Anda di halaman 1dari 8

Volume 15 Nomor 2 Terbit Juli 2017 Halaman 139-146

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACAKAN TEKS BERITA


DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA REKAMAN VIDEO BERITA
DI KELAS VIII B SMP NEGERI 4 KEPAHIANG
Dian Puspita Sari
dian ps _ajf@ yahoo.com
Universitas Bengkulu

Abstrak
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peningkatkan keterampilan membacakan teks berita pada
siswa kelas VIIIB SMP Negeri 4 Kepahiang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang
dilaksanakan bulan Agustus 2015 s.d September 2015. Data penelitian ini adalah nilai tes dari
aspek kemampuan membacakan teks berita. Sumber data dalam penelitian (1) siswa kelas VIII B
SMP Negeri 4 Kepahiang, (2) observer, (3) Dokumen. Teknik pengumpulan data (1) teknik tes, (2)
teknik non tes. Teknik data dengan menghitung nilai rata-rata kemampuan membacakan teks
berita. Hasil penelitian ini nilai rata-rata pada siklus 1 mencapai 72,75 dan tergolong dalam
kategori cukup, pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 76,25 dan tergolong dalam
kategori baik, pada siklus III mengalami peningkatan menjadi 80,39 dalam kategori baik.
pembelajaran membacakan teks berita dengan menggunakan rekaman video berita dapat
meningkatkan kemampuan membacakan teks berita siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Kepahiang.
Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan kemampuan membacakan teks berita siswa kelas VIII
B SMP Negeri 4 Kepahiang setelah dilakukan pembelajaran membacakan teks berita dengan
menggunakan media rekaman video berita.

Kata Kunci: Kemampuan Membacakan Teks Berita, Media Rekaman Video Berita.

PENDAHULUAN kegiatan manusia dibutuhkan


Membaca merupakan salah satu keterampilan membaca.
keterampilan berbahasa yang penting Kemampuan membaca
untuk dipelajari dan dikuasai oleh setiap merupakan salah satu keterampilan
individu, karena dengan membaca kita berbahasa yang dibelajarkan di SMP.
dapat menyerap berbagai informasi yang Ditinjau dari terdengar atau tidaknya
diperlukan dalam kehidupan sehari- suara si pembaca maka proses membaca
hari.Artati (2008:4) menyatakan dapat dibagi atas (1) Membaca nyaring
membaca merupakan keterampilan yang atau membaca bersuara, dan (2)
mencakup tiga komponen, yaitu: (1) Membaca dalam hati (Artati 2008:6).
Pengenalan huruf dan tanda baca, (2) Artati (2008:7) menyatakan
Hubungan huruf serta tanda baca, (3) membaca nyaring adalah kegiatan
Hubungan lebih lanjut dari 1 dan 2 membaca dengan mengeluarkan suara
dengan makna. Keterampilan membaca atau kegiatan melafalkan lambang-
memiliki peranan yang penting dalam lambang bahasa dengan suara yang
memperoleh informasi. Hal ini cukup luas. Pada tingkat yang lebih
dikarenakan dengan membaca kita dapat tinggi, membaca nyaring bertujuan tidak
memperoleh informasi dan ilmu hanya kepada diri sendiri tetapi juga
pengetahuan. Hampir dalam setiap untuk orang lain (pendengar). Membaca

