Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH PENYIMPANAN DAN ALIRAN INFORMASI GENETIKA

Tugas Kelompok
Disusun Sebagai Syarat Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Biokimia Dasar di Program Studi Pendidikan Kimia

DISUSUN OLEH:

1. SAKINAH (A25120021)
2. IREN ANATASYA MONTOLU (A25120030)
3. ALDI (A25120057)
4. INDAH HAERUNISSA (A25120025)
5. PUTRI SAFIRA (A25118044)
6. TIRTA UMASANGAJI (A25120054)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TADULAKO

PALU

2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah senantiasa melimpahkan Rahmat
dan Hidayahnya sehingga kita semua dalam keadaan sehat walafiat, dan kami sebagai
penyusun bisa menyelesaikan makalah kami tentang Penyimpanan dan Aliran
Informasi Genetika.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kata sempurnah.Oleh karena itu, dengan lapang dada penulis sangat
mengharapkan kritikan dan saran yang membangun demi menyempurnakan makalah
ini.

Palu, 9 November 2021

Penulis,

Kelompok 3

i
DAFTAR ISI

SAMPUL

KATA PENGANTAR...........................................................................................i

DAFTAR ISI.........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................iii

A. Latar Belakang...........................................................................................iii
B. Rumusan Masalah.....................................................................................iv
C. Tujuan........................................................................................................iv

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................5

A. Wawasan molekuler DNA.........................................................................5


B. Informasi genetik.......................................................................................9
C. Transkripsi dan pengendaliannya..............................................................10
D. Translasi dari informasi genetik................................................................11

BAB III PENUTUP...............................................................................................13

A. Kesimpulan................................................................................................13
B. Saran..........................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
DNA sebagai bahan genetik karena DNA dapat mewariskan sifat-sifat
organisma induk, sudah diidentifikasi pada pertengahan abad 20 (Greenspan and
Baxter 1994). Genom adalah sepotong DNA/segment DNA yang menyandi protein
mengandung semua informasi genetik yang dimilikinya. Dengan penemuan ini
ditemukan bagaimana informasi genetik diwariskan dan diekspresikan. Mekanisme
molekuler dari pewarisan melibatkan proses yang dikenal sebagai replikasi, dimana
rantai DNA induk berfungsi sebagai cetakan untuk sintesis salinan DNA (Murray et
al. 2000).
Setiap kita yang ingin memahami bagaimana metabolisme sel dan pewarisan
sifat dari induk (parental) ke generasi berikutnya adalah dengan memahami
mekanisme kerja DNA. Berbagai eksperimen dan kajian sampai pada kesimpulan
bahwa mekanisme kerja DNA adalah replikasi, transkripsi dan translasi. Tiga proses
ini dikenal dengan sebutan dogma sentral. Replikasi adalah proses menyalin secara
utuh 2 untai DNA menjadi 2 untai yang baru.Transkripsi adalah proses menyalin
salah satu untai DNA menjadi mRNA sedangkan translasi adalah proses
penterjemahan mRNA menjadi polipeptida (Yuwono, 2013).
Materi genetik (DNA) yang terdapat pada suatu sel selalu dalam keadaan aktif
karena senantiasa melakukan replikasi, transkripsi, translasi, reparasi (perbaikan) dan
rekombinasi. Proses penyimpanan dan pemindahan informasi genetik dinyatakan
dalam suatu dalil yang disebut dogma sentral, yang ditemukan oleh Francis Crick dan
George Gamov pada tahun 1957. Prinsip dogma sentral bahwa DNA menjadi penentu
jenis RNA yang selanjutnya akan diterjemahkan menjadi suatu protein (Yuwono,
2013).

iii
Bahan genetik yang ada pada setiap jasad akan mengalami proses
perbanyakan sebagai salah satu tahapan sangat penting dalam proses pertumbuhan sel
atau perbanyakan partikel virus. Proses perbanyakan bahan genetik dikenal sebagai
proses replikasi. Replikasi bahan genetik dapat dikatakan sebagai proses yang
mengawali pertumbuhan sel, meskipun sebenarnya pertumbuhan merupakan suatu
resultan banyak proses yang saling berkaitan satu sama lain. Replikasi bahan genetik
diikuti oleh pembentukan sel-sel anakan yang membawa duplikat bahan genetik hasil
replikasi. Oleh karena itu, kesalahan dalam proses replikasi bahan genetik dapat
mengakibatkan perubahan pada sifat-sifat sel anakan (Yuwono, 2005).

