Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH ANALISA SWOT DI PUSKESMAS LUBUK JAMBI

MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

DISUSUN OLEH :
• IRA PUTRI (2174201107)
• LATIPA AINI (2174201091)
• SYAFRIZAL (2174201081)
• SHADDAM HOESIN (2174201120)
• DEA TIFFANY (2174201092)

S1 HUKUM KELAS B
YAYASAN PERSADA BUNDA
PEKANBARU
2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya sehingga penulis berhasil menyelesaikan makalah ini dengan judul
“Analisa SWOT Di Puskesmas Lubuk Jambi”.
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Kewirausahaan Makalah ini tidak akan selesai tanpa adanya bantuan dari
dosen pengampu Kewirausahaan Bapak Hardi, SE., MM untuk itu dalam
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari
semua pihak demi kesempurnaan penyusunan makalah selanjutnya. Penulis
berharap semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi yang positif bagi
perkembangan pendidikan khususnya kewirausahaan.

Pekanbaru, 7 Desember 2021

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...........................................................................................................ii


Daftar Isi.....................................................................................................................iii
BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................4
1.1 Latar Belakang .............................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................4
1.3 Tujuan ..........................................................................................................4
1.4 Manfaat ........................................................................................................5
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ...............................................................................6
2.1 Pengertian Analisis SWOT .........................................................................7
2.2 Faktor – Faktor Analis SWOT ....................................................................7
2.3 Kegunaan Analisis SWOT ..........................................................................7
2.4 Hubungan Antara Strength, Weaknesses, Opportunities, Dan Treaths ......10
2.5 Manfaat Analisis SWOT .............................................................................13
2.6 Macam – Macam Pendekatan Analisi SWOT ............................................13
BAB 3 ANALISA SWOT..........................................................................................19
3.1 Visi dan Misi Puskesmas Lubuk Jambi ........................................................19
3.2 Strategi Operasi ............................................................................................19
3.3 Keunggulan Bersaing ...................................................................................21
3.4 Analisis SWOT ............................................................................................22
3.5 Pengembangan dan Penerapan Strategi ........................................................23
BAB 5 PENUTUP .....................................................................................................24
5.1 Kesimpulan ...................................................................................................24
5.2 Saran .............................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................iii

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Rencana strategis merupakan konsep yang digunakan dalam berbagai
organisasi untuk menentukan arah, tujuan dan masa depan yang hendak dicapai
secara komprehensif. Rencana strategis menjadi perangkat penting bagi organisasi
untuk menjelaskan apa yang hendak dicapai dan bagaimana mencapainya.

Bahwa RSIA Zainab Pekanbaru keberadaannya dibutuhkan untuk


memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah suatu keniscayaan.
Kemampuan RSIA Zainab Pekanbaru dalam memberikan pelayanan harus bisa
diandalkan. Untuk itu maka RSIA Zainab Pekanbaru harus bisa memberikan
pelayanan secara bermutu. Pelayanan Rumah sakit yang bermutu adalah
pelayanan yang aman, rasional efektif, efisien (murah) dan memberikan
kenyamanan bagi pasien.

1.2 Rumusan Masalah


a. Apa visi dan misi Puskesmas Lubuk Jambi?
b. Apa strategi operasi Puskesmas Lubuk Jambi?
c. Apa keunggulan bersaing Puskesmas Lubuk Jambi?
d. Bagaimana Analisa SWOT Puskesmas Lubuk Jambi?
e. Bagaimana pengembangan dan penerapan strategi operasi Puskesmas
Lubuk Jambi?
1.3 Tujuan Penulisan
a. Untuk mengetahui visi dan misi Puskesmas Lubuk Jambi
b. Apa strategi operasi Puskesmas Lubuk Jambi
c. Apa keunggulan bersaing Puskesmas Lubuk Jambi
d. Bagaimana Analisa SWOT Puskesmas Lubuk Jambi

4
e. Bagaimana pengembangan dan penerapan strategi operasi Puskesmas
Lubuk Jambi
1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan analisa swot ini adalah agar mampu
memahami masalah manajemen secara jelas dan spesifik mempermudah
penentuan prioritas, mempermudah penentuan alternatif pemecahan masalah.

