Anda di halaman 1dari 22

PRINSIP PEMBELAJARAN di SEKOLAH DASAR

Disusun oleh: kelompok 8

1. Salsabila Oktaviami (E1E021145)

2. Tita Juwita (E1E021154)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PGSD

UNIVERSITAS MATARAM

2021
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya

terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan

makalah mata kuliah “BELAJAR dan PEMBELAJARAN”. Kemudian shalawat beserta

salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan

pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.

Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Belajar dan Pembelajaran

di program studi PGSD Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan pada Universitas

Mataram. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada Bapak Dr. H. Mansur Hakim, M.Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah

Belajar dan Pembelajaran dan kepada segenap pihak yang telah memberikan

bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.

Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan

dalam penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang

konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Mataram, 26 Agustus 2021

Kelompok 8
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………….. i

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………… ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………… iii

BAB I    PENDAHULUAN……………………………………………………………………. 1

A. Latar Belakang…………………………………………………………………………..

B. Rumusan Masalah……………………………………………….……………………..

C. Tujuan Penulisan.……………………………………………………………………..

BAB II  PEMBAHASAN………………………………………………………………………. 5

A.      Pembelajaran di Sekolah Dasar…………………………………………………….. 5

B.      Prinsip Pembelajaran di Sekolah Dasar………………………..…………………… 7

C.      Tujuan Pembelajaran di Sekolah Dasar………………………………………….. 9

D.      Peran Guru dalam Pembelajaran…..…………………………………………….. 10

E. Berfikir Kritis dan Kreatif……………………………………………………………11

F. Sikap Kreatif………………………….……………………………………………… 12

G. Pengembangan Kreatifitas………………………………..………………………13
H. Penguasaan Materi Pelajaran oleh Guru………………………………………….14

BAB III PENUTUP………………………………………………………………………….. 15

A.      Kesimpulan……………………………………………………………………….. 13

B.      Saran………………………………………………………………………………… 13

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………. 14
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan paling mendasar yang dapat

dilaksanakan sebaik-baiknya karena menjadi landasan bagi pendidikan ditingkat

selanjutnya. Pendidikan ditingkat sekolah dasar mampu membekali siswanya

dengan nilai-nilai sikap dan kemampuan dasaragar mereka bisa berkembang

menjadi pribadi mandiri. Sekolah dasar atau SD adalah tempat mencari ilmu harus

mampu melaksanakan proses belajarnya dengan baik dan dapat mendorong

perkembangan kreativitas siswa dengan berupaya mendorong atau menciptakan

lingkungan belajar yang kondusif.

Prinsip dalam pembelajaran di sekolah dasar sangatlah dibutuhkan bagi para

guru dan siswa. Seperti yang kita tahu, pembelajaran merupakan perpaduan dari 2

aktivitas belajar dan mengajar. Kata ini masih tergolong dalam bahasa baru.

Menurut UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, pembelajaran

diartikan sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidikan dan sumber

belajar pada suatu lingkungan belajar. Dengan demikian pembelajaran adalah

seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar, dengan

memperhatikan prinsip-prinsip yang diterapkan.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana pembelajaran di sekolah dasar?

2. Bagaimanakah prinsip pembelajaran di sekolah dasar?


3. Bagaimanakah tujuan pembelajaran di sekolah dasar?

4. Apa saja peran guru dalam pembelajaran?

5. Apa itu berfikir kritis dan kreatif?

6. Apa itu sikap kreatif?

7. Pengembangan kreatifitas apa saja yang dibutuhkan dalam pembelajaran di

sekolah dasar?

8. Apa saja penguasaan materi pembelajaran yang diberikan guru?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui metode

pembelajaran di sekolah dasar itu seperti apa dan apa saja prinsip-prinsip yang

diterapkan dalam metode pembelajaran di sekolah dasar terhadap anak

muridnya.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pembelajaran di Sekolah Dasar

Pendidikan adalah upaya yang terorganisasi, berencana, dan berlangsung

secara terus menerus sepanjang hayat untuk membina anak didik menjadi manusia

paripurna, dewasa, dan berbudaya. Untuk mencapai pembinaan ini asas pendidikan

harus beroreintasi pada pengembangan seluruh aspek potensi anak didik,

diantaranya aspek kognitif, afektif, dan berimplikasi pada aspek psikomotorik.

