Anda di halaman 1dari 8

Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907± 4298, Volume 13 Nomor 2A, Juli 2017 : 1 - 8

ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA

Yuniarti Amelhia Lapatandau


Grace A. J. Rumagit
Caroline B.D. Pakasi

ABSTRACT

This study aims to find out how the conversion of agricultural land in 2013 to
2016 in North Minahasa District. The study was conducted from February to June 2017.
The data used were secondary data obtained from North Minahasa National Land
Agency (BPN) and Central Bureau of Statistics (BPS) of North Sulawesi. Data analysis
used is descriptive data analysis method by using tables and graphs to describe
conversion of agricultural land in Kabupaten Minahasa Utara. Analysis of the data taken
is expert report of agricultural land function in North Minahasa District from 2013 to
2016. The results show that land conversion in North Minahasa District from 2013 to
2016 tends to increase. With increasing of farming land conversion means increasingly
narrow agricultural land, while land conversion increases.

Keyword: conversion, farmland, North Minahasa District

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konversi lahan pertanian


pada tahun 2013 sampai 2016 di Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian dilakukan dari
bulan Februari sampai Juni 2017. Data yang digunakan adalah data sekunder yang
diperoleh dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Minahasa Utara dan Badan
Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara. Analisis data yang digunakan adalah metode
analisis data deskriptif dengan menggunakan tabel dan grafik untuk menggambarkan
konversi lahan pertanian di Kabupaten Minahasa Utara. Analisis data yang diambil
adalah laporan pakar fungsi lahan pertanian di Kabupaten Minahasa Utara dari tahun
2013 sampai 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi lahan di Kabupaten
Minahasa Utara dari tahun 2013 sampai 2016 cenderung meningkat. Dengan
meningkatnya konversi lahan berarti lahan pertanian semakin sempit, sementara konvensi
tanah meningkat.

Kata kunci: konversi, lahan pertanian, Kabupaten Minahasa Utara

1
Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabupaten Minahasa Utara .....(Yuniarti Lapatandau, Grace Rumagit, Caroline Pakasi)

