Anda di halaman 1dari 15

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dari penelitian ini adalah jenis penelitian

lapangan. Penelitian ini bersifat kualitatif karena berusaha mengeksplorasi tentang

faktor penyebab hambatan perkembangan belajar siswa di MAS Al-Washliyah 30

Binjai. “Penelitian ini di gunakan untuk memecahkan atau menjawab

permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang. Dilakukan dengan

menempuh langkah-langkah menghimpun informasi pengumpulan data,

klasifikasi dan analisa data, interpretasi, membuat kesimpulan dan laporan”. 1 Hal

ini dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang sesuatu

keadaan secara obyektif dalam suatu deskripsi situasi.

Pendekatan kualitatif memiliki “karakteristik alami (natural setting)

sebagai sumber data langsung, deskriptif, dalam hal ini proses lebih dipentingkan

dari pada hasil, analisis dalam penelitian kualitatif cenderung dilakukan secara

analisis induktif dan makna merupakan hal yang esensial dalam penelitian ini”.2

Jenis penelitian ini merupakan sebagai prosedur pemecahan masalah yang

diselediki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek penelitian. Di mana

data yang dianalisa sesuai dengan kenyataan yang ada kemudian dihubungkan

dengan berbagai teori-teori untuk mendukung pembahasan sehingga dapat

tergambar secara utuh dan dapat dipahami dengan jelas kesimpulan akhirnya.

1
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2007), hlm. 76.
2
Lexy J. Moeleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya,
2002), h. 3. Lihat juga dalam Amini, Penelitian Pendidikan: Sebuah Pendekatan Praktis (Medan:
Perdana Publishing, 2011), hlm. 24.

34
35

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di MAS Al-Washliyah 30 Binjai yang

beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan No.148 Kelurahan Kebun Lada

Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai. Alasan peneliti memilih MAS

Al-Washliyah 30 Binjai sebagai tempat penelitian dikarenakan peneliti

pernah menjalani pendidikan Aliyah di madrasah tersebut, dan peneliti sudah

mengenal situasi dan kondisi madrasah.

a. Sejarah Berdirinya MAS Al-Washliyah 30 Binjai.

MAS Al-Washliyah 30 Bnjai berdiri pada Tahun 1990 yang didirikan

oleh Pimpinan Cabang Al-Washliyah Binjai Utara serta dibantu oleh tokoh

agama dan tokoh masyarakat yang berada di lingkungan tempat lembaga

pendidikan keagamaan ini berada. Dalam perkembangan berikutnya di bawah

MP PD Al-Washliyah Binjai, pada awal pendiriannya didasarkan kepada

tuntutan masyarakat yang menginginkan agar di daerah ini ada suatu lembaga

pendidikan agama guna menampung anak-anak untuk belajar. di samping itu

juga sebagai pengembangan program atau usah dari Pimpinan Cabang

Al-Washliyah Binjai Utara untuk mendirikan lembaga pendidikan agama di

Kota Binjai, ternyata usaha ini mendapat respon positif dari masyarakat serta

terus diupayakan langkah-langkah konkrit untuk perkembangan lembaga

pendidikan agama ini.

Dalam perkembangannya saat ini, MAS Al-Washliyah 30 Binjai terus

menampak diri semakin maju dan berkembang sesuai dengan perkembangan


36

pendidikan nasional. Lokasinya cukup luas dan strategis. Perjalanan panjang

yang telah dilalui MAS Al-Washliyah 30 Binjai dari awal berdirinya hingga

sekarang membuat MAS Al-Washliyah 30 Binjai benar-benar mampu

menjadi Madrasah yang matang, sesuai dengan usia dan pengalaman yang

telah dilaluinya sehingga mampu melahirkan siswa/siswi yang cerdas,

berilmu pengetahuan dan berakhlakul karimah.

b. Profil MAS Al-Washliyah 30 Binjai.

Nama Madrasah : Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah 30 Binjai.

Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan No.148 Kel. Kebun Lada

Kec. Binjai Utara Kota Binjai.

