Anda di halaman 1dari 23

RINGKASAN HASIL STUDI SESUAI TOPIK DISERTASI

NO JUDUL D,S,V,I,A HASIL PENELITIAN


PENELITIAN &
PENULIS
1 Trauma informed Desain :
school: child - mengembangkan metode untuk
disaster exposure, menilai Kesehatan mental anak di
community lingkungan pasca bencana, melihat
violence and tanda2 reaksi tertekan pasca
somatic symtoms. bencana.
(Lai et al., 2018) - mengukur 2 waktu pasca bencana :
3-7 bulan dan 13-17 bulan.
Dampak bencana - Menggunakan Model examining
community violence untuk
menghubungkan dengan - grup 1 : PTSS dan CV” melaporkan signifikan secara klinis PTSS dan tingkat kekerasan
keterpaparan dampak bencana masyarakat yang tinggi = 15 orang
Sample : 346 anak dengan rentang - grup 2 : “PTSS Only” memiliki PTSS yang signifikan secara klinis tetapi tidak melaporkan
usia 8-11 tahun dan 11-16 tahun, kekerasan masyarakat = 8
yang mengalami post bencana - grup 3 : “CV Only” tidak melaporkan PTSS yang signifikan secara klinis, tetapi mereka
Variable : melaporkan kekerasan komunitas yang tinggi = 42
- v.independent : community - grup 4 :“Tidak ada PTSS atau CV” tidak melapor PTSS yang signifikan secara klinis dan
violence (CV) dan Hurricane mereka tidak melaporkan komunitas yang tinggi kekerasan =187
exposure (paparan badai)
- v.dependent : post traumatic dan  PTSS memperkirakan gejala somatik 3-7 bulan pasca bencana, tetapi tidak berhubungan
somatic symptom (PTSS), gejala langsung dengan gejala somatik 13-17 bulan pasca bencana.
somatic  PTSS dapat memprediksi gejala somatic dalam periode pemulihan jangka pendek, tetapi
Instrument : hubungan langsung ini tidak melampaui satu tahun pasca bencana, ke dalam jangka Panjang
- Analisis he Behavioral Assessment fase pemulihan.
System for Children (BASC-2)  Temuan penting, memberikan informasi baru tentang perjalanan potensial gejala somatik di
- Parent Ratings Scales (PRS) antara remaja pasca bencana
- The UCLA Posttraumatic Stress  tidak dapat membedakan gejala somatic medis dengan fungsional. Hubungan kerentanan
Disorder Reaction index sosial dengan hasil negative lebih besar terdampak pada anak usia 8-16 tahun.
 Perlu kebijakan yang terintegrasi komprehensif untuk pemulihan
2 Subjective well- Desain : Regresi logistic binominal
being of Canadian Sample : anak dan remaja berjumlah
children and youth 800 orang
during the COVID- Variable :
19 pandemic: The - v.independent : gerakan perilaku
role of the social sehat (aktivitas fisik, durasi tidur,
and physical dan kualitas tidur)
environment and
healthy movement Instrument :
behaviours - Subjective well-being (SWB)
(Mitra et al., 2021)

