Anda di halaman 1dari 10

Tugas: PPB 1

Dosen Pengampu: Dr. Selvianti

Meriview Handbook To The Bible

Oleh:

EUNIKE (2020207609)

TEOLOGI B

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI (IAKN)

TORAJA

2021
Dalam Handbook to the Bible ini pertama-tama membahas tentang Alkitab dan
lingkungannya oleh James Houston. Menurutnya alam lingkungan hidup manusia sebagian
besar merupakan hasil karyanya sendiri. Di dunia ini tidak banyak wilayah yang dampaknya
begitu besar terhadap umat manusia, dampak yang baik maupun yang buruk.

Selanjutnya mengenai alam dan kepercayaan dimana pembauran kebudayaan sering


dan cenderung menbunyikan kontras yang ada antara kedua peradaban di wilayah alam
tersebut. sementara pandangan dunia terus berkembang di Asia Barat dan di Laut Tengah
bagian umur terjadi kekacauan. Pada sekitar pertengahan milenium kedua sebelum masehi
(1.500 sM). Peradaban Harappan di Lembah Indus dan peradaban Minoan di daerah Aegea
runtuh. Iklim yang umumnya sangat kering menyebabkan perpindahan orang-orang di Asia
Barat daya dan mengakibatkan tekanan terhadap suku bangsa semit.

Kemudian Allah di dalam semesta – dan di atas alam, orang Ibrani tidak mempunyai
kata lain untuk menerangkan alam selain gambaran dari aktivitas Allah sendiri, Allah lah
yang berbicara dalam badai. Hujan turun berarti Dia memberkati, musim kering berarti Dia
mengutuk. Allah bernapas dalam angin, menghakimi dalam gempa bumi, dan menyatakan
kemulian-Nya dalam cakrawala. Iman orang Ibrani melihat Allah bekerja dalam aktivitas dan
misteri alam, memahami bahwa Allah juga berada tinggi di atas dan jauh melampaui alam.

Asal usul Agama. Sebagian besar dari asal usul agama merupakan sebuah dugaan,
biasanya dugaan itu seperti ini; Mahluk pertama yang berdiri tegak pasti masih seperti
binatang di dalam hatinya. Kita tau bahwa binatang tidak mempunyai agama. Kita juga tahu
bahwa 2000 tahun yang lalu , pada zaman Tuhan Yesus Kristus hidup di dunia, manusia
telah mencapai bentuk agama yang sangat tinggi. Jadi diantara selang waktu pasti terjadi
evolusi agama yang berlangsung perlahan-lahan ke arah bentuk yang lebih tinggi.

Langkah berikut adalah adanya dugaan bahwa bentuk-bentuk agama yang lebih rendah
itu pasti seperti bentuk agama suku-suku zaman batu yang belum terjamah oleh peradaban
modern. Suku-suku bangsa seperti itu takut terhadap roh-roh yang ada di hutan yang gelap.
Jadi, mereka mengandalkan dukun-dukun untuk melakukan sihir, dan mereka beranggapan
bahwa jiwa orang yang sudah mati akan melayang-layang selama beberapa waktu sebelum
menjelma kembali menjadi bentuk atau wujud yang lain (Animisme). Jadi, wajarlah kalau
kemudian ada dugaan bahwa pasti para dukun itu akhirnya menjadi imam, yang
mengandalkan berbagai persembahan kurban, kuil, dan buku tentang upacara keagamaan
mereka. Selanjutnya orang-orang itu akhirnya menyadari bahwa mengasihi sesama
merupakan hal yang utama dalam agama, dan orang pertama yang mengajarkan jelas Yesus
Kristus yang mendasari agama Kristen, sebuah bentuk agama yang lebih tinggi.

Asal mula umat manusia. Sekarang jelas bahwa seandainya dugaan diatas benar,
mengenai asal usul agama. Maka beberapa pasal pertama dari Alkitab dan banyak bagian
dalam Alkitab Perjanjian Lama secara historis tidak dapat dipercaya. Itulah sebabnya banyak
orang menyatakan menyukai ajaran-ajaran Kristus, tetapi tidak mau diganggu oleh Kitab
Kejadian. Pada masa jayanya filsafat evolusi, pera cendekiawan PL mencoba kembali
menyusun apa yang mereka anggap sejarah yang benar yang mendasari PL menurut teori-
teori mereka tentang evolusi agama.

