Anda di halaman 1dari 7

PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007

PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

EKSPLORASI UMUM ENDAPAN ZIRKON


DI KABUPATEN KATINGAN,
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
1)
Martua Raja P, 1)A.F. Yusuf, 1)Bayu Sayekti, 2)Mulyana
1)
Kelompok Penelitian Mineral
2)
Bidang Sarana Teknik

SARI

Lokasi Eksplorasi Umum terdapat di sebagian daerah Kecamatan Tewang Sangalang Garing,
Kecamatan Katingan Hilir, dan Kecamatan Tasik Payawan.
Secara administratif, lokasi daerah eksplorasi berada di daerah Kabupaten Katingan, dengan ibukota
Kasongan, Provinsi Kalimantan Tengah. Secara geografis terletak diantara daerah yang dibatasi oleh
koordinat : 113° 4' 15" Bujur Timur - 113° 18' 31" Bujur Timur dan 1° 44' 59" Lintang Selatan - 2° 1'
15" Lintang Selatan.
Stratigrafi daerah eksplorasi umum, berdasarkan lithostratigrafi dan pengamatan di lapangan
terdiri dari beberapa satuan batuan. Urut-urutan satuan batuan tersebut dari yang berumur tua ke muda
dapat diperikan sebagai berikut : Satuan batuan Batu Pasir Lempungan (Psl), berwarna kuning hingga
kelabu, berbutir halus hingga kasar, bersisipan lempung kaolinit, setempat sisipan kaolinnya mencapai
tebal sampai 3 m, pada umumnya berwarna putih, kelabu sampai kekuningan, masih mengandung pasir
kuarsa halus sampai sedang. Satuan batuan Batu Pasir (Ps), berwarna kekuningan hingga kelabu,
berbutir halus hingga kasar, setempat berstruktur sedimen silang siur. Satuan batuan Batu Pasir
Konglomeratan (PsK), berwarna coklat kehitaman, agak padat, komponen terdiri dari fragmen kuarsit,
kuarsa dan basal, berukuran 1 sampai 3 cm, kemas terbuka dengan matriks berukuran pasir, ketiganya
termasuk dalam Formasi Dahor (TQd). Satuan batuan aluvium (Qa), yang terdiri dari pasir, kerikil,
kerakal, lumpur dan lempung.
Endapan zirkon di daerah Katingan dijumpai sebagai hasil rombakan dari batuan asal
pembawanya, seperti granit, di endapkan dalam endapan alluvial maupun sedimenter. Pada endapan
alluvial zirkon terendapkan bersama sama pasirkuarsa, hematit, ilmenit, rutil dan magnetit.
Zirkon di daerah Katingan merupakan endapan sekunder yang berasal dari lapukan batuan
pembawa zirkon (granit), diendapkan dalam batuan aluvial maupun sedimen. Endapan aluvial zirkon
tersebar sepanjang aliran sungai, sedangkan zirkon yang diendapkan bersama batuan sedimen terdapat
pada Formasi Dahor (TQd). Ukuran butiran zirkon sangat halus, semakin kearah hulu konsentrat zirkon
bercampur dengan mineral hitam (illmenit, rutile dan magnetit), biasa disebut zirkon hitam oleh penduduk
setempat.
Sumberdaya tereka berupa pasir konsentrat adalah 169.617.600 m3.

PENDAHULUAN digunakan sebagai dasar pengembangan dari


potensi bahan galian zirkon.
Pada tahun 2006 Pusat Sumber Daya Geologi Kegiatan eksplorasi umum endapan zirkon yang
telah melakukan Inventarisasi Dan Penyelidikan telah dilakukan di Kabupaten Katingan, Provinsi
Mineral Non Logam di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah tersebut dimaksudkan untuk
Provinsi Kalimantan Tengah, dan mendapatkan data-data mengenai endapan
merekomendasikan untuk dilakukannya zirkon, yaitu antara lain meliputi lokasi
eksplorasi umum terhadap bahan galian zirkon keterdapatan, sumberdaya (cadangan) dan
guna mendapatkan gambaran potensinya secara kualitas serta melakukan evaluasi potensi bahan
lebih akurat dan lengkap sehingga dapat galian zirkon tersebut secara lebih optimal.
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007
PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