Dampak covid

- Grup 1 (SWB Waktu Pandemi Rendah) termasuk 49,4% anak-anak dan remaja, dan 63,3%
dari mereka cenderung merasa lebih bosan selama pandemi, sementara 51,5% cenderung
merasa lebih khawatir. Sebaliknya, hanya 1,7% yang cenderung merasa lebih bersemangat
dan 2,2% cenderung merasa lebih bahagia dibandingkan dengan periode sebelum pandemi.
- Grup 2 (SWB Waktu Pandemi Tinggi) termasuk 50,6% anak-anak dan remaja, 56% di
antaranya cenderung merasa lebih tenang dan 52,1% merasa lebih Bahagia selama pandemi.
Sebaliknya, hanya 0,7% yang akan merasa lebih sendirian atau tidak didukung sementara
2,5% akan merasa lebih sedih dibandingkan dengan sebelum pandemic.
- Dibandingkan dengan grup 1, anak-anak dan remaja di grup 2 melaporkan perubahan yang
lebih besar dalam berbagai indikator kesejahteraan secara keseluruhan
- Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa sosio-demografis
- karakteristik dan ukuran kotamadya tidak terkait dengan
- SWB masa pandemi (Tabel 3). Sebaliknya, tidak menjaga kesehatan
- perilaku pergerakan sangat berkorelasi dengan SWB waktu pandemi
- tingkat. Anak-anak dan remaja yang kurang aktif secara fisik (OR = 1,54)
- atau menghabiskan lebih banyak waktu di layar digital (ATAU = 3,19) selama pandemi
- dibandingkan dengan waktu pra-pandemi, lebih cenderung menjadi milik Kelas 1
- (menunjukkan SWB waktu pandemi yang rendah). Durasi tidur tidak memiliki
- hubungan statistik dengan SWB, tetapi kualitas tidur adalah yang penting
- korelasi SWB waktu pandemi.
3 A narrative Desain : naratif literature review - Artikel yang relevan dengan pertanyaan penelitian kedua dikategorikan menjadi dua tema: (1)
literature review of pada 22 artikel yang berisi ulasan skala yang dirancang untuk alat survei umum dan (2) skala yang dirancang untuk
child-focused kesehatan mental anak dilihat mengevaluasi program MHL tertentu.
mental health berdasarkan usia. - Ditemukan 3 item utama untuk mengukur Mental Health Literasi yaitu : recognition, strategi
literacy attributes Sample : focus pada anak 10-12 koping, sikap dan kepercayaan
and scales (Bale et tahun dan remaja 12-25 tahun. - Kebutuhan MHL spesifik adalah pada anak-anak untuk dapat mengenali gejala kesehatan
al., 2018) Variable : mental termasuk depresi dan kecemasan
- v.independent - Kesehatan mental terganggu pada usia 12-25 tahun
- v.dependent : - Terjadi peningkatan MHL pada usia 10-12 tahun  menjadi perhatian khususn
Kesehatan mental
Instrument : - Usia 15-19 tahun dilaporkan memiliki masalah kesehatan mental
anak berdasarkan - Mental Health Literacy (MHL) - Mempromosikan kesehatan mental dapat membantu mekanisme koping anak-anak terhadap
usia - Depression literacy scale ketahanan mental/resiliensi
- COPMI (Children of Parents with
a Mental Illness) Kekurangan :
- Pertanyaan yang perlu dicari : kebutuhan apa yang diperlukan anak untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih baik karena tahap perkembangan anak berbeda
- Perlu mempromosikan peran edukatif bagi perawat dan praktisi kesehatan mental
- Mengevaluasi intervensi yang paling cocok untuk anak
- Bagaimana anak-anak mencari informasi kesehatan jiwa melalui online? Karena anak-anak
perlu tahu : mengelola stress, cara meningkatkan kondisi mental, menjaga kesehatan fisik,
manajemen stress, pemecahan masalah.
4 How is COVID-19 Desain : naratif literature review - anak2 menjawab stress dengan cara yang berbeda tergantung pada tahap tumbuh kembang,
pandemic pada 51 artikel tingkatan cemas, tingkatan depresi, gejala pasca trauma yang tinggi
Sample : anak usia 6-15 tahun dan - kesimpulan literature :
impacting mental remaja 12-21 tahun  usia 12-21 tahun : gejala depresi pada remaja akhir lebih tinggi daripada remaja awal
health of children Variable : dan pertengahan
and adolescents? - v.independent : usia (12 kategorik  usia 3-12 tahun : kurang perhatian, mudah marah, takut anggota keluarga terinfeksi
(Marques de mulai dari 6-18 tahun) dan berakibat fatal, banyak pertanyaan, tergantung pada orang tua.
Miranda et al., - v.dependent : tanda dan gejala - remaja terbantu melalui media sosial untuk mengakses informasi, koneksi sosial,
2020) stress, cemas, depresi pengembangan identitas, ekspresi diri
Instrument :
- PTSS : Post-Traumatic Stress
Dampak covid thp
Symptoms
anak
- IES-R : Post-Traumatic Stress
scales - Impact Event Scale
revised
- PLC-C : Post Traumatic Stress
Disorder Checklist-Civilian
Version
- General Health Questionnaire - 12
(GHQ -12)
- Peritraumatic Distress Index
(CPDI)
- Stress Subscale from Depression,
Anxiety and Stress Scale (DASS-
21)
- Simplified Coping Style
Questionnaire (SCSQ)
5 Exploring the Desain : naratif literature review - Faktor-faktor yang mempengaruhi Physical Activity (PA) adalah perilaku orang tua yang
impact of COVID-19 pada 77 artikel yang sesuai mudah tersinggung, agresif, pemecahan masalah, tuduhan kepada anak, sikap reaktif, pola
on the movement Sample : anak usia 5-11 tahun dan asuh  dibandingkan sebelum dan sesudah pandemic covid terhadap perubahan perilaku dan
behaviors of remaja 12-17 tahun aktifitas fisik anak.
children Variable : - Dampak negatif dari pandemi lebih besar untuk anak perempuan daripada anak laki-laki
and youth: A - v.independent - Kekurangan : tingkat pembatasan fisik yang mungkin dimiliki sangat bervariasi, tergantung
- v.dependent : aktivitas fisik, pola pada periode pengumpulan data dalam studi yang disertakan, dan ini tidak diperhitungkan.
scoping review of
tidur, perilau menetap (sedentary - Baik anak-anak dan remaja terjadi perubahan Frekuensi dan durasi PA, aktivitas di luar
evidence after the
behaviour) ruangan menurun, sementara aktivitas berbasis sekolah dan penggunaan hape meningkat
first year
Instrument :
(Paterson et al., - Godin Leisure Time Exercise
2021) questionnaire
- Pediatric Functional Activity Brief
perubahan aktivitas Scale
fisik anak selama - Youth Activity Profile
pandemic Questionnaire
- ecological momentary assessments
- MoMo PA Questionnaire
6 What we have Desain : naratif literature review - Gangguan kehidupan sehari-hari akibat COVID-19 dan tindakan pencegahannya telah
learnt about pada 36 artikel yang sesuai menganggu emosi korban pada anak dan keluarga
trauma, loss and Sample : anak remaja usia 6-21 - Dampak covid pada anak dan keluarga : pembelajaran terganggu, perubahan interaksi sosial,
grief for children tahun dinamika keluarga, peningkatan keterampilan dan ketahanan pribadi, dampak ekonomi dari
in response to Variable : kehilangan pekerjaan dan ketimpangan finansial yang berkepanjangan serta kesejahteraan
COVID-19 - v.independent : trauma, berduka, fisik dan mental
(Fitzgerald et al., kehilangan, kecemasan - Berisiko munculnya gangguan stres pasca trauma dari apa yang dialami anak dengan terpaksa
- v.dependent : melakukan isolasi mandiri, terpisah dari teman dan keluarga besar, kekerasan dalam rumah
2021)
Instrument : tangga dan kematian kerabat terdekat tetap memprihatinkan.
- Menghadapi pemberitaan di media sosial dapat merubah pandangan anak-anak tentang
Covid merubah keselamatan, keamanan, kepercayaan
cara pandangan
anak Respon anak-anak terhadap trauma bervariasi, tanda gejalanya :
- Menghidupkan kembali peristiwa itu berulang-ulang dalam pikiran atau dalam permainan
atau di waktu malam
- mimpi buruk
- Masalah tidur: kesulitan untuk tidur atau bangun lebih awal
- Enuresis
- Iritabilitas dan ledakan kemarahan
- Kurangnya emosi positif
- Ketakutan atau kesedihan yang intens dan berkelanjutan
- Bertindak tak berdaya, putus asa atau menarik diri
- Merasa mati rasa

Kematian orang tua, saudara kandung, atau kakek-nenek sebelum waktunya dihadapi seorang
anak. Kematian adalah pengalaman yang menyakitkan bagi anak, diperburuk oleh karantina dan
sulitnya kontak di hari-hari terakhir, memberikan kenyamanan, mengucapkan selamat tinggal,
tidak dapat menghadiri pemakaman
7 Impact of lockdown Desain : survei berbasis online - Lockdown, isolasi, karantina dan jarak sosial langkah-langkah efektif untuk mencegah dan
due to COVID-19 cross-sectional menangani COVID-19 hingga saat ini. Sayangnya, langkah-langkah ini telah menyebabkan
pandemic in Sample : anak dan remaja usia 4-17 kesehatan fisik, ekonomi dan mental.
changes of tahun : 552 - Anak-anak dan remaja tidak kebal terhadap efek kesehatan mental, tingginya angka depresi
prevalence of Variable : dengan gejala tidak mau lepas dari orang tua, kurangnya perhatian, lekas marah dan khawatir
predictive - v.independent : kelompok usia, - Tujuan mendapat gambaran tentang prevalensi gangguan psikiatri prediktif pada populasi
psychiatric jenis kelamin, jumlah pendapatan, anak dan remaja di Bangladesh sebelum dan selama lokcdown.
jenis keluarga, Riwayat covid dlm - Rasio laki-laki-perempuan adalah 1,3:1.
disorders among
keluarga, Riwayat anggota - Prevalensi gangguan psikiatri (ggn emosional) prediktif sebelum lokckdown : 20,5% , selama
children and
keluarga meninggal karena covid. lockdown adalah 39,7% dan perbedaannya sangat signifikan (P <0,001).
adolescents - v.dependent : Predictive - Gangguan perilaku dan hiperaktif juga meningkat secara signifikan selama periode lockdown
in Bangladesh psychiatric disorder dibandingkan sebelumnya.
(Mallik & Radwan, Instrument : - Gangguan perilaku dan hiperaktif lebih banyak terjadi di antara anak laki-laki baik sebelum
2021) Bangla Strengths and Difficulties maupun di dalam lockdown.
Dampak covid thp Questionnaire (SDQ) for screening - Prevalensi gangguan emosional lebih tinggi di antara anak perempuan sebelum lockdown tapi
kesehatan mental psychopathology. SDQ memiliki tiga selama lockdown, prevalensi anak laki-laki-perempuan hampir sama.
anak versi: diri, orang tua dan guru. SDQ - Total sample 552, rasio laki-laki-perempuan adalah 1,3:1. Rentang usia sampel adalah 4-17
terdiri dari 25 atribut baik positif tahun dengan rata-rata 10,4 ± 4,1 tahun.
maupun negatif, dirancang untuk - sampel dikelompokkan menjadi anak-anak (4-10 tahun) dan remaja (11-17 tahun) yang
mendeteksi masalah emosional, masing-masing adalah 53,1% dan 46,9%.
masalah perilaku, hiperaktif, masalah - Mayoritas dari subjek berasal dari keluarga inti (71,7%) dan sisanya 28,3% dari keluarga
teman sebaya dan perilaku prososial. bersama.
- Sebagian besar subjek berasal dari berpenghasilan menengah kelompok (83,7%). Hanya 9,1%
yang berasal dari rendah dan 7,2% dari tinggi
- gangguan psikiatri ditemukan 20,5% sebelum lockdown dan meningkat
- menjadi 39,7% dalam penguncian.
- Uji-t berpasangan menunjukkan tingkat yang tinggi signifikansi antara sebelum dan dalam
lockdown (t = -14,812; P < 0,001
8 The regulation of Desain : korelasi X2 - anak yang memiliki harga diri tinggi, lebih merasakan kekuatan cinta ibu mereka.
dependency in Sample : anak-anak jumlah 161 - ibu yang memiliki harga diri rendah cenderung percaya bahwa anak-anak mereka kurang
parent–child (112 perempuan dan 49 laki-laki) mencintai mereka.
relationships dan 131 orang tua (ibu)
(DeHart et al., Variable :
2003) - v.independent : harga diri ibu dan
harga diri anak
- v.dependent : kepuasan hubungan
Hubungan
Instrument :
kedekatan antara
orang tua dengan
anak

