Anda di halaman 1dari 20

CRITICAL BOOK REPORT

PENELITIAN TINDAKAN KELAS


Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Penelitian Tindakan Kelas

Dosen pengampu :
Sorta Simanjutntak S. Pd., M. Pd
Oleh :
Novita Yolanda Panjaitan
Nim :
1189311039 ( E Reguler )

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN, 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat-Nya tugas Critical Book Report dapat terselesaikan tepat waktu. Hasil
kritikan buku ini ditulis guna memenuhi tugas mata kuliah Penelitian Tindakan
Kelas. Semoga dengan terselesaikannya hasil kritikan buku ini dapat menjadi
manfaat bagi pembaca sekalian.

Penulis menyadari bahwa hasil kritikan buku ini jauh dari kata sempurna,
maka kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna
penyempurnaan hasil kritikan ini. Akhir kata saya ucapkan terimakasih.

Medan, 18 september 2021

Penulis

i|Page
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..................................................................................................i

Daftar Isi ............................................................................................................ii

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang masalah .................................................................................1

1.2 Tujuan ............................................................................................................1

1.3 Manfaat ..........................................................................................................1

BAB II : PEMBAHASAN

2.1 Identitas Buku.................................................................................................2

2.2 Ringkasan Buku..............................................................................................3

BAB III : REVIEW

3.1 Kelebihan Buku.............................................................................................15

3.2 Kelemahan Buku...........................................................................................15

BAB IV : PENUTUP

4.1 Kesimpulan....................................................................................................16

4.2 Saran..............................................................................................................16

ii | P a g e
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Critical book adalah hasil kritik/bandingan tentang suatu topik materi yang pada
umumnya di perkuliahan terhadap buku yang berbeda. Setiap buku yang di buat oleh
penulis tertentu pastilah mempunyai kekurangan dan kelebihan masing – masing.
Kelayakan suatu buku dapat kita ketahui kika kita melakukan resensi terhadap buku itu
dengan perbandingan terhadap buku lain. Suatu buku dengan kelebihan yang lebih
dominan dibandingkan dengan kekurangannya artinya buku ini sudah layak untuk dipakai
dan dijadikan sumber referensi bagi khalayak ramai.

1.2. Tujuan
a. Mengulas isi sebuah buku
b. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku
c. Membandingkan isi buku

1.3. Manfaat
a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas
b. Untuk menambah pengetahuan tentang Penelitian Tindakan Kelas

1|Page
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Identitas Buku
IDENTITAS BUKU UTAMA
Judul Buku : Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas : Sebagai
Pengembangan Profesi Guru
Pengarang : Dr. Kunandar
Penerbit : Rajawali
Tahun Terbit : 2016
Kota Terbit : Jakarta
Tebal Buku : xx + 312 halaman
ISBN : 978-979-769-187-5

IDENTITAS BUKU PEMBANDING


Judul Buku : Penelitian Tindakan Kelas : Untuk Pengembangan Profesi
Guru : Praktik, Prastis, dan Mudah
Pengarang : - Prof. Dr. H. Tukiran Taniredja
- Irma Pujiati, M.Pd.
- Nyata, S.Pd.
Penerbit : Alfabeta
Tahun Terbit : 2012
Kota Terbit : Bandung
Tebal Buku : viii + 168 halaman
ISBN : 978-602-8800-31-0