5
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Analisis Swot


Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang
(opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu
spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT
(strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi
bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang
mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah
berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian
menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah
bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage)
dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang
(opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu
menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara
mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats)
menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Menurut Daniel Start dan Ingie Hovland analisis SWOT adalah
instrumen perencanaaan strategis yang klasik dengan menggunakan kerangka
kerja kekuatan dan kelemahan serta kesempatan ekternal dan ancaman.
Instrumen ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik
untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana
apa yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh
mereka.
6
Metode SWOT pertama kali digunakan oleh Albert Humphrey yang
melakukan penelitian di Stamford University pada tahun 1960-1970 dengan
analisa perusahaan yang bersumber dalam Fortune500. Meskipun demikian,
jika ditarik lebih ke belakang analisa ini telah ada sejak tahun 1920-an
sebagai bagian dari Harvard Policy Model yang dikembangkan di
Harvard Business School. Namun, pada saat pertama kali digunakan terdapat
beberapa kelemahan utama di antaranya analisa yang dibuat masih bersifat
deskriptif serta belum bahkan tidak menghubungkan dengan strategi-strategi
yang mungkin bisa dikembangkan dari analisis kekuatan-kelemahan yang
telah dilakukan.
Hasil analisis biasanya adalah arahan/rekomendasi untuk
mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yang
ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman. Jika
digunakan dengan benar, analisis SWOT akan membantu kita untuk melihat
sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini.
Analisis ini bersifat deskriptif dan terkadang akan sangat subjektif,
karena bisa jadi dua orang yang menganalisis sebuah organisasi akan
memandang berbeda keempat bagian tersebut. Hal ini wajar terjadi, karena
analisis SWOT adalah sebuah analisis yang akan memberikan output berupa
arahan dan tidak memberikan solusi “ajaib” dalam sebuah permasalahan.

2.2 Faktor-Faktor Analisis Swot


Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu :
1. Strengths (Kekuatan)
Faktor-faktor kekuatan dalam lembaga pendidikan adalah kompetensi
khusus atau keunggulan-keunggulan lain yang berakibat pada nilai plus
atau keunggulan komparatif lembaga pendidikan tersebut. Hal ini bisa
dilihat jika sebuah lembaga pendidikan harus memiliki skill atau
keterampilan yang bisa disalurkan bagi perserta didik, lulusan terbaik atau

7
hasil andalan, maupun kelebihan-kelebihan lain yang dapat membuat
sekolah tersebut unggul dari pesaing-pesaingnya serta dapat
memuaskan steakholders maupun pelanggan (peserta didik, orang tua,
masyarakat dan bangsa).
Sebagai contoh dari bidang keunggulan, antara lain kekuatan pada
sumber keuangan, citra yang positif, keunggulan kedudukan di masyrakat,
loyalitas pengguna dan kepercayaan berbagai pihak yang berkepentingan.
Sedangkan keunggulan lembaga pendidikan di era otonomi pendidikan
atara lain yaitu sumber daya manusia yang secara kuantitatif besar, hanya
saja perlu pembenahan dari kualitas. Selain itu antusiasme pelaksanaan
pendidikan yang sangat tinggi, didukung dengan sarana prasarana
pendidikan yang cukup memadai. Hal lain dari faktor keunggulan lembaga
pendidikan adalah kebutuhan masyarakat terhadap yang
bersifat transendental sangat tinggi, dan itu sangat mungkin diharapkan
dari proses pendidikan lembaga pendidikan yang agamis.
Bagi sebuah lembaga pendidikan untuk mengenali kekuatan dasar
lembaga tersebut sebagai langkah awal atau tonggak menuju pendidikan
yang berbasis kualitas tinggi merupakan hal yang sangat penting.
Mengenali kekuatan dan terus melakukan refleksi adalah sebuah langkah
besar untuk menuju kemajuan bagi lembaga pendidikan.

