Anda di halaman 1dari 4

Perjanjian Rahasia dan Larangan Pengungkapan

Perjanjian Rahasia dan Larangan Pengungkapan ini (selanjutnya disebut sebagai “Perjanjian”)
dibuat dan berlaku efektif mulai [*sebutkan tanggal] antara:

Nama :
Tempat/Tanggal Lahir :
NIK :
Alamat :

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT XXX, suatu perseroan terbatas berkedudukan di
XXX, berdasarkan Akta Pendirian No. XX tanggal XXX yang telah disahkan melalui Surat
Keputusan Menteri Hukum dan HAM No. XXX tahun XXX, untuk selanjutnya dalam Perjanjian
ini disebut “Pihak Pertama”; dan

Nama :
Tempat/Tanggal Lahir :
NIK :
Alamat :

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, untuk selanjutnya dalam Perjanjian ini
disebut “Pihak Kedua”.

Selanjutnya Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara bersama-sama disebut sebagai “Para
Pihak”. Para Pihak menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa Pihak Pertama adalah perseroan terbatas yang bergerak di bidang XXX;
2. Bahwa Pihak Kedua adalah pihak yang [*jelaskan posisi dan kedudukan Pihak Kedua
dalam Perjanjian ini, misalnya untuk vendor, freelancer atau pihak yang melaksanakan
dukungan teknis, dsb];
3. Bahwa Pihak Pertama bermaksud untuk mengungkapkan suatu informasi yang bersifat
rahasia kepada Pihak Kedua yang terkait dengan dengan teknologi, produk - produk,
layanan-layanan termasuk namun tidak terbatas pada data pribadi customer, data bank,
dan data karyawan Pihak Pertama;
4. Bahwa Perjanjian ini dibuat untuk mengatur kewajiban dari Para Pihak mengenai
perlakuan, penggunaan dan pengungkapan informasi yang tidak boleh diungkapkan;
5. Bahwa [*poin keterangan tambahan tentang Para Pihak]
6. Bahwa [*poin keterangan tambahan tentang Para Pihak]

Oleh karena itu, Para Pihak sepakat untuk mengikatkan diri terhadap Perjanjian ini dengan syarat
dan ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1
Informasi dan Rahasia

1. Para Pihak setuju bahwa informasi, termasuk tetapi tidak terbatas pada kekayaan
intelektual, metodologi, alat, pola, database, perangkat lunak, rancangan dan
dokumentasi, data pribadi customer, data bank, dan data karyawan Pihak Pertama dan
informasi bisnis lainnya, dan informasi lainnya yang mungkin diberitahukan kepada
Pihak Kedua, harus dianggap sebagai informasi milik Pihak Pertama dan rahasia dari
Pihak Pertama. (selanjutnya secara bersama-sama disebut “Informasi Perusahaan”). 
2. Informasi Perusahaan dapat diungkapkan secara lisan, secara tertulis, atau dalam satu
bentuk elektronik atau lebih seperti, tetapi tidak terbatas pada, kaset, disket, cakram
padat, flash drive atau media serupa lainnya. Pengungkapan lisan terhadap data
keuangan, informasi sensitif tentang persaingan dan kekayaan intelektual harus
diperlakukan sebagai milik perusahaan dan rahasia di bawah Perjanjian ini. 

Pasal 2
Penggunaan dan Akses Terbatas

1. Pihak Kedua harus menyimpan rahasia dan mencegah duplikasi, penggunaan dan
pengungkapan Informasi Perusahaan secara tidak sah. Informasi Perusahaan hanya boleh
digunakan untuk tujuan pekerjaan. Informasi Perusahaan tidak boleh disalin, tidak boleh
dipindahkan dari wilayah Pihak Pertama (jika relevan) dan tidak boleh diungkap kepada
pihak ketiga, kecuali dengan izin tertulis yang telah disetujui Pihak Pertama, dan Pihak
Kedua harus melindungi semua salinan sesuai dengan Perjanjian ini.
2. Pihak Kedua harus, setelah menyelesaikan pekerjaan, atau atas permintaan Pihak
Pertama, mengembalikan kepada Pihak Pertama atau menghancurkan dan menyatakan
secara tertulis kepada Pihak Pertama terkait dengan penghancuran semua dokumen,
kertas dan material dan catatan yang ada, termasuk salinan atau reproduksi daripadanya,
sejauh mana mereka menyimpan Informasi Perusahaan. 

