.
mencium pergeseran dari modern kepada
Kesadaran postmodern telah melenyapkan
postmodern dalam budaya pop, mulai dari
optimisme “ kemajuan” (progress) dari
video musik sampai kepada serial Star Trek.
pencerahan. Postmodern tidak mau
Tidak terkecuali, hal-hal seperti spiritualitas
mengambil sikap optimisme dari masa lalu.
dan cara berpakaian juga terpengaruh.
Mereka menumbuhkan sikap pesimisme.
Untuk pertama kalinya, anak-anak pada masa menjadi pribadi-pribadi “setuhnya”.
kini berbeda keyajinan dengan orang tuanya. Postmodern dengan holismenya mencakup
Mereka tidak percaya bahwa dunia akan integrasi seluruh dimensi dari kehidupan
menjadi lebih baik. Dari lubang yang besar di pribadi-perasaan, intuisi, dan kognitif.
lapisan Ozon sampai kepada kekerasan antar Keutuhan juga mencakup kesadaran akan
remaja, mereka menyaksikan permasalahan lingkungan dari mana kita berasal. Tentu saja
semakin besar. Mereka tidak lagi percaya area ini mencakup “alam” (ekosistem), tetapi
kalau manusia dapat menyelesaikan ia jug komunitas. Postmodernisme
maslahnya dan kehidupan mereka akan lebih menegaskan bahwa keberadan diri dapat
baik daripada orang tua mereka. dikenal dalam lingkup ketuhanan.

Generasi postmodern yakni bahwa hidup di Karena setiap orang selalu termasuk dalam
muka bumi bersifat rawan. Mereka melihat konteks komunitas tertentu, maka memahami
bahwa model “manusia menguasai alam” dari kebenaran haruslah bersama-sama.
Francis Bacon harus segera digantikan Keyakinan dan pemahaman kita akan
dengan sikap kooperatif dengan alam. Masa kebenaran, berakar kepada komunitas
depan umat manusia sedang di dimana kita berada. Mereka menolak konsep
persimpangan jalan. Selain sikap pesimis, pencerahan yang universal, supra-kultur, dan
orang-orang postmodern mempunyai konsep permanen. Mereka lebih suka melihat
kebenaran yang berbeda dengan generasi kebenaran sebagai ekspresi dari komunitas
sebelumnya. Pemahaman modern tertentu. Mereka yakin bahwa kebenaran
menghubungkan kebenaran dengan rasio adalah aturan-aturan dasar yang bertujuan
sehingga rasio dan logika menjadi tolak ukur bagi kesejahteran diri dan komunitas
kebenaran. Kaum postmodernisme bersama-sama. Dalam pengertian ini,
meragukan konsep kebenaran universal yang kebenaran postmodern berhubungan dengan
dibuktikan mellaui usaha-usaha rasio. Mereka komunitas. Karena ada banyak yang berbeda-
tidak mau menjadi rasio sebagai tolak ukur beda. Banyak kaum postmodern percaya
kebenaran. Postmodernmencari sesuatu yang bahwa keanekaragaman kebenaran ini dapat
lebih tinggi daripada rasio. Mereka hidup berdampingan bersama-sama.
menemukan cara-cara nonrasial untuk Kesadaran postmodern menganut sikap
mencari pengetahuan, yaitu melalui emosi relativisme dan pluralisme.
dan intuisi.
Tentu saja, relativisme dan pluralisme
Keinginan mencari model kooperatif dan bukanlah barang baru. Tetapi jenis pluralisme
penghargaan kepada cara nonrasional dan relativisme dari postmodern ini berbeda.
menciptakan sebuah dimensi holistik bagi Relatif pluralisme dari modernnisme bersifat
kaum postmodern. Postmodern dengan individualistik: pilihan dan cita rasa pribadi
holismenya menolak cita-cita pencerahan, diagung-agungkan. Mottonya adalah “setiap
individu yang tidak berperasaan, otonom, dan orang berhak mengeluarkan pendapatan.
rasional. Orang-oarang postmodern tidak Sebaliknya postmodernisme menekankan
berusaha menjadi individu-individu yang kelompok. Kaum postmodern hidup dalam
mengatur dirinya secara penuh, tetapi kelompok-kelompok sosial yang memadai,
dengan bahasa, keyakinan, dan nilai-nilainya hispanoamericana” (1934), de Onis
tersendiri. Akibatnya pluralisme dan memperkenalkan istilah tersebut untuk
relativisme postmodern menyempitkan menggambarkan reaksi dalam lingkup
lingkup kebenaran menjadi “lokal”. Suatu modernisme.
kepercayaan dianggap benar hanya dalam
Yang lebih sring dianggap sebagai pencetus
konteks komunitas yang meyakininya.
istilah tersebut adalah Arnold Toynbee,
Karena itu ketika kaum postmodern dengan bukunya yang terkenal berjudul
memikirkan tentang kebenaran, mereka tidak “Study of History”. Toynbee yakin benar
terlalu mementingkan pemikiran yang bahwa sebuah era sejarah baru telah dimulai,
sistematis atau logis. Apa yang dahulu meskipun ia sendiri berubah pikirannya
dianggap tidak cocok, kaum postmodern mengenai awal munculnya, entah pada saat
dengan tenang mengawinkannya. Mereka Perang Dunia I berlangsung atau semenjak
mengkombinasikan sistem-sistem kepercayan tahun 1870-an. Menurut analisa Toynbee,era
yang dulu dianggap saling berbenturan, postmodern ditandai dengan berakhirnya
misalnya seorang kristen postmodern percaya dominasi Barat dan semakin merosotnya
kepada doktrin-doktrin gereja sekaligus juga individualisme, kapitalisme, dan kekristenan.
