Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS

ABSES PERIANAL DENGAN DIABETES MELITUS

Disusun Oleh :
dr. Nur Agami

Pemiming :
Dr. Esther MeylinaSi#ahutar
NIP. $%&5(5$)*($$($*((%

PEMERINTA+ KABUPATEN LEBONG


DINAS KESE+ATAN
TA+UN *($5
BAB I
PENDA+ULUAN

Laporan Kasu s 1
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

$.$ Latar Belakang


Abses Perianal merupakan akumulasi nanah di sekitar anus dan rektum.
Tingkat keparahan dan kedalaman suatu abses beragam, dan rongga abses sering
dikaitkan dengan pembentukan fistula. Kebanyakan abses dan fistula anorektal
merupakan manifestasi akut dan kronik dari kondisi patologis yang sama, suatu
infeksi yang berasal dari kelenjar kanalis anus. Diagnosis maupun penatalaksanaan
dari abses anorektal tidak hanya memerlukan pengertian dari etiologi dan
 patofisiologi tetapi dari anatomi regional dan rute penyebaran infeksi. Tindakan
 bedah yang dilakukan atas diagnosis yang tidak tepat dan kesalapahaman tentang
hubungan dari proses infeksi dan mekanisme sfingter ani dapat mengakibatkan
 pemberantasan infeksi yang tidak sempurna dan/atau gangguan permanen fungsi
anorektal.
Puncak insidensi dari abses anorektal adalah pada dekade tiga dan keempat.
Pria lebih sering terkena daripada wanita, dengan rasio !1 sampai dengan 3!1.
$ekitar 3%& dari pasien dengan abses anorektal mempunyai riwayat abses serupa
yang sembuh dengan spontan atau memerlukan intervensi bedah. (nsidensi yang
lebih tunggu dari pembentukan abses tampaknya berkait dengan musim semi dan
musim panas.
)alaupun demografi menunjukan perbedaan yang jelas dalam terjadinya
abses anorektal yang berhubungan dengan usia dan jenis kelamin, tidak ada pola
yang jelas diberbagai wilayah atau negara di dunia. )alaupun diperkirakan ada
hubungan langsung dari pembentukan abses anorektal dengan kebiasaan buang air 
 besar, diare, dan higiene pribadi yang buruk namun hingga sekarang belum ada
bukti kongkrit. Terjadinya abses anorektal pada bayi juga cukup umum.
*ekanismenya

kurang dipahami tetapi tidak berkaitan dengan konstipasi. +ntungnya, kondisi ini
cukup jinak pada bayi, jarang memerlukan intervensi operasi pada pasien ini selain
drainase sederhana.

BAB II
ILUSTRASI KASUS

Laporan Kasu s 2

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 2/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

*.$ Identitas Pasien


 ama ! Tn. F
enis Kelamin ! aki0aki
+sia ! 12 Tah un
Alamat ! K ampung 3 andum
Agama ! (s lam
Tanggal datang ! 1 Desember %12
enis Pembiayaan ! amkesmas

*.* Anamnesis
Keluhan Utama
4enjolan pecah di sekitar lubang pantat.
Ri-ayat Penyakit Sekarang:
5s datang ke (3D Puskesmas *uara Aman mengeluh terdapat benjolan
 pecah di sekitar lubang pantat sudah 6 hari yang lalu. 5s mengatakan bejolan
awalnya berukuran seperti kelereng sekarang membesar sebesar telur ayam
kampung. $ekarang benjolan sudah pecah, benjolan terasa gatal, nyeri, panas dan
kemerahan. 5s mengaku benjolan sering mengeluarkan nanah. 5s merasa tidak 
nyaman saat duduk dan ketika 4A4 terasa sakit, 4A4 tidak ada darah. 4AK lancar.
3 hari sebelumnya 5s demam, tetapi sekarang tidak ada demam. 5s juga
mengatakan
 badannya lemas dan tidak napsu makan sejak 6 hari ini.

Ri-ayat Penyakit Dahulu


Pasien mengatakan keluhan yang dialaminya sekarang pernah terjadi sekitar 
 bulan yang lalu, tetapi tidak parah seperti sekarang. 5s mempunyai riwayat
 penyakit D* dan selama ini kadar gula pasien sekitar %% dan os juga mempunyai
riwayat hipertensi dengan tensi biasanya 17%/8%.

