Anda di halaman 1dari 30

TKS 42734 KERJA PRAKTEK

PERANCANGAN POMPA CRUDE OIL TANK

LAPORAN TUGAS KHUSUS

KERJA PRAKTEK DI
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA V
SEI PAGAR

Oleh
Indra Abidayu Sagala (1607112465)

Pembimbing
Prof. Edy Saputra, MT., PhD
Yuri Sapta Indra, ST

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
MARET 2020
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN TUGAS KHUSUS

TKS 42734 KERJA PRAKTEK

Indra Abidayu Sagala (1607112465)

Catatan/komentar:

Tempat Kerja Praktek : PT. Perkebunan Nusantara V – PKS Sei Pagar


Periode Kerja Praktek : 27 Februari s/d 27 Maret 2020

Telah diperiksa dan disetujui,


Pembimbing Lapangan Dosen Pembimbing

Yuri Sapta Indra, ST Prof. Edy Saputra, MT.,PhD


Tanggal: Tanggal:

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis kehadirat Allah Yang Maha Esa atas rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat melaksanakan Kerja Praktek di PT.
Perkebunan Nusantara V - PKS Sei Pagar pada tanggal 27 Februari 2020 s/d 27
Maret 2020 serta menyelesaikan penulisan Laporan Tugas Khusus Kerja Praktek
yang berjudul Perancangan Pompa Crude Oil Tank PT. Perkebunan Nusantara
V - PKS Sei Pagar dengan tepat waktu. Penulisan Laporan Tugas Khusus Kerja
Praktek ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Program
Sarjana Teknik Universitas Riau.
Selama melaksanakan kerja praktek dan menyusun laporan, penulis
mendapat bimbingan, motivasi, serta dukungan dari berbagai pihak. Penulis
menyadari tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, laporan ini tidak
mungkin dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-
pihak yang telah membantu selama menjalani kerja praktek di PT. Perkebunan
Nusantara V – PKS Sei Pagar, antara lain:
1. Kepada orang tua dan keluarga penulis yang selalu memberi nasehat serta doa
yang tiada henti untuk penulis.
2. Bapak Prof. Edy Saputra, MT., PhD selaku Dosen Pembimbing dan pengarah
dalam menyelesaikan laporan ini.
3. Bapak Ahmad Fadli MT, PhD selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia
Universitas Riau.
4. Bapak Zulfansyah, ST., MT selaku Ketua Program Studi Sarjana Teknik
Kimia Universitas Riau
5. Ibu Dr. Ida Zahrina, ST., MT selaku Koordinator Kerja Praktek Program
Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Riau
6. Bapak Sori P Ritonga selaku Manager PT. Perkebunan Nusantara V - PKS
Sei Pagar.
7. Bapak Yuri Sapta Indra, ST. selaku Pembimbing Lapangan dan Asisten
Pengendalian Mutu di PT. Perkebunan Nusantara V - PKS Sei Pagar.

ii
8. Bapak Suhardi, Bapak Rasyid, Bapak Khaidir, Bapak Suparman, Bapak Edi Z
Sipayung, Bapak Sucipto, dan Bapak Zainal Abdi, serta seluruh
karyawan/karyawati di PT. Perkebunan Nusantara V - PKS Sei Pagar yang
tidak bisa disebutkan satu per satu yang telah banyak membimbing dan
memberi arahan kepada kami selama melaksanakan Kerja Praktek.
9. Teman-teman yang telah membantu dalam pelaksanaan kerja praktek di PT.
Perkebunan Nusantara V - PKS Sei Pagar terkhusus Zikir Akbar Kemala
selaku partner selama kerja praktek.
10. Seluruh pihak yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu yang telah
membantu penulis selama pelaksaan dan penyusunan laporan kerja praktek.

Penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam laporan ini. Maka


penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna melengkapi
laporan kerja praktek ini. Semoga laporan ini bermanfaat untuk kita semua.

Pekanbaru, Maret 2020

Penulis

iii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 1
1.2 Permasalahan ....................................................................................................... 1
1.3 Tujuan ................................................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori Dasar Pompa .............................................................................................. 2
2.2 Prinsip Kerja Pompa ........................................................................................... 3
2.3 Klarifikasi Pompa ................................................................................................ 4
2.4 Teori Dasar Pompa Sentrifugal ......................................................................... 7
2.5 Klarifikasi Pompa Sentrifugal ........................................................................... 8
2.6 Bagian-bagian Utama Pompa Sentrifugal ...................................................... 10
2.7 Aplikasi Pompa Sentrifugal ............................................................................. 12
2.8 Pengoperasian Pompa ....................................................................................... 13
BAB III IDENTIFIKASI MASALAH DAN METODOLOGI
PENYELESAIAN
3.1 Identifikasi Masalah .......................................................................................... 16
3.2 Metodologi Penyelesaian ................................................................................. 16
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil .................................................................................................................... 17
4.1.1 Data Spesifikasi Pompa......................................................... 17
4.2 Pembahasan ........................................................................................................ 17
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 21
5.2 Saran ...........................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 22
LAMPIRAN A PERHITUNGAN ............................................................................ 23

