Anda di halaman 1dari 19

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU) UAS TAKE

HOME EXAM (THE) SEMESTER 2020/21.2


(2021.1)

Nama Mahasiswa : Yolanda monica

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 030901271

Tanggal Lahir : 24 – 07 - 1998

Kode/Nama Mata Kuliah : Audit SDM EKMA4476

Kode/Nama Program Studi : MANAJEMEN

Kode/Nama UPBJJ : Bengkulu

Hari/Tanggal UAS THE : 06 -07-2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS
TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Yolanda monica


NIM : 030901271
Kode/Nama Mata Kuliah : Audit SDM EKMA4476
Fakultas : EKONOMI
Program Studi : MANAJEMEN
UPBJJ-UT : BENGKULU

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada laman
https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran
atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
06 JULI 2021

Yang Membuat Pernyataan

Yolanda monica
1.a.
STRUKTUR ORGANISASI PT ALDEBARAN
Direktur Operasional Direktur Keuangan dan SDM Direktur Marketing

Manajer Keuangan

Manajer Civil Engineering

Manajer Arsitektur Manajer Promosi

Manajer Mechanical Engineering

Manajer SDM Manajer Struktural Enginering

Manajer Penjualan

Manajer Electrical Engineering

karyawan

B. Proses audit terdiri dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan atau eksekusi audit, pelaporan,
sampai tindak lanjut. Seperti diungkapkan di atas, semua bagian dari audit MSDM-BK ini harus dilakukan
dengan baik agar tujuan audit dapat tercapai secara optimal. Audit MSDM-BK tidak akan berjalan dengan
baik misalnya apabila tidak memiliki perencanaan yang baik. Sebaliknya, bila perencanaan audit MSDM-BK
sudah dilakukan dengan baik, tetapi dalam pelaksanaannya tidak optimal maka audit MSDM-BK yang
dilakukan juga tidak akan optimal.

1. Perencanaan Audit MSDM-BK Dalam perencanaan audit MSDM-BK, ada beberapa hal yang harus
menjadi perhatian agar audit MSDM optimal, yaitu:

a. Kebijakan audit Kebijakan audit secara keseluruhan harus menjadi dasar dalam melakukan audit
MSDM-BK dalam perusahaan. Hal ini mengingat manajemen adalah bagian dari sistem manajemen yang
saling terkait dengan sistem lainnya dalam perusahaan, seperti manajemen operasi atau produksi,
manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dan sebagainya. Kebijakan audit ini umumnya dibuat oleh
manajemen puncak yang akan menjadi panduan dalam setiap pelaksanaan audit termasuk audit MSDM-BK.
b. Audit roadmap Pelaksanaan audit MSDM-BK akan lebih mudah bila perusahaan sudah memiliki
audit roadmap. Audit roadmap merupakan visualisasi dari strategi dan proses audit yang berlaku secara
spesifik di suatu organisasi.

c. Perencanaan audit tahunan Perusahaan umumnya memiliki rencana aktivitas dari semua
departemen yang sering disebut Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) atau beberapa ada yang
menyebut Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Perusahaan yang sudah memiliki bagian Satuan
Pengawasan Intern (SPI) juga akan memiliki rencana audit tahunan yang bisa dilakukan oleh internal auditor
maupun external auditor. Namun demikian, audit MSDM-BK bisa saja dilakukan diluar rencana audit yang
telah disusun apabila ada kebutuhan yang mendesak.

d. Permintaan audit Perencanaan audit tahunan yang telah disusun bisa saja berubah sesuai dengan
kebutuhan perusahaan dan penentuan prioritas bahkan meskipun audit MSDM-BK tersebut awalnya tidak
direncanakan. Permintaan audit MSDMBK dapat berasal dari manajemen puncak perusahaan atau bisa saja
berasal dari departemen itu sendiri.

e. Penentuan ruang lingkup audit Ruang lingkup audit harus dibatasi setelah adanya permintaan
audit mengingat ruang lingkup audit MSDM-BK yang sangat luas. Ruang lingkup audit MSDM-BK dapat
mencakup seluruh proses atau aktivitas manajemen SDM atau bisa juga hanya satu atau beberapa aktivitas
SDM, seperti proses rekrutmen dan seleksi atau pelatihan dan pengembangan karyawan.

