Anda di halaman 1dari 10

TUGAS 3 (TIGA)

PDGK4302 “PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP”

UJI KOMPETENSI 3 (LATIHAN)


“MEMBUAT LAPORAN ANALISIS PKR DIJADIKAN
MODEL PEMBELAJARAN SAAT INI”

Disusun oleh

MILA PITRIANI.Z
856572117

UPBJJ UNIVERSITAS TERBUKA


JAMBI
SOAL TUGAS 3

UJI KOMPETENSI (LATIHAN)

Buatlah laporan analisis yang berisi hasil analisis yang dilakukan Saudara jika
Pembelajaran Kelas Rangkap dijadikan model pembelajaran yang dapat digunakan saat ini.
Laporan tersebut dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Mengemukakan pendapat pribadi


2. Terdapat sumber berita yang mendukung (minimal 2) dapat diambil dari media cetak atau
elektronik (berita dari internet) .
3. Terdapat beberapa teori pendukung yang mendukung (minimal 5 teori).
4. Menjelaskan teori tersebut
5. Mengambil kesimpulan
6. Melampirkan sumber referensi dari hasil teori dan berita (minimal 7 referensi)
7. Tata tulis rapi dan mudah dipahami.

Jawaban:

Laporan Analisi PKR dijadikan Model pembelajaran yang dapat digunakan saat ini,
dengan mengaitkan 7 hal kriteria yang ada di atas yaitu sebagai berikut:
1. Mengemukakan pendapat pribadi
Menurut penulis bahwa di Indonesia yang mempunyai wilayah yang luas dan terdiri dari
ribuan pulau, tak dapat dihindari dari adanya permasalahan penyebaran dan permasalahan
perbedaan beberapa hal. Begitu juga dalam sistem pendidikan kita, misalnya dalam
penyebaran guru SD. Sistem pendidikan kita belum mampu menyebarkan guru SD secara
merata akibatnya terjadi kekurangan guru SD sekitar 4000 orang di daerah Papua. Dalam
masalah perbedaan kualitas hasil belajar, pada umumnya murid SD di kota-kota besar jauh
lebih baik dibandingkan dengan mereka yang berada di daerah, terutama di daerah terpencil.
Salah satuupaya untukmengatasi kekurangan guru di Indonesia ialah dengan cara penerapan
Pembelajaran Kelas Rangkap(PKR). Dalam PKR lebih banyak menuntut siswa untuk
mandiridan kontekstual, sehingga secara tidak langsung interaksi antara siswa yang baik dan
intensif akan membentuk karakter siswa yang positif. Jika dikaitkan dengan implemnatasi K-
13 yang menekankan pada pendekatan tematik, maka PKR ini cocok diterapkan
2. Sumber Berita sebagai Pendukung Diperlukannya PKR
a. Dorong Efisiensi Pembelajaran di Sekolah Terpencil, Pemprov Jatim Jajaki Model Kelas
Rangkap
https://surabaya.tribunnews.com/2019/09/16/dorong-efisiensi-pembelajaran-di-sekolah-
terpemcil-pemprov-jatim-jajaki-model-kelas-rangkap
b. Pengembangan PKR di Indonesia https://www.google.com/url?
sa=t&source=web&rct=j&url=http://www.batukarinfo.com/ system/files/Multigrade
%2520Teaching%2520Policy%2520Brief_bahasa%2520Ind_fina
l.pdf&ved=2ahUKEwi2ue7chr70AhXhSWwGHbNAAboQFnoECAwQAQ&usg=AOvV
aw24CFUhmoJAxKCfqjNdKgEH
c. Kelas Rangkap di Sekolah Dasar: Peluang atau Tantangan?
https://edukasi.kompas.com/read/2019/05/16/2302134/kelas-rangkap-di-sekolah-dasar-
peluang-atau-tantangan?page=all

