Anda di halaman 1dari 3

1.

Sebagai manusia yang akan selalu berusaha untuk bekerja semaksimal mungkin, menurut ajaran
islam etos kerja yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula. Doa, usaha dan ikhtiar merupakan
konsep kerja dalam islam, jelaskan konsep tersebut?

2. Budaya akademik merupakan pengamalan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,


kehidupan akan berjalan dengan baik jika dilandasi dengan unsur akademik tersebut, dalam Al-
Quran dan Hadits pembahasan terkait budaya akademik tertulis jelas, sebutkan dan jelaskan ?

3. Menurut anda bagaimana urgensi ilmu pengetahuan bagi kehidupan dunia dan akhirat manusia ?
Sebutkan dan jelaskan !

1. Islam mengajarkan bahwa manusia harus memiliki etos kerja. Cara meningkatkan etos kerja
adalah:

Pertama, manajemen waktu

Seorang muslim dituntut untuk dapat mempergunakan waktu se-efektif mungkin untuk dapat diisi
dengan segala bentuk aktivitas yang baik terlebih apabila sedang mengerjakan suatu pekerjaan.

Berkali-kali kita temukan ayat yang berisi sumpah Allah SWT dengan menggunakan waktu seperti,
wal’ashri, wadh-dhuha, wallaili, wannahari, hal ini mengandung pesan bahwa setiap orang yang
ingin sukses harus dapat mempergunakan waktu sebaik mungkin. Karena waktu adalah modal
terbaik.

Kedua bekerja sesuai bidang dan kompetensinya.

Etos kerja seorang akan terlihat apabila pekerjaan yang dilakukan memang pekerjaan yang sesuai
dengan bidang dan tensinya.

Ketiga, Istiqomah beribadah Mahdlah dan ghairu Mahdlah (sosial ). dalam hal ini pula yang
diperlukan dalam bekerja juga harus mempertimbangkan beberapa sikap :

1. Sikap terbuka ( jujur) seseorang tidak akan mungkin memiliki sikap terbuka kalau tidak bersikap
jujur terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. karena orang yang bersikap tidak jujur pasti akan
berusaha mati-matian untuk menutupi ketidakjujuran nya. Terdapat pada surat al-ahzab/33:70 dan
surah At- Taubah/9:119

2. Sikap adil, untuk menelusuri makna adil dalam aspek akidah untuk menelusuri makna adil dalam
aqidah dapat digunakan atonim dari keadilan yaitu kecuali man.Alquran menyebut bahwa syirik
adalah keseimbangan yang terbesar, hal ini antara lain disebutkan dalam QS Luqman/31:13 dan Q.s
al- naml/27:441

2. Budaya akademik adalah sebuah situasi atau keadaan di mana suatu ajaran atau suatu nilai dalam
pendidikan telah menjadi kebiasaaan dan dilakukan secara berulang-ulang seperti ajaran rajin,
tekun, suka membandingkan berbagai ilmu, suka bereksperimen dll.

Budaya akademik dalam Islam tentu menjadi sebuah keharusan dimana nilai-nilai Islam diterapkan
dalam dunia pendidikan.

Penting untuk dicatat bahwa muara dari budaya akademik yang ditumbuhkan dalam Islam adalah
semakin bertambahnya keyakinan terhadap Allah SWT.
Budaya akademik dalam Islam menghendaki semua orang muslim untuk memiliki sikap tekun dan
ulet dalam mencari ilmu. Islam sebagai agama yang mendorong umatnya untuk menjadi cerdas dan
pandai maka mempunyai banyak dalil-dalil mengenai keutamaan mencari ilmu.

‫ك طَ ِريقًا يَ ْلتَ ِمسُ فِي ِه ِع ْل ًما َسهَّ َل هَّللا ُ لَهُ بِ ِه طَ ِريقًا إِلَى ْال َجنَّ ِة‬
َ َ‫َم ْن َسل‬
Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan
menuju surga.” [HR. Muslim].

Berpikir rasional adalah ciri utama ajaran Islam. Alquran mengajarkan setiap orang untuk
membumikan budaya akademik, yaitu menggunakan tradisi keilmuan yang didasarkan prinsip-
prinsip rasionalitas.