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 (a) pemasukan dengan hisapan (b) pemasukan dengan


dorongan/tekanan .......................................................................... 2
Gambar 2.2 (a) penampang impeler (b) perubahan energi pompa .................... 3
Gambar 2.3 Klarifikasi Pompa .......................................................................... 4
Gambar 2.4 Gear Pump (a) pompa roda gigi luar (b) pompa roda gigi dalam . 5
Gambar 2.5 Vane Pump .................................................................................... 5
Gambar 2.6 Screw Pump ................................................................................... 6
Gambar 2.7 Lobe Pump ..................................................................................... 6
Gambar 2.8 Diaphragm Pump .......................................................................... 7
Gambar 2.9 Pompa Aliran Radial ..................................................................... 8
Gambar 2.10 Pompa Aliran Aksial ..................................................................... 8
Gambar 2.11 Pompa Aliran Campur ................................................................... 9
Gambar 2.12 Pompa Volut .................................................................................. 9
Gambar 2.13 Pompa Diffuser .............................................................................. 10
Gambar 2.14 Bagian-bagian Utama Pompa Sentrifugal ..................................... 10
Gambar 2.15 Pengoperasian Pompa Sentrifugal Tersusun Seri .......................... 13
Gambar 2.16 Grafik Pompa Sentrifugal Tersusun Seri....................................... 14
Gambar 2.17 Pengoperasian Pompa Sentrifugal Tersusun Paralel ..................... 14
Gambar 2.18 Grafik Pompa Sentrifugal Tersusun Paralel .................................. 15

v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pompa adalah suatu mesin konversi energi yang berfungsi memindahkan
fluida zat cair dimana dalam prosesnya terjadi perubahan tekanan. Dalam konsep
termodinamika pompa merupakan suatu sistem dimana fluida yang mengalir
didalamnya mengalami tingkat keadaan berupa peningkatan tekanan, laju aliran
dan temperatur.
PT. Perkebunan Nusantara V - Sei Pagar dalam proses produksinya
didukung oleh mesin pompa jenis sentrifugal yang berfungsi untuk memindahkan
fluida dari satu tempat ketempat yang lain dengan adanya perbedaan tekanan.
Salah satunya pompa sentrifugal digunakan untuk mensuplai crude oil dari crude
oil tank ke continue settling tank (CST) dan kemudian diteruskan keseluruh
mesin-mesin pengolahan. Untuk mengetahui seluruh kerusakan dan gangguan
pompa terhadap kinerja pompa menjadi salah satu bahasan pokok dan utama
dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Dengan demikian,
perancangan pompa dan perhitungan efisiensi pompa begitu penting untuk
mengetahui sejauh mana kinerja yang mampu dicapai pompa tersebut dalam
memenuhi kebutuhan debit maupun tekanan fluida.
1.2 Permasalahan
Batasan masalah dalam penulisan laporan Kerja Praktek ini adalah
Perancangan Pompa Sentrifugal yang mengalirkan crude oil dari crude oil tank ke
continue settling tank yang kemudian disalurkan pada mesin-mesin pengolahan
lainnya, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kerja pompa. Untuk merancang
pompa tersebut, data yang dibutuhkan yaitu tekanan keluar dan tekanan masuk
pompa, debit pompa, daya pompa.
1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan laporan Kerja Praktek ini adalah merancang pompa
dan menghitung efisiensi kinerja pompa, serta mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi pompa di PT. Perkebunan Nusantara V Sei Pagar.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Dasar Pompa


Menurut Samsudin, dkk (2008) pompa adalah mesin konversi energy yang
digunakan untuk memindahkan fluida dari suatu tempat yang rendah ke tempat
yang lebih tinggi, atau dari suatu tempat yang bertekanan rendah ke tempat yang
bertekanan lebih tinggi dengan melewatkan fluida tersebut pada system perpipaan.
Dengan demikian dalam instalasi pompa, peralatan yang diperlukan adalah :
1. Pompa
2. Pipa hisap dan pipa tekan
3. Alat-alat bantu lainnya
Menurut Riman Sipahutar (2005) untuk merancang instalasi pompa perlu
diperhatikan letak pompa terhadap permukaan zat cair yang dihisap dan posisi
pompa sebisa mungkin tidak terlalu jauh dengan tadah hisap serta tidak
memerlukan terlalu banyak belokan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar
kerugian head hisap dapat dikurangi sehingga kesulitan yang mungkin timbul
pada waktu operasi dapat diminimalkan. Pada gambar 2.1. dibawah ini merupakan
variasi instalasi pompa menurut tadah hisap.

Gambar 2.1 (a) pemasukan dengan hisapan (b) pemasukan dengan


dorongan/tekanan
Pada gambar 2.1.(a) diatas merupakan instalasi pompa dengan hisapan,
dimana untuk operasi pompa ini agak sulit dipakai untuk operasi pompa secara

2
otomatis disebabkan karena saluran hisapannya belum terisi fluida ataupun terjadi
kebocoran pada sistem perpipaan di saluran hisap, kecuali dengan pompa vakum
untuk menghisap fluida. Sedangkan pada gambar 2.1.(b) merupakan kondisi kerja
pompa dengan dorongan atau tekanan, dimana operasi pompa ini dapat beroperasi
secara otomatis sebab saluran hisap selalu terisi dengan fluida yang dipompakan.
2.2 Prinsip Kerja Pompa
Pada gambar 2.2. dibawah ini merupakan prinsip kerja pompa dimana
aliran air didalam pompa akan ikut berputar karena gaya sentrifugal dari impeler
yang berputar.