Yesus Kristus dan Alkitab. Sebagai orang Kristen, kita ingin mengikuti Yesus Kristus,
kita ingin melakukan apa yang diperintahkan-Nya, pergi ke tempat yang ditunjukkan-Nya,
mengikuti teladan-Nya, dan menjalani kehidupan yang ditawarkan-Nya. Untuk itu kita harus
membaca laporan-laporan dari para saksi mata yang mengenal Dia. Kita juga mendapati
bahwa Ia mengakui diri-Nya sebagai penyataan Allah sendiri, pribadi yang memperlihatkan
pada kita seperti apakah sebenarnya Allah itu. Kemudian kita juga mendapati bahwa Dia
adalah puncak dari penyataan Allah yang sudah dicantumkan dalam dokumen-dokumen yang
ada sejak ratusan tahun sebelum masa hidup-Nya di dunia.

Adapun hari-hari raya yang sudah ditetapkan yaitu:

1. Hari Sabat: satu hari istirahat dalam tujuh hari.


2. Hari Raya Paskah, disusul dengan tujuh hari Raya Roti Tidak Beragi (Maret/April).
3. Hari Raya hasil panen pertama (April), tujuh minggu kemudian disusul dengan;
4. Hari raya tujuh minggu (Pentakosta): perayaan musim menuai (juni)
5. Hari raya peniupan serunai (terompet): perayaan tahun baru dan perayaan pertama
dan tiga perayaan dalam bulan ketujuh (september/oktober); dan yang lainnya ialah
6. Hari raya pendamaian; dan
7. Hari raya pondok daun; peringatan yang terus-menerus akan hari-hari mereka hidup
di kemah-kemah setelah keluar dari Mesir.

Setelah membaca Handbook to the Bible, saya akan mengkaji dan membahas keempat Kitab
Injil dan Kitab Kisah Para Rasul dalam riview ini, karena kita tahu bahwa dari keempat Kitab
Injil dan Kitab Kisah para Rasul ini banyak di perdebatkan mengenai problema-problema
yang terdapat di dalamnya. Adapun keempat Kitab Injil dan Kitab Kisah para Rasul adalah
sebagai berikut:
1. Injil Matius

Injil ini dengan tepat sekali ditempatkan pertama sebagai pengantar PB dan "Mesias,
Anak Allah yang hidup" (Mat 16:16). Walaupun nama pengarang tidak disebutkan dalam nas
Alkitab, kesaksian semua bapa gereja yang mula-mula sejak kira-kira tahun 130 M
menyatakan bahwa Injil ini ditulis oleh Matius, salah seorang murid Yesus. Dalam Injil ini
menekankan bahwa Allah adalah Bapa surgawi kita. Inilah sebutan bagi Allah yang paling
disenangi oleh Matius: Mat 5:16,45,48; 6:1,9; 7:11,21; 10:32,33; 12:50; 16:17; 18:10,14,19.
Berbagai gambaran mengenai Yesus. Yesus disebut Anak Daud (Mat 1:1), Juruselamat (Mat
1:21), Raja Orang Yahudi (Mat 2:2), Orang Nazaret (Mat 2:23). Kutipan-kutipan dari
Perjanjian Lama. Matius sering mengatakan 'haI itu terjadi supaya genaplah yang
difirmankan Tuhan oleh nabi (Mat 2:15) atau kalimat-kalimat serupa Ajaran Yesus. Lima kali
Matius mengatakan 'setelah Yesus mengakhiri perkataan ini' (Mat 7:28; 11:1; 13:53; 19:1;
26:1). Setiap pernyataan itu ditulis pada akhir sekumpulan ajaran Yesus. Perumpamaan-
perumpamaan Yesus. Yesus mengajar murid-murid-Nya dengan memakai perumpamaan.
Tetapi ingatlah, tidak semua orang dapat mengerti makna perumpamaan-perumpamaan itu
(Mat 13:10-17). Beberapa perumpamaan terdapat dalam: Mat 7:24-27; 13:3-52; 18:23-35;
20:1-16; 22:1-14; 25:1-30.