2. Weakness (Kelemahan)
Kelemahan adalah hal yang wajar dalam segala sesuatu tetapi yang
terpenting adalah bagaimana sebagai penentu kebijakan dalam lembaga
pendidikan bisa meminimalisasi kelemahan-kelemahan tersebut atau
bahkan kelemahan tersebut menjadi satu sisi kelebihan yang tidak dimiliki
oleh lembaga pendidikan lain. Kelemahan ini dapat berupa kelemahan
dalam sarana dan prasarana, kualitas atau kemampuan tenaga pendidik,
lemahnya kepercayaan masyarakat, tidak sesuainya antara hasil lulusan
dengan kebutuhan masyarakat atau dunia usaha dan industri dan lain-lain.
8
Oleh karena itu, ada beberapa faktor kelemahan yang harus segera
dibenahi oleh para pengelola pendidikan, antara lain yaitu :
a. Lemahnya SDM dalam lembaga pendidikan
b. Sarana dan prasarana yang masih sebatas pada sarana wajib saja
c. Lembaga pendidikan swasta yang pada umumya kurang bisa
menangkap peluang, sehingga mereka hanya puas dengan keadaan yang
dihadapi sekarang ini.
d. Output pada lembaga pendidikan yang belum sepenuhnya bersaing
dengan output lembaga pendidikan yang lain dan sebagainya.

3. Opportunities (Peluang)
Peluang adalah suatu kondisi lingkungan eksternal yang
menguntungkan bahkan menjadi formulasi dalam lembaga pendidikan.
Situasi lingkungan tersebut misalnya :
a. Kecenderungan penting yang terjadi dikalangan peserta didik.
b. Identifikasi suatu layanan pendidikan yang belum mendapat perhatian
c. Perubahan dalam keadaan persaingan.
d. Hubungan dengan pengguna atau pelanggan dan sebagainya.
Peluang pengembangan dalam lembaga pendidikan dapat dilakukan
antara lain yaitu :
a. Di era yang sedang krisis moral dan krisis kejujuran seperti ini
diperlukan peran serta pendidikan agama yang lebih dominan.
b. Pada kehidupan masyarakat kota dan modern yang cenderung
konsumtif dan hedonis, membutuhkan petunjuk jiwa, sehingga kajian-
kajian agama berdimensi sufistik kian menjamur. Ini menjadi salah satu
peluang bagi pengembangan lembaga pendidikan ke depan.
c. Secara historis dan realitas, mayoritas penduduk Indonesia adalah
muslim, bahkan merupakan komunitas muslim terbesar di seluruh
dunia. Ini adalah peluang yang sangat strategi bagi pentingnya
manajemen pengembangan lembaga pendidikan.
9
4. Threats (Ancaman)
Ancaman merupakan kebalikan dari sebuah peluang, ancaman
meliputi faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sebuah
lembaga pendidikan. Jika sebuah ancaman tidak ditanggulangi maka akan
menjadi sebuah penghalang atau penghambat bagi maju dan peranannya
sebuah lembaga pendidikan itu sendiri.
Contoh ancaman tersebut adalah minat peserta didik baru yang
menurun, motivasi belajar peserta didik yang rendah, kurangnya
kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut dan lain-
lain.

2.3 Kegunaan Analisis Swot


Secara umum, analisis SWOT dipakai untuk :
1. Menganalisis kondisi diri dan lingkungan pribadi
2. Menganalisis kondisi internal lembaga dan lingkungan eksternal lembaga
3. Menganalisis kondisi internal perusahaan dan lingkungan eksternal
Perusahaan.
4. Mengetahui sejauh mana diri kita di dalam lingkungan kita
5. Mengetahui posisi sebuah lembaga diantara lembaga-lembaga lain
6. Mengetahui kemampuan sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya
dihadapkan dengan para pesaingnya.

