Jelajahi eBook
Kategori
Jelajahi Buku audio
Kategori
Jelajahi Majalah
Kategori
Jelajahi Dokumen
Kategori
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bila kita berbicara masalah pendidikan pasti , dalam diri kita semua kita ingin
mempunyai anak yang terdidik, pandai, berahlak, punya daya kreatifitas, motivasi yang
tinggi dalam menjalani studinya sehingga ketika mereka lulus, mereka dapat menjadi
manusia-manusia yang berguna bagi keluarga , masyarakat , negara dan agamanya.
Kewajiban sebagai pendidik atau guru , tidak hanya transfer of Knowlegde tapi
juga dapat mengubah prilaku, memberikan dorongan yang positif sehingga siswa
termotivasi, memberi suasana belajar yang menyenangkan, agar mereka bisa berkembang
semaksimal mungkin. Guru tidak hanya mengolah otak siswanya tapi juga mengolah jiwa
anak didiknya, bila seorang guru hanya mengolah otak tampa mempedulikan jiwa anak
1
didiknya, alhasil mereka tumbuh menjadi manusia robot yang tidak berhati. Anak yang
cerdas, bukan saja anak yang nilai ulangannya baik, nilai rapornya tinggi, tapi emosional
dan fungsi motoriknya berjalan dengan baik
Mungkin tidak salah kalau kita menyimak apa kata paul Lawrence dan Nitin
Nohria (Driveb : How Human Nature Shapes Our Choice) seperi yang dikutip oleh taufik
pasiak 4 dorongan manusia melakukan sesuatu: (1) to aquire (dorongan untuk
memperoleh sesuatu), (2) to bond (dorongan membangun hubungan), (3) to learn
(dorongan untuk memahami), (4) to defend (dorongan untuk mempertahankan semua
yang dimiliki). Seorang guru yang baik dapat menciptakan iklim belajar dan mengajar
yang sehat dan menyenangkan kelasnya sehingga bisa memberikan dorongan kepada para
siswanya agar mempunyai motivasi yang tinggi , dan memberikan dorongan yang positif.
2
Paradigma lama masih melekat karena kebiasaan yang susah diubah, paradigma
mengajar masih tetap dipertahankan dan belum berubah menjadi peradigma
membelajarkan siswa. Padahal, tuntutan KBK, pada penyusunan RPP menggunakan
istilah skenario pembelajaran untuk pelaksanaan pembelajaran di kelas, ini berarti bahwa
guru sebagai sutradara dan siswa menjadi pemain, jadi guru memfasilitasi aktivitas siswa
dalam mengembangkan kompetensinya sehingga memiliki kecakapan hidup (life skill)
untuk bekal hidup dan penghidupannya sebagai insan mandiri.
Demikian pula, pada pihak siswa, karena kebiasaan menjadi penonton dalam
kelas, mereka sudah merasa enjoy dengan kondisi menerima dan tidak biasa memberi.
Selain dari karena kebiasaan yang sudah melekat mendarah daging dan sukar diubah,
kondisi ini kemungkinan disebabkan karena pengetahuan guru yang masih terbatas
tentang bagaimana siswa belajar dan bagaimana cara membelajarkan siswa.
Karena penghargaan terhadap profesi guru sangat minim, sehingga para guru
tidak mempunyai waktu yang cukup untuk membaca buku yang aktual. Karena mereka
sangat sibuk untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, dan memang itu kewajiban utama,
apalagi untuk membeli buku pembelajaran yang inovatif, itu adalah suatu hal yang
sangat sulit untuk dilakukan. Mereka bukan tidak mau meningkatkan kualitas
pemebelajaran, tetapi situasi dan kondisi kurang memungkinkan. Permasalahannya
adalah bagaimana mengubah kebiasaan prilaku guru dalam kelas, mengubah paradigma
mengajar menjadi membelajarkan, sehingga misi KBK dapat terwujud. Dengan
paradigma yang berubah, kemungkinan kebiasaan murid yang bersifat pasif sedikit demi
sedikit akan berubah pula menjadi aktif.