B. Rumusan masalah
1. Apa itu wawasan molekuler DNA?
2. Apa itu informasi genetik?
3. Apa itu transkripsi dan pengendaliannya?
4. Apa itu translasi dari informasi genetik?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui wawasan molekuler DNA
2. Untuk mengetahui informasi genetik
3. Untuk mengetahui transkripsi dan pengendaliannya
4. Untuk mengetahui translasi dari informasi genetik

iv
BAB II
PEMBAHASAN
A. Wawasan Molekuler DNA
Wawasan molekuler DNA ada 3, yaitu
a) Deoxyribonucleic Acid (DNA)

Ada tiga struktur DNA yang dikenal selama ini. Struktur-struktur DNA tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Struktur primer
DNA tersusun dari monomer-monomer nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari
satu basa nitrogen berupa senyawa purin atau pirimidin, satu gula pentosa berupa 2’-
deoksi-D-ribosa dalam bentuk furanosa, dan satu molekul fosfat. Penulisan urutan
basa dimulai dari kiri yaitu ujung 5’ bebas (tidak terikat nukleotida lain) menuju
ujung dengan gugus 3’ hidroksil bebas atau dengan arah (Darnell, et al., dalam T.
Milanda, 1994).
2. Struktur sekunder
Salah satu sifat biokimia DNA yang menentukan fungsinya sebagai pembawa
informasi genetik adalah komposisi basa penyusun. Pada tahun 1949-1953, Edwin
Chargaff menggunakan metode kromatografi untuk pemisahan dan analisis kuantitatif
keempat basa DNA, yang diisolasi dari berbagaiorganisme. Kesimpulan yang diambil
dari data yang terkumpul adalah sebagai berikut :
 Komposisi basa DNA bervariasi antara spesies yang satu dengan spesies yang lain
 Sampel DNA yang diisolasi dari berbagai jaringan pada spesies yang sama
mempunyai komposisi basa yang sama
 Komposisi DNA pada suatu spesies tidak berubah oleh perubahan usia, keadaan
nutrisi maupun perubahan lingkungan

5
 Hampir semua DNA yang diteliti mempunyai jumlah residu adenine yang sama
dengan jumlah residu timin (A=T), dan jumlah residu guanin yang sama dengan
jumlah residu sitosin (G=C) maka A+G= C+T, yang disebut aturan Charrgaff
 DNA yang diekstraksi dari spesies-spesies dengan hubungan kekerabatan yang
dekat mempunyai komposisi basa yang hampir sama.
Pada tahun 1953, James D. Watson dan Francis H.C. Crick berhasil menguraikan
struktur sekunder DNA yang berbentuk heliks ganda melalui analisis pola difraksi
sinar X dan membangun model strukturnya (Darnell, et al. dalam T. Milanda, 1994).
Heliks ganda tersebut tersusun dari dua untai polinukleotida secara antiparalel (arah
5’3’ saling berlawanan), berputar ke kanan dan melingkari suatu sumbu. Unit gula
fosfat berada di luar molekul DNA dengan basa-basa komplementer yang
berpasangan di dalam molekul. Ikatan hidrogen di antara pasangan basa memegangi
kedua untai heliks ganda tersebut (Willbraham and Matta dalam T. Milanda, 1994).
Kedua untai melingkar sedemikian rupa sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan
kembali bila putaran masing-masing untai dibuka.

(a) (b)

Gambar 1 Struktur DNA (Prentis Steve, 1990)

6
Keterangan: a. Struktur primer DNA
b. Struktur sekunder DNA

Jarak di antara kedua untai hanya memungkinkan pemasangan basa purin

(lebih besar) dengan basa pirimidin (lebih kecil). Adenin berpasangan dengan

timin membentuk dua ikatan hidrogen sedangkan guanin berpasangan dengan

sitosin membentuk tiga ikatan hidrogen.

Dua ikatan glikosidik yang mengikat pasangan basa pada cincin gula, tidak

persis berhadapan. Akibatnya, jarak antara unit-unit gula fosfat yang berhadapan
sepanjang heliks ganda tidak sama dan membentuk celah antara yang berbeda,RNA
mirip dengan DNA, perbedaanya terletak pada :

1) Basa utama RNA adalah Adenin, Guanin, Sitosin dan Urasil, dengan panjang
molekul 70 sampai 10.000 pb
2) Unit gula RNA adalah D-ribosa
3) Molekul RNA berupa untai tunggal, kecuali pada beberapa virus.

b) Sentral Dogma.