2.4 Hubungan Antara Strength, Weaknesses, Opportunities, Dan Treaths


Dalam Analisis Swot
Menurut Said, 2013 menggambarkan hubungan antara Strength,
Weaknesses, Opportunities, dan Treaths dalam analisis SWOT adalah sebagai
berikut :

10
1. Kekuatan dan Kelemahan
Kekuatan adalah faktor internal yang ada di dalam institusi yang bisa
digunakan untuk menggerakkan institusi ke depan. Suatu kekuatan
(strenghth) atau distinctive competence hanya akan menjadi competitive
advantage bagi suatu institusi apabila kekuatan tersebut terkait dengan
lingkungan sekitarnya, misalnya apakah kekuatan itu dibutuhkan atau bisa
mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Jika pada institusi lain
juga terdapat kekuatan yang memiliki core competence yang sama, maka
kekuatan harus diukur dari bagaimana kekuatan relatif suatu institusi
tersebut dibandingkan dengan institusi yang lain. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa tidak semua kekuatan yang dimiliki institusi harus
dipaksa untuk dikembangkan karena ada kalanya kekuatan itu tidak terlalu
penting jika dilihat dari lingkungan yang lebih luas.
Hal-hal yang menjadi opposite dari kekuatan adalah kelemahan.
Sehingga sama dengan kekuatan, tidak semua kelemahan dari institusi
harus dipaksa untuk diperbaiki terutama untuk hal-hal yang
tidak berpengaruh pada lingkungan sekitar.

2. Peluang dan Ancaman


Peluang adalah faktor yang didapatkan dengan membandingkan
analisis internal yang dilakukan di suatu institusi (strenghth dan weakness)
dengan analisis internal dari kompetitor lain. Sebagaimana kekuatan,
peluang juga harus diranking berdasarkan success probbility, sehingga
tidak semua peluang harus dicapai dalam target dan strategi institusi.
Peluang dapat dikategorikan dalam tiga tingkatan yaitu:
a. Low, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang kecil dan peluang
pencapaiannya juga kecil.
b. Moderate, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang besar namun
peluang pencapaian kecil atau sebaliknya.

11
c. Best, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang tinggi serta peluang
tercapaianya besar.
Sedangkan, ancaman adalah segala sesuatu yang terjadi akibat trend
perkembangan (persaingan) dan tidak bisa dihindari. Ancaman juga bisa
dilihat dari tingkat keparahan pengaruhnya (seriousness) dan kemungkinan
terjadinya (probability of occurance).
Sehingga ancaman tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Ancaman utama (Major Threats) adalah ancaman yang kemungkinan
terjadinya tinggi dan dampaknya besar. Untuk ancaman utama ini,
diperlukan beberapa planning yang harus dilakukan institusi untuk
mengantisipasi.
b. Ancaman tidak utama (MinorThreats) adalah ancaman yang
dampaknya kecil dan kemungkinan terjadinya kecil
c. Ancaman moderate (Moderate Threats) berupa kombinasi tingkat
keparahan yang tinggi namun kemungkinan terjadinya rendah dan
sebaliknya.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan beberapa kategori situasi institusi
dilihat dari keterkaitan antara peluang dan ancamannya, yaitu sebagai
berikut:
a. Suatu institusi dikatakan unggul jika memiliki major opportunity yang
besar dan major threats yang kecil.
b. Suatu institusi dikatakan spekulatif jika memiliki high opportunity dan
threats pada saat yang sama.
c. Suatu institusi dikatakan mature jika memiliki low opportunity dan low
threat.
d. Suatu institusi dikatakan in trouble jika memiliki low opportinity dan
high threats.
Tidak ada satu cara terbaik untuk melakukan analisis SWOT. Yang
paling utama adalah membawa berbagai macam pandangan/perspektif

12
bersama-sama sehingga akan terlihat keterkaitan baru dan implikasi dari
hubungan tersebut.