Tugas utama guru adalah membelajarkan siswa, yaitu mengkondisikan siswa agar
belajar aktif sehingga potensi dirinya (kognitif, afektif, dan konatif) dapat berkembang
dengan maksimal. Dengan belajar aktif, melalui partisipasi dalam setiap kegiatan
pembelajaran, akan terlatih dan terbentuk kompetensi yaitu kemampuan siswa untuk
melakukan sesuatu yang sifatnya positif yang pada akhirnya akan membentuk life skill
sebagai bekal hidup dan penghidupannya. Agar hal tersebut di atas dapat terwujud, guru
sepantasnya mengetahui bagaimana cara siswa belajar dan menguasai berbagai cara
3
membelajarkan siswa. Model belajar akan membahas bagaimana cara siswa belajar,
sedangkan model pembelajaran akan membahas tentang bagaimana cara membelajarkan
siswa dengan berbagai variasinya sehingga terhindar dari rasa bosan dan tercipta suasana
belajar yang nyaman dan menyenangkan. Dan di dalam makalah ini, penulis akan
membahas mengenai model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) yang
diterapkan pada pelajaran Fisika.
B. PERMASALAHAN
Di dalam makalah ini ada beberapa permasalahan pokok yang akan kita bahas,
yaitu:
C. TUJUAN
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Strategi Belajar
Mengajar. Tetapai penulis berharap agar mafaat dari pembuatan makalah ini tidak sebatas
hanya sampai disitu saja. Penulis berharap, agar para pembaca makalah ini akan lebih
memahami mengenai apa itu model pembelajaran. Dan dengan adanya makalah ini,
penulis berharap agar para pembaca yang tertarik dengan penerapan model pembeajaran
TGT, bisa lebih memahami dan lebih mengerti bagaimana menerapkan model TGT ini.
Dan di dalam makalah ini juga terdapat sedikit pembahasan mengenai model koopertaif,
dimana para pembaca bisa melihat bagimana penerapan pembelajaran kooperaif yang
tepat dan apa keuntungan serta kekurangannya.
4
BAB II
PEMBAHASAN
5
Menurut Bruce Joyce, dkk, Models of teaching atau model pembelajaran adalah
model pelajaran, untuk membantu siswa mendapatkan informasi, ide, keterampilan, nilai-
nilai, kemampuan berfikir, dan dapat mengaktualisasi diri, juga diajarkan kepada siswa
bagaimana belajar yang efektif dan sistematis sehingga kedepan dihasilkan siswa yang
dapat meningkatkan kemampuannya belajar lebih mudah dan efektif dalam keilmuan dan
keterampilan, karena mereka sudah memdapat proses pembelajaran yang tuntas.
6
B. KONSEP DASAR MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF
1). Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “tenggelam atau berenang
bersama.”
2). Para siswa harus memiliki tanggungjawab terhadap siswa atau peserta didik lain
dalam kelompoknya, selain tanggungjawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari
materi yang dihadapi.
3). Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama.
4). Para siswa membagi tugas dan berbagi tanggungjawab di antara para anggota
kelompok.
5). Para siswa diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh
terhadap evaluasi kelompok.
6). Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan
bekerja sama selama belajar.
7
7). Setiap siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang
ditangani dalam kelompok kooperatif.
Menurut Jhonson, Jhonson & Jhonson-Holubec (dalam Vernon F. Jones & Louise
S. Jones, 1998 : 214) ada 5 elemen dasar dalam penerapan model pembelajaran
kooperatif, yaitu:
8
4. Kemampuan untuk bekerja sama
5. Proses kelompok
1. Rasa menghargai terhadap orang lain dan dapat menerima semua perbedaan
(pruralism) yang ada (respect for dignity of all and commitment to prulism)
2. Mempunyai kepercayaan diri sebagai seorang pelajar yang memang tugasnya
adalah belajar (independence as a learner)
3. kesanggupan bersosial (commitment to Social )
4. mempunyai kepribadian yang hangat (interpersonal warmth and affiliation)
5. kostruksi bagaimana kita memandang ilmu pengetahuan
6. kedisiplinan dalam mencari
7. efektivitas proses pembelajaran kelompok dan kepemimpinan
Dalam setiap model pembelajaran yang sangat banyak jenisnya, tentu setiap
masing-masing model pembelajaran tersebut mempunyai ciri dan karakteristik yang
berbeda. Beberapa ciri dari pembelajaran kooperatif adalah;
9
C. PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS
GAMES TOURNAMENT (TGT)
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model
pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa
tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan
mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan
yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat
belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan
sehat dan keterlibatan belajar.
10
Tournaments (TGT) adalah salah satu model pembelajaran yang menarik karena di
dalamnya terdapat kegiatan turnamen akademik yang diharapkan dapat membuat siswa
agar lebih kreatif, cepat dan tepat dalam memecahkan masalah matematika dan dapat
meningkatkan sikap positif siswa terhadap pelajaran, mendorong siswa berpartisipasi
aktif dan dapat menghadapkan siswa pada keterampilan yang menantang agar siswa
terlatih melakukan pemecahan suatu masalah dan berpikir analitik.
Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap
kelompok bisa sama bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja
sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamikia kelompok kohesif
dan kompak, serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskuisi nyaman dan
menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap
terbuka, ramah , lembut, santun, dan ada sajian bodoran. Setelah selesai kerja
kelompok sajikan hasil kelompok sehingga terjadi diskusi kelas.
Secara umum ada 5 komponen utama dalam penerapan model TGT, yaitu:
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas atau
sering juga disebut dengan presentasi kelas (Class Presentations). Kegiatan ini biasanya
dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah yang dipimpin olehguru.
Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami
materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat
kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.
11
2. Kelompok (Teams)
3. Permainan (Games)
4. Turnamen (Tournament)
12
5. Penghargaan Kelompok (Team recognition)
Sesuai dengan kelima komponen diatas, maka secara singkat skenario dalam
model TGT ini adalah sebagai berikut:
13
Kelebihan model pembelajara kooperatif tipe TGT :
1. Model TGT tidak hanya membuat siswa yang cerdas (berkemampuan kademis
tinggi) lebih menonjol dalm pembelajaran, tetapi siswa yang berkemampuan
akademi lebih rendah juga ikut aktif dan mempunyai peranan yang penting
dalam kelompoknya.
2. Dengan model pembelajaran ini, akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan
saling menghargai sesama anggota kelompoknya.
3. dalam model pembelajaran ini, membuat siswa lebih bersemangat dalam
mengikuti pelajaran. Karena dalam pembelajaran ini, guru menjanjikan sebuah
penghargaan pda siswa atau kelompok terbaik.
4. dalam pembelajaran siswa ini membuat siswa menjadi lebih senang dalam
mengikuti pelajaran karena ada kegiatan permainan berupa tournamen dalam
model ini.
1. dalam model pembelajaran ini, harus menggunakan waktu yang sangat lama.
2. guru yang menggunakan model pembelajaran ini, guru harus pandai memilih
materi pelajaran yang cocok untuk model ini.
3. guru harus mempersiapkan model ini dengan baik sbelum diterapkan. Misalnya
membuat soal untuk setiap meja touramen, dan guru harus tau urutan akademis
siswa dari yang tertinggi hingga terrendah.
14
D. PROSEDUR PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MODEL KOOPERATIF TIPE TGT
1. Rangking siswa dalam kelas berdasarkan prestasi akademis dari yang tertinggi
sampai pada yang berkemampuan rendah. Gunakan informasi apa saja yang dapat
digunakan untuk erangking siswa tersebut.
2. Menentukan jumlah anggota setiap tim, seaiknya beranggotakan 4 orang siswa jika
mungkin. Untuk menentukan banyaknya siswa dalam kelompok yang akan
dibentuk, bagilah jumlah siswa dalam kelas dengan 4. Jika hasilnya tidak bulat,
misalnya : jumlah siswa 34 orang maka ada 8 kelompok yang beranggotakan 4
orang dan 2 kelompok yang beranggotakan 5 orang.
3. Usahakan agar rata-rata kemampuan siswa dalam setiap kelompok relatif sama.
Gunakan rangking dalam menentukan anggota kelompok. Contoh : jika
menggunakan 8 kelompok, maka kita bisa menggunakan huruf A sampai H. Mulai
15
pada posisi rangking atas berialah tanda A ; berikan abjad sampai seterusnya.
Ketika sampai pada huruf terakhir, kembalilah lagi pemberian abjad berlawanan
dengan urutan abjad yang telah dibuat. Siswa harus dicek apakah ras, etnik dan
jenis kelamin telah seimbang. Tetapi jika tim yang dibentuk berdasarkan rangking
kemampuan bukan atas dasar penyeimbang jenis kelamin atau suku, atur siswa
supaya setiap tim memiliki tingkat kemampuan yang relatif sama, sehingga
keseimbangan tim bisa tercapai.
4. Isilah lembar ringkasan yang memuat nama tim. Isilah nama siswa pada tiap tim
yang dibentuk.
TGT dilakukan dengan jadwal aktivitas yang dideskripsikan sebagai berikut ini.
Sesudah guru memberikan pelajaran, umumkan pembagian tim dan suruh siswa untuk
membentuk meja kelompok. Katakan bahwa mereka akan belajar bersama dalam timnya
dan akan bertanding dalam turnamen akademik untuk menambah skor timnya dan tim
yang memperoleh skor tertinggi akan mendapat penghargaan.