Ri-ayat Penyakit Keluarga


Dikeluarga tidak ada yang mengalami seperti ini.
Ri-ayat Alergi:
Tidak ada keluhan / riwayat alergi.
Ri-ayat Pengatan
Pasien biasanya mengkonsumsi obat!
*etformin 91

:aptopril 2mg 191

Laporan Kasu s 3

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 3/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

*./ Pemeriksaan 0isik 1di #eriksa $ Desemer *($52


Status Generalisasi
Keadaan +mum ! Tampak sakit sedang, kesadaraan compos mentis.
 3:$ ;7*1<2
TD !16%/1%% m mhg
Frekuensi adi ! =% 9/menit, reguler, isi cukup
Frekuensi afas ! %9/menit
$uhu ! 31 ,6 o:
4erat 4adan ! =6, kesan gi>i lebih
Kepala ! Deformitas ?0@, massa ?0@, normosefali
)ajah ! Kesan paresis saraf kranialis ?0@
ambut ! urus, hitam, penyebaran merata, tidak mudah dicabut
Kulit ! (kterik ?0@, kering ?0@, infeksi kulit ?0@
*ata !$klera ikterik ?0/0@, konjungtiva anemis ?0/0@, pupil bulat
isokor 3mm/3mm, nistagmus ?0/0@
Telinga !iang telinga lapang, serumen B/Bminimal, sekret 0/0,
membran tymphani hiperemis 0/0, retraksi 0/0
Cidung ! Deformitas ?0@, mukosa hiperemis 0/0, deviasi septum ?0@,

sekret 0/0
Tenggorokan ! uvula di tengah, faring hiperemis ?0@, tonsil T10T1
eher ! P embesaran K 34 ? 0@
Paru !
(nspeksi ! $imetris pada inspirasi dan ekspirasi, retraksi ?0@
Palpasi ! ;kspansi $imetris, fremitus kanankiri
Perkusi ! $onor/sonor 

Auskultasi ! <esikular B/B , honki 0/0 , )hee>ing 0/0


antung !
(nspeksi ! Pulsasi ictus cordis terlihat
Palpasi ! (ctus cordis teraba di (:$ (<, linea midclavicularis
sinistra Perkusi ! 4atas jantung Atas ! (: ((
sinistra
Kanan ! inea parasternalis dekstra
Kiri ! 1 cm lateral linea midclavicularis sinistra

Auskultasi ! $1 dan $ regular, murmur ?0@, gallop ?0@


Abdomen !

Laporan Kasu s 4

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 4/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

(nspeksi ! Datar 
Auskultasi! 4ising usus ?B@ ormal
Palpasi ! $upel, nyeri tekan ?B@, hepar dan lien tidak
teraba Perkusi ! Timpani di seluruh lapangan abdomen
;kstremitas ! Akral hangat, edema 0/0
Status Lkalis anus

 (nspeksi

Tampak eritem ?B@, udem ?B@, pus ?B@


 Palpasi
 yeri tekan ?B@, teraba hangat ?B@
 +kuran sekitar 6 cm

*.) Pemeriksaan Penun3ang


3D$ ! 11

*.5 Diagnsa Banding


1. Abses perianal
. Furunkel

*.5 Diagnsa Ker3a


Abses perianal dengan Diabetes *elitus

*.4 Penatalaksanaan
Nn medikamentsa:
0 (nsisi dan drainase abses
0 3anti perban 91
0 *enjaga kebersihan bagian perianal0anus saat selesai 4A4
0 *enjaga pola makan

Medikamentsa

0 (<FD  % tpm

Laporan Kasu s 5

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 5/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

0 (nj. anitidin 91 amp


0 (nj. Keterolac 91 amp
0 5mepra>ole 91
0 $ukralfat 391 cth
0 *etformin 91
0 :aptopril 2 mg 91
0 *etronida>ole 2%% mg 391

BAB III
TIN5AUAN PUSTAKA

/.$ Ases Perianal


/.$.* De6inisi
Abses perianal adalah infeksi pada ruang pararektal. Abses ini kebanyakan
akan mengakibatkan fistula. Abses perianal merupakan infeksi pada jaringan lunak 
sekitar saluran anal, dengan pembentukan abses rongga diskrit. Tingkat keparahan
dan kedalaman dari abses cukup variabel, dan rongga abses sering dikaitkan dengan
 pembentukan saluran fistulous.

