Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL JOURNAL REVIEW

MK. Pendidikan BAHASA dan


SASTRA SD Kelas Tinggi
Prodi S1 PGSD- Fakultas Ilmu
Pendidikan

Skor Nilai:

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SD KELAS TINGGI

(PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TTW (THINK TALK WRITE) BERBANTUAN


MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS BAHASA
INDONESIA SISWA KELAS V SD GUGUS 1 KECAMATAN KEDIRI TAHUN AJARAN
2013/2014)

Disusun Oleh :

Novita yolanda panjaitan (1193111039)

Dosen pengampuh : Faisal, S.Pd., M.Pd.

MATA KULIAH : PENDIDIKAN BAHASA dan SASTRA SD KELAS TINGGI

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2021
PENDAHULUAN

Critical Journal Report ini mengkritik 2 jurnal yang direview, 1 jurnal


sebagai jurnal utama dan 1 jurnal sebagai pembanding. Jurnal utama berjudul
“Pengaruh Model Pembelajaran TTW (Think Talk Write) Berbantuan Media
Gambar Berseri Terhadap Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia Siswa Kelas V
SD Gugus 1 Kecamatan Kediri Tahun Ajaran 2013/2014” sedangkan judul jurnal
pembanding “Investigating Think Talk Write (TTW) Learning Model to Enhance
Primary Students’ Writing Skill”.

Didalam Critical Journal Review ini kami menampilkan beberapa bab


yaitu Bab 1 pendahuluan yang berisikan tentang rasionalisasi pentingnya CJR,
tujuan CJR, manfaat CJR, dan identitas jurnal tersebut. Bab 2 berisikan tentang
ringkasan isi jurnal yang akan kami review dan Bab 3 yaitu pembahasan tentang
kelebihan dan kekurangan jurnal yang direview.

Critical journal review ini akan sangat bermanfaat bagi pembaca selain
untuk menambah pengetahuan tentang teorinya dan hasil penelitiannya yaitu,
pembaca juga akan dapat melakukan hal yang sama yaitu melakukan critical
journal review untuk jurnal-jurnal yang ingin direview supaya dapat melihat
apakah jurnal tersebut sudah baik atau masih perlu diperbaiki melalui cara-cara
yang akan dibahas pada bab-bab berikut ini.

Selain itu, pembaca juga dapat memulai menulis jurnal. Dalam hal ini
tidak lagi menulis jurnal yang asal-asalan melainkan bagaimana menulis jurnal
yang baik dan yang benar seperti yang akana dibahas pada bab berikut ini.

1
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebab telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya serta kesehatan kepada kami, sehingga kami
mampu menyelesaikan tugas “ CRITICAL JOURNAL REVIEW “. Laporan ini
kami buat untuk memenuhi salah satu mata kuliah kami yaitu “ Pendidikan
Bahasa dan Sastra SD Kelas Tinggi“.

Critical Journal Review ini disusun dengan harapan dapat menambah


pengetahuan dan wawasan kita semua. Kami mengambil kesimpulan dari journal
utama dengan journal pembanding lainnya.

Kami menyadari bahwa tugas Critical Journal Review ini masih jauh dari
kesempurnaan. Maka dari itu, kami harap dosen pengampu dapat memberikan
kritik dan saran untuk kesempurnaan laporan ini. Dan semoga laporan ini dapat
diterima dan dinilai dengan objektif oleh dosen pengampu.

