Anda di halaman 1dari 7

Nama :Ilqham Firmanzyah NIM :19306144023 Kelas :Fisika E

Praktikum 10
Geiger-Muller Counter
Tujuan Eksperimen:

➢ Menjabarkan prinsip kerja detektor Geiger-Muller


➢ Mengidentifikasi perbedaan radiasi latar dan radiasi dari sumber radioaktif
➢ Menentukan waktu paruh berdasarkan data percobaan
➢ Mengidentifikasi pengaruh jenis dan jumlah barrier/penghalang terhadap cacah radiasi
➢ Menentukan jenis sumber radiasi yang tak-diketahui

Langkah Percobaan:

1. Go to https://www.gigaphysics.com/gmtube_lab.html
2. Eksplorasi semua tab/tombol/grafik yang ada pada simulator selama 5 menit

I. Percobaan Penentuan Waktu Paruh Ba-137m


Bagian 1: Pengukuran Radiasi Latar

1. Pertama, kita perlu menghitung radiasi di udara, gedung, dan lain-lain, selain dari sumber
radioaktif. Untuk mengukur radiasi latar, set “Radiation source” ke “none (background)”,
“Type of barrier” ke “none”, dan “Count Duration” ke “10 seconds”.
2. Klik “Start Count” untuk mulai menghitung jumlah partikel latar yang menumbuk counter
dalam 10 detik. Setelah setelah mencacah, tulis hasilnya!
Radiasi latar: 9 cacah dalam 10 detik

Bagian 2: Pengumpulan Data

Silakan baca petunjuk berikut untuk keseluruhan bagian 2. Pada bagian ini, Anda akan melakukan
pengukuran dengan cepat, hanya terpisah beberapa detik saja. Jadi, sebaiknya Anda tahu apa yang
akan dilakukan sebelumnya.

➢ Ubah “Radiation source” menjadi “Ba-137m”. “Type of barrier” dan “Count duration” biarkan
seperti di bagian 1.
➢ Klik “New Ba-137m Source” untuk memastikan bahwa sumber yang digunakan cukup kuat
untuk mendapatkan cacahan yang maksimal. Ba-137m memiliki waktu paruh beberapa
menit saja, sehingga akan menghilang dengan cepat.
➢ Klik “Show timer” untuk memulai waktu. Segera setelah itu, klik “Start count” untuk
menghitung jumlah cacahan Ba-137 dalam 10 detik. Masukkan hasilnya pada table di bawah.
Cacahan ini masuk pada kolom “termasuk latar” karena belum dikurangi dengan cacahan
latar yang dihitung di bagian 1.
➢ Ulangi percobaan ini setiap 30 detik selama 8 menit ke depan, sambil mengisi setiap baris di
table. Catatan penting: Pastikan jarak antar percobaan adalah 30 detik, jangan tunggu 30 detik
Nama :Ilqham Firmanzyah NIM :19306144023 Kelas :Fisika E

setelah selesai cacahan untuk melakukan percobaan baru. Dengan kata lain, Anda harus
meng-klik tombol “Start count” saat 0:30, 1:00, 1:30, dan seterusnya.

Jarak waktu (s) Cacahan dalam 10 detik Cacahan dalam 10 detik


(termasuk latar) (tidak termasuk latar)
0 1082 1073
30 920 911
60 862 853
90 726 717
120 718 709
150 691 682
180 558 549
210 510 501
240 479 470
270 436 427
300 418 409
330 369 360
360 335 326
390 312 303
420 276 267
450 251 242
480 215 206

➢ Ingat, bahwa hasil cacahan di atas bukan seluruhnya berasal dari Ba-137m. Jadi, berapakah
cacahan aslinya tanpa cacah latar? Tulis jawabannya di kolom ke-3 pada table di atas!
Bagian 3: Pengolahan data

Buatlah grafik cacahan Ba-137m per 10 detik (tidak termasuk latar) vs waktu pada MS Excel atau
sejenisnya, lalu copy-paste kan grafiknya di sini! Buat garis yang menghubungkan semua titik data
untuk melihat kecenderungannya!

Grafik Cacahan Ba-137 m per 10 detik (


Tidak Termasuk Latar ) dengan Jarak Waktu
1200
Cacahan dalam 10 detik
(tidak termasuk latar)

1000
800
600
400
200
0
0 100 200 300 400 500 600
Jarak Waktu ( S )
Nama :Ilqham Firmanzyah NIM :19306144023 Kelas :Fisika E

Bagian 4: Analisis Data: menentukan waktu paruh

Pada detik ke berapa cacahan dalam 10 detik dari sumber Ba-137m bernilai 400? Pada waktu 300

Pada detik ke berapa cacahan dalam 10 detik dari sumber Ba-137m bernilai 200? Pada waktu 480

Dari kedua data di atas, berapakah waktu paruh Ba-137m? Pada waktu 180

Jika Anda menentukan waktu paruh dari penurunan cacahan dalam 10 detik dari 600 ke 300, berapa
hasilnya? Apakah berbeda? Jelaskan alasannya!