Bagi peserta didik belajar merupakan sebuah proses interaksi antara berbagai

potensi diri siswa (fisik, nonfisik, emosi, dan intelektual), interaksi siswa dengan

guru, siswa dengan siswa lainnya, serta lingkungan dengan konsep dan fakta,

interaksi dari berbagai stimulus dengan berbagai respons terarah untuk melahirkan

perubahan. Untuk mengembangkan potensi siswa, perlu diterapkan sebuah model

pembelajaran yang inovatif dan konstruktif. Dalam mempersiapkan

pembelajaran,para pendidik harus memahami karakteristik materi pelajaran,

karakteristik murid atau peserta didik, serta memahami metodologi pembelajaran

sehingga prosess pembelajaran akan lebih variatif, inovatif, dan konstruktif dalam

merekonstruksi wawasan pengetahuan dan implementasinya sehingga akan

meningkatkan aktivitas dan kreatifitas peserta didik.

Sehubungan dengan hal diatas, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan,

berkenaan dengan upaya mewujudkan proses pembelajaran yang variatif, inovatif, dan

konstruktif, yaitu sebagai berikut:


a. Situasi kelas yang dapat merangsang anak melakukan kegiatan belajar secara

bebas

b. Peran guru sebagai pengarah dalam belajar

c. Guru berperan sebagai penyedia fasilitas

d. Guru berperan sebagai pendorong

e. Guru berperan sebagai penilai proses dan hasil belajar anak

B. Prinsip-prinsip Pembelajaran di Sekolah Dasar

Masa usia sekolah dasar adalah masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari

usia enam hingga kira-kira usia sebelas atau dua belas tahun. Sesuai dengan

karakteristik \anak usia sekolah dasar yang suka bermain, memiliki rasa ingin tahu

yang besar, mudah terpengaruh oleh lingkungan, dan gemar membentuk kelompok

sebaya. Oleh karena itu, pembelajaran di sekolah dasar diusahakan untuk

tercipatanya suasana yang kondusif dan menyenangkan. Untuk itu, guru hendaknya

memerhatikan 4 prinsip pembelajaran yang diperlukan agar tercipta suasana yang

kondusif dan menyenangkan tersebut, yaitu:

1) prinsip latar belakang, adalah keadaan dimana siswa telah mengetahui hal lain

secara langsung atau tidak langsung dengan bahan yang akan dipelajari.

2) prinsip belajar sambil bekerja sangat penting karena pengalaman yang diperoleh

melalui bekerja tidak mudah dilupakan.

3) prinsip belajar dan bermain, penting karena bermain merupakan keaktifan siswa

yang dapat menimbulkan suasana yang menyenangkan. Suasana seperti ini akan

mendorong siswa untuk belajar lebih giat.


4) prinsip belajar keterpaduan, mengharapkan agar guru dalam menyampaikan

materi hendaknya mengaitkan antara materi yang satu dengan materi yang lain,

baik dalam satu bidang studi maupun dengan bidang studi lainnya. Pemaduan

konsep dapat membuat materi pelajaran lebih bermakna.

C. Tujuan Pembelajaran di Sekolah Dasar

Pendidikan di sekolah dasar bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar

baca, tulis hitung, pengetahuan, dan keterampilan dasar yang bermanfaat bagi

siswa sesuai dengan tingkat perkembangan serta mempersiapkan mereka untuk

mengikuti pendidikan di SMP. Terkait dengan tujuan memberikan bekal kemampuan

dasar baca tulis, maka peran pendidikan mampu memberikan bekal pada

kemampuan dasar baca tulis mulai pada tahap keterwacanaan (dikelas-kelas awal),

sampai pada tercapainya kemahirwacanaan (di kelas-kelas tinggi).

Minat dan kultur membaca di negara barat bahkan di kawasan Asia Tenggara

(ASEAN), seperti ; Singapura, Thailand, Filipina, Malaysia lebih baik dibanding

dengan negara indonesia. Di indonesia, minat baca masyarakat masih rendah, yang

otomatis berakibat pada sumber daya manusia yang rendah pula. Padahal, minat itu

merupakan kunci utama dalam belajar, termasuk minat membaca.