9 Philosophy for Desain : uji-t berpasangan untuk - pandemi COVID-19 berdampak negatif pada kesehatan mental anak. Mengingat masalah ini
children and menilai perubahan pra-pasca dalam dapat memiliki dampak signifikan sepanjang umur, mencegah dampak negatif COVID-19
indfulness during setiap intervensi juga dilakukan pada kesehatan mental anak-anak.
COVID-19: Results untuk memeriksa perubahan dari - Tujuan: membandingkan dampak intervensi mindfulness-based interventions (MBIs) dan
from a randomized waktu ke waktu dengan Analisis intervensi Philosophy for children (P4C) online pada kecemasan dan kurangnya perhatian
cluster trial and covarians (ANCOVAs) siswa sekolah dasar (N = 37).
impact on mental Sample : anak usia sekolah 5-12 - MBI = fokus pada pengalaman sensorik mereka, mengenali dan menerima pikiran dan emosi
tahun, 37 orang setiap kelompoknya mereka, yang mengarah ke keterampilan regulasi emosi yang lebih baik
health in
Variable : - P4C = anak-anak diajak untuk berefleksi dan berbagi tentang isu-isu moral dan nilai-nilai
elementary - v.independent : kecemasan, pribadi, bertujuan untuk menumbuhkan kepuasan jiwa, dan otonomi
school students kurangnya perhatian, gejala, basic - BPN = kesejahteraan dan kebutuhan psikologis dasar
(Malboeuf- psychological need satisfaction - Peserta dalam kelompok P4C menunjukkan skor yang lebih rendah pada gejala yang diukur
Hurtubise et al., (BPN). pada post-test dibandingkan peserta dalam kelompok MBI.
2021) - v.dependent : intervensi - Efek signifikan MBI pada tingkat BPN juga ditemukan.
mindfulness-based interventions - Peserta dalam intervensi MBI melaporkan kepuasan BPN yang lebih besar pada post-test
Dampak kesehatan (MBIs) dan intervensi Philosophy daripada peserta dalam intervensi P4C.
for children (P4C) - Dalam konteks pandemi COVID-19 saat ini, intervensi P4C yang berpusat pada tema terkait
mental pada anak
Instrument : COVID-19 dapat membantu mengurangi kesulitan kesehatan mental, bahwa MBI mungkin
SD akibat covid
- intervensi mindfulness-based berguna untuk memuaskan BPN, dan bahwa kedua intervensi itu mudah ditawarkan secara
interventions (MBIs) online ke sekolah dasar siswa.
- intervensi Philosophy for children
(P4C)

10 The potential Desain : SLR 172 jurnal untuk - Pengalaman mental dan emosional sama dengan epidemi : H1N1, AIDS, dan Ebola yaitu
impact of the melihat dampak pandemic terhadap munculnya kecemasan berat atau depresi di antara orang tua dan stres akut, stres pasca-
COVID-19 kesehatan mental dan perkembangan trauma, gangguan kecemasan,serta depresi
pandemic on pada anak/remaja. - Gejala depresi dan kecemasan di kalangan siswa di provinsi Hubei, Cina, selama penutupan
child growth and Sample : anak dan sekolah COVID-19 melalui platform crowdsourcing online melaporkan dari 2330 siswa,
development: a Variable : 1784 setuju untuk berpartisipasi (1012 anak laki-laki, 56,7%).
- v.independent : remaja stress, - Sebanyak 22,6% siswa melaporkan gejala depresi, sementara 18,9% melaporkan gejala
systematic review
cemas, depresi kecemasan. Mereka menyimpulkan bahwa penyakit menular yang serius, seperti COVID-19,
(Araújo et al., 2021)
- v.dependent : dapat menyebabkan masalah kesehatan mental pada anak-anak dan diperlukan lebih banyak
Instrument : penelitian tentang masalah ini.
Dampak covid thp CASP - Sebanyak 22,6% siswa melaporkan gejala depresi, sementara 18,9% melaporkan gejala
tumbuh kembang AMSTAR 2 kecemasan. Mereka menyimpulkan bahwa penyakit menular yang serius, seperti COVID-19,
anak dapat menyebabkan masalah kesehatan mental pada anak-anak dan diperlukan lebih banyak
penelitian tentang masalah ini.
- Kekurangan : 1) penelitian ini dilakukan hanya dalam beberapa bulan. 2) kelangkaan
publikasi yang membahas topik perkembangan dan kesehatan anak dalam konteks epidemi,
tidak adanya studi keberlanjutan dari dampak epidemi.
11 Complicated grief Desain : regresi logistic - Seperlima remaja diklasifikasikan memiliki komplikasi kesedihan menggunakan Inventory of
and caregiving Sample : 339 remaja perempuan di Complicated Grief Revised for Children
correlates among Afrika Selatan yang mengalami - Kehilangan orang tua biologis, pengasuh, tekanan ekonomi sejak kehilangan dikaitkan ada
bereaved kehilangan orang yang dicintai hubungannya dengan duka memanjang di kalangan remaja.
adolescent girls in setidaknya enam bulan sebelum - Usia remaja, perubahan tempat tinggal, waktu sejak kehilangan, kehilangan berganda,
South Africa survei berkabung karena kematian disebabkan penyakit, dan depresi, pengasuhan yang tidak baik
(Thurman et al., Variable : - Temuan menandakan potensi intervensi yang berpusat pada keluarga dan layanan dukungan
- v.independent : faktor-faktor ekonomi untuk remaja yang berduka.
2018)
dalam lingkungan pengasuhan, - peluang remaja untuk mengalami kesedihan yang rumit (OR = 1,99, 95% CI = 1,09-3,65).
termasuk kesehatan mental - Usia remaja waktu sejak kehilangan, dan penyakit sebagai penyebab kematian tidak terkait
kesedihan yang
pengasuh dan stres sejak dengan kesedihan yang rumit.
rumit Chronic kehilangan - Untuk setiap unit peningkatan skor ICG-RC pengasuh, kemungkinan remaja menunjukkan
sorrow pada - v.dependent : kesedihan yang kesedihan yang rumit meningkat secara signifikan sebesar 4% (OR = 1,04, 95% CI = 1,00-
remaja rumit 1,07)
Instrument : - depresi pengasuh tidak terkait dengan hasil ini.
- Inventory of Complicated Grief- - Stresor ekonomi sejak kehilangan meningkatkan kemungkinan remaja mengalami kesedihan
Revised for Children (ICG-RC) yang rumit sebesar 88% (OR = 1,88, 95% CI = 1,06-3,32)
- Center for Epidemiologic Studies - ketidakstabilan perumahan tidak berhubungan.
Depression Scale (CES-D)