percaya kepada ajaran non-kristen seperti Ia mengatakan transisi ini terjadi ketika
reinkarnasi. Orang-orang postmodern tidak peradaban Barat bergeser ke arah
merasa perlu membuiktikan diri mereka benar irasionalitas dan relativisme. Ketika hal ini
dan orang lain salah. Bagi mereka, masalah terjadi, kekuasan berpindah dari kebudayaan
keyakinan/kepercayan adalah masalah Barat ke kebudayaan non-Barat dan
konteks sosial. Mereka menyimpulkan, “apa muncullah kebudayaan dunia pluralis yang
yang benar untuk kami, mungkin saja salah baru.
bagi anda” dan “apa yang salah bagi kami,
Meskipun istilah ini muncul pada tahun 1930-
mungkin saja benar atau cocok dalam
an, postmodernisme sebagai sebuah
konteks anda”.
fenomena kultural belum menjadi sebuah
momentum sampai 40 tahun setelahnya. Ia
KELAHIRAN POSTMODERNITAS
muncul pertama-tama dalam lingkup kecil
Sebenarnya postmodernisme telah masyrakat. Selama tahun 1960-an, suasana
mengalami masa-masa inkubasi yang cukup yang menandai postmodernisme sangat
lama. Meskipun para ahli saling berdebat menarik bagi para seniman, arsitek dan
mengenai siapakah yang pertama kali pemikir yang sedang mencari alternatif untuk
menggunakan istilah tersebut, terdapat melawan dominasi kebudayan modern.
kesepakatan bahwa istilah tersebut muncul Bahkan beberapa teolog ikut tertarik dengan
pada suatu waktu pada tahun 1930-an. Salah trend tersebut, antara lain william Hamilton
satu pemiki9r postmodernisme, Charles dan Thomas J.J. Altizer yang “mengundang
jencks, menegaskan bahwa lahirnya konsep arwah” Nietzsche untuk memberitakan
postmodernisme adalah dari tulisan seorang matinya Allah. Perkembangan yang
Spanyol Frederico de Onis. Dalam tulisannya beranekargam ini membuat “pengamat
“Antologia de la poesia espanola e kebudayaan” Leslie Fiedlerpada tahun 1965
menambahkan istilah “post” kepada kata PENCETUS POSTMODERNITAS
modern sehingga menjadi postmodernisme
Antara tahun 1960 dan 1990,
yang menjadi simbol kontra-kultural pada
postmodernisme muncul sebagai sebuah
zaman itu.
fenomena kebudayaan. Banyak pengamat
Selama tahun 1970-an tantangan postmodern menghubungkan transisi ini dengan
menembus kepada arus budaya utama. Pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam
pertengahan tahun tersebut, muncullah masyarakat pada paruh kedua dari abad ke-
seorang pembela postmodern yang paling 20. Faktor pencetus terbesar adalah lahirnya
konsisten mempropagandakan ide era informasi. Penyebaran postmodernisme
postmodern, yakni: Ihab Hassan. Ia sejajar clan bergantung kepada transisi ke era
menghubungkan postmodernisme dengan informasi. Banyak sejarahwan menyebut era
eksperimentalisme dalam bidang seni dan modern sebagai "era" industrialisasi,
ultra teknologi dalam bidang arsitektur. Tetapi sebaliknya era postmodern mengarahkan
etos postmodern secara tepat menjalar terus fokus kepada informasi. Kita sedang
ke bidang-bidang lain. Profesor-profesor di menyaksikan sebuah transisi dari masyarakat
universitas dalam berbagai fakultas mulai industri ke masyarakat informasi. Simbolnya
berbicara mengenai postmodernisme. Bahkan adalah komputer.
beberapa di antara mereka tenggelam dalam
Statistik kerja membuktikan bahwa kita
konsep-konsep postmodern. Akhirnya
sedang mengalami perubahan dari
penerimaan etos baru begitu menjalar terus
masyarakat industri kepada masyarakat
ke mana-mana sehingga istilah “postmodern”
informasi. Pada tahun 1970-an, hanya 13%
menjadi label yang digunakan bagi berbagai
dari buruh-buruh di Amerika bekerja dalam
fenomena sosial dan budaya. Gelombang
produksi barang; 60% bekerja dalam bidang
postmodern menyeret berbagai aspek
informasi. pelatihan untuk karir yang berkaitan
kebudayaan dan beberapa disiplin ilmu,
dengan informasi – baik prosesor data
khususnya sastra, arsitektur, film, dan filsafat.
maupun konsultan - menjadi sangat penting.