PENDAHULUAN yang cukup pesat berakibat terkonversinya


lahan pertanian secara besar-besaran. Selain
Latar Belakang untuk memenuhi kebetuhan industri, alih
Kehidupan manusia yang semakin maju fungsi lahan pertanian juga terjadi secara
dan berkembang menuntut akan banyak hal cepat untuk memenuhi kebutuhan perumahan
sebagai suatu perubahan baik dari segi jumlahnya jauh lebih besar (Sasono, 1995).
pembangunan dan kemajuan intelektual hal Lahan selalu mengalami perubahan
tersebut sangat perlu dilakukan untuk dari waktu ke waktu seiring meningkatnya
memenuhi setiap kebutuhan hidup manusia kebutuhan manusia akan lahan. Perubahan
seperti, pertumbuhan penduduk yang terus- tersebut dikarenakan memanfaatkan lahan
menerus meningkat mengharuskan
untuk kepentingan hidup manusia. Alih
pembangunan akan perumahan dan bangunan
fungsi lahan pertanian yang tidak terkendali
untuk tempat tinggal semakin dibutuhkan. Cara
apabila tidak ditanggulangi dapat
untuk memenuhi kebutuhan lahan yaitu dengan
pengadaan lahan (Mokoagow, 2012). Seiring mendatangkan permasalahan yang serius,
dengan peningkatan jumlah penduduk dan antara lain dapat mengancam kapasitas lahan.
perkembangan struktur perekonomian, Kecenderungan terus meningkatnya
kebutuhan lahan untuk kegiatan non pertanian kebutuhan akan lahan ini menyebabkan alih
cenderung terus meningkat. Kecenderungan fungsi lahan pertanian sulit untuk dihindari
tersebut menyebabkan alih fungsi lahan (Iqbal, 2007). Meningkatnya kebutuhan lahan
pertanian sulit dihindari. Beberapa kasus untuk perkantoran, pemukiman, pabrik dan
menunjukkan jika disuatu lokasi terjadi alih pergudangan serta pembangunan jalan juga
fungsi lahan, maka dalam waktu yang tidak dialami oleh Kabupaten Minahasa Utara
lama lahan disekitarnya juga beralih fungsi pasca pemekaran dari Kabupaten Minahasa
secara progesif. Sejalan dengan pembangunan pada tahun 2004. Letak wilayah Kabupaten
kawasan perumahan atau industri disuatu lokasi Minahasa Utara yang sangat strategis, diapit
alih fungsi lahan, maka aksebilitas dilokasi oleh dua Kota yaitu Kota Manado dan Kota
tersebut menjadi semakin kondusif untuk Bitung yang memiliki sektor industri dan jasa
pengembanganindustri dan pemukiman. Lahan yang sangat potensial sehingga membutuhkan
menjadi salah satu unsur utama dalam akses jalan yang baik untuk menghubungkan
menunjang kehidupan manusia. Fungsi lahan kedua Kota tersebut melalui Kabupaten
sebagai tempat manusia beraktivitas untuk Minahasa Utara. Hal inilah yang membuat
mempertahankan hidup dan eksistensinya. para investor baik domestik maupun asing,
Penggunaan lahan yang meningkat oleh tertarik untuk melakukan investasi di daerah
manusia, seperti untuk tempat tinggal, tempat
ini. Untuk menunjang investasi tersebut
melakukan usaha, pemenuhan akses umum dan
dibutuhkan lahan untuk membangun sarana
fasilitas lain akan menyebabkan lahan yang
tersedia semakin menyempit. Timbulnya
dan prasarana yang akan dipakai untuk
permasalahan penurunan kualitas lingkungan kelancaran kegiatan investasinya. Dengan
nantinya akan mengganggu keseimbangan adanya keterbatasan lahan di daerah ini
ekosistem, hal tersebut karena penggunaan, mengakibatkan cenderung meningkatnya
daya dukung dan perubahan bentuk peruntukan konversi lahan dari lahan pertanian ke non
lahan. pertanian secara cepat dan progresif. Oleh
Alih fungsi lahan merupakan kegiatan karena itu, penting untuk dilakukan penelitian
perubahan penggunaan tanah dari suatu WHQWDQJ ³$OLK )XQJVL /DKDQ 3HUWDQLDQ GL
kegiatan yang menjadi kegiatan lainnya. Alih .DEXSDWHQ 0LQDKDVD 8WDUD´
fungsi lahan muncul sebagai akibat dari
pembangunan dan peningkatan jumlah Rumusan Masalah
penduduk. Pertambahan penduduk dan ` Berdasarkan latar belakang di atas,
peningkatan kebutuhan lahan untuk kegiatan maka yang menjadi permasalahan dalam
pembangunan telah merubah struktur industri penelitian ini adalah bagaimana alih fungsi
lahan pertanian di Kabupaten Minahasa Utara?

2
Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907± 4298, Volume 13 Nomor 2A, Juli 2017 : 1 - 8

