Anda di halaman 1dari 75

Basic Fire Fighting

Hifni Ghazali
LATAR BELAKANG
• Kebakaran dapat terjadi di mana saja
dan kapan saja
• Tidak ada dapat menjamin bebas.
• Kebakaran dapat mengakibatkan :
– Korban Jiwa -> Kerugian materiil
– Lapangan Kerja -> Kerugian tidak
langsung
– Berdampak luas apabila terjadi pada
objek vital
Dasar Hukum

Undang – Undang No. 1 Tahun 1970 : Keselamatan Kerja

Kepmenaker No. 186/MEN/1999 : Unit penanggulangan


kebakaran di tempat kerja

Permenakertrans No. 4/MEN/1980 : Syarat – syarat pemasangan


dan Pemeliharaan APAR
Undang – Undang No. 1 Tahun 1970 :
Keselamatan Kerja
Pasal 3 :
syarat keselamatan kerja untuk :
•Mencegah, mengurangi, dan memadamkan
kebakaran.
•Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan.
•Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri
pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang
berbahaya.
•Mencegah dan mengendalikan timbul atau
menyebar luasnya asap, gas, uap, panas
Pasal 9 (3) : Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi
semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya, dalam
pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta
peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, pula dalam pemberian
pertolongan pertama dalam kecelakaan.
Undang – Undang No. 1 Tahun 1970 :
Keselamatan Kerja
Pasal 12 :
Kewajiban dan Hak Pekerja
•Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai
pengawas atau ahli keselamatan kerja
•Memakai alat – alat pelindung diri yang diwajibkan
•Memenuhi dan mentaati semua syarat – syarat keselamatan dan
kesehatan yang diwajibkan
•Meminta kepada pengurus agar dilaksanakan semua syarat
keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan
•Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat
keselamatan dan kesehatan kerja serta alat – alat pelindung diri
yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal – hal
khusus ditentukan pegawain pengawas dalam batas – batas
yang masih dapat dipertanggung jawabkan.
Kepmenaker No. 186/MEN/1999 : Unit
penanggulangan kebakaran di tempat kerja

1. bahwa kebakaran di tempat kerja berakibat sangat


merugikan baik bagi perusahaan, pekerja maupun
kepentingan pembangunan nasional, oleh karena itu perlu
ditanggulangi

2. bahwa untuk menanggulangi kebakaran di tempat kerja,


diperlukan adanya pralatan proteksi kebakaran yang
memadahi, petugas penanggulangan yang ditunjuk khusus
untuk itu, serta dilaksanakannya prosedur penanggulangan
keadaan darurat

3. bahwa agar petugas penanggulangan kebakaran di tempat


kerja dapat melaksanakan tugasnya secara efektif, perlu
diatur ketentuan tentang unit penanggulangan kebakaran di
tempat kerja dengan Keputusan Menteri
Tujuan Kursus
• Sanggup memadamkan api berkatagori
kecil dengan menggunakan beberapa
jenis tabung pemadam atau selimut
pemadam api sebagai pihak pertama
yang memberi respon terhadap terjadinya
kebakaran untuk mencegah resiko yang
lebih besar.
Sasaran Kursus
• Faktor-faktor penting untuk
pembakaran
• Proses pembakaran
• 4 cara penyebaran api
• 4 cara memadamkan api
• Klasifikasi api
• Alat pemadam api ringan
• 4 jenis isi tabung
pemadam
• Penggunaan selimut
pemadam
Flash Point
Suhu terendah suatu bahan bakar cair
mulai mengeluarkan uap yg dapat terbakar
sekejap jika ada sumber nyala yg cukup
Fuel Types F0 C0

Gasoline -45 -43

Kerosene 100 – 165 38 – 74

Jet Fuel 100 38

Acetone - -18

Propane 156 -104

Butane -76 -60

Acetylene - -18
Fire Point
Suhu terendah suatu bahan bakar cair
mulai mengeluarkan uap yang dapat
terbakar terus menerus walaupun sumber
apinya dihilangkan
Fuel Types F0 C0