Medan, 29 Oktober 2021

Penyusun

2
DAFTAR ISI

EXCECUTIVE SUMMARY............................................................................ 1
KATA PENGANTAR...................................................................................... 2
DAFTAR ISI.................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 4
1.1 Rasionalisasi Pentingnya CJR............................................................... 4
1.2 Tujuan Penulisan CJR........................................................................... 4
1.3 Manfaat CJR.......................................................................................... 5
1.4 Identitas Artikel dan Journal yang direview......................................... 5
BAB II RINGKASAN JURNAL...................................................................... 6
2.1 Pendahuluan ......................................................................................... 6
2.2 Deskripsi Isi ......................................................................................... 6
BAB III PEMBAHASAN................................................................................. 10
3.1 Review Jurnal ..................................................................................... 10
BAB IV PENUTUP ......................................................................................... 14
4.1 Kesimpulan ......................................................................................... 14
4.2 Rekomendasi......................................................................................... 14
Daftar Pustaka................................................................................................... 15

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Rasionalisasi pentingnya CJR


Critical Journal Review (CJR) sangat penting buat kalangan pendidikan
terutama bagi mahasiswa maupun mahasiswi karena dengan mengkritik suatu
jurnal maka mahasiswa/i ataupun si pengkritik dapat membandingkan dua jurnal
dengan tema yang sama atau berbeda atau juga mereview satu jurnal untuk
mencari kelebihan dan kekurangan dari jurnal yang akan direview, setelah dapat
mengkritik jurnal maka diharapkan mahasiswa/i dapat membuat sebuah jurnal
karena sudah mengetahui bagaimana kriteria jurnal yang baik dan benar untuk
digunakan dan sudah mengerti bagaimana cara menulis langkah-langkah apa saja
yang diperlukan dalam penulisan jurnal tersebut.
Langkah penting dalam mereview sebuah jurnal, yaitu mengemukakan bagian
pendahuluan, mengemukakan bagian diskusi, mengemukakan bagian kesimpulan.
Hal-hal yang perlu ditampilkan dalam critical journal review, yaitu
mengungkapkan beberapa landasan teori yang digunakan oleh peneliti sebagai
acuan dalam penelitiannya dan tujuan apa yang ingin dicapai; mengungkapkan
metode yang digunakan, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, alat
pengumpul data, dan analisis data yang digunakan; mengambil hasil dari
penelitian yang telah dilakukan dengan memberikan deskripsi secara singkat,
jelas, dan padat, serta menyimpulkan isi dari jurnal.
1.2 Tujuan Penulisan CJR

Tujuan dari Critical Journal Review ini dibuat untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Pend. Bahasa dan Sastra SD Kelas Tinggi yang dapat
menambah pengetahuan untuk menentukan kelebihan dan kekurangan dari suatu
jurnal yang akan direview. Setelah mendapatkan kelebihan maupun kekurangan

4
jurnal tersebut maka kita akan dapat membuat suatu jurnal karena sudah dapat
mereview jurnal yang baik dan jurnal mana yang perlu diperbaiki.

1.3 Manfaat CJR

Manfaat penulisan Critical Journal Review ( CJR), yaitu :

1. Dapat menentukan kelebihan dari suatu jurnal


2. Dapat menentukan kekurangan dari suatu jurnal.
3. Dapat meningkatkan analisis kita terhadap suatu jurnal.
4. Supaya kita dapat mengetahui teknik-teknik penulisan CJR yang benar.
5. Dapat menambah pengetahuan melalui review jurnal.
6. Membantu semua kalangan dalam mengetahui inti dari hasil penelitian
yang terdapat dalam suatu jurnal.
7. Menjadi bahan evaluasi dalam pembuatan suatu jurnal di penerbitan
berikutnya.
1.4 Identitas Artikel dan Journal yang direview

1. Judul Artikel : Pengaruh Model Pembelajaran TTW (Think Talk


Write) Berbantuan Media Gambar Berseri
Terhadap Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia
Siswa Kelas V SD Gugus 1 Kecamatan Kediri
Tahun Ajaran 2013/2014
2. Nama Journal : e-Journal Mimbar PGSD Univ Pendidikan
Ganesha
3. Edisi Terbit : 2014
4. Pengarang Artikel : Ni Luh Putu Yeni Sugiarti, I Ketut Adnyana Putra,
I.B Gede Surya Abadi
5. Halaman :-
6. Volume :2
7. Kota terbit :-
8. Nomor ISSN :-