Gambar 2.2 (a) penampang impeler (b) perubahan energi pompa


Pada pompa terdapat kelopak impeler yang berfungsi mengangkat zat cair
dari tempat yang lebih rendah ketempat yang lebih tinggi. Impeler dipasang pada
poros pompa yang berhubungan dengan motor pengerak, biasanya motor listrik
atau motor bakar.
Poros pompa akan berputar apabila pengeraknya berputar. Karena poros
pompa berputar impeler dengan kelopak impeler berputar zat cair yang ada
didalamnya akan ikut berputar sehingga tekanan dan kecepatannya naik dan
terlempar dari tengah pompa kesaluran yang berbentuk volut atau spiral dan
disalurkan keluar melalui nosel. Jadi fungsi impeler pompa adalah merubah
energy mekanik yaitu putaran impeler menjadi energi fluida (zat cair). Jadi, zat
cair yang masuk pompa akan mengalami pertambahan energi. Pertambahan energi
pada zat cair mengakibatkan pertambahan head tekan, head kecepatan dan head
potensial. Jumlah dari ketiga bentuk head tersebut dinamakan head total. Head

3
total pompa juga bias didefinisikan sebagai selisih head total (energy persatuan
berat) pada sisi hisap pompa dengan sisi keluar pompa.
2.3 Klasifikasi Pompa
Menurut Samsudin, dkk (2008) klasifikasi pompa dilihat berdasaran head
atau berdasarkan debit. Untuk positif displacement pump, yang diinginkan adalah
debit dan untuk dynamic pump, yang diinginkan adalah head. Untuk klasifikasi
pompa dapat dilihat pada gambar 2.3. dibawah ini.

Gambar 2.3 Klasifikasi Pompa


1. Pompa Perpindahan Positif (Positive Displacement Pumps)
Pompa ini bekerja dengan mengalirkan fluida dimana fluida dimasukkan
dalam sebuah rongga yang dapat mengekspansikan kemudian fluida tersebut
dipaksa keluar (diekspansikan) melalui bagian outlet yang berukuran lebih kecil
sehingga tekanan fluida menjadi tinggi. Adapun kelebihan dari pompa
perpindahan positif yaitu :
a) Performance fleksibilitas yang tinggi.
b) Ukuran relatif kecil.
c) Efisiensi volumetrik yang tinggi.
d) Menghasilkan tekanan fluida yang tinggi.

4
Pompa perpindahan positif ini dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu :
a. Rotary
Pompa rotary adalah pompa perpindahan positif dimana energi mekanis
ditransmisikan dari mesin penggerak kecairan dengan menggunakan elemen yang
berputar (rotor) didalam casing pompa. Adapun pembagian rotary yaitu :
1) Gear pumps
Cara kerja pompa ini secara umum adalah pertama tekanan atmosfir dalam
tangki memaksa fluida masuk melalui port inlet dan masuk kedalam selah-selah
roda gigi yang berputar kearah luar. Gambar gear pump dapat dilihat pada gambar
2.4. dibawah ini.

Gambar 2.4 Gear Pump (a) pompa roda gigi luar


(b) pompa roda gigi dalam
2) Vane pumps
Pada pompa vane ini, rotornya berupa elemen berputar yang dipasang
eksentrik dengan casing pompa. Pada keliling rotor terdapat alur-alur yang diisi
bilah-bilah sudu yang dapat bergerak bebas. Ketika rotor diputar sudu-sudu
bergerak dalam arah radial gaya sentrifugal sehingga salah satu ujung sudu selalu
kontak dengan permukaan dalam rumah pompa membentuk sekat-sekat didalam
pompa. Gambar vane pump dapat dilihat pada gambar 2.5. dibawah ini.

Gambar 2.5 Vane Pump

5
3) Screw pumps
Pompa skrup ini mempunyai satu, dua, atau tiga skrup yang berputar
dalam casing pompa yang diam. Tersedia sejumlah besar desain untuk berbagai
penggunaan. Gambar screw pump dapat dilihat pada gambar 2.6. dibawah ini.

Gambar 2.6 Screw Pump


4) Lobe pumps
Pompa cuping (lobe pumps) ini mirip dengan pompa jenis pompa roda gigi
dalam hal aksinya dan mempunyai dua rotor atau lebih dengan dua, tiga cuping
atau lebih pada masing-masing rotor. Pompa ini biasa digunakan pada berbagai
macam jenis aplikasi industri karena:
 Memberikan kualitas yang baik dalam kesehatan.
 Efisiensi tinggi.
 Tahan uji.
 Tahan terhadap korosi.
 Kebersihan ditempat baik.

