Anda di halaman 1dari 8

Laporan Penelitian

Elektrolit dan Nonelektrolit

Bunge Laura Melani


X-E/09

MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 MALANG


Jl. Bandung no.7 Malang 65113
Telp. (0341) 551357, 558333 Fax. (0341) 559779
Tahun Ajaran 2010-2011
BAB I

PENDAHULUAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di laboratorium kimia MAN 3 Malang dan waktu


penelitian ini pada hari Sabtu, 22 Januari 2011 selama 120 menit yakni pukul 08.15-
09.30.

B. Alat Penelitian

1. Lampu
2. Gelas Ukur
3. Kain Lap
4. Kabel Hubung
5. Catu Daya

C. Bahan Penelitian

1. Butiran A , B , C , D , E , dan F

D. Pelaksanaan

a. Cara kerja

1. Ambil Larutan lalu masukan ke dalam gelas ukur.

2. Masukkan besi ke dalam gelas ukur.

3. Nyalakan catu daya.

4. Amati lampunya dan perubahan pada cairannya.

E. Rumusan Masalah

Apakah hukum kekekalan massa sesuai dengan hasil penelitian?


F. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui kebenaran dari hukum kekekalan massa.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui reaksi kimia yang terjadi.


b. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada bahan yang digunakan.

G. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:

1. Analis Kimia

Sebagai bahan masukan dalam profesionalisme.

2. Pelajar lain

Meningkatkan pengetahuan pelajar tentang hukum kekekalan massa.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Materi

Pada tahun 1884, Svante Arrhenius, ahli kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori
elektrolit yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak
diberikan gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena mengungkapkan teori ini.
Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel
bermuatan listrik positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif) Jumlah
muatan ion positif akan sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion
dalam larutan netral. Ion-ion inilah yang bertugas mengahantarkan arus listrik. Larutan yang
dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit.

Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion).


Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday, diketahui bahwa jika arus
listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan
gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif
mengalami oksidasi. Larutan elektrolit terbagi menjadi 2 macam, yaitu elektrolit kuat dan
larutan elektrolit lemah Pada larutan elektrolit kuat, seluruh molekulnya terurai menjadi ion-
ion (terionisasi sempurna). Karena banyak ion yang dapat menghantarkan arus listrik, maka
daya hantarnya kuat. pada persamaan reaksi, ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak
panah satu arah ke kanan.

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak
menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya. Hal ini disebabkan tidak
semua terurai menjadi ion-ion (ionisasi tidak sempurna) sehingga dalam larutan hanya ada
sedikit ion-ion yang dapat menghantarkan arus listrik. Dalam persamaan reaksi, ionisasi
elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik).

Sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus
listrik dan tidak menimbulkan gelembung gas. Pada larutan non elektrolit, molekul-
molekulnya tidak terionisasi dalam larutan, sehingga tidak ada ion yang bermuatanyang dapat
menghantarkan arus listrik.
BAB III

HASIL PENELITIAN

A. Hasil Penelitian

1. Larutan A

Keluar gelembung di sekitar besi (satu besi gelembungnya timbul dengan


seemburan yang cepat dan yang satunya timbul dengan semburan yang lambat ,
lampunya menyala tetapi redup .

2. Larutan B

Lampu tidak menyala , ada gelembung di salah satu sisi besi yang timbul dengan
semburan yang lambat .

3. Larutan C

Lampunya tidak menyala , tidak timbul gelembung-gelembung , warna cairannya


berubah menjadi kuning .

4. Larutan D

Pada awalnya lmpu menyala terang tetapi lama kelamaan menjadi redup ,
gelembung yang muncul hanya di salah satu besi , lama kelamaan warnanya jadi
hijau kekuningan .

5. Larutan E

Lampunya tidak menyala , dan tidak ada gelembung .

6. Larutan F

Muncul gelembung di salah satu besinya , dan lampu menyala terang hanya
sebentar lalu redup .
BAB IV

PEMBAHASAN

1. Larutan Elektrolit

Berdasarkan kemampuan menghantarkan arus listrik (didasarkan pada daya ionisasi),


larutan dibagi menjadi dua, yaitu larutan elektrolit, yang terdiri dari elektrolit kuat dan
elektrolit lemah serta larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat
menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak
dapat menghantarkan arus listrik.

2. Larutan Elektrolit Kuat

Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar arus listrik, karena zat
terlarut yang berada didalam pelarut (biasanya air), seluruhnya dapat berubah menjadi
ion-ion dengan harga derajat ionisasi adalah satu (α = 1). Yang tergolong elektrolit kuat
adalah :

Asam kuat, antara lain: HCl, HClO3, HClO4, H2SO4, HNO3 dan lain-lain.

Basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, antara lain : NaOH, KOH,
Ca(OH)2, Mg(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain.

Garam-garam yang mempunyai kelarutan tinggi, antara lain : NaCl, KCl, KI, Al2(SO4)3
dan lain-lain.

3. Larutan Elektrolit Lemah

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang mampu menghantarkan arus listrik
dengan daya yang lemah, dengan harga derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari
satu (0 < α < 1). Yang tergolong elektrolit lemah adalah:

Asam lemah, antara lain: CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain.

Basa lemah, antara lain: NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain.

Garam-garam yang sukar larut, antara lain: AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain.
4. Larutan non-Elektrolit

Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik,
hal ini disebabkan karena larutan tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak meng-ion). Yang
termasuk dalam larutan non elektrolit antara lain :

• Larutan urea

• Larutan sukrosa

• Larutan glukosa

• Larutan alkohol dan lain-lain


BAB V

KESIMPULAN

• Larutan A , D , F merupakan larutan elektrolit karena ketika diuji lampu dapat


menyala dan timbul gelembung pada besinya .

• Larutan B , C , E merupakan larutan nonelektrolit karena saat diuji lampu tidak


menyala dan tidak menimbulkan gelembung pada besi .