Dengan menggunakan rumus waktu paruh :


𝑡
𝑁𝑡 1 𝑇1/2
=( )
𝑁𝑜 2

Diketahui :
𝑁𝑡 = 300
𝑁𝑜 = 600
𝑡 = 240 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛

Ditanya : 𝑇1/2 ?
Jawab :
𝑡
𝑁𝑡 1 𝑇1/2
=( )
𝑁𝑜 2
240
300 1 𝑇1/2
=( )
600 2
240
1 1 𝑇1/2
( )=( )
2 2
240
1 1 1 𝑇1/2
( ) =( )
2 2
240
1=
𝑇1/2
Maka waktu paruh 𝑇1 adalah 240 sekon.
2
Dapat disimpulkan bahwa waktu paruh dari penurunan cacahan /10 detik dari 600 ke 300
tidak sama dengan waktu paruh dari penurunan cacahan /10 detik dari 400 ke 200
dikarenakan jumlah sumber Ba=137m yang meluruh berbeda dengan setengah jumlah dari
sumber Ba-137m mula mula.

Misalkan Anda memiliki sumber Ba-137m yang jauh lebih besar yang menghasilkan 16000 cacahan
dalam 10 detik. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari percobaan ini, berapa lama waktu yang
diperlukan hingga sumber tersebut hanya menghasilkan 2000 cacahan dalam 10 detik? Jelaskan dari
mana Anda memperoleh jawaban tersebut!
Nama :Ilqham Firmanzyah NIM :19306144023 Kelas :Fisika E

Dengan menggunakan rumus waktu paruh :


𝑡
𝑁𝑡 1 𝑇1/2
=( )
𝑁𝑜 2

Diketahui :
𝑁𝑡 = 2000
𝑁𝑜 = 16000
𝑡 = 240 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛

Ditanya : 𝑇1/2 ?
Jawab :
𝑡
𝑁𝑡 1 𝑇1/2
=( )
𝑁𝑜 2
240
2000 1 𝑇1/2
=( )
16000 2
240
1 1 𝑇1/2
( )=( )
8 2
240
3
1 1 𝑇1/2
( ) =( )
2 2
240
3=
𝑇1/2
Maka waktu paruh 𝑇1 adalah 80 sekon.
2
Maka dapat disimpulkan bahwa menghasilkan 2000 cacahan/10 detik dalam waktu 80 sekon

II. Penentuan Sumber Radiasi


Bagian 1: Mengukur Radiasi Latar

1. Pertama, kita perlu menghitung radiasi di udara, gedung, dan lain-lain, selain dari sumber
radioaktif. Untuk mengukur radiasi latar, set “Radiation source” ke “none (background)”,
“Type of barrier” ke “none”, dan “Count Duration” ke “30 seconds”.
2. Klik “Start Count” untuk mulai menghitung jumlah partikel latar yang menumbuk counter
dalam 30 detik. Setelah setelah mencacah, tulis hasilnya!
Radiasi latar: 22 cacah dalam 30 detik

Bagian 2: Radiasi Alpha

➢ Nanti Anda akan diminta untuk mengidentifikasi sumber radiasi tak-diketahui, apakah alpha,
beta atau gamma. Untuk itu, Anda harus mengetahui bagaimana setiap jenis radiasi tersebut
dipengaruhi oleh barrier/penghalang seperti cardboard (kardus), lead (timbal), dll. Mulailah
dengan mengubah “Radiation source” menjadi “alpha”. “Type of barrier” dan “Count
duration” dapat dibiarkan seperti di bagian 1.
Nama :Ilqham Firmanzyah NIM :19306144023 Kelas :Fisika E

➢ Klik “Start count” untuk menghitung jumlah cacahan, kemudian masukkan hasilnya pada
table di bawah. Cacahan ini masuk pada kolom “termasuk latar” karena belum dikurangi
dengan cacahan latar yang dihitung di bagian 1.
➢ Untuk mengetahui pengaruh penghalang terhadap radiasi alpha, ubah “Type of barrier”
menjadi “cardboard” dan “Number of barriers” ke “1”. Klik “Start count” lagi untuk
menghitung cacahan dengan satu kardus penghalang antara sumber alpha dan detector. Tulis
datanya!
➢ Ulangi percobaan hingga semua kolom di table terisi. Terkadang, cacahan alpha jumlahnya
lebih sedikit daripada cacahan latar. Hal ini dikarenakan simulasi ini diprogram untuk
memvariasikan cacahan secara random, seperti di dunia nyata. Jika ini terjadi, tulis 0 pada
kolom cacahan tidak termasuk background.