Abses perianal mudah diraba pada batas anus dengan kulit perianal,

sebaliknya abses anorektal yang terletak lebih dalam dapat diraba melewati dinding

Laporan Kasu s 6

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 6/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

rectum atau lebih lateral yaitu di bokong. Abses perianal biasanya tidak disertai
demam, lekositosis atau sepsis pada pasien dengan imunitas yang baik. Dengan
 penyebaran dan pembesaran abses yang mengakibatkan abses mendekati permukaan
kulit, nyeri yang dirasakan memburuk. yeri memburuk dengan mengedan, batuk  
atau bersin, terutama pada abses intersfingter. Dengan perjalanan abses, nyeri dapat
mengganggu aktivitas seperti berjalan atau duduk.

*.* Etilgi
Abses perianal merupakan gangguan sekitar anus dan rectum, dimana
sebagian besar timbul dari obstruksi kripta anal. (nfeksi dan stasis dari kelenjar dan
sekresi kelenjar menghasilkan supurasi dan pembentukan abses dalam kelenjar
anal. 4iasanya, abses terbentuk awal E awal dalam ruang intersfingterik dan
kemudian ke ruang potensial yang berdekatan. +mumnya bakteri seperti
stafilokokus dan
;scherichia coli adalah penyebab paling umum. (nfeksi jamur
kadang0kadang menyebabkan abses. *asuknya bakteri ke daerah sekitar anus dan
rektum.

*./ Pat6isilgis
Abses perianal terbentuk akibat berkumpulnya nanah di jaringan bawah
kulit daerah sekitar anus. anah terbentuk akibat infeksi kuman/bakteri karena
kelenjar di daerah tersebut tersumbat. 4akteri yang biasanya menjadi
penyebab adalah
;scherichia coli dan spesies ;nterococcus. Kuman/bakteri yang berkembang biak di
kelenjar yang tersumbat lama kelamaan akan memakan jaringan sehat di sekitarnya
sehingga membentuk nanah. anah yang terbentuk makin lama makin banyak 
sehingga akan terasa bengkak dan nyeri, inilah yang disebut abses perianal. Pada
http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 7/20
Laporan Kasu s 7
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

 beberapa orang dengan penurunan daya tubuh misalnya penderita diabetes militus,
C(</A(D$, dan penggunaan steroid ?obat anti radang@ dalam jangka waktu lama,
ataupun dalam kemoterapi akibat kanker biasanya abses akan lebih mudah terjadi.

Kebanyakan abses perianal bersifat sekunder terhadap proses supuratif yang


dimulai pada kelenjar anal. Teori ini menunjukan bahwa obstruksi dari saluran
kelenjar tersebut oleh tinja, corpus alienum atau trauma akan menghasilkan stasis
dan infeksi sekunder yang terletak di ruang intersfingterik. Dari sini proses infeksi
dapat menyebar secara distal sepanjang otot longitudinal dan kemudian muncul di
subkutis sebagai abses perianal, atau dapat menyebar secara lateral melewati otot
longitudinal dan sfingter eksternal sehingga menjadi abses ischiorektal. *eskipun

kebanyakan abses yang berasal dari kelenjar anal adalah perianal dan ischiorektal
,tetapi ruang lain dapat terinfeksi.
Pergerakan infeksi ke atas dapat menyebabkan abses intersfingterik tinggi
dan kemudian dapat menerobos ke otot longitudinal lalu ruang supralevator sehingga
menyebabkan sebuah abses supralevator. $etelah abses terdrainase, secara spontan
maupun secara bedah, komplikasi abnormal antara lubang anus dan kulit perianal
disebut fistula ani.

Ruan

Ruan Ischiorektal

Ruan

*.) Gamaran Klinik 


Awalnya, pasien bisa merasakan nyeri yang tumpul, berdenyut yang
memburuk sesaat sebelum defekasi yang membaik setelah defekasi tetapi pasien
tetap tidak merasa nyaman. asa nyeri diperburuk oleh pergerakan dan pada saat
menduduk. Abses dapat terjadi pada berbagai ruang di dalam dan sekitar rektum.
$eringkali mengandung sejumlah pus berbau menyengat dan nyeri. Apabila abses
terletak superficial, maka akan tampak bengkak, kemerahan, dan nyeri tekan.
yeri memburuk dengan mengedan, batuk atau bersin, terutama pada abses
intersfingter.

Laporan Kasu s 8

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 8/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

Dengan perjalanan abses, nyeri dapat mengganggu aktivitas seperti berjalan atau
duduk.
Abses yang terletak lebih dalam memgakibatkan gejala toksik dan bahkan
nyeri abdomen bawah, serta deman. $ebagian besar abses rectal akan
mengakibatkan fistula. Abses di bawah kulit bisa membengkak, merah, lembut dan
sangat nyeri. Abses yang terletak lebih tinggi di rektum, bisa saja tidak
menyebabkan gejala, namun bisa menyebabkan demam dan nyeri di perut bagian
bawah.