5
9. Alamat Situs :
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/article/view/3220
https://jtlee.ejournal.unri.ac.id/index.php/JTLEE/article/view/5394

BAB II

RINGKASAN JURNAL

2.1 Pendahuluan
Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber
daya manusia yang berkualitas dan mampu berkompetisi dalam perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjamin keberlangsungan pembangunan
suatu Bangsa. Mulyasa (2011:4) menyatakan bahwa “pendidikan merupakan salah
satu wahana yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga
memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa”. Oleh
karena itu, peningkatan kualitas pendidikan adalah tindakan yang secara terus-
menerus harus dilakukan demi tercapainya tujuan pendidikan nasional agar
mampu mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat bersaing di era
globalisasi.
Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, maka setiap jenjang dan
satuan pendidikan berkewajiban untuk mewujudkannya. SD merupakan salah satu
lembaga pendidikan formal yang bertugas untuk membentuk karakter
pengetahuan, sikap dan keterampilan dasar guna menyiapkan peserta didik untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
2.2 Deskripsi Isi
Berdasarkan observasi yang dilakukan dengan wawancara diketahui
bahwa peserta didik di sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam pelajaran
bahasa Indonesia. Selain itu, guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, hanya
mengulangi materi yang pernah diajarkan dan yang belum dikuasai siswa saja.
Guru tidak melihat penyebab utama siswa tidak menguasai materi pelajaran itu.
Hal ini tentunya akan menciptakan kondisi pembelajaran yang kurang menarik
dan menyenangkan, serta kurang menantang kemampuan berpikir siswa dan
kurang dapat mengoptimalkan fungsi otak dalam belajar, sehingga siswa

6
cenderung cepat merasa bosan. Hal ini tentu akan membawa pengaruh terhadap
pencapaian hasil belajarnya.

Sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang


dihadapi oleh guru di lapangan, peneliti mencoba menerapkan strategi
pembelajaran untuk mengoptimalkan proses pembelajaran guna meningkatkan
keterampilan menulis bahasa Indonesia. Strategi tersebut adalah model
pembelajaran kooperatif tipe think-talk-write (TTW) yang berbantuan Media
Gambar Berseri. Model pembelajaran tipe TTW pada dasarnya adalah strategi
pembelajaran yang dibangun dengan proses berpikir, berbicara dan menulis. Alur
strategi TTW dimulai dari keterlibatan siswa dalam berpikir atau memproses
informasi dalam dirinya sendiri setelah melalui proses membaca. Selanjutnya
proses berbicara dengan membagi ide (sharing) dengan teman kelompok sebelum
melangkah ke proses yang terakhir yaitu menulis (Suparya, 2010). Siswa pada
tahap aktivitas berfikir atau think melakukan proses membaca suatu wacana atau
teks mata pelajaran bahasa Indonesia yang dilanjutkan dengan pembuatan catatan
dari apa yang dibaca. Siswa dalam membuat catatan, mempersatukan antara ide
yang dimiliki dengan informasi yang didapat melalui membaca yang kemudian
disajikan dalam bentuk tulisan dengan menggunakan bahasa sendiri agar mudah
dipahami.

Setelah tahap think kemudian pada tahap talk. Pada tahap ini siswa
mengeksplorasi diri dengan berkomunikasi menggunakan kata-kata dan bahasa
sendiri. Siswa secara individu dapat merancang kata-kata sendiri yang digunakan
untuk berkomunikasi dengan teman dikelompok kerja masing-masing dan anggota
kelompok yang lain dalam situasi pembelajaran. Hal ini akan dapat membuat
siswa merasa belajar bermakna.