Pada tahun 1980-an, pergeseran dari lingkup Masyarakat informasi menghasilkan
kecil kepada lingkup besar terjadi.secara sekelompok orang baru. Ploretariat telah
bertahap, postmodern menyerang budaya menyerahkan tempatnya kepada "cognitariat."
pop bahkan juga hidup sehari-hari Dan untuk bisnis, munculnya masyarakat
masyarakat. Konsep-konsep postmodern berarti perubahan dari model
postmodernbahkan Cuma hanya diterima "sentralisasi" kepada model "network."
tetapi populer; sangat menyenangkan menjadi Struktur hirarki dalam pengambilan keputusan
seorang postmodern. Akibatnya, para kritikus diganti dengan keputusan bersama.
kebudayan dapat berbicara mengenai
Era informasi bukan hanya mengubah
“nikmatnya menjadi seorang postmodern”.
pekerjaan kita tetapi juga menghubungkan
Ketika postmodernisme diterima sebagai
seluruh belahan dunia. Masyarakat informasi
bagian dari kebudayan, lahirlah
berfungsi berdasarkan jaringan komunikasi
postmodernitas.
yang meliputi seluruh muka bumi. Efisiensi
sistem tersebut sangat mengejutkan. Pada produksi segmen. Produksi barang-barang
masa lalu, informasi tidak secepat perjalanan yang sama telah berubah menjadi produksi
manusia. Tetapi sekarang informasi dapat barang-barang yang beraneka ragam. Kita
mengalir ke seluruh dunia secepat cahaya. berada pada "budaya citarasa" yang
Yang lebih mengagumkan lagi adalah menawarkan berbagai macam gaya yang
kemampuan era postmodern untuk tidak ada habisnya.
mendapatkan informasi dari mana saja secara
cepat. ALAM POSTMODERNISME TANPA TITIK
PUSAT
Karena sistem komunikasi global yang begitu
canggih, kita dapat mengetahui peristiwa apa Ciri khas postmcdemlsme adalah tidak
saja di mana saja di dunia ini. Kita sedang adanya titik pusat yang mengontrol sega!a
menghuni sebuah desa global. Munculnya sesuatu. Meskipun postmodern dalam
desa global menghasilkan dampak masyarakat bermacam-macam bentuknya,
yang kontradiktif. Budaya massal dan mereka sama-sama sepakat bahwa tidak ada
ekonomi global yang dihasilkan era informasi fokus atau titik pusat. Tidak ada lagi standar
berusaha menyatukan dunia rrenjadi umum yang dapat dipakai mengukur, menilai
"McWorld". Ketika planet ini menyatu pada atau mengevaluasi konsep-konsep clan gaya
satu sisi, saat yang sama ia hancur hidup tertentu. Lenyaplah sudah usaha
berantakan pada sisi lainnya. Munculnya mencari sumber otoritas pusat. Lenyaplah
postmodernisme menghasilkan kesadaran sudah usaha untuk mencari kekuasaan yang
global dan menipiskan nasionalisme. absah dan berlaku untuk semua.

Nasionalisme semakin suram dengan Titik pusat sudah bergeser, masyarakat kita
munculnya gerakan menuju "retribalisasi," seperti kumpulan barang- barang yang
menuju loyalitas kepada lingkungan lokal beraneka ragam. Unit-unit sosial yang lebih
seseorang. Orang-orang sedang mengikuti kecil hanya disatukan secara geografis. Filsuf
motto: "Berpikirlah secara global, bertindaklah postmodern. Michel Foucault, menawarkan
secara !okal". Munculnya masyarakat sebuah usulan nama bagi dunia tanpa titik
informasi memberikan dasar berpijak bagi pusat, yaitu "heterotopia." istilah Foucault
etos postmodern. Hidup di desa global menggarisbawahi perubahan besar yang
menyadarkan penduduknya mengenai sedang kita alami. Keyakinan Pencerahan
keanekaragaman budaya di bumi ini. akan suatu kemajuan ayng terus-menerus
Kesadaran ini memaksa kita mengadopsi pola melahirkan visi modernisme. Arsitek
pikir pluralisme. Pola pikir ini bukan hanya modernisme berusaha membangun sebuah
bersikap toleran kepada kelompok lain, tetapi bangunan masyarakat yang sempurna. Kasih,
ia menegaskan dan merayakan keadilan, dan perdamaian akan memerintah
keanekaragaman. Perayaan masyarakat tersebut. kaum postmodern
keanekaragaman budaya menuntut gaya baru membuang jauh-jauh impian kosong tersebut.
-eklektisisme - gaya postmodernitas. Mereka hanya menawarkan keanekaragaman
Masyarakat informasi telah menyaksikan yang tak terhitung banyaknya, "multiverse"
perubahan besar dari poduksi massal kepada
telah menggantikan model "universe" dari mencampurkan bahan-bahan yang saling
modernisme. bertentangan. "Collage" menjadi wahana kritik
postmodern terhadap mitos
POSTMODERNISME SEBAGAI SEBUAH pengaranglseniman tunggal. Teknik lainnya
FENOMENA KULTURAL adalah "bricolage", yaitu: penyusunan kembali
berbagai objek untuk menyampaikan pesan
"Lenyapnya titik pusat" yang dipopulerkan
ironis bagi situasi masa kini.
oleh etos postmodern merupakan ciri utama
situasi masa kini Ini nampak jelas dalam Seniman postmodern menggunakan berbagai
kehidupan kultur masyarakat kita. Seni telah gaya yang mencerminkan suatu eklektisisme
mengalami perubahan bersamaan dengan yang diambil dari berbagai era dalam sejarah.
perubahan modern menjadi postmodem. Seniman umumnya menganggap cara
demikian harus ditolak karena
POSTMODERN MERAYAKAN menghancurkan keutuhan gaya-gaya historis.