Gambar 2.7 Lobe Pump

6
b. Reciprotating.
Pompa reciprotating adalah pompa dimana energi mekanik dari penggerak
pompa diubah menjadi energi aliran dari cairan yang dipompa dengan
menggunakan elemen yang bergerak bolak-balik di dalam silinder.
1) Diaphragm Pump
Pompa diaphragm ini memiliki daya hisap yang baik, beberapa
diantaranya merupakan pompa bertekanan rendah dengan laju aliran yang rendah
pula, terdapat pula pompa yang memungkinkan untuk laju aliran yang tinggi,
tergantung diameter kerja efektif diaphragm dan lebar langkah. Gambar
diaphragm pump dapat dilihat pada gambar 2.8. dibawah ini.

Gambar 2.8 Diaphragm Pump


2. Non Positive Displacement Pump (Dynamic Pump)
Pompa dinamik atau dynamic pumps merupakan pompa yang bekerja
dengan cara memutar impeler yang akan merubah energi kinetik menjadi tekanan
atau kecepatan yang diperlukan untuk memompa fluida. Pompa ini terdiri dari
centrifugal pumps (pompa sentrifugal) dan special effect (khusus).
2.4 Teori Dasar Pompa Sentrifugal
Pompa sentrifugal adalah pompa yang menggunakan prinsip gaya
sentrifugal dalam operasinya. Tenaga ini bekerja pada semua bagian yang
berputar pada suatu sumbu. Daya dari luar diberikan kepada poros pompa untuk
memutar impeler di dalam fluida. Maka fluida yang ada di dalam impeler oleh
dorongan sudu-sudu ikut berputar. Karena timbulnya gaya sentrifugal maka fluida
mengalir dari tengah impeler keluar melalui saluran di antara sudu-sudu. Disini
head tekanan fluida menjadi lebih tinggi. Demikian juga head kecepatannya
bertambah besar karena zat cair mengalami percepatan. Fluida yang keluar dari

7
impeler dan disalurkan keluar pompa melalui nosel. Di dalam nosel ini sebagian
head kecepatan aliran diubah menjadi head tekanan.
Pompa sentrifugal (gambar 2.1) dapat mengubah energi mekanik dalam
bentuk kerja poros menjadi energi fluida. Dalam hal ini pompa sentrifugal disebut
juga mesin kerja sedangkan impeler pompa berfungsi memberikan kerja kepada
fluida sehingga energi yang dikandungnya menjadi tambah besar. Selisih energi
per satuan berat atau head total zat cair antara pipa hisap (suction) dan pipa keluar
(discharge) pompa disebut head total pompa.
2.5 Klasifikasi Pompa Sentrifugal
1. Berdasarkan bentuk impelernya
a) Pompa aliran radial
Pompa aliran radial mempunyai impeler yang membuang cairan ke dalam
casing spiral yang secara berangsur-angsur berkembang. Hal ini bertujuan untuk
mengurangi kecepatan cairan sehingga dapat dirubah menjadi tekanan statis.
Pompa radial mempunyai kontruksi yang mengakibatkan zat cair keluar dari
impeler arah alirannya akan tegak lurus dengan poros pompa.

Gambar 2.9 Pompa Aliran Radial


b) Pompa aliran aksial
Pompa aliran aksial menghasilkan tekanan tinggi oleh propeler akibat aksi
pengangkatan baling-baling pada cairan. Diameter sisi buang sama besar dengan
diameter sisi masuk. Pompa aksial mempunyai kontruksi yang mengakibatkan zat
cair keluar dari impeler arah alirannya akan sejajar dengan poros pompa.

Gambar 2.10 Pompa Aliran Aksial

8
c) Pompa aliran radial dan aksial (aliran campur)
Pompa aliran campuran menghasilkan tinggi tekanan atau head sebagian
oleh pengangkatan baling-baling pada cairan. Arah aliran berbetuk kerucut
mengikuti bentuk impelernya. Diameter sisi buang baling-baling lebih besar dari
diameter sisi masuk.

Gambar 2.11 Pompa Aliran Campur


d) Peripheral
Cairan pada jenis ini diatur oleh baling-baling impeler dengan kecepatan
yang tinggi selama hampir satu putaran di dalam saluran yang berbentuk cincin.
Energi ditambahkan ke cairan dalam sejumlah impuls.
2. Berdasarkan bentuk rumah pompa
a) Pompa volut
Pada pompa ini diperlihatkan sebuah impeler mengeluarkan cairan ke
dalam rumah berbentuk spiral, untuk mengurangi secara proporsional kecepatan
cairan. Dengan demikian, sebagian energi kecepatan cairan diubah ke bentuk
energi tekanan.

Gambar 2.12 Pompa Volut

9
b) Pompa diffuser
Sudu-sudu pengaur stasioner mengelilingi impeler dalam pompa jenis
diffuser. Saluran yang membesar bertahap ini mengubah arah aliran cairan dan
mengubah energi kecepatan kepada head tekan.

