Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Temuan Gap Antara Teori dan Praktik


1. Teori
a. Pengertian Prosedur Penerimaan Barang
Menurut Mulyadi (2001:5) “prosedur adalah suatu urutan kegiatan
klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau
lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi
perusahaan yang terjadi berulang ulang”.
Berdasarkan pengertian prosedur, maka prosedur penerimaan barang
adalah urutan kegiatan penerimaan barang yang dibuat dengan tujuanuntuk
terciptanya praktek yang sehat. Menurut baridwan (1991:15) “praktek
yang sehat adalah setiap pegawai dalam perusahaan melaksanakan
tugasnya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Di dalam prosedur
penerimaan barang, bagian penerimaan barang merupakan bagian yang
bertanggung jawab dalam setiap proses yang ada di dalamnya. Pada saat
penerimaan barang bagian penerimaan barang harus melakukan
perhitungan pisik atas barang-barang yang diterima baik dengan cara
menghitung, menimbang, atau dengan cara-cara lain. Selain menghitung
kuanta barang yang datang, bagian penerimaan diharuskan juga untuk
melihat kualitas barang-barang yang diterimanya. Apabila barang-barang
yang datang sudah sesuai dengan pesanan maka bagian penerimaan
membuat berita acara penerimaan barang, dan apabila barang tidak sesuai
maka bagian penerimaan harus membuat berita acara penolakan barang
yang selanjutnya akan dikembalikan kepada suplier. Apabila barang yang
dipesan sudah sesuai dan telah tercetak berita acara penerimaan barang,
selanjutnya barang akan di tangani bagian gudang untuk disimpan.

Terdapat beberapa dokumen yang berkaitan dengan proses


penerimaan barang (Baridwan, 1991:174-178), berikut formulirnya:

22