12 Evolution of the Desain : deskriptif analitik dan R - Gejala dengan sentralitas tinggi bervariasi pada titik waktu yang berbeda.
network pattern of package - Masalah tidur dan mimpi buruk menunjukkan sentralitas tinggi pada 3 bulan, dan
posttraumatic Network Comparison Test (NCT) sentralitasnya menurun dari waktu ke waktu
stress symptoms Sample : 1460 anak dan remaja pada - sentralitas reaktivitas isyarat fisiologis dan kilas balik meningkat dari waktu ke waktu dan
among 3, 15, dan 27 bulan setelah bencana mencapai tingkat tinggi pada 27 bulan.
children and Variable : - Konektivitas jaringan lebih kuat pada 27 bulan daripada pada 3 dan 15 bulan
- v.independent : gender, usia, - Temuan ini memberikan wawasan baru tentang PTSD anak muda
adolescents
Pendidikan orang tua, status - Perbedaan temporal dalam gejala PTSD patut mendapat perhatian lebih dari para peneliti.
exposed to a
pernikahan orang tua, paparan - Rata-rata skor PTSD peserta pada tiga titik waktu (3, 15, 27 bulan) adalah 22,69 (SD =
disaster
trauma 11,16), 20,01 (SD = 11,03), dan 18,76 (SD = 11,10). Menurut kriteria (nilai batas 38) angka
(Liang et al., 2021) - v.dependent : gejala PTSD prevalensi PTSD di T1, T2, T3 adalah 9,32 %, 7,26 % dan 5,82 %, masing-masing.
Instrument : - gejala PTSD pada 27 bulan dapat mewakili ini keadaan kerentanan. Meskipun sebagian besar
Stress pasca - Posttraumatic Stress Reaction gejala PTSD anak-anak adalah lega, namun begitu stimulus baru muncul, dapat mengaktifkan
trauma bencana Index untuk Anak-anak, revisi 1 salah satu gejala PTSD, gejala lain di jaringan akan cepat diaktifkan. Dengan demikian,
(UCLA PTSD-RI) koneksi jaringan gejala PTSD mungkin adalah alasan mengapa trauma sebelumnya
menyebabkan kerentanan terhadap PTSD
13 Impact of disaster Desain : desain longitudinal. proses - Tujuan : mengetahui dampak paparan bencana terhadap gejala gangguan stres pasca trauma
exposure severity pengambilan data berbasir web remaja (PTSD), tekanan orang tua, dan konflik keluarga orang tua-anak dan komunikasi,
Cascading effects Sample : 1.271 remaja (12-17 tahun) serta apakah/bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi satu sama lain dari waktu ke waktu
across parental Variable : - keluarga yang mengalami tingkat keparahan bencana lebih besar, memiliki remaja yang
distress, adolescent - v.independent : usia remaja, jenis melaporkan lebih banyak gejala PTSD
PTSD symptoms, as kelamin, ras, pengobatan, trauma - tingkat keparahan paparan bencana yang lebih besar dikaitkan dengan peningkatan tekanan
well as parent-child sebelumnya, penggunaan alkohol orang tua
pada remaja, gejala depresi, dan - banyak remaja dengan Gejala PTSD pada pengambilan pertama.
conflict and
pendapatan rumah tangga - tekanan orang tua menyebabkan lebih banyak gejala PTSD remaja pada pengambilan kedua.
communication
- v.dependent : konflik dan - Gejala PTSD remaja awal diprediksi, menyebabkan adanya kesulitan komunikasi orang tua
(Bountress et al., komunikasi antara orang tua dan dan konflik orang tua-anak di titik waktu kedua.
2020) anak - Model studi akhir menunjukkan signifikant : CFI = 0,97 dan RMSEA = 0,01 (95% CI: 0,01-
Instrument : 0,014)
Dampak bencana - Adolescent Symptoms of PTSD - dampak dari tingkat keparahan paparan bencana paling merugikan bagi remaja dan fungsi
thp komunikasi OT- untuk remaja orang tua, dan tidak terkait dengan komunikasi konflik orang tua-anak.
anak - Psychological Distress Scale untuk - ada hubungan temporal antara konstruksi studi.
Jenis bencana : orang tua
angin tornado - Conflict Behavior Questionnaire
(CBQ)
- Traumatic Life Events
Questionnaire
14 Prevalence and Desain : studi cross-sectional dan - Prevalensi gejala depresi 43,7%
socio-demographic Multivariabel - gejala kecemasan37,4%
correlates of analisis regresi logistik - kombinasi gejala depresi dan kecemasan adalah 31,3%
psychological Sample : 8079 remaja (12-18 tahun) - jenis kelamin perempuan adalah faktor risiko yang lebih tinggi untuk gejala depresi dan
health Variable : kecemasan.
problems in - v.independent : tingkat prevalensi - sekolah menengah atas merupakan faktor risiko gejala depresi dan kecemasan; semakin
Chinese dan sosio-demografi tinggi nilainya, semakin besar prevalensi gejala depresi dan kecemasan.
- v.dependent : gejala depresi dan - ada prevalensi kesehatan psikologis yang tinggi masalah di kalangan remaja, berhubungan
adolescents during
kecemasan negatif dengan tingkat kesadaran COVID-19. Temuan ini menyarankan bahwa pemerintah
the outbreak of
Instrument : perlu lebih memperhatikan kesehatan psikologis di kalangan remaja saat memerangi
COVID-19 - Patient Health Questionnaire COVID-19.
(Zhou et al., 2020) (PHQ-9)
- the Generalized Anxiety Disorder
Dampak covid thp (GAD-7) questionnaire
psikologis remaja
15 The Impact of a Desain : SLR 283 artikel - Anak-anak dalam kelompok perlakuan menunjukkan penurunan depresi yang signifikan,
Comprehensive sedangkan kontrol mereka rekan-rekan kelompok menunjukkan tidak ada perubahan dalam
Microfinance Sample : anak-anak yatim piatu depresi.
Intervention on dengan OT AIDS
Depression Variable :
Levels of AIDS- - v.independent :
- v.dependent : depresi
Orphaned Children
Instrument :
in Uganda
Children's Depression Inventory
(Ssewamala et al.,
(Kovacs).
2012)

