Anda di halaman 1dari 14

Disusun oleh:

Dedi kurniawan
Nofrizar
M.reza fahlefi
Pengertian Umum
Didalam dunia teknik sipil kita mengenal
tedapat dua macam aliran sedimen. Yang
pertama adalah aliran sedimen biasa
dimana didalam alirannya masih dapat
terlihat antara sedimen dengan air yang
membawa sedimennya.

Contoh dari aliran ini adalah aliran sungai.


Yang kedua adalah aliran sedimen
berkonsentrasi tinggi, yaitu aliran yang
bergerak seperti fluida. Aliran ini
mengandung konsentrasi sedimen yang
sangat tinggi dan bersifat destruktif. Aliran
sediment berkonsentrasi tinggi dapat
disebabkan karena intensitas hujan yang
tinggi, runtuhan salju, gunung berapi, dan
aktivitas manusia

Contoh dari aliran ini adalah mudflood, mud


flow, dan debris flow.
Mudfloods
adalah tipe aliran sedimen berkonsentrasi
tinggi dimana partikel-partikel pengisinya
bersifat non kohesif (pasir). Kandungan
pasirnya (Cv) berkisar sampai 40 %. Mud
floods bersifat turbulen. Mud floods
merupakan aliran yang sangat kental.
Kecepatan alirannya sangat tinggi dan
seringkali bersifat super kritis (Fr > 1).
Cara Penanggulangan
Cara penanggulangan mud flood dapat
dilakukan dengan channel lining with
concrete atau riprap grouting.
Juga dapat digunakan debris fences
(pagar untuk aliran debris), deflectors, dan
sabo dams.
Mud flow
Mudflows merupakan airan sedimen
berkonsentrasi tinggi dimana sedimen yang
mengisinya adalah silts dan clay (< 0.0625 mm).

Mudflows mempunyai ciri seperti aliran fluida


yang kental. Berdasarkan penelitian
laboratorium volume sedimen yang terkandung
dalam mudflows adalah sebesar 45 % < Cv < 55
% (O’Brien, 1986).
Mudflows memiliki kekentalan yang sangat
tinggi dan dapat melaju pada jarak yang cukup
jauh pada kemiringan yang tidak curam dengan
kecepatan yang rendah dan meninggalkan
endapan-endapan pada daerah yang dilaluinya.
Fr mudflow rendah.

Cara penanganan mudflow dapat dilakukan


dengan deflection walls.
Debris Flow
Debris flow, sering disebut dengan mudslides
(longsoran lumpur), mudflows (aliran lumpur),
lahar, atau longsoran, merupakan tipe tanah
longsor berkecepatan tinggi.

Debris flow biasanya terjadi selama periode


hujan lebat atau longsoran salju. Debris flow
biasanya terjadi pada perbukitan yang curam
yang kecepatannya sekitar 10 mil per jam dan
dapat mencapai 35 mil per jam.
Debris flow mempunyai daya hancur yang tinggi.
Aliran debris dapat mengangkut batuan besar,
pepohonan, bahkan mobil dan apabila aliran ini
masuk ke dalam saluran maka daya hancurnya
dapat meningkat.
Daya rusak aliran debris yang paling besar
terjadi apabila pada aliran tersebut adalah
letusan dari gunung berapi. Contohnya
adalah letusan gunung St. Helen yang
terjadi pada tahun 1980 di Amerika
Serikat.

Umumnya ada 3 penyebab aliran debris


yaitu: progressive erosion, block landslide
dan debris dam collapse. Masing-masing
tipe selanjutnya mengalir dalam bentuk
aliran debris.
Progressive erosion dan block landslides,
khususnya soil slips yang terjadi di
channel daerah pegunungan dan lereng
yang curam dapat dipicu oleh curah hujan
dengan berbagai variasi, dengan frekuensi
yang berbeda dari aspek waktu dan
tempatnya
Area-area Yang Berbahaya
• Terdapat beberapa area yang rawan terkena
imbas dari aliran sedimen berkonsentrasi tinggi.
Area-area tersebut adalah:

Daerah bawah bukit, saluran sungai, dan area-


area yang dekat dengan outlet dari bukit atau
sungai merupakan area yang berbahaya.
Daerah kaki bukit
Daerah persimpangan jalan dan daerah galian.
Daerah saluran untuk runoff