Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di salah satu transloading tebu yang terletak pada

Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Dimana Desa

Pandanwangi merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Diwek yang jumlah

penduduknya 3.067 jiwa, terdiri dari laki-laki 1.517 jiwa dan perempuan 1.550 jiwa,

dengan jumlah Kepala Keluarga mencapai 968 KK dengan mata pencaharian

mayoritas masyarakatnya adalah petani dan buruh tani. Secara administratif, batas

wilayah Desa Pandanwangi adalah :

Sebelah Utara             : Desa Jombatan Kec Jombang


Sebelah Timur            : Desa Balong Besuk
Sebelah Barat             : Desa Pundong
Sebelah Selatan           : Desa Jabon
Penelitian ini akan dilaksanakan selama dua bulan dimulai dari bulan Mei sampai

Juni 2021.

3.2 Metode Penentuan Sampel

Pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara

snowball sampling karena dengan menggunakan teknik tersebut peneliti selain

memperoleh informasi atau data detail, juga jumlah responden-penelitian. Menurut

Alfindasari (2014) sebagai suatu konsep, snowball sampling merupakan pelabelan

(pemberian nama) terhadap suatu aktivitas ketika peneliti mengumpulkan data dari
satu responden ke responden lain yang memenuhi kriteria, melalui wawancara

mendalam dan berhenti ketika tidak ada informasi baru lagi, terjadi replikasi atau

pengulangan variasi informasi, mengalami titik jenuh informasi.

Maksudnya informasi yang diberikan oleh informan berikutnya tersebut sama

saja dengan apa yang diberikan oleh informan berikutnya tersebut sama saja dengan

apa yang diberikan oleh para informan sebelumnya. Karena digunakannya

wawancara mendalam ini maka, penelitian kualitatif subyek penelitiannya tidak lebih

dari 50 responden.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Data penelitian ini diperoleh dengan cara sebagai berikut:

1. Wawancara

Metode wawancara yaitu metode pengumpulan data dengan jalan

tanya jawab secara terstruktur yang diisi atau dikerjakan secara lisan

ataupun tertulis menggunakan alat bantu berupa pertanyaan kuesioner.

2. Observasi

Dalam metode ini peneliti terlibat secara langsung pada objek yang

diteliti baik pengamatan atau perhitungan.

3. Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu dengan cara mencatat hal yang berkaitan

dengan penelitian yang diperoleh dari instansi terkait, contohnya data dari

Kelurahan dan Dinas merupakan data sekunder. Selain itu juga dari

informasi para pakar dan pustaka yang bersangkutan.

3.4 Metode Analisis Data

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif

analisis yang artinya peneliti berusaha memaparkan secara jelas berdasarkan hasil

penelitian yang telah dilaksanakan dan model Multiatribut Fishbein. Untuk data yang

bersifat kualitatif akan dianalisis menggunakan tabulasi deskriptif, sedangkan data

yang bersifat kuantitatif akan diolah menggunakan metode Multiatribut Fishbein.

Model sikap Multiatribut Fishbein menggambarkan sikap konsumen terhadap

keseluruhan produk yang ditentukan oleh dua komponen yaitu (1) kekuatan

kepercayaan (variabel bi) yang mencerminkan kemungkinan yang diyakini dari

hubungan antara suatu obyek dengan ciri-cirinya yang relevan dan (2) evaluasi

(variabel ei) menunjukkan seberapa baik konsumen menilai suatu ciri. Formulasi

model Fishbein (Engel et al, 1994) adalah sebagai berikut:

Ao = ∑ (bi x ei) …………………………………. (1)

Dimana:

Ao = Sikap terhadap suatu obyek

bi = Tingkat kepercayaan (belief) kosumen terhadap atribut ke i


ei = Evaluasi tingkat kepentingan (evaluation) konsumen terhadap
atribut ke i

Setelah diidentifikasi atribut dari transloading tebu, kemudian dilakukan

pengukuran bi dan ei yang tepat. Komponen ei menggambarkan evaluasi atribut, yaitu

komponen yang menjelaskan seberapa besar sikap penilaian konsumen terhadap

atribut secara menyeluruh, contohnya atribut transloading tebu secara keseluruhan.