Kode Pos : 20744

Tahun Berdiri : 1990

Pendiri : MP PD Al Washliyah Kota Binjai

Status Madrasah : Swasta

Nomor Pokok Statistik Nasional (NPSN) : 10264752

Nomor Statistik Madrasah (NSM) : 131212750004

Akreditasi : Nilai ( B ) Tahun 2018

c. Visi, Misi dan Tujuan

Adapun visi MAS Al-Washliyah 30 Binjai adalah:

“Terwujudnya siswa-siswi yang berkualitas tinggi dalam keimanan dan

ketaqwaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu

mengaktualisasikan diri dalam kehidupan masyarakat”.


37

Sedangkan misi MAS Al-Washliyah 30 Binjai adalah:

- Menyiapkan calon pemimpin masa depan yang menguasai ilmu

pengetahuan dan teknologi, mempunyai daya juang tinggi, kreatif,

inovatif, proaktif dan mempunyai landasan iman dan taqwa yang kuat.

- Menumbuhkembangkan minat, bakat, dan potensi peserta didik untuk

meraih prestasi pada tingkat nasional sampai internasional.

- Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan profesional pendidik dan

tenaga kependidikan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.

- Menjadikan MAS Al-Washliyah 30 Binjai sebagai lembaga pendidikan

yang mempunyai tata kelola yang baik dan mandiri.

- Menjadikan MAS Al-Wahsliyah 30 Binjai sebagai sekolah dalam

pengembangan pembelajaran IPTEK dan IMTAK bagi lembaga

pendidikan lainnya.

d. Keadaan Guru dan Siswa

Guru dan siswa adalah merupakan dua komponen pendidikan yang

tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Guru sebagai

subjek pendidikan dan siswa sebagai objeknya, senantiasa berdampingan dan

harus berimbang, maksudnya di suatu sekolah itu tidak sampai terjadi

kekurangan guru atau sebaliknya kekurangan siswa.

Karena itu, jika suatu sekolah menginginkan kemajuan secara terus-

menerus dan haruslah mampu menciptakan daya saing, sehingga meskipun di

sekitarnya banyak sekolah yang lain tidak mempengaruhi berkurangnya

siswa, karena MAS Al-Washiyah 30 Binjai tersebut tetap menjadi favorit dan
38

unggulan bagi masyarakat sekitarnya khususnya masyarakat di Kecamatan

Binjai Utara Kota Binjai. Untuk mengetahui bagaimana keadaan guru di MAS

Al-Washliyah 30 Binjai, maka penulis telah mengadakan observasi pada

tanggal 12 Juli 2021 di madrasah tersebut dengan memperoleh data jumlah

guru yang masih aktif mengajar hingga tahun pelajaran 2021/2022 sebanyak

18 orang guru dan. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat data pada tabel bawah

ini :

TABEL I
KEADAAN GURU MAS Al-WASHLIYAH 30 BINJAI
TAHUN PELAJARAN 2021/2022
N GURU MATA
NAMA GURU JABATAN
O PELAJARAN
Bimbingan
1 Supriadi, S.Pd.I Kepala Madrasah
Konseling
2 Ilham Wahyudi, S.Pd PKM 1 PKN
3 Roy Marantika Bangu, S.Kom PKM 2 Seni Budaya
4 Muhammad Basir Harahap, S.Pd PKM 3 Penjas
Ka. TU /
5 Rini Widyaningsih, S.Pd.I Akidah Akhlak
Wali Kelas X.3
Bahasa
6 Nining Handayani, S.Pd Bendahara
Indonesia
7 Dr. Juli Iswanto, M.Pd GMP Fiqih
Sejarah
8 Asty Muliani, SE GMP
Indonesia
9 Yusmini Indah Sari, S.Pd.I Wali Kelas X.1 Bahasa Arab
10 Ummu Rahmatika, S.Pd GMP Biologi
11 Resmita Sari Br. Siregar, S.Pd.I GMP PWU
12 Muhammad Azhari, S.Si GMP Kimia
13 Jordy Fagus, S.Pd GMP Bahasa Inggris
14 Rio Dwi Cahyo, S.Pd Wali Kelas XI.2 Seni Budaya
15 Astri Wariyanti, M.Pd.I GMP Matematika
16 Wahyuga Tri Sukma, S.Pd GMP Tahfidz
17 Eka Putri, S.Pd Wali Kelas XII.1 Matematika
18 Fahri Agung Nasution, S.Pd Wali Kelas X.2 SKI
Sumber: Data Inventaris MAS Al-Washliyah 30 Binjai Tahun Pelajaran
2021/2022.
39