KEANEKARAGAMAN Para kritikus tersebut menyalahkan gaya
postmodern karena tidak ada kedalaman atau
Ciri utama budaya postmodern adalah
keluasan, melanggar batas sejarah hanya
pluralisme. Untuk merayakan pluralisme ini,
demi memberikan kesan untuk masa kini.
para seniman postmodern mencampurkan
Gaya dan historis dibuat saling tumpang
berbagai komponen yang saling bertentangan
tindih. Mereka mendapatkan postmodernisme
menjadi sebuah karya seni. Teknik seni yang
sangat kurang dalam orisinalitas dan tidak
demikian bukan hanya merayakan pluralisme,
ada gaya sama sekali.
tetapi merupakan reaksi penolakan terhadap
dominasi rasio melalui cara yang ironis. Buah Namun ada prinsip lebih mendalam yang
karya postmodernisme selalu ambigu ditampilkan melalui ekspresi budaya
(mengandung dua makna). Kalaupun para postmodernisme. Maksud dan tujuan karya-
seniman ini menggunakan sedikit gaya karya postmodernisme bukanlah asal¬asalan
modern, tujuannya adalah menolak atau saja. Sebaliknya postmodern berusaha
mencemooh sisi-sisi tertentu dari menylngkirkan konsep mengenai "seorang
modernisme. pengarang/pelukis ash yang merupakan
pencetus suatu karya seni". Mereka berusaha
Post-modernisme adalah campuran antara
menghancurkan ideologi "gaya tunggal" dari
macam-macam tradisi dan masa lalu. Post-
modernisme dan menggantikannya dengan
Modernisme adalah kelanjutan dari
budaya "banyak gaya". Untuk mencapai
modernisme. sekaligus melampaui
maksud tersebut, para seniman in,i
modernisme. Ciri khas karya¬karyanya
memperhadapkan para peminatnya dengan
adalah makna ganda,ironi, banyaknya pilihan,
beraneka ragam gaya yang saling
konflik, dan terpecahnya berbagai tradisi,
bertentangan dan tidak harmonis. Teknik ini -
karena heterogenitas sangat memadai bagi
yang mencabut gaya dari akar sejarahnya –
pluralisme. Salah satu tehnik campuran yang
dianggap sebagai sesuatu yang aneh dan
sering digunakan adalah "collage". "Collage"
berusaha meruntuhkan sejarah. Seniman-
menawarkan suatu cara alamiah untuk
seniman postmodern sangat berpengaruh
bagi budaya Barat masa kini. Pencampuran tidak ada menjadi seolah-olah ada. Sekilas
gaya, dengan penekanan kepada lalu, film adalah sebuah Cerlta utu!? yang
keanekaragaman, dan penolakan kepada dltampllkan ole,n, para aktor clan aktris.
rasionalitas menjadi ciri khas masyarakat kita. Kenyataannya, film adalah rekayasa teknologi
Ini semakin terbukti dalam banyak ekspresi dengan bantuan ahli-ahli spesialis dari
kebudayaan lainnya. berbagai bidang yang tidak jarang kelihatan
dalam film. Adanya kesatuan dalam sebuah
POSTMODERNISME SEBUAH FENOMENA film sebenarnya adalah ilusi. Film berbeda
DALAM BUDAYA POP dengan teater. Film tidak pernah berisi
penampilan sekelompok aktor/aktris sekaligus
Kebanyakan dari kita berhubungan langsung
secara utuh clan berkesinambungan. ,Apa
postmodernisme melalui novel fiksi sains clan
yang penonton lihat "berkesinambungan"
novel mata-mata. Keduanya sangat
adalah semacam sisa dari berbagai adegan
berpengaruh dalam budaya populer kita
dalam proses pembuatan film itu sendiri, yang
sekarang. Namun secara tidak sadar, kita
tidak saling berhubungan baik secara waktu
telah terbuka kepada etos postmodern.
maupun tempat.
Keterbukaan kepada etos postmodern melalui
budaya pop adalah ciri khas postmodern. Ciri Alur cerita sebuah film hanyalah tipuan. Apa
khas lainnya adalah tidak mau menempatkan yang nampak "berhubungan" atau
"seni klasik tinggi" di atas budaya "pop." "berkesinambungan" sebenarnya hanyalah
Postmodern unik karena ia menjangkau kumpulan adegan yang diambil pada waktu
bukan kelas elite tetapi kelas masyarakat dan tempat yang berbeda-beda. Alur sebuah
biasa, masyarakat yang terbiasa dengan film yang kita lihat, ternyata tidak seperti
budaya pop clan media massa. Hasil karya demikian alurnya pada waktu film berada
postmodern juga bermakna ganda. Mereka dalam proses pembuatan tersebut. Yang
berbicara dengan sebuah bahasa clan menyatukan adegan-adegan yang terpecah-
menggunakan elemen-elemen yang dapat pecah itu adalah seorang editor. Dialah yang
diterima oleh orang-orang awam ataupun menyambungkan adegan-adegan yang tidak
seniman clan arsitek handal. Dengan cara ada hubungannya satu sama lain
demikian, postmodernisme berhasil
Kadang-kadang peran yang sama belum
menyatukan dua alam yang berbeda, yaitu
tentu diperankan oleh satu aktor. Sutradara
profesional clan populer.
sering menggunakan peran pengganti (stunt-
man) untuk adegan- adegan berbahaya.