139
140 |

nyaring merupakan suatu proses Berdasarkan pengamatan


mengkomunikasikan isi bacaan (dengan peneliti, pembelajaran membaca berita
nyaring) kepada orang lain. Karena belum menunjukan hasil yang sesuai
tujuan utamanya menyampaikan isi dengan kriteria ketuntasan minimal
bacaan kepada orang lain akan (KKM). Ini terbukti dengan nilai rata-rata
membaca, disamping itu dituntut untuk siswa yang hanya mencapai 65,
melaporkan lambang bunyi bahasa sedangkan kriteria ketuntasan minimal
dengan nyaring, juga dituntut untuk (KKM) mata pelajaran bahasa indonesia
melakukan “proses pengolahan” agar mencapai 75. Pembelajaran membaca
makna yang terkandung dalam lambang berita selama ini terkesan sebagai satu
bunyi bahasa tersebut dapat kegiatan yang membosankan dan kaku.
tersampaikan secara jelas dan tepat. Bila diberikan tugas untuk membaca teks
Keterampilan membaca nyaring dapat berita didepan kelas dengan cara berlatih
dilakukan dalam membaca sendiri kemudian tampil dengan waktu
pengumuman, membaca percakapan, kurang dari 5 menit masih sukar untuk
membaca drama, membaca puisi, mengutarakannya apalagi dengan
membaca teks pidato, dan membaca bahasa indonesia yang baik dan benar.
berita. Artati (2009:7) mengemukakan Pada kegiatan membaca teks
bahwa orang yang membaca nyaring berita,siswa kurang memperhatikan
harus mengerti makna serta perasaan artikulasi dan intonasi, gaya pembacaan
yang terkandung dalam bahan bacaan. teks berita serta siswa kurang percaya
Orang tersebut juga harus mempelajari diri. Selain itu siswa juga tidak
keterampilan-keterampilan penafsiran memperhatikan tanda baca yang
atas lambang-lambang tertulis sehingga terdapat dalam teks tersebut.
penyusunan kata-kata serta penekanan Kondisi pembelajaran membaca
sesuai dengan ujaran pembicaraan. berita sebagaimana diuraikan di atas
Salah satu standar kompetensi jelas kurang efektif dalam rangka
aspek membaca untuk siswa kelas VIII pencapaian tujuan pembelajaran dan
SMP adalah memahami ragam wacana penguasaan kompetensi membacakan
tulis dengan membaca ekstensif, teks berita.
membaca intensif, dan membaca nyaring Kenyataan inilah yang
(Depdiknas,2009). Adapun kompetensi mengharuskan guru agar bersikap lebih
dasar pada standar kompetensi tersebut kreatif dan inovatif dalam memilih
adalah membaca teks berita dengan pendekatan, metode, dan media yang
intonasi yang tepat serta artikulasi dan relevan dengan materi yang ingin
volume suara yang jelas. Sedangkan dicapai. Dalam pembelajaraan membaca
indikator yang menyertainya adalah teks berita, peran media pembelajaran
sebagai berikut: (1) Siswa mampu akan sangat membantu siswa.
mengenal teknik membaca teks berita, Diperlukan pengetahuan wawasan,
dan (2) Siswa dengan percaya diri pengetahuan dan keterampilan guru
mampu membacakan teks berita dengan untuk dapat melakukannya dengan
intonasi yang tepat serta artikulasi dan tepat, sehingga media yang diambil
volume suara yang jelas. sesuai dengan kebutuhan dan
perkembangan anak. Pada dasarnya

Dian Puspita Sari- Peningkatan Kemampuan Membaca Teks.....