2.5 Manfaat Analsis Swot


Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg
paling dasar, yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu
permasalahan dari 4 empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya
berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan
untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi
kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar,
analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak
terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan
instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini
berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam
suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancaman yang
timbul dan harus dihadapi.

2.6 Macam-Macam Pendekatan Analisis Swot


1. Pendekatan Kualitatif Matriks SWOT
Pendekatan kualitatif matriks SWOT sebagaimana dikembangkan oleh
Kearns menampilkan delapan kotak, yaitu dua paling atas adalah kotak
faktor eksternal (Peluang dan Tantangan) sedangkan dua kotak sebelah kiri
adalah faktor internal (Kekuatan dan Kelamahan). Empat kotak lainnya
merupakan kotak isu-isu strategis yang timbul sebagai hasil titikpertemuan
antara faktor-faktor internal dan eksternal.

13
Matriks SWOT Kearns

Eksternal
Opportunity Treaths
Internal
Comparative
Strength Mobilization
Advantage

Weakness Divestment / Investment Damage Control

Keterangan :
Sel A : Comparative Advantages
Sel ini merupakan pertemuan dua elemen kekuatan dan
peluang sehingga memberikan kemungkinan bagi suatu organisasi
untuk bisa berkembang lebih cepat
Sel B : Mobilization
Sel ini merupakan interaksi antara ancaman dan kekuatan. Di
sini harus dilakukan upaya mobilisasi sumber daya yang
merupakan kekuatan organisasi untuk Comparative Advantage
Divestment/ Investment Damage Control Mobilization
memperlunak ancaman dari luar tersebut, bahkan kemudian
merubah ancaman itu menjadi sebuah peluang.
Sel C : Divestment/ Investment
Sel ini merupakan interaksi antara kelemahan organisasi dan
peluang dari luar. Situasi seperti ini memberikan suatu pilihan pada
situasi yang kabur. Peluang yang tersedia sangat meyakinkan
namun tidak dapat dimanfaatkan karena kekuatan yang ada tidak
cukup untuk menggarapnya. Pilihan keputusan yang diambil
adalah (melepas peluang yang ada untuk dimanfaatkan organisasi
lain) atau memaksakan menggarap peluang itu (investasi).

14
Sel D : Damage Control
Sel ini merupaka kondisi yang paling lemahdari semua sel
karena merupakan pertemuan antara kelemahan organisasi dengan
ancaman dari luar, dan karenanya keputusan yang salah akan
membawa bencana yang besar bagi organisasi. Strategi yang
harus diambil adalah Damage Control (mengendalikan kerugian)
sehingga tidak menjadi lebih parah dari yang diperkirakan.

2. Pendekatan Kuantitatif Analisis SWOT


Data SWOT kualitatif di atas dapat dikembangkan secara kuantitaif
melalui perhitungan Analisis SWOT yang dikembangkan oleh Pearce dan
Robinson (1998) agar diketahui secara pasti posisi organisasi yang
sesungguhnya. Perhitungan yang dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:
a. Melakukan perhitungan skor (a) dan bobot (b) point faktor serta jumlah
total perkalian skor dan bobot (c = a x b) pada setiap faktor S-W-O-T :
Menghitung skor (a) masing-masing point faktor dilakukan secara
saling bebas (penilaian terhadap sebuah point faktor tidak boleh
dipengaruhi atau mempengeruhi penilaian terhadap point faktor
lainnya. Pilihan rentang besaran skor sangat menentukan akurasi
penilaian namun yang lazim digunakan adalah dari 1 sampai 10, dengan
asumsi nilai 1 berarti skor yang paling rendah dan 10 berarti skor yang
peling tinggi. Perhitungan bobot (b) masing-masing point faktor
dilaksanakan secara saling ketergantungan. Artinya, penilaian terhadap
satu point faktor adalah dengan membandingkan tingkat
kepentingannya dengan point faktor lainnya. Sehingga formulasi
perhitungannya adalah nilai yang telah didapat (rentang nilainya sama
dengan banyaknya point faktor) dibagi dengan banyaknya jumlah point
factor.
b. Melakukan pengurangan antara jumlah total faktor S dengan W (d) dan
faktor O dengan T (e); Perolehan angka (d = x) selanjutnya menjadi
15
nilai atau titik pada sumbu X, sementara perolehan angka (e = y)
selanjutnya menjadi nilai atau titik pada sumbu Y.
c. Mencari posisi organisasi yang ditunjukkan oleh titik (x,y) pada
kuadran SWOT.