Pada tahun 1956, Francis H. Crick memperkenalkan diagram alur yang


menggambarkan fungsi DNA dalam perjalanan informasi genetik yang disebut sentral
dogma (Watson, et al. dalam T. Milanda, 1994).

7
Replikasi

DNA

↓ transkripsi

RNA

↓ transisi

Protein

Gambar 4 Dogma sentral aliran informasi genetik (Marks, et al., 2000).

Tanda panah yang melingkari DNA menunjukkan bahwa DNA berfungsi


sebagai template atau cetakan bagi replikasi dirinya. Tanda panah antara DNA dan
RNA menunjukkan pembentukkan molekul RNA dari DNA cetakan (transkripsi)
kemudian sintesis protein ditentukan oleh RNA cetakan melalui proses translasi
(Willbraham and Matta dalam T. Milanda, 1994).

c) Amplifikasi DNA Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction

(PCR)

1. Prinsip metode PCR

8
PCR merupakan suatu teknik amplifikasi DNA secara in vitro yang mampu
mengamplifikasi segmen tertentu dari keseluruhan genom bakteri. Proses amplifikasi
PCR melibatkan variasi suhu yang mendekati suhu didih air, jadi diperlukan enzim
polimerase yang tetap stabil dalam temperatur yang tinggi. Pada proses PCR, enzim
polimerase yang digunakan berasal dari bakteri Thermus aquaticus (Taq) yang hidup
di lingkungan bersuhu lebih dari 90 oC. Berikut adalah tiga tahap pengulangan yang
penting dalam proses PCR yaitu :

1) Denaturasi

Pada tahap ini molekul DNA dipanaskan sampai suhu 94 oC yang menyebabkan
terjadinya pemisahan untai ganda DNA menjadi untai DNA tunggal. Untai DNA
tunggal inilah yang menjadi cetakan bagi untai DNA baru yang akan dibuat.

Gambar 6 Untai DNA mengalami denaturasi (Innis M., et al.,1990)

2) Penempelan (Annealing)

Enzim Taq polimerase dapat memulai pembentukan suatu untai DNA baru jika
ada seuntai DNA berukuran pendek (DNA yang mempunyai panjang sekitar 10
sampai 30 pasang basa) yang menempel pada untai DNA target yang telah terpisah.

9
DNA yang pendek ini disebut primer. Agar suatu primer dapat menempel dengan
tepat pada target, diperlukan suhu yang rendah sekitar 55 0C selama 30-60 detik.

Gambar 7 Penempelan primer dengan untai DNA yang telah terdenaturasi

(Innis M., et al., 1990)

B. Informasi Genetik

Salah satu hallmark (penanda/karakteristik) dari suatu kehidupan yaitu reproduksi.


Informasi genetik dari suatu sel dengan segala keunikannya tentunya harus dapat
diturunkan ke anakannya. Infoermasi genetik (genom) disimpan menggunakan asam
nukleat, yaitu DNA. Asam nukleat ini mampu menyimpan sejumlah besar informasi
secara stabil hanya melalui 4 macam yakni adenin (A), sitosin (C), guanin (G) dan
timun (T), yang tersusun menjadi rantai DNA. Informasi yang disimpan DNA
tersebuat akan dipublikasikan saat terjadi pembelahan sel (REPLIKASI) dan akan
disalin menjadi mRNA (TRANSKRIPSI), yang selanjutnya RNA yang terjadi
tersebut akan ditransaksikan menjadi urutan asam amino dari protein (TRANSLASI).
Konsep tersebut dikenal dengan dogma genetik. Tahap pertama dogma genetik
dikenal sebagai proses transkripsi DNA menjadi mRNA. Tahap kedua dogma genetik
adalah proses translasi atau penerjemahan kode genetik pada RNA menjadi urutan
asam amino.

10
1. DNA transkripsi oleh enzim RNA polymerase menjadi mRNA
2. mRNA yang terbentuk mengalami proses pasca-transkripsi berupa pembuangan
intron sehingga menjadi RNA mature
3. mRNA ditranslasi menjadi urutan asam amino/protein yang terjadi disitosol
4. DNA diperbanyak melalui proses replikasi melibatkan enzim DNA polymerase.