Buku Utama Buku Pembanding

2|Page
2.2. Ringkasan Buku

Buku Utama

BAB IV : LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN PROPOSAL


PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

4.1 Judul Penelitian

Judul sebaiknya dirumuskan dengan singkat dan spesifik, serta


mencerminkan permasalahan pokok yang akan dipecahkan dalam PTK. Judul
dipaparkan secara deklaratif, jelas, padat dan tidak memberi kemungkinan
penafsiran yang beragam. Usahakan jumlah kata judul tidak lebih dari dua puluh
kata. Judul haruslah mencerminkan sebuah aktivitas, mudah dipahami dan kita
dapat menebak isi penelitian tersebut. Hal pokok yang harus tertulis dalam judul
adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan dalam PTK yang merupakan
variabel Y (misalnya : peningkatan hasil belajar siswa) dan bentuk tindakan
(treatment) yang akan dilaksanakan untuk menyelesaikan masalah yang
merupakan variabel X (penerapan model pembelajaran kooperatif). Judul PTK
juga harus memuat keterangan tentang tempat penelitian, waktu penelitian, kelas
yang dijadikan penelitian dan mata pelajaran apa yang dijadikan PTK.

Judul PTK harua memuat unsur-unsur sebagai berikut : (1) ada masalah yang
akan diteliti (variabel Y); (2) ada tindakan untuk mengatasi masalah (variabel X);
(3) ada subjek (siswa kelas...); dan (4) lokasi yang spesifik (tempat & waktu
penelitian). Sedangkan pola judul dalam PTK adalah : (1) Penerapan X untuk
Meningkatkan Y pada Mata Pelajaran...Kelas...Sekolah...; (4) Peningkatan Y
Melalui X pada Mata Pelajaran...Kelas...Sekolah; dan (5) Peningkatan Y dengan
Menerapkan X pada Mata Pelajaran...Kelas...Sekolah....

4.2 Sistematika Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Bab I Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah


Dalam latar belakang masalah peneliti menjelaskan beberapa hal, yaitu :
(1) mengapa masalah yang diteliti itu penting; (2) kondisi yang diharapkan (das

3|Page
sollen) dan kondisi yang ada (das sein) sehingga jelas adanya kesenjangan yang
merupakan masalah yang menuntut untuk dicari pemecahannya yang tepat melalui
PTK; (3) kemukakan secara jelas bahwa masalah yang akan diteliti merupakan
sebuah masalah yang nyata terjadi di dalam PBM disertai data faktualnya dan
diagnosisnya; (4) menyinggung teori yang melandasi diajukannya gagasan untuk
memecahkan masalah; (5) apa yang membuat peneliti merasa gelisah dan resah
sekiranya masalah tersebut tidak diteliti; (6) gejala-gejala kesenjangna apa yang
terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan;
(7) kerugian-kerugian dan keuntungan-keuntungan apa yang akan terjadi kalau
masalah tersebut tidak diteliti; (9) masalah yang akan diteliti merupakan sebuah
masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan serta dapat dilaksanakan dilihat
dari segi ketersediaan waktu, biaya dan daya dukung lainnya yang dapat
memperlancar penelitian tersebut; (10) dijelaskan pula tindakan yang akan
dikenakan pada subjek pelaku tindakan; (11) dalam pemaparan latar belakang
masalah pada umumnya memakai pendekatan deduksi, yakni dari hal-hal yang
sifatnya umum ke hal-hal yang sifatnya khusus (kerucut terbalik).
2. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah adalah kegiatan mendeteksi, melacak, menjelaskan
aspek permasalahan yang muncul dan berkaitan atau dengan masalah atau
variabel yang akan diteliti. Hasil identifikasi dapat diangkat beberapa
permasalahan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
Contoh identifikasi masalah dari judul PTK “Peningkatan Hasil Belajar
dan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Pengetahuan Sosial melalui
Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas V SDN Kali Baru Jakarta Utara.”
Dari latar belakang masalah, dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut.
a. Pembelajaran pengetahuan sosial di kelas masih berjalan monoton.
b. Belum ditemukan strategi pembelajaran yang tepat.
c. Belum ada kolaborasi antara guru dan siswa.
d. Metode yang digunakan bersifat konvensional.
e. Rendahnya kualitas pembelajaran pengetahuan sosial.
f. Rendahnya prestasi siswa untuk mata pelajaran Pengetahuan Sosial.
3. Perumusan Masalah