No. Strenght Skor Bobot Total

1.

2.

Total Kekuatan

No. Weakness Skor Bobot Total

1.

2.

Total Kelemahan

Selisih Total Kekuatan – Total Kelemahan =S–W=X

No Opportunity Skor Bobot Total


1.

2.

Total peluang

16
No Treath Skor Bobot Total
1

Total Tantangan

Selisih Total Peluang – Total Tantangan = O – T =Y

Opportunity
O

( - , + ) ubah strategi ( +, + ) progresif

Kuadran III Kuadran I

Weakness Strenghth
W S
Kuadran IV Kuadran II

( - , -) Strategi bertahan ( +,- ) Diversifikasi strategi

T
Threath

17
a. Kuadran I (positif, positif)
Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat dan berpeluang,
Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Progresif, artinya organisasi
dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk
terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih
kemajuan secara maksimal.

b. Kuadran II (positif, negatif)


Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat namun
menghadapi tantangan yang besar. Rekomendasi strategi yang diberikan
adalah Diversifikasi Strategi, artinya organisasi dalam kondisi mantap
namun menghadapi sejumlah tantangan berat sehingga diperkirakan roda
organisasi akan mengalami kesulitan untuk terus berputar bila hanya
bertumpu pada strategi sebelumnya. Oleh karenya, organisasi disarankan
untuk segera memperbanyak ragam strategi taktisnya.

c. Kuadran III (negatif, positif)


Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah namun sangat
berpeluang.Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Ubah Strategi,
artinya organisasi disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya.Sebab,
strategi yang lama dikhawatirkan sulit untuk dapat menangkap peluang
yang ada sekaligus memperbaiki kinerja organisasi.

d. Kuadran IV (negatif, negatif)


Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah dan menghadapi
tantangan besar. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Strategi
Bertahan, artinya kondisi internal organisasi berada pada pilihan
dilematis. Oleh karenanya organisasi disarankan untuk meenggunakan
strategi bertahan, mengendalikan kinerja internal agar tidak semakin
terperosok.Strategi ini dipertahankan sambil terus berupaya membenahi
diri.
18
BAB 3
ANALISA SWOT

3.1 VISI DAN MISI PUSKESMAS LUBUK JAMBI


3.1.1 Visi

Dalam fungsinya sebagai penyelenggara pembangunan Kesehatan di


wilayah Kecamatan Kuantan Mudik. Visi Puskesmas Lubuk Jambi adalah
“Terwujudnya masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat dengan
pelayanan kesehatan yang bermutu dan komprehensif didukung oleh SDM
Kesehatan yang berkualitas.
3.1.2 Misi
• Memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan bermutu,
merata, adil, dan terjangkau kepada seluruh lapisan masyarakat di
Puskesmas dan jaringannya meliputi upaya Promotif, Preventif,
Kuratif, dan Rehabilitatif.
• Menyelenggarakan pemberdayaan masyarakat untuk mandiri dan
hidup sehat
• Meningkatkan mutu sumber daya kesehatan melalui pendidikan
formal dan non formal
• Melaksanakan pembinaan dan pengawasan kinerja di semua sarana
pelayanan kesehatan

3.2 STRATEGI PUSKESMAS LUBUK JAMBI


Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan

a. Pelayanan Kesehatan Dasar

1) Peningkatan kualitas dan cakupan ANC (Ante Natal care), PNC (Pre Natal Care)

dan Linakes (Persalinan oleh tenaga kesehatan)