Gasoline 536 280

Kerosene 410 210

Jet Fuel 435 224

Diesel Fuel 494 257

Propane 874 468

Butane 761 405

Acetylene 571 299


Flammable Range
Batas antara minimun dan maksimum konsentrasi
campuran uap bahan bakar dengan udara normal yang
dapat menyala/meledak setiap saat bila diberi sumber
panas

Lower Flammable Limit (LFL): Flammable Range


Fuel Types
Batas mimimum dari campuran
LFL UFL
uap bahan bakar dan udara yang
akan menyala atau meledak Gasoline 1.4 7.6
apabila diberidiberi sumber nyala
yang cukup Kerosene 0.7 5

Jet Fuel 0.6 3.7


Upper Flammable Limit (UFL):
Spirtus 4.3 19
Batas maximum dari campuran
bahan bakar dan udara yang akan Propane 2.1 9.5
menyala atau meledak apabila
diberi sumber nyala yang cukup Butane 1.6 8.5

Acetylene 2.5 80
DAERAH BISA TERBAKAR (FLAMMABLE RANGE )

Tidak terbakar , mengapa?

Why is not burn ?

Daerah miskin
Lean area

Daerah bisa terbakar


Flammable range

Daerah kaya
gasoline Rich area
Spontaneous Combustion
adalah suatu jenis pembakaran
yang terjadi tanpa satu sumber
pengapian eksternal

•Suatu unsur pokok dengan suatu suhu penyala secara


relatif rendah mulai untuk melepaskan; membebaskan
panas, kaleng yang terjadi di dalam beberapa
jalan?cara, seperti oksidasi atau peragian
• Panas itu tidak mampu untuk meloloskan diri, dan
temperatur dari material naik
• Temperatur dari material naik di atas titik nyala nya
• Pembakaran mulai, jika oksigen yang cukup hadir
Penyebab kebakaran
• Tidak sengaja
• Tidak terduga
• Kerusakan mekanik
• Pemeliharaan ruangan yang
tidak baik
• Sabotase
• Kelalaian
Meninggalkan penggorengan di atas
kompor yg sedang menyala
SLOP OVER

Adalah :
• Suatu proses bila “Water jet” dijatuhkan kepermukaan
minyak yang terbakar, air akan langsung berubah menjadi
uap seketika menyentuh permukaan minyak, uap air akan
membawa minyak panas tersebut keudara, bersama itu
pula cairan minyak akan terdepresi akibat efek “Water
Jet”tsb
.
PENCEGAHAN KEBAKARAN DI RUMAH
PREVENTION Of FIRE AT HOUSE
3 unsur yang menyebabkan terjadinya kebakaran
di rumah :
Three factors that cause burning :

Bahan bakar Udara Panas = Api


+ +
Fuel Air Heat Fire

+ + =
Yang menyebabkan terjadinya kebakaran di rumah

Umumnya api terjadi dari kebakaran kecil


dan dengan cepat menjadi besar. tindakan
yang cepat mematikan kebakaran kecil,
lebih penting dari pada mengerahkan
tenaga pemadam kebakaran.
 Awal terjadinya api/kebakaran tidak diduga waktu dan
tempatnya;
 Api akan menjadi besar dan meluas bila cukup media
penghantarnya;
 Intensitas nyala api dipengaruhi oleh sifat flammability dan
quantities jenis material yang terbakar;
 Kebakaran akan surut dan padam bila keseimbangan
reaksinya tidak seimbang.
Video
4 cara penyebaran Api

• Radiasi
• Konveksi
• Konduksi
• Kontak langsung
Radiasi
Panas yang dipindahkan dari suatu daerah
ke daerah yang lain tanpa terjadi kontak
langsung dengan daerah tersebut.
Energi radiasi mengalir secara garis lurus
melalui udara.
Konveksi
Naiknya gas panas yang dihasilkan oleh
pembakaran kearah atas dan karena itu
meyebarkan api ke bagian atas
bangunan.
SEBUAH CONTOH KONVEKSI
Konduksi
Pemindahan panas melaluiatau sepanjang
benda,misalnya sebatang logam.
SEBUAH CONTOH KONDUKSI, PANAS DIHANTARKAN OLEH PIPA PANAS
Kontak langsung
Kontak nyala api secara langsung pada
suatu benda sehingga menghasilkan
pembakaran.
4 Cara memadamkan api