Rendahnya minat baca menjadi problem uatama yang dihadapi bangsa kita. Hal

ini terlihat dari tertinggalnya kualitas SDM kita oleh negara-negara tetangga, dan ini

menunjukkan kualitas pendidikan kita lebih rendahb dibanding mereka . Salah

satunya adalah akibat dari kebiasaan membaca yang sangat rendah dan ini

berakibat fatal kepada kualitas SDM-nya sendiri, sebab kepintaran daya nalar
seseorang salah satu kunci utamanya ditentukan oleh frekuensi dan banyaknya

buku yang dibaca (kultur membaca).

Di sekolah dasar, bagi pembaca pemula yang dimulai pada kelas 3 dan

seterusnya, misalnya penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA)

dianggap yang paling efektif. Karena strategi individual dan menekankan pada

pengembangan proses berpikir tinggi. Selain itu, strategi ini melibatkan pemahaman

aktif dan pertukaran gagasan di antara para pembelajar serta sangat efektif dalam

mengarahkan dinamika sosial yang terjadi dalam kelompok pembelajaran.

D. Peran Guru dalam Pembelajaran

Dalam kegiatan belajar mengajar, guru memiliki peran yang cukup penting untuk

membuat ilmu-ilmu yang diajarkan dapat diterima oleh siswa-siswa yang ada. Tak

hanya berperan untuk mengajarkan ilmu-ilmu saja, banyak sekali peran guru dalam

proses pembelajaran. Nah kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai peran guru di

dalam proses kegaiatan belajar mengajar.

1. Guru Sebagai Pendidik

Guru merupakan pendidik, tokoh, panutan serta identifikasi bagi para

murid yang di didiknya serta lingkungannya. Oleh sebab itu, tentunya menjadi

seorang guru harus memiliki standar serta kualitas tertentu yang harus

dipenuhi. Sebagai seorang guru, wajib untuk memiliki rasa tanggung jawab,

mandiri, wibawa, serta kedisiplinan yang dapat dijadikan contoh bagi peserta

didik

2. Guru Sebagai Pengajar.


Kegiatan belajar mengajar akan dipengaruhi oleh beragam faktor di

dalamnya, mulai dari kematangan , motivasi, hubungan antara murid dan guru,

tingkat kebebasan, kemampuan verbal, ketrampilan guru di dalam berkomunikasi,

serta rasa aman. Jika faktor faktor tersebut dapat terpenuhi, maka kegiatan belajar

mengajar dapat berlangsung dengan baik. Guru harus dapat membuat sesuatu hal

menjadi jelas bagi murid, bahkan terampil untuk memecahkan beragam masalah.

3. Guru Sebagai Sumber Belajar

Peran guru sebagai sebuah sumber belajar akan sangat berkaitan dengan

kemampuan guru untuk menguasai materi pelajaran yang ada. Sehingga saat

siswa bertanya sesuatu hal, guru dapat dengan sigap dan tanggap menjawab

pertanyaan murid dengan menggunakan bahasa yang lebih mudah dimengerti.

4. Guru Sebagai Fasilator

Peran seorang guru sebagai fasilitator adalah dalam memberikan

pelayanan agar murid dapat dengan mudah menerima dan memahami materi-

materi pelajaran. Sehingga nantinya proses pembelajaran akan menjadi lebih

efektif dan efisien.

5. Guru Sebagai Pembimbing

Guru dapat dikatakan sebagai pembimbing perjalanan, yang mana

berdasar pengetahuan serta pengalamannya dan memiliki rasa tanggung jawab

dalam kelancaran perjalanan tersebut. Perjalanan ini tidak hanya sola fisik

namun juga perjalanan mental, kreatifitas, moral, emosional dan spritual yang

lebih kompleks dan dalam.


6. Guru Sebagai Demonstrator

Guru memiliki peran sebagai demonstator adalah memiliki peran yang

mana dapat menunjukkan sikap-sikap yang bisa menginspirasi murid untuk

melakukan hal-hal yang sama bahkan dapat lebih baik.

7. Guru Sebagai Pengelola

Dalam proses kegiatan belajar mengajar, guru memiliki peran dalam

memegang kendali atas iklim yang ada di dalam suasana proses pembelajaran.