16
3). Jadwal Aktivitas
17
c). Praktek Terkendali (Guided Practice)
Tim belajar terdiri atas 4 sampai 5 orang siswa yang berbeda dalam kemampuan
akademik ataupun jenis kelamin. Fungsi kelompok belajar ini adalah untuk memastikan
bahwa anggota kelompok telah belajar dalam timnya, dan terutama untuk menyiapkan
turnamen akademik. Selama belajar dalam kelompok, anggota tim belajar bertugas untuk
menguasai materi yang diajarkan dalam pelajaran dan menolong anggota timnya untuk
menguasai materi. Siswa mengerjakan LKS dan lembar jawaban dapat mereka gunakan
untuk melatih keterampilan mereka. Secara khusus, sebelum memulai kerja kelompok
diskusikan aturan-aturan berikut:
18
1. Pada awal masuk turnamen, umumkan pembagian meja turnamen dan mintalah
siswa membentuk meja bersama. Acak buatlah nomor meja tersebut, sehingga
siswa bisa mengetahui mana meja yang digunakan untuk turnamen siswa yang
berkemampuan akademik tinggi dan meja mana yang digunakan untuk siswa yang
berkemampuan akademik yang kurang. Setelah meja untuk turnamen selesai
dipersiapkan, guru bisa membagaikan kartu pertanyaan untuk setiap meja turnamen
sesuai dengan jumlah peserta yang akan mengisi setiap meja. Kartu-kartu yang
berisi soal (pertanyaan) ini telah dipersiapkan oleh guru terlebih dahulu
sebelumnya. Dimana soal-soal yang dibuat ini, telah dirancang gru dengan sebaik-
baiknya. Soal-soal yang dibuat guru ini mempunyai tingkatan yang berbeda,
disesuaikan denagan kemampuan siswa yang diperkirakan akan mengisi meja
turnamen. Misalkan pada meja turnamen 1, diisi oleh siswa-siswa yang
berkemampuan akademik tinggi. Maka soal-soal yang diletakkan pada meja 1 ini
adalah soal-soal yang mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Kemudian pada
meja turnamen 2, diisi oleh siswa-siswa yang berkemampuan sedang. Maka soal-
soal yang diletakkan pada meja 2 ini mempunyai tingkat kesukaran yang sedang.
Dan begitu juga untuk meja-meja turnamen selanjutnya.
2. Untuk memulai game, siswa bisa mempersiapkan semua peralatan yang mungkin
diperlukan saat turnamen berlangsung. Kemudian sesuai dengan kesepakatan dari
setiap kelompok, untuk mengirim satu orang anggota timnya untuk mengisi satu
meja turnamen yang telah disipakan.
3. Saat turnamen dimulai, setiap siswa pada meja turnamen bisa mulai mengerjakan
soal-soal pada kartu yang telah terdapat didepan mereka, dimulai dari kartu yang
paling atas hingga yang paling bawah. Siswa boleh melewatkan kartu soal yang
mereka jawab jika mereka merasa tidak mampu mengerjakannya. Demikian juga
untuk meja-meja turnamen yang lainnya.
Semua siswa yang mengikuti turnamen harus bermain pada waktu yang sama.
Ketika siswa bermain, guru bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dan yakinkan
bahwa setiap siswa mengerti prosedur game. 10 menit sebelum waktu berakhir, siswa
diminta berhenti mengerjakan soal dan diminta mengumpulkan soal-soal yang mereka
19
jawab. Guru bisa mengoreksi soal-soal yang dijawab dengan benar oleh siswa dan
menghitung jumlah kartu yang terjawab oleh setiap siswa bersama-sama dengan semua
siswa. Setelah menghitung jumlah kartu yang telah dijawab setiap siswa dengan benar
siswa mengisi nama, tim dan jumlah kartu yang dijawab pada lembar poin game.
Meja Turnamen 1
Secara umum pada meja yang terdiri dari 3 orang siswa dengan tidak ada seri,
siswa mendapat skor tertinggi diberi poin 60, skor kedua mendapat poin 40 dan skor
terendah mendapat poin 20. Jika ada kurang atau lebih dari 3 pemain dalam satu meja
turnamen atau jika ada seri, guru bisa menggunakan tabel berikut sebagai pedoman.
Ketika semua siswa telah menghitung poin turnamen, mintalah siswa mengumpulkan
lember skor game. Pedoman pemberian poin dapat dilihat pada tebel berikut ini:
20
Poin
Menegah 30 30 40 30 50 30 40 30
Ke Bawah
Poin
20 20 20 30 20 30 40 30
Terendah
Sumber : http//www.postdam.edu/EDUC/GLC/ike/tgt.html
Pemain Tanpa Seri Seri Di Atas Seri Di Bawah Ke-3 nya Seri
Poin Tertinggi 60 50 60 40
Poin Tengah 40 50 30 40
Poin Terendah 20 20 30 40
Sumber : http//www.postdam.edu/EDUC/GLC/ike/tgt.html
Secepatnya setelah turnamen selesai, tentukan skor tim dan siapkan sertifikat tim
atau tulis berita kelas untuk mengumumkan hasil turnamen. Untuk melakukan ini, periksa
poin turnamen pada skor game kemudian pindahkan poin turnamen tiap siswa pada
lembar rangkuman untuk timnya, jumlahkan skor anggota tim dan bagi jumlah skor total
tim dengan jumlah anggotanya yang bermain.