4|Page
Perumusan masalah dalam PTK adalah beberapa pertanyaan yang akan
terjawab setelah tindakan selesai dilakukan. Perumusan masalah dirumuskan
dengan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan
dilakukan. Perumusan masalah merupakan titik tolak bagi perumusan hipotesis
nantinya. Dari perumusan masalah dapat menghasilkan topik penelitian atau judul
dari penelitian. Pola perumusan masalah adalah : (1) Apakah X dapat
meningkatkan Y?; dan (2) Bagaimana X dapat meningkatkan Y?.
Contoh perumusan masalah PTK :
Apakah penerapan pembelajaran model problem based learning dapat
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran Sosiologi
kelas X SMA 1 Tegal? Bagaimana penerapan pembelajaran model problem based
learning dapat meingkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran
Sosiologi kelas X SMA 1 Tegal?
4. Cara Memecahkan Masalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Cara menyelesaikan masalah adalah cara atau tindakan yang akan
digunakan dalam pemecahan masalah dalam PTK. Dalam cara memecahkan
masalah dalam PTK uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk
memecahkan masalah. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab
masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas.
Contoh cara memecahkan masalah PTK:
Cara pemecahan masalah yang akan digunakan dalam PTK ini yaitu
metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Dengan metode ini diharapkan
motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS akan meningkat.
5. Hipotesis Tindakan
Rumuskan hipotesis tindakan berdasarkan pada cara memecahkan masalah
dalam PTK.
Contoh hipotesis tindakan dalam PTK :
a. Dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat
meningkatkan motivasi siswa dalam mata pelajaran IPS di Sd X.
b. Dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Jigsaw
dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS di SD
X.

5|Page
6. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Rumuskan Tujuan PTK berdasarkan topic atau masalah PTK. Tujuan PTK
merupakan jawaban terhadap masalah penelitian. Keinginan peneliti atas hasil
PTK dengan mengetengahkan indikator-indokator apa yang hendak ditemukan
dalam PTK, terutama yang berkaitan dengan variabel penelitian. Tujuan penelitian
harus terjawab dalam kesimpulan hasil penelitian. Tujuan penelitian menyatakan
target tertentu yang akan diperoleh dari kegiatan PTK yang akan dilaksanakan.
Contoh tujuan PTK:
a. Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas V SDN
06 Jagajarsa.
b. Guru dapat meningkatkan strategi dan kualitas pembelajaran IPS di SD X.
c. Siswa merasa dirinya mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk
menyampaikan pendapat, ide, gagasan, dan pertanyaan.
d. Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok serta mampu
mempertanggungjawabkan segala tugas individu maupun kelompok.
7. Manfaat Penelitian
Rumuskan manfaat penelitian berdasarkan pada topic atau masalah PTK.
Manfaat penelitian menguraikan dampak dari tecapainya tujuan PTK. Uraikan
kontribusi hasil PTK memiliki potensi untuk memperbaiki mutu pembelajaran di
kelas, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru, maupun pihak-pihak lain
yang terkait dengan PTK.
Penelitian tindakan kelas ini diharapkan bermanfaat bagi :
a. Siswa: proses belajar mengajar IPS d kelas V SDN 06 Jagakarsa menjadi
menarik dan menyenangkan serta hasil belajar IPS menjadi meningkat.
b. Guru: ditemukan strategi pembelajaran yang tepat (tidak konvensional),
tetapi bersifat variatif dan inovatif.
c. Sekolah: menigkatkan mutu sekolah melalui peningkatan hasil belajar
siswa pada mata pelajaran IPS.

