Anda di halaman 1dari 5

METODE PELAKSANAAN

UMUM
Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Umumnya, aplikasi
teknologi ini banyak diterapkan dalam metode – metode pelaksanaan pekerjaan
konstruksi. Penggunaan metode yang tepat, praktis, cepat dan aman, sangat
membantu dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi. Sehingga,
target 3T yaitu tepat mutu/kualitas, tepat biaya/kuantitas dan tepat waktu
sebagaimana ditetapkan, dapat tercapai. Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi,
adakalanya juga diperlukan suatu metode terobosan untuk menyelesaikan pekerjaan
lapangan. Khususnya pada saat menghadapi kendala–kendala yang diakibatkan oleh
kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan dugaan sebelumnya. Untuk itu, penerapan
metode pelaksanaan konstruksi yang sesuai kondisi lapangan, akan sangat membantu
dalam penyelesaian proyek konstruksi bersangkutan. Konstruksi bangunan pantai
memerlukan teknik khusus dalam pembuatannya. Oleh sebab itu, maka metode
pelaksanaan bangunan sangat diperlukan untuk mengatasi masalah–masalah dalam
pembangunan konstruksi bangunan tersebut.

Proyek Pembangunan Pengaman Pantai Pulau Terluar di Provinsi Riau ini meliputi
pembangunan Pemecah Gelombang.

KONDISI LOKASI PEKERJAAN


Pemecah Gelombang/Breakwater yang akan dikonstruksi tersusun dari Pasangan
Batu Kosong 200kg – 300kg beserta batu-batu ukuran lebih kecil sebagai
pengunci. Berikut adalah kondisi yang harus diperhitungkan dalam penentuan
metode dan lama waktu pelaksanaan pekerjaan revetment.
1. Suplay material
2. Kapasitas dan ketersediaan alat berat untuk pekerjaan lepas pantai
3. Jarak dari stockyard ke lokasi
4. Kondisi perairan di lokasi (Pasang Surut Air Laut)
5. Waktu konstruksi tiap tahapan

PEKERJAAN PERSIAPAN
Persiapan suatu pekerjaan sebelum masuk pada pekerjaan pokok, sangat menentukan
kesuksesan suatu pekerjaan. Pekerjaan persiapan harus sudah direncanakan sebelum
masuk pada tahap pelaksanaan konstruksi. Perencanaannya dibuat dengan efisien dan
efektif, namun tetap memenuhi segala aspek yang diperlukan guna mendukung
pelaksanaan pekerjaan utama dari proyek yang dilaksanakan. Pekerjaan ini meliputi
pekerjaan ;

1
Papan Nama Proyek Dan Pagar Proyek
Papan nama proyek merupakan suatu kebutuhan kegiatan yang memberikan
keterangan terhadap kegiatan itu sendiri yang berisikan tentang nama proyek,
pelaksana proyek (penyedia jasa), pemberi tugas (owner),konsultan pengawas,
nilai proyek dan masa pelaksanaannya. Letak papan nama proyek ini harus
berada dalam jangkauan pengamatan.

Penerangan Lokasi Pekerjaa


Instalasi listrik sangat dibutuhkan dalam mendukung kegiatan proyek
sebagai penerangan lokasi baik dalam ruang direksi maupun dilokasi
pekerjaan dimalam hari, serta peralatan lain yang menggunakan listrik.
Pada proyek ini sumber listrik menggunakan genset mengingat lokasi yang
jauh dari perkotaan dan instalasi listrik PLN yang tidak mudah di jangkau.
Sehingga pemasangan genset perlu identifikasi terlebih dahulu diantaranya ;
o Penggunaan alat bantu dilapangan.
o Penempatan masing-masing alat juga perlu diperhitungkan sehingga untuk
kebutuhan kable listrik baik ukuran maupun panjang yang digunakan sesuai
kebutuhan dilapangan.
Dari beberapa identifikasi jumlah kebutuhan ini dapat menentukan besarnya
spesifikasi dan kapasitas genset serta jumlah genset yang dibutuhkan selama
pekerjaan berlangsung.

