Anda di halaman 1dari 12

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN

PEMAKAIAN JASA WARNET DI KOTA JEMBER

Sujoko
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi UNTAG ’45 Surabaya

Abstrak: Penelitian ini merupakan studi yang menguji tentang pengaruh faktor-faktor perilaku konsumen yang terdiri dari
bauran pemasaran (product, price, promotion, personal traits place, process, physical evidence), individu konsumen
(motivasi, persepsi, sikap, pembelajaran), dan pengaruh lingkungan (budaya, kelas sosial, kelompok acuan) terhadap
keputusan pemakaian jasa warnet di Kota Jember baik secara simultan maupun secara parsial, serta mengetahu variabel
prilaku konsumen yang mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet. Hasil analisis
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan baik secara simultan maupun secara parsial antara variabel-variabel
bauran pemasaran (product, price, personal traits place, process), individu konsumen (motivasi, persepsi), dan pengaruh
lingkungan (budaya, kelompok acuan), terhadap keputusan pemakaian jasa warnet (Y) di Kota Jember. Variabel dominan
dalam penelitian ini adalah Price yang mempengaruhi keputusan pemakaian jasa warnet di Kota Jember.

Kata kunci: perilaku konsumen, keputusan pemakaian, jasa warnet.

Abstract: This research analyze influence of consumer behaviour factors that consist of marketing mix (product, price,
promotion, personal traits, place, process, physical evidence), individual consumer (motivation, perception, attitude,
learning), and environment influence (culture, social class, reference group) on the decision of using cyber café service in
Jember City, and also to know the dominant variable of consumer behaviour that influences decision of using cyber café
service. Result of this research, there are significant influence of consumer behaviour factors that consist of marketing mix
(product, price, personal traits, place, process), individual consumer (motivation, perception), and environment influence
(culture, reference group) on the decision of using cyber café service in Jember City. The dominant variable in this research
is Price that influence of consumer behaviour on the decision of using cyber café service in Jember City.

Keywords: consumer behaviour, decision making, cyber café.

PENDAHULUAN (Mohamed Hatta, Februari 2002).Selain itu mahalnya


biaya pulsa telpon menjadikan masyarakat masih
Latar Belakang enggan untuk memasang internet sendiri dirumah.
Sehingga tidak mengherankan bahwa sebagian besar
Teknologi Informasi (TI) kini berkembang amat
pengguna internet lebih memanfaatkan jasa internet
pesat. Peran Internet tidak bisa dipungkiri dalam hal
melalui fasilitas komputer di tempat umum (Dian,
penyediaan informasi global. Di zaman globalisasi
2001).
ini, kebutuhan untuk memperoleh informasi yang
Salah satu tempat yang digunakan mayoritas
cepat, mudah dan murah sangat penting sehingga masyarakat sebagai sarana mengakses internet adalah
internet bisa dikatakan menjadi kebutuhan mendasar warung internet(warnet). Hal itu terjadi karena bisa
manusia (Indosiar.com, 2005).Di Indonesia yang mengontrol biaya yang akan dikeluarkan. Warnet
merupakan negara berkembang, kebutuhan informasi merupakan sebuah tempat di mana seseorang bisa
akan sangat tinggi, dan salah satu alat untuk mengakses internet. Tempat tersebut biasanya
memperoleh informasi tersebut yang dirasakan paling dilokasikan sebagai tempat umum mirip dengan
sesuai adalah Internet. Sekarang komunitas Internet sebuah restoran, sementara biaya sewanya biasanya
Indonesia meyakini bahwa internet dapat menjadi dipatok perjam (Indosiar.com, 2005). Menurut catatan
obat mujarab untuk menjembatani kesenjangan Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) pada
informasi di Indonesia. (Donny B.U, 2003). bulan mei 2001, tidak kurang dari 2500 warnet
Semakin berkembangnya dunia komunikasi dan tersebar di Indonesia, dan (60% - 70%) akses internet
komputer, teknologi internet menjadi relatif murah di Indonesia dilakukan di warnet.
dan terjangkau bagi konsumen. Tetapi penggunaan Tidak beda halnya dengan kot-kota lain, bisnis
internet oleh sebagian besar masyarakat Indonesia warnet tumbuh pesat pula di kota Jember. Tingkat
masih dianggap sebagai kegiatan yang mahal. Dari persaingan antar warnet di Jember cukup tinggi
seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah 220 juta terutama berkaitan dengan fasilitas yang dimiliki dan
jiwa, baru sekitar lima juta yang mengakses Internet harga yang ditawarkan. Internet menghadirkan
9
Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing
10 JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN, VOL. 2, NO. 1, APRIL 2007: 9-20

perubahan dramatis pada perilaku konsumen dan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi
paradigma pemasaran konvensional. Konsumen manfaat sebagai berikut:
semakin cerdas, canggih dan cerewet. Tuntutan 1. Bagi pengelola warnet di kota Jember. Penelitian
konsumen semakin kompleks (Diana, 2001).Agar ini dapat memberi informasi yang berguna dalam
warnet ini berhasil dalam mencapai tujuannya bidang pemasaran dan lebih fokus pada perilaku
terutama dalam memenuhi kebutuhan konsumen, konsumen dalam pengambilan keputusan pema-
maka diperlukan adanya analisis perilaku konsumen kaian jasa warnet. Bagi masyarakat, sebagai
sebagai salah satu cara dalam keberhasilan pema- pertimbangan dalam mengambil keputusan pe-
sarannya. makaian jasa warnet di kota Jember dengan
Dalam proses pengambilan keputusan untuk memperhatikan faktor-faktor yang disediakan
membeli suatu produk berupa barang atau jasa warnet tersebut.
konsumen akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, dan 2. Bagi peneliti, hasil kajian ini dapat menambah
untuk memahami perilaku konsumen, pengelola ilmu pengetahuan dan wawasan pada bidang
warnet perlu memahami faktor-faktor tersebut. Ada pemasaran khususnya mengenai faktor-faktor
faktor bauran pemasaran, individu konsumen dan perilaku konsumen dan dapat memperkaya
pengaruh lingkungan. Faktor-faktor ini dalam inte- temuan-temuan yang sudah ada. Sedangkan bagi
raksinya dapat mempengaruhi perilaku konsumen peneliti berikutnya, sebagi bahan pertimbangan
baik secara parsial maupun secara simultan. Warnet dalam mengangkat masalah yang sama beserta
dapat menyusun strategi dan program yang tepat pemecahannya.
dalam rangka memanfaatkan peluang yang ada dan
mengungguli pesaingnya. TINJAUAN PUSTAKA
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul “Faktor-Faktor Pengertian Jasa (Service)
Yang Mempengaruhi Pemakaian Jasa Warnet di Kota
Jember”. Menurut Kotler (2000), pengertian jasa adalah
setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan
Perumusan Masalah oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya
tidak berwujud dan tidak dapat mengakibatkan
Berdasarkan uraian di atas, maka perumusan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan
masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: atau tidak dikaitkan pada suatu produk fisik.
1. Apakah faktor bauran pemasaran, faktor individu
konsumen, dan faktor pengaruh lingkungan mem- Karakteristik dan Sifat Jasa
pengaruhi konsumen dalam pengambilan kepu-
tusan pemakaian jasa warnet, baik secara simultan Kotler (2000) menyatakan bahwa jasa memiliki
maupun secara parsial? empat karakteristik utama yang sangat mempengaruhi
2. Dari faktor bauran pemasaran, faktor individu rancangan program pemasaran jasa, yaitu tidak nyata
konsumen, dan faktor pengaruh lingkungan, (intangible), tidak terpisahkan (inseparable), variabel
variabel manakah yang dominan mempengaruhi (variable), dan tidak dapat disimpan (perishable).
konsumen dalam membuat keputusan pemakaian
jasa warnet ? Bauran Pemasaran Jasa
Menurut Payne (2000) bauran pemasaran yang
Tujuan Penelitian diperluas (4P + 3P) adalah tepat untuk jasa, yaitu
Berpijak pada rumusan masalah di atas, maka meliputi unsur-unsur tradisional bauran pemasaran 4P
(Product, Price, Promotion, dan Place) ditambah 3P
tujuan penelitian ini adalah:
(People, Process, dan Provision of Customer
1. Untuk mengetahui pengaruh faktor bauran
Service).
pemasaran, faktor individu konsumen, dan faktor
lingkungan terhadap perilaku konsumen dalam
Perilaku Konsumen
pengambilan keputusan pemakaian jasa warnet
baik secara simultan maupun secara parsial. Menurut James F. Angel, Roger D Blackwell,
2. Untuk mengetahui pengaruh paling dominan dari dan Paul W Miniard (1995), merupakan suatu konsep
faktor bauran pemasaran, faktor individu kon- tindakan yang mempelajari bagai mana individu,
sumen, dan faktor lingkungan terhadap pengam- kelompok, dan organisasi memilih, membeli, meng-
bilan keputusan pemakaian jasa warnet. gunakan produk (barang atau jasa) yang dapat
Manfaat Penelitian memberikan kepuasan, kebutuhan dan keinginannya.

Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing
Sujoko: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan 11

Konsumen yang merasa puas akan loyal terhadap H1: Faktor-faktor bauran pemasaran jasa, individu
barang atau jasa. konsumen, pengaruh lingkungan baik secara
simultan maupun secara parsial berpengaruh
Model Perilaku Konsumen secara signifikan dalam pengambilan keputusan
pemakaian jasa warnet.
Model Perilaku Konsumen Menurut Asseal
H2: Dari faktor-faktor tersebut variabel Price
merupakan variabel yang dominan mempenga-
ruhi konsumen dalam membuat keputusan
pemakaian jasa warnet.

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian
Rancangan penelitian menunjukkan kegiatan
yang dilakukan oleh peneliti mulai dari perumusan
hipotesis sampai pada analisis data. Penelitian ini
merupakan metode penelitian survey yaitu suatu
penelitian yang mengambil sampel dari suatu
populasi dengan mengandalkan kuisioner sebagai
instrumen pengumpulan data. Dengan demikian
penelitian ini dikategorikan sebagai explanatory
research, yaitu penelitian yang menjelaskan
hubungan kausal antara variabel-variabel penelitian
melalui pengujian hipotesis (Singarimbun, 1995).
Sumber: Asseal, 1995 Unit analisis dalam penelitian ini adalah konsumen
yang memakai jasa warnet di kota Jember.
Pengambilan Keputusan Konsumen
Identifikasi Variabel
Model Proses Keputusan Pembelian (Kotler,
2000) Sesuai dengan tujuan penelitian ini, variabel yang
akan diuji meliputi variabel dependen (Y) yaitu
keputusan konsumen memakai jasa warnet dan
variabel independen (X) adalah faktor-faktor perilaku
konsumen.

Populasi Dan Sampel Penelitian Populasi


Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
pemakai warnet yang ada pada kota Jember.

Sampel
Penelitian ini jumlah populasinya tidak bisa
diketahui secara pasti, maka berdasarkan Malhotra
(1999), untuk menentukan jumlah sampel dapat
ditentukan yaitu minimum 4 atau 5 kali jumlah
variabel yang digunakan. Maka jumlah sampel yang
digunakan sebanyak 125 responden.

Metode Pengambilan Sampel


Metode pengambilan sempel penelitian adalah
Sumber: Kotler, 2000 teknik accidental sampling yaitu metode pengambilan
Hipotesis Penelitian sampel yang dilakukan berdasarkan kebetulan
(Sugiyono, 1999). Dalam arti seluruh pengunjung

Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing
12 JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN, VOL. 2, NO. 1, APRIL 2007: 9-20

warnet yang kebetulan sedang mengakses atau X7 = physical evidence


menggunakan fasilitas warnet. ε = residual (sisa)
X8 = motivasi
Skala dan Teknik Pengumpulan Data
Uji Hipotesis
Dalam penelitian ini untuk mengukur variabel-
variabel digunakan kuisioner digunakan pendekatan Untuk mngetahui pengaruh variabel independen
“Skala Likert” dengan lima (5)angka yaitu : secara simultan terhadap variabel dependen,
• Sangat Mempertimbangkan skor 5. digunakan uji F Sudjana (1992). Apabila nilai
• Mempertimbangkan skor 4. signifikansi F lebih kecil dari 5% atau Fhitung ≥ Ftabel,
• Kurang Mempertimbangkan skor 3. maka dinyatakan signifikan yang berarti secara
• Tidak Mempertimbangkan skor 2. simultan variabel independen berpengaruh terhadap
• Sangat tidak Mempertimbangkan skor 1. variabel dependen. Untuk mngetahui pengaruh secara
parsial variabel independen terhadap variabel
Teknik Pengumpulan Data dependen, digunakan uji t Sudjana (1992). Apabila
nilai signifikansi t lebih kecil dari 5% atau thitung ≥ t
a. Data primer, kuisioner. tabel, maka dinyatakan signifikan yang berarti secara
b. Data sekunder, dokumentasi, buku-buku dan parsial variabel independen berpengaruh terhadap
jurnal-jurnal. variabel dependen. Variabel independen yang
memiliki kuadrat korelasi tertinggi adalah variabel
Metode Analisis Data yang dominan pengaruhnya terhadap variabel
dependen.
Uji Asumsi Klasik
• Normalitas. HASIL DAN PEMBAHASAN
• Non Autokorelasi.
• Non Heterokodestisitas. Deskripsi Karakteristik Responden
• Multicilinearity. Responden dalam penelitian ini merupakan
pemakai warnet dengan jumlah responden sebanyak
Analisis Regresi Berganda 85 orang. Pada penyebaran kuisioner juga diperlukan
Metode yang digunakan dalam penelitian ini informasi data responden. Hal tersebut berguna untuk
adalah analisis regresi berganda dimana variabel mengetahui karakteristik responden yang pada
independen pada penelitian ini adalah faktor-faktor penelitian ini didasarkan pada jenis kelamin, usia,
perilaku konsumen (X) dan variabel dependen pada tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat pen-
penelitian ini adalah keputusan pemakaian jasa dapatan ber bulan, dan akses internet berdasarkan
warnet (Y). kuisioner.
Rumus persamaan regresi berganda yang
digunakan adalah: Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Kuisioner
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 + Berdasarkan Tabel 1, Hasil Uji Validitas Instru-
b7X7 + b8X8 + b9X9 + b10X10+ b11X11 + b12X12 + men penelitian menunjukkan bahwa semua item
b13X13 + b14X14 + ε penelitian adalah valid. Hal ini dapat diketahui dari
signifikansi hasil perhitungan korelasi lebih kecil dari
dimana: 0,05. Hasil pengujian reliabilitas instrumen penelitian,
Y = keputusan pemakaian jasa warnet menunjukkan bahwa semua penelitian adalah reliabel.
a = intersep Hal ini dapat diketahui bahwa semua variabel
b0 = koefisien regresi variabel independen penelitian ini mempunyai koefisien keandalan/alpha
X1 = product X9 = persepsi sama atau lebih besar dari 0.6.
X2 = price X10 = sikap Dalam pengolahan data dengan menggunakan
X3 = promotion X11 = pembelajaran regresi linier berganda, dilakukan beberapa tahapan
X4 = personal traits X12 = budaya untuk mencapai hubungan antar variabel dependen
X5 = place X13 = kelas social dengan variabel independen.
X6 = process Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Uji Validitas dan
X14 = kelompok acuan Reliabilitas

Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing
Sujoko: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan 13

Faktor Variabel Item r Sign Kete- Relia- Kete- Dari keempat belas variabel indepemden yang
rangan bilitas rangan
Bauran Product (X1) X1.1 0.604 0.000 Valid 0.7264 Reliabel dimasukkan kedalam model regresi terdapat simbilan
Pemasaran X1.2 0.632 0.000 Valid
Jasa Price (X2) X2.1 0.511 0.000 Valid
variabel signifikan, hal ini dapat dilihat dari
X2.2 0.418 0.000 Valid probabilitas (Sig) lebih kecil dari 0.05, sedangkan
Promotion (X3) X3.1 0.575 0.000 Valid
X3.2 0.506 0.000 Valid
lima variabel tidak signifikan. Hal ini dapat dilihat
Personal X4.1 0.299 0.000 Valid dari probabilitasnya yang lebih besar dari 0.05. dari
Traits (X4) X4.2 0.278 0.000 Valid
Place (X5) X5.1 0.413 0.000 Valid
sini dapat disimpulkan bahwa keputusan pemakaian
Process (X6) X6.1 0.492 0.000 Valid jasa warnet di kota Jember (Y) dipengaruhi oleh :
Physical X7.1 0.610 0.000 Valid
Evidence (X7) X7.2 0.589 0.000 Valid
Product (X1), Price (X2), Promotion (X3), Personal
Individu Motivasi (X8) X8.1 0.740 0.000 Valid 0.8296 Reliabel Traits (X4), Place (X5), Process (X6), Physical
Konsumen X8.2 0.765 0.000 Valid
Persepsi (X9) X9.1 0.783 0.000 Valid
Evidence (X7), Motivasi (X8), Persepsi (X9), Sikap
Sikap (X10) X10.1 0.801 0.000 Valid (X10), Pembelajaran (X11), Budaya (X12), Kelas Sosial
Pembelajaran (X11) X11.1 0.802 0.000 Valid
Pengaruh Budaya (X12) X12.1 0.327 0.000 Valid 0.5966 Reliabel
(X13), dan Kelompok Acuan (X14), dengan persamaan
Lingkungan Kelas X13.1 0.723 0.000 Valid matematis sebagai berikut :
Sosial (X13)
Kelompok X14.1 0.710 0.000 Valid
Acuan (X14) X14.2 0.840 0.000 Valid Persamaan Regresi
Keputusan Y1.1 0.936 0.000 Valid 0.7996 Reliabel
Pemakaian (Y) Y1.2 0.898 0.000 Valid Y = 0.246 XProduct (X1) + 0.266 XPrice (X2) + 0.248 XPersonal
Sumber : Data primer diolah (2005) Traits (X4) + .234 XPlace (X5) + 0.146 XProcess (X6) + 0.239
XMotivasi (X8) + 0.128 XPersepsi (X9) + 0.098 XBudaya (X12)
Analisis Regresi Linier Berganda + 0.084 XKelompok Acuan (X14) + Error

Tabel 2. Hasil Analisis Regresi Hasil Pengujian Hipotesis


Variabel B Beta T Sig t Keterangan Untuk menunjukkan faktor-faktor prilaku kon-
Konstanta 0.378 1,991 0.049* Signifikan
Product (X1) 0.08638 0.246 3,834 0.000* Signifikan sumen yang dimasukkan dalam model mempunyai
Price (X2) 0.07721 0.266 4,613 0.000* Signifikan
Promotion (X3) 0.00016 0.000 0,007 0.994 Tidak Signifikan
pengaruh signifikan secara simultan terhadap
Personal Traits (X4) 0.06811 0.248 3,677 0.000* Signifikan keputusan pemakaian jasa warnet di kota Jember,
Place (X5) 0.09110 0.234 4,484 0.000* Signifikan
Process (X6) 0.08252 0.146 2,882 0.005* Signifikan
digunakan uji F. Dari uji ANOVA yang memper-
Physical Evidence (X7) - 0.025 -0.095 -1,486 0.140 Tidak Signifikan lihatkan nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (30.754 >
Motivasi (X8) 0.08361 0.239 4,095 0.000* Signifikan
Persepsi (X9) 0.07835 0.128 2,428 0.017* Signifikan 3.46), ini bisa dibuktikan dengan nilai signifikansi
Sikap (X10) - 0.019 -0.036 -0,563 0.574 Tidak Signifikan sebesar 0.000 < 0.050. maka model regresi bisa
Pembelajaran (X11) - 0.015 -0.030 -0,641 0.522 Tidak Signifikan
Budaya (X12) 0.05318 0.098 2,038 0.043* Signifikan dipakai untuk memprediksi keputusan pemakaian jasa
Kelas Sosial (X13) - 0.009 -0.015 -0,212 0.832 Tidak Signifikan warnet di kota Jember. Hal ini berarti bila faktor-
Kelompok Acuan (X14) 0.03584 0.084 2,118 0.024* Signifikan
T – tabel = 1.989 faktor perilaku konsumen ditingkatkan secara
R = 0.886 simultan maka akan berdampak pada keputusan
R Square = 0.781
Adjusted R Square = 0.758 pemakaian jasa warnet dan sebaliknya, jika faktor-
F – hitung = 30.761 faktor perilaku konsumen menurun secara simultan
Sig. F = 0.000
F – table = 3.46 maka akan mengakibatkan penurunan terhadap
Sumber : Data primer diolah (2006) keputusan pemakaian jasa warnet. Dengan kata lain,
Keterangan : * signifikan pada level 5% Bauran Pemasaran (Product, Price, Promotion,
Personal Traits, Place, Process, Physical Evidence),
Dalam pengolahan data dengan menggunakan individu konsumen (Motivasi, Persepsi, Sikap,
regresi linier berganda, dilakukan beberapa tahapan Pembelajaran), dan pengaruh lingkungan (Budaya,
untuk mencapai hubungan antar variabel dependen Kelas Sosial, Kelompok Acuan) secara simultan
dengan variabel independen. mempengaruhi keputusan pemakaian jasa warnet (Y)
di kota Jember, sehingga secarasimultan hipotesis
Koefisien Determinasi pertama dapat dibuktikan atau diterima. Uji t menun-
jukkan apakah faktor-faktor perilaku konsumen
Angka R Square atau koefisien determinasi
secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan
adalah 0.781, hal ini berarti 78.1% variasi dari
terhadap keputusan pemakaian jasa warnet. Nilai t
variabel dependen, sedangkan sisanya 21.9% dijelas-
hitung pada masing-masing variabel seperti tertera
kan oleh variabel lain diluar model dan error.
pada tabel 02. Melihat hasil analisis keempat belas
variabel independen penelitian yang setelah diuji
Koefisien Regresi ternyata ada lima variabel yang tidak signifikan,
sedangkan sembilan variabel penelitian mempunyai

Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing
14 JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN, VOL. 2, NO. 1, APRIL 2007: 9-20

pengaruh yang signifikan, maka persamaan regresi warnet di kota Jember. Namun variabel (Promosi,
multipel yang telah diperoleh melalui analisis dapat Physical Evidence, Sikap, Pembelajaran dan Kelas
digunakan untuk menjelaskan perubahan keputusan Sosial), secara parsial tidak berpengaruh signifikan
pemakaian jasa warnet melalui: Product, Price, terhadap keputusan pemakaian jasa warnet di kota
Personal Traits, Place, Process, Motivasi, Persepsi, Jember.
Budaya, dan Kelompok Acuan terhadap keputusan
konsumen memakai jasa warnet di kota Jember. Bauran Pemasaran
Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa
semakin tinggi : Product, Price, Personal Traits, Place, Produk (X1) Secara parsial berpengaruh
Process, Motivasi, Persepsi, Budaya, dan Kelompok signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet
Acuan akan semakin tinggi keputusan konsumen (Y) sebesar 0.246. Hal ini mempunyai arti bahwa
memakai jasa warnet di kota Jember, dapat diterima. Product yang berkualitas dan citra yang baik dengan
atau dengan kata lain hipotesis pertama yang didukung Mereka/nama, yaitu nama perusahaan yang
menyatakan bahwa secara simultan maupun parsial menyediakan jasa internet serta program yang
ada pengaruh nyata (signifikan) variabel-variabel ditawarkan, yaitu fasilitas tambahan yang ditawarkan
Bauran Pemasaran (Product, Price, Personal Traits, selain penyediaan akses internet, menyebabkan
Place, Process), Individu Konsumen (Motivasi, pengaruh terhadap keputusan pemakaian jasa warnet
Persepsi), dan Pengaruh Lingkungan (Budaya, di kota Jember.
Kelompok Acuan) terhadap keputusan pemakaian Hasil penelitian sesuai dengan temuan penelitian
jasa warnet (Y) di kota Jember, dapat diterima. Ni Made Rastini (2000), dan penelitian Jama-
Berdasarkan tabel 02 kesimpulan yang dapat luddin.A.R (2001) bahwa Product mempunyai
ditarik adalah dari semua faktor-faktor prilaku pengaruh yang signifikan terhadap keputusan
konsumen, Price (X2) mempunyai pengaruh dominan konsumen menginap pada hotel berbintang tiga di
dalam mengambil keputusan pemakaian jasa warnet kawasan wisata kota bali, dan keputusan mahasiswa
di kota Jember. Hal ini bisa dilihat dari coefficients memilih perguruan tinggi di Yogyakarta secara
standardized Price (X2) paling besar yaitu sebesar berurutan. Sedangkan Ni Nengah Wiidiasih (2003)
0.266. Jadi hipotesis yang kedua (H2) diterima, dan menemukan dalam penelitiannya bahwa Product
sepatutnya pihak warnet lebih memperhatikan, dan adalah faktor yang paling dipertimbangkan konsumen
mempertahankan Price yang ditawarkan bagi dalam pengambilan keputusan pemakaian jasa warnet
pemakai demi kelangsungan dan keberhasilan warnet di kota Denpasar Bali.
tersebut. Hasil penelitian ini mendukung juga teori Henry
Assael (1995), teori Kotler (2000), dan teori Louden
Pembahasan hasil penelitian (1993), dan teori Kasali (1999), yang menyatakan
bahwa Product berpengaruh signifikan terhdap
Pembahasan penelitian ini dapat dikemukakan keputusan konsumen membeli suatu produk barang
berdasarkan hasil analisis data dan temuan-temuan atau jasa. Tindakan yang harus dilakukan oleh
penelitian terdahulu secara ringkas sebagai bahan penggelola warnet adalah meningkatkan program
tambahan untuk memperkuat hasil-hasil penelitian. yang ditawarkan serta mereka/nama warnetnya,
Berdasarkan hasil analisis berganda diperoleh bahwa karena adanya tuntutan dari masyarakat yang
variabel-variabel bauran pemasaran (Product, Price,
menginginkan program yang lebih bermanfaat bagi
Promotion, Personal Traits, Place, Process, Physical
pemakai warnet selain menggunakan akses internet,
Evidence), Individu Konsumen (Motivasi, Persepsi,
dan berusaha menjaga mereka/nama warnet untuk
Sikap, Pembelajaran), dan Pengaruh Lingkungan
memaksimalkan loyalitas Pemakai lama dan menarik
(Budaya, Kelas Sosial, Kelompok Acuan) yang ada
Pemakai baru pada warnet tersebut.
pada warnet di kota Jember, secara simultan
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Price (X2) Secara parsial berpengaruh signifikan
keputusan konsumen memakai jasa warnet di kota dan dominan terhadap keputusan pemakaian jasa
Jember. Dimana Fhitung lebih besar dari Ftabel : warnet (Y) sebesar 0.266. Hal ini mempunyai arti
30.754 > 3.46 pada taraf nyata 5%, dan nilai bahwa jumlah biaya atau dana yang dikeluarkan oleh
signifikansi sebesar 0.000 < 0.050. Sedangkan secara konsumen selama akses penggunaan internet yang
parsial variabel-variabel bauran pemasaran (Product, terdiri dari : tarif warnet dan diskon happy hour,
Price, Personal Traits, Place, Process), Individu mempunyai pengaruh domonan terhadap keputusan
Konsumen (Motivasi, Persepsi), dan Pengaruh pemakaian jasa warnet. Hasil penelitian sesuia dengan
Lingkungan (Budaya, Kelompok Acuan) berpe- temuan penelitian Laurencia Retha Christi (2003)
ngaruh signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa bahwa Price mempunyai pengaruh yang signifikan

Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing
Sujoko: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan 15