Bab II Kajian Teori

6|Page
Teori-teori relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang
variabel yang akan diteliti, sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara
terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis) serta penyusunan instrumen
penelitian. Kajian teori sangat penting untuk membangun kerangka berpikir atau
konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Kajian teori dapat berupa kutipan
teori, berbagai defenisi dari variabel, dan temuan penelitian sebelumnya.
Kajian teori ini berguna untuk hal-hal penting, di antaranya:
a. Menjawab permasalahan PTK secara teoritis;
b. Menemukan variabel penyebab masalah PTK;
c. Mengoperasionalkan variabel penelitian;
d. Menyusun jawaban sementara dari masalah (hipotesis);
e. Menemukan metode yang paling tepat untuk menjawab permasalahan.

Bab III Metodologi Penelitian


1. Setting Penelitian:
Menjelaskan tentang tempat dan waktu PTK dilakukan seta berapa siklus
PTK yang akan dilakukan.
1.1 Tempat Penelitian
Contoh :
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Kali Baru 01 Jakarta
Utara untuk mata pelajaran Pengetahuan Sosial kelas V.
1.2 Waktu Penelitian
Contoh :
Penelitian ini akan dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru 2006/2007,
yaitu bulan Juli sampai dengan November 2006. Penentuan waktu penelitian
mengacu pada kalender akademik sekolah, karena PTK memerlukan beberapa
siklus yang membutuhkan proses belajar yang efektif di kelas.
1.3 Siklus PTK
Contoh siklus PTK:
PTK ini dilaksanakan melalui tiga siklus untuk melihat peningkatan hasil
belajar dan aktivitas siswa dalam mengikuti mata pelajaran Pengetahuan Sosial

7|Page
melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement
Divisions).

2. Persiapan PTK
Dalam persiapan PTK peneliti menjelaskan Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar yang akan dijadikan PTK. Peneliti juga menguraikan
instrumen yang diperlukan dalam PTK (Lembar Observasi, RPP, Lembar
Evaluasi, LKS, dan lain-lain).

3. Subjek Penelitian
PTK dilaksanakan di kelas mana dan jumlah siswa yang menjadi sasaran
PTK.

4. Sumber Data
Sumber data dalam PTK, seperti siswa, guru, teman sejawat, dan lain-lain.

5. Teknik dan Alat Pengumpulan Data


Prinsip pengumpulan data dalam PTK tidak jauh berbeda dengan
penelitian formal. Dalam PTK umumnya dikumpulkan dua jenis data, yaitu data
kuantitatif dan data kualitatif. Data tersebut digunakan untuk menggambarkan
perubahan yang terjadi, baik perubahan kinerja siswa, kinerja guru, dan perubahan
suasana kelas. Contoh teknik pengumpulan data PTK adalah tes, observasi,
wawancara, diskusi. Contoh alat pengumpulan data PTK adalah tes, observasi,
wawancara, kuesioner, diskusi.

6. Indikator Kinerja
Indikator kinerja adalah suatu kriteria yang digunakan untuk melihat
tingkat keberhasilan dari kegiatan PTK dalam meningkatkan atau memperbaiki
mutu PBM di kelas. Indkator kinerja harus realistik dan dapat diukur (jelas cara
mengukurnya).

8|Page
7. Analisis Data

Dalam penelitian tindakan kelas, analisis dilakukan peneliti sejak awal,


pada setiap aspek kegiatan penelitian. Pada waktu dilakukan pencatatan lapangan
melalui observasi atau pengamatan tentang kegiatan pembelajaran di kelas,
peneliti dapat langsung menganalisis apa yang diamatinya., situasi dan suasana
kelas, cara guru mengajar, hubungan guru dengan siswa, interaksi antara siswa
dengan siswa dan lain-lain.