Dalam surat Ali-Imran/3:190-191 telah disebutkan bahwa seorang muslim yang memiliki karakter
berbudaya akademik disebut dengan istilah Ulul albab yang secara kebahasaan mengandung arti ”
orang-orang yang memiliki akal yang mumi”.

Dalam ayat tersebut jelas dinyatakan bahwa mereka memiliki paling tidak dua karakter yaitu: ” orang
yang selalu mengingat Allah SWT dalam keadaan berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring” dan
“mereka selalu memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi

Dalam surat Ali-imran/3: 192 juga telah dijelaskan bahwa tanda kebesaran Allah SWT yang ada di
alam raya ini hanya akan dapat ditangkap oleh orang-orang yang mau mencurahkan akal dan
pikirannya dan disertai dengan kebersihan hati untuk selalu mengingat Allah SWT”.

Dalam ayat tersebut jelas dinyatakan bahwa dari usaha tersebut maka lahirnya sebuah kesadaran
yang tulus untuk mengakui betapa agungnya Allah SWT dan betapa lemahnya manusia di hadapan
maha kuasa Allah SWT.

karakter yang ketiga terdapat pada surat Al- Zumar/39: 18. yang artinya “yang mendengarkan
perkataan selalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah
diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.

3. Urgen ilmu dalam kehidupan dunia dan akhirat manusia Keutamaan ilmu, belajar dan
mengajarkan ilmu sangat penting dalam Islam urgensi ilmu pengetahuan dunia dalam pandangan
islam yaitu fardhukifayah sedangkan urgensi ilmu pengetahuan akhirat dalam pandangan islam
hukumnya WAJIB bagi semua orang karena itu adalah kehidupan kita yg abadi kelak . Di dalam Al-
Qur’an juga disebutkan beberapa keutamaan ilmu diantaranya:

Rasulullah SAW bersabda,

َ ‫طَلَبُ ْال ِع ْل ِم فَ ِر ْي‬


‫ضةٌ َعلَى ُكلِّ ُم ْسلِ ٍم‬

Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas
bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913)

1. Orang Berilmu Diangkat Derajatnya

Allah SWT berfirman:

“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah [58]: 11).
Dan Allah SWT berfirman:

“Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya
tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (QS. Al-Mulk : 10).

Allah SWT sudah memberikan banyak kenikmatan. Jika kita tidak gunakan dengan baik, maka kita
akan menjadi salah satu orang yang merugi. Seperti tercantum dalam surat Al-Mulk ayat 10.

Keutamaan ilmu dalam Islam.

2. Orang Berilmu Takut Kepada Allah SWT

Dalam surat Fatir ayat 28, Allah SWT berfirman:

“Dan demikian pula diantara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak
ada yang bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Di antara hamba-hamba Allah yang takut
kepada-Nya hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.”

Ayat ini menjelaskan tentang, dengan ilmu, seseorang akan lebih memahami bagaimana kehidupan
ini diciptakan dan mendalami pengetahuan tentang kuasa Allah SWT sebagai sang maha pencipta.
Orang berilmu akan takut melakukan hal-hal yang mengandung dosa karena ia memiliki
pengetahuan akan kekuasaan dan juga kebesaran Allah SWT.

3. Orang Berilmu akan Diberi Kebaikan Dunia dan Akhirat

Dalam surat Al-Baqarah [2]: 269, Allah SWT berfirman:

“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah)
kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah
dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil
pelajaran (dari firman Allah).”

4. Orang Berilmu Dimudahkan Jalannya ke Surga

Dalam sebuah hadist tentang keutamaan ilmu pengetahuan dalam Islam, Rasulullah SAW bersabda:

‫ك طَ ِريقًا يَ ْلتَ ِمسُ فِي ِه ِع ْل ًما َسه ََّل هَّللا ُ لَهُ بِ ِه طَ ِريقًا ِإلَى ْال َجنَّ ِة‬
َ َ‫َو َم ْن َسل‬
Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan
menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)