*.5 Diagnsa dan Pemerikasaan Penun3ang

*.5.$ Diagnsa

Pemeriksaan colok dubur dibawah anestesi dapat membantu dalam kasus0


kasus tertentu, karena ketidaknyamanan pasien yang signifikan dapat menghalangi
 penilaian terhadap pemeriksaan fisik yang menyeluruh. :ontohnya, evaluasi
terhadap asbeb ischiorektal yang optimal dapat dilakukan dengan hanya
menggunakan pemeriksaan colok dubur. Dengan adanya obat anestesi, fistula dapat
disuntikkan larutan peroksida untuk memfasilitasi visualisasi pembukaan fistula
internal. 4ukti menunjukkan bahwa penggunaan visualisasi endoskopik ?transrektal
dan transanal@ adalah cara terbaik untuk mengevaluasi kasus yang kompleks abses
 perianal dan fistula.

Dengan teknik endoskopik, tingkat dan konfigurasi dari abses dan fistula
dapat jelas divisualisasikan. <isualisasi endoskopi telah dilaporkan sama efektifnya
seperti fistulografi. ika ditangani dengan dokter yang berpengalaman,
evaluasi secara endoskopik adalah prosedur diagnostik pilihan pada pasien dengan
kelainan
 perirektal karena rendahnya risiko infeksi serta kenyamanan pasien tidak terganggu.

;valuasi secara endoskopik setelah pembedahan efektif untuk memeriksa respo


 pasien terhadap terapi.

*.5.* Pemeriksaan Laratrium

4elum ada pemeriksaan laboratorium khusus yang dapat dilakukan untuk 


mengevaluasi pasien dengan abses perianal atau anorektal, kecuali pada pasien
tertentu, seperti individu dengan diabetes dan pasien dengan imunitas tubuh yang

rendah karena memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya sepsis bakteremia yang

Laporan Kasu s 9
http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 9/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

dapat disebabkan dari abses anorektal. Dalam kasus tersebut, evaluasi laboratorium
lengkap adalah penting.

*.5 Tatalaksanaan

Pada kebanyakan pasien dengan abses anorektal atau perianal, terapi


medikamentosa dengan antibiotik biasanya tidak diperlukan. amun, pada pasien
dengan peradangan sistemik, diabetes, atau imunitas rendah, antibiotik wajib
diberikan.

Abses perirektal harus diobati dengan drainase sesegera mungkin setelah


diagnosis ditegakkan. ika diagnosis masih diragukan, pemeriksaan di
bawah

anestesi sering merupakan cara yang paling tepat baik untuk mengkonfirmasi
diagnosis serta mengobati. Pengobatan yang tertunda atau tidak memadai
terkadang
dapat menyebabkan perluasan abses dan dapat mengancam nyawa apabila terjadi
nekrosis jaringan yang besar, atau bahkan septikemia. Antibiotik hanya diindikasikan
 jika terjadi selulitis luas atau apabila pasien immunocompromised , menderita
diabetes mellitus, atau memiliki penyakit katub jantung. amun pemberian
antibiotik secara tunggal bukan merupakan pengobatan yang efektif untuk mengobati

abses perianal atau perirektal.


Kebanyakan abses perianal dapat didrainase di bawah anestesi lokal di
kantor, klinik, atau unit gawat darurat. Pada kasus abses yang besar maupun pada
lokasinya yang sulit mungkin memerlukan drainase di dalam ruang operasi. (nsisi
dilakukan sampai ke bagian subkutan pada bagian yang paling menonjol dari abses.
FDog earG yang timbul setelah insisi dipotong untuk mencegah penutupan dini. uka
dibiarkan terbuka dan sit> bath dapat dimulai pada hari berikutnya.

Laporan Kasu s 10
http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 10/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

 Teknik Insisi  Drainase

.
*.4 Km#likasi

ika tidak diobati, fistula anus hampir pasti akan membentuk,


menghubungkan rektum untuk kulit. Cal ini memerlukan operasi lebih intensif.
$elanjutnya, setiap abses diobati dapat ?dan kemungkinan besar akan@ terus
 berkembang, akhirnya menjadi infeksi sistemik yang serius. Cal yang paling
ditakutkan pada abses perianal adalah terjadinya fistel perianal. Fistel perianal adalah
saluran abnormal antara lubang anus/rektum dengan lubang bekas abses yang

 bermuara pada kulit sekitar anus. *uara pada kulit sekitar anus tampak sebagai luka
 bekas bisul yang tidak pernah menutup/sembuh dan tidak sakit.