3. Teori Pendukung Pelaksanaan PKR


a. Menurut Franklin (1967) PKR adalah penggabungan sekelompok siswa yang mempunyai
perbedaan usia, kemampuan, minat, dan tingkat kelas, dimanadikelola oleh seorang guru
atau beberapa guru yang dalam pembelajarannya di fokuskan pada kemajuan individual
para siswa.
b. Menurut Djalil (2012) menyatakan PKR adalah bentuk pembelajaran yang mensyaratkan
seorang guru mengajar dalan satu ruang kelas atau lebih, dalam saat yang sama, dan
menghadapi dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda
c. Menurut Pradipto (2007) seorang guru harus mengenal anak-anak di kelasnya secara
personal.
d. Menurut Elkind (1987), bahwa istila multigrade yaitu dimana kelasyang terbentuk seperti
itu akan berisi para siswa dari dua atau lebih tingkatan kelas dengan satu guru di ruangan
yang sama padasuatu waktu.
e. Menurut winataputra (1999) pengertian PKR menrupakan adaptasi dari defenisi Multiple
class teaching dari UNESCO (1988), dalam PKR seorang guru menghadapi dua kelas atau
lebih, satu kelas dengan dua atau beberapa kelompok murid yang berbeda
kemampuannya, untuk membimbing belajar dalam satu mata pelajaran atau lebih pada
jam yang sama”.
4. Bagaimana Pengembangan PKR di Indonesia
Pengembangan PKR di Indonesia
a. Apakah Pembelajaran Kelas Rangkap dapat dijadikan Model pembelajaran yang
digunakan saat ini?
Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) merupakan salah satu bentuk pembelajaran
yang perlu dikuasai oleh para guru sekolah dasar (SD). Pembelajaran Kelas Rangkap
disebut dengan Multigrade Teaching. PKR ini sudah banyak dilaksanakan di Indonesia
dan di negara-negara maju juga sudah menjadi bagian dari sistem pendidikan secara utuh.
Pengembangan dan penggunaan model PKR ini dilakukan karena faktor kekurangan
tenaga guru, letak geografis yang sulit dijangkau, jumlah siswa relatif kecil, keterbatasan
ruangan, atau ketidak hadiran guru. “Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) adalah satu
bentuk pembelajaran yang mempersyaratkan seorang guru mengajar dalam satu ruang

kelas atau lebih, dalam saat yang sama dan menghadapi dua atau lebih dalam saat yang
sama dan menghadapi dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda”.
Pengajaran kelas rangkap (PKR) merupakan suatu pendekatan yang penting dan
cocok bagi Indonesia untuk mencapai target Pendidikan untuk Semua dan Tujuan
Pembangunan Millenium (Millennium Development Goals, MDG) yang diamanatkan
secara internasional, serta Standar Pelayanan Minimum yang baru saja ditetapkan. PKR
juga mendukung tujuan dalam RENSTRA : ketersediaan pelayanan, keterjangkauan,
kualitas/mutu dan relevansi, kesetaraan, dan kepastian/keterjaminan memperoleh layanan
pendidikan. Satu definisi yang cukup lugas untuk pengajaran kelas rangkap (PKR), yang
diambil dari salah satu kajian paling lengkap mengenai praktik yang baik dalam PKR,
menyatakan bahwa PKR adalah suatu proses di sekolah di mana “seorang guru mengajar
satu kelas/rombel yang terdiri dari siswa-siswa yang berasal dari dua jenjang kelas atau
lebih”.

Pembelajaran kelas rangkap (PKR) sangat menekankan dua hal utama, yaitu kelas
digabung secara terintegrasi dan pembelajaran terpusat pada siswa sehingga guru tidak
perlu berlari-lari antara dua ruang kelas untuk mengajar dua tingkatan kelas yang
berbeda. Namun murid dari dua kelas bekerja bersama dalam kelompok dan bekerja
sendiri dalam kerja individu karena menyesuaikan konpetensi yang akan dicapai setiap
tingkatan kelas. Multigrade adalah suatu bentuk pembelajaran yang mensyaratkan
seorang guru mengajar dalam satu ruangan kelas atau lebih, dalam saat yang sama, dan
menghadapi dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda (IG.AK.Wardhani, 1988)”. Katz
(1992), menegaskan bahwa keas rangkap dilaksanakan tidak hanya karena alasan-alasan
geografis, kekurangan murid, atau kekurangan tenaga guru, akan tetapi lebih dari itu
adalah bagaimana meningkatkan mutu pendidikan melalui fasilitas yang tinggi bagi
perkembangan dan potensi siswa”.
Berdasarkan beberapa hal di atas maka bahwasannya PENGAJARAN KELAS
RANGKAP (PKR) sangat penting dan cocok untuk berbagai macam konteks di
Indonesia, terutama di sekolah yang terpencil dan terisolisai dengan jumlah guru yang
terbatas. PKR layak dijadikan pendekatan “pilihan pertama” untuk banyak sekolah di
Indonesia, mengingat fokus pembelajarannya yang berpusat pada anak, interaktif,
partisipatif, dan kolaboratif, yang menjangkau berbagai usia dan jenjang kelas;
kemampuannya untuk beradaptasi dalam berbagai konteks budaya dan sekolah; efisiensi
biayanya dalam menciptakan rasio siswa-guru yang baik; serta potensinya untuk
menciptakan keterkaitan antara pendidikan pra-sekolah, sekolah dasar dan masyarakat
setempat. Selain itu juga dijelaskan bahwa “Tujuan, Fungsi, dan Manfaat PKR terdiri
dari: Quantity dan Equity, Ekonomis, Pedagogis dan Keamanan”. Jika dilihat dari aspek
Pedagogis, maka PKR lebih mendorong kemandirian, dilihat dari aspek ekonomis maka
PKR lebih efisien. Sehingga dengan PKR ini pemerintah dapat mendirikan sekolah-
sekolah kecil di mana-mana sehingga setiap anak Indonesia berkesempatan untuk lulus
dari SD.