Tujuan an alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian


Penelitian ini bertujuan untuk dari tahun ke tahun.
mengetahui luas alih fungsi lahan pertanian
pada tahun 2013 hingga 2016 di Kabupaten HASIL DAN PEMBAHASAN
Minahasa Utara.
Deskripsi Umum Wilayah Penelitian
Manfaat Kabupaten Minahasa Utara merupakan
Penelitian ini diharapkan dapat kabupaten yang dibentuk berdasarkan Undang-
bermanfaat untuk : Undang Nomor 55 Tahun 2003 dan diresmikan
1. Memperluas wawasan serta pengetahuan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden
mengenai alih fungsi lahan pertanian ke Republik Indonesia pada tanggal 7 Januari
non pertanian 2004. Minahasa Utara adalah salah satu
2. Memberikan masukan kepada pemerintah Kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara dengan
Kabupaten Minahasa Utara tentang alih ibukota Airmadidi, berjarak sekitar 35 km dari
fungsi lahan pertanian ke non pertanian di Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara,
daerah tersebut. dengan batas-batas wilayah berikut ini :
Sebelah Utara berbatasan dengan Laut
Sulawesi dan Kepulauan Sangihe
Sebelah Timur berbatasan dengan Laut
METODOLOGI PENELITIAN Maluku dan Kota Bitung
Sebelah Barat berbatasan dengan Laut
Waktu dan Tempat Penelitian
Sulawesi dan Kota Manado
Penelitian ini dilaksanakan selama tiga
Sebelah Selatan berbatasan dengan
bulan dimulai dari bulan Februari hingga Mei
Tahun 2017. Tempat penelitian berlokasi pada Kabupaten Minahasa.
Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Luas wilayah Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa Utara. Utara termasuk pulau-pulaunya adalah
1.059,244 km². Garis pantai sepanjang 292,20
Metode Pengumpulan Data km, jumlah pulau sebanyak 46 buah. Sebagai
Penelitian ini menggunakan data Kabupaten yang terletak di wilayah pesisir, ada
sekuder yaitu data yang dipublikasikan oleh tiga kecamatan yang sebagian wilayahnya
Badan Pertanahan Nasional Kabupaten terpisah dari pulau Sulawesi, yaitu Kecamatan
Minahasa Utara. Data yang digunakan berupa Wori, (Mantehage dan Nain), Kecamatan
data deret waktu (time series) untuk variabel Likupang Timur (Bangka), dan Kecamatan
luas alih fungsi lahan pertanian dari tahun 2013 Likupang Barat (Gangga, Talise, Kinabuhutan).
hingga 2016. Selain itu, digunakan juga data Kabupaten Minahasa Utara terdiri dari
penunjang lainnya dari laman (website) dari 10 kecamatan, yaitu : Kecamatan Kema,
beberapa instansi terkait dengan penelitian ini Kecamatan Kauditan, Kecamatan Airmadidi,
seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Kecamatan Kalawat, Kecamatan Dimembe,
Utara. Kecamatan Talawaan, Kecamatan Wori,
Kecamatan Likupang Barat, Kecamatan
Konsep Pengukuran Variabel Likupang Timur dan Kecamatan Likupang
Adapun variabel alih fungsi lahan Selatan. Kondisi wilayah Kabupaten Minahasa
pertanian diukur dalam satuan luas hektar (Ha) Utara terdiri dari pengunungan dan berbukit,
dan diuraikan berdasarkan 10 Kecamatan di topografi ini sekaligus dapat menggambarkan
Kabupaten Minahasa Utara menurut luasan keadaan wilayah Kabupaten Minahasa Utara
yang terbesar hingga yang terkecil. sebagai daerah yang subur dan berpotensi besar
dimasa mendatang untuk pengembangan sentra-
Metode Analisis Data sentra produksi pertanian tanaman pangan,
Data yang diperoleh dianalisis secara holtikultura, perkebunan dan kehutanan serta
deskriptif menggunakan tabel, gambar dan ditunjang oleh ketersediaan sumberdaya
grafik, serta menggunakan analisis tren untuk kelautan dan perikanan yang sangat berlimpah
mendeskripsikan kecenderungan perkembang- disamping juga memiliki basis-basis kawasan

