Anda di halaman 1dari 4

NAMA : RIZKI AZKA FIHI AGHNIA

NIM : 2103423004
KELAS : BM RPL

TUGAS 2 – SISTEM KOMUNIKASI SELULER


1. Jelaskan, bagaimana dan apa saja prosedur LTE data roaming pada 4G (lengkapi
dengan arsitekturnya)!
2. Mengapa terjadi prosedure CSFB pada pentransmisian suara di 4G LTE?
Bagaimanakah prosedure dan arsitektur dari CSFB tersebut? Jelaskan jawaban anda!
3. Jelaskan bagaimana skenario dan strategi implentasi VOLTE untuk sistem
telekomunikasi (penjelasan dilengkapi dengan gambar VOLTE Network
configuration)!
4. Apa yang dimaksud dengan SRVCC? Kapan diperlukan SRVCC? Jelaskan jawaban
anda!
5. Apa yang dimaksud dengan eSRVCC? Apa perbedaannya dengan SRVCC? Jelaskan!

JAWABAN

1.

LTE Data Roaming pada 4G terdapat 2 jenis, yakni Home Routed dan Local Breakout
dan keduanya diatur oleh DEA (Diameter Edge Agent).
• Home Routed
Pada Home Routed, proses komunikasi, billing dan charging dilakukan oleh Home
PLMN (HPLMN). Operator HPLMN harus sudah melakukan kerja sama dengan
operator Visited PLMN (VPLMN) sehingga pada sisi MME bagian pensinyalan
dihubungkan ke HSS untuk mengkonfirmasi bahwa pengguna merupakan pelanggan
dari operator HPLMN. Proses komunikasi akan dilakukan oleh Home PGW
(HPGW) setelah pengguna terkonfirmasi sebagai pelanggan operator HPLMN dan
proses billing dan charging dilakukan oleh Home PCRF (HPCRF).
• Local Breakout
Pada Local Breakout, proses komunikasi, billing dan charging dilakukan oleh
VPLMN. Operator HPLMN harus sudah melakukan kerja sama dengan operator
VPLMN sehingga pada sisi MME bagian pensinyalan dihubungkan ke HSS untuk
mengkonfirmasi bahwa pengguna merupakan pelanggan dari operator HPLMN.
Proses komunikasi akan dilakukan oleh Visited PGW (VPGW) setelah pengguna
terkonfirmasi sebagai pelanggan operator HPLMN dan proses billing dan charging
dilakukan oleh Visited PCRF (VPCRF).

Pengguna yang sedang roaming dapat memilih untuk memakai Home Routed atau
Local Breakout ataupun keduanya berdasarkan service access policiesnya.

2. CS Fallback terjadi ketika pelanggan yang sedang berada di jaringan 4G menggunakan


E-UTRAN hendak melakukan panggilan suara menggunakan pulsa sehingga harus
dipindahkan ke jaringan 2G (GERAN) atau 3G (UTRAN) dan operator yang dimana si
pengguna berlangganan memiliki jaringan-jaringan legacy (2G dan 3G).
• Arsitektur CSFB

• Prosedur CSFB
Terdapat 3 tahap pada prosedur CSFB, yakni:
1. Measurement Phase
eNodeB mengirim konfigurasi pengukuran inter-RAT dan User Equipment (UE)
melakukan pengukuran inter-RATnya. Kadangkala, eNodeB melakukan blind
procedure.
2. Decision Phase
eNodeB memeriksa hasil pengukuran inter-RAT yang dilakukan oleh UE dan
membuat sebuah daftar kandidat sel.
3. Handover Execution
eNodeB menjalankan proses CSFB sehingga UE bisa melakukan panggilan
suara di sel yang terpilih. Layanan-layanan PS yang sedang berjalan pada UE
dapat dipindahkan juga ke sel yang terpilih atau ditahan di sel sebelumnya.

3. VoLTE Network Configuration

• Strategi implementasi VoLTE


1. Multi-Mode Single Stand-by
Pada mode ini, pengguna di jaringan 4G sudah mendapatkan coverage VoLTE
saat melakukan panggilan suara.
a. Voice over LTE (VoIMS + SRVCC)
Menyediakan VoLTE berbasis IMS dan mendukung interworking PS/CS
antara LTE dan 2G/3G.
b. Voice over CS/CSFB
Terdapat 2 jenis, yakni:
• CSFB (LTE terlebih dahulu)
Pindah dari LTE ke 2G atau 3G jika ingin melakukan panggilan suara.
• CSFB (2G/3G terlebih dahulu)
Pindah dari 2G atau 3G ke LTE jika memerlukan layanan data.
2. Multi-Mode Dual Stand-by (Single-USIM Terminal)
Pada mode ini UE mengakses jaringan 2G/3G dan LTE secara bersamaan.
Jaringan 2G/3G untuk layanan suara dan jaringan LTE atau 3G untuk layanan
data.
4. SRVCC atau Single Radio Voice Call Continuity adalah sebuah perangkat lunak yang
diinstal di sisi RAN, IMS serta MSS/MGW yang memungkinkan terjadinya Inter-RAT
handover dan juga handover PS ke CS tanpa adanya jeda saat pengguna melakukan
panggilan suara. SRVCC diperlukan ketika pengguna sedang melakukan panggilan
suara dan bergerak dari E-UTRAN ke UTRAN atau GERAN secara bersamaan.
• Flow Control SRVCC

5. E-SRVCC atau Enhanced SRVCC adalah pengembangan SRVCC yang dirasa belum
cukup ideal. Dengan adanya E-SRVCC, proses handover akan semakin mulus dan
semakin tidak terasa oleh pengguna.
Pada eSRVCC, tidak ada transaksi pensinyalan yang dibawa hingga ke IMS Home
Network, cukup ditangani oleh ATGW/ATCF visited network dimana pengguna sedang
roaming. Jadi secara penggunaan pensinyalan dan trunk lebih hemat. Akan tetapi perlu
network function baru yaitu ATCF dan ATGW (ATCF untuk controllernya, ATGW
untuk payloadnya).
• Flow Control E-SRVCC