Dan juga apabila dikaitkan dengan Pembelajaran Kelas Rangkap dijadikan model
pembelajaran yang dapat digunakan saat ini ialah suatu langkah yang tepat karena
mengingat kondisi yang ada di Indonesia saat ini masih termasuk beberapa alasan yang
membuat bahwa model pembelajaran PKR perlu dilaksanakan dan dikembangkan,
diantaranya ada 3 alasan yang mendasar:

1. Alasan geografis. Kita ketahui di Indonesia masih terdapatnya suatu daerah yang
memang sangat sulit di akses untuk bertransportasi dan sebagainya sehingga keadaan
demikian menghendaki adanya pembelajaran PKR, misalnya yang terdapat di papua.
2. Alasan demografis. Di indonesia saat ini masih adanya kita temukan jumlah murid
yang relatif kecildalam suatu sekolah sehingga penting untuk diadakannya
pembelajaran PKR, karena mengingat hemat waktu biaya dan juga tempat.
3. Kekurangan guru. Saat ini masih banyak kita temukan kekurangan guru dalam suatu
daerah tertentu yang memang sulit diakses untuk mengajar. Hal ini mendorong
dilaksanakannya pembelajaran PKR.

b. Mengapa Pembelajaran Kelas Rangkap Perlu dilaksanakan di Sekolah?