2. Persiapan Audit MSDM-BK Dalam persiapan audit MSDM-BK ini dilakukan beberapa kegiatan,
antara lain:

a. Perumusan tujuan Tujuan audit MSDM-BK harus dirumuskan secara spesifik, terukur, realistis,
relevan dalam koridor waktu yang jelas (smart: specific, measurable, realistic, relevant, time bound).

b. Pembatasan ruang lingkup Ruang lingkup audit yang sudah disusun dalam tahap perencanaan
kembali dirumuskan dan ditegaskan. Mungkin saja ada perubahan ruang lingkup, apakah ruang lingkup
audit MSDM-BK makin luas atau dikurangi.

c. Perumusan program audit Program audit MSDM-BK merupakan turunan dari ruang lingkup audit
MSDM-BK. Program audit MSDM-BK akan memudahkan pelaksanaan audit secara keseluruhan. Program
audit MSDM-BK ini kemudian dituangkan dalam kertas kerja audit MSDM-BK.

d. Penentuan metode audit Audit MSDM memiliki beberapa pilihan metode yang masing-masing
memiliki kelebihan dan kelemahan. Metode audit MSDM-BK harus dipilih sesuai dengan program audit
sesuai dengan situasi atau kondisi pada saat pelaksanaan audit.

e. Penyusunan jadwal dan tim audit Audit MSDM-BK akan menyita waktu baik auditor dan auditee
atau pihak yang diaudit. Selain itu, pelaksanaan audit MSDM-BK juga dibatasi oleh waktu. Karena itu, jadwal
audit MSDM-BK harus disusun secara cermat dan harus selesai sesuai dengan koridor waktu yang telah
ditetapkan. Selain jadwal, dalam pelaksanaan audit MSDM-BK juga harus ditentukan personil atau auditor
yang akan melakukan audit, baik itu internal auditor maupun external auditor.

f. Investigasi awal Investigasi awal mungkin saja dilakukan dalam tahap perencanaan, seperti analisis
awal dokumen atau wawancara awal. Investigasi awal ini penting untuk dilakukan terutama apabila tujuan
dan ruang lingkup audit masih samar atau belum dirumuskan secara jelas.

g. Pengumuman audit Ketika semua perencanaan audit sudah selesai dilakukan maka auditor akan
memberi pengumuman kepada auditee atau pihak yang akan diaudit. Pengumuman ini antara lain berisi
tujuan audit MSDM-BK yang akan dilakukan, ruang lingkup audit, dan jadwal audit MSDM-BK.
3. Pelaksanaan Audit MSDM-BK Setelah pengumuman audit diinformasikan maka audit MSDM-BK
akan memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan. Dalam tahap pelaksanaan audit MSDM-BK ini akan
dilakukan beberapa aktivitas, antara lain dengan melakukan:

a. Analisis dokumen.

b. Wawancara.

c. Analisis historis.

d. Survei.

e. Eksperimen

4. Pelaporan Audit MSDM-BK Penyusunan laporan audit dapat dibuat dengan melakukan:

a. Diskusi Hasil temuan dalam proses audit didiskusikan baik dengan sesama auditor maupun dengan
pihak yang diaudit. Diskusi ini diperlukan untuk mempertajam temuan terutama yang bersifat material atau
penting.

b. Klarifikasi Temuan audit dapat diklarifikasi dengan pihak yang diaudit karena bisa saja antara
auditor dan auditee memiliki persepsi yang berbeda atas suatu temuan terutama terkait dengan konteks
pada saat temuan audit MSDM-BK tersebut terjadi.

c. Closing meeting Setelah audit MSDM-BK selesai dilakukan maka etikanya adalah ada pertemuan
penutupan atau closing meeting. Hal ini dapat bermanfaat untuk proses lebih lanjut dalam membina
hubungan baik khususnya untuk rencana tindak lanjut dari audit MSDM-BK.

d. Penyusunan laporan Laporan audit MSDM-BK disusun sesuai dengan format yang direncanakan
atau sesuai dengan format yang telah disepakati sebelumnya.