• Pendinginan
• Penyelimutan
• Menyingkirkan/mematikan
• Memutus reaksi berantai dari api
Pendinginan
Menyerap panas dari bahan yang terbakar
akibatnya akan menghalangi proses pembakaran

Removal or Reducing The Heat


(Cooling) STOPS the FIRE

HEAT

CHEMICAL
CHAIN
REACTION

OXYGEN FUEL
BAHAN BAKAR COOLING/PENDINGINAN

Memadamkan api dengan air


Menyingkirkan
Memutuskan suply bahan bakar

Removing or Reducing The Fuel


(Starvation) STOPS the FIRE

HEAT

CHEMICAL
CHAIN
REACTION

OXYGEN FUEL
STARVATION/
MENSTOP SUPLAY BAHAN BAKAR
BAHAN BAKAR

Menutup kerangan pada


Tangki yang terbakar
Penyelimutan
Memisahkan hubungan antara uap bahan bakar
dengan udara
Removal or Reducing the Oxygen
(Smothering) STOPS the FIRE

HEAT

CHEMICAL
CHAIN
REACTION

OXYGEN FUEL
SMOTHERING/ MENGISOLASI OKSIGEN
BAHAN BAKAR

Menutup drum yang terbakar


Memutus reaksi berantai api
Memutuskan rantai reaksi-reaksi pembakaran atau
dengan menangkap radikal-radikal bebas O2, OH, H
agar tidak dapat melanjutkan proses pembakaran
Stopping/ Breaking The Chemical
Reaction STOPS the FIRE

HEAT

CHEMICAL
CHAIN
REACTION

OXYGEN FUEL
BREAKING CHAIN REACTION
MEMECAHKAN RANTAI REAKSI KIMIA
BAHAN BAKAR

Memadamkan API dengan APAR type HALON


4 Cara memadamkan api
• Pendinginan • Air
• Penyelimutan • Selimut pemadam,
busa, pasir, penutup.
• Menyingkirkan bahan
• Menyingkirkan
bakar, menutup atau
menyumbat pipa
gas/minyak
• Memutus reaksi • Pemadam kimia
berantai dari api kering atau CO2
MACAM KLASIFIKASI API
( Klasifikasi sebelum 1970 )

1. KELAS A : Bahan bakar padat,kayu, kain, kertas


2. KELAS B : Bahan bakar cairyang mudah mencair
3. KELAS C : Listrik yang masih hidupi.

= AMERIKA UTARA
= AUSTRALIA
= AFRIKA SELATAN
Klasifikasi Api Eropa
Kelas A, benda berbahan dasar karbon, seperti: kayu,
karet, kertas, tekstil.
Kelas B, bahan cair yang mudah terbakar, seperti:
bensin, oli, tiner.
Kelas C, bahan gas yang mudah terbakar, seperti:
acetylene, propane, LPG, butane.
Kelas D,bahan metal yang mudah terbakar, seperti:
sodium, potassium, magnesium, uranium, lithium
(diperlukan bahan pemadam khusus).
Kelas F, minyak sayur dan lemak.
Kebakaran yang melibatkan perangkat listrik atau pengantar listrik,
alat pemadam yang digunakan harus alat pemadam yang non-
konduksi.
KLASIFIKASI API/KEBAKARAN
• Tujuan:
– memudahkan pemililhan media pemadam yang
tepat dari berbagal tipe bahan bakar.
• Klasifikasi kebakaran:
– Klas A : Bahan padat (kertas, kayu, plastik,
dll.)
– Klas B : Bahan cair atau gas mudah terbakar
– Klas C : Instalasi listrik
– Klas D : Bahan logam
Pengunaan media pemadam
Class/Me- Special
CO2 DCP Water Foam
dia DP