Jika diperhatikan data pada tabel di atas, maka diketahui bahwa

jumlah dan pendidikan guru-guru di MAS Al-Washliyah 30 Binjai memadai

untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar di madrasah tersebut

sesuai dengan jumlah kelas, jumlah siswa, maupun bidang studi yang

diajarkan.

Setelah dikemukakan mengenai keadaan guru MAS Al-Washliyah 30

Binjai, maka selanjutnya akan dikemukakan pula mengenai keadaan

siswanya. Berdasarkan dokumentasi penulis ke madrasah tersebut pada

tanggal 12 Juli 2021 telah diperoleh data bahwa jumlah siswa yang masih

aktif mengikuti proses belajar mengajar hingga tahun pelajaran 2021/2022 ini

adalah sebanyak 223 orang siswa, terdiri dari 121 orang siswa laki-laki dan

102 orang siswa perempuan. Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan siswa

MAS Al-Washliyah 30 Binjai menurut masing-masing kelasnya, dapat

dilihat data pada tabel berikut:

TABEL II
KEADAAN SISWA MAS Al-WASHLIYAH 30 BINJAI
TAHUN PELAJARAN 2021/2022

NO KELAS LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH


1 X.1 9 21 30
2 X.2 14 17 31
3 X.3 17 12 29
4 XI.1 17 17 34
5 XI.2 17 13 30
6 XII.1 17 18 35
7 XII.2 17 17 34
JUMLAH 121 102 223
Sumber: Data Inventaris MAS Al-Washliyah 30 Binjai Tahun Pelajaran
2021/2022.
40

Jika diperhatikan data pada tabel di atas, maka diketahui dengan jelas

bahwa keadaan siswa MAS Al-Washliyah 30 Binjai digolongkan banyak

meskipun terjadi fluktuasi pada setiap tahunnya. Kenyataan yang demikian

menunjukkan bahwa keberadaan madrasah tersebut mampu memberikan daya

tarik kepada masyarakat di sekitarnya khususnya masyarakat Kecamatan

Binjai Utara pada umumnya, hingga orang tua berminat memasukkan

anaknya ke madrasah tersebut hingga sekarang ini.

e. Keadaan Sarana dan Fasilitas

Untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar yang

dilaksanakan sehari-harinya, maka MAS Al-Washliyah 30 Binjai senantiasa

berusaha melengkapi sarana dan fasilitasnya sesuai dengan kebutuhan

masing-masing bidang studi yang diajarkan di madrasah tersebut.

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti laksanakan di MAS

Al-Washliyah 30 Binjai pada tanggal 12 Juli 2021, telah diperoleh data

bahwa sarana dan fasilitas yang dimiliki MAS Al-Washliyah 30 Binjai hingga

saat ini, dapat di lihat pada data tabel di bawah ini:

TABEL III

KEADAAN SARANA DAN FASILITAS MAS Al-WASHLIYAH 30

BINJAI TAHUN PELAJARAN 2021/2022

N SARANA DAN FASILITAS JUMLAH KONDISI


O
1 Ruang Kepala Madrasah 1 Baik
2 Ruang Tata Usaha 1 Baik
3 Ruang Bendahara 1 Baik
4 Ruang Guru 1 Baik
41

5 Ruang Perpustakaan 1 Baik


6 Ruang Belajar Siswa 7 Baik
7 Ruang BK 1 Baik
8 Ruang Laboratorium Komputer 1 Baik
9 Mushalla 1 Baik
10 Ruang UKS 1 Baik
11 Ruang Pramuka 1 Baik
12 Ruang OSIS 1 Baik
13 Kamar Mandi 1 Baik
14 Lapangan Olah Raga 1 Baik
15 Areal Parkir 1 Baik
Sumber: Data Inventaris MAS Al-Washliyah 30 Binjai Tahun Pelajaran
2021/2022.