5. Tindak Lanjut Audit MSDM-BK Hasil audit MSDM-BK yang dituangkan dalam laporan perlu
ditindaklanjuti dengan:

a. Penyusunan rekomendasi Rekomendasi ini bisa saja menjadi satu bagian dalam laporan audit
yang disusun oleh auditor atau mungkin terpisah dari laporan audit.

b. Penyusunan program aksi Rekomendasi akan ditindaklanjuti dengan penyusunan program aksi
yang dibuat oleh atau setidaknya bersama dengan pihak yang diaudit. Program aksi merupakan penjabaran
yang lebih detail dari rekomendasi meskipun mungkin saja tidak semua rekomendasi dilakukan atau
dilakukan secara bertahap.

2.a. Contoh Kuesioner Tidak Terstruktur:

AUDIT KOMPABILITAS
1. Apakah strategi SDM yang dimiliki telah mampu mengembangkan mulliperan departemen SDM
sebagai administratif expert, employee champion, change of agant dan strategic partner? Benkan uraian
jawaban Anda secara singkat, padat disertai alasan yang mendasarinya.

2. Apakah strategi SDM yang dimlliki sudah selaras dengan strategi perusahaan? Bila sudah
selaras/belum selaras berikan uraian jawaban dan contoh konkret secara singkat, padat, dan tepat disertai
alasan yang mendasarinya.

3. Apakah Anda setuju bahwa strategi SDM yang dimiiki BUMN di Indonesia sudah memprioritaskan
integrasi antar sub sistem Perencanaan SDM, Rekrutmen, Seleksi, Pelatihan dan Pengembangan SDM,
Karier, Penilaian Kinerja, Balas Jasa, Hubungan Industrial, dan Sistem Informasi SDM? Bila Anda setujuftidak
setuju berikan uraian jawaban secara singkat, padat disertai alasan yang mendasarinya.

4. Apakah strategi SDM yang dimiliki BUMN yang sudah go public sudah terkait dengan karakteristik
bisnis perusahaan dan sudah berbasis kompetensi? Bila sudah'belum terkait benkan uraian jawaban anda
secara singkat, padat disertai alasan yang mendasannya.

5.apakah strategi sdmsudah berbasis kopetensi

b. FAKTORFAKTOR PENENTU KEBERHASILAN AUDIT FUNGSIFUNGSI MSDM-BK

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai audit fungsi SDM BK, mari kita perhatikan beberapa
faktor penting yang menentukan keberhasilan dari suatu audit MSDM BK. Dari pembahasan sebelumnya,
kita dapat menarik kesimpulan bahwa keberhasilan pelaksanaan audit MSDM-BK sangat tergantung pada
beberapa faktor kunci, yaitu:

1. Model audit, metode pendekatan riset dan instrumen riset yang digunakan. Penggunaan model
audit, metode pendekatan riset dan instrumen riset akan sangat memengaruhi keberhasilan pelaksanaan
audit MSDM-BK. Masing masing metode dan instrumen riset tentu punya kelebihan dan kelemahan sendiri,
dan mungkin cocok dengan suatu situasi atau kondisi yang dihadapi dan tidak cocok untuk situasi lainnya.

2. Kompetensi auditor. Seorang auditor SDM harus memiliki pengetahuan dan pengalaman
mengenai aktivitas dan proses yang akan diaudit antara lain:

a. Memiliki kompetensi dalam hal prosedur, metode, dan teknik audit

1.Mampu menerapkan prosedur audit mampu merencanakan dan mengorganisir pekerjaan secara
efektif dan tertata baik.
2.Mampu mengumpulkan informasi secara efektif melalui wawancara, mendengarkan, mengamati,
mengkaji ulang catatan, dokumen dan menguraikannya secara akurat.