Pemasangan Profil dan Bowplank


Pemasangan Bowplank dilaksanakan pada pekerjaan bangunan, bowplank dibuat
dari papan yang kuat dan datar. Bowplank dipakukan pada patok dari kayu yang
tertanam kokoh dengan jarak maksimum 3 meter, elevasi bowplank harus diukur
dengan waterpass dan diikatkan ke patok bantu/tetap. Elevasi bowplank ditulis
pada papan bowplank dengan cat minyak/spidol berwarna merah. Biaya sudah
termasuk dalam biaya umum dan keuntungan.

Pengukuran Dan Pemasangan Titip Tetap


Kedudukan dan ketinggian Peil Referensi ditetapkan oleh direksi dan konsultan
supervisi. Pengukuran detail sepanjang pekerjaan harus dilaksanakan secara
teliti dan sesuai dengan yang tercantum dalam gambar design.
i. Titik referensi ditentukan berdasarkan titik BM yang ada atau titik referensi
lokal yang sebelumnya mendapat persetujuan Direksi konsultan supervisi.
1
ii. Uitzet dilaksanakan oleh penyedia jasa dan harus disetujui direksi konsultan
supervisi.
iii. Titik tetap bantu harus disiapkan oleh penyedia jasa untuk dipakai sebagai
titik utama dalam pelaksanaan dan pemeriksaan. Titik tetap bantu tidak
boleh berubah kedudukannya maupun ketinggiannya dan harus jelas di cat
merah agar mudah dilihat.
iv. Pengukuran dilakukan menggunakan theodolite atau water pass.
v. Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan harus dilakukan pengukuran dilokasi
proyek untuk mendapatkan gambar Topografi dan Elevasi di lokasi tersebut.
Dari hasil pengukuran tersebut ditentukan tata letak dan titik ikat dari
bangunan-bangunan yang akan dikerjakan kemudian. Pengukuran
dilaksanakan oleh Juru Ukur yang berpengalaman dibantu oleh tenaga kerja
yang telah dipilih untuk pekerjaan ini. Setelah selesai dilanjutkan dengan
pemasangan bowplank sebagai acuan untuk pelaksanaan pekerjaan.

4. TEKNIS PEKERJAAN
4.1. PEKERJAAN KAYU
Pemasangan Kayu Cerocok

Kayu cerocok yang digunakan adalah kayu lurus bulat tidak pecah kualitas baik
berdiamter 10-15 cm’ dengan panjang 4 m’ dibenam sampai mencapai lapisan tanah
keras dengan jarak 100 cm’ dimana dalam 1m2 ditambahkan 1 buah cerocok pada
posisi antara satu dan lainnya/ as ke as.
a) Penentuan lokasi
- Pasang patok patok ukur untuk menetukan lebar dan panjang pemancangan.
- Tentukan tempat kedudukan tiang tiang cerocok kayu yang akan dipancang dan
diberi tanda dengan menggunakan patok patok.
b) Penyiapan lokasi
- Bersihkan tanah dasar yang dapat mengganggu pelaksanaan
- Ratakan lahan dengan cara penyiapan lahan
c) Pelaksanaan
- Runcingkan bagian ujung bawah cerocok kayu agar mudah menembus lapisan
tanah
- Pasang perancah atau platform sedemikian rupa sehingga orang/alat dapat
dengan mudah memukul kepala tiang pada ketinggian tertentu
- Ratakan bagian ujung tiang yang akan dipukul
- Tegakkan tiang cerocok dan masukkan sedikit kedalam tanah agar dpat dipukul
dengan stabil dan tetap tegak lurus
- Pukul tiang cerocok kayu hingga mencapai lapisan tanah keras/kedalaman
rencana.