8. Prosedur Penelitian
Siklus 1 PTK:
(1) Perencanaan adalah persiapan yang dilakukan untuk pelaksanaan PTK,
antara lain sebagai berikut.
a. Tim peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui
kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa.
b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran.
c. Membuat media pembelajaran dalam rangka implementasi PTK.
d. Uraikan alternatif-alternatif solusi yang akan dicobakan dalam rangka
pemecahan masalah.
e. Membuat lembar kerja siswa.
f. Membuat instrumen yang digunakan dalam siklus PTK.
g. Menyusun alat evaluasi pembelajaran.
(2) Pelaksanaan tindakan, yaitu deskripsi tindakan yang akan dilakukan,
scenario kerja tindakan perbaikan yang akan dikerjakan dan produr
tindakan yang akan diterapkan.
(3) Pengamatan atau observasi, yaitu prosedur perekaman data mengenai
proses dan produk dari implementasi tindakan yang dirancang.
(4) Analisis dan Refleksi. Berupa uraian tentang prosedur analisis terhadap
hasil pemantauan dan refleksi berkaitan dengan proses dan dampak
tindakan perbaikan yang dilaksanakan, serta kriteria dan rencana bagi
tindakan siklus berikutnya.

9|Page
Siklus 2 PTK:
(1) Perencanaan
Tim peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi
pada siklus pertama.
(2) Pelaksanaan
Guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan rencana pembelajaran hasil
refleksi pada siklus pertama.
(3) Pengamatan
Tim peneliti (guru dan kolaborator) melakukan pengamatan terhadap
aktivitas pembelajaran.
(4) Refleksi
Tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua dan
menyusun rencana (replaning) untuk siklus ketiga.

Siklus 3 PTK:
(1) Perencanaan
Tim peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi
pada siklus kedua.
(2) Pelaksanaan
Guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan rencana pembelajaran hasil
refleksi pada siklus kedua.
(3) Tim peneliti (guru dan kolaborator) melakukan pengamatan terhadap
aktivitas pembelajaran.
(4) Refleksi
Tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus ketiga dan
menganalisis serta membuat kesimpulan atas pelaksanaan
pembelajaran yang telah direncanakan dengan melaksanakan
tindakan (treatment) tertentu.

9. Personalia Penelitian

10 | P a g e
Sebutkan tim peneliti yang terlibat dalam PTK disertai dengan rincian dan
beban tugas masing-masing anggota PTK.

10. Rencana Pembiayaan


Rencana pembiayaan berupa uraian yang mengungkap semua biaya yang
diperlukan untuk melakukan PTK. Rencana pembiayaan PTK ini akan lebih baik
bila ditampilkan dalam bentuk tabel sehingga mudah dipahami oleh pihak yang
berkepentiingan.

11. Rencana Kerja


Rencana kerja berupa urut-urutan kerja mulai dari awal kegiatan sampai
penyusunan laporan PTK. Urutan kegiatan tersebut mencakup jenis kegiatan apa
saja yang akan dilakukan dan kapan akan dilaksanakan.

12. Daftar Pustaka


Daftar pustaka disusun berdasarkan abjad nama pengarang atau penulis.
Dalam penyusunan daftar pustaka tersebut dapat digunakan model MILA
(Modern Language Association), Model APA (American Psychological
Association), atau model lain yang biasa digunakan oleh masyarakat akademik.

13. Lampiran
Bahan-bahan yang perlu dilampirkan adalah:
a. Instrumen penelitian;
b. Data-data penting;
c. Daftar Riwayat Hidup Tim Peneliti (Curriculum Vitae);
d. Dan hal lain yang diperlukan dalam proposal PTK.

Buku Pembanding
BAB IV : PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN
4.1 Judul Penelitian

11 | P a g e
Judul penelitian hendaknya (1) singkat (maksimal 20 kata), (2) spesifik,
dan cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti, (3) tindakan untuk
mengatasi masalah, (4) hasil yang diharapkan, dan (5) tempat penelitian.

4.2 Bidang Kajian


Bidang kajian penelitian meliputi : (1) masalah belajar siswa di kelas; (2)
desain dan strategi pembelajaran; (3) alat bantu; (4) media dan sumber belajar; (5)
sistem asesmen dan evaluasi; (6) pengembangan pribadi peserta didik; (7)
pendidik dan tenaga kependidikan lainnya; (8) masalah kurikulum.