Jenis Cacahan dalam 30 detik Cacahan dalam 30 detik


Jumlah Penghalang
Penghalang (termasuk latar) (tidak termasuk latar)
Tidak ada -- 679 657
Cardboard 1 246 224
Cardboard 3 56 34
Cardboard 5 28 6
Plastic 1 122 100
Plastic 3 34 12
Plastic 5 26 4
Lead 1 32 10
Lead 3 26 4
Lead 5 22 0

➢ Berdasarkan data di atas, seberapa sulitkah menghalau radiasi alpha? Tidak terlalu Sulit
➢ Penghalang apa yang lebih efektif? Penghalang yang terbuat dari Timbal
➢ Penghalang apa yang kurang efektif? Penghalang yang terbuat dari Cardboard

Bagian 3: Radiasi Beta

Ubah “Radiation source” menjadi “beta” lalu ulangi percobaan sebelumnya!

Jenis Cacahan dalam 30 detik Cacahan dalam 30 detik


Jumlah Penghalang
Penghalang (termasuk latar) (tidak termasuk latar)
Tidak ada -- 1080 1058
Cardboard 1 996 974
Cardboard 3 760 738
Cardboard 5 609 587
Plastic 1 441 419
Plastic 3 107 85
Plastic 5 50 28
Lead 1 65 43
Nama :Ilqham Firmanzyah NIM :19306144023 Kelas :Fisika E

Lead 3 34 12
Lead 5 24 2

➢ Berdasarkan data di atas, seberapa sulitkah menghalau radiasi beta? Lebih Sulit dari Alpha
➢ Penghalang apa yang lebih efektif? Penghalang yang terbuat dari Timbal
➢ Penghalang apa yang kurang efektif? Penghalang yang Terbuat dari Cardboard

Bagian 4: Radiasi Gamma

Ubah “Radiation source” menjadi “gamma” lalu ulangi percobaan sebelumnya!

Jenis Cacahan dalam 30 detik Cacahan dalam 30 detik


Jumlah Penghalang
Penghalang (termasuk latar) (tidak termasuk latar)
Tidak ada -- 1180 1158
Cardboard 1 1179 1157
Cardboard 3 1152 1130
Cardboard 5 1116 1094
Plastic 1 1100 1078
Plastic 3 1049 1027
Plastic 5 999 977
Lead 1 878 856
Lead 3 514 492
Lead 5 306 284

➢ Berdasarkan data di atas, seberapa sulitkah menghalau radiasi gamma? Lebih Sulit dari Alpha dan
Betha
➢ Penghalang apa yang lebih efektif? Penghalang yang terbuat dari Timbal
➢ Penghalang apa yang kurang efektif? Penghalang yang terbuat cardboard

Bagian 5: Analisis Data: mengidentifikasi sumber tak diketahui

➢ Sekarang, Anda sudah mengetahui bagaimana setiap radiasi dipengaruhi oleh jenis penghalang
yang berbeda, sehingga Anda dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengidentifikasi
sebuah sumber radiasi. Untuk memulainya, ubah “Radiation source” ke “unknown source”.
➢ Ulangi percobaan sebelumnya tanpa batasan jenis dan jumlah penghalang yang digunakan.
Anda bebas mencoba berbagai variasi sesuai dengan pengetahuan Anda, hingga Anda dapat
mengidentifikasi sumber tersebut.
Jenis Cacahan dalam 30 detik Cacahan dalam 30 detik
Jumlah Penghalang
Penghalang (termasuk latar) (tidak termasuk latar)
Tidak ada -- 1109 1087
Cardboard 1 971 949
Cardboard 3 745 723
Nama :Ilqham Firmanzyah NIM :19306144023 Kelas :Fisika E

Cardboard 5 605 583


Plastic 1 460 438
Plastic 3 103 81
Plastic 5 35 13
Lead 1 66 44
Lead 3 36 14
Lead 5 27 5

➢ Bedakan hasil sumber tak diketahui dengan hasil dari percobaan radiasi alpha, beta dan
gamma. Berdasarkan data-data tersebut, jenis sumber apakah “unknown source” itu?

Jenis Radiasi :Apabila diamati data yang didapat pada table diatas,maka merupakan jenis
radiasi Betha
Alasan :
Karena dari Segi jumlah cacahan Per 30 detik nya mirip dengan data radiasi Betha.

Bagian 6: Aplikasikan pengetahuan Anda

➢ Banyak detector asap yang mengandung sedikit isotop Americium-241, yang memancarkan
radiasi alpha. Apakah orang yang berjalan di bawah detector asap tersebut terancam bahaya
tertembak oleh partikel alpha? Jelaskan jawaban Anda berdasarkan pengalaman eksperimen
yang telah dilakukan di atas!
Apabila ada orang berjalan dibawah detector asap dan detector tersebut asap tersebut belum
kadaluarsa tidak akan terancam bahaya karena kandungan Americium-241 rendah, namun
apabila sudah kadaluarsa kemungkinan kandungan Americium-241 tinggi dan dampaknya
sangat serius untuk pemancar alfa, jika terhirup Americium-241 dieksresikan dalam beberapa
hari dan hanya 0.05% yang diserap di dalam darah. Dari sana kira kira 45% ke tulang dan
10% sisanya dikeluarkan dan dapat menyebabkan kanker.

Anda mungkin juga menyukai