1
4.2. PEKERJAAN PEMASANGAN BATU KOSONG
a) Pemasangan Batu Kosong 200Kg-300Kg
Bahan yang digunakan adalah batu kosong yang beratnya 200 Kg - 300Kg batu
kosong yang beratnya <200-300Kg akan digunakan sebagai batu pengunci atau
pengisi dicelah-celah pasangan batu kosong yang mempunyai rongga.
b) Mutu
Mutu batu harus disesuaikan dengan Standart Nasional Indonesia

Tahapan Pelaksanaan
Pelaksanaan pemasangan batu kosong dilaksanakan setelah pemasangan bowplank,
pemasangan kayu cerocok serta penghamparan geotekstile Non Woven dilaksanakan.
Pemasangan batu kosong harus rapat, rapi dan setiap rongga harus diisi dengan batu
yang sesuai dengan besarnya rongga. Sehingga bentuk dimensi dari pasangan batu
terlihat baik.
Penyusunan batu kosong dilakukan menggunakan excavator standart setelah
geotekstile non woven dibentangkan selanjutnya penghamparan batu kosong
menggunakan excavator sandart arm. Batu didekatkan ke titik pengerjaan dari
tumpukan batu hasil dari pengiriman melalui tongkang dsb. Excavator memindahkan
batu yang telah didekatkan ke titik pengerjaan dan menyusunnya. Penyusunan dan
penempatan dari batu kosong ini dibantu dengan tenaga manusia untuk menagtur
posisi dan kuncian, sehingga batu terpasang kokoh dan saling mengunci satu sama
lainnya. Selama masa pelaksanaan pekerjaan tenaga kerja diharuskan untuk berhati-
hati dan selalu mengggunakan APD (Alat Pelindung Diri) untuk
mencegah/meminimalisir kecelakaan kerja. Pekerja merapikan susunan batu yang
telah dituang dari bucket excavator, sesuai dengan profil melintang bowplank.

4.3. PEMASANGAN GEOTEKSTILE NON WOVEN


Bahan Geotekstile Non Woven 400gr/m2 dengan tebal 4 mm’ digunakan sebagai
matras berfungsi sebagai pondasi bawah batu kosong. Tujuan pemasangan geotekstile
non woven mengamankan konstruksi tumpukan batu yang terletak dipasir, terlepas
dari tumpukan untuk mencegah keruntuhan dan scouring.
Pekerjaan pemasangan geotekstile non woven meliputi pengadaan sampai di lokasi
proyek serta pemasangannya dilapangan. Geotekstile di order dari pabrik sesuai
dengan jumlah kebutuhan pemakaian dilapangan. Pengiriman geotekstile ke lapangan
menggunakan truk, geotekstile segera di turunkan dari truk dan disimpan dalam
gudang setelah sampai dilokasi proyek. Geotekstile disimpan dalam gudang yang
terlindung sehingga material tersebut terhindar dari kerusakan selama penyimpanan.

Tahapan pekerjaan
a) Pengukuran dan pemasangan bowplank untuk memberi tanda batas pekerjaan,
sekaligus untuk acuan menghitung volume pekerjaan.
b) Siapkan semua peralatan yang akan digunakan, pastikan semua dalam kondisi siap
pakai.
c) Lokasi pekerjaan lebih dulu dibersihkan.
d) Geotekstile diangkut dari gudang ke lokasi dengan hati-hati supaya tidak terjadi
kerusakan.

1
e) Geotekstile digelar dilapangan, sebelum digelar geotekstile terlebih dahulu harus
dianyam/dijahit dengan menggunakan benang nilon dan jarum jahit tangan sesuai
dengan lebar kebutuhan yang akan dipasang/digelar.
f) Geotektile yang sudah dianyam digulungkan ke alat bantu (pipa besi) yang telah
beri gantungan.
g) Geotekstile yang sudah digelar pada bagian sisi luar diberi pemberat/batu yang
berfungsi sebagai pengunci. Kemudian dilanjutkan dengan batu kosong dengan
menggunakan excavator yang dituangkan kebagian tengah geotekstile yang
digelar. Pengisian awal berfungsi juga sebagai pengunci geotekstile yang
dituangkan dengan bucket excavator secara acak per jarak 1-2 meter.
h) Setelah dipastikan tidak terlipat dan tergantung, maka pengisian batu kosong
dapat dilanjutkan dengan menggunakan excavator sampai mencapai elevasi yang
ditentukan.