Anda di halaman 1dari 39

PP HIPKABI

KONSEP KEPERAWATAN
PROFESIONAL
NURIA CIPTA SARI
• RS Pondok Indah “scrub nurse” 2012-2016”
• RS Cendana “KaNit OT CSSD” 2016-2018”
• RS Mayapada Hospital Kuningan “KaNit OT CSSD
Endoscopy” 2018-saat ini
• STIKes PERTAMEDIKA & Universitas Tarumanagara
(Skep Ners, Magister Managemen)
• PW HIPKABI (2015 sebagai: anggota bid
kemasyarakatan, 2018 sbgi: sekertaris 1 – saat ini)

nuria.cipta8@gmail.com
0813-2689-6510 (WA & call)
TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah menyelesaikan topik ini peserta mampu :

1. Umum : memahami konsep keperawatan profesional bagi


perawat perioperatif.

2. Khusus :
• Memahami karakter perawat perioperatif profesional.
• Memahami kompetensi perawat perioperarif
• Memahami sertifikasi perawat perioperatif.
• Jenjang Karir Perawat Kamar Bedah
Pendahuluan …………….

 Profesional berhubungan dengan profesi dan


memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1994)
 Arti dari profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian
atau kualitas dan seseorang yang professional
(Longman, 1987)
 Menurut kamus Webster, profesionalisme adalah
"perilaku atau kualitas yang menjadi ciri atau menandai
profesi atau orang profesional"
LATAR BELAKANG
• Perawat perioperatif dg karakteristik profesionalisme harus
berkompeten di bidang keperawatan  mengikuti
perkembangan keperawatan, berkontribusi pada upaya
pemecahan masalah dan bekerja secara efisien dgn anggota tim
mereka khususnya dalam lingkup perioperatif.

• Kesimpulan  Profesionalisme merupakan sebuah istilah


pengakuan terhadap pengetahuan, keterampilan individu pada
suatu profesi.
• PROFESIONALISME PADA DIRI SEORANG PERAWAT
BEDAH SANGATLAH PENTING DALAM PEMBENTUKAN
STANDAR PERAWATAN KEPERAWATAN DAN PENYEDIAAN
LAYANAN PERIOPERATIF YANG BERKUALITAS.
Pengetahuan

Rasa Ingin Tahu Yang Tinggi (Spirit of Inquiry)

Akuntabilitas

Karakter perawat
perioperatif Otonomi (Autonomy)

Advokasi

Innovation and Visioner (Innovation and Visionary)

Kollegialitas dan Kolaborasi (Collegiality and Collaboration) & Etika dan


Nilai
PENGETAHUAN
• Adalah pemahaman atau informasi tentang subjek, yang telah
diperoleh berdasarkan pengalaman atau proses pembelajaran

• Besarnya pengetahuan yang dimiliki oleh seorang perawat


akan mendukung terhadap pencapaian kesuksesan dalam
sebuah karirnya.
PENGETAHUAN YG HARUS DIMILIKI SEORANG PERAWAT
PROFESIONAL :
• PENGETAHUAN YANG TEORITIS, PRAKTIS, DAN KLINIS.
• MAMPU MENERAPKAN PENGETAHUAN YANG DIMILIKI.
• MENGGUNAKAN TEORI ATAU HASIL PEMBELAJARAN YANG BERBASIS EBP (EVIDENCE BASE
PRACTICE).
• MENSINTESIS INFORMASI DARI BERBAGAI SUMBER.
• MENGGUNAKAN ILMU KEPERAWATAN YANG TELAH DIKEMBANGKAN KE DALAM PRAKTEK
KEPERAWATAN.
• BERBAGI ATAU MENGKOMUNIKASIKAN PENGETAHUAN YANG DIPEROLEH DENGAN REKAN KERJA,
KLIEN, KELUARGA, DAN ORANG LAIN DENGAN TUJUAN MENINGKATKAN HASIL KUALIATAS
PERAWATAN DAN KESEHATAN.
RASA INGIN TAHU YANG TINGGI (SPIRIT OF INQUIRY)