Dari data pada tabel di atas diketahui, bahwa sarana dan fasilitas yang

dimiliki MAS Al-Washliyah 30 Binjai dapat dikatakan cukup memadai untuk

mendukung kelancaran proses belajar mengajar yang dilaksanakan, hingga

dimungkinkan akan dapat memudahkan guru dalam meningkatkan kinerjanya

yang berkenaan dengan proses pembelajaran.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini direncanakan berlangsung pada bulan Juli sampai

dengan bulan Oktober Tahun Pelajaran 2021/2022. Sebelum dilakukan

penelitian ini terlebih dahulu dilaksanakan survey pendahuluan, selanjutnya

mengurus izin penelitian sampai pada akhirnya menulis laporan penelitian.

TABEL IV
SCHEDULE PENELITIAN
BULAN
NO URAIAN Juni Juli Agus Septem Oktober
tus ber
1 Observasi
Penelitian
2
Lapangan
3 Penulisan
42

Proposal dan
Bimbingan
4 Seminar Propoal
Penyusuna Data
5
Skripsi
Penulisan
6
Laporan Skripsi
7 Analisis Data

C. Sumber Data

Metode penentuan subjek merupakan usaha penentuan sumber data,

artinya dari mana sumber diperoleh. Untuk subjek penelitiannya adalah

orang-orang yang mengetahui, berkaitan dan menjadi pelaku dari suatu

kegiatan yang diharapkan dapat memberikan informasi yang tepat. Data yang

digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi data primer dan data sekunder.

1. Data primer adalah “data yang diperoleh langsung dari sumber asli”.3 Data

primer dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara langsung dengan

Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, 2 orang guru dan 3 orang

siswa yang sesuai dengan fokus penelitian.

2. Data sekunder adalah “data primer yang telah diolah lebih lanjut dan

disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain”.4

Data sekunder dalam penelitian ini yaitu data yang berasal dari dokumen,

data sekolah, artikel, website dan literatur lainnya yang berkaitan dengan

penelitian ini dan dapat digunakan sebagai bahan rujukan.

D. Teknik Pengumpulan dan Perekaman Data

3
Muhammad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam: Pendekatan Kuantitatif, (Jakarta: Raja
Grafindo Persada, 2008), hlm.103.
4
Husein Umar, Reseacrh Methods in Finance and Banking, (Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama, 2002), hlm.82
43

“Teknik pengumpulan data merupakan cara-cara yang digunakan

untuk mengumpulkan data”.5 Pengumpulan data dapat dilakukan dengan

dalam berbagai setting, berbagai sumber dan berbagai cara. Jika dilihat dari

sumber datanya maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer

dan sekunder.

1. Observasi (Pengamatan).

Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses tersusun

dari berbagai hal biologis dan psikologis. Dalam observasi ini peneliti

tidak terlibat langsung dengan berbagai objek yang diamati melainkan

berkedudukan sebagai pengamat independen.

2. Wawancara

“Wawancara adalah pengumpulan data yang digunakan untuk mendapat

informasi yang berkenaan dengan pendapat, aspirasi, keinginan, keyakinan

dan individu responden”.6 Wawancara yang digunakan peneliti disini

adalah wawancara jenis terstruktur. Wawancara terstruktur adalah

pewawancaranya menetapkan diri sendiri masalah dan pertanyaan-

pertanyaan yang akan diajukan, pertanyaan disusun sebelumnya dan

didasarkan atas masalah dalam desain penelitian. Wawancara tersebut

peneliti gunakan untuk mendapat data tentang faktor penyebab hambatan

perkembangan belajar siswa di MAS Al-Washliyah 30 Binjai.