Kondisi yang sama


akan kehilangan
ortu sama

16 Global minimum Desain : - Anak-anak di masa pandemi pasca kehilangan sering menghadapi konsekuensi yang
estimates of merugikan, termasuk kemiskinan, pelecehan, dan pelembagaan.
children affected by Sample : anak2 dibawah 18 tahun - data diambil dari data kematian dan kesuburan untuk memodelkan perkiraan minimum dan
COVID-19- Variable : tingkat kematian terkait COVID-19 dari pengasuh primer atau sekunder untuk anak-anak di
associated - v.independent : bawah 18 tahun di 21 negara.
orphanhood and - v.dependent : - menganggap orang tua dan hak asuh kakek-nenek sebagai pengasuh utama, dan kakek-nenek
deaths of Instrument : yang tinggal bersama atau kerabat yang lebih tua (berusia 60–84 tahun) sebagai pengasuh
Children's Depression Inventory sekunder pada kematian-infeksi spesifik usia untuk SARS-CoV-2 sebagai pembanding yang
caregivers: (Kovacs). hampir mirip dengan kondisi pandemi covid-19. jumlah anak yang mengalami kematian
a modelling study terkait COVID-19 dari pengasuh primer dan sekunder.
(Hillis et al., 2021) - Temuan Secara global, dari 1 Maret 2020 hingga 30 April 2021, diperkirakan 1 134.000 anak
(95% interval kredibel 884 000-1 185 000) mengalami kematian pengasuh utama, termasuk
Persepsi anak ttg setidaknya satu orang tua atau kakek-nenek kustodian.
kehilangan di masa - 1 562.000 anak (1 299.000–1 683.000) mengalami kematian setidaknya satu pengasuh primer
pandemic covid 19 atau sekunder.
- Tingkat kematian pengasuh utama setidaknya satu per 1000 anak termasuk Peru (10,2 per
1000 anak), Afrika Selatan (5·1), Meksiko (3·5), Brasil (2·4), Kolombia (2·3), Iran (1·7),
Amerika Serikat (1·5), Argentina ( 1·1), dan Rusia (1·0). Jumlah anak yatim piatu melebihi
jumlah kematian di antara mereka yang berusia 15-50 tahun.
- Antara dua dan lima kali lebih banyak anak berisiko ayah yang meninggal daripada ibu yang
meninggal.
- Dibutuhkan Dukungan psikososial dan ekonomi dapat membantu keluarga untuk mengasuh
anak-anak yang kehilangan pengasuh dan membantu memastikan bahwa pelembagaan
dihindari.
- Data ini menunjukkan kebutuhan untuk pilar tambahan respons kami: mencegah, mendeteksi,
merespons, dan merawat anak-anak.
- Aspek kunci dari perawatan tersebut termasuk tatap muka, kontak mata, dukungan
psikososial, perilaku pengasuhan (misalnya, memberi makan, mengajar, atau pengawasan),
dan keuangan dukungan untuk biaya rumah tangga dan pendidikan.

17 Looking through Desain : cross sectional - 40% dari total sampel anak-anak percaya bahwa bencana banjir akan menghancurkan
the Lens of schools: Sample : 100 siswa kelas 5 rumah penduduk (termasuk rumah mereka)
Children Variable : - 39% mengatakan bahwa akan merusak bangunan besar
perception, - v.independent : persepsi, - 31% melaporkan bahwa orang di dekat sumber sungai menghadapi risiko yang lebih tinggi.
knowledge, and pengetahuan, kesiapsiagaan - 68% responden mengalami bencana banjir antara tahun 2010 dan 2014, dan rumah masing-
- v.dependent : manajemen risiko masing terendam banjir dan rusak oleh 65% dan 46% responden.
preparedness of Instrument : - - Tingkat kesiapsiagaan umumnya rendah di kabupaten studi karena 12% memiliki keadaan
flood disaster risk darurat keluarga rencana, namun, hanya 5% yang mempraktikkan rencana darurat di tingkat
management in rumah tangga.
Pakistan - hanya 18% sekolah menunjukkan pintu darurat, area berkumpul, dan tempat untuk bertemu
(Shah et al., 2020) atau meninggalkan pesan penting dalam keadaan darurat.
18 The influence of Desain : kohort - untuk pengasuh : memeriksa kesehatan mental, kekerasan keluarga, dan kerawanan pangan.
natural disasters on Sample : 4952 anak berusia 10 - Untuk anak-anak, kami memeriksa paparan terhadap kekerasan dan stunting.
violence, mental tahun di baseline (2016-17) yang - Tujuan : melihat dampak bencana terhadap ketercapaian SDGs.
health, food akan diamati selama 15 tahun hingga
insecurity, and usia 25 tahun
stunting in the Variable :
- v.independent : family violence,
Philippines:
witnessed violence,
Findings from a
- v.dependent : Food insecurity,
nationally
Food insecurity, Caregiver stress,
representative
Caregiver depression, Family
cohort
violence in the past 12 months,
(Edwards et al.,
Witnessing violence at home,
2021)
Child physical abuse
Instrument : -