2) Peningkatan kualitas dan cakupan Imunisasi

19
3) Perbaikan gizi ibu hamil, bayi dan balita

4) Peningkatan kualitas MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) dan MTBM

(Manajemen Terpadu Bayi Muda)

5) Peningkatan aksebilitas Gakin (Keluarga miskin)

b. Pelayanan Kesehatan Rujukan

1) Pemantapan Sistem Rujukan

2) Peningkatan aksesibilitas Gakin (Keluarga miskin)

2. Peningkatan Sumber Daya Kesehatan

a. Peningkatan sumber daya tenaga kesehatan

1) Peningkatan pelatihan tenaga kesehatan

2) Pelatihan berbasis kompetensi

3) Jaga mutu pelayanan kesehatan

b. Ketersediaan sarana sesuai standar dan kebutuhan program

1) Peningkatan kualitas sarana fisik pelayanan kesehatan dasar

2) Peningkatan kualitas sarana fisik pelayanan kesehatan rujukan

3) Pemenuhan obat, bahan habis pakai, alat kesehatan sesuai standar dan kebutuhan

c. Peningkatan Fungsi Institusi Kesehatan

1) Pemantapan kelembagaan

2) Pemantapan kepemimpinan dan manajemen

3) Peningkatan fungsi pelayanan kesehatan dasar :

“Puskesmas efektif dan responsive”

3. Pemberdayaan Masyarakat

a. Revitalisasi Posyandu sebagai forum komunikasi dan tempat pelayanan kesehatan

terpadu termasuk perbaikan gizi dan pengembangan perilaku

20
b. Pos Kesehatan termasuk pos Kesehatan di pesantren sebagai pusat pengembangan

perilaku sehat , peningkatan kesehatan lingkungan dan pengembangan pembiayaan

pra-upaya

c. Pemantapan pemanfaatan Polindes (Pondok Bersalin Desa)

d. Pemantapan Gerakan Sayang Ibu, Desa siaga, donor darah berjalan, Bidan siaga,

Tabulin, Ambulan Desa dan sebagainya

e. Peningkatan kemitraan dengan lintas sektor, swasta, LSM dan organisasi

masyarakat dalam upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif

f. Peningkatan perilaku hidup sehat keluarga dan masyarakat melalui pendidikan

kesehatan mulai usia dini

g. Pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan kesehatan lingkungan, misalnya

SARASA, Desa sehat

4. Pengembangan Pembiayaan Kesehatan

a. Penggalian dana masyarakat termasuk swasta, dana sehat, infak sehat, tabungan

bersalin, dana sosial bersalin, dana sosial keagamaan, dan lain-lain

b. Pengembangan sistem pembiayaan kesehatan pra-upaya : JPK, Asuransi

kesehatan

c. Peningkatan pembiayaan kesehatan dari Pemerintah (APBD Kabupaten/Kota,

Propinsi, sumber lain : PLN, hibah) disertai penggunaan lebih efektif dan efisien

khususnya pemenuhan ”public goods” dan pelayanan kesehatan “Keluarga Miskin”

3.3 KEUNGGULAN BERSAING

Agar program kerja yang ada dapat terlaksana dengan baik, maka Puskesmas

Lubuk Jambi mempunyai nilai-nilai atau value untuk mendukung tercapainya

program kerja yang ada seperti dibawah ini :

21
Tata nilai Puskesmas Lubuk Jambi adalah “SIAP” (Senyum, Inovatif, Amanah,

Profesional). “SIAP MENJADI SAHABAT ANDA”

3.4 ANALISA SWOT (STRENGHT, WEAKNESSES, OPPORTUNITIES,

THREATS)