Lokasi Eksplorasi Umum terdapat di sebagian Aluvium (Qa)


daerah Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kandungan formasi terdiri dari pasir kuarsa,
Kecamatan Katingan Hilir, dan Kecamatan kerikil dan bongkah yang berasal dari komponen
Tasik Payawan. Secara administratif, lokasi batuan malihan, batuan bersifat granit dan
daerah eksplorasi berada di daerah Kabupaten kuarsit lepas. Dibeberapa tempat ditemukan
Katingan, dengan ibukota Kasongan, Provinsi lumpur pasir dan tanah liat mengandung lignit
Kalimantan Tengah. Secara geografis terletak dan limonit. Batuan yang akan mengeras juga
diantara daerah yang dibatasi oleh koordinat : ditemukan terletak antara 40-50 meter diatas
113° 4' 15" Bujur Timur - 113° 18' 31" Bujur permukaan sungai. Batuan-batuan tersebut
Timur dan 1° 44' 59" Lintang Selatan - 2° 1' terdapat sebagai endapan sungai, undak dan
15" Lintang Selatan. (Gambar 1). rawa.
Metoda penyelidikan yang digunakan berkaitan
dengan kegiatan Eksplorasi Umum Endapan
Zirkon antara lain sebagai berikut : GEOLOGI DAN POTENSI ENDAPAN
1. Pengumpulan data sekunder ZIRKON
2. Pengumpulan data primer
3. Analisis Laboratorium Morfologi daerah eksplorasi umum endapan
4. Pengolahan data zirkon secara regional berupa : Satuan
Morfologi Pedataran rendah sampai
bergelombang. Satuan Morfologi Pedataran,
GEOLOGI UMUM sebagian besar/hampir keseluruhan menempati
daerah/lokasi dari eksplorasi umum. Batuan
Geologi daerah Eksplorasi Umum Endapan penyusun satuan morfologi ini terdiri dari
Zirkon Kabupaten Katingan, Provinsi batupasir kuarsa halus - kasar berwarna kuning,
Kalimantan Tengah, berdasarkan lembar Peta putih sampai kelabu dan konglomerat berlapis
Geologi Skala 1 : 250.000 yang dipublikasikan silang siur dengan komponen batuan malihan
oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan dan batuan granitan dari Formasi Dahor dan
Geologi (A.S. Sumartadipura dan U. Margono, satuan batuan alluvium berupa material pasir
1996, P3G Bandung, Pemetaan Geologi Lembar kuarsa, kerikil yang berasal dari komponen
Tewah (Kualakurun) Kalimantan, terdiri dari batuan malihan, batuan bersifat granit dan
beberapa formasi batuan yang berumur dari kuarsit lepas. Dibeberapa tempat ditemukan
Perem Akhir hingga Holosen. Urutan formasi gambut, lumpur pasir dan tanah liat. Ketinggian
batuan tersebut dari yang berumur tua ke muda satuan morfologi ini berkisar dari 0 m – 50 m.
dapat diperikan sebagai berikut : Batuan Stratigrafi daerah eksplorasi umum, berdasarkan
Malihan Pinoh (PzTRp), Batuan Gunungapi lithostratigrafi dan pengamatan di lapangan
(TRvk), Tonalit Sepauk (Kls), Formasi Tanjung terdiri dari beberapa satuan batuan. Urut-urutan
(Tet), Batuan Gunungapi Malasan (Tomv), satuan batuan tersebut dari yang berumur tua ke
Formasi Montalat (Tomm), Batuan Terobosan muda dapat diperikan sebagai berikut (Gambar
Sintang (Toms), Formasi Warukin (Tmw), 2):
Formasi Dahor (TQd) dan Aluvium (Qa).
1. Satuan batuan Batu Pasir
Formasi-formasi batuan yang terdapat di daerah Lempungan (Psl), berwarna kuning
lokasi eksplorasi umum endapan zirkon berturut- hingga kelabu, berbutir halus hingga
turut dari tua ke muda sebagai berikut : kasar, bersisipan lempung kaolinit
Formasi Dahor (TQd) (Formasi Dahor, TQd). Sebaran satuan
Merupakan batuan tertua di daerah eksplorasi, batuan ini umumnya membentuk
terutama terdiri dari batupasir kuarsa halus - punggungan-punggungan dari daerah
kasar berwarna kelabu sampai kebiru-biruan dan dengan morfologi pedataran
konglomerat berlapis silang siur dengan bergelombang, sebarannya meluas
komponen batuan malihan dan batuan granitan kearah hulu. Setempat sisipan kaolinnya
bersisipan lapisan mengandung limonit. Lapisan mencapai tebal sampai 3 m, pada
batubara dengan tebal 0,3-3 meter terdapat di umumnya berwarna putih, kelabu
dalam lapisan batupasir berbutir kasar, satuan ini sampai kekuningan, masih mengandung
diduga berumur Pliosen sampai Plistosen. pasir kuarsa halus sampai sedang.
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007
PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