3
Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabupaten Minahasa Utara .....(Yuniarti Lapatandau, Grace Rumagit, Caroline Pakasi)

industri. Letak Kabupaten Minahasa Utara Berdasarkan Tabel satu, tampak bahwa
sangat strategis, karena berada di antara dua pada tahun 2013 ke 2014, terjadi penurunan yang
Kota yaitu Kota Manado dan Bitung yang cukup tajam pada luasan tegal atau kebun dari
memiliki gerbang utama Regional, Nasional 26.189 menjadi 12.297 hektar atau berkurang
maupun Internasional, yaitu Bandar Udara sebesar 13.892 hektar (53,05 persen). Hal Ini
Internasional Sam Ratulangi dan Pelabuhan terutama disebabkan oleh adanya konversi lahan
Bitung. tegal atau kebun menjadi lahan non pertanian
seperti lahan pemukiman, pabrik dan pergudangan
Luas Lahan Pertanian Menurut serta pembangunan jalan tol Manado ± Bitung.
Penggunaannya di Kabupaten
Minahasa Utara Luas Alih Fungsi Lahan Kabupaten
Kualitas hidup masyarakat semakin hari Minahasa Utara Menurut Kecamatan Tahun
semakin meningkat, secara otomatis 2013 ± 2016
mempengaruhi kebutuhan hidup manusia, Seiring dengan peningkatan
sehingga pembangunan pemukiman dan pembangunan berbagai infrastruktur di
Kabupaten Minahasa Utara maka konsekuensinya
pembangunan prasarana-prasarana lainnya terus
adalah peralihan fungsi dari lahan pertanian ke
bertambah. Hal ini menuntut akan adanya lahan
non pertanian juga meningkat. Gambar 1
untuk memenuhi kebetuhuan tersebut sehingga menunjukkan bahwa pada tahun 2013, dari 10
terjadinya alih fungsi lahan dari fungsi kecamatan yang ada di Kabupaten Minahasa
sebelumnya tidak dapat dihindari lagi. Utara maka Kecamatan Kalawat menempati
Demikian halnya di Kabupaten Minahasa Utara, urutan pertama luas alih fungsi lahan pertanian ke
alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian non pertanian diikuti oleh Kecamatan Airmadidi
cenderung meningkat. Tabel berikut ini dan Kecamatan Talawaan.
menunjukkan luas lahan pertanian menurut
penggunaannya pada Tahun 2012 hingga 2015.
700
600 583
Tabel 1. Luas Lahan Pertanian Menurut Penggunaannya di 500
Kabupaten MinahasaUtara Tahun, 2012-2013-2014-2015 (Ha) 357
400
Luas Lahan Tahun 300 240
120 99
200 110 7
2012 2013 2014 2015 101 29 32
100
Irigasi Teknis 2.877 2.877 3.330 3.355 0
Irigasi Setengah Teknis - - - -
Irigasi Sederhana - - - -
Irigasi Desa - - - -

Tadah Hujan 713 713 271 271


Lebak, Polder - - - -
Tegal, Kebun 26.189 26.189 12,297 12,29 Gambar 1. Luas Alih Fungsi Lahan Berdasarkan Kecamatan
7 Tahun 2013
Ladang, Huma 2.808 2.808 5.066 5.066

Padang Rumput 77 77 77 77 Pada tahun 2013, di Kecamatan


Perkebunan 28.221 28.221 39.929 39.92 Kalawat terdapat 583 hektar lahan pertanian
9 yang beralih fungsi dari lahan pertanian menjadi
Lahan Sementara Tidak 10.348 10.348 10.089 10.08
Di Usahakan 9 kawasan perumahan, pabrik dan pergudangan.
Sedangkan kecamatan yang paling rendah luas
Lahan Tanaman 8.510 8.510 13.912 13.91 alih fungsi lahan adalah Kecamatan Likupang
2
Lainnya 14.234 14.234 8.553 8.553 Selatan yakni hanya sebesar 7 hektar.
(Tambak/Hutan Selanjutnya pada Gambar 2, dapat dilihat
Negara/Rawa
Total 93.977 93.977 93.524 93.54
bahwa alih fungsi lahan pertanian ke non
9 pertanian, masih tertinggi pada Kecamatan
Kalawat diikuti oleh Kecamatan Airmadidi dan
Sumber : BPS Sulawesi Utara dalam angka dari tahun 2011-2016,
2017
Kauditan. Namun yang mengalami
peningkatan yang sangat signifikan adalah
Kecamatan Airmadidi, pada tahun 2013 sebesar