MEMILIKI CIRI KHUSUS SEBAGAI BERIKUT :


• BERPIKIR TERBUKA DAN MEMILIKI KEINGINAN UNTUK MENGEKSPLORASI
PENGETAHUAN BARU.
• MENGIKUTI PERKEMBANGAN ILMU KEPERAWATAN.
• IKUT SERTA DALAM MENGUMPULKAN INFORMASI YANG BERSUMBER DARI
KLIEN, KELUARGA KLIEN, SUMBER TERKAIT SEBAGAI INFORMASI YANG
MENDUKUNG DALAM MEMAJUKAN KUALITAS PERAWATAN.
• BERKOMITMEN UNTUK BELAJAR SEUMUR HIDUP.
AKUNTABILITAS

• AKUNTABILITAS MENGACU PADA TANGGUNG-JAWAB RESPON


SESEORANG ATAS SEGALA TINDAKAN YANG TELAH DILAKUKANNYA
• AKUNTABILITAS PERAWAT BEDAH TERHADAP PRAKTIK PERAWATAN
TERMAKSUD DALAM MENENTUKAN KEBIJAKAN PENGELOMPOKAN
PERAWAT, PEMBAGIAN JADWAL KERJA, DAN IKUT MENENTUKAN
STANDAR KUALITAS PELAYANAN.
UNTUK MENINGKATKAN AKUNTABILITAS PERAWAT
PERIOPERATIF :
• IKUT TERLIBAT DALAM ORGANISASI PROFESIONAL.
• MEMILIKI WAWASAN TENTANG LITERATUR KEPERAWATAN.
• MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG HAK DAN TANGGUNG JAWAB SERTA MENERAPKAN
• MENINGKATKAN KUALITAS PERAWATAN MELALUI DIALOG DENGAN PARA AHLI KESEHATAN DAN
MENGIKUTI PERKEMBANGAN EVIDENCE BASE NURSING PRACTICE.
• MEMAHAMI KELEBIHAN DAN KELEMAHAN DIRI SENDIRI.
• MENINGKATKAN PENGETAHUAN ( STUDI LANJUT, SEMINAR DAN KAJIAN ILMIAH LAINNYA).
• MEMPELAJARI DAN MEMAHAMI PERUNDANG-UNDANGAN KEPERAWATAN BERLAKU SAAT INI.
• MENGIKUTI PROGRAM UJI KOMPETENSI PERAWAT BEDAH.

OTONOMI
• BEBERAPA STRATEGI MENUNJANG OTONOMI PERAWAT PADA KLIEN
• BERTINDAK DGN PERCAYA DIRI DALAM LINGKUP KERJA PERAWAT.
• MENINGKATKAN KETERAMPILAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
• BERKONSULTASI DAN BERKOLABORASI DG REKAN KERJA DAN PAKAR/ AHLI.
• MENGEVALUASI DAN BELAJAR DARI INSIDEN-INSIDEN KRITIS.
• MENGKOMUNIKASIKAN DGN JELAS ALASAN PENGAMBILAN KEBIJAKAN, DAN KEPUTUSAN.
• MENDUKUNG SEGALA KEPUTUSAN DGN MENYESUAIKAN PADA EVIDENCE BASE NURSING
PRACTICE, PEMBELAJARAN, DAN PENGALAMAN KLINIS.
• MENGAMBIL PERAN KEPEMIMPINAN BAIK DI LINGKUP FORMAL DAN INFORMAL.
• MEMPROMOSIKAN KEBIJAKAN ORGANISASI YANG MENDUKUNG PERAWAT BERTINDAK
DALAM LINGKUP PRAKTIK.
ADVOKASI
PERAWAT YANG BERPERAN SEBAGAI ADVOKASI WAJIB MEMILIKI HAL-HAL
SEBAGI BERIKUT :
• MENGERTI TENTANG APA YANG SEDANG DIALAMI, DIPIKIRKAN, DAN
DIRASAKAN OLEH KLIEN.
• MEMBANTU KLIEN DALAM MEMENUHI KEBUTUHANNYA DALAM RANGKA
MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN KLIEN.
• TERLIBAT DI DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN DAN AKTIF DALAM
MEMAJUKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN.
• MEMILIKI PENGETAHUAN TENTANG KEBIJAKAN YANG BERDAMPAK PADA
PELAYANAN KESEHATAN
INOVASI AND VISIONER