Gen memberi perintah untuk membuat protein tertentu. Tetapi gen tidak
membangun protein secara langsung. Jembatan antara DNA dan sintesis protein
adalah RNA. Kita ketahui bahwa RNA secara kimiawi serupa dengan DNA, kecuali
RNA mengandung ribosa, bukan deoksiribosa sebagai gulanya. Sedangkan untuk
basa nitrogen pada RNA adalah urasil (U), bukan timin (T). Dengan demikian, setiap
nuleotida disepanjang untai DNA memiliki deoksiribosa sebagai gulanya dan A, G,
C, T sebagai basanya. Sedangkan pada RNA memiliki gula ribose dan A, G, C, U
sebagai basanya.

Aliran informasi genetik mirip dengan urutan-urutan huruf tertentu yang


menyampaikan informasi dalam bahasa tulisan. Pada DNA dan RNA, monomernya
merupakan keempat jenis nukleotida yang berbeda dalam basa nitrogennya. Gen
biasa panjangnya mencapai ratusan atau ribuan nukleotida, masing-maaing memiliki
urutan basa yang spesifik. Setiap polipeptida dari suatu protein juga memiliki
monomer yang tersusun pada struktur primer, tetapi monomernya adalah ke-20 Asam
amino tersebut. Dengan demikian, asam nukleat dan protein berisi informasi yang
ditulis dalam dua bahasa kimia yang berbeda. Untuk beralih dari DNA, yang ditulis
dalam satu bahasa, ke protein, yang ditulis dalam bahasa lain, membutuhkan dua
tahapan utama yaitu transkripsi dan translasi.

C. Transkripsi dan Pengendaliannya

Transkripsi merupakan proses pembentukan RNA dari salah satu pita cetakan DNA
(DNA sense).

11
Pada tahap ini, akan menghasilkan 3 jenis RNA, yaitu mRNA, tRNA dan rRNA.

Tahap ini dapat berlangsung di dalam sitoplasma dengan diawali proses pembukaan
rantai ganda yang dimiliki oleh DNA dengan bantuan enzim RNA polimerase. Pada
tahap ini, ada rantai tunggal yang bertugas sebagai rantai sense, sedangkan rantai lain
yang berasal dari pasangan DNA dinamakan rantai anti sense. Tahap transkripsi
sendiri dibagi menjadi 3: tahap inisiasi, elongasi dan terminasi.

• Tahap inisiasi ,RNA polimerase terikat pada untaian DNA, yang disebut promoter,
yang ditemukan didekat awal dari suatu gen. Setiap gen mempunyai promoternya
tersendiri. Setelah terikat, RNA polimerase memisahkan untaian ganda DNA,
menyediakan template atau cetakan untaian tunggal yang siap untuk ditranskripsi.

• Tahap elongasi, Satu untaian DNA, untaian cetakan, bertindak sebagai cetakan
untuk digunakan oleh enzim RNA polimerase. Sambil ‘membaca’ cetakan ini, RNA
polimerase membentuk molekul RNA keluar dari nukleotida, membuat sebuah rantai
yang tumbuh dari 5′ ke 3′. RNA transkripsi membawa informasi yang sama dari
untaian DNA non-template (coding).

• Tahap terminasi , Urutan ini memberikan sinyal bahwa transkripsi RNA telah
selesai. Setelah ditranskripsi, RNA polimerase melepaskan hasil transkripsi RNA.

12
D. Translasi dari Informasi Genetik

Translasi dalam genetika dan biologi molekular adalah proses penerjemahan


urutan nukleotida yang ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam-asam
amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein.Transkripsi dan Translasi
merupakan dua proses utama yang menghubungkan gen ke protein. Translasi hanya
terjadi pada molekul mRNA, sedangkan rRNA dan tRNA tidak ditranslasi.Molekul
mRNA yang merupakan salinan urutan DNA menyusun suatu gen dalam bentuk
kerangka baca terbuka. mRNA membawa informasi urutan asam amino.

