Anda di halaman 1dari 1

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT Nama : Ny.

W
Tgl Lahir : 24.04.1972
No RM : 60.09.24
Tgl Masuk RS: 05-03-2021 Waktu : 09.50 WIB Perawat Pengkaji: Hasanah Eka Wahyu Ningsih
Riwayat/ Mekanisme Kejadian: Riwayat Alergi:
Pasien mengatakan diare sejak setelah shubuh, BAB cair 3kali, muntah (+), badan terasa lemas
Penyakit Terdahulu :
Pasien mengatakan pernah mengalami diare sebelumnya.

ANAMNESA PSIKOLOGIS, SOSIAL, BUDAYA DAN SPIRITUAL


Bicara : □ Jelas □ Tidak dapat dimengerti □ Lain-lain………………….
Komunikasi : □ Verbal □ Non Verbal □ Apatis
Status Emosional : □ Stabil/Tenang □ Marah □ Cemas □ Takut □ Rendah diri
Sosiologi : □ Komunikatif □ Komunikasi tidak efektif □ Menarik Diri
Budaya : □ Adat Kebiasaaan □ Larangan
Spiritual : □ Mandi □ Perlu dibantu dalam ibadah
Nilai Kepercayaan : □ Islam □ Katolik □ Protestan □ Hindu □ Budha

Potensial Kebutuhan Pembelajaran : □ Proses penyakit □Pengobatan/Tindakan □Terapi/Obat


□ Nutrisi
Lain-lain, Jelaskan………………………………………………………………………………………………………………………..
SECONDARY SURVEY PREMARY SURVEY

AIRWAY BREATHING CIRCULATION DISSABILITY


□ Bebas □ Spontan Nadi : □ Kuat □ Lemah Respon □ Alert □Pain
□ Gurgling □ Tachipneu CRT : □ <2 □ >2 □ Verbal □ Unrespons
□ Stridor □ Apneu Warna Kulit: □ Normal □ Pucat □ Kuning Pupil □ Isokor □ Anisokor
□ Wheezing □ Dispneu Pendarahan: □ Tidak Ada □ Terkontrol □ Pin point □Medriasis
□ Ronchi □ Ventilasi Mekanik □ Tidak Terkontrol Reflek : ……/…….
□ Terintubasi □ Memakai Ventilator Turgor Kulit: □ Baik □ Buruk GCS : E… V….. M….

TD: / mmHg N: x/m RR: x/m S: ◦C


Muka □ Nyeri □ Luka Bakar Lokasi Nyeri : ________________________
□ Keterbatasan Gerak □ Gigitan Skala Nyeri : ________________________
□ Deformitas □ Tusuk
□ Abrasi □ V. Appertum
□ Laserasi □ Pitchiae
□ Kontusio □ Lainnya………..
BB : Kg TB/PB : cm
Diagnosa Medis:
Diagnosa Keperawatan Gawat Darurat Rencana Keperawatan Gawat Darurat
o Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d obstruksi trakeobronkial, adanya o Lakukan Manuver jaw trust, head tilt, chin lift
benda asing pada jalan napas, secret tertahan di jalan napas o Keluarkan benda asing, lakukan suction, needle
o Risiko aspirasi b.d trauma wajah mulut atau leher, penurunan tingkat cricothyroidectomy
kesadaean, peningkatan tekanan intragastric o Pasang OPA, NPA, ETT, stabilisasi cervical (Collar brace)
o Ketidakefektifan pola napas b.d nyeri, cedera pada spinal, kelelahan otot o Berikan bantuan napas buatan, ventilasi mekanik, ventilasi
pernapasan, kerusakan otot rangka dengan ventilator
o Gangguan pertukaran gas b.d perubahan kapasitas darah membawa oksigen, o Berikan O2 sesuai kebutuhan melalui nasal canula, masker
ketidakseimbangan membrane pertukaran kapiler dan alveolus o Monitor Saturasi O2
o Penurunan curah jantung b.d perubaha kekuatan jantung dalam melawan o Monitor tanda-tanda vital secara periodic
kontraksi otot jantung, menurunnya keluaran jantung, penurunan isi o Monitor tingkat kesadaran secara periodic
sekuncup disebabkan oleh masalah elektrofisiologis o Monitor EKG
o Ketidakefektifan perfusi jaringan (cerebral, cardiopulmonary, renal, o Pasang Infus, Ambil sampel darah, cek AGD
gastroentistina, perifer) b.d penurunan pertukaran sel, hypovolemia, o Hentikan perdarahan, KIE banyak minum.
penurunan darah arteri. o Berikan posisi semifowler
o Risiko kekurangan volume cairan b.d kehilangan volume cairan aktif, o Pasang dower catheter untuk monitor cairan keluar
kerusakan mekanisme regulasi o Berikan cairan intravena, cairan koloid, darah atau produk
o Kelebihan volume cairan b.d mekanisme reguasi yang terganggu
darah, ekspander plasma
o Diare b.d penyalahgunaan laxative, proses infeksi, malabsorbsi o Kaji turgor kulit dan membran mukosa mulut
o Retensi urin b.d obstruksi tractus urinarius, gangguan neurovaskuler, trauma, o Awasi tetesan cairan, berikan cairan sesuai kebuuhan
hipertrofi, bladderprostat o Pasang NGT
o Nyeri akut , kronis b.d spasme otot dan jaringan, trauma jaringan,
o Atasi nyeri, delegative pemberian analgetika, Teknik distraksi,
ketidakmampuan fisik kronik
relaksasi
o Hipertermia b.d dehidrasi, peningkatan kecepatan meabolisme, trauma,
o Lakukan perawatan luka dengan Teknik septic aseptic
proses perjalanan penyakit
o Berikan kompres hangat
o Kerusakan mobilitas fisik b.d kerusakan musculoskeletal dan
o Delegatif berikan antipiretik
neuromuscular, kehilangan integritas kulit an jaringan, trauma imuno supresi
o Risiko Infeksi b.d prosedur invasive, kerusakan kulit dan jaringan, trauma o Monitor intake dan output cairan
imunosupresi o Pasang pengaman, spalk, lakukan imobilisasi
o Konstipasi b.d diet, asupan cairan, tingkat aktivitas, kebiasaan defekasi o Kaji tanda-tanda kompartemen pada daerah distal dari fraktur
o Risiko jatuh b.d penyakit gangguan keseimbangan, penurunan status mental, o Pastikan pengaman tempat tidur terpasang, dan rem tempat
penggunaan obat, penggunaan alcohol. tidur terkunci dengan baik
o Risiko menciderai diri sendiri dan orang lain b.d sikap agresif o Pasang gelang kuning pada pasien sebagai penanda pasien
perlu pengawasan
o Lakukan restrain pada pasien, kolaborasi obat penenang