Hal ini ada beberapa alasan sebagai berikut:
1. Pertama, PKR menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sistem pendidikan
Bisa dilihat bahwa kebijakan mengalokasikan satu guru untuk satu kelas bukanlah
kebijakan yang efisien dan tepat secara ekonomis jika diterapkan di sekolah kecil
yang banyak terdapat di daerah terpencil dan terisolasi. Tidak efisiennya penggunaan
sumber daya ini semakin parah di sekolah-sekolah dengan sedikit siswa dan banyak
guru, yang mengakibatkan minimnya beban mengajar guru, sementara pemerintah
tetap harus membayar gaji guru secara penuh. Maka hal ini akan membuat PKR
menjadi semakin diperlukan.
2. Kedua, pengajaran kelas rangkap merupakan pedagogi yang baik.
Satu masalah besar dengan yang muncul dari usaha perluasan dan pengayaan
PKR adalah adanya persepsi di kalangan para pembuat keputusan, guru, serta
orangtua bahwa PKR adalah pendidikan kelas dua, dan “kurang bermutu”
dibandingkan dengan pengajaran kelas tunggal tradisional. Pada kenyataannya, di
banyak negara maju dan sistem pendidikan publik dan swasta yang progresif di dunia,
pendekatan PKR dianggap sebagai pilihan pertama dan dianggap sebagai praktek
pedagogi yang lebih baik dibandingkan sistem kelas tunggal tradisional
c. Bagaimana Situasi PKR di Dunia dan di Indonesia?
Menurut perkiraan konservatif, sekitar 30% siswa di seluruh dunia (sekitar 192,45
juta siswa) saat ini belajar menggunakan sistem kelas rangkap. Tambahkan, katakanlah,
50% dari total anak yang saat ini putus sekolah, yang kemungkinan besar akan
membutuhkan sistem PKR untuk kembali bersekolah. Berarti akan ada tambahan sekitar
52 juta anak lagi, dengan total 244,45 juta anak di seluruh dunia yang kemungkinan akan
sangat terbantu dengan pedagogi kelas rangkap. Di negara-negara berkembang saja
jumlahnya diperkirakan 218,60 juta anak”. Jumlah sekolah dan madrasah yang
melaksanakan PKR di provinsi-provinsi tersebut hanya sekitar 150.
Kebanyakan PKR yang saat ini berlangsung di Indonesia bisa dibilang “tidak
direncanakan”, serta disebabkan oleh ketidakhadiran guru. Sebuah kajian yang baru
dilaksanakan di sekolah-sekolah terpencil menunjukkan bahwa 17% guru yang terdapat
dalam sampel tidak hadir pada hari sekolah. Sementara itu, suatu survei lainnya yang
akan digunakan untuk menilai dampak proses sertifikasi menunjukkan, berdasarkan
laporan dari guru sendiri, bahwa guru-guru SD absen lebih dari 5% dari total hari dalam
satu tahun ajaran (82% alasannya adalah sakit).
Sebagai akibat dari ketidakhadiran guru ini, guru-guru lain terpaksa melakukan
sesuatu untuk mengisi “kelas kosong” tersebut. Biasanya, kepala sekolah dan guru-guru
lain secara bergiliran mengambil bagian “mengisi” kelas tersebut, dengan memberikan
tugas (bahkan terkadang tugas yang sebenarnya sudah pernah dikerjakan siswa) dan
menjaga kelas tersebut agar tidak gaduh. Namun guru pengganti ini cenderung tidak
bergerak maju sesuai kurikulum yang seharusnya. Akibatnya, baik siswa maupun guru
menghabiskan jam pelajaran dengan sia-sia, padahal sebenarnya akan lebih bermanfaat
jika menggunakan teknik dasar PKR.
d. Seperti apakah PKR yang ada saat ini dan Seperti Apakah Bentuknya yang Ideal?
Saat ini PKR diterapkan dalam berbagai ragam bentuk. Bentuk yang paling dasar
(dan paling sedikit manfaatnya) adalah di mana seorang guru mengajar siswa dari dua
jenjang kelas di dua ruang kelas yang berbeda (atau dua kelompok terpisah dalam satu
ruang kelas) pada waktu yang bersamaan, dan mengajarkan topik yang berbeda untuk
tiap jenjang kelas. Bentuk yang paling canggih (dan paling bermanfaat) adalah di mana
seorang guru mempersiapkan program untuk seluruh jenjang kelas yang digabung dalam
satu ruang kelas.
Salah satu tantangan di Indonesia adalah mendorong penggunaan PKR di sekolah
kecil dengan terlalu banyak guru. Kondisi sekolah kecil dengan terlalu banyak guru
cenderung menyebabkan timbulnya praktek pengajaran yang tidak baik. Meskipun bagus
secara teori, “team teaching” ini beresiko menjadi “turn teaching” (mengajar secara
bergiliran), di mana seorang guru mengajar sedangkan yang lain duduk di belakang kelas
dan hanya mengamati, atau bahkan tidak datang ke sekolah sama sekali pada hari
tersebut. Dengan mengimplementasikan PKR di sekolah-sekolah seperti itu, akan
diperoleh keuntungan, baik dalam peningkatan efisiensi maupun peningkatan kualitas.
Akan tetapi, penerapan PKR di sekolah-sekolah tersebut berpotensi mengakibatkan
banyaknya guru yang menjadi tidak mampu memenuhi jumlah mengajar yang
diwajibkan.
Pengalaman menunjukkan bahwa ada beberapa prinsip dasar yang penting untuk
menghasilkan PKR yang ideal, yaitu:
a. Metodologi pembelajaran yang aktif, berpusat pada anak, partisipatif, kooperatif, dan
tiap siswa dapat menentukan sendiri seberapa cepat dia bisa menyerap pelajaran;
b. Kurikulum dan bahan yang fleksibel dan berorientasi pada tema pembelajaran;
c. Lingkungan ruang kelas yang fleksibel, menarik dan berfokus pada anak;
d. Relevansi kuat pada konteks dan budaya setempat;
e. Keterlibatan aktif orangtua dan masyarakat;
f. Guru sebagai fasilitator, motivator dan narasumber bagi masyarakat;
g. Manajemen kelas dan ruang kelas yang pada dasarnya fleksibel tetapi terstruktur
dalam kaitan dengan kurikulum.
Ada dua prinsip pendidikan baik lainnya yang juga difasilitasi oleh PKR, karena
menyajikan:

 Pendekatan anak “secara menyeluruh”.