2. Satuan batuan Batu Pasir (Ps), mineral-mineral tersebut membentuk lapisan


berwarna kekuningan hingga kelabu, tersendiri. Zirkon dalam alluvial mengendap
berbutir halus hingga kasar, setempat bersama kuarsa karena perbedaan beratnya tidak
berstruktur sedimen silang siur (Formasi begitu menonjol, hal tersebut juga agak
Dahor, TQd). Sebaran satuan batuan ini menyulitkan dalam proses pemisahan dari
menempati daerah punggungan dan mineral pengotornya.
pedataran dari daerah dengan morfologi Zirkon dalam bentuk sedimenter umumnya
pedataran bergelombang dan morfologi mengendap mengikuti lapisan mineral berat
pedataran. Umumnya terdiri dari yang berbutir halus, membentuk lapisan tipis
pasirkuarsa halus sampai kasar, yang berwarna kehitaman pada lapisan satuan
berwarna kuning akibat adanya batuan sedimen, walaupun tidak selalu begitu.
kandungan lempung ilit dan sedikit Zirkon dalam satuan batuan sedimen di daerah
limonit Katingan terdapat pada satuan batuan Formasi
3. Satuan batuan Batu Pasir Mentemoi. Formasi ini di daerah Katingan
Konglomeratan (PsK), berwarna coklat merupakan pembawa bahan galian atau mineral
kehitaman, agak padat, komponen detritus (rombakan).
terdiri dari fragmen kuarsit, kuarsa dan Zirkon di daerah Katingan merupakan endapan
basal, berukuran 1 sampai 3 cm, kemas sekunder yang berasal dari lapukan batuan
terbuka dengan matriks berukuran pasir pembawa zirkon (granit), diendapkan dalam
(Formasi Dahor, TQd). batuan aluvial maupun sedimen. Endapan
4. Satuan batuan aluvium (Qa), yang aluvial zirkon tersebar sepanjang aliran sungai,
terdiri dari pasir, kerkil, kerakal, lumpur sedangkan zirkon yang diendapkan bersama
dan lempung. Pasir pada umumnya batuan sedimen terdapat pada Formasi Dahor
berupa pasir kuarsa berbutir halus (TQd). Ukuran butiran zirkon sangat halus,
sampai kasar, berwarna putih sampai semakin kearah hulu konsentrat zirkon
kelabu. Kerikil dan kerakal juga bercampur dengan mineral hitam (illmenit, rutile
didominasi oleh fragmen kuarsa, granit dan magnetit), biasa disebut zirkon hitam oleh
dan fragmen batuan malihan. Lempung penduduk setempat.
umumnya terdiri dari lempung kaolnit, Mineral zirkon di daerah penyelidikan umumnya
berwarna putih, kelabu sampai kuning. berwarna kemerahan, sebagian kecil putih, abu-
Sebaran batuan ini menempati wilayah abu, kuning dan transparan, berbutir halus,
pedataran yang luas di daerah tersebar dalam satuan batuan alluvial dan
penyelidikan terutama di sepanjang sedimen.
aliran S. Kelanaman dan S. Katingan. Berdasarkan hasil pendulangan terhadap
Hubungan antara pasir, kerikil dan beberapa conto dari berbagai satuan batuan dan
lempung setempat menjemari lokasi di daerah penyelidikan, pada umumnya
membentuk lensa-lensa, pada umumnya prosentase terbesar kandungan konsentrat
bercampur dengan batas kontak yang terdapat pada satuan batuan alluvial.
sulit diamati. Perhitungan sumber daya dilakukan dengan
Endapan zirkon di daerah Katingan dijumpai menghitung volume konsentrat. Dilakukan
sebagai hasil rombakan dari batuan asal dengan menghitung luas sebaran batuan
pembawanya, seperti granit, di endapkan dalam pembawa zirkon dikalikan ketebalan rata-rata,
endapan alluvial maupun sedimenter. Pada dikalikan prosentase rata-rata kandungan
endapan alluvial zirkon terendapkan bersama konsentrat (data lapangan diperoleh sewaktu
sama pasirkuarsa, hematit, ilmenit, rutil dan melakukan pendulangan). Penentuan sumber
magnetit. Konsentrasi zirkon dalam batuan daya zirkon dilakukan dengan menghitung
endapan alluvial sangat bervariasi, sulit volume konsentrat dikalikan kadar rata-rata
menentukan pengontrolnya, berat jenis zirkon kandungan zirkon (hasil analisa laboratorium).
hampir dua kali lipat berat jenis kuarsa sehingga Sebaran satuan batuan yang mengandung pasir
dalam pengendapannya akan terbentuk bersama zirkon di daerah penyelidikan terdapat di 4
pasirkuarsa. Berbeda dengan mineral berat (empat) wilayah :
lainnya yang berat jenisnya dengan kuarsa agak 1. Katingan Barat : meliputi wilayah
jauh berbeda, seperti emas, magnetit, ilmenit, sebagian wilayah yang termasuk dalam
sehingga dalam lapisan pengendapannya Kecamatan Pulau Malan, Tewang
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007
PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

