Anda di halaman 1dari 8

THE HOME EXAM

MANAJEMEN RANTAI PASOKAN


EKMA4371

TIA TITO PUTRI


041479924

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN (BJU) UAS
TAKE HOME EXAM (THE)
SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : TIA TITO PUTRI

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 041479924

Tanggal Lahir : 20 APRIL 1994

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4371/ MANAJEMEN RANTAI PASOKAN

Kode/Nama Program Studi : MANAJEMEN-S1

Kode/Nama UPBJJ : BATAM

Hari/Tanggal UAS THE : SENIN/ 12 JULI 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : TIA TITO PUTRI


NIM : 041479924
Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4371/ MANAJEMEN RANTAI PASOKAN

Fakultas : EKONOMI
Program Studi : MANAJEMEN – S1
UPBJJ-UT : BATAM

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada laman
https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran
atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
Batam, 12 Juli 2021

Yang Membuat Pernyataan

TIA TITO PUTRI


JAWABAN

1. Pada kasus PT ABC tipe distribusi yang digunakan adalah tipe distribusi intensif. PT ABC akan
mendistribusikan produk-produknya yang berupa keperluan rumah tangga sehari-hari seperti sabun
mandi, sampoo, pembersih lantai, pasta gigi, sabun cuci dan lainnya yang didistribusikan dijual
sebanyak mungkin. Distribusi intensif memiliki arti bahwa produk-produk yang didistribusikan dijual
sebanyak mungkin ke retail atau pedagang gosir. Distribusi intensif cocok untuk produk-produk
seperti makanan ringan, permen, minuman ringan, roti, sampo, sabun, kopi, teh, dan produk
kebersihan untuk rumah tangga, serta rokok; ketika faktor utama yang mempengaruhi keputusan
pembelian adalah convenience. Produk-produk industri lain yang membutuhkan distribusi intensif
misalnya industri dalam penyediaan alat tulis seperti pensil, ballpoint, penjepit kertas, tape
transparan buku tulis, penghapus, rautan, penggaris, map file, dan lain-lain. Distribusi intensif lebih
melibatkan saluran-saluran tidak langsung dengan dua atau lebih perantara.

Tipe Distribusi Terdapat tiga tipe dasar distribusi yang dapat digunakan untuk menyediakan produk
bagi para konsumen, yaitu:

A. Distribusi intensif
Distribusi intensif memiliki arti bahwa produk-produk yang didistribusikan dijual sebanyak
mungkin ke retail atau pedagang grosir. Distribusi intensif cocok untuk produk-produk seperti
makanan ringan, permen, minuman ringan, roti, sampo, sabun, kopi, teh, dan produk
kebersihan untuk rumah tangga, serta rokok; ketika faktor utama yang mempengaruhi
keputusan pembelian adalah convenience. Produk-produk industri lain yang membutuhkan
distribusi intensif misalnya industri dalam penyediaan alat tulis seperti pensil, ballpoint, penjepit
kertas, tape transparan buku tulis, penghapus, rautan, penggaris, map file, dan lain-lain.
Distribusi intensif lebih melibatkan saluran-saluran tidak langsung dengan dua atau lebih
perantara.
B. Distribusi selektif
Distribusi selektif cocok untuk toko yang dapat menjual produk terbatas, tetapi tidak untuk
tingkat yang eksklusif. Dengan cara berhati-hati memilih pedagang grosir dan retail, pengusaha
dapat berkonsentrasi pada rekening yang lebih menguntungkan dan mengembangkan
hubungan kerja yang solid untuk meyakinkan bahwa produk dijual selayaknya. Hal ini dapat juga
dilakukan dengan membatasi sejumlah toko retail jika produk dijual dengan pelayanan yang
spesial atau dukungan penjualan yang optimal. Distribusi selektif dapat digunakan untuk produk
yang dikategorikan seperti sandang, peralatan, televisi, perlengkapan stereo, perabotan rumah,
dan perlengkapan. olahraga.
C. Distribusi eksklusif
Distribusi eksklusif apabila sebuah toko tunggal diberikan hak eksklusif untuk menjual produk
pada daerah tertentu, Produk-produk seperti otomobil, beberapa peralatan utama, beberapa
jenis perabotan, beberapa macam pakaian tertentu yang memiliki tingkat loyalitas merek
pelanggan yang tinggi dapat disalurkan secara eksklusif. Umumnya, distribusi eksklusif dilakukan
bila saluran pengendalian dianggap penting. Distribusi eksklusif dapat meningkatkan image
produk dan memungkinkan perusahaan memberikan harga retail yang tinggi. Kadang kala
pengusaha menggunakan multiple brand untuk menawarkan distribusi eksklusif bagi lebih dari
satu retail atau distributor. Distribusi eksklusif lebih sering terjadi pada tingkat perdagangan
grosir dibandingkan tingkat retail. Pada umumnya, distribusi eksklusif dimanfaatkan untuk
saluran-saluran langsung (pengusaha menuju retail). (SUMBER BMP EKMA4371/MODUL 1 HAL
1.23 S/D 1.24)
2. A) pada kasus perlengkapan sekolah termasuk pola permintaan musiman. Pola musiman merupakan
pola permintaan yang bergerak bebas dan muncul secara periodik dalam jangka pendek serta
berulang. Pola musiman seringkali berkaitan dengan kondisi musim. Pada kasus perlengkapan
sekolah permintaan akan meningkat dengan drastis, seperti permintaan seragam sekolah, buku
pelajaran, buku tulis, dan alat tulis. (SUMBER BMP EKMA4371/MODUL 3 HAL 3.6 S/D3.7)

B) Pada kasus permintaan kaos menjelang pemilu termasuk ke dalam pola permintaan siklus. Siklus
merupakan pergerakan permintaan yang naik dan turun yang berulang dan terjadi dalam jangka
panjang (lebih dari satu tahun). Pada masa pemilu permintaan barang merchandise seperti kaos
meningkat dengan tajam setiap lima tahun sekali. Permintaan ini akan meningkat terus sampai
menjelang hari pemilu dan setelah itu akan menurun. (SUMBER BMP EKMA4371/MODUL 3 HAL 3.6)

Terdapat tiga tipe perilaku permintaan, yaitu pola tren, siklus, dan musiman.
1. Tren menunjukkan pergerakan permintaan dengan pola pergerakan naik atau turun secara
bertahap dalam jangka panjang. Contohnya, permintaan handphone menunjukkan permintaan
yang semakin meningkat pada dekade terakhir tanpa adanya kecenderungan penurunan
permintaan di pasar. Tren merupakan pola paling mudah untuk mendeteksi perilaku permintaan
dan seringkali juga menjadi titik awal untuk mengembangkan peramalan. Coba Anda perhatikan
Gambar 3.1. berikut ini. Pada gambar tersebut, Anda dapat perhatikan bahwa terdapat pola tren
utama dengan pergerakan yang naik. Pada pola tersebut juga terdapat beberapa pola
pergerakan acak yang bersifat naik dan turun. Variasi merupakan pergerakan yang tidak dapat
diprediksi dan tidak mengikuti pola tertentu, itulah sebabnya sifatnya tidak dapat diprediksi.

2. Siklus merupakan pergerakan permintaan yang naik dan turun yang berulang dan terjadi dalam
jangka panjang (lebih dari satu tahun). Contohnya permintaan peralatan olahraga musim dingin
akan naik tajam setiap empat tahun sebelum dan sesudah diadakannya olimpiade musim dingin.
Coba Anda perhatikan Gambar 3.2 berikut. Pada gambar tersebut Anda dapat perhatikan bahwa
pola naik dan turun selalu berulang dalam jangka waktu yang kurang lebih sama.