X X X

X X X

X X

X
FIRE EXTINGUISHER

ALAT PEMADAM API RINGAN


N2
CO2
ALAT PEMADAM API RINGAN
Ref :
Pert. Menaker No Per-04/Men/1980

• DAPAT DIOPERASIKAN SATU ORANG


• UNTUK PEMADAMAN MULA KEBAKARAN
• SEBATAS VOLUME API KECIL

HARUS SIAP PAKAI PADA WAKTUNYA


• MUDAH DILIHAT DAN MUDAH DIAMBIL
• KONDISI BAIK
• SETIAP ORANG DAPAT
MENGOPERASIKAN DENGAN BENAR,
TIDAK MEMBAHAYAKAN DIRINYA.
PEMASANGAN APAR
Ref : Pert. Menaker No Per-04/Men/1980
• Tinggi pemasangan tanda APAR 125 cm dari dasar
lantai dimana APAR ditempatkan

• Tabung APAR sebaiknya berwarna merah

• Jika ditempatkan di ruang terbuka agar dilindungi


dengan penutup

• Penempatan tabung apar yang satu dengan yang


lainnya tidak boleh melebihi 15 meter
Syarat-Syarat Penempatan
APAR
• Di jalur keluar (pintu keluar)
• Cukup dekat dengan daerah yang berbahaya
• Dekat dengan pintu
• Pada gedung bertingkat
- posisi sama pada setiap lantai
- sudut koridor
- dekat pintu tangga
TANDA PEMASANGAN
Jenis Tabung Pemadam
•CO2
•Powder
•Busa
•Air
Jenis Tabung Pemadam
•Co2
Tabung pemadam jenis
karbon dioksida(CO2)

• 1- 5,5 kg co2 cair


• Durasi 20 detik/lebih
• Daya pancur 2,5 – 1 meter
• Semprot langsung ke titk terdekat
dengan api
• Gerakan menyapu dengan cepat
• Desak api ke tepi hingga padam
Sifat Media pemadam CO2
• Non combustible / tidak mudah menyala
• Tidak mengantar arus listrik
• Tidak meninggalkan bekas
• Berbahaya bila digunakan dalam ruangaan tertutup
• Selain untuk pemadaman dipakai juga untuk bahan
pendorong.
• Thermal shock effect
• Tidak dapat diperuntukan memadamkan api Klas D / A
dan bahan kimia yang mengandung Oksigen
Jenis Tabung pemadam
Tabung pemadam jenis bubuk kering

• 0,9- 14 kg sodium bikarbonat


• Durasi, untuk 9 kg 90 dtk/lebih
• Daya pancur 4 – 1,8 meter
• Langsung semprot titik terdekat dengan
api & arahkan sedikit diatas api
• Gerakan menyapu degan cepat
• Desak api hingga tepi dan padam
SIFAT UMUM
DRY CHEMICAL POWDER
* Tidak menghantarkan arus listrik
* Meninggalkan bekas
* Kerapatan tabung penyimpanan harus
diperhatikan, bila udara kelembabannya
tinggi akan merusak sehingga Dry
Chemical menggumpal.
Jenis Tabung Pemadam
Tabung pemadam jenis busa
• 8,5 liter air dengan 0,5 liter konsetrat busa dan
N2
• Durasi 30 – 90 detik
• Daya pancur 6 meter
• Semprotkan ke dinding dengan melintasi api
dan biarkan busa mengalir turun menutup
permukaan yang terbakar
• Ambil jarak,semprotkan ke udara seperti air
mancur dan turun di daerah yang terbakar
• Jangan semprot langsung ke daerah yang
terbakar,api akan melompat keluar atau busa
jadi tenggelam
Jenis Tabung Pemadam
Tabung pemadam jenis air
• 9 liter air bertekanan dan udara
• Durasi 1,5 – 2 menit
• Daya pancur 8 meter
• Semprot langsung kebagian bawah api
• Terus semprot walau api sudah mati
• Jika api bergerak keatas, semprot
bagian terendah
Jenis Tabung Pemadam
Aspek-aspek keselamatan
penggunaan tabung pemadam
• Keselamatan diri sendiri • Mempunyai orang
• Posisi membelakangi cadangan
angin • Ruang gerak bersih
• Periksa penunjuk isi • Tidak boleh
tabung membelakangi api
• Periksa kerja dan • Waspada terhadap api
jangkauan semprotan nyala kembali
• Bergerak menunduk • Ambil jarak maksimum
dari api
Cara Menggunakan
Alat Pemadam Api Ringan

