Anda di halaman 1dari 5

AKUNTANSI PAJAK UNTUK PIUTANG

Oleh: Dr Irzan Syahral, Akt, SH

PENGERTIAN

Piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya, termasuk individu,
perusahaan atau organisasi lainnya (Warren Reeve dan Fess).

KLASIFIKASI PIUTANG

Piutang dagang (Accounts Receivable) digunakan saat menjual barang atau jasa dengan kredit,
dan biasanya diperkirakan dapat ditagih dalam waktu yang singkat. Wesel Tagih (Notes
Receivable) digunakan saat memberikan kredit dalam bentuk yang formal secara tertulis, disebut
promissory note. Piutang Lainnya termasuk piutang bunga, piutang pajak, dan piutang dari
karyawan.

PIUTANG TIDAK TERTAGIH

Terhadap piutang yang diragukan tingkat kolektabilitasnya, perusahaan dapat menghapuskan dan
membebankannya pada cadangan kerugian piutang tidak tertagih

AKUNTANSI PIUTANG

(Selain Bank, SGU dengan Hak Opsi dan Asuransi) Standar Akuntansi Keuangan mengatur
penyajian piutang dalam laporan keuangan dinyatakan sebesar jumlah bruto tagihan diikuti
dengan jumlah taksiran piutang yang tidak dapat ditagih Metode Penghapusan Piutang.
Menurut Akuntansi Komersial Terdapat dua metode penghapusan piutang dalam akuntansi
komersial yaitu :
a. Metode Penghapusan Langsung (Direct Write -off Method)
b. Metode Penyisihan (Allowance Method)

Metode penghapusan langsung digunakan apabila kemungkinan tidak tertagihnya piutang relatif
kecil (immaterial) dan jarang terjadi. Sebaliknya jika berdasarkan pengalaman jumlah piutang
tak tertagih relatif besar dan sering terjadi, entitas menggunakan metode penyisihan.

Metode Penghapusan Langsung Metode ini tidak konsisten dengan matching principle. Piutang
yang terbukti tak dapat tertagih dan dihapus tahun tersebut menjadi tak berharga. Beban Piutang
Tak Tertagih didebit dan Piutang Dagang dikredit setiap transaksi penghapusan.

Metode Pencadangan (Allowance Method) Metode ini konsisten dengan matching principle.
Manajemen membuat estimasi setiap tahun berapa bagian piutang yang tidak dapat tertagih.
Beban Piutang Tak Tertagih (Uncollectible Accounts Expense) didebit dan Penyisihan Piutang
Tak Tertagih (Allowance for Doubtful Accounts) dikredit. Piutang yang benar-benar tidak dapat
tertagih didebit ke akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih dan dikredit ke akun Piutang Dagang.
Mengestimasi piutang tak tertagih pada metode pencadangan: Persentase penjualan Analisis
piutang dengan - Daftar umur piutang - Persentase Piutang rata-rata

PIUTANG MENURUT AKUNTANSI VS PAJAK

Piutang Usaha terjadi karena adanya pemberian kredit pada transaksi penjualan dari penjual pada
konsumen. Piutang dapat dicatat jika barang telah diserahkan. Terhadap piutang yang diragukan
tingkat kolektabilitasnya, perusahaan dapat menghapuskan dan membebankannya pada cadangan
dimaksud. Ketentuan pajak tidak memperkenankan pada cadangan penghapusan tersebut.
Ketentuan pajak lebih melihat realitas dan memberlakukan metode penghapusan langsung (direct
written off).

Didalam system perpajakan untuk piutang dagang yang bisa mengurangi terhadap jumlah
nominal piutang dagang adalah:

a. Trade discount (diskon perniagaan);

b. Cash discount (diskon kas); dan

c. Retur penjualan.

Praktek akuntansi komersial membukukan unsur diatas dengan mengurangkannya kedalam


penjualan bruto.

KETERANGAN-KETERANGAN YANG DIBUTUHKAN DALAM PEMBUKUAN


PIUTANG TERUTAMA UNTUK PERPAJAKAN

1. Nama dan alamat lengkap debitur


2. Jumlah Piutang kepada masing-masing debitur
3. Saat timbul maupun berkurangnya piutang
4. Jenis Piutang
5. Hak Penerimaan bunga
6. Tanggal Jatuh Tempo piutang
7. Jumlah Piutang yang dapat dihapuskan
8. Keterangan lainnya yang berkaitang dengan piutang

Syarat-syarat Penghapusan Piutang Yang Nyata-nyata Tidak Dapat Ditagih UU PPh Nomor 36
Tahun 2008 Pasal 6 ayat (1) huruf (h) adalah sebagai berikut Piutang yang nyata-nyata tidak
dapat ditagih dengan syarat:

1. Telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial;


2. Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada Direktorat
Jenderal Pajak; dan
3. Telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah
yang menangani piutang negara; atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan
piutang/pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan; atau telah
dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus; atau adanya pengakuan dari debitur
bahwa utangnya telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu;
4. syarat sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku untuk penghapusan piutang tak
tertagih debitur kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf k;