PEMBUATAN FILM SEBAGAI DASAR
Kemajuan teknologi memungkinkan edit untuk
PIJAKAN BUDAYA POSTMODERN
menduplikasi wajah sang aktor sehingga
Perkembangan teknologi membantu wajahnya dalam film lama dapat diambil dan
penyebaran postmodern ke dalam sisi- sisi dimasukkan dalam film yang baru. Semuanya
penting clan budaya pop. Salah satu sisi ini adalah hasil rekayasa komputer. Akhirnya,
terpenting adalah industri film. Teknologi film yang kita tonton ada!ah produk
pembuatan film sangat cocok dengan etos kecanggihan teknologi. Tim-tim yang berbeda
postmodern, yakni: film menggambarkan yang menggunakan fotografi dan metode lainnya
untuk mengumpulkan bahan¬hahan. nyata (film "Groundhog Day"). Mereka
Bahan_hahan ini digabungkan oleh editor menggabungkan kisah film fiksi dengan aspek
untuk menghasilkan apa yang nampak dokumenter (film "The Gods Must Be Crazy").
sebagai "kesatuan" di depan mata penonton. Mereka mencampurkan sebagian catatan
Berbeda dengan teater, kesatuan dan sejarah dengan spekulasi clan
kesinambungan sebuah film adalah jasa mencampurkan dunia-dunia yang tidak
teknologi, dan bukan jasa aktor-aktornya. berhubungan yang dihuni oleh tokoh-tokoh
Karena kesatuan sebuah film terletak dalam yang tidak jelas majakah yang asli (film "Blue
teknik pembuatannya, maka sutradara dan Velvet").
editor mempunyai kebebasan untuk mengatur
Hidup dalam era postmodern berarti hidup di
dan memanipulasi jalannya cerita dengan
dalam clunia yang menyerupai film. Sebuah
berbagai cara. Mereka dapat mencampurkan
clunia dimana kebenaran dan dongeng
adegan-adegan yang tidak saling
bercampur. Kita melihat clunia sama seperti
berhubungan tanpa harus mengorbankan
kita melihat film, clan kita curiga apakah yang
kesatuan film itu.
kita lihat hanyalah sebuah ilusi. Kita dapat
Pembuat film postmodern senang mengubah memahami sesuatu dalam pikiran sang
konsep tempat dan konsep waktu menjadi di sutradara. la mengajak kita melihat sesuatu
sini dan kini selamanya. Usaha mereka dalam yang sering terabaikan/terlupakan dalam
hal ini dipacu oleh banyaknya film yang telah clunia yang film itu gambarkan. Sebaliknya
diproduksi sebelumnya sehinga mereka ketika melihat clunia sebenarr,ya, kaum
mempunyai bahan untuk mencampurkannya. postmodern tidak lagi percaya adanya sebuah
Misalnya: adegan Humphrey Bogart dalam Pikiran di baliknya.
film "The Last Action Hero" dan Groucho Marx
dalam Wan Diet Pepsi. Kemajuan teknologi
memungkinkan penggabungan keduanya,
penggabungan "dunia nyata" dengan TELEVISI DAN PENYEBARAN BUDAYA
kenyataan lain. Contoh lain adalah POSTMODERN
penggabungan tokoh kartun clan tokoh
Teknologi pembuatan film memberikan dasar
manusia dalam film "Who Framed Roger
pijakan untuk budaya pop postmodern Namun
Rabbit?"
televisi merupakan sarana yang lebih efisien
Kemampuan seorang sutradara untuk menyebarkan etos postmodern ke
menggabungkan berbagai potongan menjadi seluruh lapisan masyarakat. Dilihat dari satu
sebuah film yang utuh, memungkinkannya sisi, televisi hanyalah saranan yang efektif
untuk melenyapkan perbedaan antara untuk menantikan turunnya film dari bioskop
kebenaran clan dongeng, kenyataan clan ke televisi. Banyak program televisi yang
khayalan. Sutradara- sutradara postmodern isinya hanya film-film, mulai dari yang pendek
menggunakan kesempatan ini untuk sampai miniseri. Televisi adalah sebuah
mewujudnyatakan etos postmodern. sarana yang digunakan oleh film-film untuk
Misalnya, film-film postmodern membuat film menyerbu kehidupan sehari¬hari jutaan
fiksi clan fantasi seperti layaknya kejadian
orang. Sejauh ini, televisi hanyalah permirsa. Berita sore akan menghantam
perpanjangangan tangan dari industri film. penonton dengan gambar-gambar yang tidak
saling berhubungan: perang di suatu daerah
Tetapi lepas dari hubungan dengan film,
terpencil, pembunuhan di dekat rumah,
televisi memperlihatkan ciri khasnya sendiri.
ucapan clan seorang politikus, skandal seks
Dalam banyak hal. televisi jauh lebih fleksibel
terbaru, penemuan ilmiah baru, berita
daripada film. Televisi melampaui film dengan
olahraga. Campuran-campuran ini disisipkan
menyajikan siaran langsung. Kamera televisi
dengan Wan baterai yang tahan lama, sabun
dapat menayangkan gambar kejadian
mandi yang lebih bersih, makan pagi yang
langsung kepada pemirsa di seluruh belahan
lebih sehat, dan liburan yang lebih
dunia.
