Anda di halaman 1dari 4

Analisa Gas Darah

oleh: Indah Permata Sari, 0706270743

A. Pengertian
Analisa gas darah adalah pengambilan darah arteri melalui fungsi untuk memeriksa
gas-gas dalam darah yang berhubungan dengan fungsi respirasi dan metabolisma.
Pemeriksaan gas darah dan PH digunakan sebagai pegangan dalam penanganan pasien-
pasien penyakit berat yang akut dan menahun.
Pemeriksaan gas darah dan PH digunakan sebagai pegangan dalam penanganan
pasien-pasien penyakit berat yang akut dan menahun. Pemeriksaan gas darah dipakai untuk
menilai: keseimbangan asam basa dalam tubuh, Kadar oksigenasi dalam darah, Kadar
karbondioksida dalam darah
Ukuran-ukuran dalam analisa gas darah:
 PH normal 7,35-7,45
 Pa CO2 normal 35-45 mmHg
 Pa O2 normal 80-100 mmHg
 Total CO2 dalam plasma normal 24-31 mEq/l
 HCO3 normal 21-30 mEq/l
 Base Ekses normal -2,4 s.d +2,3
 Saturasi O2 lebih dari 90%.
Pemeriksaan analisa gas darah dikenal juga dengan nama pemeriksaan “ASTRUP”,
yaitu suatu pemeriksaan gas darah yang dilakukan melalui darah arteri. Lokasi pengambilan
darah yaitu: Arteri radialis, A. brachialis, A. Femoralis
Tempat-tempat pengambilan darah untuk AGD
1. Arteri Radialis, merupakan pilihan pertama yang paling aman dipakai untuk fungsi
arteri kecuali terdapat banyak bekas tusukan atau haematoem juga apabila Allen test
negatif.
2. Arteri Dorsalis Pedis, merupakan pilihan kedua.
3. Arteri Brachialis, merupakan pilihan ketiga karena lebih banyak resikonya bila
terjadi obstruksi pembuluh darah.
4. Arteri Femoralis, merupakan pilihan terakhir apabila pada semua arteri diatas tidak
dapat diambil. Bila terdapat obstruksi pembuluh darah akan menghambat aliran darah
ke seluruh tubuh / tungkai bawah dan bila yang dapat mengakibatkan berlangsung
lama dapat menyebabkan kematian jaringan. Arteri femoralis berdekatan dengan vena
besar, sehingga dapat terjadi percampuran antara darah vena dan arteri.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan

B. Tujuan
Tujuan dari pemeriksaan analisa gas darah adalah
1. Mengetahui keadaan O2 dan metabolisme sel
2. Efisiensi pertukaran O2 dan CO2.
3. Kemampuan HB dalam mengangkut O2 dan CO2.
4. Tingkat tekanan O2 dalam darah arteri.

C. Indikasi
D. kontraindikasi
E. prinsip

1. Gunakan tehnik steril


2. Hindari penusukan yang sering pada tempat yang sama untuk mencegah aneurisma
3. Jangan menusukkan jarum lebih dari 0,5 cm
4. Harus mengetahui anatomi untuk mencegah terjadinya penusukan pada saraf
5. Lakukan palpasi sebelum di lakukan penusukan
6. Bila perlu pengulangan pemeriksaan analisa gas darah dokter akan memasang “arteri
line”

F. alat dan cara


1. Alat

 1 Buah spuit 2,5 cc yang disposible.

 1 buah spuit 1 cc yang disposible.Perlak/alas


 Heparin
 Kapas alcohol
 Bak spuit
 Bengkok
 Penutup udara dari karet
 Wadah berisi es
 Beri label untuk menulis status klinis pasien yang meliputi: nama, tanggal dan waktu, apakah
menerima O2, bila ya berapa liter dan dengan rute apa.

2. Cara
G. Nilai hasil pemeriksaan AGD
Range Interpretasi
pH 7,35-7,45 pH/H menunjukkan jika pasien asidosis (pH<7,35; H>45 atau
alkalosis (pH>7,45; H<35)
H 34-45 nmol/1 (nM)Penjelasan dibawah
PO2 9,3-13,3 kPa (80-100)
Oksigen yang rendah menunjukkan pasien tidak bernafas secara
mmHg Tepat(hipoksemia), PO2<60 mmHgsuplemen oksigen harus
Diberikakn, PO2<26 mmHgpasien berisiko akan kematian dan
Harus diberikan oksigen dengan segera
Pco2 4,7-6,0 kPa (35-45)CO2&PCO2 menunjukkan masalah pernafasan.untuk kecepatan
mmHg Metabolic yang konstan PCI2 ditentukan oleh ventilasi secara
Menyeluruh. PCO2 yang tinggi/asidosis respiratorik menunjuk-
Kan underventilation. PCO2 yang rendah/alkalosis respiratorik
Menujukkan hiper/overventilasi. Tingkat PCO2 dapat menjadi
ABN saat sistem respirasi bekerja untuk mengkompensasi masalah
Metabolic untuk menormalkan pH darah. PCO2 yang meningkat
Diinginkan pada beberapa perubahan yang berhubungan dengan kegagalan pernapasa
yang dikenal sebagai hipercapnia permissive.
HCO3 22-26 nmol/1 Ion HCO3 menunjukkan apakah ada masalah metabolic/ketoasidosis
HCO3 yg rendah menunjukkan asidosis metabolic. HCO3 yg tinggi menunjukkan
alkalosis metabolic, tingkat HCO3 dapat menjadi
ABM saat ginjal bekerja untuk mengkompensasi masalah
Pernapasan dengan tujuan menormalkan pH darah
Base -3 to + 3 nmol/1 BEdigunakan utk mengkaji komponen metabolic dr perubahan
Excess Asam-basa & menunjukan apakah pasien mempunyai asidosis
Metabolic/alkalosis metabolic. BEmenunjukkan jumlah asam
Yg dibutuhkan utk mengembalikan pH darah individu ke interval
pH (7,35-7,45) dgn jumlah CO2 pada nilai standar.
BE>+3menunjukkan pasien mempunyai darah yg memerlukan
Peningkatan jumlah asam secara ABN untuk mengembalikan pH
Ke netral (menunjukkan alkalosis) atau mengindikasikan pasien
Dengan asidosis metabolic/primer atau sekunder terhadap alkalosis
Respiratorik.
BE<-3 biasanya menunjukkan pasien dengan asidosis, misalnya:
Kebutuhan asam yang berlebihan dipindahkan dari darah untuk
Mengembalikan pH kembali ke normal (pasien dgn metabolic
Asidosis/primer atau sekunder terhadap alkalosis respiratorik).