• MENGEMBANGKAN BUDAYA INOVASI UNTUK MENINGKATKAN


PRAKTIK KEPERAWATAN.
• MENAMPILKAN INISIATIF UNTUK IDE-IDE BARU DAN TERLIBAT
MELALUI AKSI LANGSUNG.
• MEMPENGARUHI MASA DEPAN KEPERAWATAN, PELAYANAN
KESEHATAN DAN KEBIJAKAN SISTEM PERAWATAN.
KOLLEGIALITAS DAN KOLABORASI
(COLLEGIALITY AND COLLABORATION)

• REKAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN DAN MENDUKUNG


TERCIPTANYA LINGKUNGAN YANG PROFESIONAL.
• BERKOMITMEN MEMBANGUN KERJASAMA DENGAN TENAGA
KESEHATAN LAIN
ETIKA DAN NILAI
• ETIK MERUPAKAN SEBUAH PRINSIP YANG MENYANGKUT BENAR DAN SALAH,
BAIK DAN BURUK DALAM HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN.
• TERMINOLOGI ETIK DAN MORAL ADALAH SAMA  MORAL MENDESKRIPSIKAN
PERILAKU AKTUAL, KEBIASAAN DAN KEPERCAYAAN SEKELOMPOK ORANG ATAU
KELOMPOK TERTENTU
• ETIKA KEPERAWATAN  CERMINAN DARI PERILAKU PERAWAT YANG
BERDAMPAK PADA KEHIDUPAN PASIEN, REKAN KERJA, DAN MASYARAKAT.
• LINGKUNGAN YANG AMAN DAN ETIKA YANG BAIK SANGAT PENTING BAGI
PROFESIONALISME.
PERAWAT PERIOPERATIF : …….

1. Perawat perioperatif menggunakan proses keperawatan


2. Perawat perioperatif berorientasi pada respons pasien secara holistik
fisik, psikologi, spiritual dan sosial budaya
3. Perawat perioperatif menggunakan standar, pengetahuan, dan keterampilan
berdasarkan prinsip-prinsip keilmuan

4. Perawat Perioperatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan


berdasarkan kode etik, tanggung jawab dan tanggung gugat

5. Perawat perioperatif berdasarkan bukti sebagai fondasi praktek

6. Perawat perioperatif bertanggung jawab untuk belajar sepanjang hayat. (


AORN, 2013).
PERAN, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB PERAWAT PERIOPERATIF

1. Mengikuti perkembangan ilmu &


Perawat perawat
perioperatif selalu tehnologi melalui pendidikan & pelatihan
meningkatkan 2. Melaksanakan peran & fungsi yg
mutu dengan : diharapkan oleh profesi & masyarakat.
PERAN DAN FUNGSI PERAWAT PERIOPERATIF ……………………
a) Perawat perioperatif berfungsi dalam berbagai peran yang dinamis, secara
kontinyu & berevolusi melalui pendidikan dan pengalaman untuk memenuhi
perubahan kebutuhan masyarakat, termasuk manajer, pendidik, perawat spesialis
sistem informasi & peneliti.

b) Perawat operatif melakukan tindakan untuk kepentingan publik saat memberikan


pelayanan unik yang telah dipercayakan .