Diaetes Mellitus

De6inisi

Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik yang


ditandai oleh hiperglikemia akibat defek pada !

1. kerja insulin ?resistensi insulin@ di hati ?peningkatan produksi


glukosa hepatik@ dan di jaringan perifer ?otot dan lemak@
. sekresi insulin oleh sel beta pankreas
3. atau keduanya

Etilgi

Laporan Kasu s 11

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 11/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

 Insulin Dependent Diabetes Mellitus  ?(DD*@ atau Diabetes


*elitusTergantung (nsulin ?D*T(@ disebabkan oleh destruksi sel H pulau
angerhans akibat proses autoimun. $edangkan  Non Insulin Dependent
Diabetes Mellitus ?(DD*@ atau Diabetes *elitus Tidak Tergantung (nsulin ?
D*TT(@ disebabkan kegagalan relatif  sel H dan resistensi insulin ?Arif *ansjoer, %
%1@.

Diagnsis

:ara yang umum dipakai untuk mendiagnosis penyakit diabetes didasarkan pada
 berbagai tes kimiawi terhadap urin dan darah !

1@ 3lukosa urin.
Pada umumnya jumlah glukosa yang dikeluarkan dalam urin orang normal
sukar dihitung, sedangkan pada kasus diabetes, glukosa yang dilepaskan
 jumlahnya dapat sedikit sampai banyak sekali, sesuai dengan berat
 penyakitnya dan asupan karbohidratnya.
@ Kadar glukosa darah puasa.
Kadar glukosa darah puasa sewaktu pagi hari, normalnya adalah =% sampai
8% mg/dl, dan 11% mg/dl dipertimbangkan sebagai batas atas kadar normal.
Kadar gula darah puasa di atas nilai ini, seringkali menunjukkan adanya

 penyakit diabetes mellitus, atau yang kurang umum, mungkin diabetes


hipofisis atau diabetes adrenal.

3@ +ji toleransi glukosa.


4ila orang normal yang puasa memakan 1 gram glukosa per kilogram berat
 badan, maka kadar glukosa darahnya akan meningkat dari kadar kira E kira
8% mg/dl menjadi 1% sampai 17% mg/dl dan dalam waktu kira E kira dua jam
kadar ini akan menurun lagi kembali ke nilai normalnya.
Pada penderita diabetes, konsentrasi glukosa darah puasa hampir selalu diatas
11% mg/dl dan sering diatas 17% mg/dl.
7@ Pernapasan aseton.
$ejumlah kecil asam aseto asetat, yang sangat meningkat pada penderita
diabetes yang berat, dapat diubah menjadi aseton.Aseton bersifat mudah
menguap dan dikeluarkan dalam udara ekspirasi. uga, asam keto
dapat ditemukan dalam urin melalui cara kimia, dan jumlah asam keto ini
dipakai untuk menentukan tingkat penyakit diabetes.

Laporan Kasu s 12

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 12/20
Kadar glukosa darah sewaktu dan puasa sebagai patokan penyaring dan diagnosis
D* ?mg/dl@ !
 
Bukan Belum #asti DM
DM DM
Kadar gluksa darah
se-aktu
#lasma 7 ena 8 $ $( $$( 9 $ %% *((
darah k a#iler 8 %( %(  $ %% *((
Kadar gluksa darah
#uasa 8 $ $( $$( 9 $ *5 $*4
#lasma 7 ena
darah ka#iler 8 %( %(  $ (% $$(

Dari anamnesis didapatkan !

1. Keluhan khas D* ! poliuria, polidipsia, polifagia, penurunan berat badan


yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
. Keluhan tidak khas D* ! lemah, kesemutan, gatal, mata kabur, disfungsi
ereksi pada pria, pruritus vulva pada wanita.
Klasi6ikasi
Klasifikasi D* yang dianjurkan oleh P;K;( ? Perkumpulan ;ndokrinologi
(ndonesia @ adalah yang sesuai dengan anjuran klasifikasi D* menurut American
Diabetes Association ?ADA@, sbg berikut DM TIPE LAIN :
!
DM TIPE * :
1. Defek genetik fungsi sel beta !
Defisiensi insulin
*aturity onset diabetes of the young
DM TIPE
$: relatif ! KLASI0IKASI* DutIaAsi BmEitoTkEonSd rMia EDLAIT 3U7S3 PdaEn
RlaKin0ElaNinI
Defisiensi
1, defek sekresi . Penyakit eksokrin pankreas !Pankreatitis
insulin absolut
insulin lebih Pankreatektomy

akibat destuksi dominan daripada 3.;ndokrinopati ! akromegali, DM


sel beta,
resistensi insulin. cushing, hipertiroidisme GESTASIONAL
karena!Laporan Ka.s rue ssistensi insulin 7.akibat obat ! glukokortikoid, hipertiroidisme 13
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