3. Pola musiman merupakan pola permintaan yang bergerak bebas dan muncul secara periodik
dalam jangka pendek serta berulang. Pola musiman seringkali berkaitan dengan kondisi musim.
Contohnya, pada musim hujan permintaan payung dan jas hujan semakin meningkat, atau
meningkatnya permintaan seragam pada setiap awal tahun ajaran baru. Namun demikian, pola
musiman dapat muncul harian maupun mingguan. Contohnya, restoran akan mengalami jam-
jam sibuk pada saat waktu makan siang dan gedung bioskop lebih ramai pada akhir minggu.
Gambar 3.3. menunjukkan pola musiman ketika perilaku permintaan yang sama selalu berulang
setiap tahun pada waktu yang sama.
Di samping ketiga macam pola perilaku permintaan tersebut, seringkali permintaan muncul
dalam pola perilaku secara bersama, misalnya pola musiman juga mengikuti tren meningkat.
Contohnya, walaupun permintaan akan peralatan olahraga ski meningkat setiap musim dingin
tiba, namun demikian terdapat tren permintaan yang meningkat dalam dua dekade terakhir.
Coba Anda perhatikan Gambar 3.4. yang menunjukkan tren dengan pola musiman.

(SUMBER BMP EKMA4371/MODUL 3 HAL 3.5 S/D 3.7)

3. Diketahui = D = 600
H = 200
S = 100.000
2 DS 2 x 600 x 100.000
Q∗¿
√ H
=
√ 200
=√ 600.000=774,6 dibulatkan menjadi 775
Dengan demikian, perusahaan mengetahui jumlah yang optimal untuk dipesan pada setiap kali
pemesanan adalah sebanyak 775 unit
(SUMBER BMP EKMA4371/MODUL 4 HAL 4.25)

4. Mengurangi dampak bullwhip effect menjadi perhatian utama bagi pelaku dalam rantai pasokan.
Hal-hal yang menyangkut pengurangan bullwhip effect meliputi mengurangi ketidakpastian,
mengurangi variabilitas permintaan, mengurangi lead-time, dan mulai bekerja secara partnerships.
A. Mengurangi Ketidakpastian.
Mengurangi bullwhip effect dengan cara mengurangi ketidakpastian dapat dilakukan dengan
menyediakan masing-masing langkah dalam rantai persediaan dengan informasi selengkap
mungkin mengenai permintaan pelanggan. Informasi yang terpusat dapat mengurangi bullwhip
effect. Setiap langkah dalam rantai pasokan boleh menggunakan data permintaan yang sama,
namun menggunakan metode peramalan yang berbeda, sehingga dapat mengurangi dampak
bullwhip effect.
B. Mengurangi variabilitas Bullwhip effect dapat dikurangi dengan mengurangi variabilitas
permintaan pelanggan di tiap-tiap tingkatan pada rantai persediaan Sebagai contoh, jika kita
dapat mengurangi variabilitas permintaan pelanggan pada pedagang eceran, maka variabilitas di
tingkat pedagano besar juga dapat dikurangi, walaupun masih ada kemungkinan bullwhin effect
terjadi.
C. Pengurangan lead-time Lead-time yang besar akan semakin memperbesar variabilitas dalam
persediaan. Lead-time pada masing-masing tingkatan rantai memungkinkan semakin besarnya
variabilitas di masing-masing tingkatan. Semakin besar lead-time, juga akan semakin
memperbesar kemungkinan terjadi bullwhip effect. Dengan demnikian, mengurangi lead- time
berarti juga mengurangi bullwhip effect.
D. Strategi Partnerships Strategi partnership dilakukan dengan memberikan informasi secara
bersama diantara tingkatan dalam rantai persediaan. Dengan memiliki informasi yang sama,
maka setiap tingkatan dalam rantai persediaan dapat mengatur permintaannya sehingga dapat
mengurangi dampak bullwhip effect. (SUMBER BMP EKMA4371/MODUL 5 HAL 5.41 S/D 5.42)