Sanggalang Garing, Katingan Hilir dan Seluruhnya luas sebaran 22.891 ha. Prosentase
Tasik Payawan, sebaran meliputi satuan konsentrat rata-rata 10 %, volume konsentrat
batuan Batu Pasir Lempungan (Psl), sekitar 91,5 juta meter kubik.
satuan batuan Batu Pasir (Ps) dan Kandungan zirkon serta sumberdayanya masih
Aluvium (Qa). Luas sebaran 37.750 ha. menunggu hasil analisa laboratorium.
Prosentase konsentrat rata-rata 10 %,
volume konsentrat sekitar 151 juta meter
kubik. PROSPEK PEMANFAATAN DAN
2. Katingan Tengah : meliputi wilayah PENGEMBANGAN ENDAPAN ZIRKON
Desa Pendahara, Kecamatan Tewang
Sanggalang Garing, sebaran meliputi Penggunaan zirkon sangat bervariasi, baik
satuan batuan Batu Pasir (Ps). Luas sebagai mineral industri (non-logam) maupun
sebaran 1.900 ha, prosentase konsentrat mineral logam. Pasaran zirkon dunia sebagian
rata-rata 8 %, volume konsentrat sekitar besar digunakan sebagai mineral industri, yaitu
6 juta meter kubik. untuk pasir cetak (foundry), bata tahan api
3. Katingan Utara : meliputi wilayah Desa (refraktori), keramik dan gelas, kimia zirkonium,
Tewang Menyangen, Kecamatan dan lain-lain (Supriatna Suhala, M. Arifin,
Tewang Sanggalang Garing, sebaran 1997). Untuk bahan keramik pasir zirkon harus
meliputi satuan batuan Batu Pasir memenuhi spesifikasi tertentu. Penggunaan pasir
Konglomeratan (PsK). Luas sebaran zirkon dalam industri keramik terutama sebagai
2.028 ha, prosentase konsentrat rata-rata bahan penguat dan glasir. Pada industri keramik
8 %, volume konsentrat sekitar 6,5 juta dan gelas, zirkon yang digunakan berbentuk
meter kubik. zirkonia, PSZ (Partially Stabilized Zirkonia),
4. Katingan Timur : meliputi wilayah Desa dan tepung zirkon (micronizedzirkon).
Kereng Humbang, Kecamatan Katingan Tepung zirkon pada keramik terutama berfungsi
Hilir, sebaran meliputi satuan batuan sebagai glasir opak (opacifier glazes), hal ini
Batu Pasir Konglomeratan (PsK) dan disebabkan zirkon mempunyai indeks refraksi
satuan batuan Aluvium. Luas sebaran cukup tinggi. Zirkon di sini menggantikan
1.890 ha, prosentase konsentrat rata-rata peranan Sn-oksida untuk menghasilkan keramik
8 %, volume konsentrat sekitar 6 juta putih dan keramik berwarna yang bermutu
meter kubik. tinggi, khususnya keramik untuk keperluan
Pada daerah yang prospek dilakukan pemetaan rumah tangga (table ware) dan keramik ubin
skala 1 : 25.000, yaitu di daerah : (tile ceramic).
1. Galangan : meliputi wilayah sebagian Sebagai frit-enamel, tepung zirkon digunakan
wilayah yang termasuk dalam untuk melapisi logam (baja dan besi tuang).
Kecamatan Katingan Hilir dan Tewang Walaupun jumlah pemakaian zirkon sangat kecil
Sangalang Garing. Sebaran meliputi dibandingkan TiO2, dengan penggunaan zirkon
satuan batuan Batu Pasir Lempungan lebih baik, terutama dalam proses pelapisan
(Psl), satuan batuan Batu Pasir (Ps) dan secara kering untuk menghasilkan produk
Aluvium (Qa). Luas sebaran 15.370 Ha. peralatan dapur dan kamar mandi.
Prosentase konsentrat rata-rata 10%, Dalam industri gelas, zirkonia (fused zirkon)
volume konsentrat sekitar 61 juta meter digunakan untuk menghasilkan gelas-gelas yang
kubik. berkomposisi khusus, menghasilkan seperti
2. Kerengpange, meliputi wilayah sebagian gelas optik, gelas fiber, gelas TV berwarna, dan
wilayah yang termasuk dalam lain-lain.
Kecamatan Katingan Hilir dan Tasik Khusus untuk menghasilkan keramik rekayasa
Payawan, sebaran pasir zirkon meliputi dan listrik, sekarang ini telah dibuat bahan dasar
satuan batuan Batu Pasir Lempungan keramik yang berasal dari zirkon, yaitu PSZ.
(Psl), satuan batuan Batu Pasir (Ps) dan Produk PSZ yang telah dikembangkan ada dua
Aluvium (Qa). Luas sebaran di daerah macam, yaitu :
Kerengpange 7.521 ha. Prosentase 9 PSZ yang Dibuat dengan Menggunakan
konsentrat rata-rata 10%, volume CaO dan MgO
konsentrat sekitar 30 juta meter kubik. Keramik yang dihasilkan mempunyai kekuatan
dan ketahanan yang lebih baik, jika
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007
PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