Dapat diibaratkan jika guru menjadi nahkoda yang memegang kemudi dan

membawa kapal dalam perjalanan yang nyaman dan aman. Seorang guru

haruslah dapat menciptakan suasana kelas menjadi kondusif dan nyaman.

8. Guru Sebagai Penasehat

Guru berperan menjadi penasehat bagi murid-muridnya juga bagi para

orang tua, meskipun guru tidak memiliki pelatihan khusus untuk menjadi

penasehat. Murid-murid akan senantiasa akan berhadapan dengan kebutuhan

dalam membuat sebuah keputusan dan dalam prosesnya tersebut membutuhkan

bantuan guru. Agar guru dapat memahami dengan baik perannya sebagai

penasehat serta orang kepercayaan yang lebih dalam maka sudah seharunya

guru mendalami mengenai psikologi kepribadian.

9. Guru Sebagai Inovator

Guru menerjemahkan pengalaman yang didapatkannya di masa lalu ke

dalam kehidupan yang lebih bermakna untuk murid-murid didikannya. Karena

usia guru dan murid yang mungkin terlampau jauh, maka tentu saja guru lebih
memiliki banyak pengalaman dibandingkan murid. Tugas guru adalah untuk

menerjemahkan pengalaman serta kebijakan yang berharga ke dalam bahasa

yang lebih modern yang mana dapat diterima oleh murid-murid.

10. Guru Sebagai Motivator

Proses kegiatan belajar mengajar akan berhasil jika murid-murid di dalam

nya memiliki motivasi yang tinggi. Guru memiliki peran yang penting untuk

menumbuhkan motivias serta semangat di dalam diri siswa dalam belajar.

11. Guru Sebagai Pelatih

Proses pendidikan serta pembelajaran tentunya membutuhkan latihan

ketrampilan, entah itu dalam intelektual ataupun motorik. Dalam hal ini guru

akan bertindak sebagai pelatih untuk mengembangkan ketrampilan tersebut.

Tanpa adanya latihan maka tentunya seorang guru tidak akan mampu dalam

menunjukkan penguasaan kompetensi dasar serta tidak mahir dalam

ketrampilan ketrampilan yang sesuai dengan materi standar.

12. Guru Sebagai Elevator

Setelah proses pembelajaran berlangsung, tentunya seorang guru harus

melakukan evaluasi pada hasil yang telah dilakukan selama kegiatan

pembelajaran tersebut. Evaluasi ini tidak hanya untuk mengevaluasi

keberhasilan siswa untuk mencapai tujuan dalam kegiatan belajar mengajar.

E. Berfikir Kritis dan Kreatif

Istilah berpikir kritis (critical thinking) sering disamakan artinya dengan

berpikir konvergen, berpikir logis (logical thinking) dan reasoning. R.H Ennis,

dalam Hassoubah (2004), mengungkapkan bahwa berpikir kritis adalah berpikir


secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan

tentang apa yang harus dipercayaiatau dilakukan.

Sedangkan menurut R.Swartz dan D.N.Perkins dalam Hassoubah

(2004:86) menyatakan bahwa berpikir kritis berarti:

1. Bertujuan untuk mencapai penilaian yang kritis terhadap apa yang akan diterima

atau apa yang akan dilakukan dengan alas an yang logis.

2. Memakai standar penilaian sebagai hasil dari berpikir kritis dalam membuat

keputusan.

3. Menerapkan berbagai strategi yang tersusun dan memberikan alas an untuk

menentukan serta menerapkan standar tersebut.

4. Mencari dan menghimpun informasi yang dapat dipercaya untuk dipakai sebagai

bukti yang mendukung suatu penilaian.

Menurut Ennis (1996:364) terdapat 6 unsur dasar dalam berpikir kritis

yang disingkat menjadi FRISCO:

1) F (Focus) : Untuk membuat sebuah keputusan tentang apa yang diyakini

maka harus bias memperjelas pertanyaan atau isu yang tersedia, yang coba

diputuskan itu mengenai apa.

2) R ( Reason) : Menegetahui alasan-alasan yang mendukung atau melawan

putusan-putusan yang dibuat berdasar situasi dan fakta yang relevan.

3) I ( Inference) : Memebuat kesimpulan yang beralasan atau menyungguhkan.

