Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

(SAP)

Mandi di Sungai (Tercemar)

oleh :

Khoirul Ramadhan (082310101031)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2010
KEMENTERIAN PENDIDIKAN
NASIONAL RI
UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU
KEPERAWATAN
Alamat: Jl. Kalimantan No. 37-Kampus Bumi Tegal
Boto – Kotak Pos 159
Telp./Fax (0331) 487145 – (0331) 323450
JEMBER 68121

Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

Topik/Materi : Bahaya mandi di sungai (tercemar)


Sasaran : Sisiwa SD Karangrejo
Hari/Tgl :-
Waktu : 09.00-10.00 WIB
Tempat : SD Karangrejo

A. Latar Belakang

Di Indonesia angka kejadian orang meninggal karena terhanyut aliran


sungai cukup tinggi. Sebanyak 659 kasus sepanjang tahun 2009 dan 341 kasus
sepanjang tahun 2010. Sekitar 89% dari angka tersebut adalah anak-anak.
Banyak kejadian dimana orang terhanyut disungai disebabkan karena
orang tersebut tidak bisa berenang. Disamping itu juga disebabkan oleh kondisi
sungai tempat berenang. Sungai dengan keadaan aliran yang tenang merupakan
sungai dengan kedalaman yang cukup dalam apalagi warna sungai keruh,
dimana tidak dapat melihat kedalaman dengan mata telanjang. Sungai dengan
kekeruhan yang pekat dan dengan aliran tenang “ditakuti” oleh orang yang ahli
sekalipun, itu disebabkan karena mereka tidak dapat memperkirakan berapa
kedalaman sungai tersebut.
Penyakit yang dapat disebabkan oleh sungai yang tercemar juga tercatat
cukup tinggi karena kandungan unsur cemar yang tinggi di air sungai tersebut.
Limbah rumah tangga, limbah pabrik dan sampah merupakan pemasok bahan
cemar terbesar. Dengan bahan cemaran tersebut, dalam air sungi dapat
terkandung beberapa bahan yang cukup berbahaya seperti, mangan,aluminium,
silikon, mercury dan bahan-bahan lainnya yang cukup berbahaya. Jika hal ini
dibiarkan dalam waktu yang lama, maka air sungai yang biasanya dapat
digunakan sebagai sarana untuk mengairi sawah dan sebagai sumber air yang
baik akan menjadikannya sebagai perusak.

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, diharapkan para siswa tidak mandi
disungai (tercemar)
2. Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, diharapkan :
a. para siswa akan dapat mengerti perbedaan sungai yang tercemar dan sungai
yang tidak tercemar
b. para siswa akan dapat menjelaskan bahaya mandi disungai tercemar
C. Pokok Bahasan

Bahaya mandi disungai (tercemar)

D. Subpokok Bahasan
1. Perbedaan sungi yang tercemar dan tidak tercemar
2. Bahaya mandi disungai
E. Media/Alat yang Digunakan
1. Poster/ Flipchart
2. Leaflet
3. Papan tulis/whiteboard
F. Model Pembelajaran:
1. Jenis model pembelajaran: Pertemuan (tatap muka)
2. Landasan teori: ceramah dan Diskusi
G. Persiapan

Pemateri mencari materi tentang bahya mandi di sungai tercemar dan


menyiapkan media yang digunakan.
H. Kegiatan penyuluhan:
Tindakan
Proses Waktu
Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
Pendahuluan 1. Memberi salam, Memperhatikan dan 5 menit
memperkenalkan diri, dan menjawab salam
membuka pertemuan
2. Menjelaskan tentang Memperhatikan
tujuan dan manfaat
Penyajian 1. Menanyakan materi yang Memperhatikan, dan 40 menit
akan disampaikan pada menjawab
peserta, apakah pernah tahu
sebelumnya
2. Menerima jawaban dan Memberikan sumbang
member komentar terhadap saran
jawaban peserta
3. Menjelaskan pengertian Memperhatikan
sungai tercemar dan tidak
tercemar
4. Menjelaskan bahaya mandi Memperhatikan

disungai tercemar

Penutup 1. Menutup pertemuan Memperhatikan 10 menit


dengan mengundang
pertanyaan atau komentar
dari peserta Memperhatikan dan
2. Menampung jawaban mencatat
dan memberi komentar
tentang pendapat dari peserta Memperhatikan dan
3. Menyimpulkan materi mencatat
yang telah dibahas bersama
dengan peserta Memperhatikan dan
4. Menutup pertemuan dan membalas salam
memberi salam
I. Evaluasi:
a. Jelaskan perbedaan sungai tercemar dan tidak tercemar ?
b. Jelaskan bahaya mandi disungai tercemar ?
c. Apa saja kandungan yang terdapat di sungai yang tercemar ?
J. Referensi:

Siswoyo dkk. 2005. Tingkat kekeruhan air sungai. Emedia: semarang


Masdin. 2010. Bahaya yang dapat ditimbulkan berenang dan menyelam
terhadapkulit. [http://www.topreference.co.tv/search/?
q=Bahaya+yang+dapat+ditimbulkan+berenang+dan+menyelam+terhadap+kulit&
x=0&y=0]