menyenangkan. Dengan menampilkan
Kemampuan untuk menyiarkan secara
berbagai gambar tersebut (berita clan
langsung membuat orang percaya bahwa
iklan), televisi menciptakan kesan bahwa
televisi menyajikan peristiwa aktual yang
berita clan Wan sama pentingnya.
benar-benar terjadi, tanpa adanya penafsiran,
Siaran berita diikuti oleh program-program
edit, atau komentar. Karena inilah teievisi
utama yang terlalu banyak untuk menarik clan
telah menjadi kriteria untuk membedakan
membuat pemirsa bertahan. Maka isi
yang nyata clan tidak. Banyak pemirsa tidak
program¬program tersebut adalah film laga,
menganggap penting banyak hal. Tetapi jika
skandal. kekerasan, dan seks. Drama-drama
CNN, Sixty Minutes menayangkannya,
malam hari mempunyai bobot yang sama
mereka akan segera merasa hal tersebut
dengan berita sebelumnya. Dengan cara ini,
penting. Segala sesuatu tidak penting jika
televisi melenyapkan perbedaan antara
tidak ditayangkan televisi.
kebenaran dan fiksi, antara peristiwa yang
Televisi mampu menayangkan fakta secara
benar¬benar memilukan hati dan peristiwa
langsung clan mampu menyebutkan
sepele. Ini terjadi bukan hanya pada satu
produksi¬produksi film. Kemampuan ganda
saluran televisi, tetapi berpuluh bahkan
demikian membuat televisi memiliki kekuatan
ratusan saiuran yang berbeda-beda. Hanya
yang unik. la mampu mencampurkan
dengan sebuah remote control di tangan,
"kebenaran" (apa yang orang banyak anggap
seseorang dapat memilih apa pun yang ia
sebagai kejadian nyata) dengan "fiksi" (apa
suka, mulai dari berita terbaru, pertandingan
yang orang banyak anggap sebagai khayalan
tinju, laporan ekonomi, film kuno, laporan
yang tidak pernah terjadi dalam kenyataan).
cuaca, film komedi. film dokumenter, dan
Film tidak dapat melakukan ini. Televisi masa
sebagainya.
kini melakukan hal tersebut terus¬menerus.
Dengan menawarkan begitu banyak
Ketika ada siaran langsung, di tengah-tengah
campuran gambar, secara tidak sengaja
siaran itu selalu diputus oleh "pesan dari
televisi menyejajarkan hal-hal yang tidak
sponsor."
saling cocok. Televisi membutuhkan
Televisi melampaui film untuk mewujudkan
kejelasan waktu dan tempat. Televisi
etos postmodern. Televisi komersil
mencampuradukkan masa lalu dan masa kini,
menyajikan berbagai gambar kepada
yang jauh dan yang dekat, segala sesuatunya
di- bawa menjadi kini clan di sini, di hadapan WUJUD-WUJUD LAIN POSTMODERNISME
pemirsa televisi. Dengan cara ini, televisi DALAM BUDAYA POP
memperlihatkan dua ciri khas postmodern:
Film telah menyajikan budaya postmodern
menghapus batas antara masa lalu dan masa
dan televisi menyebarkannya, tetapi musik
kini, dan menempatkan pemirsa dalam
rock merupakan ciri yang paling khas dari
ketegangan terus-menerus. Banyak
budaya pop postmodern. Lirik lagu-lagu rock
pengamat sosial menganggap televisi sebagai
mencerminkan semboyan postmodern.
cermin dari kondisi psikologis dan budaya
Hubungan antara music rock dan budaya
postmodern. Televisi menyajikan begitu
postmodern lebih mendalam lagi. Musik rock
banyak gambar yang tidak berhubungan
memiliki ciri utama dari postmodern, yaitu:
dengan realitas, gambar-gambar yang saling
fokus kepada global dan lokal. Musik rock
berinteraksi terus¬menerus tanpa henti.
kontemporer mendapatkan banyak
Film dan televisi telah di persatukan oleh penggemar dan mampu menyatukan seluruh
sebuah alat yang lebih baru - komputer dunia. Tentunya kita ingat dengan tokoh-
pribadi. Lenyapnya ego adalah tanda tokoh musik rock yang melakukan tur keliling
kemenangan postmodernisme. Sang diri dunia. Pada saat yang sama, musik rock
diubahkan menjadi sebuah tampilan kosong mempertahankan selera lokal. Dalam
yang berisi kebudayaan yang telah jenuh penampilan grup-grup rock yang besar
namun hiperteknis. Munculnya "monitor" - maupun yang kecil (tidak terkenal), musik
layar bioskop, layar kaca televisi ataupun rock memperlihatkan pluralitas gaya yang
monitor computer, melenyapkan perbedaan diambil dari gaya musik setempat (lokal dan
antara diri sebagai subjek dan dunia sebagai etnis tertentu).