c) Akontabilitas dicapai melalui regulasi mandiri , regulasi professional, serta UU

d) Perawat perioperatif secara positif mempengaruhi pelayanan kesehatan dengan


meningkatkan lingkungan yang aman ( AORN.2013).
KOMPETENSI PERAWAT PERIOPERATIF

Kompetensi

 AORN,2013  KEMAMPUAN
SESEORANG YANG DILANDASI
ATAS :

 Knowledge  Skill  Attitude


• Aplikasi efektif dari integrasi pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang tercermin dalam praktik dan kinerja ( ICN,2008).
Professional
ADALAH SESEORANG YANG MEMILIKI KOMPETENSI DALAM
SUATU PEKERJAAN TERTENTU.
PENERAPAN BUDAYA PROFESSIONAL DALAM PRAKTEK KEP
PERIOPERATIF

Kegiatan Lingkup “Sharing


Kep. Perioperatif Information” • Belajar Mandiri.
• Pre Dan Post • Journal • Dll.
Conference Antar Reading/Bln
Perawat OR & Unit • Presentasi Kasus
Rawat Bedah/ICU. Yang Khusus
/Fenomenal
KOMPETENSI

• Anatomi & fisiologi


• Penyakit dan pengobatan
• Tindakan medik
Pengetahuan • Peralatan yang digunakan
• Proses keperawatan perioperatif
• Standar praktik keperwatan
perioperatif
• Kode etik, aspek legal & peka
budaya.
KOMPETENSI

• Tehnis dalam pembedahan  Mencegah


IDO, cidera dan Patient Safety)
• Resusitasi Jantung Paru BHD, ACLS dll
Keterampilan • Berkomunikasi  TBAK, SBAR
• Keterampilan mengelola masalah pasien
• Mengambil keputusan
• Melakukan proses keperawatan
KOMPETENSI

Sikap Caring
Komitmen
Kreatif
Komunikatif
Otonomi
KOMPETENSI

• Pengetahuan Ilmiah
• Rasa Hormat
• Pengambilan Keputusan Etis
Komponen • Keterampilan Berkomunikasi
Kompetensi • Keterampilan Kerja Tim
Mengintegrasikan : • Akontabilitas & Tanggung Jawab
• Keterampilan Keorganisasi
• Kemampuan Mendidik &
Kepemimpinan.
SERTIFIKASI DAN RESERTIFIKASI

Proses pengakuan oleh badan


Pengakuan kepada perawat sertifikasi terhadap kompetensi ,
atas sikap, tingkah laku, seorang tenaga professional
pengetahuan ilmiah & setelah memenuhi persyaratan
keterampilan professional untuk menjalankan profesi
dengan “benar “dan “baik” ( kesehatan tertentu sesuai dengan
Ma’rifin Husein,2011). bidang pekerjaannya
( AORN,2013)
SERTIFIKASI

- PPNI /AORN/ORNAC
Lembaga2 yang terkait - Pendidikan Tinggi
/ afiliasi dengan - Rumah Sakit
HIPKABI
pengembangan - Konsil /Kolegium keperawatan
Program sertifikasi : - Sponsorship
- Regional / International
- Ikatan profesi dokter bedah,dll.
MEKANISME SERTIFIKASI PENCAPAIAN ( “ACHIEVEMENT CERTIFIED”)

Evaluasi
• Desain kurikulum • Pengakuan
• Metodologi/ Ns akademik-
Edukator • Uji kompetensi professional &
• “Peer-goup” admin
referensi