Gambar 2.13 Pompa Difuser


3. Berdasarkan jumlah aliran yang masuk
a) Pompa satu aliran masuk
b) Pompa dua aliran masuk
4. Berdasarkan posisi poros
a) Pompa horizontal, pompa poros horizontal mempunyai poros dengan
posisi mendatar.
b) Pompa vertikal, pompa poros tegak mempunyai poros dengan posisi tegak.
2.6 Bagian-bagian Utama Pompa Sentrifugal

Gambar 2.14 Bagian-bagian Utama Pompa Sentrifugal

10
1. Stuffing Box, berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana
poros pompa menembus casing.
2. Packing, digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari
casing pompa melalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.
3. Shaft (poros), poros adalah alat yang berfungsi untuk menyalurkan momen
putar atau gaya putar dari penggerak pompa kepada impeler. Poros harus
berukuran cukup guna menahan beraneka macam beban yang disalurkan
oleh penggerak, impeler, packing dan lain-lain. Sumbu pompa dibuat
sebagai sumbu sambungan tunggal dan sambungan ganda. Sumbu
sambungan ganda menjorok melalui kedua bantalannya melalui pompa
horizontal dan diputar dari salah satu penggerak utama.
4. Shaft sleeve, berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan
keausan pada stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage
joint, internal bearing dan interstage atau distance sleever.
5. Vane, sudu dari impeler sebagai tempat berlalunya cairan pada impeler.
6. Casing, merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai
pelindung elemen yang berputar, tempat kedudukan diffuser (guide vane),
inlet dan outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran dari impeler dan
mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single
stage). Casing pompa biasanya terbuat dari besi tuang.
7. Eye of Impeller, merupakan bagian sisi masuk pada arah isap impeler.
8. Impeller, biasanya terbuat dari besi cor. Untuk fluida-fluida khusus,
impeler ini dapat dibuat dari baja tahan karat, timah hitam, kaca atau
bahan-bahan sesuai dengan keperluannya. Macam-macam impeler yaitu :
a) Impeler terbuka yaitu impeler yang mempunyai baling-baling yang
dipasang pada pusat poros dengan dinding yang relatif kecil.
b) Impeler semi terbuka, yaitu impeler yang mempunyai selubung atau
dinding pada satu sisi saja.
c) Impeler tertutup, yaitu impeler yang mempunyai selubung atau dinding
pada kedua sisinya untuk menutup aliran fluida

11
9. Wear Ring, berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati
bagian depan impeler maupun bagian belakang impeler, dengan cara
memperkecil celah antara casing dengan impeler.
10. Bearing, atau bantalan berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari
poros agar dapat berputar, baik berupa beban radial maupun beban aksial.
Bearing juga memungkinkan poros untuk dapat berputar dengan lancar
dan tetap pada tempatnya, sehingga kerugian gesek menjadi kecil.
11. Discharge Nozzle and Suction line
1. Daerah Hisap (Suction Line)
Pada suction line dilengkapi dengan basket stainer yang berfungsi
untuk menyaring cairan dari pasir kotoran sebelum masuk ke dalam
pompa, yang bisa menyebabkan pompa rusak atau kemampuannya
menjadi berkurang. Stainer ini harus di drainer secara berkala untuk
menghindari terjadinya pemadatan pasir dalam tabung stainer yang
akan menghalangi aliran cairan menuju pompa. Caranya dengan
membuka drain stainer, operator harus membuka stainer tersebut,
karena dalam stainer terdapat keranjang kotoran yang terbawa. Bila
stainer tersebut tersumbat akan terjadi hal-hal sebagai berikut :
 Pompa akan mengalami low suction pressure.
 Kapasitas pompa akan berkurang.
 Pompa akan mengalami getaran yang tidak normal.
 Cairan yang datang tidak seimbang dengan yang dipompa.
2. Daerah Buang (Discharge Line)
Untuk mengatur tekanan yang diinginkan pada discharge line pompa
dipasang Pressure Control Valve (PCV) yang berhubungan langsung
dengan tekanan discharge line.
2.7 Aplikasi Pompa Sentrifugal
1. Pompa Serba Guna (General Purpose Pumps)
Pompa jenis ini biasanya dirancang untuk pemompaan cairan jernih
dinding pada suhu sedang atau kadang-kadang ada yang tingkat tunggal tetapi ada
juga yang tingkat ganda dan menghasilkan tekanan yang cukup untuk pompa air
dan oli.

12
2. Pompa Non Cloging
Menggunakan impeler tanpa atau dengan sudu, untuk pompa ini
menangani pembuangan limbah, kotoran dan cairan jenis lainnya.
3. Pompa Sambungan Tertutup (Close Coupled Pump)
Mengkombinasikan motor dan pompa dalam unit tunggal, merupakan
pompa yang kompak dan kuat. Dirancang untuk menangani aneka jenis cairan
kimia. Karena tenaganya relatif rendah.
4. Pompa Multi Tingkat (Multi Stage Pumps)
Unit-unit horizontal rancangan dibuat dengan kedua jenis dan rumah belah
horizontal. Jenis dinding belah adalah yang umum banyak dirancang untuk
tekanan head dengan empat tingkat atau lebih.
5. Pompa Vertikal
Sejumlah rancangan dari pompa vertikal bisa didapatkan untuk bermacam-macam
aplikasi seperti : pompa oli, pompa sumur dalam dan pompa kebakaran. Jenis
pompa ini digunakan untuk tekanan yang moderat dan head, tergantung jumlah
tingkatnya. Yang umum dirancang dengan multi tingkat dan impeler jenis terpadu.
Jadi banyaknya aliran yang dihasilkan oleh pompa jenis ini relatif head juga.
2.8 Pengoperasian Pompa
1. Pengoperasian pompa sentrifugal tersusun seri
Pengoperasian pompa sentrifugal tersusun seri merupakan pengoperasian
dua pompa atau lebih. Dimana pada sistem kerjanya, dischange pompa satu
masuk ke suction pompa dua dan seterusnya. Untuk pengoperasian pompa
tersusun seri dapat dilihat pada gambar 2.15. dibawah ini.