Dari keempat Kitab Injil memang memiliki keunikan masing-masing Kitab. Salah
satunya adalah Kitab Injil Matius, yang menulis untuk sesama bangsa Yahudi, Kitab ini
membahas tentang Yesus itu adalah Mesias. Yang sudah lama ditunggu-tunggu Kristus yang
dinubuatkan dalam PL. Injil Matius, yang lebih jelas daripada ketiga Injil lainnya, merupakan
perhubungan antara PL dan PB, antara Israel lama dan gereja umat Allah yang baru yang
meluas ke seluruh dunia.
Fakta bahwa Injil ini ditulis antara tahun 50 dan 100 Masehi. Tidak ada yang tahu
kapan dan dimana Kitab Injil Matius ini ditulis. Injil Matius memperkenalkan Yesus sebagai
Mesias, keturunan Raja Daud.
Khotbah Yohanes yang menggugah itu yang mengajak orang untuk bersiap-siap
menyambut Mesias menarik banyak orang pergi ke padang gurun untuk mendengarkan dia.
“Penyucian yang dilambangkan melalui baptisan menggambarkan pembersihan kehidupan
seseorang secara menyeluruh membersihkan dirinya dari semua kesalahan pada masa lalu,
sebagai persiapan untuk menyambut pemerintahan Allah yang akan datang.
2. Injil Markus

Dalam suatu kisah yang bergerak dengan cepat, Markus memperkenalkan Yesus sebagai
Putra Allah dan Mesias, hamba yang menderita. Titik yang menentukan dalam kitab ini
adalah episode di Kaisarea Filipi, yang disusul oleh peristiwa pemuliaan Yesus (Mr 8:27--
9:10), ketika identitas dan misi penderitaan Yesus dinyatakan dengan jelas kepada kedua
belas murid-Nya. Bagian pertama kitab Injil ini memusatkan perhatian terutama kepada
mukjizat luar biasa yang dilakukan Yesus dan pada kuasa-Nya atas penyakit dan setan-setan
sebagai tanda bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Akan tetapi, di Kaisarea Filipi itu Yesus
memberitahukan dengan terus terang kepada para murid bahwa Dia harus "menanggung
banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu
dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari" (Mr 8:31). Banyak ayat dalam kitab ini menyebut
penderitaan sebagai harga kemuridan (mis. Mr 3:21-22,30; Mr 8:34-38; Mr 10:33-34,45; Mr
13:8,11-13). Namun setelah mereka menderita karena Dia maka Allah akan menyatakan
bahwa Ia berkenan kepada mereka, sebagaimana ditunjukkan dalam kebangkitan Yesus. Injil
ini penuh kegiatan, yang lebih menekankan apa yang dilakukan Yesus daripada apa yang
diajarkan oleh-Nya.

Injil ini khususnya untuk orang Romawi, serta menjelaskan adat-istiadat Yahudi,
meniadakan semua daftar keturunan Yahudi dan kisah kelahiran, penggunaan istilah Latin
dan menerjemahkan kata-kata dalam bahasa Aram; Injil ini bernada mendesak, dimulai
dengan tiba-tiba dan bergerak dengan cepat dari episode yang satu kepada episode yang lain,
dengan menggunakan 42 kali kata keterangan Yunani yang diterjemahkan dengan "seketika
itu juga". Injil ini ditulis dengan hidup, seraya menggambarkan peristiwa-peristiwa dalam
kehidupan Yesus dengan ringkas dan tepat, dengan gamblang dan dengan keahlian dari
seorang pujangga.

Injil Markus berpusat pada kegiatan hidup, penuh dengan perbuatan nyata. Markus
memusatkan perhatiannya pada hal-hal ajaib yang dilakukan Tuhan Yesus, dan tempat-
tempat yang dikunjungi-Nya. Injil Markus paling singkat di antara keempat kitab Injil, dan
mungkin inilah kitab Injil pertama yang ditulis. Yohanes Markus menuliskannya di Roma.
Dan Markus sering menerapkan kebiasaan orang Yahudi. Dalam Injil Markus kita dapat
melihat Tuhan Yesus dengan kegiatannya.
Markus tidak memberitakan kelahiran Yesus, tetapi keadaan sesudah itu Yesus lahir.
Selanjutnya menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias Pribadi yang kedatangan-Nya telah
diberitakan lebih dulu oleh Yohanes Pembabtis dan Anak Allah.
Hanya Markus yang memberitahukan nama pengemis. Setelah ia disembuhkan dan
bergabung dengan para pengikut Yesus, Petrus mulai mengenal dia. Tidak ada hubungan
yang baik antara kaum Farisi yang sangat ketat menjalankan hukum agamanya dengan kaum
Herodian (penganut Herodes) yang oportunis. Dengan adanya 614 perintah yang dapat
dipilih, Tuhan Yesus menjawab menurut kata-kata kredo umat Israel(shema, artinya
“Dengarlah, hai Israel”. Ketika perayaan Paskah semakin dekat peristiwa demi peristiwa
terjadi dengan cepat mengarah pada sebuah klimaks. Mahkamah Yahudi yang mengadili
Yesus ialah Sanhedrin,