3. Dokumentasi.

5
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm. 193.
6
Nana Sudjana dan Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, (Bandung: Sinar Baru
Algesindo, 2007), hlm. 102.
44

“Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal yang berupa

catatan, transkip, agenda dan sebagainya”. 7 Metode ini peneliti gunakan

dalam rangka memperoleh data-data tertulis mengenai hal-hal yang

berkaitan dengan MAS Al-Washliyah 30 Binjai, seperti sejarah berdirinya,

letak geografisnya, struktur organisasi sekolah, data-data peserta didik,

fasilitator guru dan keadaan lingkungan.

E. Intrumentasi

TABEL VII
KISI-KISI INSTRUMEN

1. Kisi-kisi Instrumen hambatan perkembangan belajar secara internal

No Sub Variabel Indikator No. Item


.
1. Minat a. Konsistensi perhatian 1,2
b. Ketertarikan terhadap aktivitas 3
c. Keterlibatan terhadap aktivitas 4
2. Bakat a. Adanya inisiatif 5,6
b. Berfikir kritis 7
c. Senang akan hal baru 8,9
d. Daya ingat kuat 10
3. Motivasi a. Tekun 11,12
b. Ulet 13
c. Menunjukkan minat 14
d. Senang memecahkan soal-soal 15
4. Kesiapan a. Siap jasmani dan rohani 16
b. Percaya diri 17
c. Mampu mengontrol emosi 18,19
d. Memahami pelajaran sebelumnya 20

7
Ibid., hlm. 206.
45

2. Kisi-kisi Instrumen hambatan perkembangan belajar secara eksternal

No Sub Variabel Indikator No. Item


.
1. Lingkungan Sekolah a. Cara guru mengajar 1,2
b. Sarana dan prasarana 3,4
c. Kondisi lingkungan sekolah 5
d. Hubungan guru dengan siswa 6,7
e. Kondisi ruang belajar di sekolah 8
2. Lingkungan a. Perhatian orangtua 9,10
Keluarga b. Kondisi ekonomi keluarga 11
c. Dorongan belajar dari orangtua 12,13
d. Fasilitas dan suasana belajar di rumah 14,15
3. Lingkungan a. Kegiatan masyarakat 16
Masyarakat b. Teman bergaul 17,18

17
ffff
c. Masyarakat yang mendukung 19,20

F. Tehnik Analisis Data

Setelah data terkumpul secara holistik, baik data hasil observasi,

partisipan, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif

yaitu menggunakan analisis deskriptif dengan cara menjelaskan dan

menafsirkan secara rasional, obyektif dan konsistsen dengan tujuan dan

masalah penelitian. Keabsahan informasi yang diperoleh dilakukan dengan

teknik triangulasi yaitu membandingkan hasil observasi dengan informasi

yang diperoleh melalui wawancara berbagai sumber data seperti halnya

kepala sekolah, fasilitator-fasilitator dan peserta didik.

Untuk mengelola dan menganalisa data yang telah dikumpulkan dari

lapangan maka dipergunakan teknik analisa data sebagai berikut:


46

1. Untuk memaparkan data yang bersifat kualitatif dilakukan dengan analisa

deskriftif.

2. Sedangkan untuk menganalisa data yang bersifat kuantitatif maka

dilakukan dengan menggunakan analisa data statistik yang di

interpestasikan melalui tabel.

Sesuai dengan jenis penelitian yang peneliti lakukan, maka data-data

yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dilakukan analisis data dengan

pendekatan kualitatif. Adapun analisis data dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1. Data yang telah dikumpulkan melalui metode wawancara akan

diorganisasikan berdasarkan urutan kejadian dan tahapan-tahapan.

2. Data yang dikumpulkan metode observasi akan diorganisasikan

berdasarkan masalah yang dikemukakan pada rumusan masalah.

3. Data hasil observasi dan dokumen selanjutnya dikaji secara lebih

mendalam dengan pendekatan paedagogik.