Penyuluh

Lampiran
1. Materi
2. Leaflet
LAMPIRAN: Materi

Bahaya Mandi Disungai Tercemar

Sungai adalah jalan air alami yang alirannya menuju ke sungai lain, ke
danau, ke laut atau ke samudera. Sungai yang berisi air itu mengalir sesuai dengan
sifat air, yaitu dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Sungai
bermula dari mata air yang mengalir ke beberapa anak sungai. Kemudian, anak-
anak sungai itu bergabung membentuk sungai utama. Ujung dari perjalanan
sungai tersebut adalah muara sungai. Begitu seterusnya sehingga sungai menjadi
bagian dari siklus hidrologi.
Sungai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan sosial
masyarakat. Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai memanfaatkan sungai
dalam keseharian mereka seperti untuk minum, masak, mencuci pakaian dan
perabot rumah tangga, atau yang lebih bermanfaat untuk sistem pengairan sawah.
Disamping itu tidak sedikit yang menganggap sungai sebagai sarana untuk mandi,
hal ini biasa dilakukan oleh anak-anak. Masih banyak anak-anak yang tidak tahu
apa yang terkandung dalam air sungai. Sehingga apa yang dilakukan mereka
hanya untuk kesenangan padahal ada hal lain dibalik itu yang dapat mengancam
bahkan jiwanya.
Secara garis besar sungai ada 2, yaitu sungai yang tercemar dan sungai
yang bersih atau tidak tercemar. Sungai tercemar adalah sungai yang dalam
kandungan mineral maupun zat lain melebihi angka normal, artinya kandungan
logam berat yang terdapat pada air sungai melebihi batas yang ditetapkan oleh
dinas kesehatan lingkungan dan juga kadar Ph yang rendah atau tinggi (PH
normal 6,5-8,0). Sedangkan sungai yang bersih atau tidak tercemar adalah sungai
dimana dalam segi warna jernih, kandungan mineral dalam airnya cukup atau
tidak melebihi batas yang ditetapkan. Hal ini yang menjadikan sungai itu dapat
dijadikan tempat mandi karena tidak berbahaya bagi tubuh
Sungai tercemar mengandung logam berat seperti mangan, aluminium,
silikon, mercury dan bahan-bahan lainnya yang cukup berbahaya. Sehingga dapat
disimpulkan jika kulit kita lama berendam dalam air yang mengandung logam itu
dapat terserap kedalam tubuh(permeabiltas kulit) akan menimbulkan penyakit
kulit seperti koreng, kutil dan lainnya juga dapat menimbulkan diare.
Sungai yang di masyarakat kita tidak dianggap sebagai sarana pengairan
sawah dan sumber air tanah, tetapi di anggap sebagai kebuuhan masyarakat, hal
ini di buktikan dengan membuang sampah disungai, MCK di sungai , mencuci di
sungai.
Anak-anak yang tidak mengetahui hal tersebut sering mandi untuk sekedar
menyegarkan badan atau bermain dengan teman-temannya dapat mengancam
tubuhnya. Selain logam yang terkadung di dalamnya bahaya mandi disungai yaitu
terdapat pula “barang” dari manusia, misalnya tinja dan air kencing dan juga
deterjen dapat terserap tubuh atau dapat terminum oleh anak yang mandi disungai.
Jika ditarik garis imajiner. Misalkan
A B C D aliran sungai

Jika kita andaikan A adala orang yang sedang buang air besar di sungai, B adalah
orang yang membuang sampah di sungai, C adalah orang yang mencuci baju atau
piring disungai dan D adalah anak-anak yang mandi di sungai
Jika di A mengeluarkan tinja, maka tinja itu akan ikut aliran sungai dan ditambah
B yang membuang sampah, C akan menerima paket dari A dan B dan air bakas
ducian itu akan diterima D dimana anak-anak disitu mandi dan tidak menutup
kemungkinan akan meminum walaupun sedikit air yang ada kiriman dari A,B,C
sehingga apa yang diterima tersebut tidaklah menyehatkan.
Tidak hanya itu yang mengancam bagi anak-anak yang mandi disungai.
Sebagian besar sungai bedadung alirannya tenang. Air sungai tenang tidak
mengindikasikan sungai tersebut aman untuk dijadikan tempat mandi. Ada
papatah mengatakan “Air Tenang Menghanyutkan”. Banyak kejadian dimana
orang terhanyut disungai disebabkan karena orang tersebut tidak bisa berenang.
Disamping itu juga disebabkan oleh kondisi sungai tempat berenang. Sungai
dengan keadaan aliran yang tenang merupakan sungai dengan kedalaman yang
cukup dalam apalagi warna sungai keruh, dimana tidak dapat melihat kedalaman
dengan mata telanjang. Sungai dengan kekeruhan yang pekat dan dengan aliran
tenang “ditakuti” oleh orang yang ahli sekalipun, itu disebabkan karena mereka
tidak dapat memperkirakan berapa kedalaman sungai tersebut.