objek. "Monitor" bukan sekadar objek di luar
Yang tidak kalah penting, musik rock juga
diri kita yang kita sedang lihat. Yang terjadi
menggunakan sarana produksi elektronik
dalam monitor bukan sesuatu kejadian di luar
sebagaimana televisi dan film. Dimensi
sana dan diri kita di sini. "Monitor" membawa
penting dari budaya rock adalah penampilan
kita ke dunia luar sama seperti dunia luar
langsung dari bintang-bintangnya. Konser
masuk ke dalam diri kita. Yang terjadi dalam
musik rock tidak seperti konser tradisional
televisi merupakan manifestasi diri kita, yang
dimana sang penyanyi berusaha
terjadi dalani din kita adalah penjelmaan
berkomunikasi secara akrab dengan
televisi. Televisi telah menjadi sebuah wujud
penonton Yang terjadi dalam konser musik
nyata dari jiwa kita. Hidup dalam era
rock adalah "kedekatan massal yang dibuat-
postmodern berarti hidup dalam dunia yang
buat". Konser rock kini merupakan peristiwa
dipenuhi oleh berbagai gambar yang
massal, melibatkan puluhan ribu penggemar.
bercampur-aduk. Dunia televisi memecahkan
Kebanyakan penggemar tidak dapat melihat
gambar-gambar menjadi potongan-potongan
penampilan sang bintang dari dekat. Namun
dan Kaum postmodern tetap yakin bahwa itu
mereka masih berusaha mengalami
hanyalah campuran gambar-gambar.
pengalaman tersebut. Penampilan tersebut
diperlihatkan kepada mereka melalui banyak
layar video yang menyorot wajah sang pakaian modern, bahkan terhadap seluruh
bintang dari dekat. industri pakaian modern.

Tehnik ini menciptakan jarak antara sang Dari musik rock ke turisme ke televisi sampai
bintang dan penonton. Penggemar kelompok ke bidang pendidikan, yang dipromosikan
rock Jubilant merasa dekat dengan idola oleh iklan dan yang dicari oleh konsumen
mereka sekalipun hanya lewat layar televisi. bukan lagi barang-barang, tetapi pengalaman.
Teknologi mengubah kedekatan dalam Budaya pop zaman kita mempunyai dua ciri
sebuah pertunjukkan langsung meniadl khas postmodern: pluralisme dan anti-
kumpulan ribuan penggemar yang menonton rasionalisme. Seperti nyata dari cara mereka
layar video bersama-sama sementara mereka berpakaian dan musik yang mereka dengar,
diserbu dengan berbagai¬bagai efek cahaya, kaum postmodern tidak lagi percaya kalau
suara dan sebagainya. Teknologi dunia mereka mempunyai sebuah fokus.
melenyapkan perbedaan antara penampilan Mereka tidak lagi percaya bahwa rasio
aslinya dan tayangannya di televisi. Teknologi manusia dapat menangkap struktur logika
melenyapkan perbedaan antara penampilan alam semesta. Mereka hidup dalam dunia
langsung dan duplikasinya dalam musik. yang tidak membedakan antara kebenaran
Penampilan langsung bukan lagi realitas yang dan dongeng. Akibatnya mereka menjadi
terdapat dalam konteks khusus. la adalah pengumpul bermacam-macam pengalaman,
campuran antara apa yang sang bintang gudang yang brisi berbagai hal sementara,
tampilkan dan apa yang teknologi hasilkan jembatan yang dilintasi bermacam-macam
Penampilan itu dibungkus dalam kemasan gambar, clan dihujani dengan aneka ragam
teknologi setelah itu baru disajikan kepada media dalam masyarakat postmodern.
para penggemar. Wujud etos postmodern
Postmodernisme memiliki asumsi yang
yang lebih sederhana adalah cara
bermacam-macam. Ini terbukti dari berbagai
berpakaian. Model pakaian postmodern
sikap clan ekspresi mereka dalam kehidupan
mempunyai kecenderungan yang mirip
sehari-hari. Dalam kehidupan tersebut, kita
dengan budaya pop lainnya. Kita melihat
menemukan bermacam-macam orang dalam
ditonjolkannya merek clan label produk. Ini
masyarakat. Ekspresinya bervariasi dari cara
melenyapkan perbedaan antara pakaian dan
berpakaian sampai televisi, termsuk musik
iklan pakaian.
dan film di dalamnya. Postmodernisme
Wajah postmodern nampak dalam "bricolage". menjelma dalam beraneka ragam ekspresi
Berbeda dengan pola pakaian tradisional, budaya, termasuk arsitektur, seni, dan sastra.
yang menyatukan berbagai corak secara Lebih dari segalanya, postmodernisme adalah
harmonis, gaya postmodern sengaja sebuah pemandangan intelektual.