4.3 Pendahuluan
Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah
masalah yang nyata terjadi di sekolah, dan diagnosis dilakukan oleh dosen
bersama guru dan/ atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.

4.4 Perumusan dan Pemecahan Masalah

4.4.1 Perumusan Masalah


Rumusan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian
tindakan kelas. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya.
Masalah perlu dijelaskan secara operasional dan ditetapkan lingkup penelitiannya.

4.4.2 Pemecahan Masalah


Identifikasi alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memecahkan
masalah. Berikan argumentasi yang logis mengenai pilihan tindakan yang akan
dilakukan untuk memecahkan masalah (misalnya: karena kesesuaiannya dengan
masalah, kemutakhiran, keberhasilannya dalam penelitian sejenis, dll).

4.5 Tujuan Penelitian


Kemukakan secara singkat dan jelas tujuan-tujuan penelitian yang ingin
dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang ditemukan.

12 | P a g e
4.6 Manfaat Hasil Penelitian
Uraikan manfaaat hasil penelitian terutamanya untuk perbaikan kualitas
pendidikan dan/ atau pembelajaran, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa,
guru, komponen pendidikan terkait di sekolah, dan dosen. Kemukakan hal-hal
baru sebagai hasil kreativiatas pembelajaran yang akan dihasilkan dari penelitian
ini.

4.7 Kajian Pustaka


Uraikan dengan jelas kajian teoritis dan empiris yang menumbuhkan
gagasan usulan PTK yang sejalan dengan rumusan dan hipotesis tindakan (bila
ada). Kemukakan juga teori dan hasil penelitian lain yang mendukung pilihan
tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut.

4.8 Rencana dan Prosedur Penelitian


Kemukakan subjek penelitian, waktu dan lamanya tindakan, serta tempat
penelitian secara jelas. Uraikan secara jelas prosedur/ langkah-langkah penelitian
tindakan kelas yang akan dilakukan.
Uraikan secara rinci hal-hal yang diperlukan sebelum pelaksanaan
tindakan (seperti: penyiapan perangkat pembelajaran berupa scenario
pembelajaran, media, bahan dan alat, instrumen observasi, evaluasi dan refleksi).
Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan
indikator, keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus
lain.

4.9 Jadwal Penelitian


Buat jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencanaan, persiapan,
pelaksanaan monitoring, seminar dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam
bentuk Gannt Chart. Jadwal kegiatan penelitian disusun sesuai dengan aturan
institusi pemberi dana., misalnya selama tiga, enam atau sembilan bulan.

4.10 Biaya Penelitian

13 | P a g e
Kemukakan biaya-biaya penelitian secara rinci, mengacu pada kegiatan
penelitian.

4.11 Personalia Penelitian


Jumlah personalia penelitian minimal tiga orang maksimal lima orang.
Ketua peneliti adalah dosen LPTK. Jumlah guru harus lebih banyak daripada
jumlah dosen. Rincian nama personalia tim peneliti serta peran dan waktu yang
disediakan untuk kegiatan penelitian ini.

4.12 Daftar Pustaka


Daftar pustaka dituliskan secara konsisten menurup model APA, MLA
atau Turabian.

4.13 Lampiran-Lampiran
a. Instrumen penelitian (sertakan semua instrumen penelitian yang telah
berhasil dikembangkan).
b. Curriculum Vitae ketua peneliti dan masing-masing anggota peneliti
(cantumkan nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, golongan,
pangkat, jabatan, alamat kantor, nomor telepon kantor/ fax, alamat rumah,
nomor telepon rumah/ HP, riwayat pendidikan, dan pengalaman penelitian
yang relevan.
c. Surat keterangan yang diperlukan.