 Pendekatan sekolah “secara menyeluruh“.
e. Bagaimana Memperluas dan Memperkaya Pengajaran Kelas Rangkap?
Menyadari potensi PKR saat ini sebagai cara pengajaran yang baik dan sebagai
sebuah alat untuk merasionalisasi kelebihan guru di Indonesia saat ini, Kementerian
Pendidikan Nasional harus berusaha untuk mengembangkan cakupan dan memperkaya
pelaksanaan PKR.
Dalam jangka pendek:
1. Meningkatkan kualitas data tentang pelaksanaan pengajaran kelas rangkap di
Indonesia.
2. Menyusun deskripsi yang lebih kaya mengenai berbagai macam pelaksanaan
pengajaran kelas rangkap, manajemen dan dukungan pelaksanannya di Indonesia.
3. Mengembangkan kebijakan PKR yang lebih eksplisit, petunjuk yang lebih
komprehensif mengenai pelaksanaannya, dan peraturan yang lebih fleksibel mengenai
PKR yang bisa diadaptasi oleh masing-masing sekolah, komunitas, dan konteks
budaya.
Dalam Jangka Panjang

1. Merevisi pendidikan dan pelatihan guru dengan memasukkan unsur PKR.


2. Merevisi kurikula, teks dan bahan ajar (yang hemat biaya) agar merefleksikan
pendekatan kelas rangkap yang bermuatan lokal.
3. Menggalakkan dukungan dan peran serta masyarakat untuk sekolah-sekolah kecil.
4. Memastikan penggunaan pendekatan sekolah secara menyeluruh dalam proses
perencanaan dan pengelolaan sekolah kecil.
5. Menetapkan kerangka peraturan yang jelas untuk mengatur agar PKR dijadikan
pendekatan pilihan pertama, terutama untuk sekolah kecil.
6. Mempertimbangkan implikasi PKR terkait dengan anggaran sekolah dan remunerasi
guru.
DAFTAR PUSTAKA (SUMBER)

Aria Djalil Dkk. Pembelajaran Kelas Rangkap. Tangerang Selatan, Universitas


Terbuka, 2021

Https://Www.Asikbelajar.Com/Pembelajaran-Kelas-Rangkap-Pengertian/

Angela W. Little. Education For All And Multi-Grade Teaching: Challenges


And Opportunities Springer, London, 2006, P. 3.

Https://Www.Google.Com/Amp/S/Www.Silabus.Web.Id/Pkr/Amp/

Https://Www.Google.Com/Url?
Sa=T&Source=Web&Rct=J&Url=Http://Www.Batukarinfo.Com/System/Files/
Multigrade%2520Teaching%2520Policy%2520Brief_Bahasa
%2520Ind_FinaL.Pdf&Ved=2ahukewi2ue7chr70ahxhswwghbnaaboqfnoecawqa
q&Usg=Aovv Aw24cfuhmojaxkcfqjndkgeh

Https://Ejournal.Upm.Ac.Id/Index.Php/Pedagogy/Article/View/702

Https://Pendidikan.Probolinggokab.Go.Id/New/Mulai-Replikasikan-Metode-
Pembelajaran- Kelas-Rangkap/

Https://Id.Scribd.Com/Document/447798884/TANTANGAN-DAN-ANALISIS-
KEBUTUHAN-PEMBELAJARAN-KELAS-RANGKAP-DI-INDONESIA-
DAN- INTERNASIONAL-Docx

Https://Id.Scribd.Com/Document/Laporan-Analisis-Pkr

Http://Mediafunia.Blogspot.Com/2016/07/Pembelajaran-Kelas-Rangkap-Pkr.Html?M=1

Https://Www.Asikbelajar.Com/Pendapat-Ahli-Hakikat-Kelas-Rangkap/