Program Komite
Resertifikasi keperawatan
SERTIFIKASI
TUJUAN
a. MENINGKATKAN STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN PERIOPERATIF UNTUK MENCAPAI ASUHAN
OPTIMAL
b. MEMVALIDASI KOMPETENSI PERIOPERATIF TERKINI ( DIKAITKAN DENGAN PENGEMBANGAN KARIER,
CLINICAL PRIVILEGE & CLINICAL APPOINMENT )
c. MEMENUHI STANDAR KEPERAWATAN PERIOPERATIF
d. MENJAMIN KOMITMEN KEUNGGULAN KEPERAWATAN DAN PENCAPAIAN PROFESSION
e. MENJAMIN PROFESSIONAL AKONTABILITAS
f. MENINGKATKAN PRINSIP - PRINSIP RESIKO MANAGEMEN
g. MENINGKATKAN PERSYARATAN KUALIFIKASI
h. MEMPERTAHANKAN AKONTABILITAS PADA PUBLIK
i. MENINGKATKAN REGOKNISI TINGKAT KOMPETENSI BAGI INSTITUSI.
PROGRAM SERTIFIKASI/RESERTIFIKASI NASIONAL PERAWAT PERIOPERATIF
DALAM UPAYA UNTUK:
1) TANGGUNG JAWAB & TANGGUNG GUGAT KEPADA MASYARAKAT
2) BEKERJA SESUAI DENGAN STANDAR YANG TINGGI UNTUK OPTIMALKAN
3) PERCAYA DIRI DALAM KEMAMPUAN KLINIS
4) MENINGKATKAN PENGETAHUAN PERSONIL
5) OTONOMI & KREDIBILITAS PROFESSIONAL
6) MENINGKATKAN PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN RESIKO
7) TANTANGAN & PERTUMBUHAN PROFESSIONALISME
8) MEMVALIDASI KOMPETENSI KEPERAWATAN PERIOPERATIF
9) MEMBERIKAN PENGAKUAN KOMPETENSI TINGKAT NASIONAL TERHADAP TEMPAT
BEKERJA.
YANG HARUS DIMILIKI PERAWAT PERIOPERATIF, A.L :

1. Pelatihan Keterampilan Dasar Bagi Perawat


Kamar Bedah
2. Pelatihan Perawat Kamar Bedah Lanjutan 
1. NIRA
Manajemen, Ortho, B. Saraf, dll
2. STR SERTIFIKAT 3. Bantuan Hidup Dasar/Lanjutan
3. SIPP 4. Berhubungan Dengan
Subspesialisasi/Kekhususan
Ketekhnisan/Prosedure/Protokol Bedah
Terkini.
JENJANG KARIR PERAWAT KAMAR BEDAH
PENGERTIAN JENJANG KARIR :
JENJANG KARIR MERUPAKAN SISTEM UNTUK
MENINGKATKAN KINERJA & PROFESSIONALISME,
SESUAI BIDANG PEKERJAAN MELALUI PENINGKATAN
KOMPETENSI PROFESSIONALISME
BIDANG PENGEMBANGAN
JENJANG KARIR PROFESSIONAL PERAWAT

PK V PM V PP V PR V

PK IV PM IV PP IV PR IV

PK III PM III PP III PR III

PK II PM II PP II PR II

PK I PM I PP I PR I
PENJENJANGAN KARIR PROFESSIONAL PERAWAT KLINIK:

1 Perawat Klinik I (PK I)

Perawat Klinik II (PK II)


2 Perawat Klinik III (PK III)
3
4 Perawat Klinik IV (PK IV)

5 Perawat Klinik V (PK V)


KESIMPULAN

KONSEP KEPERAWATAN PROFESSIONAL ADALAH :


• MEMBERIKAN PELAYANAN KEPERAWATAN BERDASARKAN ILMIAH DAN
KEMANUSIAAN
• SELALU MENGIKUTI PERKEMBANGAN IPTEK MELALUI PENDIDIKAN MAUPUN
PELATIHAN
• BERTANGGUNGJAWAB DAN BERTANGGUNGGUGAT TERHADAP HAL YANG
DILAKUKAN DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN.
• KOMPETEN DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN
• KOMPETENSI PERAWAT KAMAR BEDAH HARUS MEMPUNYAI
KEMAMPUAN YANG DILANDASI DENGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN
KETERAMPILAN UNTUK MELAKSANAKAN PEKERJAANNYA.
• JENJANG KARIR MERUPAKAN SISTEM UNTUK MENINGKATKAN KINERJA
& PROFESSIONALISME