14 | P a g e
BAB III
REVIEW

3.1. Kelebihan Buku


Pada buku utama yang berjudul “Langkah Mudah Penelitian Tindakan
Kelas : Sebagai Pengembangan Profesi Guru” karangan “Dr. Kunandar”
terdapat beberapa keunggulan yaitu : materi dalam buku ini dijelaskan secara
berurut sehingga terlihat keterikatan yang jelas antara materi pada bab berikut
dengan bab sebelumnya, materi yang dijabarkan dalam setiap bab merupakan
materi yang cukup banyak dan lengkap, bahasa yang digunakan dalam buku
ini mudah dimengerti sehingga bagi siapa saja yang membacanya akan lebih
mudah memahaminya. Materi dalam buku ini sangat to the point, jadi
pembaca mudah memahaminya.

Pada buku pembanding yang berjudul “Penelitian Tindakan Kelas :


Untuk Pengembangan Profesi Guru : Praktik, Prastis, dan Mudah” karangan
Prof. Dr. H. Tukiran Taniredja, Irma Pujiati, M.Pd., Nyata, S.Pd. terdapat
beberapa keunggulan yaitu : materi dalam buku ini juga dijelaskan secara
berurut sehingga terlihat keterikatan yang jelas antara materi pada bab berikut
dengan bab sebelumnya. Buku ini menjelaskan materinya dengan singkat dan
jelas.

3.2. Kelemahan Buku


Pada buku utama yang berjudul “Langkah Mudah Penelitian Tindakan
Kelas : Sebagai Pengembangan Profesi Guru” karangan “Dr. Kunandar”
kekurangannya yaitu hanya terdapat beberapa penulisan kata-kata yang salah.

Pada buku Pada buku pembanding yang berjudul “Penelitian Tindakan


Kelas : Untuk Pengembangan Profesi Guru : Praktik, Prastis, dan Mudah”

15 | P a g e
karangan Prof. Dr. H. Tukiran Taniredja, Irma Pujiati, M.Pd., Nyata, S.Pd.
terdapat beberapa kelemahan yaitu. Penjelasan yang diberikan kurang
menyeluruh.

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan

Banyak jalan yang dapat ditempuh para pendidik atau guru dan
tenaga kependidikan dalam mengembangkan profesinya, setidaknya ada
lima cara dan salah satunya adalah kegiatan penulis karya penulis ilmiah
(KTI). Sedangkan penelitian merupakan salah satu dari kegiatan penulis
KTI yang banyak diminati oleh para guru, kepala sekolah, pengawas, dan
tenaga kependidikan yang lain dalam meningkatkan profesinya.
PTK merupakan salah satu jenis penelitian dari berbagai jenis yang
ada seperti penelitian eksperimen darn penelitian kuantitatif, namun
PTK merupakan jenis penelitian yang paling tepat dan strategis untuk
perbaikan proses pembelajaram yang permasalahanya banyak dialami
oleh para tenaga pendidik dan kependidikan. Oleh karena itu, jenis
penelitian ini sangat tepat untuk dipahami dan diaplikasikan dalam
upaya mengatasi maslah yang relevan bagi mereka, yang kesehariannya
tidak lepas dari masalah di kelas atau proses pembelajaran.
Dengan membiasakan diri merespons permasalahan actual yang
muncul di lingkungan kerjanya dan adanya upayauntuk mengatsinya,
niscaya akan mapu meningkatkan kualitas pendidikan, dan
profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan akan lebih mudah
dicapai.
4.2. Saran

Kedua buku ini pada dasarnya sangat baik sebagai panduan ataupun
referensi dalam membuat penelitian khususnya bagi mahasiswa, tetapi ada
baiknya kedua buku ini lebih diperbanyak dibagian aspek pendukungnya

16 | P a g e
seperti contoh, gambar, diagram dan masih banyak lagi sebagai panduan
untuk memahami dan mengaplikasikan setiap teori yang ada didalam kedua
buku ini agar menarik minat pemb

17 | P a g e