Bagian penting dari langkah penyimpulan ini adalah mengidentifikasi asumsi

dan mencari pemecahan,pertimbangan dari interpretasi akan situasi dan

bukti.
4) S ( Situation) : Memahami situasi dan selalu menjaga situasi dalam berfikir

akan membantu memperjelas pertanyaan.

5) C (Clarity) : Menjelaskan arti atau istilah-istilah yang digunakan.

6) O ( Overview) : Melangkah kembali dan meneliti secara menyeluruh

keputusan yang diambil.

Cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Di dalam kelas atau ketika

berinteraksi dengan orang lain, cara-cara yang dapat dilakukan untuk

meningkatkan berpikir kritis adalah:

1. Membaca dengan kritis

Untuk berpikir kritis seseorang harus membaca dengan kritis pula. Dengan

membaca secara kritis, diterapkan ketermpilan-keterampilan berpikir kritis

seperti mengati, menghubungkan teks dari segi logika dan kredibilitasnya.

2. Meningkatkan daya analisis

Dalam suatu diskusi dicari cara penyelesaian yang baik, untuk suatau

permalasahan, kemudian mendiskusikan akibat terburuk yang mungkin terjadi.

3. Mengembangkan kemampuan observasi atau mengamati

Dengan mengamati akan didapat penyelesaian masalah yang misalnya

menghendaki untuk menyebutkan kelebihan dan kekurangan, pro dan kontra

akan suatu masalah, kejadian atau hal-hal yang diamati.

4. Meningkatkan rasa ingin tahu, kemampuan bertanya dan refleksi

Pengajuan pertanyaan yang bermut, yaitu pertanyaan yang tidak mempuanyai

jawaban benar atau salah atau tidak hanya satu jawaban benar, akan menuntut

siswa untuk mencari jawaban sehingga mereka banyak berpikir.


 Pentingnya berpikir kritis

Berpikir krtis merupakan hal penting yang harus dilakukan diantaranya karena;

1. Berpikir kritis memungkinkan siswa memanfaatkan potensi seseorang dalam

melihat masalah, memecahkan masalah, menciptakan, dan menyadari diri.

2. Berpikir kritis merupakan keterampilan universal.

3. Berpikir kritis sangat penting di era informasi dan teknologi.

4. Berpikir kritis meningkatkan keterampilan verbal dan analitik.

5. Berpikir kritis meningkatkan kreativitas.

6. Berpikir kritis penting untuk refleksi diri.

F. Sikap kreatif

Secara umum, kreatif bias diartikan sebagai suatu kemampuan yang ada di individu

atau kelompok pendekatan- pendekatan tertentu dalam memecahkan masalah dengan

cara yang berbeda.

Sedangkan menurut James R. Evans, kreatif adalah kemampuan dalam

menemukan hubungan baru, melihat subjek dari sudut pandang yang berbeda dan

mengkombinasikan beberapa konsep yang sudah mainstream dimasyarakat diubah

menjadi suatu konsep yang berbeda.

 Bentuk- bentuk kreatif

1) Ide kreatif

Pemikiran kreatif akan memicu munculnya ide unik yang tidak terpikir

sebelumnya. Ide adalah pemikiran yang dapat menciptakan solusi dari

permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat.

2) Produk kreatif ( barang dan jasa )


Produk kretaif dihasilkan dari ide-ide yang muncul. Jadi, bias dikatakan jika

produk adlah tangan panjang dari ide- ide yang diejawantahkan dalam

bentuk produk tertentu akan sangat berguna bagi masarakat dan konsumen.

3) Gagasan kreatif

Kreatif juga dapat diwujudkan dalam bentuk gagasan. Gagasan ini dapat

dikemukakan langsung atau melalui tulisan.

 Ciri-ciri orang yang kreatif

1) Berimajinasi

2) Menggemari tantangan

3) Mudah untuk beradaptasi

4) Mudah merasa bosan

5) Pribadi misterius

 Contoh ide kreatis dari barang bekas

1) Drum / dram alat musik, ini dapat dijadikan bangku atau tempat duduk cantik

di ruang tamu.

2) Gantungan baju dari roda sepedah. Bagi orang yang kreatif, benda yang

rusak bias dijadikan baranng yang bias dipakai kembali.

3) Vertical Garden dari botol Aqua bekas. Caranya mereka akan

menggantungkan botol tersebut dengan susuan vertical,kemudian dilubangi

pada bagian tengahnya sebagai media tanam,maka taman vertikal dirumah

pun akan tampak cantik.