Evaluasi diukur secara khas pada sebuah skala evaluasi 4-angka yang berjajar dari

sangat tidak puas, tidak puas, puas, sangat puas. Sebagai contoh:

Transloading tebu melakukan pembayaran dengan cepat

Sangat 4 3 2 1 Sangat
Tidak Puas Puas

Evaluasi ini akan dilakukan menyeluruh atribut yang diteliti. Komponen b i

menggambarkan seberapa kuat konsumen percaya bahwa transloading tebu memiliki

atribut yang diberikan. Atribut yang digunakan untuk komponen b i harus sama

dengan atribut yang digunakan untuk menghitung komponen ei. Kepercayaan diukur

pada skala dengan 4-angka dari kemungkinan yang disadari yang berjajar dari sangat

baik sampai tidak baik. Sebagai contoh:

Transloading tebu memberikan jaminan harga yang jelas

Sangat 4 3 2 1 Sangat
Tidak Puas Puas

Respon rata-rata lalu dikalkulasikan untuk bi dan ei berkisar dari skor

maksimum 4 hingga skor minimum 1. Untuk mengestimasi penilaian sikap terhadap


transloading tebu dengan menggunakan indeks biei, setiap skor kepercayaan (bi)

harus terlebih dahulu dikalikan dengan skor evaluasi (ei) yang sesuai. Kemudian

semua hasil perkalian harus dijumlahkan, sehingga akan dihasilkan total skor

penilaian sikap petani. Penilaian sikap petani terhadap transloading tebu dapat

dibandingkan dengan total skor maksimum dari komponen evaluasi yang ada, yaitu

dengan mengalikan skor kepercayaan (bi) yang ideal dengan skor evaluasi (ei) yang

sudah ada.

Sebelum kita memberikan interpretasi terhadap hasil penilaian konsumen

tersebut, sebelumnya ditentukan terlebih dahulu rentang skala penilaian. Tentukan

juga skor minimum dan skor maksimum penilaian yang mungkin diberikan oleh

petani.

Rumus Rentang Skala:

m−n
RS =
b

Keterangan :

RS = Rentang Skala

m = Angka tertinggi dalam pengukuran

n = Angka terendah pengukuran

b = Banyaknya kelas interpretasi yang ada

Setelah interval diketahui kemudian ditentukan rentang skala berdasarkan tingkat

kepentingan dan tingkat kepercayaan adalah:

Tabel 1. Skala tingkat kepentingan dan tingkat


kepercayaan
Skala Interpretasi
1 – 1,75 Sangat Tidak Puas (STP)
1,76 – 2,51 Tidak Puas (TP)
2,52 – 3,27 Puas (P)
3,28 - 4 Sangat Puas (SP)

Setelah diketahui kepentingan dan kepercayaan, maka selanjutnya diperoleh nilai

sikap (Ao) yang merupakan perkalian antara tingkat kepentingan dan tingkat

kepercayaan (Simamora, 2004).

Rentang skala tersebut dapat digunakan untuk mengategorikan tingkat

kepuasan petani terhadap transloading tebu. Berdasarkan rentang skala tersebut maka

tingkat kepuasan secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel 2

Tabel 2. Rentang nilai sikap total (Ao)


Skala Interpretasi
4 – 19 Sangat Tidak Puas (STP)
20 – 35 Tidak Puas (TP)
36 – 51 Puas (P)
52 - 64 Sangat Puas (SP)

JADWAL PENELITIAN

Jadwal Kegiatan Panelitian dapat dilihat pada tabel berikut :


Bulan
No Kegiatan
Maret April Mei Juni Juli
1. Tahap Persiapan Penelitian
a. Penyusunan dan
pengajuan judul
b. Pengajuan proposal
2 Tahap Pelaksanaan
a. Pengmpulan data
b. Analisis data
3 Tahap penyusunan laporan