1. autoimun
lebih dominan 2.Akibat virus! :*<, ubella 1.
. idiopatik 
daripada defek (munologi! antibodi anti insulin
sekresi insulin. 6.$indrom genetik lain! sdr. Down, Klinefelter 

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 13/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

Km#likasi

Komplikasi diabetes terjadi akibat gangguan metabolik akut ?hipoglikemia atau


hiperglikemia@ atau pada tahap lanjut, akibat kerusakan mikrovaskular
dan
makrovaskular, dimana risikonya tergantung pada kontrol terhadap kadar glukosa
dan faktor risiko vaskular konvensional.

Km#likasi Mikr7askular #ada Diaetes

Penyakit pembuluh darah kecil merupakan tanda utama diabetes mellitus dan
membutuhkan waktu 1% tahun atau lebih untuk dapat terjadi.

a. Penyakit mata ?retinopati@


$atu dari antara tiga orang dengan diabetes mengalami penyakit mata dan
2& mengalami kebutaan pada umur 3% tahun. etinopati terjadi akibat
penebalan membran basal kapiler, yang menyebabkan pembuluh darah
mudah bocor 
?perdarahan dan eksudat padat@, pembuluh darah tertutup ?iskemia retina dan
 pembuluh darah baru@, dan edema makula.Katarak pada pasien diabetes
mellitus terjadinya lebih dini dibanding pada populasi normal.Katarak
terjadi 1% E 12 tahun lebih cepat pada penderita diabetes.
 b. efropati diabetic
Keadaan ini terjadi 12 E 2 tahun setelah diagnosis pada 32 E 72& pasien
dengan diabetes tipe 1 dan kurang dari %& pasien dengan diabetes tipe .

Pasien dengan nefropati diabetik dapat menunjukkan gambaran gagal ginjal

Laporan Kasu s 14
http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 14/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

menahun seperti lemas, mual, pucat, sampai keluhan sesak napas akibat
 penimbunan cairan.efropati diabetik melibatkan dua pola patologik yang
 berbeda yang dapat berada bersama E sama atau tidak ! difus dan noduler.
Difus yang lebih sering, terdiri atas pelebaran membrana basalis glomerulus
 bersama penebalan mesangial menyeluruh.Pada bentuk noduler, penumpukan
 banyak bahan PA$0positif diendapkan pada perifer berkas glomerulus,
disebut lesi Kimmelstiel0)ilson.
c. europati diabetic.
 europati diabetik dapat mempengaruhi setiap bagian sistem saraf, kecuali
otak.3ambaran yang paling la>im adalah polineuropati perifer.4iasanya
 bilateral, gejala meliputi mati rasa, kesemutan, hiperestesi berat, dan

nyeri.*ononeuropati, meskipun lebih jarang disbanding polineuropati juga


dapat terjadi. Khas, terdapat wrist drop, foot drop, atau paralisis nervus
kranialis ke03, ke07, atau ke01. *ononeuropati khas ditandai
oleh reversibilitas spontan yang tinggi, biasanya selama beberapa
minggu.adikulopati adalah sindroma sensori dengan nyeri timbul sepanjang
distribusi satu atau lebih nervus spinalis, biasanya pada dinding dada dan
 perut. europati autonomik dapat muncul dengan berbagai cara. $aluran
cerna merupakan target utama, dan mungkin terdapat disfungsi
esofagusdengan kesulitan menelan, penundaan pengosongan lambung,
konstipasi, atau diare.

Km#likasi Makr7askular #ada Diaetes

*asalah khusus pada pasien diabetik adalah berkembangnya ulkus pada kaki dan
tungkai bawah.+lkus terutama terjadi karena distribusi tekanan abnormal sekunder 
karena neuropati diabetik.Penyakit vaskular dengan penurunan suplai darah berperan
dalam pembentukan lesi ini, dan infeksi umum terjadi, sering oleh banyak 
organisme.