3. Injil Lukas

Injil Lukas mulai dengan kisahan masa bayi yang paling lengkap (Luk 1:5--2:40) dan
satu-satunya pandangan sekilas di dalam Injil-Injil mengenai masa pra remaja Yesus (Luk
2:41-52). Setelah menceritakan pelayanan Yohanes Pembaptis dan memberikan silsilah
Yesus. Injil ini adalah yang terlengkap catatannya mengenai peristiwa di dalam kehidupan
Yesus sejak menjelang kelahiran sampai kenaikan-Nya, dan juga kitab yang terpanjang dalam
PB. Kitab ini mempunyai kesusastraan terbaik dari semua Injil, menunjukkan gaya penulisan
dan isi yang luar biasa, kosa kata kaya dan penguasaan bahasa Yunani yang baik sekali.
Lukas menekankan cakupan universal dari Injil - bahwa Yesus datang untuk membawa
keselamatan bagi semua orang, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi.

Dalam Injil Lukas kisah kehidupan Yesus Kristus diceritakan dengan lengkap. Injil
Lukas adalah bagian pertama dari sejarah awal kekristenan yang terdiri dari dua bagian: Injil
Lukas dan Kisah Para Rasul. Kedua bagian tersebut dipersembahkan kepada orang yang
sama, Teofilus, orang Romawi, dan keduanya ditulis dengan tujuan yang sama. Injil yang
ditulis Lukas menunjukkan Tuhan Yesus sebagai juruselamat semua orang dan kedatangan-
Nya sebagai suatu peristiwa penting di dunia. Injil ini tidak menyebutkan penulisnya, tetapi
semua bukti menunjukkan bahwa Lukaslah . Ia teman yang menulisnya yaitu teman sekerja
Rasul Paulus dalam perjalanannya memberitaka Injil. Dari Injil ini sendiri jelas bahwa
penulisnya seorang yang berpendidikan, memiliki perbendaharaan kata yang luas, dan
mampu memilih serta menyusun materinya dengan baik.Hanya Matius dan Lukas yang
mencatat sejarah kelahiran Yesus.
Rincian sejarah yang diberikan Lukas memungkinkan kita mengetahui bahwa saat
pelayanan Yohanes Pembaptis itu sekitar tahun 26 dan 29 M. Ayat 10-14 hanya muncul
dalam kitab Injil Lukas. Lukas menyelidiki silsilah dari zaman dahulu, jauh sebelum
Abraham, yaitu sejak Adam. Hanya Lukas yang menceritakan kepada kita mengenai doa
Tuhan Yesus .

4. Injil Yohanes

Injil Yohanes bercorak filsafat. Hal ini disebabkan Yohanes berpikiran lebih dalam dari
yang lain. Bukunya lebih sempurna, cara pemikirannya lebih berakar dan bahasanya
sederhana. Istilah-istilah khusus yang dipakai adalah Anak Manusia. Tuhan Allah disebut
Bapa, dan Tuhan Yesus disebut Anak. Istilah-istilah yang dipakai jelas dan dalam. Menurut
para teolog Injil Yohanes mempunyai arti yang dalam terhadap Tuhan Yesus, sebab yang
mengarang juga lebih dalam dan dewasa dalam imannya. Tujuan khusus Injil Yohanes adalah
penginjilannya yang ditunjukkan kepada para fulsuf dan para imam. Istilah dalam bahasa
Yunani logos = Firman=kalam, menjadi istilah yang khas. Yohanes ingin berdiskusi dengan
orang-orang filsafat dengan tujuan agar mereka mengerti Injil Kristus. Apabila seorang
pembaca Injil Yohanes ia harus menjawab ikut Yesus (percaya) atau menolak. Jadi ia harus
memberi keputusan bagi dirinya sendiri.