3.Mempertegas kelengkapan dan kesesuaian bukti-bukti audit untuk mendukung temuan dan
menarik kesimpulan.

4.Mengakses risiko audit termasuk dampak penggunaan teknik sampling yang salah.

5.Mencatat aktivitas audit dengan membuat dokumen pekerjaan.

6. Menyiapkan laporan audit dengan jelas dan santun.

7.Memegang kerahasiaan informasi.

8.Mampu berkomunikasi secara efektif.

b. Memiliki kompetensi dalam hal sistem manajemen dan referensi dokumen

1.Mampu menerapkan sistem manajemen khususnya manajemen SDM pada berbagai perusahaan.

2. Memahami interaksi berbagai elemen sistem manajcmen dan menilai apakah sudah sesuai
dengan hasil yang direncanakan.

3. Memahami standar, prosedur dan dokumen dokumen yang digunakan sebagai dasar audit.

4. Memahami perbedaan antara beragam referensi dokumen.

5. Mampu menerapkan referensi dokumen pada berbagai pelaksanaan audit.

6. Memahami sistem informasi dan teknologi manajemen, otorisasi, distribusi, dan pengendalian:
dokumen, data, dan catatan-catatan.

c.Memahami situasi perusahaan

1) Memahami struktur, fungsi-fungsi, dan keterkaitan fungsi dalam perusahaan.


2) Memahami proses bisnis perusahaan dan terminologi yang digunakan.

3) Memahami lokasi, budaya dan kebiasaan sosial tempat operasi perusahaan.

4) Memahami bahasa yang digunakan auditec,

d.Memiliki kompetensi dalam hal perundang-undangan, aturan yang berlaku dan persyaratan
lainnya di perusahaan

1) Memahami kontrak dan kesepakatan yang dibuat.

2) Memahami aspek hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku baik di dalam perusahaan
maupun yang berlaku normatif di masyarakat.

Secara khusus auditor diharapkan juga memiliki kompetensi dalam hal:

1) Sistem dan sistem prosedur manajemen Sumber Daya Manusia agar dapat menilai apakah
subsistem Sumber Daya Manusia telah diterapkan secara benar dan tepat.

2)Penguasaan proses bisnis korporat agar dapat mengenal terminologi khusus yang digunakan
maupun mengidentifikasi aspek aspek kritis dari produk, pelayanan dan proses kerja yang diterapkan pada
tingkat bisnis, tingkat operasional maupun tingkat individu.

Mengacu pada bahasan di atas, dapat disimpulkan agar auditor berhasil melaksanakan audit secara
efektif maka seyogianya ia harus memiliki ciri-ciri, yaitu: memiliki integritas, bersikap terbuka, taktis,
pengamat, perseptif, bersemangat, ulet, tegas, dan percaya diri.

Di sisi lain ciri yang sebaiknya tidak dimiliki adalah sikap malas, tidak jujur, berargumentasi dengan
auditee, berpegang pada pendapat sendiri dan tidak mau mendengarkan.
Secara prinsip auditor dituntut bekerja secara profesional, mempersiapkan perencanaan dan
pelaksanaan audit dengan baik, memiliki kepekaan terhadap nilai dan tradisi yang berlaku.

3. Dukungan manajemen puncak dan kerja sama sinergis auditor dengan auditee Agar pelaksanaan
audit berhasil, perlu ada dukungan maksimal dari pimpinan puncak maupun seluruh jajaran pejabat di
bawahnya. Dalam hat ini sebelum proses audit dilaksanakan, pimpinan puncak perlu:

a. Memperkenalkan tim audit menyatakan secara formal, tertulis kepada jajaran manajerial
mengenai pentingnya Audit Sumber Daya Manusia.

b Melakukan pertemuan dengan para pejabat struktural bawahan langsungnya serta meminta
kesediaan mereka untuk mengomunikasikan sasaran/tujuan dan manfaat audit kepada seluruh auditee agar
mereka aktif berpartisipasi serta berscdia memberi informasi yang lengkap dan benar guna keberhasilan
proses audit.

c. Memfasilitasi setiap kebutuhan pelaksanaan audit termasuk biaya yang akan dikeluarkan
perusahaan agar dapat dicapai hasil yang optimal.