Di Amerika $erikat sebagai suatu negara yang maju, ternyata kaki diabetik masih
cukup banyak ditemukan yaitu sekitar 2,%& dari seluruh penderita yang dirawat di
rumah sakit. Penelitian klinik dari beberapa sentra di (ndonesia melaporkan
 prevalensi kaki diabetik berkisar antara 16,3& sampai 3,8& dari seluruh penderita

diabetes melitus yang dirawat di rumah sakit.

Laporan Kasu s 15

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 15/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

Pasien diabetes mellitus dengan kelainan makrovaskular dapat memberikan


gambaran kelainan pada tungkai bawah, baik berupa ulkus maupun gangren diabetik.
Pada pasien tersebut bila dilakukan perabaan arteri mungkin akan teraba denyut yang
 berkurang sampai menghilang. Perabaan arteri perlu dilakukan pada setiap pasien
diabetes mellitus, paling sedikit pada arteri dorsalis pedis, tibialis posterior, dan
 popliteal.

Kelainan kaki pada diabetes dapat disebabkan oleh infeksi/ septik, neuropati,
iskemik atau kombinasi antara ketiganya. *embedakan ke0empat penyebab tersebut
 perlu dilakukan untuk menyesuaikan dengan langkah pengobatan yang akan diambil.

(skemi dan neuropati merupakan faktor utama yang memegang peranan terjadinya
ulkus pada kaki penderita diabetes. $etiap terjadinya ulkus pada kaki akan mudah
diikuti oleh infeksi, sehingga dapatlah dikatakan bahwa sangat jarang kaki diabetik 
tanpa disertai infeksi. 4iakan kuman dari nanah kaki diabetik sering memperlihatkan
 pertumbuhan kuman yang lebih dari satu, hal mana lebih mempersulit pemilihan
 jenis antibiotik yang sesuai dengan kuman yang tumbuh.

Faktor risiko ulkus diabetika adalah lama D* I 1% tahun, kadar kolesterol I %%

mg/dl, kadar CD J 72 mg/dl, ketidakpatuhan diet D*, kurangnya latihan fisik,
 perawatan kaki tidak teratur dan penggunaan alas kaki tidak tepat dengan
memberikan sumbangan terhadap ulkus diabetika sebesar 88,8 &.

PENATALAKSANAAN

Pengobatan kelainan kaki diabetik terdiri dari pengendalian diabetes dan penanganan
terhadap kelainan kaki.

A. Pengendalian Diabetes

Pengendalian ?pengontrolan@ penyakit secara umum mencakup pengendalian kadar 


gula darah dengan diet atau pemberian obat yang teratur dari dokter, status gi>i,
tekanan darah, kadar kolesterol, dan pola hidup sehat.

*engelola diabetes melitus langkah yang harus dilakukan adalah pengelolaan non
farmakologis, berupa perencanaan makanan dan kegiatan jasmani.4aru kemudian

kalau dengan langkah0langkah tersebut sasaran pengendalian diabetes yang

Laporan Kasu s 16

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 16/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

ditentukan belum tercapai, dilanjutkan dengan langkah berikutnya, yaitu dengan


 penggunaan obat atau pengelolaan farmakologis.

Perencanaan makanan pada penderita diabetes melitus masih tetap merupakan

 pengobatan utama pada penatalaksanaan D*.

$arana pengendalian secara farmakologis pada diabetes melitus dapat berupa 3!

a. Pemberian (nsulin.
 b. Pemberian 5bat Cipoglikemik 5ral ?5C5@.
0 3olongan $ulfonylurea.
0 3olongan 4iguanid.
0 3olongan (nhibitor Alfa 3lukosidase.
0 3olongan (nsulin $ensiti>ing.

BAB I;

PEMBA+ASAN

4erdasarkan ilustasi kasus, dari anamnesis didapatkan pasien mengeluh


terdapat benjolan di sekitar lubang pantat sudah 6 hari yang lalu. 4enjolan terasa
gatal, nyeri, panas dan kemerahan. 5s mengaku benjolan sering mengeluarkan
nanah. 5s merasa tidak nyaman saat duduk dan ketika 4A4 terasa sakit, 4A4
tidak  ada darah. 4AK lancar. 3 hari sebelumnya 5s demam, tetapi sekarang
tidak ada demam. 5s juga mengatakan badannya lemas dan tidak napsu makan
sejak 6 hari ini. Pasien mengatakan keluhan yang dialaminya sekarang pernah terjadi
sekitar  bulan yang lalu, tetapi tidak parah seperti sekarang. iwayat penyakit D*
dan hipertensi diakui pasien sejak 3 tahun yang lalu. Pasien biasanya
mengkonsumsi metformin
91, captopril 2mg 191. 5s mengatakan  minggu ini tidak mengkonsumsi obat
D* nya.
4erdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien baik, pasien
dalam kondisi kompos mentis, terdapat riwayat demam selama infeksi berlangsung