Injil Yohanes sangat berbeda dengan ketiga Injil lainnya. Injil ini ditulis paling akhir,
sekitar tahun 90 M. Dan para pembaca dianggap telah mengetahui fakta-fakta mengenai
kehidupan Tuhan Yesus. Yohanes menambahkan catatan mengenai kelahiran Yesus, ia
memusatkan pada tafsiran dan mengemukakan makna dari apa yang telah terjadi.
Yohanes memulai Injilnya dengan sebuah penyataan yang luar biasa mengenai Yesus
Kristus. Diatas kebenaran inilah bertumpu seluruh kisah yang disampaikannya. Khotbah
Yohanes yang sangat menarik perhatian umum. Namun ia tidak mengarah pada dirinya
sendiri. Ia bukan Mesias. Menurut Yohanes Pembaptis, dua dari murid-muridnya
meninggalkan dia untuk mengikut Yesus. Andreas, seorang nelayan dan seorang lagi yang
tidak disebutkan namanya, mungkin Rasul Yohanes. Kabar itu begitu baik sehingga
disayangkan jika tidak dibagikan. Jadi, mula-mula Andreas membawa Petrus, kemudian
Filipus membawa Natanael yang cerdas itu.
Yohanes memberikan kepada kita gambaran tentang Yesus yang mengendalikan
segala sesuatu dari awal sampai akhir. Yesus tahu bahwa Ia sedang mengerjakan suatu
rencana induk, oleh karenanya tidak ada sesuatu apa pun, bahkan tidak juga kematian-Nya
yang mengejutkan Dia. Pelajarilah ayat-ayat berikut: Yoh 2:4; 7:6-8; 12:23; 13:1; 18:4.Injil
keempat ini menyajikan bukti-bukti yang terpilih dengan cermat bahwa Yesus adalah Mesias
Israel dan Putra Allah yang menjelma dan bukan anak angkat.

5. Kitab Kisah Para Rasul

Sesudah keempat Injil tersebut ditemukan sebuah karangan panjang yang diberi judul:
Kisah Para Rasul. Karangan itupun berupa kisah dan memuat beberapa wejengan juga. Ciri
coraknya mirip ciri corak keempat Injil. Kisah itu mengenai apa yang terjadi setelah Yesus
hilang dari panggung dunia. Ditemukan cerita-cerita dalam jemaat Kristen pertama,
perambatannya dan hal ikhwal nya selama 1.030 tahun. Terkumpul cerita-cerita mengenai
beberapa tokoh umat Kristen semua, khususnya Paulus. Kisah ini berhenti dengan bercerita
tentang Paulus dalam tahanan di kota Roma. Sesudah kisah rangkap empat mengenai Yesus
secara wajar ditempatkan kisah mengenai umat semula ialah Kisah Para Rasul. Kisah Para
Rasul itu sebenarnya melanjutkan Injil karangan Lukas dalam urutan sekarang kedua
karangan bersambung itu dipisahkan oleh Injil karangan Yohanes.