4
Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907± 4298, Volume 13 Nomor 2A, Juli 2017 : 1 - 8

357 hektar meningkat sebesar 42,58 persen penurunan yang cukup signifikan, dari 509 hektar
menjadi 509 hektar pada tahun 2014, atau menjadi 280 hektar atau sebesar 229 hektar (44.99
terdapat 152 hektar lahan pertanian yang beralih %), sementara tergolong cukup tinggi, sedangkan
fungsinya. Meningkatnya luas alih fungsi lahan Kecamatan Talawaan meningkat sebesar 14
tersebut, antara lain, karena meningkatnya hektar dari 255 hektar pada tahun 2014 menjadi
target pembebasan lahan untuk pembangunan 269 hektar pada tahun 2015.
jalan tol Manado ± Bitung. Gambar 4 menunjukkan luas alih
fungsi lahan pertanian di Kabupaten
700 Minahasa Utara pada tahun 2015. Terlihat
584
600 509 bahwa hampir semua kecamatan luas alih
500 fungsi lahan pertanian meningkat dengan
400 pesat kecuali Kecamatan Dimembe dan Wori,
280 255
300
namun Kecamatan Kalawat, Airmadidi dan
200 125 101
100 12 30 13
Talawaan masih menempati posisi tiga
3
0 teratas. Sedangkan kecamatan dengan luas
alih fungsi lahan pertanian yang terendah
masih tetap pada Kecamatan Likupang Barat.
Sedangkan kecamatan dengan luas alih fungsi
Gambar 2. Luas Alih Fungsi Lahan Berdasarkan Kecamatan
lahan pertanian terendah yang biasanya
Tahun 2014 ditempati oleh Kecamatan Likupang Selatan,
untuk tahun 2015 berada pada Kecamatan
Likupang Barat.
Sedangkan kecamatan yang luas alih fungsi
lahan pertaniannya mengalami penurunan
700
adalah di Kecamatan Likupang Selatan sebesar 622
600
tiga hektar. 512
500
367
400
305
700 595 300
600 201
500 200 124 125
400 280 100 63 65
249 269 20
300
200 127 0
90
100 5 22 40 29
0

Gambar 4. Luas Alih Fungsi Lahan Berdasarkan Kecamatan


Tahun 2016

Gambar 3. Luas Alih Fungsi Lahan Menurut Kecamatan


Tahun 2015
Rekapitulasi Alih Fungsi Lahan
Perubahan penggunaan lahan di
Kabupaten Minahasa Utara menyebabkan
Gambar 3 menunjukkan bahwa luas alih fungsi
lahan pertanian di Kabupaten Minahasa Utara berubahnya fungsi lahan tersebut dari lahan
pada tahun 2015. Kecamatan Kalawat masih pertanian menjadi lahan non pertanian. Hal
menempati posisi tertinggi diikuti oleh Kecamatan ini tidak terlepas dari posisi wilayahnya yang
Talawaan dan Airmadidi, bahkan luas alih strategis menyebabkan kegiatan ekonominya
fungsinya terus meningkat dari tahun ke tahun. terus meningkat serta ditambah lagi dengan
Kecamataan Airmadidi yang biasanya menempati meningkatnya jumlah penduduk di daerah ini.
ranking 2 pada tahun 2013 dan 2014 telah digeser Gambar 6 menunjukan rekapitulasi alih
oleh Kecamatan Talawaan yang meningkat ke fungsi lahan pertanian di Kabupaten
peringkat kedua. Dibandingkan dengan tahun Minahasa Utara berdasarkan lima Kecamatan
2014, maka Kecamatan Airmadidi mengalami tertinggi Tahun 2013-2016.