Dalam penerapan model TGT ini ada 3 tingkatan penghargaan yang diberikan
berdasarkan rat-rata skor tim, yaitu:
21
E. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT
V. Indikataor :
1. Mengidentifikasi suhu
2. Mengidentifikasi alat ukur suhu (termometer)
3. Menyelesaikan soal-soal tentang suhu dan termometer
22
VI. Tujuan pembelajaran :
23
B. Kegiatan inti (60 menit)
24
6. Guru bersama-sama dengan siswa, mengoreksi kartu-kartu yang
dijawab oleh peserta turnamen. Sambil menuliskan poin yang didapat setiap peserta
di papan tulis dan siswa pada setiap meja turnamen diurutkan dari siswa yang
mendapat poin tertinggi hingga terendah, untuk diberi gelar Superior, Very Good,
Good dan Medium, sesuai poin yang didapat. Pemberian poin pada siswa berdasarkan
dengan tabel pedoman pemberian poin untuk model tgt dan waktu untuk kegiatan ini
sekitar 15 menit.
⊗ Buku teks : FISIKA untuk SMA kelas X, Jilid 1. Karangan Drs. Supiyanto,
M.si. halaman: 139-155.
⊗ Buku teks : Seribu pena FISIKA SMA untuk kelas X. Karangan Ir.
Marthen Kanginan, M.Sc. Halaman 153-166.
X. Penialaian :
Dalam penerapan model pembelajaran ini, semua siswa diikut sertakan dalam
kegiatan turnamen. Dan setiap siswa akan menjawab maksimal 10 soal. Sehingga
penialaian untuk model ini adalah:
25
Jumlah soal yang dijawab dengan benar
Nilai = Jumlah soal maksimal yang dijawab setiap siswa ×100
Suhu didefenisikan sebagai ukurn derajat panas atau dinginnya suatu benda atau
sistem. Benda yang panas memiliki suhu yang tinggi, sedangkan benda yang dingin
memiliki suhu yang rendah. Pada hakikatnya, suhu adalah ukuran energi kinetik rata-rata
yang dimiliki oleh partikel dalam suatu benda. Dengan demikian, suhu mengambarakan
bagaimana gerakan molekul-molekul benda. Pada saat kita memanaskan atau
mendinginkan suatu benda sampai pada suhu tertentu, beberapa sifat fisik benda tersebut
berubah. Sifat-sifat benda yang bisa berubah akibat adanya perubahan suhu, disebut sifat
termometrik. Contoh sifat termometrik tersebut adalah panjang logam, volume zat cair,
dan lain sebagainya. Dengan demikian adanya perubahan sifat termoetrik menunjukkan
adanya perubahan suhu suatu benda. Dan berdasarkan sifat termometrik tersebut, kita
mengenal alat yang digunakan untuk mengukur suhu sebuah benda yaitu Termometer.
26
diantaranya, yaitu termometer raksa, termometer alkohol, termometer gas, termometer
bimetal, termometer hambatan, termokopel, dan pirometer.
1). Air raksa lebih cepat berubah terhadap perubahan suhu yang sangat kecil.
2). Air raksa tidak menempel (membekas / meninggalkan sisa) pada dinding kaca
termometer.
3). Air raksa memili wara, sehingga lebih mudah diamati tanpa harus dicampurkan
pewarna terlebih dahulu.
27
Tegangan listrik di Jangkauan luas, cukup akurat, kuat dan
Termokopel antara logam yang kompak, serta cocok untuk perubahan
berbeda suhu mendadak
Pembuatan skala pada termoemter memerlukan dua titik acuan. Titik acuan
pertama yang disebut sebagai titki tetap bawah pada umumnya dipilih tititk beku air,
yaitu suhu campuran antara es dan air pada tekanan normal. Titik acuan kedua yang
disebut titik tetap atas dipilih titik didih, yaitu suhu ketika air mendidih pada tekanan
normal.