| 141

pertimbangan untuk memilih suatu Pada aspek kelancaran membaca nilai


media sangatlah sederhana yaitu dapat rata-rata mencapai 86,8 dengan kategori
memenuhi kebutuhan atau mencapai sangat baik. Aspek ketepatan intonasi
tujuan yang diinginkan atau tidak. nilai rata-rata yang dicapai sebesar 63,64
Berdasarkan latar belakang diatas dalam kategori cukup, kemudian untuk
penulis tertarik untuk melakukan aspek kejelasan artikulasi nilai rata-rata
penelitian dengan menggunakan media diperoleh sebesar 65 dalam kategori
rekaman video berita. Media rekaman cukup, aspek kejelasan volume suara
video berita merupakan salah satu mencapai nilai rata-rata 63,64 dengan
sarana alternatif dalam kategori cukup, Aspek ketepatan
mengoptimalisasi proses pembelajaran penjedaan mencapai nilai rata-rata
karena kemampuan video dalam 68,64. Berikutnya, untuk aspek
memvisualisasikan materi terutama kesesuaian ekspresi wajah dengan isi
efektif untuk membantu menyampaikan teks mencapai nilai rata-rata 78,64
materi yang bersifat dinamis. Materi dengan kategori baik. Dengan demikian,
yang memerlukan visualisasi seperti dapat disimpulkan bahwa hasil tes
mendemontrasikan hal-hal seperti membacakan teks berita siklus I sudah
gerakan motori tertentu, ekspresi wajah, cukup baik.
ataupun suasana lingkungan tertentu. Berdasarkan hasil observasi siswa
siklus 1 dapat dijelaskan bahwa aspek
METODE PENELITIAN pertama yakni kesiapan siswa pada awal
Jenis penelitian yang akan pembelajaran membacakan teks berita
diterapkan adalah penelitian tindakan diperoleh hasil sebanyak 17 siswa atau
kelas. Penelitian ini menggunakan sebesar 72,72% dari jumlah keseluruhan
prosedur penelitian tindakan yang siswa yang mengikuti pembelajaran
mengacu pada rancangan siklus. Ada dengan kesiapan pada awal
empat tahap yang harus dilakukan dalam pembelajaran. Sebanyak 5 siswa atau
mengadakan penelitian tindakan, yaitu sebesar 22,73% tidak siap pada awal
mencakup tahapan perencanaan, pembelajaran membacakan teks berita.
pelaksanaan, pengamatan dan yang Aspek kedua, yakni keseriusan siswa
terakhir adalah tahapan refleksi. dalam memperhatikan penjelasan dari
guru. Sebanyak 18 siswa atau sebesar
HASIL DAN PEMBAHASAN 81,81% siswa sungguh-sungguh dalam
1. HASIL PENELITIAN SIKLUS I memperhatikan penjelasan dari guru.
Hasil tes membacakan teks berita Sisanya, sebanyak 4 siswa atau sebesar
pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 18,18% siswa kurang sungguh sungguh
72,75 dalam kategori cukup. Nilai rata- dalam memperhatikan penjelasan dari
rata tersebut diperoleh dari beberapa guru.
aspek penilaian. Aspek penilaian Aspek ketiga, yaitu keaktifan
membacakan teks berita meliputi: siswa selama pembelajaran berlangsung.
kelancaran membaca, ketepatan Sebanyak 11 siswa atau sebesar 50%
intonasi, kejelasan artikulasi, kejelasan siswa aktif dalam mengikuti
volume suara, ketepatan penjedaan, pembelajaranmembacakan teks berita.
kesesuian ekspresi wajah dengan isi teks. Kemudian sisanya, sebanyak 11 siswa