Pembentukan Cadangan/Pemupukan Dana Cadangan Untuk Jenis Usaha Tertentu,


Diperkenankan sesuai dengan PMK-81/PMK.03/2009 dan ketentuan perpajakan UU PPh Nomor
36 Tahun 2008 Pasal 9 ayat (1) huruf (c) adalah:

1. Cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan badan usaha lain yang menyalurkan
kredit, sewa guna usaha dengan hak opsi, perusahaan pembiayaan konsumen, dan perusahaan
anjak piutang;
2. Cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yang dibentuk oleh Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial;
3. Cadangan penjaminan untuk Lembaga Penjamin Simpanan
4. Cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan;
5. Cadangan biaya penanaman kembali untuk usaha kehutanan; dan
6. Cadangan biaya penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri untuk usaha
pengolahan limbah industri,

Piutang dalam Hubungan Istimewa Piutang dalam hubungan istimewa merupakan saldo tagihan
dari transaksi yang dilakukan dengan pihak dimana perusahaan mempunyai hubungan istimewa:

1. Pengeluaran atau pembebanan yang dilakukan oleh WP kepada pihak lain dalam hubungan
istimewa untuk biaya suatu usaha, seperti sewa kantor, asuransi, listrik, dan lainlain; penjualan
harta tetap seperti mesin di mana pengeluaran atau pembebanan tersebut akan ditagih lagi kepada
pihak tersebut
2. Peminjaman dana
3. Transaksi penyerahan barang atau penyerahan jasa

Hubungan istimewa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sampai dengan ayat (3d), Pasal 9 ayat
(1) huruf f, dan Pasal 10 ayat (1) dianggap ada apabila:

1. Wajib Pajak mempunyai penyertaan modal langsung atau tidak langsung paling rendah 25%
(dua puluh lima persen) pada Wajib Pajak lain; hubungan antara Wajib Pajak dengan
penyertaan paling rendah 25% (dua puluh lima persen) pada dua Wajib Pajak atau lebih; atau
hubungan di antara dua Wajib Pajak atau lebih yang disebut terakhir;
2. Wajib Pajak menguasai Wajib Pajak lainnya atau dua atau lebih Wajib Pajak berada di bawah
penguasaan yang sama baik langsung maupun tidak langsung; atau
3. terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus
dan/atau ke samping satu derajat.

Contoh :

Pada tanggal 25 Oktober 2021 PT. LisDa menjual barang secara kredit sebesar Rp 110.000.000
(sudah termasuk PPN 10%). PT. LisDa telah dikukuhkan sebagai PKP pada tanggal 15 Maret
2021 Sistem pencatatan persediaan yang digunakan oleh PT. LisDa adalah perpetual, dimana
harga pokok penjualan adalah Rp 90.000.000

Jurnal :

Tanggal 25 Oktober 2021

D Piutang Usaha
PPN Keluaran

K Penjualan * *(100/110 x HPP Persediaan)

Apabila menggunakan system periodic

Tanggal 25 Oktober 2021

D Piutang Usaha
PPN Keluaran

K. Penjualan * *(100/110 x )

Jika perusahaan belum dikukuhkan sebagai PKP, PPN masukan tetap dikenakan, tetapi tidak
dapat dikreditkan sehingga PPN sbg HPP:

Tanggal 25 Oktober 2021

D Piutang Usaha

K Penjualan (HPP Persediaan)_

Wesel Tagih Wesel tagih timbul dari utang piutang penyerahan barang atau jasa. Bunga yang
diterima pada saat pelunasan merupakan penghasilan pemegang wesel dan biaya bagi penerbit
promes.

Penghasilan bunga diskonto merupakan obyek potongan PPh pasal 23 (WP dalam negeri) atau
PPh pasal 26 (WP luar negeri).

PIUTANG USAHA

Piutang usaha timbul karena penjualan barang atau penyerahan jasa secara kredit.

a. Untuk tujuan PPh : saat pencatatan penjualan mengikuti praktek akuntansi komersial.

b. Untuk tujuan PPn : dapat berbeda dengan akuntansi komersial & PPh.
Pengusaha diminta untuk menerbitkan faktur pajak selambatnya 30 hari setelah penyerahan
barang dari penjualan (faktur standar) atau bersama-sama pada akhir bulan (faktur gabungan).
Untuk tujuan perpajakan : pembukuan penyisihan untuk potongan tunai & retur penjualan tidak
diperkenankan, tetapi memberlakukan metode penghapusan piutang langsung (direct written
off).

PIUTANG YANG LAIN

Merupakan piutang yang terjadi karena transaksi di luar aktivitas usaha.

Untuk tujuan pajak : ketentuan pasal 18 ayat 4 UU PPh piutang kepada perusahaan afiliasi
dikarakteristik sebagai modal. Untuk pembukuan komersial : diakui sebagai piutang afiliasi
untuk laporan keuangan fiskal dimasukkan dalam kelompok penyertaan pada perusahaan
afiliasi/investasi.