dan dominan dalam memilih layanan operator selular efektif, itu dapat dibuktikan bahwa variabel promosi
di kota Jember. Hasil ini juga mendukung teori Henry tidak signifikan mempengaruhi keputusan pemakai
Assael (1995), teori Kotler (2000), dan teori Louden jasa warnet.
(1993), dan teori Kasali (1999), yang menyatakan Personal Traits (X4) Secara parsial berpengaruh
bahwa Price berpengaruh signifikan terhadap signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet
keputusan konsumen membeli suatu produk barang (Y) sebesar 0.248. Hal ini mempunyai arti bahwa
atau jasa. kegiatan-kegiatan atau pelayanan yang diberikan
Tindakan yang harus dilakukan oleh penggelola kepada pengunjung warnet baik dari sesi kualitas
warnet adalah mempertahankan biaya jasa warnet, pelayanan karyawan maupun dari kecepatan akses,
karena ternyata masyarakat kota Jember lebih mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
mempertimbangkan Price dalam mengambil kepu- keputusan pemakaian jasa warnet. Hasil penelitian ini
tusan memakai jasa warnet. Besarnya tarif jasa yang sesuai dengan apa yang dikatakan Brian D.Foster dan
ditentukan oleh masing-masing warnet, serta John W.Catogan (2000) dalam penelitiannya
pemberian diskon menjadi hal penting yang diper- relationship Selling and Customer Loyalty : An
hatikan konsumen karena sebagian besar pengun- Empirical Investigation, Penemuan-penemuan dalam
juang yang memakai fasilitas warnet ini adalah penelitian ini menyoroti tentang pentingnya adanya
mahasiswa (34.81%), dan pelajar (20.47%) dengan hubungan yang kuat antara pelanggan dan
tingkat pendapatan kurang dari Rp. 500.000 (37.78%) salesperson di dalam meningkatkan evaluasi kese-
ditambah dengan biaya hidup yang tinggi, sehingga luruhan pelanggan dari pihak supplier firm. Lebih
hal ini seharusnya lebih diperhatikan oleh pihak jauh dari itu, kedua jenis hubungan tersebut diketahui
warnet di kota Jember yang bisa disebutkan kota dapat memberi pengaruh secara positif terhadap
mahasiswa. Sehingga price merupakan alasan kemungkinan munculnya loyalitas perilaku pelang-
dominan mengapa masyarakat membuat keputusan gan. Cronin and Taylor (1992) juga menyatakan
memanfaatkan akses internet dari warnet di kota bahwa kualitas pelayanan akan berdampak pada
Jember. Price yang bersaing antara warnet merupakan purchace intention. Selain itu kualitas pelayanan yang
keunggulan baginya selain itu diskon mebuat menghasilkan pembelian ulang nantinya secara tidak
konsumen lebih tertarik untuk memanfaatkan jasa langsung juga akan mengakibatkan timbulnya
internet di warnet, dari pada di tempat lain. keinginan merekomendasikan kepada orang lain.
Promotion (X3) Secara parsial tidak berpengaruh Rekomendasi sangat berarti untuk sebuah warnet
signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet karena dapat membantu perkembangan dan keber-
(Y). Hal ini mempunyai arti bahwa pemberian hasilan warnet menjadi lebih baik. Kualitas pelayanan
informasi mengenai keberadaan warnet melalui yang diberikan akan menaikkan minat berperilaku
publikasi (surat kabar) atau komunikasi dari mulut ke positif terhadap suatu perusahaan termasuk warnet.
mulut tidak menyebabkan pengaruh terhadap Hasil ini mendukung juga teori Henry Assael
keputusan konsumen memakai jasa warnet di kota (1995), teori Kotler (2000), dan teori Louden (1993),
Jember. dan teori Kasali (1999), yang menyatakan bahwa
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan temuan Personal Traits berpengaruh signifikan terhdap
penelitian Roger Bennet (1997) dengan judul keputusan konsumen membeli suatu produk barang
“Communicator Credability, Personality Factors and atau jasa. Personal Traits adalah faktor kedua yang
Customer Responses to Comparative Advertising” mempengaruhi keputusan pemakaian jasa warnet di
bahwa perbandingan iklan menggunakan pengaruh kota Jember. Sikap petugas warnet dalam melayani
yang signifikan terhadap prilaku pelanggan dari para pemakai, keramahan dan kecekatan petugas
persaingan bisnis atau brand. warnet juga menjadi bagian yang turut mem-
Hasil ini tidak mendukung juga teori Henry pengaruhi pemakaian jasa warnet. Tentu saja tidak
Assael (1995), teori Kotler (2000), dan teori Louden hanya kualitas pelayaan yang dipentingkan akan
(1993), dan teori Kasali (1999), yang menyatakan tetapi dukungan sarana yang ada untuk lebih cepat
bahwa Promotion berpengaruh signifikan terhdap mengakses alamat-alamat (websites) yang dituju juga
keputusan konsumen membeli suatu produk barang suatu hal yang tidak boleh diabaikan.
atau jasa. Tindakan yang harus dilakukan oleh Place (X5) Secara parsial berpengaruh signifikan
pengelola warnet adalah melakukan metode promosi terhadap keputusan pemakaian jasa warnet (Y)
dengan cara baru, spesial dan lebih menarik seperti sebesar 0.234. Hal ini mempunyai arti bahwa lokasi
mengiklankan lewat media elektronik dan pengenalan dimana warnet berada, atau dengan kata lain lokasi
warnet di berbagai sekolah dan kampus di kota yang strategis dalam arti relatif dekat kampus dan
Jember. Promosi yang dilakukan sekarang tidak sekolah, menyebabkan pengaruh yang nyata

Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing
16 JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN, VOL. 2, NO. 1, APRIL 2007: 9-20

(signifikan) terhadap keputusan pemakaian jasa dewasa untuk menjaga pengunjungtersebut selama
warnet di kota Jember. Hasil temuan sesuai dengan menggunakan akses internet.
temuan penelitian Jamaluddin.A.R (2001) bahwa Physical Evidence (X7) Secara parsial ber-
Place mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengaruh signifikan terhadap keputusan pemakaian
keputusan mahasiswa memilih perguruan tinggi di jasa warnet (Y). Hal ini mempunyai arti bahwa
Yogyakarta.Hasil ini mendukung juga teori Henry Physical Evidence dari warnet yang mempengaruhi
Assael (1995), teori Kotler (2000), dan teori Louden kualitas pelayanan jasa, baik berhubungan dengan
(1993), dan teori Kasali (1999), yang menyatakan keadaan gedung/bangunan, yaitu ruang untuk meng-
bahwa Place berpengaruh signifikan terhdap akses internet dan semua perlengkapannya, maupun
keputusan konsumen membeli suatu produk barang dari tempat parkir yang memadai dan aman, tidak
atau jasa. Tindakan yang harus dilakukan oleh menyebabkan pengaruh terhadap keputusan konsu-
pengelola warnet adalah memilih tempat yang men memakai jasa warnet di kota Jember. Hasil
strategis untuk membuka warnetnya, seperti tempat penelitian tidak sesuai dengan temuan penelitian Ni
dimana kampus, sekolah, kos berada, tersedianya Made Rastini (2000), dan penelitian Jamaluddin.A.R
sarana transportasi dan fasilitas umum, untuk lebih (2001) bahwa Physical Evidence mempunyai
memanfaat kesempatan yang ada pada tempat-tempat pengaruh yang signifikan terhadap keputusan
tersebut, karena mayoritas pengunjung warnet konsumen menginap pada hotel berbintang tiga di
cenderung memanfaatkan akses internetdari warnet kawasan wisata kota bali, dan keputusan mahasiswa
yang lokasinya relatif dekat dengan tempat tinggal, memilih perguruan tinggi di yogyakarta, dan
atau dengan tempat belajar dimana tersedia sarana keputusan pemakaian jasa warnet di kota Denpasar
transportasi, dengan strategi ini warnet akan Bali, secara berurutan. Hasil ini tidak mendukung
dikunjungi oleh Pemakai yang lebih banyak. juga teori Henry Assael (1995), teori Kotler (2000),
Process (X6) Secara parsial berpengaruh dan teori Louden (1993), dan teori Kasali (1999),
signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet yang menyatakan bahwa Physical Evidence
(Y) sebesar 0.146. Hal ini mempunyai arti bahwa berpengaruh signifikan terhdap keputusan konsumen
peraturan-peraturan, yaitu ketentuan-ketentuan dan membeli suatu produk barang atau jasa. Tindakan
pedoman yang ditetapkan oleh pemilik warnet yang harus dilakukan oleh penggelola warnet adalah
menyebabkan pengaruh yang nyata (signifikan) lebih memperhatikan physical evidence warnetnya
terhadap keputusan pemakaian jasa warnet di kota dengan menyediakan ruangan yang sesuai, bersih,
Jember. Hasil penelitian sesuai dengan temuan rapi dan melengkapinya dengan sarana-sarana yang
penelitian Ni Made Rastini (2000), dan penelitian dibutuhkan agar menjadi lebih menarik bagi
Jamaluddin.A.R (2001) bahwa Process mempunyai pengunjung warnet, dan lebih nyaman untuk
pengaruh yang signifikan terhadap keputusan menikmati jasa yang ditawarkan . nyaman didalam
konsumen menginap pada hotel berbintang tiga di dan aman diluar mungkin hal ini juga tidak kalah
kawasan wisata kota bali, dan keputusan mahasiswa penting, karena tempat parkir untuk kendaraan para
memilih perguruan tinggi di yogyakarta secara penguna warnet juga merupakan hal yang penting
berurutan. untuk dipikirkan. Karena physical evidence warnet
Hasil ini mendukung juga teori Henry Assael sekarang tidak sesuai, itu dapat dibuktikan bahwa
(1995), teori Kotler (2000), dan teori Louden (1993), variabel physical evidence tidak signifikan mem-
dan teori Kasali (1999), yang menyatakan bahwa pengaruhi kepuasan pemakaian jasa warnet.
Process berpengaruh signifikan terhdap keputusan
konsumen membeli suatu produk barang atau jasa. Individu Konsumen
Tindakan yang harus dilakukan oleh pengelola warnet
Motivasi (X8) Secara parsial berpengaruh
adalah meningkatkan ketentuan-ketentuan dan
signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet
pedoman yang ditetapkan, karena adanya tuntutan
(Y) sebesar 0.239. Hal ini mempunyai arti bahwa
dari masyarakat yang menginginkan ketentuan-
Motivasi yang merupakan dorongan kebutuhan dan
ketentuan dan pedoman yang lebih disiplin dan
keinginan individu yang diarahkan pada tujuan untuk
bermanfaat bagi pemakai warnet selain menggunakan memperoleh kepuasan(Swastha dan Handoko, 2001),
askes internet, dan berusaha untuk menghasilkan yang meliputi : kebutuhan konsumen yaitu adanya
kepercayaan masyarakat, karena jasa internet sangat kebutuhan informasi yang semakin tinggi. Dan
bahaya kalau tidak digunakan secara benar, harapan konsumen, yaitu adanya harapan untuk lebih
khususnya mayoritas pengunjung warnet berusia cepat mengetahui informasi global yang terjadi.
muda yaitu mahasiswa dan pelajar dan tanpa penjaga Mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
atau kehadiran orang tua atau orang yang lebih

Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing
Sujoko: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan 17

keputusan pemakaian jasa warnet. Hasil penelitian menyebabkan pengaruh yang signifikan terhadap
sesuai dengan temuan penelitian Jamaluddin.A.R keputusan konsumen memakai jasa warnet di kota
(2001) bahwa Motivasi mempunyai pengaruh yang Jember. Hasil penelitian tidak sesuai dengan temuan
signifikan terhadap keputusan mahasiswa memilih penelitian Jamaluddin.A.R (2001) bahwa Sikap
perguruan tinggi di Yogyakarta. Hasil ini mendukung mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
juga teori Henry Assael (1995), teori Kotler (2000), keputusan mahasiswa memilih perguruan tinggi di
dan teori Louden (1993), teori Kasali (1999), teori Yogyakarta. Hasil ini mendukung juga teori Henry
Bettman, James, Luce dan Payne (1998), dan teori Assael (1995), teori Kotler (2000), dan teori Louden
Swastha dan Handoko (2001), yang menyatakan (1993), teori Kasali (1999), teori Bettman, James,
bahwa Motivasi berpengaruh signifikan terhdap Luce dan Payne (1998), dan teori Swastha dan
keputusan konsumen membeli suatu produk barang Handoko (2001), yang menyatakan bahwa Sikap
atau jasa. Tindakan yang harus dilakukan oleh berpengaruh signifikan terhdap keputusan konsumen
penggelola warnet adalah meningkatkan kualitas membeli suatu produk barang atau jasa. Tindakan
pelayanan (memberi penunjukan, menginformasikan yang harus dilakukan oleh penggelola warnet adalah
websites baru…), dan fasilitas yang disediyakan membangun image baik dengan cara meningkatkan
untuk memenuhi kebutuhan, harapan dan keinginan klualitas pelayanan, fasilitas warnet, dan kepercayaan.
Karena untuk menumbuhkan tingkat keyakinan
para pengguna jasa warnet, dan membantu para
diperlukan contoh nyata yang dapat dilihat atau
Pemakai untuk mencapai tujuanya, yaitu lebih cepat
dirasakan langsung.
mengetahui informasi global yang terjadi.
Pembelajaran (X11) Secara parsial berpengaruh
Persepsi (X9) Secara parsial berpengaruh
signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet
signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet
(Y). Hal ini mempunyai arti bahwa pembelajaran
(Y) sebesar 0.128. Hal ini mempunyai arti bahwa
Persepsi yang merupakan proses bagai mana yang merupakan perubahan-perubahan perilaku yang
seseorang menyeleksi, mengatur dan menginter- terjadi sebagai akibat adanya pengalaman (Kotler,
pretasikan masukan-masukan informasi untuk Ang, Leong dan Tan, 1996), yang meliputi :
mencapai gambaran secara keseluruhan yang berarti pertimbangan terhadap informasi yang akan didapat-
(Kotler, 2000), yang meliputi: persepsi tentang kan selama mengakses internet, tidak menyebabvkan
kualitas (yaitu suatu proses dimana calon konsumen pengaruh yang signifikan terhadap keputusan
menafsirkan kesan-kesan tentang kualitas jasa konsumen memakai jasa warnet di kota Jember. Hasil
warnet), mempunyai pengaruh yang signifikan penelitian tidak sesuai dengan temuan penelitian
terhadap keputusan pemakaian jasa warnet. Hasil Jamaluddin.A.R (2001) bahwa Pembelajaran
penelitian sesuai dengan temuan penelitian Jama- mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
luddin.A.R (2001) bahwa Persepsi mempunyai keputusan mahasiswa memilih perguruan tinggi di
pengaruh yang signifikan terhadap keputusan Yogyakarta. Hasil ini tidak mendukung juga teori
mahasiswa memilih perguruan tinggi di Yogyakarta. Henry Assael (1995), teori Kotler (2000), dan teori
Hasil ini mendukung juga teori Henry Assael (1995), Louden (1993), teori Kasali (1999), dan teori
teori Kotler (2000), dan teori Louden (1993), teori Bettman, James, Luce dan Payne (1998), dan teori
Kasali (1999), dan teori Bettman, James, Luce dan Swastha dan Handoko (2001), yang menyatakan
Payne (1998), dan teori Swastha dan Handoko bahwa Persepsi berpengaruh signifikan terhdap
(2001), yang menyatakan bahwa Persepsi ber-
keputusan konsumen membeli suatu produk barang
pengaruh signifikan terhdap keputusan konsumen
atau jasa. Tindakan yang harus dilakukan oleh
membeli suatu produk barang atau jasa. Tindakan
yang harus dilakukan oleh pengelola warnet adalah penggelola warnet adalah menunjukkan kepentingan
meningkatkan kualitas jasa warnetnya untuk jasa warnet dalam penyediaan akses internet untuk
mengarah persepsi para pengunjung pada kesan- mendapatkan informasi terbaru, dan berguna bagi
kesan yang positif. Pemakai jasa warnet. Karena pelanggan lama
Sikap (X10) Secara parsial tidak berpengaruh merupakan contoh nyata yang bisa dilihat langsung
signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet dari pemakai baru.
(Y). Hal ini mempunyai arti bahwa Sikap yang
merupakan suatu keadaan seseorang yang mudah Pengaruh Lingkungan
terpengaruh untuk memberikan tanggapan atau
penilaian terhadap suatu obyek yang ada diling- Budaya (X12) Secara parsial berpengaruh
kungan sekitarnya dan berpengaruh secara langsung signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet
terhadap prilakunya (Swastha dan Handoko, 2001), (Y) sebesar 0.098. Hal ini mempunyai arti bahwa
yaitu sikap terhadap warnet (bagai mana tingkat Budaya yang merupakan nilai-nilai atau norma-
keyakinan konsumen terhadap warnet), tidak morma dan kebiasaan dimana seseorang individu

Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing
18 JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN, VOL. 2, NO. 1, APRIL 2007: 9-20

belajar dari masyarakat dan membimbing individu hasil analisis variabel kelas sosial tidak signifikan
tersebut menuju pola prilaku yang bersifat umum mempengaruhi keputusan pemakaian jasa warnet.
dalam masyarakat Assael (1995), dalam hal ini Kelompok Acuan (X14) Secara parsial ber-
meliputi : kesesuaian dengan nilai, yaitu adanya pengaruh signifikan terhadap keputusan pemakaian
penilaian bahwa dengan mengakses internet akan jasa warnet (Y) sebesar 0.084. Hal ini mempunyai arti
dapat lebih mudah memperoleh informasi tertentu, bahwa Kelompok Acuan yang merupakan kelompok-
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau
keputusan pemakaian jasa warnet. Hasil penelitian tidak langsung terhadap sikap dan prilaku seseorang
sesuai dengan temuan penelitian Ni Made Rastini (Kolter, Ang, Leong dan Tan, 1996), yang meliputi :
(2000), dan penelitian Jamaluddin.A.R (2001) bahwa pengaruh keluarga/teman atau pengaruh lembaga/
Budaya mempunyai pengaruh yang signifikan instansi dalam pengambilan keputusan, mempunyai
terhadap keputusan konsumen menginap pada hotel pengaruh yang signifikan terhadap keputusan
berbintang tiga di kawasan wisata kota bali, dan pemakaian jasa warnet. Hasil penelitian sesuai dengan
keputusan mahasiswa memilih perguruan tinggi di temuan penelitian Ni Made Rastini (2000),
Yogyakarta, secara berurutan. Hasil ini mendukung Jamaluddin.A.R (2001) dan Ni Nengah Wiidiasih
juga teori Henry Assael (1995), teori Kotler (2000), (2003) bahwa Kelompok Acuan mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap keputusan
dan teori Louden (1993), teori Kasali (1999), dan teori
konsumen menginap pada hotel berbintang tiga di
Bettman, James, Luce dan Payne (1998), dan teori
kawasan wisata kota bali, dan keputusan mahasiswa
Mangkunegara (2002), yang menyatakan bahwa
memilih perguruan tinggi di yogyakarta, dan
Budaya berpengaruh signifikan terhdap keputusan
keputusan pemakaian jasa warnet di Denpasar Bali,
konsumen membeli suatu produk barang atau jasa. secara berurutan. Hasil ini mendukung juga teori
Tindakan yang harus dilakukan oleh penggelola Henry Assael (1995), teori Kotler (2000), dan teori
warnet adalah mensosialisasikan kepada masyarakat Louden (1993), teori Kasali (1999), dan teori
bahwa jasa warnet sangat penting dalam penyediaan Bettman, James, Luce dan Payne (1998), dan teori
akses internet untuk mencari informasi yang Engel, Blackweel dan Miniard (1995), yang
dibutuhkan dalam semua bidang dan dengan cara menyatakan bahwa Kelompok Acuan berpengaruh
mudah dan murah, dengan cara melakukan signifikan terhdap keputusan konsumen membeli
penyuluhanpenyuluhan. Karena ada sebagian masya- suatu produk barang atau jasa. Tindakan yang harus
rakat mengangap internet itu tidak penting. dilakukan oleh pengelola warnet adalah dalam
Kelas Sosial (X13) Secara parsial berpengaruh melaksanakan strategi pemasaran harus memper-
signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet hatikan kelompok acuan yang dapat mempengaruhi
(Y). Hal ini mempunyai arti bahwa Kelas Sosial yang keputusan Pemakai warnet, seperti teman. Karena ada
merupakan suatu kelompok yang terdiri dari sejumlah sebagian pengunjung warnet yang menggunakan
orang yang mempunyai posisi (kedudukan) yang akses internet dari warnet disebabkan temannya sudah
kurang lebih sama (sederajat) dalam suatu masyarakat mencoba menggunakan akses internet pada warnet
(Loudon dan Bitta, 1993). Dan dalam hal ini meliputi tersebut. Tingkat pengaruh keputusan pemakaian jasa
: tingkat pendidikan terakhir pemakai jasa warnet, warnet di kota Jember dapat dijelaskan oleh faktor-
tidak menyebabkan pengaruh yang signifikan faktor prolaku konsumen sebesar 78.1% dan sisanya
terhadap keputusan konsumen memakai jasa warnet 21.9% merupakan kontribusi faktor lain yang tidak
di kota Jember. Hasil penelitian tidak sesuai dengan dijelaskan dalam penelitian ini dan error. Price
temuan penelitian Jamaluddin.A.R (2001) bahwa merupakan variabel dominan dalam keputusan
Kelas Sosial mempunyai pengaruh yang signifikan pemakaian jasa warnet di kota Jember dengan
dalam keputusan mahasiswa memilih perguruan standardized coefficient sebesar 0,266. Hal tersebut
tinggi di yogyakarta. Hasil ini tidak mendukung juga juga berarti adanya bersamaan antara hipotesis kedua
teori Henry Assael (1995), teori Kotler (2000), dan dengan hasil penelitian. Tujuan warnet yang
teori Louden (1993), teori Kasali (1999), dan teori berorientasi pada Pemakai adalah memuaskan
Bettman, James, Luce dan Payne (1998), dan teori pemakai yang pada gilirannya memberikan
Loudon dan Bitta (1993), yang menyatakan bahwa keuntungan pada warnet. Untuk mencapai hal
Kelas Sosial berpengaruh signifikan terhdap tersebut warnet perlu menjaga bauran pemasarannya,
keputusan konsumen membeli suatu produk barang memperhatikan faktor individu konsumen untuk bisa
mempelajari dan mengetahui lebih banyak mengenai
atau jasa. Tindakan yang harus dilakukan oleh
kepribadian pemakainya, dan slalu menelaah kondisi
penggelola warnet adalah memberi kesempatan
atau pengaruh lingkungan, yaitu tempat konsumen
kepada seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan
berada yang mempengaruhi prilaku dalam membuat
jasa warnet tanpa melihat status sosialnya. Walaupun

Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing
Sujoko: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan 19