Gambar 2.15 Pengoperasian Pompa Sentrifugal Tersusun Seri

13
Dari pengoperasian pompa tersusun seri maka didapat grafik yang
berbanding lurus. Dimana head yang diperoleh akan bertambah, hal ini terjadi
karena head yang dihasilkan merupakan penjumlahan dari nilai head pompa yang
beroperasi. Untuk grafik pengoperasian pompa tersusun seri dapat dilihat pada
gambar 2.16.

Gambar 2.16 Grafik Pompa Sentrifugal Tersusun Seri


2. Pengoperasian pompa sentrifugal tersusun paralel
Pengoperasian pompa tersusun paralel merupakan pengoperasian dua
pompa atau lebih. Dimana dalam sistem kerjanya untuk suction pompa satu, dua
dan seterusnya tersendiri sedangkan untuk semua dischange pompa digabungkan
menjadi satu. Untuk pengoperasian pompa tersusun paralel dapat dilihat pada
gambar 2.17.

Gambar 2.17 Pengoperasian Pompa Sentrifugal Tersusun Paralel


Untuk pengoperasian pompa yang tersusun paralel pada gambar diatas
maka didapat grafik yang berbanding lurus. Dimana debit yang dihasilkan
meningkat, hal ini terjadi karena debit yang dihasilkan merupakan penjumlahan
dari seluruh debit pada masing-masing pompa yang beroperasi. Untuk grafik
pengoperasian pompa tersusun paralel dapat dilihat pada gambar 2.18.

14
Gambar 2.18 Grafik Pompa Sentrifugal Tersusun Paralel

15
BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH DAN METODOLOGI PENYELESAIAN

3.1 Identifikasi Masalah


Identifikasi masalah dalam penulisan laporan Kerja Praktek ini adalah
Perancangan Pompa Sentrifugal yang mengalirkan crude oil dari crude oil tank ke
continue settling tank, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kerja pompa. Untuk
merancang pompa tersebut, data yang dibutuhkan yaitu laju alir massa, tekanan
keluar dan tekanan masuk pompa, debit pompa, serta daya pompa.
3.2 Metodologi Penyelesaian
Metode yang dipakai untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam
kerja praktek ini adalah sebagai berikut:
1. Mengamati dan melihat langsung proses pengoperasian instalasi pompa.
2. Wawancara langsung dengan operator dan supervesior pompa serta pihak-
pihak lain yang berkepentingan.
3. Studi literatur dari buku-buku yang terkait dengan kasus ini.
4. Membaca dan melakukan pengolahan data-data lapangan maupun dari log
sheet operator

16
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Susunan paralel dapat digunakan bila diperlukan kapasitas yang besar
yang tidak dapat dilakukan oleh satu pompa saja, atau bila diperlukan pompa
cadangan yang akan dipergunakan bila pompa utama rusak/diperbaiki. Data-data
lapangan yang diperlukan dalam perancangan pompa dapat dilihat sebagai
berikut:
1. Laju alir massa, F : 30000 kg/jam
2. Tekanan, P : 1 bar
3. Temperatur, T : 90-95 oC
4. Densitas, ρ : 870 kg/m3
5. Viskositas, µ : 0,62 cp
6. Tinggi, Z2 : 10 meter
7. Diameter pipa ouput : 3,5 in

4.1.1 Data Spesifikasi Pompa


Data spesifikasi pompa dapat dilihat sebagai berikut:
1. Tipe : Robuchi RK-50-200/005 Centrifugal Stainless Steel
2. Kapasitas : 12 ton/jam
3. Daya pompa : 10 hp
4. Kecepatan : 1450 rpm
5. Head max : 55 meter

4.2 Pembahasan
1. Pompa Crude Oil Tank
Fungsi : Memompa crude oil ke dalam continue settling tank (CST)
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi : -P = 1 atm
-T = 90-95 oC

17
Laju alir massa, F = 30000 kg/h = 66150 lb/h
Densitas = 870 kg/m3 = 54,314 lb/ft3
Viskositas = 0,62 cp = 0,000416 lb/ft.s
𝐹 30000 𝑘𝑔/ℎ
Laju alir volumetrik,Q = 𝜌 = = 34,48 m3/h = 0,338 ft3/h
870 𝑘𝑔/𝑚3