Pasal 3
Ganti Rugi

Pihak Kedua menyadari bahwa Pihak Pertama akan mengalami kerugian yang tidak dapat
diperbaiki jika terjadi kebocoran atau ancaman kebocoran dari ketentuan yang diatur dalam
Perjanjian ini. Oleh karena itu, jika terjadi, Pihak Pertama berhak untuk meminta ganti rugi
pendahuluan dan final, dan juga pemulihan yang berlaku sesuai hukum atau asas keadilan,
termasuk pemulihan kerusakan yang disetujui oleh pengadilan atau yurisdiksi yang kompeten.
Akan tetapi, hal yang disebutkan di atas hanya dapat dilaksanakan dengan pembuktian kerugian
aktual.

Pasal 4
Kehilangan Status

Informasi Perusahaan akan berhenti dianggap demikian, dan semua perlindungan tidak lagi
dibutuhkan, saat, dan jika (atau sebagian darinya):
a. telah atau menjadi diketahui oleh publik tanpa melanggar Perjanjian ini;
b. memang didapatkan tanpa batasan dari pihak ketiga tanpa adanya kewajiban kerahasiaan;
c. memang telah diketahui oleh Pihak Kedua tanpa kewajiban kerahasiaan; atau
d. dikembangkan secara swadaya oleh Pihak Kedua tanpa tergantung pada Informasi
Perusahaan atau individu yang memiliki akses ke Informasi Perusahaan tersebut.
e. diungkap sebagai tanggapan atas proses hukum resmi atau perintah pengadilan atau
perintah hukum lainnya, yang disediakan, akan tetapi, dengan syarat Pihak Kedua harus
memberi tahu terlebih dahulu kepada Pihak Pertama dan Pihak Pertama harus
menyediakan bantuan yang masuk akal dengan biaya dari Pihak Pertama dalam usahanya
untuk melawan atau membatasi cakupan dari proses hukum tersebut.

Pasal 6
Durasi Perjanjian

1. Perjanjian ini harus dilanjutkan dengan kekuatan hukum penuh sepanjang Para Pihak
terus bertukar informasi rahasia. Perjanjian ini dapat dihentikan oleh salah satu Pihak [*]
hari setelah mendapatkan pernyataan tertulis dari pihak lainnya. Penghentian Perjanjian
ini tidak melepaskan Para Pihak atas kewajiban yang disebutkan dalam syarat di
dalamnya untuk tetap memperlakukan pengungkapan informasi rahasia sebelum dan
setelah tanggal pemberhentian berlaku.
2. Atas permintaan Pihak Pertama, sebelum penyelesaian pekerjaan atau sesudahnya, Pihak
Kedua harus mengembalikan Informasi Perusahaan apa pun kepada Pihak Pertama atau
menghancurkannya sesuai kemampuannya pada semua jenis media dan memori
komputer.

Pasal 7
Penyelesaian Perselisihan
1. Perjanjian ini ditetapkan dan dilaksanakan serta diinterpretasikan menurut hukum yang
berlaku di Negara Republik Indonesia.
2. Dengan mendasarkan pada itikad baik Para Pihak, apabila dikemudian hari ternyata
timbul perselisihan atas pelaksanaan dan segala hal yang diakibatkan dari Perjanjian ini,
Para Pihak sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah mufakat.
3. Jika penyelesaian sengketa dengan cara sebagaimana dimaksud pada ayat 2 pasal ini tidak
diperoleh kata sepakat, maka atas Perjanjian ini dan segala akibatnya, Para Pihak memilih
domisili hukum umum dan tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan.

Pasal 8
Perubahan dan Ketentuan Lain

1. Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup jelas atau diperlukan adanya perubahan atas
Perjanjian ini, maka Para Pihak sepakat untuk menuangkannya dalam perjanjian
tambahan (addendum) yang merupakan satu kesatuan serta menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari Perjanjian ini.
2. Para Pihak dengan ini menegaskan bahwa masing-masing Pihak telah mempunyai
kesempatan yang memadai untuk mempelajari isi dan ketentuan serta implikasi dari
Perjanjian ini
3. Para Pihak dengan ini menegaskan bahwa Perjanjian ini dan segala transaksi yang diatur
di dalamnya adalah merupakan suatu transaksi yang saling menguntungkan bagi Para
Pihak dan penandatanganan Perjanjian ini dilaksanakan oleh Para Pihak berdasarkan
kepentingan bersama.

Demikian surat Perjanjian ini ditanda tangani oleh Para Pihak dalam rangkap 2 (dua), masing-
masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama guna kepentingan Para
Pihak, dibuat tanpa paksaan serta tekanan dari pihak manapun.

Pihak Pertama Pihak Kedua

[*Nama Terang] [*Nama Terang]

Anda mungkin juga menyukai