Anda di halaman 1dari 7

Lampiran Keputusan Direktur RSPCl

Nomor : Kpts 961/P00000/2018-S0


Tanggal : 03 Oktober 2018

PANDUAN
RE-KREDENSIAL PERAWAT
RUMAH SAKIT PERTAMINA CILACAP

RUMAH SAKIT PERTAMINA CILACAP


JL. DR. SETIABUDI NO. 1 TEGALKAMULYAN
CILACAP 53215
Telp. (0282) 509955 / 509922 Fax. (0282) 509987
Email : humasrspcilacap@gmail.com
DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... 1
BAB I DEFINISI ............................................................................................................... 2
BAB II RUANG LINGKUP ............................................................................................... 4
BAB III TATA LAKSANA ............................................................................................... 5
BAB IV DOKUMENTASI ................................................................................................. 6

1
BAB I
DEFINISI

Re-kredensial merupakan proses untuk menentukan dan mempertahankan kompetensi


keperawatan. Proses Re-kredensial merupakan salah satu cara profesi keperawatan
mempertahankan standar praktik dan akuntabilitas persiapan pendidikan anggotanya. Re-
kredensial meliputi pemberian izin praktik (lisensi), registrasi (pendaftaran), pemberian
sertifikat (sertifikasi) dan akreditasi (Kozier Erb,1990). Karena proses Re-kredensial praktik
keperawatan di Indonesia belum ditata secara sempurna, maka dalam penjelasan berikut akan
diuraikan proses Re-kredensial yang dilaksanakan baik di Amerika maupun Kanada

IZIN PRAKTIK DAN REGISTRASI


Izin praktik keperawatan pada dasarnya bukan merupakan topik baru bagi para perawat
Indonesia. PPNI dalam berbagai kesempatan telah mendiskusikan topik ini. Para ahli yang
antusias dalam mengembangkan kualitas dan praktik keperawatan telah pula memberikan
sumbangan pikiran. Namun, izin praktik keperawatan sampai tulisan ini dibuat masih tetap
merupakan perjuangan keperawatan.Bagi setiap profesi atau pekerjaan untuk mendapatkan hak
izin praktik bagi anggotanya, biasanya harus memenuhi tiga kriteria :
1. Ada kebutuhan untuk melindungi keamanan atau kesejahteraan masyarakat.
2. Pekerjaan secara jelas merupakan area kerja yang tersendiri dan terpisah.
3. Ada suatu organisasi yang melaksanakan tanggung jawab proses pemberian izin. (Kozier
Erb, 1990).
Izin praktik keperawatan diperlukan oleh profesi dalam upaya meningkatkan dan menjamin
professionalanggotanya. Bagi masyarakat izin praktik keperawatan merupakan perangkat
perlindungan bagi mereka untuk mendapat pelayanan dari perawat professional yang benar -
benar mampu dan mendapat pelayanan keperawatan

REGISTRASI
Registrasi merupakan pencantuman nama seseorang dan informasi lain pada badan resmi baik
milik pemerintah maupun non pemerintah. Untuk dapat terdaftar, perawat harus telah
menyelesaikan pendidikan keperawatan dan lulus ujian dari badan pendaftaran dengan nilai
yang diterima .
SERTIFIKASI
Sertifikasi merupakan proses pengabsahan bahwa seorang perawat telah memenuhi standar
minimal kompetensi praktik pada area spesialisasi tertentu seperti kesehatan ibu dan anak,
pediatric, kesehatan mental, gerontology dan kesehatan sekolah.
AKREDITASI
Akreditasi merupakan suatu proses pengukuran dan pemberian status akreditasi kepada
institusi, program atau pelayanan yang dilakukan oleh organisasi atau badan pemerintah
tertentu.
BAB II
RUANG LINGKUP

1. Semua pekerja perawat, bidan, dan perawat gigi.


2. Kewenangan Klinis pada setiap area seperti Medical Surgical Nursing, Midwifery Nursing,
Pediatric Nursing, Phsyciatric Nursing, Critical Care Nursing, Emergency Nursing, Holistic
Nursing, Neonatal Nursing dll.
3. Diterapkan dalam pelayanan kesehatan di lingkungan rumah sakit.
4. Dilaksanakan dengan sosialisasi, pendidikan, pelatihan, monitoring dan evaluasi.
BAB III
TATA LAKSANA

Keperawatan yang profesional mempunyai beberapa karakteristik utama :


1. Memerlukan pendidikan lanjut dari anggotanya, demikian juga dengan landasan
dasarnya.
2. Mempunyai kerangka pengetahuan teoritis yang mengarah pada ketrampilan,
kemampuan dan norma-norma tertentu.
3. Memberikan pelayanan tertentu.
4. Anggotanya mempunyai otonomi untuk membuat keputusan dan melakukan tindakan.
5. Memiliki kode etik untuk melakukan praktik keperawatan.
Perkembangan profesi keperawatan dipengaruhi oleh :
1. Tingkat kesadaran.
2. Pencapaian intelektual dan komitmen profesi itu sendiri.
3. Persepsi masyarakat terhadap perubahan peran perawat.
4. Kualias dan kuantitas dari individu yang memilih keperawatan sebagai profesi.
5. Keputusan kebijaksanaan pemerintah terhadap pengembangan profesi.
Sebagai tenaga profesional, maka perawat :
1. Wajib bekerja sesuai dengan STANDAR yang telah ditentukan.
2. Memahami FALSAFAH yang dianut.
3. Membangun kerja sama yang baik dengan rekan kerja dan semua disiplin ilmu yang
terkait.
4. Memelihara/ mempertahankan STANDAR PROFESI agar tetap konsisten dalam praktek.
BAB IV
DOKUMENTASI

1. Pimpinan RSPC membuat kebijakan kepada Komite Keperawatan untuk membentuk Tim
Re-kredensialing untuk menyusun rincian kewenangan klinis perawat.
2. Tim Re-kredensial Melaksanakan tahapan Re-kredensial Keperawatan.
3. Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan komite di dokumentasikan.