Laporan Kasu s 17

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 17/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

?B@. $tatus gi>i pada pasien termasuk gi>i berlebih. Pada pemeriksaan status lokalis
 pada daerah perianal, didapatkan pus,tanda0tanda peradangan, dan bengkak. Pada
 pemeriksaan penunjang terhadap 3ula darah pasien didapatkan hasil 11 mg/dl.
4erdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan status lokalis
 bengkak yang dialami pasien disebabkan infeksi bakteri. 4akteri yang biasanya
menjadi penyebab adalah ;scherichia coli dan spesies ;nterococcus. Kuman atau
 bakteri yang berkembang biak di kelenjar yang tersumbat lama kelamaan akan
memakan jaringan sehat di sekitarnya sehingga membentuk nanah, sehingga
mengakibatkan berkumpulnya nanah di jaringan bawah kulit daerah sekitar anus.
 anah terbentuk akibat infeksi kuman atau bakteri karena kelenjar di daerah tersebut
tersumbat. anah yang terbentuk makin lama makin banyak sehingga akan terasa
 bengkak dan nyeri, inilah yang mengakibatkan abses perianal pada pasien. Pada
 beberapa orang dengan penurunan daya tubuh misalnya seperti pasien ini yang
menderita diabetes militus, biasanya abses akan lebih mudah terjadi.

Penatalaksanaan pertama pada pasien ini meliputi penatalaksanaan non


medikamentosa dan medikamentosa. Pada penatalaksanaan non medikamentosa
dilakukannya inisi dan drainase pada daerah abses dan dilakukan pengantian balut

dengan betadin 91 sehari. $erta dilakukan edukasi untuk menjaga kebersihan
 bagian perianal0anus saat selesai 4A4.

Penatalaksanaan medikamentosa dengan pemasangan infus beserta cairan


,injeksi anitidin 91 amp, inj.keterolac 91 amp. 5mepara>ole 91 tab, sukralfat
391 cth.*etformin 91, :aptopril  191. $erta dengan pemberian antibiotik yaitu
metronida>ol 391, hal ini diindikasikan kerena infeksi yang dialami telah membuat
respon sistemik pada pasien, serta mengingat pasien memiliki imunitas yang
rendah

dan menderita diabetes melitus.

Laporan Kasu s 18

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 18/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan DM

DA0TAR PUSTAKA

1. *alik A(, elson , Tou $. (ncision and drainage of perianal abscess with

or without treatment of anal fistula ?review@. The :ochrane ibrary %1%!6.


Diunduh dari! http!//www.thecochranelibrary.com
. $jamsuhidajat , de ong ), editors. 4uku0Ajar (lmu 4edah. ;disi . akarta!
;3:, %%7.
3. 4runicardi, F. :harles, dkk. Fiatula in ano at $chwart>s Principles of $urgery
;ight ;dition. *c 3raw Cill! +nited $tate of America. %%2.

7. 3ustaviani . Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes *elitus. Dalam ! buku ajar 


ilmu penyakit dalam. $udoyo A), $etiyohadi 4, Alwi ( dkk, editor. ilid (((.
;disi (<. akarta ! balai penerbit FK+(, %%1.

2. )aspadji $. Komplikasi kronik diabetes ! mekanisme terjadinya,


diagnosis dan strategi pengelolaannya. Dalam ! buku ajar ilmu penyakit
dalam. $udoyo A), $etiyohadi 4, Alwi ( dkk, editor. ilid (((. ;disi (<.
akarta ! balai
 penerbit FK+(, %%1L 18%1.

1. P;K;(. Konsensus Pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe


 di (ndonesia. %%1. Pengurus 4esar Perkumpulan ;ndokrinologi
(ndonesia.
akarta. %%1

6. Perianal Abscess, oleh Andre Cebra, *DL :hief editor! ohn 3eibel, *D,
*edscape eference. Dapat ditinjau di!
http!//emedicine.medscape.com/article/1818620overview

Laporan Kasu s 19
http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 19/20
7/25/2019 Laporan Kasus Abses perianal dengan
DM

Laporan Kasu s 20

http://slidepdf.com/reader/full/laporan-kasus-abses-perianal-dengan-dm 20/20