5
Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabupaten Minahasa Utara .....(Yuniarti Lapatandau, Grace Rumagit, Caroline Pakasi)

Pada tahun 2015 ke 2016,


700 583 622
600
584 595
512
perkembangan luas alih fungsi lahan pertanian
509
500 semakin meningkat menjadi 28,2 persen atau
357 367
400 280255 280269249 305 meningkat 35,35 persen lebih besar dari tahun
300 240
200 120110 125 127 124
2015.
100
0
Airmadidi

Airmadidi

Airmadidi

Airmadidi
Kauditan

Kauditan

Kauditan

Kauditan
Dimembe

Dimembe

Dimembe

Dimembe
Kalawat

Kalawat

Kalawat

Kalawat
Talawaan

Talawaan

Talawaan

Talawaan
KESIMPULAN DAN SARAN

2013 2014 2015 2016 Kesimpulan


Gambar 5. Rekapitulasi Alih Fungsi Lahan Kabupaten Minahasa Utara berdasarkan 5
Berdasarkan hasil dan pembahasan,
Kecamatan tertinggi Tahun 2013 - 2016 maka dapat disimpulkan bahwa luas alih fungsi
lahan pertanian ke non pertanian di Kabupaten
Sejak tahun 2013 hingga 2016, lima Minahasa Utara pada Tahun 2013 hingga Tahun
kecamatan yang menempati peringkat teratas 2016 cenderung meningkat.
adalah Kecamatan Kalawat, Airmadidi,
Talawaan, Kauditan dan Dimembe. Urutan ini Saran
tidak berubah, kecuali pada tahun 2014, Alih fungsi lahan semakin meningkat
Kecamatan Kauditan lebih tinggi atau berada di akan membuat lahan pertanian semakin
posisi kedua menggeser posisi Kecamatan menyempit, sehingga Pemerintah Kabupaten
Talawaan. Hal ini disebabkan karena Minahasa Utara harus lebih memberikan
meningkatnya realisasi pembebasan lahan di perhatian yang serius terhadap masalah alih
wilayah ini untuk pembangunan jalan tol fungsi lahan pertanian ke non pertanian.
Manado-Bitung. Untuk penelitian selanjutnya disarankan
untuk meneliti faktor-faktor yang
mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian.
Tren Luas Alih Fungsi Lahan Pertanian ke
Non Pertanian Tahun 2013hingga 2016
Perkembangan luas alih fungsi lahan DAFTAR PUSTAKA
pertanian ke non pertanian Kabupaten Minahasa
Utara dari tahun 2013 hingga tahun 2016
Adi, Sasono. 1995. Ekonomi Politik
cenderung meningkat. Pada tahun 2013 ke
2014, luas alih fungsi lahan pertanian ke non
Penguasaan Tanah. Pustaka Sinar
pertanian sebesar 1,77 persen, kemudian pada Harapan, Jakarta.
tahun 2014 ke 2015 terus meningkat dengan
persentase yang semakin besar yaitu 9,97 Akbar, R. 2008. Proses Pembebasan Tanah
persen. Pertanian Untuk Pembangunan
Kawasan Perumahan. Fakultas
3000 Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
2500 2404 A.Tohir, Kaslan. 2000 Seuntai Pengetahuan
1876
2000
1678 1706 Usaha Tani Indonesia.Rineka Cipta.
Hektar

1500 Jakarta.
1000
500
Adisasmita. H. R, 2005. Dasar-dasar
0
2013 2014 2015 2016 Ekonomi Wilayah. Jakarta. Graha
Tahun Ilmu.
Gambar 6. Tren Ahli Fungsi Lahan di Kabupaten Minahasa Utara Puspasari, Aneke. 2012. Faktor-Faktor Yang
Tahun 2013-2016
Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan
Pertanian. Skripsi Fakultas Ekonomi
Dan Manajemen. Institut Pertanian
Bogor.

