Anda di halaman 1dari 3

NASKAH TUGAS LAB PPH II

UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2020/21.1

Fakultas : Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik


Program Studi : D-III Perpajakan
Kode/Nama MK : PAJA3353/Lab Pajak Penghasilan II
Tugas : 6
Nama : Abel Manuah
NIM : 041725484

No Soal Skor
1. PT Aman Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Industri Mebel. Pada
tahun 2019 memperoleh Penghasilan Netto sbb:
1. Penghasilan Netto Dalam Negeri Rp 2.500.000.000
2. Penghasilan dari Malaysia Rp 1.000.000.000 dengan tarif pajak sebesar 20%
3. Penghasilan dari Hongkong Rp.950.000.000 dengan tarif pajak sebesar 30%
Instruksi :
Hitunglah PPh Pasal 24 atau Kredit Pajak Luar Negeri maksimum yang diperkenankan
Tahun 2019! Gunakan tarif (pasal 17 ) dalam penghitungan pajak terutang.
Jawab :

Diketahui

Penghasilan Netto dalam negeri Rp. 2.500.000.000

Penghasilan negara Malaysia Rp. 1.000.000.000

Penghasilan negara Hongkong Rp. 950.000.000 50


Jumlah Penghasilan Luar Negeri Rp. 1.950.000.000

Jumlah Neto (Penghasilan Kena Pajak)

= Rp2.500.000.000 + Rp1.950.000.000

= Rp4.450.000.000

PPh Terutang (tarif pasal 17)

= Rp4.450.000.000 x 25%

= Rp1.112.500.000

Batas kredit pajak maksimum untuk masing-masing negara


Malaysia

= (Rp. 1.000.000.000 : Rp. 4.450.000.000) x Rp. 1.112.500.000

= Rp. 250.808.988

Pajak terutang di Malaysia adalah Rp. 200.000.000 (Rp. 1.000.000.000 x 20%)


maka maksimum kredit pajak yang dapat dikreditkan adalah Rp. 200.000.000

Hongkong

= (Rp. 950.000.000 : Rp. 4.450.000.000) x Rp. 1.112.500.000

= Rp. 240.168.539

Pajak terutang di Hongkong adalah Rp285.000.000 (Rp950.000.000 x 30%) maka


maksimum kredit pajak yang dapat dikreditkan adalah Rp240.168.539

Jumlah Kredit Pajak Luar Negeri maksimum yang diperkenankan Tahun 2019

PPh Pasal 24

= Rp. 200.000.000 + Rp240.168.539

= Rp. 440.168.539

2. PT Maju Selangkah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Industri Sepatu.


Pada tahun 2019 memperoleh Penghasilan Netto sbb:
1. Penghasilan Netto Dalam Negeri (Rp.500.000.000)
2. Penghasilan dari Thailand Rp.800.000.000 dengan tarif pajak sebesar 25%
3. Penghasilan dari Hongkong Rp.750.000.000 dengan tarif pajak sebesar 20%
Instruksi :
Hitunglah PPh Pasal 24 atau Kredit Pajak Luar Negeri maksimum yang diperkenankan
Tahun 2019! Gunakan tarif (pasal 17 ) dalam penghitungan pajak terutang.

Diketahui

Penghasilan dalam negeri Rp. 500.000.000 50


Penghasilan negara Thailand Rp. 800.000.000
Penghasilan negara Hongkong Rp. 750.000.000
Jumlah Penghasilan Luar Negeri Rp. 1.550.000.000
Jumlah Neto (Penghasilan Kena Pajak)
= Rp. 500.000.000 + Rp. 1.550.000.000
= Rp. 2.050.000.000
PPh Terutang (tarif pasal 17)
= Rp. 2.050.000.000 x 25%
= Rp. 512.500.000
Batas kredit pajak maksimum untuk masing-masing negara

Thailand
= (Rp. 800.000.000 : Rp. 2.050.000.000) x Rp. 512.500.000
= Rp. 200.000.000
Pajak terutang di Thailand adalah Rp. 200.000.000 (Rp. 800.000.000 x 25%) maka
maksimum kredit pajak yang dapat dikreditkan adalah Rp. 200.000.000

Hongkong
= (Rp. 750.000.000 : Rp. 2.050.000.000) x Rp. 512.500.000
= Rp. 187.500.000
Pajak terutang di Hongkong adalah Rp. 150.000.000 (Rp750.000.000 x 20%) maka
maksimum kredit pajak yang dapat dikreditkan adalah Rp150.000.000
Jumlah Kredit Pajak Luar Negeri maksimum yang diperkenankan Tahun 2019

PPh Pasal 24
= Rp. 200.000.000 + Rp. 150.000.000
= Rp. 350.000.000

Anda mungkin juga menyukai