Wacana, Vol 15, No. 2, Juli 2017


142 |

atau sebesar 50%masih belum aktif baik terhadap pembelajaran


untuk mengemukakan pendapatnya. membacakan teks berita.
Aspek keempat adalah 2. Hasil penelitian siklus II
keantusiasan siswa dalam membacakan Hasil tes membacakan teks berita
teks berita dengan media rekaman video pada siklus II diperoleh nilai rata-rata
berita. Pada aspek ini, siswa sudah 76,25 dalam kategori baik. Nilai rata-rata
menunjukkan sikap antusias dalam tersebut diperoleh dari beberapa aspek
pembelajaran membacakan teks berita. penilaian. Aspek penilaian membacakan
Dari jumlah keseluruhan siswa, sebanyak teks berita meliputi: kelancaran
16 siswa atau sebesar 72,72% sudah membaca, ketepatan intonasi, kejelasan
terlihat antusias pada saat pembelajaran artikulasi, kejelasan volume suara,
berlangsung. Sedangkan 6 siswa atau ketepatan penjedaan, kesesuian ekspresi
sebesar 27,27% dari jumlah keseluruhan wajah dengan isi teks. Pada aspek
siswa belum memperlihatkan sikap kelancaran membaca nilai rata-rata
antusias terhadap pembelajaran mencapai 92,73 dengan kategori sangat
membacakan teks berita. baik. Aspek ketepatan intonasi nilai rata-
Aspek kelima, yaitu keberanian rata yang dicapai sebesar 66,8 dalam
siswa dalam membacakan teks berita. kategori cukup, kemudian untuk aspek
Sebanyak 14 siswa atau sebesar 63,63% kejelasan artikulasi nilai rata-rata
siswa berani dalam membacakan diperoleh sebesar 70,45 dalam kategori
teksberita. Kemudian sisanya, sebanyak baik, aspek kejelasan volume suara
8 siswa atau sebesar 36,36% masih mencapai nilai rata-rata 65 dengan
takutdalam membacakan teks berita. kategori cukup, Aspek ketepatan
Aspek keenam adalah keseriusan siswa penjedaan mencapai nilai rata-rata 67,7.
dalam menyimak pembacaan teks berita Berikutnya, untuk aspek kesesuaian
temannya. Dari jumlah keseluruhan ekspresi wajah dengan isi teks mencapai
siswa, sebanyak 11 siswa atau sebesar nilai rata-rata 84,5 dengan kategori baik.
50% sudah terlihat serius dalam Dengan demikian, dapat disimpulkan
menyimak pembacaan teks berita yang bahwa hasil tes membacakan teks berita
dilakukanoleh temannya. Sedangkan 11 siklus II sudah baik.
siswa atau sebesar 50% dari jumlah Berdasarkan pelaksanaan observasi
keseluruhan siswa belum siklus II, dapat dijelaskan bahwa aspek
memperlihatkan keseriusan pada saat pertama yakni kesiapan siswa pada awal
menyimak penampilan temannya pembelajaran membacakan teks berita
membacakan teks berita. diperoleh hasil sebanyak 18 siswa atau
Aspek yang terakhir adalah respon sebesar 81,81% dari jumlah keseluruhan
siswa dalam mengikuti pembelajaran siswa yang mengikuti pembelajaran
membacakan teks berita dengan media dengan kesiapan pada awal
rekaman video berita. Sebanyak 18 siswa pembelajaran. Sebanyak 4 siswa atau
atau sebesar81,81% siswa memberikan sebesar 18,18% tidak siap pada awal
respon yang baik pada pembelajaran pembelajaran membacakan teks berita.
membacakan teksberita. Kemudian Aspek kedua, yakni keseriusan siswa
sisanya, sebanyak 4 siswa atau sebesar dalam memperhatikan penjelasan dari
18,75% belummemberikan respon yang guru. Sebanyak 19 siswa atau sebesar

Dian Puspita Sari- Peningkatan Kemampuan Membaca Teks.....