1. Kekuatan (Strenght)

a. Sumber Daya

Memiliki jumlah tenaga kesehatan cukup banyak yaitu sebanyak 80 orang

b. Sarana

Banyak peralatan baru yang diperoleh dari Pemerintah KOTA

c. Prasarana

Lokasi Puskesmas berada di dekat pusat kota (Pasar Lubuk Jambi)

d. Dana

Memiliki sumber dana operasional yang kontinyu

f. Manajemen Puskesmas

Memiliki program kerja dan stuktur organisasi

2. Kelemahan (Weaknesses)

a. Sumber Daya

Distribusi tenaga tidak merata dan pola penempatan tenaga belum sesuai

b. Sarana

Jenis peralatan yang diperlukan tidak sesuai dengan kebutuhan karena pengadaan

sarana yang tersentralisasi dari pusat dan distribusi tidak merata

c. Prasarana

Bangunan berada di belakang pasar dan tidak berada di pinggir jalan protokol,

sehingga akses menuju Puskesmas sulit.

22
d. Dana

Pengelolaan dana belum dikerjakan oleh tenaga ahli

e. Manajemen Puskesmas

Masih belum mratanya pembagian program di puskesmas

3. Kesempatan (Opportunities)

a. Masyarakat bersedia diberi pelayanan kesehatan

b. Sebagai Puskesmas induk di Kecamatan Serananau

c. Dengan tenaga SDM yang ada mengoptimalkan program

e. Dengan dana operasional dapat menambah kesejahteraan personil

4. Ancaman (Threats)

a. Akses terlalu dekat dengan kota sehingga masyarakat ada yang langsung berobat

ke kota sampit.

b. Adanya persepsi berobat dengan spesialis lebih baik

c. Semua pegawai bertempat tinggal di kota sehingga saat jam kerja selesai

masyarakat harus ke kota untuk dapat pelayanan kesehatan.

3.5 Pengembangan dan Penerapan Strategi berdasarkan Analisa SWOT

a. Penentuan target cakupan program KIA dan KB

b. Inventarisasi kebutuhan sarana untuk melaksanakan program

c. Adanya tata tertib petugas puskesmas

d. Dibentuknya program baru yakni kelurahan siaga

23
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Peranan Puskesmas sebagai unit fungsional Kesehatan yang terdepan
akan sangat menentukan keberhasilan pencapaian visi dan misi. Secara
operasional peran puskesmas tersebut harus lebih jelas dan teratur sehingga
puskesmas haris lebih efektif dan responsif terhadap masalah-masalah
Kesehatan di wilayah kerjanya.

Pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan suatu jaminan


dalam bentuk layanan yang memiliki tingkat mutu yang dapat
dipertanggungjawabkan. Untuk meningkatkan pengelolaan pelayanan
kesehatan diperlukan komitmen yang penuh kesungguhan.

Analisa SWOT adalah suatu bentuk analisis situasi dengan


mengidentifikasikan berbagai faktor secara sistematis terhadap kekuatan-
kekuatan (strengths) dan kelemahan-kelemahan (Weakness). Suatu
organisasi dan kesempatan-kesempatan (Opportunities) serta ancaman-
ancaman (Threats) dari lingkungan untuk merumuskan strategi organisasi.

4.2 SARAN
Keberhasilan sarana Kesehatan dapat dilihat dari sudut dan tingkat
kepuasan pelanggannya. Ukuran keberhasilan layanan Kesehatan dapat
dilihat dari layanna yang diberikan. Diharapkan semoga makalah ini bisa
memberikan manfaat.

24
DAFTAR PUSTAKA

Agustino. I., 2008. Dasar-dasar kebijakan publik, Bandung : Alfabeta

Anonym, 2009. Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis diakses pda 7

Desember 2021 : http://id.shvoong.com/writers/papapfarras

Anonym, 2008. Analisis SWOT : http://one.indoskripsi.com/, diakses pada 8

Desember 2021

Anonym, 2017. “Makalah Manajemen Analisis SWOT”.

http://akoepoenya94.blogspot.co.id/ analisis-swot.html diakses pada 8

Desember 2021

David,F.R., 2006. Manajemen Strategis, Jakarta : Kencana

Hartono, B., 2010. Manajemen Pemasaran Untuk Rumah Sakit, Edisi I, Jakarta :

Penerbit Rineka Cipta

25