Ingat singkatan P.A.S.S


P...Pull (tarik) pin
A...Aim (Arahkan) nozzle ke titik nyala api
S...Squeeze (Tekan) trigger sementara pegang tabung
dalam posisi tegak
S...Sweep (Sapuan) bahan pemadam dari sisi ke sisi,
menutup area api dengan bahan pemadam
PASS
PASS
BACK DRAFT?
Masuknya oksigen secara tiba-tiba pada
suatu ruangan tertutup pada tahap
kebakaran mulai surut dengan kondisi
material bahan bakar masih cukup banyak
dan oksigen kurang, sehingga
mengakibatkan ledakan dari arah sumber
masuknya oksigen tersebut
Tanda-tanda backdraft

• Panas Pintu dan pegangannya


• Asap dari bukaan
• Asap masuk kembali melalui
bukaan
• Suara mendesis atau raungan
Proteksi pribadi
 Pakain lengkap, misalnya overall
 Sarung tangan
 Helm
 Kacamata pelindung
 Sepatu safety
 Alat bantu pernafasan jika
diperlukan
Menyelamatkan diri
Faktor-faktor yang dapat terjadi
• Pelajari segala resiko
• Coba mengingat lokasi dan jalan keluar
• Jika terjebak api- berhenti,tiarap lindungi
muka, berguling
• Tanpa breathing apparatus-merangkak
rendah dalam asap
• Jika memungkinkan gunakan breathing
apparatus
Bergerak dalam asap dan gelap
• Jangan berjalan
Menyeret kaki • Jaga berat pada kaki
belakang
• Angkat tangan ke
Lindungi muka muka
• Tangan sedikit
mencengkram
• Punggung tangan
kedepan
• Rasakan untuk
mendeteksi
Bergerak dalam asap dan gelap
(lanjutan)
Mengatasi tangga  Bergerak hati-hati dan
perlahan
 Periksa setiap anak tangga
 Bersandar ke dinding

Tanda dari panas  Periksa pintu,dinding bagian


yang terbuat dari kayu
 Perhatikan cat yang melepuh
 Rasakan gagang pintu
Batasi pemakaian air  Air yang disemprotkan tak
terkontrol dapat
meruntuhkan benda-benda
dan dapat menutup jalan
keluar
Jangan pertaruhkan nyawa anda

Jika tidak sanggup memadamkan api


usahakan untuk membatasi api dengan
cara menutup pintu dan jendela sebelum
meninggalkan area
Jika terjadi kebakaran

Find (temukan) • Cari daerah yang


terbakar
• Bunyikan alarm
Inform (informasikan)
• Besar/kecil,terbatas
Restrict (batasi) atau
terpisah,singkirkan
bahan bakar
Extinguish (padamkan) • Tentukan jenis
pemadam
POST TEST
• Sebutkan Segitiga api !
• Sebutkan 4 karakteristik bahan bakar !
• Sebutkan 4 cara memadamkan api !
• Sebutkan 4 cara penyebaran api !
• Sebutkan urutan fenomena kebakaran !
• Sebutkan kelas api sesuai standard
Indonesia !
• Sebutkan 4 media apar yang umum
digunakan !
• Sebutkan jarak tembak powder !
• Sebutkan 3 isi media apar foam

Anda mungkin juga menyukai