keputusan pemakaian jasa warnet baik secara selanjutnya untuk lebih memperhatikan dan mengu-
langsung ataupun tidak langsung. Faktor-faktor rangi keterbatasan-keterbatasan yang telah disebut-
perilaku konsumen tersebut harus direncanakan kan.
dengan baik oleh pengelola warnet agar berhasil
mencapai tujuannya, mengembangkan keungulan KESIMPULAN
bersaing dan berusaha untuk menjadi tempat yang
diutamakan konsumen untuk menggunakan akses Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang
internet, yang nantinya akan mengarah pada dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan, maka
pemakaian ulang. dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu sebagai
berikut:
Keterbatasan Penelitian 1. Hasil analisis regresi berganda dengan meng-
Meskipun penelitian ini telah dilakukan dengan gunakan uji F dan uji t menyatakan bahwa secara
sebaik-baiknya dan dengan kesungguhan yang simultan maupun secara parsial terdapat pengaruh
maksimal oleh peneliti, sehingga terbukti valid dan yang signifikan antara variabel-variabel Bauran
reliabel. Namun tidak menutup kemungkinan dari Pemasaran (Product, Price, Personal Traits, Place,
beberapa hal keterbatasan yang bersifat internal, Process), Individu Konsumen (Motivasi, Persep-
maupun external. Beberapa hal keterbatasan yang si), dan Pengaruh Lingkungan (Budaya, Kelom-
bisa dijadikan pertimbangan bagi peneliti berikutnya, pok Acuan), terhadap keputusan pemakaian jasa
adalah sebagai berikut: warnet (Y) di kota Jember. Dengan demikian
1. Karena keterbatasan waktu, dan kemampuan lain hipotesis pertamayang menduga bahwa faktor
dari dalam diri peneliti, maka penelitian Bauran Pemasaran, Individu Konsumen, dan
dilapangan dilaksanakan dalam tempo yang tidak Pengaruh Lingkungan baik secara simultan
terlalu lama. Sehingga proses pengumpulan data maupun parsial berpengaruh secara signifikan
melalui kuisioner sangat terbatas dan bisa dalam pengambilan keputusan pemakaian jasa
memberi akibat kurang dalamnya pengetahuan warnet terbukti kebenarannya, atau diterima.
data lapangan oleh peneliti. 2. Hasil perhitungan berdasarkan standardized
2. karena penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. coefficient juga menyatakan bahwa variabel yang
Maka tidak menutup kemungkinan data yang memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan
diolah terjadi bisa karena responden dalam pemakaian jasa warnet di kota Jember adalah
mengisi jawaban pada kuisioner cenderung untuk
Price. Setelah itu diikuti secara berturut-turut oleh
menyenangkan peneliti, membela diri sendiri
Personal Traits, Product, Motivasi, Place, Proces,
responden, dan terburu-buru.
3. Variabel yang digunakan peneliti dalam penelitian Persepsi, Budaya, Kelompok Acuan. Berarti
ini adalah bauran pemasaran (product, price, hipotesis kedua yang diajukan dalam penelitian ini
promotion, personal taraits, place, process, yang menduga bahwa dari faktor-faktor perilaku
physical evidence), individu konsumen (motivasi, konsumen, Price mimiliki pengaruh dominan
persepsi, sikap, pembelajaran), dan pengaruh dalam pengambilan keputusan konsumen me-
lingkungan (budaya, kelas sosial, dan kelompok makai jasa warnet di kota Jember, dapat diterima
acuan). Peneliti menyadari masih ada variabel- kebenarannya.
variabel lain yang diduga mampu mempengaruhi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakai
keputusan pemakaian jasa warnet yang tidak jasa warnet di kota Jember mayoritas dari
diambil peneliti. Sehingga dimungkinkan kalangan mahasiswa dan pelajar, dan semakin
memunculkan hasil penelitian lain apabila peneliti tinggi pendapatan konsumen cenderung semakin
lain menambahkan variabel-variabel lain selain jarang ke warnet. Hal ini dimungkinkan karena
yang digunakan peneliti dalam penelitian ini. pemakai sudah mempunyai akses internet sendiri
4. Penelitian ini menggunakan subyek penelitian di rumah.
yang terbatas yaitu masyarakat kota Jember 4. Secara prinsip, hasil penelitian ini tidak berbeda
sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar dengan beberapa penelitian sebelumnya. Faktor-
kesimpulan secara umum, sedangkan kalau faktor prilaku konsumen mempunyai pengaruh
peneliti lain menggunakan subyek yang lebih luas
terhadap keputusan pemakaian jasa warnet di kota
yaitu masyarakat indonesia dengan jumlah sampel
Jember.
atau responden yang lebih banyak dari penelitian
ini, hasilnya akan berbeda.
Dengan adanya keterbatasan-keterbatasan di atas, DAFTAR PUSTAKA
maka peneliti memberikan masukan pada peneliti

Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing
20 JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN, VOL. 2, NO. 1, APRIL 2007: 9-20

Albert, Caruana dan Emanual Magri. 1996. The Diana, Anastasia. 2001. Mengenal E-Bussines. Andi,
Effects of Dogmatism and Social Class Yogyakarta.
Variables on Consumer Ethnocentrism in
Malta, Journal of Marketing Intelligence & Dian. 2001. Ber-Internet di Warnet, Murah, Cepat,
Planning, 14/4/1996, p39-44, MCB University dan Bisa Diatur. Majalah Internet, Edisi Vol.
Press (ISSN 0263-4503). 3.
Alma, Buchari. 1992. Manajemen Pemasaran Dan Edwin , 2002, Analisis Perilaku Mahasiswa Dalam
Pemasaran Jasa, Alfabeta, Bandung. Mengambil Keputusan Terhadap Pilihan Pro-
Anonymous, 2002. Roy Suryo Ungkap Fakta Peng- gram Studi D3 di Kota Pontianak, Tesis
guna Internet Di Indonesia, Astaga.Com. Universitas Brawijaya, Malang.
Anwar Prabu Mangku Negara, A.A. 1988. Perilaku Engel, James and Robert 1995 Perilaku Konsumen ,
konsumen, cetakan pertama, Penerbit Eresco, Alih Bahasa Budijanto, Edisi Keenam, Bina-
Bandung. rupa Aksara, Jakarta.
Apji, I2bc, & Accenture. 2001. Indonesia Cyber In- Kotler, Philip, 2000. Manajemen Pemasaran: Ana-
dustry & Market. lisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengen-
Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian, dalian di Indonesia, Alih Bahasa oleh Anita-
Rineke Cipta, Yogyakarta. wati, Penerbit Salemba Jakarta.

Assael, Henry. 1995. Customer Behaviour And Mar- Mangkunegoro, 2002, Perilaku Konsumen, Rafika
keting Action, Keat Publishing Company, Aditama Bandung.
Boston.
Ni Nengah, Widiasih,2003. Analisis Faktor- Faktor
Benyamin, Lakitan. 2005. Seminar Hari Kebangkitan Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan
Teknologi Nasional Ke 10, Kementrian Keputusan Pemakaian jasa Warnet Id Den-
Negara Riset dan Teknologi, Selasa, 26 Juli pasar Bali, Tesis S2 Universitas Brawijaya
2005. Malang.
Berenson L. Mark, levine M. David & Golstein M. Purbo. Onno .2001. Teknologi Warung Internet, PT
2000. Intermediate Statistical Methode and Elex Media Komputindo, Gramedia Jakarta.
Aplication: A Computer Package Approach,
Prentice Hall Inc,. Engelwood Cliff, New Tjiptono, Fandy, 1997. Strategi Pemasaran. Andi
Jersey. Offcet. Yogyakarta.
Brian, d. Foster dan John W.Catogan, 2000. Rela- Ustadiyanti, Riyeki.2000. Strategi Marketing Segmen
tionship Selling An Customer Loyalty: An Internet. Ando Offset. Yogyakarta.
Empirical Investigation, Journal of Marketing
Intelligence & Planning, 18/4/2000, p185-199, Wibowo, Ari Satriyo 1995. Trend Studi Perilaku
MCB University Press (ISSN 0263-4503). Konsumen di Mancanegara. Swa 3/ XI/
Childers, Terryl L. & Rao, Akshay R. 1992. The Khusus II, Jakarta.
Influence of Familier and Peer-Based Refe-
rence Groups on Consumer Decision, Journal
of Consumer Research, P. 198-211.

Cronin, j. Joseph jr., and Taylor, Steven A. 1992.


Measuring Service Quality: Reexamination
and Extention, Journal of Marketing Vol. 56.

Jurusan Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petra


http://puslit.petra.ac.id/journals/marketing

Beri Nilai