Longitudinal
Cohort Study on the Filipino Child
(LCSFC)
- Akumulasi dampak bencana alam memiliki implikasi luas untuk paparan kekerasan
keluarga untuk pengasuh, laporan kekerasan dalam rumah tangga oleh anak, dan
kemungkinan anak mengalami kekerasan fisik (relevan dengan SDG 16.2).
- Pengasuh melaporkan tingkat depresi yang lebih tinggi dan stres pengasuhan (relevan
dengan SDG 3).
- Pengasuh juga lebih cenderung melaporkan tingkat kerawanan pangan yang lebih besar,
dan anak-anak lebih banyak
- cenderung terhambat (relevan dengan SDG 2) ketika terkena tingkat yang lebih besar dari
- bencana alam.
Code Triage: Desain : - Artikel ini menjelaskan model Konsep Operasi Kesehatan Mental Anak Nasional
Integrating the Sample : ("CONOPS") sebagai metode untuk mengatasi perbedaan antara kemajuan penelitian yang
National Variable : telah dibuat dan metode khas dalam memberikan layanan kesehatan mental kepada anak-
Children's - v.independent : anak setelah bencana. Tiga strategi kunci CONOPS dijelaskan: (1) Sistem Triase Kesehatan
Disaster Mental - v.dependent : Mental Bencana PsySTART, (2) Rencana Aksi Insiden (IAP) yang berfokus pada anak, dan
Health Concept Instrument : - (3) model perawatan bertahap risiko yang sesuai dengan tingkat bukti intervensi
of Operations pengobatan berbasis dengan tingkat risiko yang teridentifikasi menggunakan kerangka
Across Health perawatan bertahap. Bersama-sama, strategi-strategi ini menyediakan metode “sistem
perawatan bencana” yang terintegrasi untuk kebutuhan anak-anak. Dengan tujuan untuk
Care Systems
memperkuat ketahanan anak-anak, CONOPS memberikan strategi operasional yang jelas
(Schreiber et al.,
untuk memfasilitasi perawatan kesehatan mental yang menangani rangkaian risiko dan
2014) ketahanan penuh pada populasi anak. Mengadaptasi alat ini ke sistem perawatan kesehatan
adalah langkah penting untuk meningkatkan layanan kesehatan mental dan hasil ketahanan
untuk anak-anak setelah bencana (Schreiber et al., 2014)
Associations of the Desain : -
COVID-19 Sample :
pandemic with the Variable :
economic status - v.independent :
and mental health - v.dependent :
of people affected Instrument : -
by the Fukushima
disaster using the
difference-in-
differences
method: The
Fukushima Health
Management
Survey
(Murakami et al.,
2021)
Mental health Desain : meta analisis - tujuan : memeriksa dan mengumpulkan secara statistik ukuran efek yang disajikan dalam
interventions for Sample : berbagai artikel yang ditemukan di publikasi literatur tentang kesehatan mental dan
African children: A Variable : perawatan psikososial dari Anak-anak Afrika yang rentan terhadap trauma dan kesusahan.
meta-analytic - v.independent :
review - v.dependent :
Instrument : -
(Katsonga-Phiri et
al., 2021)
Does mental health Desain : quasi eksperiment with - Latar Belakang: Belum terpenuhinya kebutuhan layanan kesehatan jiwa pada anak di luar
screening and control group rumah terkadang dikaitkan dengan penilaian dan rujukan yang buruk dalam kesejahteraan
assessment in child Sample : 538 children (from birth to anak.
welfare improve age 18) - Proyek PANGGILAN Gateway menerapkan skrining kesehatan mental, penilaian diagnostik,
mental health Variable : dan rujukan ke praktik pengobatan.
service receipt, - v.independent : Gateway CALL, - Tujuan: efektivitas Gateway CALL untuk meningkatkan kesehatan mental anak-anak
child safety, and karakteristik (usia, ras, jenis penerimaan layanan, keamanan, dan hasil permanen.
permanence for kelamin, kunjungan layanan - Hasil: Gateway CALL ternyata meningkatkan jumlah kunjungan pelayanan kesehatan jiwa
children in out-of- kesehatan mental, Durasi episode anak diterima (z = 2,14, p = 0,032), meskipun bukan kemungkinan menerima layanan.
home care? An kekambuhan, lama pengamatan. - Dari segi anak keamanan, anak-anak di Gateway CALL memiliki jumlah panggilan masuk
- v.dependent : Mental health yang lebih banyak setelah intervensi dibandingkan kelompok pembanding [t(348) = 1,92, p =
evaluation of the
service access and diagnoses, 0,03]
Gateway CALL
Safety, Permanency outcomes, - tidak ada perbedaan dalam pembuktian. Juga tidak ada efek yang diamati pada keabadian.
demonstration - Kesimpulan: Meskipun ada upaya sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan merujuk
Matching/control variables
Instrument : Strengths and anak-anak ke kesehatan mental layanan melalui intervensi Gateway CALL, kebutuhan
Difficulties Questionnaire (SDQ) for layanan kesehatan mental substansial yang belum terpenuhi di antara anak-anak tetap ada.
children aged six and older Hasil memiliki implikasi untuk merancang intervensi yang mempromosikan akses layanan
lintas sistem.
-
The protective role Desain : A chained mediation model - Penelitian di italia
of life satisfaction, (model mediasi berantai) - Tujuan : mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang jalur perlindungan untuk hasil kesehatan
Sample : 1102 dewasa mental selama COVID-19 pandemi.
coping
Variable : - memperdalam variabel-variabel yang mungkin memiliki efek perlindungan dari tekanan subjektif
strategies and - v.independent : kepuasan hidup, selama pandemi COVID-19,
defense strategi koping, mekanisme - 1102 peserta Italia (30% laki-laki dan 70% perempuan), dengan usia rata-rata 34,91 tahun (SD =
mechanisms on pertahanan dir 11,91; 18 hingga 88 tahun).
perceived stress - v.dependent : penerimaan stress - Snowball sample
due to COVID-19 Instrument : - Faktor yang diteliti : satisfaction with life/kepuasan dengan hidup, perceived stress-stres yang
- Italian Satisfaction with Life Scale (I- dirasakan, social support-dukungan sosial, avoidance strategies-strategi penghindaran, positive
emergency:
SWLS) attitude-sikap positif, approach coping-pendekatan koping, transcendent orientation-orientasi
A chained - Italian Ten Item Perceived Stress transenden, mature defenses-pertahanan matang, neurotic defense-pertahanan neurotik s, immature
mediation model Scale (I-PSS-10) defenses- pertahanan belum matang
(Gori et al., 2020) - Coping Orientation to Problems - korelasi Pearson menunjukkan negatif hubungan antara stres yang dirasakan dan kepuasan dengan
Experienced—New Italian Version kehidupan. Berkenaan dengan strategi koping dan mekanisme pertahanan, hanya pendekatan koping,
(COPE-NVI) sikap positif, dan pertahanan yang matang berhubungan negatif dengan stres yang dirasakan,
- Italian Forty Item Defense Style sementara konstruksi lain yang diselidiki berhubungan positif dengannya.
Questionnaire (I-DSQ– 40). - menggambarkan kontinum adaptasi berbasis situasi dengan konsekuensi bagi kesehatan fisik dan
emosional [57].
- Oleh karena itu, hasil mengenai faktor protektif dieksplorasi lebih dalam dianalisis mediasi berantai.
- Pertama, peran protektif kepuasan dengan kehidupan pada stres yang dirasakan