Kita dapat melakukan konversi skala dari satu termometer ke termometer yang
lain. Sebagai contoh, suhu suatu benda menunjukkan skala X ketika diukur dengan
termometer X yang memiliki Tb = Xb dan Ta = Xa. Maka, ketika suhu benda tersebut
diukur dengan menggunakan termometer Y yang memiliki Tb = Yb dan Ta = Ya, skala Y
akan menunjukkan angka yang dapat dihitung dengaan rumus:
X −X b Y − Yb
=
X a − X b Ya − Yb
Terdapat empat macam skala yang biasa digunakan dalam pemgukuran suhu,
yaitu skala Celcius, skala Fahrenheit, skala Reamur, dan skala Kelvin. Pada skala Celsius
digunakan titik lebur es murni sebagai titik tetap bawah dan ditandai dengan angka 0.
sedangkan untuk menyatakan titik tetap atas digunakan titik didih air pada tekanan
atmsofer dan ditandai dengan angka 100, sehingga ada 100 pembagian skala.
28
Pada skala Fahrenheit, penentuan suhu nol derajat digunakan suhu campuran es
dan garam. Titik tetap bawah dan titik tetap atasnya dinyatakan pada skala 32 dan 212,
sehingga ada 180 pembagian skala. Pada skala Reamur, penentuan titik tetpa nawah dan
titik tetap atas seperti pada skal Celcius, namun dinyatakan dalam skala 0 dan 80,
sehingga ada 80 pembagian skala.
Pada skala Kelvin, penentuan suhu nol derajat digunakan suhu terendah yang
dimiliki oleh suatu partikel yang setara dengan -273,15oC, yaitu keadaan dimana energi
kinetik rata-rata partikel sama dengan nol, sehingga tidak ada panas yang terukur atau
sering disebut denga suhu nol mutlak. Setiap satu skala Kelvin sama denga satu skala
Celcius, sehingga titik tetap bawah dan titik tetap atas skala Kelvin masing-masing
adalah 273 K dan 373 K. Pada skala tidak ada suhu yang bernilai negative sehingga
disebut sebagai skala suhu mutlak atau skala termodinamik, dan skaligus Kelvin
digunakan sebagai satuan SI untuk suhu. Perbandingan keempat skala suhu adalah
tampak pada gambar di bawah ini.
29
Skala Celsius Fahrenheit Reamur Kelvin
5 5
Celsius C= ( F - 32) C= R C = K - 273
9 4
9 9 9
Fahrenheit F= C + 32 F= R + 32 F= ( K - 273) + 32
5 4 5
4 4 4
Reamur R= C R= ( F - 32) R = ( K - 273)
5 9 5
5 5
Kelvin K = C + 273 K= ( F - 32) + 273 K= R + 273
9 4
…………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………….
30
………………………………………………………………………….....
3. Tuliskan perbadingan skala suhu, utuk termometer Celcius, Fahrenheit, Reamur dan
Kelvin!
Jawaban :
…………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………….
4. Jika suhu suatu benda diukur denga termometer Celsius terbaca 32oC, maka berapa
suhu benda tersebut jika diukur dengan termometer Kelvin?
Jawaban :
…………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………….
31
…………………………………………………………………………….
1. Suhu didefenisikan sebagai ukuran atau derajat panas atau dinginnya suatu benda
atau sistem.
Penyelesaian :
K = C + 273
K = 32 + 273
32
K = 305 K
5. Suhu nol mutlak adalah suhu dimana energi kinetic rata-rata yang bekerja pada
partikel-partikel zat sama dengan nol, sehingga tidak ada panas yang terukur.
2. Sebutkan alasan mengapa air raksa lebih baik digunakan pada termometer, jika
dibandingkan dengan alkohol dan air!
8. Apa yang terjadi pada partikel suatu zat, saat berada pada suhu –273,15o C?
9. Sebutakan minimal 3 sifat termometrik zat yang dijadikan sebagai dasar dalam
pembuatan termometer!
10. Pada suhu berpakah skala Fahrenheit dan skala Celcius menunjukkan angka yang
sama?
33
Soal untuk meja turnamen 2
2. Tuliskan perbadingan skala suhu, utuk termometer Celcius, Fahrenheit, Reamur dan
Kelvin!
6. Apa yang terjadi pada energi kinetik rata-rata partikel suatu zat, jika suhu zat
tersebut dinaikkan!
8. Apa yang terjadi pada partikel suatu zat, saat berada pada suhu –273,15oC?
9. Sebutakan minimal 3 sifat termometrik zat yang dijadikan sebagai dasar dalam
pembuatan termometer!
10. Apa dasar penentuan titik tetap bawah dan titik tetap atas pada skala termometer
Celcius?