dibandingkan dengan keramik konvensional Produk zirkon yang umumnya digunakan


(SiC, Si3, dan Al2O3). Produk keramik ini telah sebagai abrasif adalah alumina-zirkonia. Abrasif
digunakan untuk komponen mesin/motor, jenis ini ada dua kelompok, tergantung
pompa kimia, dan nozel (mulut pipa). prosentase zirkonia yang digunakan, yaitu :
9 PSZ yang Dibuat dengan Menggunakan • AZ-abrasif (25% zirkonia), terutama
Yttrium Oksida (Y2O3) digunakan dalam hubungannya dengan
Keramik yang dihasilkan lebih stabil dan pengerjaan bahan-bahan yang berasal dari
mempunyai konduktivitas panas rendah, selain logam, seperti steel billet, automotif, dan
mempunyai ketahanan dan tahan lama. Keramik lain-lain.
jenis ini sangat sesuai untuk pembuatan • NZ-abrasif (40% zirkonia), di pasaran NZ-
komponen adiabatik mesin diesel, seperti pelapis abrasif ada dua jenis, yaitu E347 (bonded
silinder, kepala piston, dan katup. Kegunaan abrasive) dan E349 (coated abrasive).
PSZ lainnya adalah untuk pembuatan elektroda Terutama digunakan sebagai mata (bit) pada
yang dapat berfungsi untuk mengontrol ratio mesin pemotong untuk batu hias (marmer
antara bahan bakar dan oksida di dalam mesin. dan granit) dan sebagai bola penggerus
Keadaan ini tidak saja menyangkut masalah (grinding wheel).
lingkungan, tetapi juga masalah efisiensi mesin • Sebagai abrasif, pasir zirkon dapat juga
mobil dan penghematan pemakaian bahan bakar. digunakan secara langsung, yaitu sebagai
Zirkon dapat dibuat menjadi bata tahan api yang sandblast menggantikan fungsi pasirkuarsa.
digunakan untuk melapisi tungku peleburan baja
dan gelas. Zirkon yang digunakan ada dua jenis,
yaitu AZS refraktori dan zirkonia-mullit. KESIMPULAN DAN SARAN
Pemakaian kedua bahan ini sebagai refraktori
karena secara kimia mempunyai sifat netral serta Berdasarkan eksplorasi umum endapan zirkon di
ketahanan terhadap panas mendadak yang sangat sebagian daerah di Kabupaten Katingan,
baik. Zirkonia-mullit digunakan dalam bentuk Provinsi Kalimantan Tengah, maka dapat
batangan dan nodul yang disusun secara disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
beraturan. Pemakaian zirkon secara langsung 1. Endapan pasir zirkon didaerah
untuk refraktori pada umumnya digunakan penyelidikan merupakan endapan plaser
sebagai ladle brick. Refraktori ini dapat (letakan), terkandung dalam satuan
digunakan pada suhu hingga 3600°F. batuan alluvium dan sedimen formasi
Pasir Cetak (Foundry) Dahor.
Zirkon sangat sesuai digunakan sebagai pasir 2. Luas dan sumber daya satuan batuan