Qdesain (Qf) = (1+0,1) 0,338 ft3/h = 0,371 ft3/h


Desain pompa :
Dopt = 3,9 (Qf)0,45 (6,6026)0,13
Dopt = 3,9 (0,371 ft3/h)0,45 (6,6026 lb/ft3)0,13
Dopt = 3,05729 in
Dari appendiks A.5 Geankoplis (1993), dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 3 in
Schedule number : 40
Diameter dalam (ID) : 3,068 in
Diameter luar (OD) : 3,5 in
Inside sectional area : 0,0513 ft2
𝑄 0,338 𝑓𝑡3/ℎ
Kecepatan linier, V = 𝐴𝑓 = = 6,57847 ft/s
0,0513 𝑓𝑡2
𝐼𝐷 𝑉 𝜌
Bilangan Reynold, NRe = = 219266
𝜇

Dari buku Geankoplis Figure 2.10-3 dengan jenis bahan commercial steel
didapatkan ε = 0,000046 dan ε/D = 0,00059 didapat nilai ƒ sebesar 0,009.
Pada ΔL = 10 m = 32,81 ft didapatkan :
 Friction loss pipa lurus (Ff),
∆𝐿 𝑣2
Ff = 4ƒ = 3,10611 lbf.ft/lbm
𝐷 2𝑔𝑐

 Friction loss pada fitting dan valve (hf),


Berdasarkan Tabel 2.10-1 (Geankoplis, 1993) diperoleh,
Jenis fitting/valve n Kf n.Kf
Elbow 90 3 0,75 1,5
Gate valve, wide open 1 0,17 0,17
Check valve, swing 1 2 2
Total 5 2,92 3,67

18
𝑉2
hf = Kf 2𝛼𝑔𝑐 = 2,9726 lbf.ft/lbm

 Friction loss pada kontraksi pipa (hc),


𝐴2 𝑉2
hc = 0,55 (1 − 𝐴1) 2𝛼𝑔𝑐 = 0,36989 lbf.ft/lbm

 Friction loss oleh ekspansi pipa (hex),


𝐴2 𝑉2
hex = (1 − 𝐴1) 2𝛼𝑔𝑐 = 0,67253 lbf.ft/lbm

 Total friction (ΣF) = 7,12114 lbf.ft/lbm

Menghitung daya pompa,


P1 = 1 atm = 2088,54 lbf/ft2
P2 = 1 atm = 2088,54 lbf/ft2
Z1 = 1 m = 3,281 ft
Z2 = 5 m = 16,405 ft
ΔZ= 13,124 ft
V1 = V2 = 6,57847 ft/s
1 𝑔 𝑃2−𝑃1
(V22 – V12) + 𝑔𝑐 (Z2 – Z1) + + ΣF + Ws = 0
2𝛼𝑔𝑐 𝜌

-Ws = 59,6011 lbf.ft/lbm


η merupakan efisiensi pompa yang nilainya dapat diperoleh dari Gambar 14.37
(Peter, 1958) dengan Q = 166,616 gpm, diperoleh efisiensi pompa sebesar 20%,
sehingga :
𝑊𝑝 𝑚 𝑊𝑝 𝑄 𝜌
Brake hp = = = 9,93158 hp
550 550

Jika efisiensi motor 80%,


0,313
Electrical power input = = 12,4145 hp = 9,2612 kW = 9261,2 Watt
0,8

Variabel Perhitungan Aktual


Ukuran pipa (in) 3,5 3,5
Head pompa (m) 10 10
Daya pompa (hp) 9,93158 10

Pompa yang digunakan adalah jenis pompa sentrifugal pada tekanan 1 bar
dan temperatur 90-95oC. Pompa digunakan untuk memompakan crude oil dari

19
crude oil tank ke continue settling tank (CST) pada ketinggian 10 meter. Data-
data hasil perhitungan dibandingkan dengan data yang aktual atau data yang
didapat dari lapangan. Dari perhitungan dengan kapasitas 30 ton/jam, diameter
pipa sesuai dengan diameter pipa yang digunakan pada pompa crude oil tank yaitu
pipa ukuran 3,5 in. Apabila digunakan pipa dengan ukuran yang lebih besar maka
akan lebih besar head loss atau daya pompa yang hilang. Sehingga harus
digunakan pipa yang sesuai.
Data perhitungan head pompa sesuai dengan aktual yaitu 10 meter,
sedangkan head max yang dapat dicapai pompa yaitu 55 meter. Daya pompa yang
dibutuhkan sesuai dengan perhitungan hanya 9,93158 hp, sedangkan daya
maksimum dari pompa yang digunakan yaitu 10 hp. Dari semua data-data
tersebut, dapat disimpulkan bahwa perhitungan perancangan pompa sudah
mendekati dengan spesifikasi pompa yang digunakan.

20
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dan analisis dapat disimpulkan bahwa:
1. Pompa yang digunakan untuk memompakan crude oil dari crude oil tank
ke continue settling tank (CST) adalah pompa jenis sentrifugal.
2. Data hasil perhitungan perancangan pompa sudah mendekati dari data
aktual.
3. Efisiensi pompa hasil perhitungan adalah 50%.
4. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pompa seperti laju alir
massa, debit, ukuran pipa output, ketinggian yang akan dicapai dan
tekanan.
5.2 Saran
Dari hasil pengamatan dan analisis terhadap efisiensi pompa sentrigugal,
saran yang diberikan adalah:
1. Sebaiknya fluida pada pompa mengandung air yang murni, agar tidak
terjadinya korosi pada setiap komponen pompa yang dilewati fluida
tersebut. Perawatan pompa harus diutamakan, agar kinerja pompa tetap
menghasilkan efisiensi mendekati set point pompa.