Teori makna (meaning theory) dari Ausubel (Brownell dan Chazal)


mengemukakan pentingnya pembelajaran yang bermakna. Kebermaknaan
pembelajaran akan membuat kegiatan belajar lebih menarik, lebih bermanfaat,
dan lebih menantang, sehingga konsep dan prosedur materi yang disampaikan
akan lebih mudah dipahami dan lebih tahan lama diingat oleh peserta didik.
Menurut Asubel, belajar bermakna timbul jika siswa mencoba menghubungkan

7
pengetahuan baru dengan pengetahuan yang dimilikinya. Jika pengetahuan baru
tidak berhubungan dengan pengetahuan yang ada, maka pengetahuan baru itu
akan dipelajari siswa melalui belajar hafalan. Hal ini disebabkan pengetahuan
yang baru tidak diasosiasikan dengan pengetahuan yang ada.

Setelah tahap talk selanjutnya tahap yang terakhir adalah write, yaitu
menuliskan hasil diskusi atau dialog pada lembar kerja yang disediakan. Pada
aktivitas menulis siswa secara individu akan mengkonstruksi ide-ide setelah
menulis. Karena setelah menulis siswa menata kalimat dengan baik dan
sistematis, sehingga apa yang kurang lengkap dalam tulisan hasil diskusi atau
dialog akan ditambahkan berikutnya. Sehingga siswa akan memahami secara
bermakna dan mendalam dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia
berlangsung. Gambar adalah abstrak, tetapi mendekati kenyataan atau objek
sebenarnya. Menurut Sadiman (2009:29) menyatakan “diantara media pendidikan,
gambar atau foto adalah media yang paling umum dipakai yang dapat dimengerti
dan dinikmati dimana – mana”. Karena kesederhanaan, mudah dimengerti, dapat
dinikmati, dibuat dan dinikmati dimana – mana, gambar sebagai media sangatlah
cocok dan memungkinkan untuk mengoptimalkan pembelajaran agar lebih efektif.
Gambar yang digunakan sebagai media dapat berupa gambar jadi,
misalnya gambar dari majalah, booklet, brosur, selebaran dan lain – lain. Guru
dapat menyediakan gambar tersebut dalam sebuah cerita sehingga siswa tidak
merasa bosan saat membaca suatu wacana. Gambar berseri merupakan rangkaian
gambar yang mempunyai keterkaitan kejadian antara gambar satu dengan gambar
yang lainnya. Gambar – gambar tersebut menggambarkan sebuah rangkaian
kejadian atau suatu peristiwa dari awal kejadian sampai akhir kejadian.
Gambar ini digunakan untuk merangsang daya pikir siswa dalam
membaca dan mencari suatu ide pokok dalam sebuah wacana serta dapat
memecahkan suatu masalah didalamnya. Pembelajaran menemukan ide pokok
dalam sebuah wacana menggunakan gambar berseri merupakan alternatif
pembelajaran yang sangat menarik, mendidik dan memberi kesan bermakna bagi
perkembangan belajar siswa. Penggunaan media dalam proses pembelajaran
sangat baik digunakan karena informasi yang disampaikan oleh guru akan lebih di
ingat dan mudah dipahami oleh siswa. Agar keberhasilan dalam pembelajaran

8
bahasa Indonesia tercapai dengan baik tentunya ditunjang menggunakan media
pembelajaran.

Media-media pembelajaran ada berbagai macam, salah satunya yaitu


media gambar berseri. Media gambar berseri merupakan sejumlah gambar yang
menggambarkan suasana yang sedang diceritakan dan menunjukan adanya
kesinambungan antara gambar satu dengan gambar yang lainnya.

Berangkat dari paparan latar belakang permasalahan tersebut, maka perlu


suatu upaya yang dilakukan untuk pengomptimalan proses pembelajaran bahasa
Indonesia di SD. Dengan penerapan strategi pembelajaran think-talkwrite yang
berbantuan media gambar berseri, diduga dapat digunakan sebagai altenatif
pemecahan masalah belajar dan pembelajaran bahasa Indonesia di SD. Dalam
penelitian ini, pengujian keunggulan strategi pembelajaran TTW berbantuan
media gambar berseri.