cetak karena sifat-sifatnya : pembawa zirkon :
• Pengantar panas yang sangat tinggi, a) Katingan Barat : Luas sebaran
sehingga proses pendinginan berlangsung 37.750 Ha. Prosentase konsentrat
empat kali lebih cepat bila dibandingkan rata-rata 10 %, volume konsentrat
dengan pasirkuarsa, sekitar 151 juta meter kubik.
• Tidak reaktif terhadap logam lain, b) Katingan Tengah : Luas sebaran
• Butiran zirkon berbentuk bulat dengan 1.900 Ha, prosentase konsentrat
permukaan bersih serta sesuai dengan semua rata-rata 8 %, volume konsentrat
jenis binder, sekitar 6 juta meter kubik.
• Membutuhkan binder lebih sedikit c) Katingan Utara : Luas sebaran
dibandingkan dengan pasir cetak lainnya, 2.028 ha, prosentase konsentrat
• Ukuran tetap stabil walaupun terjadi rata-rata 8 %, volume konsentrat
peningkatan panas, sekitar 6,5 juta meter kubik.
• pH zirkon netral atau sedikit asam. d) Katingan Timur : Luas sebaran
Sebagai pasir cetak, zirkon umumnya digunakan 1.890 Ha, prosentase konsentrat
untuk menghasilkan produk cetakan yang rata-rata 8 %, volume konsentrat
mempunyai permukaan halus. Selain zirkon, sekitar 6 juta meter kubik.
fused zirkonia juga digunakan khususnya 3. Kegunaan pasir zirkon sebagai bahan
pencetakan gelas secara kontinyu. baku gelas kermik (glasir).
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007
PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

4. Berhubung konsentrasi kandungan pasir


zirkon yang rendah dalam satuan batuan
maka diperlukan penambangan dengan
luasan yang besar, hal tersebut akan
mengakibatkan perubahan lingkungan
yang berarti minimal perubahan bentuk
fisik permukaan (topografi).
5. Perlu diperhatikan dan dilaksanakan
pemeliharaan paska tambang, karena
bila tidak, akan terbentuk padang pasir
di wilayah bekas penambangan zirkon.

PUSTAKA

1. Bemmelen, R. W. van, 1949 The


Geology of Indonesia, volume I-A, I-B,
Government Printting Office, The
Haque.

2. A.S. Sumartadipura dan U. Margono,


1996 Peta Geologi Lembar Tewah
(Kualakurun), Kalimantan, skala 1 :
250.000, Pusat Penelitian dan
Pengembangan Geologi, Bandung.

3. Abdul Fatah Yusuf, dkk., 2006


Inventarisasi Dan Penyelidikan Bahan
Galian Non Logam Di Kabupaten
Katingan, Provinsi Kalimantan
Tengah, Pusat Sumber Daya Geologi,
Bandung.
PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007
PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

Gambar 1. Peta Lokasi Eksplorasi Umum

Gambar 2. Peta Geologi Sebaran Zirkon