Anda di halaman 1dari 1

BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan
Pabrik Gula Lestari Kertosono telah menerapkan standar prosedur
penerimaan barang yang sesuai dengan tujuan untuk menciptakan praktek yang
sehat, prosedurnya adalah sebagai berikut:
1. Penjual atau Suplier Menyerahkan Barang Beserta Purchase Order (PO)
2. Pemeriksaan kuanta dan kualitas barang
3. Melakukan Proses Goods Receipt (GR) atau Mencetak Berita Acara
Penerimaan Barang
4. Menyimpan di Gudang
Dokumen yang digunakan dalam proses penerimaan barang yang
dilakukan oleh bagian Gudang Material PG. Lestari Kertosono juga sudah sesuai
dengan teori yang ada yang bertujuan untuk menciptakan praktek yang sehat,
dokumen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1. Purchase Order (PO)
2. Invoice
3. Faktur Pajak
4. Berita Acara Penerimaan Barang

Dalam pelaksanaan sebuah usaha, perusahaan tentu dihadapkan pada beberapa


masalah yang bersifat urgensi, masalah seperti kerusakan mesin adalah masalah
yang paling utama dan paling sering terjadi diluar perkiraan perusahaan.
Rusaknya mesin yang dialami oleh perusahaan yang bergerak di bidang
manufaktur, tentu akan menghambat proses bisnis yang nantinya juga akan
menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Permasalahan diatas merupakan
permasalahan yang sering dialami oleh Pabrik Gula Lestari Kertoso, akibatnya
bagian pembelian harus memesan barang terlebih dahulu sebelum dokumen
purchase order diterbitkan dan, pada akhirnya bagian Gudanglah yang pada
akhirnya harus ikut untuk tidak menerapkan prosedur yang sudah menjadi
ketentuan sebagaimana mestinya. Penerimaan barang yang dilakukan dalam

29