4. Data-data yang telah dikorelasikan selanjutnya dianalisis dengan

menggunakan analisis deskriptif.

Adapun langkah-langkah analisis triangulasi yang dipaparkan Miles

dan Huberman8 yang diungkapkan oleh Salim dan Syahrum adalah sebagai

berikut:

a) Reduksi Data, hal ini dilakukan melalui proses seleksi mentah yang
diperoleh dari catatan observasi lapangan terkait dengan studi tentang
faktor penyebab hambatan perkembangan belajara siswa di MAS
Al-Washliyah 30 Binjai. Kemudian hasilnya dirangkum untuk menemukan
8
Salim dan Syahrum, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Cipta Pustaka Media,
2007), hlm. 147
47

hal-hal penting yang dapat mengungkapkan masalah penelitian. Masalah


penelitian tersebut akan dideskripsikan secara mendetail sehingga dapat
mengungkap fakta-fakta di lapangan.
b) Display Data, yaitu menampilkan informasi yang diperoleh dari proses
reduksi terkait dengan studi tentang faktor penyebab hambatan
perkembangan belajara siswa di MAS Al-Washliyah 30 Binjai, kemudian
informasi dihimpun dan diorganisasikan berdasarkan fokus permasalahan
yang diteliti, sehingga menjadi suatu penjelasan yang bermakna dengan
deskripsi dan pengungkapan fakta-fakta terkait dengan penelitian.
c) Verifikasi Data, kegiatan ini dilakukan secara simultan dengan kegiatan
display data dan reduksi data tentang studi tentang faktor penyebab
hambatan perkembangan belajara siswa di MAS Al-Washliyah 30 Binjai.
Selanjutnya mengkolerasikan data dimaksud dengan teori yang ada. Setiap
data dan informasi yang diperoleh segera diverifikasi yaitu
membandingkan dengan informasi yang lain. Sehingga ditemukan satu
kesepahaman keabsahan informasi, tentunya dilakukan pengujian
informasi silang (triangulasi) kemudian ditarik kesimpulan mengenai
suatu fokus permasalahan yang diteliti.

G. Teknik Penjaminan Keabsahan Data

Keabsahan data yang peneliti gunakan untuk pengecekan data melalui

dua keabsahan data, yaitu:

1. Uji Kredibilitas Data dengan Menggunakan Bahan Referensi.

Referensi disini adalah pendukung untuk membuktikan data yang

telah ditemukan oleh peneliti. Sebagai contoh, data hasil wawancara perlu

didukung dengan adanya rekaman wawancara. Data tentang interaksi

manusia, atau gambaran suatu kedaan perlu didukung oleh foto-foto. Alat

bantu perekam data dalam penelitian kualitatif, seperti kamera, handicam,

alat rekam suara sangat diperlukan untuk mendukung kredibilitas data

yang telah ditemukan oleh peneliti dalam laporan penelitian, sebaiknya

data-data yang dikemukakan perlu dilengkapi dengan foto-foto atau

dokumen autentik, sehingga menjadi lebih dapat dipercaya


48

2. Uji Kredibilitas Data dengan Member Check.

Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh

peneliti kepada pemberi data, tujuan membercheck adalah untuk

mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang

diberikan oleh pemberi data. Apabila daya yang ditemukan disepakati oleh

para pemebri data berarti data tersebut valid, sehingga semakin

kredibel/dipercaya, tetapi apabila data yang ditemukan peneliti dengan

berbagai penafsiran tidak disepakati oleh pemberi data, maka peneliti perlu

melakukan diskusi dengan pemberi data, dan apabila perbedaannya tajam.

Maka peneliti harus merubah temuannya, dan harus menyesuaikan dengan

apa yang diberikan oleh pemberi data.jadi tujuan membercheck adalah

agar informasi yang diperoleh dan akan digunakan sumber data atau

informan. Pelaksanaan membercheck dapat dilakukan setelah satu periode

pengumpulan data selesai, atau setelah mendapat suatu temuan atau

kesimpulan.9

9
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D,
(Bandung: Alfabeta, 2012), 275-276.