| 143

86,36% siswa sungguh-sungguh dalam memperlihatkan keseriusan pada saat


memperhatikan penjelasan dari guru. menyimak penampilan temannya
Sisanya, sebanyak 3 siswa atau sebesar membacakan teks berita.
13,63% siswa kurang sungguh sungguh Aspek yang terakhir adalah
dalam memperhatikan penjelasan dari respon siswa dalam mengikuti
guru. pembelajaran membacakan teks berita
Aspek ketiga, yaitu keaktifan dengan media rekaman video berita.
siswa selama pembelajaran berlangsung. Sebanyak 19 siswa atau sebesar86,36%
Sebanyak 13 siswa atau sebesar 59% siswa memberikan respon yang baik
siswa aktif dalam mengikuti pada pembelajaran membacakan
pembelajaranmembacakan teks berita. teksberita. Kemudian sisanya, sebanyak
Kemudian sisanya, sebanyak 9 siswa atau 3 siswa atau sebesar 13,63%
sebesar 40,90% masih belum aktif untuk belummemberikan respon yang baik
mengemukakan pendapatnya. terhadap pembelajaran membacakan
Aspek keempat adalah teks berita.
keantusiasan siswa dalam membacakan 3. Hasil Penelitian Siklus III
teks berita dengan media rekaman video Hasil tes membacakan teks berita pada
berita. Pada aspek ini, siswa sudah siklus III diperoleh nilai rata-rata 80,39
menunjukkan sikap antusias dalam dalam kategori baik. Nilai rata-rata
pembelajaran membacakan teks berita. tersebut diperoleh dari beberapa aspek
Dari jumlah keseluruhan siswa, sebanyak penilaian. Aspek penilaian membacakan
18 siswa atau sebesar 81,81% sudah teks berita meliputi: kelancaran
terlihat antusias pada saat pembelajaran membaca, ketepatan intonasi, kejelasan
berlangsung. Sedangkan 4 siswa atau artikulasi, kejelasan volume suara,
sebesar 18,18% dari jumlah keseluruhan ketepatan penjedaan, kesesuian ekspresi
siswa belum memperlihatkan sikap wajah dengan isi teks. Pada aspek
antusias terhadap pembelajaran kelancaran membaca nilai rata-rata
membacakan teks berita. mencapai 95,9 dengan kategori sangat
Aspek kelima, yaitu keberanian siswa baik. Aspek ketepatan intonasi nilai rata-
dalam membacakan teks berita. rata yang dicapai sebesar 68,6 dalam
Sebanyak 16 siswa atau sebesar 72,72% kategori cukup, kemudian untuk aspek
siswa berani dalam membacakan kejelasan artikulasi nilai rata-rata
teksberita. Kemudian sisanya, sebanyak diperoleh sebesar 73,6 dalam kategori
6 siswa atau sebesar 27,27% masih baik, aspek kejelasan volume suara
takutdalam membacakan teks berita. mencapai nilai rata-rata 69 dengan
Aspek keenam adalah keseriusan kategori cukup, Aspek ketepatan
siswa dalam menyimak pembacaan teks penjedaan mencapai nilai rata-rata 79.
berita temannya. Dari jumlah Berikutnya, untuk aspek kesesuaian
keseluruhan siswa, sebanyak 12 siswa ekspresi wajah dengan isi teks mencapai
atau sebesar 54,54% sudah terlihat nilai rata-rata 83,2 dengan kategori baik.
serius dalam menyimak pembacaan teks Dengan demikian, dapat disimpulkan
berita yang dilakukanoleh temannya. bahwa hasil tes membacakan teks berita
Sedangkan 10 siswa atau sebesar 45,45% siklus III sudah baik.
dari jumlah keseluruhan siswa belum

Wacana, Vol 15, No. 2, Juli 2017


144 |

Hasil penilaian pembacaan teks pembelajaran membacakan teks berita.


berita siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Dari jumlah keseluruhan siswa, sebanyak
Kepahiang pada tindakan siklus I, siklus 18 siswa atau sebesar 81,81% sudah
II, dan tindakan siklus III terlihat adanya terlihat antusias pada saat pembelajaran
peningkatan. Pada siklus I jumlah rata- berlangsung. Sedangkan 4 siswa atau
rata nilai siswa 72,75 kategori cukup, sebesar 18,18% dari jumlah keseluruhan
pada siklus II jumlah rata-rata nilai siswa siswa belum memperlihatkan sikap
76,25 dalam kategori baik, pada siklus III antusias terhadap pembelajaran
jumlah rata-rata 80,39 dalam kategori membacakan teks berita.
baik. Aspek kelima, yaitu keberanian
Berdasarkan pelaksanaan siswa dalam membacakan teks berita.
observasi siklus III, dapat dijelaskan Sebanyak 16 siswa atau sebesar 72,72%
bahwa aspek pertama yakni kesiapan siswa berani dalam membacakan
siswa pada awal pembelajaran teksberita. Kemudian sisanya, sebanyak
membacakan teks berita diperoleh hasil 6 siswa atau sebesar 27,27% masih takut
sebanyak 18 siswa atau sebesar 81,81% dalam membacakan teks berita.
dari jumlah keseluruhan siswa yang Aspek keenam adalah keseriusan siswa
mengikuti pembelajaran dengan dalam menyimak pembacaan teks berita
kesiapan pada awal pembelajaran. temannya. Dari jumlah keseluruhan
Sebanyak 4 siswa atau sebesar 18,18% siswa, sebanyak 12 siswa atau sebesar
tidak siap pada awal pembelajaran 54,54% sudah terlihat serius dalam
membacakan teks berita. menyimak pembacaan teks berita yang
Aspek kedua, yakni keseriusan dilakukan oleh temannya. Sedangkan 10
siswa dalam memperhatikan penjelasan siswa atau sebesar 45,45% dari jumlah
dari guru. Sebanyak 19 siswa atau keseluruhan siswa belum
sebesar 86,36% siswa sungguh-sungguh memperlihatkan keseriusan pada saat
dalam memperhatikan penjelasan dari menyimak penampilan temannya
guru. Sisanya, sebanyak 3 siswa atau membacakan teks berita.
sebesar 13,63% siswa kurang sungguh Aspek yang terakhir adalah
sungguh dalam memperhatikan respon siswa dalam mengikuti
penjelasan dari guru. pembelajaran membacakan teks berita
Aspek ketiga, yaitu keaktifan dengan media rekaman video berita.
siswa selama pembelajaran berlangsung. Sebanyak 19 siswa atau sebesar86,36%
Sebanyak 13 siswa atau sebesar 59% siswa memberikan respon yang baik
siswa aktif dalam mengikuti pada pembelajaran membacakan
pembelajaranmembacakan teks berita. teksberita. Kemudian sisanya, sebanyak
Kemudian sisanya, sebanyak 9 siswa atau 3 siswa atau sebesar 13,63%
sebesar 40,90% masih belum aktif untuk belummemberikan respon yang baik
mengemukakan pendapatnya. terhadap pembelajaran membacakan
Aspek keempat adalah teks berita.
keantusiasan siswa dalam membacakan Berdasarkan pelaksanaan
teks berita dengan media rekaman video observasi siklus III, dapat dijelaskan
berita. Pada aspek ini, siswa sudah bahwa aspek pertama yakni kesiapan
menunjukkan sikap antusias dalam siswa pada awal pembelajaran