- kepuasan dengan hidup positif berhubungan dengan pendekatan koping dan sikap positif, serta
mekanisme pertahanan yang matang, satu sama lain secara berurutan sikap positif dan pertahanan yang
matang memainkan peran penting dalam menahan stres yang dirasakan.
- Temuan semacam itu dapat dibaca mengingat pengaruh sikap positif dalam melemahkan reaktivitas
stres [60], dan dalam pertahanan matang mekanisme, yang memfasilitasi penerimaan dan manajemen
konstruktif dari perasaan tidak nyaman akibat pandemi COVID-19 [61] dan mengurangi kesusahan
Rekomendasi :
- Tidak mempertimbangkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin, budaya, dan tingkat sosial ekonomi.
- Penemuan selanjutnya : dapat fokus pada aspek-aspek ini, mengingat kecemasan yang lebih besar
terkait dengan virus yang ditemukan pada wanita [10] atau hak istimewa yang diberikan oleh kekayaan
dalam menghadapi penguncian dan jarak sosial di tempat yang nyaman, dengan makanan dan sumber
daya yang cukup. Wilayah tempat tinggal peserta, profesi atau kemungkinan memiliki teman dan
kerabat yang telah terinfeksi, tidak diselidiki.
- Ini bisa menjadi tantangan penting untuk penelitian masa depan, mengingat cara yang berbeda dari
penyebaran virus [62], tingkat stres yang signifikan ditemukan pada petugas kesehatan (lihat [63]
untuk review) dan kesulitan yang dihadapi oleh kerabat pasien [64].
- perlunya berhati-hati dalam menafsirkan hasil.
- Sebenarnya, ini tidak memungkinkan kita untuk memahami apakah skor yang diperoleh peserta
mencerminkan garis dasar mereka tingkat atau karena pengalaman krisis COVID-19, meskipun
penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pandemi bertanggung jawab atas peningkatan gejala
psikologis (misalnya [7]).
- Selain itu, tidak ada hubungan sebab akibat yang dapat ditunjukkan dengan jelas. Oleh karena itu,
memanjang penelitian akan diperlukan untuk mengkonfirmasi dan memperluas hasil kami
Polyvictimization and Desain : A Mediation Model of - potentially traumatic events (PTEs)
Psychological Distress Defense Mechanisms and - gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD) (PTSS)
in Early Adolescence: Coping Styles - gaya pertahanan untuk memahami hubungan antara polivisimasi, PTSS, dan gejala psikiatri pada
A Mediation Model Sample : 390 remaja 12-14 tahun remaja awal.
of Variable :
Defense Mechanisms
and - v.independent :
Coping Styles - v.dependent :
Model mediasi pada
remaja dengan instrument :
berbagai peristiwa - Traumatic Life Events questionnaire
(Elklit, 2002)
traumatis
- The Harvard Trauma Questionnaire
- The Trauma Symptom Checklist (TSC-
33: Briere & Runtz, 1989)
- The Defense Style Questionnaire–40
(DSQ-40; Andrews et al., 1993)
- The Coping Style Questionnaire (CSQ;
Roger, Jarvis, & Najarian, 1993)
‘Every day I worry Desain : Kualitatif
about something’: Sample : Tiga puluh delapan anak (22
A qualitative laki-laki) berusia 7-11 tahun dan 38
orang tua (34 ibu)
exploration of Variable :
children’s - v.independent :
experiences of - v.dependent :
stress and coping
(Cheetham-Blake et instrument :
al., 2019)
Do you remember Desain : mix kuanti, kuali  Respons kualitatif yang disarankan peserta ingin menerima lebih banyak informasi tentang kematian
being told what Sample : 318 dewasa dari orang tua mereka saat mereka pergi melalui proses berduka
Variable :  peran orang dewasa untuk mensosialisasikan anak-anak tentang kematian, dan bagaimana hal itu dapat
happened to
- v.independent : sosialisasi, membantu mereka mengatasi peristiwa yang berhubungan dengan kematian.
grandma? The role komunikasi, usia, emosional support  Dari 390 peserta yang lulus survei, 2,6% sampel tidak dianalisis karena mereka tidak dapat mengingat
of early - v.dependent : Pemahaman akan kematian pengalaman dalam 10 tahun terakhir dan 15,6% adalah dikecualikan karena kesalahan saat
socialization on kehilangan menyelesaikan survei.
later coping with  Kesalahan dalam menyelesaikan survei terutama disebabkan oleh gagal salah satu dari tiga
death instrument : pemeriksaan perhatian. Kita termasuk pemeriksaan perhatian sebagai pendekatan standar (Hauser &
(Martinčeková et Consensual Qualitative Research– Schwarz, 2016) untuk menyaring individu yang mungkin tidak menanggapi ukuran kuantitatif kami
Modified approach (CQR-M; serius (yaitu, untuk mencegah set respons). final kami sampel termasuk 318 orang dewasa (48,4%
al., 2020)
Spangler, Liu, & Hill, laki-laki). Peserta berkisar antara usia 18 hingga 72 tahun (M¼33.1, SD¼10.2). Pada skala geser 11
2012). poin, peserta status sosial ekonomi subjektif berkisar antara 0 hingga 9,1 (M¼4.50, SD¼1.91;
Identifikasi memori Goodman, dkk., 2001).
orang dewasa thp  Pertanyaan kualitatif :
kematian saat usia 1. “Ketika kamu melihat kembali kematian ini sekarang, apakah—ada hal-hal yang Anda inginkan
sebelum dan orang tua Anda atau telah dilakukan orang lain untuk membantu Anda mengatasinya kematian?
sesudah 18 thn Jika ya, tolong jelaskan.";
2. “Ketika Anda melihat kembali kematian ini sekarang, apakah ada hal-hal yang Anda harap telah
Anda lakukan secara berbeda menghadapi kematian? Jika ya, tolong jelaskan.";
3. “[Sehubungan dengan kematian selama masa kanak-kanak] adalah ada hal lain tentang kematian
ini dan bagaimana Anda mengatasinya yang Anda inginkan untuk berbagi?";
4. “[Sehubungan dengan kematian saat dewasa] adalah ada sesuatu tentang kematian ini dan
bagaimana Anda telah mengatasinya yang ingin Anda bagikan?”
pentingnya sosialisasi anak usia dini tentang kematian
The long-term Desain : kualitatif  Sedangkan pengalaman individu berkabung di masa kanak-kanak unik dan terikat konteks, narasinya
impact of early Sample : 33 orang dewasa (7 laki-laki diatur di sekitar tiga tema umum: gangguan dan kontinuitas, peran sosial jaringan dan afiliasi dan
dan 26 perempuan) sebelum usia 18 komunikasi
parental death
Variable :  dinamika memediasi pengalaman berkabung dan yang berikutnya berdampak pada kehidupan dewasa.
(Ellis et al., 2013) - v.independent :  Secara khusus mereka menggambarkan bagaimana diskontinuitas (atau kontinuitas yang tidak
- v.dependent : memenuhi kebutuhan anak), kurangnya kesesuaian dukungan sosial untuk anak dan orang tua yang
Melihat dampak masih hidup dan kegagalan untuk memberikan informasi yang jelas dan jujur pada titik waktu yang
kehilangan orang instrument : tepat dan relevan terhadap tingkat pemahaman anak yang dirasakan negatif
tua dalam  dampak di masa dewasa berkaitan dengan kepercayaan, hubungan, harga diri, perasaan kesepian dan
kehidupan dewasa. isolasi harga diri dan kemampuan untuk mengekspresikan perasaan. Sebuah model disarankan untuk
mengidentifikasi dan mendukung mereka yang mungkin lebih rentan terhadap hasil yang kurang
menguntungkan dalam kehidupan dewasa.