34
Soal untuk meja turnamen 3
6. Apa yang terjadi pada energi kinetik rata-rata partikel suatu zat, jika suhu zat
tersebut dinaikkan!
9. Mengapa air raksa lebih sering digunakan untuk mengisi tabung termometer, jika
dibandingkan dengan alkohol dan air?
10. Apa dasar penentuan titik tetap bawah dan titik tetap atas pada skala termometer
Celcius?
35
Soal untuk meja turnamen 4
9. Mengapa air raksa lebih sering digunakan untuk mengisi tabung termometer, jika
dibandingkan dengan alkohol dan air?
36
Kunci Jawaban Untuk Meja Turnamen 1
2. Air raksa lebih sering digunakan untuk mengisi termometer, jika dibandingkan
degan air dan alkohol, karena:
1). Air raksa lebih cepat berubah terhadap perubahan suhu yang sangat kecil.
2). Air raksa tidak menempel (membekas / meninggalkan sisa) pada dinding kaca
termometer.
3). Air raksa memili wara, sehingga lebih mudah diamati tanpa harus
dicampurkan pewarna terlebih dahulu.
3. Jangkauan luas, sangat akurat, dan tidak cocok untuk perubahan suhu mendadak.
4. Suhu nol mutlak adalah suhu paling rendah yang mungkin dimiliki oleh suatu zat.
Dimana energi kinetik rata-rata partikel zat tersebut sama dengan nol, sehingga
tidak ada kalor yang mengalir.
5. Diketahui : C = 25o C
Ditanyakan : F = ….? Dan R = ….?
Penyelesaian :
9 9
F= C + 273 = ⋅ 25 + 273 = 318o F
5 5
37
4 4
R= C = ⋅ 25 = 20o R
5 5
5
7. K= (F - 32) + 273
9
8. Saat berada pada suhu -273,15o C, partikel-partikel suatu zat akan berhenti bergerak
(diam), karena energi kinetik rata-ratnya adalah sama dengan nol.
9. Beberapa sifat termometrik zat yang dijadikan sebagai dasar pembuatan termometer
diantaranya ialah:
10. Misalkan skala Fahrenheit dan skala Celcius menunjukkan angka yang sama (X),
maka TF = TC = X. dari hubungan antara skala Fhrenheit dan Celcius, maka
diperoleh:
38
9 9
F= C + 32 ⇔ F - 32 = ⋅C
5 5
9 5 9
X - 32 = ⋅X ⇔ X - X = 32
5 5 5
4 5
− X = 32 ⇔ X = − ⋅ 32
5 4
X = -40
1. Jika dilihat dari segi enegri kinetik, suhu merupakan ukuran energi kinetik rata-rata
partikel dalam suatu benda.
4. Suhu nol mutlak adalah suhu paling rendah yang mungkin dimiliki oleh suatu zat.
Dimana energi kinetik rata-rata partikel zat tersebut sama dengan nol, sehingga
tidak ada kalor yang mengalir.
5. Diketahui : F = 122o F
Ditanyakan : C = ….?
Penyelesaian :
5 5
C= (F - 32) = ⋅ (122 - 32) = 50o C
9 9
39
6. Suhu merupakan ukuran energi kinetik rata-rata yang dimiliki partikel zat.
Sehingga, jika suhu zat tersebut dinaikkan, maka energi kinetik rata-rata partikel zat
tersebut juga akan semakin tinggi.
4
7. R= (F - 32)
9
8. Saat berada pada suhu -273,15o C, partikel-partikel suatu zat akan berhenti bergerak
(diam), karena energi kinetik rata-ratnya adalah sama dengan nol.
9. Beberapa sifat termometrik zat yang dijadikan sebagai dasar pembuatan termometer
diantaranya ialah:
10. Pada skala Celcius, digunakan titik lebur es murni sebagai dasar penentuan titik
tetap bawah dan untuk menyatakan titik tetap atas digunakan titik didih air pada
tekanan atmsofer.
40
Kunci Jawaban Untuk Meja Turnamen 3
1). Titik tetap bawah, pada umumnya dipilih titik beku air.
2). Titik tetap atas, pada umumnya dipilih titik didih air.
4. Skala suhu Kelvin disebut sebagai skala suhu mutlak karena pada skala ini tidak ada
suhu yang bernilai negatif.
5. Diketahui : K = 173 K
Ditanyakan : R = ….?
Penyelesaian :
4 4
R= (K - 273) = ⋅ (173 - 273) = -80o R
5 5
6. Suhu merupakan ukuran energi kinetik rata-rata yang dimiliki partikel zat.
Sehingga, jika suhu zat tersebut dinaikkan, maka energi kinetik rata-rata partikel zat
tersebut juga akan semakin tinggi.