Dian Puspita Sari- Peningkatan Kemampuan Membaca Teks.....


| 145

membacakan teks berita diperoleh hasil 1 siswa atau sebesar 4,54% masih
sebanyak 20 siswa atau sebesar 90,90% takutdalam membacakan teks berita.
dari jumlah keseluruhan siswa yang Aspek keenam adalah keseriusan
mengikuti pembelajaran dengan siswa dalam menyimak pembacaan teks
kesiapan pada awal pembelajaran. berita temannya. Dari jumlah
Sebanyak 2 siswa atau sebesar 9,09% keseluruhan siswa, sebanyak 21 siswa
tidak siap pada awal pembelajaran atau sebesar 95,46% sudah terlihat
membacakan teks berita. serius dalam menyimak pembacaan teks
Aspek kedua, yakni keseriusan berita yang dilakukanoleh temannya.
siswa dalam memperhatikan penjelasan Sedangkan 1 siswa atau sebesar 4,54%
dari guru. Sebanyak 21 siswa atau dari jumlah keseluruhan siswa belum
sebesar 95,46% siswa sungguh-sungguh memperlihatkan keseriusan pada saat
dalam memperhatikan penjelasan dari menyimak penampilan temannya
guru. Sisanya, sebanyak I siswa atau membacakan teks berita.
sebesar 4,54% siswa kurang sungguh Aspek yang terakhir adalah
sungguh dalam memperhatikan respon siswa dalam mengikuti
penjelasan dari guru. pembelajaran membacakan teks berita
Aspek ketiga, yaitu keaktifan dengan media rekaman video berita.
siswa selama pembelajaran berlangsung. Sebanyak 21 siswa atau sebesar95,46%
Sebanyak 18 siswa atau sebesar 81,81% siswa memberikan respon yang baik
siswa aktif dalam mengikuti pada pembelajaran membacakan
pembelajaran membacakan teks berita. teksberita. Kemudian sisanya, sebanyak
Kemudian sisanya, sebanyak 4 siswa atau 1 siswa atau sebesar 4,54%
sebesar 18,18% masih belum aktif untuk belummemberikan respon yang baik
mengemukakan pendapatnya. terhadap pembelajaran membacakan
Aspek keempat adalah teks berita.
keantusiasan siswa dalam membacakan
teks berita dengan media rekaman video SIMPULAN
berita. Pada aspek ini, siswa sudah Berdasarkan hasil penelitian dan
menunjukkan sikap antusias dalam pembahasan tentang upaya peningkatan
pembelajaran membacakan teks berita. kemampuan membacakan teks berita
Dari jumlah keseluruhan siswa, sebanyak dengan media rekaman video berita di
20 siswa atau sebesar 90,90% sudah kelas VIII B SMP Negeri 4 Kepahiang,
terlihat antusias pada saat pembelajaran simpulan penelitian ini adalah:
berlangsung. Sedangkan 2 siswa atau Pembelajaran membacakan teks
sebesar 9,09% dari jumlah keseluruhan berita dengan media rekaman video
siswa belum memperlihatkan sikap berita dapat meningkatkan kemampuan
antusias terhadap pembelajaran membacakan teks berita siswa.
membacakan teks berita. Peningkatan ini dapat dibuktikan
Aspek kelima, yaitu keberanian berdasarkan hasil tes yang dilakukan
siswa dalam membacakan teks berita. siswa kelas VIII B SMP Negeri 4
Sebanyak 21 siswa atau sebesar 95,46% Kepahiang yang meliputi tes siklus I,
siswa berani dalam membacakan siklus II, dan tes siklus III. Hasil tes pada
teksberita. Kemudian sisanya, sebanyak siklus I menunjukkan nilai rata-rata 72,75