menggabungkan elemen-elemen yang
Postmodernisme menolak gambaran
bertentangan, misalnya: pakaian dan
mengenai seorang pemikir tunggal yang
aksesoris dari 10, 20, 30 dan 40 tahun lalu
dilahirkan oleh pencerahan. Postmodern
dipakai bersama-sama. Percampuran yang
mengejek mereka yang merasa yakin dapat
bertentangan tersebut dimaksudkan sebagai
melihat dunia dari suatu titik puncak seolah-
sebuah ironi atau ejekan terhadap model
olah mereka dapat berbicara demi modernisme seperti Derrida. Dalam karyanya
kepentingan seluruh umat manusia. Rethinking of Islam, Arkoun seringkali
Postmodernisme telah menggantikan cita-cita memakai terminologi Posmodernisme. Tetapi
pencerahan tersebut dengan keyakinan baru, yang menarik dari tulisan-tulisannya, Arkoun
yaitu: semua pernyataan mengenai mencoba menggabungkan teori dekonstruksi
kebenaran dan kebenaran itu sendiri terbatas Derrida dengan struktur berpikir Islam yang
oleh kondisi sosial. sebenarnya cukup sulit untuk di dapatkan
sintesa
POSTMODERNISASI DALAM ISLAM
Merujuk Akbar S. Ahmed, dalam bukunya
Perjalanan lama Islam telah banyak Postmodernism and Islam (1992), terdapat
memberikan imaji-imaji awal atau mungkin delapan ciri karakter sosiologis
persepsi yang seringkali dengan hal itu kita postmodernisme. Pertama, timbulnya
melakukan justifikasi. Latar belakang sejarah, pemberontakan secara kritis terhadap proyek
yang seharusnya orang dipertanyakan modernitas, memudarnya kepercayaan pada
keabsahannya, banyak mengambil tempat agama yang bersifat transenden dan semakin
dalam keputusan-keputusan religius saat ini diterimanya pandangan
dan mungkin di masa yang akan datang. pluralisme¬relativisme kebenaran. Kedua,
Harus diakui memang ada beberapa hal yang meledaknya industri media massa, sehingga
jelas-jelas membuat kita harus mengambil ia seolah merupakan perpanjangan dari
epistema masa lalu clan kemudian sistem indera, organ dan syaraf manusia.
menginterpretasikannya. Namun dalam Kondisi ini pada gilirannya menjadikan dunia
proses selanjutnya kita lebih sering clan ruang realitas kehidupan terasa
memaksakan diri untuk terjebak dalam menyempit. Lebih dari itu, kekuatan media
sejarah clan berkutat dalam simbol-simbol massa telah menjelma menjadi Agama dan
institusi mazhab maupun agama itu sendiri. Tuhan baru yang menentukan kebenaran dan
Proses akumulatif semacam ini menjauhkan kesalahan perilaku manusia. Ketiga,
sistem berpikir kita dari dialog-dialog munculnya radikalisme etnis dan keagamaan.
intelektual maupun perdebatan-perdebatan Fenomena ini muncul sebagai reaksi
yang semestinya bisa memberikan penalaran manakala orang semakin meragukan
komprehensif antara wahyu ilahiyah dengan kebenaran ilmu, teknologi dan filsafat modern
realita sosial. yang dinilai gagal memenuhi janji
emansipatoris untuk membebaskan manusia
Kritik terhadap akal Islam itu sendiri sudah
clan menciptakan kehidupan yang lebih baik.
berlangsung sejak iama. Sudah banyak
Keempat, munculnya kecenderungan baru
orang-orang dari kalangan Islam sendiri yang
untuk menemukan identitas dan apresiasi
mengajukan tesis tentang perbaikan sistem
serta keterikatan, romantisme dengan masa
berpikir Islam. Seperti Jamal Ad-Din AI-Afgan
lampau. Kelima, semakin menguatnya
kemudian berlanjut kepada Muhammad
wilayah perkotaan (urban area) sebagai pusat
Abduh hingga kini. Ambil contoh Mohammed
kebudayaan clan sebaliknya, wilayah
Arkoun, yang sedikit banyak berhutang
pedesaan (rural area) sebagai daerah
intelektual pada pemikir-pemikir Pasca
pinggiran. Pola ini juga berlaku bagi Teguh Yuda Mendobrak Kebelengguan
menguatnya dominasi negara maju (Negara Umat : Menuju Kritik Akal Islam
Dunia Pertama) atas negara berkembang
Willyem Onggo Wijaya. Dari modernisme ke
(Negara Dunia Ketiga). Keenam, semakin
postmodernisme.
terbukanya peluang bagi pelbagai kelas sosial
atau kelompok minoritas untuk
mengemukakan pendapat secara lebih bebas
dan terbuka. Dengan kata lain, era
postmodernisme telah turut mendorong
proses demokratisasi. Ketujuh, munculnya
kecenderungan bagi tumbuhnya ekletisisme
clan pencampuradukan berbagai diskursus,
nilai, keyakinan clan potret serpihan realitas,
sehingga sekarang sulit untuk menempatkan
suatu objek budaya secara ketat pada
kelompok budaya tertentu secara eksklusif.
Kedelapan, bahasa yang digunakan dalam
diskursus postmodernisme seringkali
mengesankan tidak lagi memiliki kejelasan
makna dan konsistensi, sehingga bersifat
paradoks (Ahmed, 1992- 143-4).

KESIMPULAN : PERLUNYA TEORI


POSTMODERN

Teori postmodern adalah kritis, optimis, dan


cerdas, menantang, dan menyelenggarakan
kapasitas pikiran clan memberi modal berpikir
kritis. Menekankan pada etika hubungan antar
aktivis dengan masyarakat desain Kritik
postmodern sangat kuat dan berakar serta
membuat arsitekur modern sadar. Dan ini
dirangkum dalam 3 tema teori kritis yang
muncul pada pertengahan 1990-an yaitu
feminisme dan masalah badan dalam
arsitektur, estetika indah kontemporer, dan
etika lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

Stanley J. Grenz Etos Postmodern.