41
9
7. F= R + 32
4
10. Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa air raksa sering digunakan untuk
mengisi termometer, dibandingkan air dan alkohol, yaitu:
1). Air raksa lebih cepat berubah terhadap perubahan suhu yang sangat kecil.
2). Air raksa tidak menempel (membekas / meninggalkan sisa) pada dinding kaca
termometer.
3). Air raksa memili wara, sehingga lebih mudah diamati tanpa harus
dicampurkan pewarna terlebih dahulu.
11. Pada skala Celcius, digunakan titik lebur es murni sebagai dasar penentuan titik
tetap bawah dan untuk menyatakan titik tetap atas digunakan titik didih air pada
tekanan atmsofer.
42
Kunci Jawaban Untuk Meja Turnamen 3
1). Titik tetap bawah, pada umumnya dipilih titik beku air.
2). Titik tetap atas, pada umumnya dipilih titik didih air.
3. Karakteristik termometer raksa dalam pipa ialah, sederhana, murah, mudah dibawa,
dan langsung dapat dibaca.
4. Skala suhu Kelvin disebut sebagai skala suhu mutlak karena pada skala ini tidak ada
suhu yang bernilai negatif.
5. Diketahui : K = 173 K
Ditanyakan : C = ….?
Penyelesaian :
C = K - 273 = 173 - 273 = -100o C
6. Suhu merupakan ukuran energi kinetik rata-rata yang dimiliki partikel zat.
Sehingga, jika suhu zat tersebut dinaikkan, maka energi kinetik rata-rata partikel zat
tersebut juga akan semakin tinggi.
43
4
R= C
5
9. Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa air raksa sering digunakan untuk
mengisi termometer, dibandingkan air dan alkohol, yaitu:
4). Air raksa lebih cepat berubah terhadap perubahan suhu yang sangat kecil.
5). Air raksa tidak menempel (membekas / meninggalkan sisa) pada dinding kaca
termometer.
6). Air raksa memili wara, sehingga lebih mudah diamati tanpa harus
dicampurkan pewarna terlebih dahulu.
10. Sifat termometrik suatu zat ialah sifat-sifat suatu benda yang dapat berubah karena
disebabkan oleh perubahan suhu.
44
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ada beberapa hal pokok yang dapat kita sipulkan dari pembahasan di atas, yaitu:
1. Menurut Bruce Joyce, dkk, Models of teaching atau model pembelajaran adalah
model pelajaran, untuk membantu siswa mendapatkan informasi, ide, keterampilan,
nilai-nilai, kemampuan berfikir, dan dapat mengaktualisasi diri, juga diajarkan
kepada siswa bagaimana belajar yang efektif dan sistematis sehingga kedepan
dihasilkan siswa yang dapat meningkatkan kemampuannya belajar lebih mudah dan
efektif dalam keilmuan dan keterampilan, karena mereka sudah memdapat proses
pembelajaran yang tuntas.
2. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan
paham konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan
sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya
berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok
harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran.
45
3. Ada 5 elemen dasar dalam penerapan model pembelajaran kooperatif, yaitu:
4. Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model
pembelajaran kooperatif yang melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada
perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung
unsur permainan dan reinforcement.
5. Menurut Saco (2006), dalam TGT siswa memainkan permainan-permainan dengan
anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing.
Permainan dapat disusun guru dalam bentuk kuis berupa pertanyaan-pertanyaan
yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kadang-kadang dapat juga diselingi
dengan pertanyaan yang berkaitan dengan kelompok (identitas kelompok mereka).
6. Secara umum ada 5 komponen utama dalam penerapan model TGT, yaitu:
B. SARAN
Sesuai dengan kelemahan dari model pembelajaran ini, sebaiknya guru yang ingin
menerpkan model ini, harus mempersiapkan secara matang materi, pertanyaan, kelompok
46
yang dibuat secara heterogen menurut kemampuan akademis. Dan dalam menerapkan
model ini, sebaiknya guru memperhiungkan dengan sebaik-baiknya pembagian waktu
untuk skenario pembelajaran.
Darftar Pustaka
Jamiah.v .1996. Penerapan Model TGT dalam Mengajar Konsep Fisika di Sekolah
Menengah Umum. Pomtianak : Makalah FKIP untan
Nasution. S. 1988. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bina
Aksara
Syah Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan suatu Pendekatan Baru. Bandung : Remaja
Rosda Karya.
http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_b11.html
http://www.guruindonesia.net/downloadmakalah.php
http://educare.e-fkipunla.net/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=43
47