Wacana, Vol 15, No. 2, Juli 2017


146 |

dalam kategori cukup, meningkat 76,25 Rahadi, Aristo. 2003. Media


dalam kategori baik pada hasil tes siklus Pembelajaran. Jakarta:
II, meningkat 80,39 pada siklus III dalam Depdiknas
kategori baik. Reynolds, Imelda. 2000. Pedoman
Jurnalistik Radio. Jakarta:
Daftar Pustaka Internews Indonesia.
Ahmad, listiyanto. 2010. Teknik Dan Sanjaya, Wina. 2009. Penelitian
Metode Membaca Cepat. Tindakan Kelas. Bandung: Fajar
+
Jokjakarta: A Pluss Books. Interpratama Mandiri.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Sudjana, Nana. 2010. Media
Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Pengajaran. Bandung : Sinar
Baru Algesindo
Artati,Y,Budi. 2008. Terampil Membaca.
Klaten: Intan Pariwara. Sukirno. 2009. Sistem Membaca
Pemahaman Yang Efektif.
Daryanto. 2011. Media Pembelajaran.
Purworejo: UMP Press.
Bandung: PT Sarana Tutorial
Nurani Sejahtera. Sulistiawati, Yaneu. 2008. Membaca
CepatBanyak manfaat.
Djuraid, Husnun. Panduan Menulis
Semarang: Sindur Press
Berita. Malang. UMM Press.
Susetyo. 2010. Peneltian Kuantatif Dan
Fadillah, Muhammad. Desain
Penelitian Tindakan Kelas.
Pembelajaran Paud. Jakarta: Ar-
Bengkulu: Universitas Bengkulu.
Rauzz Media.
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Membaca
Kosasih, E. 2007. Fokus Bahasa
sebagaisuatu keterampilan
Indonesia. Jakarta: Erlangga.
berbahasa. Bandung: Angkasa
Kunandar. 2010. Penelitian Tindakan Bandung.
Kelas Sebagai Pengembangan
Wardhani, I.G.A.K. 2007. Teknik Menulis
Profesi Guru. Jakarta:
Karya Ilmiah. Jakarta: UT.
Rajagrapindo Persada.
Kurniasi, Imas, dkk. 2014. Teknik Dan
Cara Mudah Membuat
Penelitian Tindakan Kelas Untuk
Pengembangan Profesi Guru.
Jakarta: Kata Pena.
Latif, Muktar dkk. 2013. Orientasi Baru
Pendidikan Anak Usia Dini.
Jakarta: Kencana.
Nurgiyantoro Burhan. 2008. Penilaian
Pengajaran Bahasa Dan Sastra.
Dalam Yogyakarta : BPFE -
Yogyakarta

Dian Puspita Sari- Peningkatan Kemampuan Membaca Teks.....