G. Pengembangan kreativitas
Dalam deskripsi menurut Utami Munandar ( dalam Asrosi, 2007 : 62 )

mengatakan bahwa pengertian penegembangan kreativitas adalah kemampuan

yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir serta

kemampuan untuk mmengembangkan pemikiran dan aktivitas.

Kreativitas anak dapat dikembangkan dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Bermain

Bermain merupakan awal dari perkembangan kreativitas, karena dalam

kegiatan yang menyenangkan, anak dapat mengungkapkan imajinasinya

dengan bebas, oleh karena itu kegiatan bermain dapat diperoleh dasar dalam

mengungkapkan kreativitas anak.

2. Melatih kemampuan otak kanan

Untuk melatih kemampuan otak kana, yaitu dengan cara mengajak anak-

anak bernyayi, berpuisi, menggambar, dan berbagai macam kegiatan kreativ

lainnya, agar kemampuan otak kanan dapat bekerja lebih optimal.

3. Bekreasi setiap hari

Agar anak –anak kreatif, kita dapat mengajrkan pada anak-anak dengan

kegiatan menggambar, melipat kertas, bermain game, bermain pazzel

bermain permainan edukatif, bernyayi, bercerita, dan masih banyak lagi.

4. Beri anak pengalaman baru

Untuk memberikan pengalaman baru pada anak, berikan waktu khusus

dengan mengajak ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi.

5. Melatih kemampuan mendengar anak


Agar indra pendengaran anak bias terlatih dengan baik, lebih sering

mengajak anak untuk mendengarkan lagu-lagu, cerita, lalu menanyakan hal-

hal yang terdapat pada lagu atau cerita tersebut.

6. Sediakan fasilitas yang mendukung kreativitas anak

Untuk merangsang kreativitas anak, yaitu dengan cara meneyediakan

fasilitas yang mendukung kretivitas anak, seperti mainan bongkar pasang,

balok susun dan pazzel.

H. Penguasaan materi pembelajaran oleh guru

Penguasaan materi pembelajaran dapat diartikan sebagai kemampuan

guru dalam memmberikan materi pembelajaran dalam bentuk tema-tema dan

topic-topik, sehingga dapat membentuk kompetensi tertentu pada peserta didik.

Kemampuan ini diharapkan dimilliki oleh guru.

Penguasaan materi pembelajaran oleh guru adalah kemampuan yang

dimiliki guru dalam menerapkan sejumlah fakta, konsep, prinsip, dan

keterampilan untuk menyelesaikan dan memecahkan soal-soal atau masalah

yang berkaitandengan pokok bahasan yan diajarkan. Materi pembelajaran

merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk

perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari materi yang sudah tersampaikan, dapat disimpulkan bahwa

1. Prinsip pembelajaran adalah landasan berpikir, landasan berpijak dengan

harapan tujuan pembelajaran tercapai dan tumbuhnya proses pembelajaran

yang dinamis dan terarah.

2. Yang termasuk prinsip-prinsip pembelajaran adalah perinsip motovasi, prinsip

latar belakang, prinsip pemusatan perhatian, prinsip keterpaduan, prinsip

pemecahan masalah, prinsip menemukan, prinsip belajar, dan prinsip belajar

sambil bermain.

B. SARAN

Sebagai seorang pemula, kemungkinan makalah ini masih terdapat kekurangan,

untuk itu kami menerima kritik dan saran guna memperbaikinya. Karena saran dan kritik

itu akan bermanfaat bagi kami untuk memperbaiki atau memperdalam tentang ilmu ini.
DAFTAR PUSTAKA

- http://ulfadwiyuliawati.blogspot.com/2016/01/pembelajaran-di-sekolah-dasar.html

- http://murnikumaulid.blogspot.com/2014/09/prisip-pembelajaran-di-sekolah-

dasar.html

- file:///C:/Users/Computer/AppData/Local/Temp/515-Article%20Text-1538-2-10-

20200330.pdf

- https:// www. kompasiana.com

- https:// moondoggies music.com

- https://p4t ktkpib.kemendikbud. go.id

- http:// journal 2.um.ac.id

Anda mungkin juga menyukai