Dari berbagai permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian tentang


“Pengaruh Model Pembelajaran TTW (Think Talk Write) Berbantuan Media
Gambar Berseri Terhadap Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia Siswa Kelas V
SD Gugus I Kecamatan Kediri, Tabanan Tahun Ajaran 2013/2014”.

9
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Review Jurnal

Judul 1. “Pengaruh Model Pembelajaran TTW (Think


Talk Write) Berbantuan Media Gambar Berseri
Terhadap Keterampilan Menulis Bahasa
Indonesia Siswa Kelas V SD Gugus 1
Kecamatan Kediri Tahun Ajaran 2013/2014”
2. “Investigating Think Talk Write (TTW)
Learning Model to Enhance Primary Students’
Writing Skill”
Jurnal 1. e-Journal Mimbar PGSD Univ Pendidikan
Ganesha
2. Journal of Teaching and Learning in
elementary Education (JTLEE)
Download 10. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPG
SD/article/view/3220
11. https://jtlee.ejournal.unri.ac.id/index.php/JTL
EE/article/view/5394

Volume dan Halaman 1. Volume 2, Halaman –


2. Volume 1, Halaman 52-59
Tahun 1. 2014
2. 2018
Penulis Novita yolanda panjaitan
Reviewer - Nur Rodiyah Siregar
- Lailatussifa Nasution
- Siti Nur Hairani Pohan
Tanggal 29 oktober 2021

10
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan
yang signifikan hasil belajar bahasa Indonesia antara
siswa yang dibelajarkan menggunakan model
pembelajaran TTW (Think Talk Write) berbantuan
media gambar berseri dan yang dibelajarkan secara
konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 1
Kecamatan Kediri,Tabanan Tahun Pelajaran
2013/2014
Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di
SD Gugus 1 Kecamatan Kediri,Tabanan Tahun
Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 232 orang.
Assesment Data Desain yang digunakan yaitu “Nonequivalent Control
Group Design”. Dalam desain ini terdapat dua
kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol.
Metode penelitian Metode pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan metode tes jenis Esay.
Langkah Penelitian Penelitian dilakukan pada kelompok eksperimen
yang diberikan treatment dengan model pembelajaran
TTW (Think Talk Write) berbantuan media gambar
berseri dan kelompok kontrol yang dibelajarkan
secara konvensional, pelaksanaan penelitian pada
masingmasing kelompok dilakukan sebanyak 8 kali
pertemuan yang terdiri dari 1 kali pre-test, 6 kali
pelaksanaan pembelajaran dan 1 kali post-test.
Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit =3,35 ≥
ttab = 2,000 pada taraf signifikansi 5%. Sehingga
dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan
yang signifikan hasil belajar bahasa Indonesia antara
siswa yang dibelajarkan menggunakan model
pembelajara TTW (Think Talk Write) berbantuan
media gambar berseri dan yang dibelajarkan secara

11
konvensional, dan dilihat dari nilai rata-rata kelompok
eksperimen X = 78,69 > X = 78,12 pada kelompok
kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
penerapan model pembelajaran TTW (Think Talk
Write) berbantuan media gambar berseri berpengaruh
terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V
SD Gugus 1 Kecamatan Kediri,Tabanan Tahun
Ajaran 2013/2014.
Kekuatan Penelitian 1. Jurnal ini tebstraknya sudah jelas menggunakan
dua bahasa sehingga dengan membaca
abstraknya saja pembaca sudah dapat
mengetahui hasil penelitian tersebut
2. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang
signifikan terkait dengan tujuan yang sudah
ditetapkan sebelumnya
3. Menggunakan bahasa yang baku sesuai dengan
penulisannya
4. Pada jurnal ini terapat penutup atau kesimpulan
sehingga si pembaca dapat memahami secara
jurnal tersebut
5. Dari aspek ruang lingkup isi jurnal sudah sangat
jelas, tidak hanya satu pendapat ahli yang
dicantumkan dalam jurnal namun ada beberapa
sehingga pembaca lebih memahami isi dari
jurnal tersebut
Kelemahan Penelitian 1. Tidak terdapat nomor halaman, kota terbit dan
nomor ISSN.
Kesimpulan Perbedaan nilai ini terjadi karena adanya perbedaan
perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen
maupun kelas kontrol. Pada kelas eksperimen
diterapkan model pembelajaran Think Talk Write
berbantuan media gambar berseri. Kegiatan
pembelajarannya dirancang agar dapat merangsang,