Kitab Kisah Para Rasul ditulis selama sekitar 30 tahun, dari sejak lahirnya gereja pada
hari Pentakosta sampai pada akhir masa tahanan Paulus di penjara Roma. Kitab ini
menguraikan penyebaran kekristenan di sekitar wilayah sebelah utara Laut Tengah
(Mediterania) melalui daerah yang sekarang dikenal sebagai Suriah, Turki dan Yunani,
sampai ke pusat Kerajaan Romawi. ‘Kisah Para Rasul’ ini terutama berkaitan dengan
perbuatan Rasul Petrus dan Rasul Paulus, meskipun kitab ini cocok disebut sebagai ‘Kisah
Perbuatan Roh Kudus’. Semua bukti, sejak awalnya, sudah menunjukkan bahwa yang
menulis kitab ini adalah sahabat Paulus, Lukas, sang dokter. Ia menulis Kisah Para Rasul
sebagai lanjutan dari kitabnya yang terdahulu, Injil yang ketiga (Injil Lukas).
Kitab ini pasti ditulis sebuah kitab Injil, sedangkan beberapa orang memperikannya
setelah tahun 70 M. Namun demikian, bukti dari segala peristiwanya menunjukkan sekitar
tahun 60 M, sehingga tahun 63 atau sekitarnya dianggap sebagai masa penulisan kitab Kisah
Para Rasul. ‘Kitab pertama’ yang ditulis Lukas (yaitu Injil Lukas) merupakan sebuah catatan
mengenai segala sesuatu yang mulai “dikerjakan dan diajarkan” Tuhan Yesus selama hidup-
Nya di atas bumi ini. Kisah Para Rasul melanjutkan kisah perkerjaan Tuhan Yesus setelah
kenaikan-Nya ke surga, dengan kuasa Roh Kudus melalui kehidupan para rasul. Sepanjang
pengetahuan kita, inilah kali terakhir para rasul menggunakan metode tradisional.
Dengan turunnya Roh Kudus yang nyata dan tidak perlu diragukan lagi melalui
perubahan dari dalam diri manusia serta tanda-tanda ajaib yang dapat dilihat dan didengar
oleh semua orang – maka masa menanti sudah berakhir.
Kisah Para Rasul memuat keterangan yang bertentangan dengan keterangan
pengarang Yahudi, Flavius Yosefus. Yang terpenting ialah bahwa menurut Yosefus, Teudas
memberontak kurang lebih tahun 44 dan Yudas tahun 6 sM. Lalu mengenai sumber-sumber
Kisah Para Rasul, maka pertama-tama harus dikemukakan bahwa pemeriksaan yang teliti
menyatakan bahwa kesatuan gaya bahasanya adalah lebih bulat dibandingkan dengan Injil
Lukas.

Dalam Kitab ini menekankan beberapa hal yaitu: Bersaksi. Kata Yunani yang
diterjemahkan menjadi 'saksi' berhubungan dengan kata 'martir'. Kisah para Rasul
menunjukkan kepada kita betapa tinggi harga yang harus dibayar dalam bersaksi - Stefanus
harus membayar dengan nyawanya dan kesaksian Petrus dan Paulus menyebabkan mereka
dipenjarakan.

Pertobatan. Kisah para Rasul mencatat sejumlah peristiwa pertobatan yang unik.
Keempatcontoh di bawah ini memperlihatkan bagaimana Allah membawa laki-laki
danperempuan kepadaNya dengan berbagai cara: O Sida-sida dari Etiopia yang dibawa
kepada Kristus melalui pembacaan Kitab Suci (Kis 8:30). o Saulus dari Tarsus, yang
hidupnya berubah secara tiba-tiba dan dramatis (Kis 9:1-19).o Lidia, wanita yang taat
beribadah, yang telah siap menerima Injil (Kis 16:14).o Kepala penjara Filipi yang mencari
keselamatan karena didorong oleh rasa takut (Kis 16:29, 30). Tim penginjilan.Kita melihat di
dalam Kisah para Rasul pola kerja misionaris. Paulus tidak saja menetapkan tempat-tempat
yang strategis dan berusaha menyebarkan kabar baik didaerah sekelilingnya, tetapi ia juga
mempunyai rekan penolong.

Beberapa penafsir memandang kitab Kisah Para Rasul seolah di bawah suatu
perjanjian PB yang lain daripada melihatnya sebagai patokan Allah bagi gereja dan
kesaksiannya selama seluruh periode yang disebut PB "hari-hari terakhir" (bd. lihat cat. "Kis
2:17"). [atau ref. Kis 2:17] Kisah Para Rasul bukan saja buku sejarah dari gereja mula-mula,
melainkan menjadi buku pedoman bagi kehidupan Kristen dan untuk gereja yang dipenuhi
Roh. Orang percaya seharusnya mendambakan dan menantikan, sebagai norma atau patokan
gereja masa kini, semua unsur pelayanan dan pengalaman gereja PB (kecuali penulisan PB);
semuanya ini dapat dicapai apabila gereja bergerak dalam kuasa Roh yang penuh. Tidak ada
sesuatu dalam Kisah Para Rasul atau PB yang mengatakan bahwa tanda-tanda, keajaiban-
keajaiban, mukjizat-mukjizat, karunia-karunia rohani atau tolak ukur rasuli bagi kehidupan
dan pelayanan gereja pada umumnya akan berhenti secara mendadak atau untuk selama-
lamanya pada akhir masa para rasul. Kisah Para Rasul mencatat apa yang seharusnya gereja
perbuat di dalam setiap generasi selama ia melanjutkan pelayanan Yesus dalam kuasa
Pentakosta dari Roh Kudus.

Anda mungkin juga menyukai