Proses translasi berupa penerjemahan kodon atau urutan nukleotida yang


terdiri atas tiga nukleotida berurutan yang menyandi suatu asam amino tertentu.
Kodon pada mRNA akan berpasangan dengan antikodon yang ada pada tRNA. Setiap
tRNA mempunyai antikodon yang spesifik. Tiga nukleotida di antikodon tRNA
saling berpasangan dengan tiga nukleotida dalam kodon mRNA menyandi asam
amino tertentu. Proses translasi dirangkum dalam tiga tahap, yaitu inisiasi, elongasi
(pemanjangan) dan terminasi (penyelesaian). Translasi pada mRNA dimulai pada
kodon pertama atau kodon inisiasi translasi berupa ATG pada DNA atau AUG pada
RNA. Penerjemahan terjadi dari urutan basa molekul (yang juga menyusun kodon-
kodon setiap tiga urutan basa) mRNA ke dalam urutan asam amino polipeptida.
Banyak asam amino yang dapat disandikan oleh lebih dari satu kodon. Tempat-
tempat translsasi ini ialah ribosom, partikel kompleks yang memfasilitasi perangkaian
secara teratur asam amino menjadi rantai polipeptida.Asam amino yang akan
dirangkaikan dengan asam amino lainnya dibawa oleh tRNA. Setiap asam amino
akan dibawa oleh tRNA yang spesifik ke dalam kompleks mRNA-ribosom.Pada
proses pemanjangan ribosom akan bergerak terus dari arah 5'3P ke arah 3'OH
sepanjang mRNA sambil merangkaikan asam-asam amino. Proses penyelesaian
ditandai dengan bertemunya ribosom dengan kodon akhir pada mRNA.

13
Walaupun mekanisme dasar transkripsi dan translasi serupa untuk prokariota
dan eukariota, terdapat suatu perbedaan dalam aliran informasi genetik di dalam sel
tersebut.Karena bakteri tidak memiliki nukleus (inti sel), DNA-nya tidak tersegregasi
dari ribosom dan perlengkapan pensintesis protein lainnya. Transkripsi dan translasi
dipasangkan dengan ribosom menempel pada ujung depan molekul mRNA sewaktu
transkripsi masih terus berlangsung.Pengikatan ribosom ke mRNA membutuhkan
situs yang spesifik.Sebaliknya, dalam sel eukariot selubung nukleus atau membran
inti memisahkan transkripsi dari translasi dalam ruang dan waktu.Transkripsi terjadi
di dalam inti sel dan mRNA dikirim ke sitoplasma tempat translasi terjadi

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan

14
Adapun kesimpulan dari materi diatas yaitu : DNA sebagai bahan genetik karena
DNA dapat mewariskan sifat-sifat organisma induk, sudah diidentifikasi pada
pertengahan abad 20 (Greenspan and Baxter 1994). Genom adalah sepotong
DNA/segment DNA yang menyandi protein mengandung semua informasi genetik
yang dimilikinya. Dengan penemuan ini ditemukan bagaimana informasi genetik
diwariskan dan diekspresikan. Mekanisme molekuler dari pewarisan melibatkan
proses yang dikenal sebagai replikasi, dimana rantai DNA induk berfungsi sebagai
cetakan untuk sintesis salinan DNA (Murray et al. 2000).
Materi genetik (DNA) yang terdapat pada suatu sel selalu dalam keadaan aktif
karena senantiasa melakukan replikasi, transkripsi, translasi, reparasi (perbaikan) dan
rekombinasi. Proses penyimpanan dan pemindahan informasi genetik dinyatakan
dalam suatu dalil yang disebut dogma sentral, yang ditemukan oleh Francis Crick dan
George Gamov pada tahun 1957. Prinsip dogma sentral bahwa DNA menjadi penentu
jenis RNA yang selanjutnya akan diterjemahkan menjadi suatu protein (Yuwono,
2013).

B. Saran

Kami menerima saran dan kritikan dari teman-teman mahasiswa untuk menambah
makalah ini semakin bermanfaat dan memberikan tambahan wawasan dan
pengetahuan kami. Dan tak lupa, kami mohon kepada Dosen Penyaji materi untuk
meluruskan dan memperjelas paparan makalah kami.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell NA, Reece BJ, Mitchell LG. 2002. Biologi. Jakarta: Erlangga

15
Darnell J., Lodish H., and Baltimore D., 1990, Molecular Cell Biology, 2nd edition,
Scientific American Book Inc., New York, p. 99-76

Debbie S. Retnoningrum, 1998, Mekanisme dan Deteksi Molekul Resistensi


Antibiotik pada Bakteri, Jurusan Farmasi-ITB, Bandung, h. 1-5, 16-21

Pujo, Duryat.2013. Sintesis Protein. (Online)https://pujoduryatbeta.blogspot.co.id


/2014/03/sintesis-protein.html.Diakses 09 November 2021

Yuwono T. 2005. Biologi Molekuler. Jakarta: Erlangga.

16