Anda di halaman 1dari 4

TUGAS TUTORIAL KE-3

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

Nama Mahasiswa : INTAN APRIANTI


NIM : 042346378
Nama Matakuliah : Pengantar Ekonomi Makro
Kode Matakuliah : ESPA4110
UPBJJ : Batam

1. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran agregrat jangka


pendek!

Beberapa faktor yang menggeser kurva penawaran agregat jangka pendek:

• Harga input seperti upah, bahan baku, energi dan input lainnya.
• Ekspektasi harga masa depan
• Pajak bisnis
• Subsidi produksi
• Apresiasi mata uang domestik
• Pasokan tenaga kerja dan kualitasnya
• Persediaan modal dan kualitasnya
• Teknologi

Penjelasan:

Kurva Penawaran Jangka Pendek Bergeser Apabila,


Pergeseran yang timbul dari tenaga kerja Peningkatan jumlah tenaga kerjayang ada
menyebabkan kurva penawaran agrerat bergeser ke kanan, penurunannya menyebabkan
kurva penawaran agrerat bergeser ke kiri.

Pergeseran yang timbul dari modal Peningkatan modal fisik dan modalmanusia dapat
menggeser kurva penawaran agrerat ke kanan, sedangakan penurunanya menggeser kurva
penawaran agrerat ke kiri.

Pergeseran yang timbul dari sumber daya alam .Peningkatan ketersediaan sumber daya
alam dapat menggeser kurva penawaranagrerat ke kanan, sedangkan penurunannya
menggeser kurva penawaran agreratke kiri.

Pergeseran yang berasal dari TeknologiPeningkatan pengetahuan teknologi akan


menggeser kurva penawaran agregat jangka pendek ke kanan. Penurunan pengetahuan
teknologi juga dapat menggeserkurva penawaran agregat ke kiri.
Kurva Penawaran Jangka Pendek bisa Bergeser karena Perubahan DalamTingkat Harga
Yang Diharapkan

2. Jelaskan sumber penyebab sumber inflasi dan kategori inflasi!

Inflasi adalah sebuah keadaan perekonomian di suatu negara dimana terjadi


kecenderungan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam waktu yang
panjang (kontinu). Keadaan ini terjadi karena adanya ketidak seimbangan arus masuk dan
keluar uang maupun barang. Kondisi naiknya harga barang dan jasa biasanya ditandai
dengan keadaan di mana jumlah uang yang beredar lebih banyak dibandingkan dengan
yang kebutuhan.

Pada umumnya, inflasi terjadi karena adanya kenaikan permintaan dan biaya produksi
yang tinggi serta berlangsung secara terus menerus. Inflasi tidak hanya menjadi perhatian
masyarakat umum, tetapi juga menjadi perhatian dunia usaha, bank sentral, dan
pemerintah. dan inflasi dianggap terjadi apabila proses kenaikan harga berlangsung terus-
menerus dan saling berpengaruh satu sama lain.

Penyebab Inflasi
• Tingginya peredaran uang di masyarakat
Penyebab pertama terjadinya inflasi adalah peredaran uang di masyarakat lebih
tinggi dibandingkan dengan yang dibutuhkan. Dengan jumlah barang tetap,
sedangkan uang yang beredar meningkat dua kali lipat. Hal itulah membuat para
pedagang menaikkan harga barang yang mengakibatkan sebuah inflasi.
• Meningkatnya biaya produksi
Penyebab lainnya yang bisa menimbulkan terjadinya inflasi adalah peningkatan
biaya produksi. Biasanya peningkatan tersebut diakibatkan karena mengikuti
kondisi peningkatan harga dari bahan baku atau upah tenaga kerja. Hal inilah
yang kemudian menyebabkan terjadinya inflasi, dan biasa disebut dengan cost
pull inflation.
• Meningkatnya permintaan
Penyebab ketiga terjadinya inflasi adalah terjadinya lonjakan terhadap permintaan
jenis barang atau jasa tertentu yang terjadi secara menyeluruh. Kondisi ini terjadi
ketika permintaan barang/jasa naik namun stock atau supply barang terbatas,
sehingga mengakibatkan lonjakan pada harga. Hal ini bisa disebabkan oleh
beberapa faktor seperti meningkatnya belanja pemerintah, meningkatnya
permintaan barang untuk diekspor dan meningkatnya permintaan barang untuk
swasta

Kategori inflasi

inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

• Inflasi yang berasal dari dalam negeri. Misalnya, kibat terjadinya defisit anggaran
belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang
berakibat harga bahan makanan menjadi mahal.
• Inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga
barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri
tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.

Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan:


1. Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun).
2. Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
3. Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
4. Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)

3. Jelaskan tentang kebijakan devaluasi, dan apa dampak kebijakan devaluasi terhadap
perekonomian, dan menurut pendapat Anda apakah kebijakan tersebut relevan dengan
kondisi perekonomian Indonesia saat ini!

Devaluasi adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi nilai mata
uang lokal negara terhadap nilai mata uang asing. Atau Penurunan nilai mata uang suatu
negara dengan secara sengaja oleh pemerintah terhadap nilai mata uang asing. Singkatnya
adalah nilai mata uang suatu negara menjadi di bawah rata-rata nilai mata uang asing.
Keadaan devaluasi ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian suatu negara, terutama
pada kegiatan perdagangan internasional.

Dampak Kebijakan Devaluasi terhadap perekonomian.


• Peningkatan Produksi Output
Devaluasi mampu mendorong peningkatan produk barang ekspor dan juga mengurangi
produk impor dari dalam negeri. Peningkatan produksi ini pun nantinya akan terjadi
untuk memenuhi kebutuhan pasar. Sehingga, produksi output pun akan turut
meningkat. Terjadinya tingkat devaluasi adalah mampu meningkat output dalam
jangka waktu menengah dan juga panjang. Selain itu, devaluasi juga mampu
mendorong dibuka berbagai lahan perkebunan baru ataupun menerima replanting atau
proyek lain di dalam sektor industri.

• Perubahan Metode Produksi


Akibat dari adanya devaluasi juga akan membuat berbagai perusahaan dalam
mengubah proses produksinya, yaitu dari pemakaian mesin ke pengguna tenaga kerja.
Karena menggunakan tenaga kerjanya dirasa lebih murah, yang mana upah tenaga kerja
cenderung lebih rendah daripada menggunakan mesin. Meningkatnya lapangan kerja
ini pun akan semakin banyak dan akan menurunkan tingkat pengangguran dalam suatu
negara.
• Peningkatan Jumlah Cadangan Devisa
Adanya perubahan nilai tukar mata uang domestik dengan adanya penerapan devaluasi
akan menciptakan surplus pada neraca pembayaran. Sehingga, jumlah cadangan yang
berasal dari devisa pun akan turut bertambah ataupun mengalami peningkatan.

• Peningkatan Pendapatan
Nilai tukar mata uang domestik yang semakin tinggi ini akan mengurangi keuntungan
terhadap para eksportir dan keuntungan para importir pun akan semakin banyak.
Kondisi ini akan menjadikan adanya penurunan produksi barang substitusi impor dan
akan berdampak pada penurunan pendapatan dalam sektor industri tersebut.

• Keseimbangan Neraca Pembayaran


Adanya devaluasi ini juga bisa digunakan untuk keseimbangan neraca pembayaran.
Nilai mata uang domestik yang terlampau tinggi ini akan menyebabkan ekspor yang
meningkat dan impor yang menurun. Sehingga, akan menyebabkan adanya defisit
neraca perdagangan yang pada akhirnya akan membuat defisit pada negara
pembayaran. Selain itu, devaluasi juga akan berdampak pada bisnis ekspor yang sedang
dijalankan. Peningkatan permintaan pada pasar global ini juga mungkin akan membuat
perusahaan bekerja lebih efektif dan efisien.

Pandapat:

Ada berbagai dampak dari penerapan devaluasi, baik itu dampaknya pada perusahaan
ataupun untuk masyarakat luas. Dan menurut saya kebijakan devaluasi untuk kondisi
perekonomian Indonesia saat ini tidak cukup relevan untuk diterapkan. Karena sejauh ini
kondisi perekonomian Indonesia terutama masalah nilai tukar masih cukup seimbang
dalam kondisi perekonomian saat ini.

Anda mungkin juga menyukai