4. Kerjasama sincrgis antara auditor dan audit

a. Kedua belah pihak bersinergi secara maksimal dengan auditor.

b. Kedua belah pihak bersedia menerima dan menyetujui temuan audit sekalipun berisiko bagi
dirinya.

3.a. PERANCANGAN LAPORAN AUDIT MSDM-BK

Penyusunan laporan audit MSDM BK merupakan hal yang wajib dilakukan olch auditor, sebagai
pertanggungjawaban atas pelaksanaan audit yang telah dilakukannya. Namun hal ini tidak mudah untuk
dilakukan karena menuntut kemampuan tertentu. Agar penyusunan laporan audit MSDM BK dilakukan
dengan benar dan efektif maka di bawah ini dikemukakan beberapa hal hal yang harus diperhatikan. Pada
dasarnya penyusunan laporan audit MSDM-BK mencakup:

1. Tahap Pra Pelaporan Tahap pra pelaporan ini terdiri dari:


a .Tahap diskusi, di mana dilakukan pembahasan antara sesama auditor maupun dengan pihak yang diaudit.
Diskusi ini bertujuan untuk mempertajam hasil temuan apakah sesuai atau tidak sesuai dengan kriteria yang
tclah ditetapkan. Temuan yang tidak sesuai dengan kriteria dikategorikan dengan cara menggunakan
kategori angka yang menunjukkan tingkat keseriusan alau dengan menggunakan kategori deskriptif yaitu
kategori ketidaksesuaian major mencerminkan situasi serius yang harus segera ditangani dan
ketidakscsuaian minor, mencerminkan situasi yang kurang serius namun perlu ditangani. Agar mendapat
pemahaman mengenai tingkat keseriusan temuan di bawah ini akan dikemukakan penjelasan sebagai
berikut.

1) Indikator ketidaksesuaian major, mencakup hal hal yang berdampak bagi setiap individu (pejabat,
pegawat) di lingkungan perusahaan atau yang berdampak pada kualitas produk, kualitas pelayanan
terhadap pelanggan.

2) Indikator ketidaksesuaian minor, hal hal yang kurang tepat dan kurang lengkap atau adanya
ketidakpatuhan terhadap prosedur aturan yang berlaku.

Di samping temuan dengan tingkat keseriusan major dalam arti temuan audit merupakan
permasalahan kritis atau permasalahan besar serta temuan dengan tingkat keseriusan minor dalam arti
temuan audit merupakan permasalahan sedang, pada banyak pelaksanaan audit seringkali dijumpai
kelemahan proses atau kelemahan prosedur yang tidak serius, tidak fatal dan masih bisa diperbaiki dalam
jangka waktu yang tidak terlalu lama maka kondisi ini dikategorikan auditor sebagai observasi, dalam arti
temuan audit tersebut merupakan permasalahan yang bukan termasuk ketidaksesuaian atau pelanggaran.

b. Tahap klarifikasi, di mana hasil temuan yang telah didiskusikan diinformasikan kembali dengan
pihak anditee agar didapat kesamaan persepsi atas hasil temuan.

Dalam tahap ini tim audit perlu secara hati hati dan bijak menyampaikan kesimpulan. Di samping itu,
agar kebenaran bukti-bukti pendukung dapat dipertanggungjawabkan, setelah klarifikasi berlangsung tim
audit perlu meminta guditee untuk menangani dokumen (Matriks Temuan Hasil Konfirmasi dan Klarifikasi)
sebagai bukti audit yang sah.