12
membelajarkan, dan mengajak siswa untuk berpikir
secara kritis dalam rangka mencari dan menemukan
jawaban secara mandiri dari berbagai permasalahan
yang dipertanyakan. Dalam hal ini guru berperan
sebagai fasilitator dan membimbing siswa untuk
belajar. Permasalahan yang dijadikan topik diberikan
oleh guru dan selanjutnya siswa tetap diberikan
bimbingan jika menemukan kesulitan. Sedangkan
pada kelas kontrol diterapkan model pembelajaran
konvensional. Pembelajaran konvensional adalah
pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher
centered). Dalam pembelajaran ini siswa cenderung
pasif sedangkan guru yang aktif menstransfer ilmunya
kepada siswa. Guru memegang peranan penting dalam
pembelajaran, karena pembelajaran didominasi
ceramah oleh guru, siswa lebih banyak diberikan
hafalan daripada aplikasi sehingga siswa tidak
memiliki pengalaman belajarnya. Penerapan model
ini pada proses pembelajaran juga membantu
mengembangkan kemampuan intelektual sebagai
bagian dari proses mental, akibatnya dalam
pembelajaran siswa tidak hanya dituntut agar
menguasai pelajaran, tetapi bagaimana mereka dapat
menggunakan potensi yang dimilikinya, terlebih lagi
dengan belajar di luar kelas siswa dapat berinteraksi
langsung dengan lingkungan di luar kelas.

BAB IV

13
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Perbedaan nilai ini terjadi karena adanya perbedaan perlakuan yang
diberikan pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Pada kelas eksperimen
diterapkan model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media gambar
berseri. Kegiatan pembelajarannya dirancang agar dapat merangsang,
membelajarkan, dan mengajak siswa untuk berpikir secara kritis dalam rangka
mencari dan menemukan jawaban secara mandiri dari berbagai permasalahan
yang dipertanyakan. Dalam hal ini guru berperan sebagai fasilitator dan
membimbing siswa untuk belajar.
Permasalahan yang dijadikan topik diberikan oleh guru dan selanjutnya
siswa tetap diberikan bimbingan jika menemukan kesulitan. Sedangkan pada kelas
kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran konvensional
adalah pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered). Dalam
pembelajaran ini siswa cenderung pasif sedangkan guru yang aktif menstransfer
ilmunya kepada siswa. Guru memegang peranan penting dalam pembelajaran,
karena pembelajaran didominasi ceramah oleh guru, siswa lebih banyak diberikan
hafalan daripada aplikasi sehingga siswa tidak memiliki pengalaman belajarnya.
Penerapan model ini pada proses pembelajaran juga membantu
mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental,
akibatnya dalam pembelajaran siswa tidak hanya dituntut agar menguasai
pelajaran, tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya,
terlebih lagi dengan belajar di luar kelas siswa dapat berinteraksi langsung dengan
lingkungan di luar kelas.
1.2 Rekomendasi

Bagi Sebagian siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang


baik diharapkan kemampuan ini ditingkatkan sehingga para siswa dan untuk siswa
yang memiliki kemampuan pemecahan masalah sangat baik diharapkan mampu
mempertahankan kemampuan tersebut agar dapat menghadapi dan menyelesaikan
masalah dengan tepat baik di dalam pembelajaran maupun di dunia nyata.

DAFTAR PUSTAKA

14
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/article/view/3220
https://jtlee.ejournal.unri.ac.id/index.php/JTLEE/article/view/5394

( Diakses pada Kamis, 12 September 2019 )

15