https://doi.org/10.1017/CBO9780511615788.011
References

Araújo, L. A. de, Veloso, C. F., Souza, M. de C., Azevedo, J. M. C. de, & Tarro, G. (2021). The potential impact of the COVID-19 pandemic on child growth and
development: a systematic review. Jornal de Pediatria, 97(4), 369–377. https://doi.org/10.1016/j.jped.2020.08.008
Bale, J., Grové, C., & Costello, S. (2018). A narrative literature review of child-focused mental health literacy attributes and scales. Mental Health and
Prevention, 12(February), 26–35. https://doi.org/10.1016/j.mhp.2018.09.003
Bountress, K. E., Gilmore, A. K., Metzger, I. W., Aggen, S. H., Tomko, R. L., Danielson, C. K., Williamson, V., Vladmirov, V., Ruggiero, K., & Amstadter, A. B.
(2020). Impact of disaster exposure severity: Cascading effects across parental distress, adolescent PTSD symptoms, as well as parent-child conflict and
communication. Social Science and Medicine, 264(July), 113293. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2020.113293
Cheetham-Blake, T. J., Family, H. E., & Turner-Cobb, J. M. (2019). ‘Every day I worry about something’: A qualitative exploration of children’s experiences of
stress and coping. British Journal of Health Psychology, 24(4), 931–952. https://doi.org/10.1111/bjhp.12387
DeHart, T., Murray, S. L., Pelham, B. W., & Rose, P. (2003). The regulation of dependency in parent-child relationships. Journal of Experimental Social
Psychology, 39(1), 59–67. https://doi.org/10.1016/S0022-1031(02)00511-5
Edwards, B., Gray, M., & Borja, J. (2021). The influence of natural disasters on violence, mental health, food insecurity, and stunting in the Philippines:
Findings from a nationally representative cohort. SSM - Population Health, 15, 100825. https://doi.org/10.1016/j.ssmph.2021.100825
Ellis, J., Dowrick, C., & Lloyd-Williams, M. (2013). The long-term impact of early parental death: Lessons from a narrative study. Journal of the Royal Society
of Medicine, Supplement, 106(2), 57–67. https://doi.org/10.1177/0141076812472623
Fitzgerald, D. A., Nunn, K., & Isaacs, D. (2021). What we have learnt about trauma, loss and grief for children in response to COVID-19. Paediatric
Respiratory Reviews, 39(xxxx), 16–21. https://doi.org/10.1016/j.prrv.2021.05.009
Gori, A., Topino, E., & Di Fabio, A. (2020). The protective role of life satisfaction, coping strategies and defense mechanisms on perceived stress due to
COVID-19 emergency: A chained mediation model. PLoS ONE, 15(11). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0242402
Hillis, S. D., Unwin, H. J. T., Chen, Y., Cluver, L., Sherr, L., Goldman, P. S., Ratmann, O., Donnelly, C. A., Bhatt, S., Villaveces, A., Butchart, A., Bachman, G.,
Rawlings, L., Green, P., Nelson, C. A., & Flaxman, S. (2021). Global minimum estimates of children affected by COVID-19-associated orphanhood and
deaths of caregivers: a modelling study. The Lancet, 398(10298), 391–402. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)01253-8
Katsonga-Phiri, T., Lewis, J. T., Murray, M., DuBois, D. L., & Grant, K. E. (2021). Mental health interventions for African children: A meta-analytic review.
Children and Youth Services Review, 127(June), 106096. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2021.106096
Lai, B. S., Osborne, M. C., Lee, N. H., Self-Brown, S., Esnard, A. M., & Kelley, M. Lou. (2018). Trauma-informed schools: Child disaster exposure, community
violence and somatic symptoms. Journal of Affective Disorders, 238(February), 586–592. https://doi.org/10.1016/j.jad.2018.05.062
Liang, Y., Li, F., Zhou, Y., & Liu, Z. (2021). Evolution of the network pattern of posttraumatic stress symptoms among children and adolescents exposed to a
disaster. Journal of Anxiety Disorders, 77(August 2020), 102330. https://doi.org/10.1016/j.janxdis.2020.102330
Malboeuf-Hurtubise, C., Léger-Goodes, T., Mageau, G. A., Joussemet, M., Herba, C., Chadi, N., Lefrançois, D., Camden, C., Bussières, È. L., Taylor, G., Éthier,
M. A., & Gagnon, M. (2021). Philosophy for children and mindfulness during COVID-19: Results from a randomized cluster trial and impact on mental
health in elementary school students. Progress in Neuro-Psychopharmacology and Biological Psychiatry, 107(October 2020).
https://doi.org/10.1016/j.pnpbp.2021.110260
Mallik, C. I., & Radwan, R. B. (2021). Impact of lockdown due to COVID-19 pandemic in changes of prevalence of predictive psychiatric disorders among
children and adolescents in Bangladesh. Asian Journal of Psychiatry, 56(37), 102554. https://doi.org/10.1016/j.ajp.2021.102554
Marques de Miranda, D., da Silva Athanasio, B., Sena Oliveira, A. C., & Simoes-e-Silva, A. C. (2020). How is COVID-19 pandemic impacting mental health of
children and adolescents? International Journal of Disaster Risk Reduction, 51(June), 101845. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2020.101845
Martinčeková, L., Jiang, M. J., Adams, J. D., Menendez, D., Hernandez, I. G., Barber, G., & Rosengren, K. S. (2020). Do you remember being told what
happened to grandma? The role of early socialization on later coping with death. Death Studies, 44(2), 78–88.
https://doi.org/10.1080/07481187.2018.1522386
Mitra, R., Waygood, E. O. D., & Fullan, J. (2021). Subjective well-being of Canadian children and youth during the COVID-19 pandemic: The role of the social
and physical environment and healthy movement behaviours. Preventive Medicine Reports, 23, 101404. https://doi.org/10.1016/j.pmedr.2021.101404
Murakami, M., Kobayashi, T., Oikawa, Y., Goto, S., Momoi, M., Takebayashi, Y., Ohira, T., Yasumura, S., & Maeda, M. (2021). Associations of the COVID-19
pandemic with the economic status and mental health of people affected by the Fukushima disaster using the difference-in-differences method: The
Fukushima Health Management Survey. SSM - Population Health, 14(April), 100801. https://doi.org/10.1016/j.ssmph.2021.100801
Paterson, D. C., Ramage, K., Moore, S. A., Riazi, N., Tremblay, M. S., & Faulkner, G. (2021). Exploring the impact of COVID-19 on the movement behaviors of
children and youth: A scoping review of evidence after the first year. Journal of Sport and Health Science, 00.
https://doi.org/10.1016/j.jshs.2021.07.001
Schreiber, M., Shields, S., Formanski, S., Cohen, J. A., & Sims, L. V. (2014). Code triage: Integrating the national children’s disaster mental health concept of
operations across health care systems. Clinical Pediatric Emergency Medicine, 15(4), 323–333. https://doi.org/10.1016/j.cpem.2014.09.002
Shah, A. A., Gong, Z., Ali, M., Sun, R., Naqvi, S. A. A., & Arif, M. (2020). Looking through the Lens of schools: Children perception, knowledge, and
preparedness of flood disaster risk management in Pakistan. International Journal of Disaster Risk Reduction, 50(October), 101907.
https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2020.101907
Ssewamala, F. M., Neilands, T. B., Waldfogel, J., & Ismayilova, L. (2012). The impact of a comprehensive microfinance intervention on depression levels of
AIDS-orphaned children in Uganda. Journal of Adolescent Health, 50(4), 346–352. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2011.08.008
Thurman, T. R., Taylor, T. M., Luckett, B., Spyrelis, A., & Nice, J. (2018). Complicated grief and caregiving correlates among bereaved adolescent girls in
South Africa. Journal of Adolescence, 62(October 2016), 82–86. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2017.11.009
Zhou, S.-J., Zhang, L.-G., Wang, L., Gou, Z.-C., Wang, J.-Q., Chen, J.-C., Liu, M., Chen, X., & Chen, J.-X. (2020). Prevalence and socio-demographic correlates of
psychological health.pdf. In European Child & Adolescent Psychiatry.