2. Tahap Penyusunan Laporan Audit SDM Penyusunan laporan audit SDM sebaiknya memperhatikan
minimal empat hal, yaitu:

a. Makna Laporan Audit, dalam arti Laporan audit yang baik sebaiknya memuat informasi lengkap
dan bersifat faktual, signifikan, dan relevan. Dalam hal ini informasi didukung data yang objektif, informasi
memiliki bobot dan terkait dengan perspektif MSDM.

b. Bentuk atau format harus sesuai dengan rencana atau sesuai dengan kesepakatan bersama antara
tim audit dan pihak yang diaudit.
c.Sistematika laporan audit harus cermat, lengkap, dan urutan penyajian mengikuti suatu pola
tertentu antara lain mencakup:

1.Pendahuluan Merupakan executive summary di mana terdiri dari:

11. Tujuan dan ruang lingkup audit.

1.2. Ringkasan keseluruhan isi laporan.

2. Laporan inti temuan audit:

2.1. Analisa temuan,

2.2. Pendapat Auditor.

3. Penutup: Rekomendasi

4. Lampiran lampiran antara lain berupa:

a) Program dan rencana audit.

b) Management Control Guestioner.

c) Matriks temuan hasil konfirmasi dan klarifikasi yang telah disetujui dan ditangani auditee.

d) Korespondensi dengan auditee dalam rangka audit.

Penyusunan laporan audit harus ringkas dan padat dengan gaya positif yang bisa menarik pembaca
atau penerima laporan/pihak auditee. Sebagai contoh penyajian laporan inti temuan audit yang memuat
data data dan bukti-bukti objektif dibuat menggunakan tabel, gambar maupun alat bantu statistik dalam
rangka memperjelas uraian sekaligus untuk menarik perhatian,

Di samping itu perlu diperhatikan pula bahwa:

1) Persiapan, ketepatan dan kelengkapan Laporan Audit merupakan tanggung jawab Ketua Tim
Audit.
2)Laporan Audit harus diserahkan kepada klien sesuai dengan batas waktu yang tercantum dalam
kontrak, dan ditangani oleh Ketua Tim Audit.

3)Laporan Audit juga harus didistribusikan kepada klien, ditangani klien serta menjadi hak milik klien
(institusi atau perusahaan) sebagai pengguna jasa.

4)Laporan Audit harus dijamin kerahasiaannya oleh seluruh anggota yang terlibat dalam proses
audit.

5)Laporan Audit bisa dipelihara atau dihancurkan sesuai kesepakatan antara klien dan pihak auditor

b. REKOMENDASI HASIL AUDIT SDM

Bagian akhir ada pelaporan audit adalah rekomendasi berupa saran-saran yang disampaikan auditor
kepada pihak auditee. Sebaiknya rekomendasi ditindaklanjuti dengan program aksi yang merupakan rincian
dari rekomendasi dan disusun bersama antara auditee dan auditor. Program aksi atau program tindak lanjut
bisa dilakukan secara keseluruhan atau bisa juga dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu yang
ditetapkan. Agar program aksi dilaksanakan secara sungguh sungguh, tim auditor dapat mengingatkan
auditee akan tanggung jawab penyelesaian permasalahan yang telah dilaporkan. Peringatan disampaikan
secara langsung melalui telepon, e mail atau memo.

agar efektif sebagai auditor Anda harus memperhatikan tahapan/proses berikut.

o Auditor mengidentifikasi dan mencatat hal hal yang merupakan ketidaksesuaian.


o Auditee menyetujui ketidaksesuaian yang disampaikan auditor.
o Auditee mengajukan proposal tindakan koreksi/perbaikan.
o Auditor menyetujui proposal.
o Auditee menerapkan tindakan koreksi/perbaikan.
o Auditee memberikan bukti-bukti pendukung kepada internal auditor. Auditee menghubungi
auditor dan memberi tahu bilamana tindakan koreksi/perbaikan sudah tuntas terselesaikan.
o Auditor melakukan review dokumen yang disampaikan auditee.
o Auditor mengunjungi dan mengaudit penerapan dan efektivitas tindakan koreksi/perbaikan.
o Auditor menyatakan tindakan koreksi/perbaikan telah selesai dan bahwa benar perbaikan
membawa manfaat bagi manajemen serta memastikan permasalahan yang sama tidak akan
terulang kembali di masa yang akan datang
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS
TERBUKA