6
Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907± 4298, Volume 13 Nomor 2A, Juli 2017 : 1 - 8

Arsyad, Lincolin. 2004. Pengantar Nasution. 2000. Masalah Alih Fungsi Lahan
Perencanaan Pembangunan Ekonomi Dan Dampaknya Terhadap
Daerah. Yogyakarta: BPFE Keberlangsungan Swasembada
Yogyakarta. Pangan. Pusat Penelitian Sosial
Ekonomi Pertanian. Jakarta.
Arsyad, S. 2010. Konsevarsi Tanah dan Air.
Edisi Kedua. IPB. Bogor. Pambudi, A. 2008. Analisis Nilai Ekonomi
Lahan Pada Lahan Pertanian Dan
Boediono. 2005. Teori Pertumbuhan Pemukiman di Kecamatan Ciampa
Ekonomi. Yogyakarta: BPFE. Kabupaten Bogor. Skripsi. Institut
Pertanian Bogor. Bogor.
Daniel, Moehar. 2002. Pengantar Ekonomi
Pertanian. Jakarta. PT. Buni Aksara. Poppy, Haryani.2011. Perubahan Penutup
Penggunaan Lahan dan Perubahan.
Hanafie, Rita. 2010. Pengantar Ekonomi Bandung: Penerbit Andi.
Pertanian. CV Andi. Yogyakarta.
Ruswandi. 2009. Alih Lahan Fungsi
Irawan, Bambang. 2002. Dampak Konversi Pertanian. Jakarta : Graha Ilmu.
Lahan Pertanian. Bogor.
Sjafrizal. 2008. Ekonomi Regional. Teori dan
Iqbal, N. 2007.Strategi Pengendalian Alih Aplikasi. Padang: Baduose Media.
Fungsi Lahan Pertanian Bertumpu
Pada Partisipasi Masyarakat. Pusat Solihah, Neneng. 2002. Dampak Alih Fungsi
Analisis Sosial Ekonomi dan Lahan Sawah Ke Penggunaan Non
Kebijakan Pertanian. Bogor. Sawah Terhadap Pendapatan Petani
Di Kabupaten Bogor. Skripsi. Bogor:
Jhingan, M. L, 2007. Ekonomi Pembangunan Fakultas Pertanian Institut Pertanian
dan Perencanaan. Jakarta. PT Raja Bogor.
Grafindo Persada.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian
Jonathan, Sarwono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung Alfabeta.
Yogyakarta:Graha Ilmu.
Sukirno, Sodono.2006. Ekonomi
Lestari, T. 2009. Dampak Konversi Lahan Pembangunan Proses, Masalah, dan
Pertanian Bagi taraf Hidup Petani. Dasar Kebijakan. Kencana :Lembaga
Skripsi. Departemen Sains Penerbit Penata Media Gruop.
Komunikasi dan Pengembangan Jakarta
Masyarakat. Institut Pertanian
Bogor. Sulistyawati, D, A. 2014. Analisis Dampak
Alih Fungsi Lahan Pertanian
Mokoagow, Marla. 2012. Faktor-Faktor Yang Terhadap Ketahananan Pangan Di
Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Kabupaten Cianjur. Skripsi.
Pertanian Ke Non Pertanian Di Departemen Ekonomi Sumberdaya
Kabupaten Minahasa Utara. Skripsi. Dan Lingkungan. Fakultas Ekonomi
Fakultas Pertanian. Manado. dan Manajemen Institut Pertanian
Bogor.
Mustopa, Z.2011. Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan
Pertanian di Kabupaten Demak. Skripsi.
Universitas Diponegoro. Semarang.

7
Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabupaten Minahasa Utara .....(Yuniarti Lapatandau, Grace Rumagit, Caroline Pakasi)

Tambunan Tulus. 2003. Perkembangan Todaro, Michael P. 2010. Ekonomi


Sektor Perekonomian di Indonesia. Pembangunan. Erlanggga. Jakarta.
Ghalia Indah. Jakarta.
Utomo, W. H, 2002. Konservasi Tanah. IKIP
Malang, Malang.