21
DAFTAR PUSTAKA

Anis, Samsudin Dan Karnowo. 2008. Buku Ajar Dasar Pompa. PKUPT UNNES.
Universitas Negeri Semarang.
Cundif, Jhon S. 2001. Fluid Power Circuit and Control Fundamentals
Aplications. Boca Raton London New York Washington, D.C.
Brennen, Christopher E. 1994. Hydrodynamics of Pumps, California Institute of
Technology Pasaden., California.
Dietzel, dan Fritz. 1986. Turbin Pompa dan Kompresor. Erlangga: Jakarta.
Geankoplis, C.J. 1993. Transport Processes and Unit Operations 3rded.
Prentice-Hall International. Tokyo.
Kreith, Frank dkk. 1999. “Fluid Mechanics” Mechanical Engineering
Handbook. Boca Raton: CRC Press LLC.

22
LAMPIRAN A
PERHITUNGAN
2. Pompa Crude Oil Tank
Fungsi : Memompa crude oil ke dalam continue settling tank (CST)
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi : -P = 1 atm
-T = 90-95 oC
Laju alir massa, F = 30000 kg/h = 66150 lb/h
Densitas = 870 kg/m3 = 54,314 lb/ft3
Viskositas = 0,62 cp = 0,000416 lb/ft.s
𝐹 30000 𝑘𝑔/ℎ
Laju alir volumetrik,Q = 𝜌 = = 34,48 m3/h = 0,338 ft3/h
870 𝑘𝑔/𝑚3

Qdesain (Qf) = (1+0,1) 0,338 ft3/h = 0,371 ft3/h


Desain pompa :
Dopt = 3,9 (Qf)0,45 (6,6026)0,13
Dopt = 3,9 (0,371 ft3/h)0,45 (6,6026 lb/ft3)0,13
Dopt = 3,05729 in
Dari appendiks A.5 Geankoplis (1993), dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 3 in
Schedule number : 40
Diameter dalam (ID) : 3,068 in
Diameter luar (OD) : 3,5 in
Inside sectional area : 0,0513 ft2
𝑄 0,338 𝑓𝑡3/ℎ
Kecepatan linier, V = 𝐴𝑓 = = 6,57847 ft/s
0,0513 𝑓𝑡2
𝐼𝐷 𝑉 𝜌
Bilangan Reynold, NRe = = 219266
𝜇

Dari buku Geankoplis Figure 2.10-3 dengan jenis bahan commercial steel
didapatkan ε = 0,000046 dan ε/D = 0,00059 didapat nilai ƒ sebesar 0,009.
Pada ΔL = 10 m = 32,81 ft didapatkan :
 Friction loss pipa lurus (Ff),
∆𝐿 𝑣2
Ff = 4ƒ = 3,10611 lbf.ft/lbm
𝐷 2𝑔𝑐

 Friction loss pada fitting dan valve (hf),

23
Berdasarkan Tabel 2.10-1 (Geankoplis, 1993) diperoleh,
Jenis fitting/valve n Kf n.Kf
Elbow 90 3 0,75 1,5
Gate valve, wide open 1 0,17 0,17
Check valve, swing 1 2 2
Total 5 2,92 3,67

𝑉2
hf = Kf 2𝛼𝑔𝑐 = 2,9726 lbf.ft/lbm

 Friction loss pada kontraksi pipa (hc),


𝐴2 𝑉2
hc = 0,55 (1 − 𝐴1) 2𝛼𝑔𝑐 = 0,36989 lbf.ft/lbm

 Friction loss oleh ekspansi pipa (hex),


𝐴2 𝑉2
hex = (1 − 𝐴1) 2𝛼𝑔𝑐 = 0,67253 lbf.ft/lbm

 Total friction (ΣF) = 7,12114 lbf.ft/lbm

Menghitung daya pompa,


P1 = 1 atm = 2088,54 lbf/ft2
P2 = 1 atm = 2088,54 lbf/ft2
Z1 = 1 m = 3,281 ft
Z2 = 5 m = 16,405 ft
ΔZ= 13,124 ft
V1 = V2 = 6,57847 ft/s
1 𝑔 𝑃2−𝑃1
(V22 – V12) + 𝑔𝑐 (Z2 – Z1) + + ΣF + Ws = 0
2𝛼𝑔𝑐 𝜌

-Ws = 59,6011 lbf.ft/lbm


η merupakan efisiensi pompa yang nilainya dapat diperoleh dari Gambar 14.37
(Peter, 1958) dengan Q = 166,616 gpm, diperoleh efisiensi pompa sebesar 20%,
sehingga :
𝑊𝑝 𝑚 𝑊𝑝 𝑄 𝜌
Brake hp = = = 9,93158 hp
550 550

Jika efisiensi motor 80%,


0,313
Electrical power input = = 12,4145 hp = 9,2612 kW = 9261,2 Watt
0,8

24