Anda di halaman 1dari 9

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Kopontren Darussalam Jl.Pekanbaru-

Pasir Pengaraian Km. 21 Saran Kabun Desa Kabun Kecamatan Kabun Kabupaten

Rokan Hulu.

3.2 Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek

yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi dari penelitian ini

adalah seluruh karyawan pada Kopontren Darussalam Kecamatan Kabun

Kabupaten Rokan Hulu yang berjumlah 37 orang. Adapun teknik pengambilan

sampel dengan menggunakan metode sensus yaitu semua anggota populasi

dijadikan sampel.

3.3 Jenis dan Sumber data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan daya yaitu :

a. Data Primer

Yaitu suatu data yang diperoleh secara langsung dari responden karyawan

Kopontren Darussalam Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu yaitu

berupa persepsi dan pendapat mereka tentang kinerja, motivasi intrinsik,

kepemimpinan serta informasi lainnya.

b. Data Sekunder

32
Yaitu data yang diperoleh dari Kopontren yang ada hubungannya dengan

penelitian ini diantaranya jumlah karyawan, sejarah singkat Kopontren,

tingkat perputaran dan aktifitas Kopontren dan sebagainya.

3.4 Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Wawancara (Interview)

Wawancara adalah pengumpulan data dengan menanyakan langsung

kepada pemimpin maupun karyawan Kopontren tentang hal-hal yang

akan diteliti.

2. Kuesioner (Questionnaire)

Kuesioner adalah mengadakan kotak langsung dengan responden

dengan cara menyusun daftar pertanyaan terlebih dahulu kemudian

meyebarkan kepada sejumlah responden karyawan untuk menjawab

pertanyaan yang telah disediakan.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan

melakukan penusuran file-file dan dokumen-dokumen.

3.5 Definisi Variabel

Definisi operasional masing-masing variabel adalah sebagai berikut :

a. Kepemimpinan (X₁) adalah proses mengarah kan dan mempengaruhi

aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan tugas dar ianggota-anggota

kelompok (Tunggal, 2002:308).

b. Motivasi Intrinsik (X₂) adalah suatu kekuatan dorongan dalam diri

seseorang dan situasi serta peluang yang tersedia (Isyandi 2004 :130).

33
c. Kinerja (Y) adalah prestasi kerja yang dicapai seseorang. Kinerja

merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi

kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan peranannya dalam

perusahaan ( Rivai ,2004:309)

Tabel 3.1 :Tabel Definisi Operasional Variabel Penelitian


No Variabel Indikator Skala

1. Kinerja yaitu prestasi kerja 1. Tujuan Ordinal


yang dicapai seseorang. Kinerja 2. Standar
merupakan perilaku nyata yang 3. Umpan Balik
ditampilkan setiap orang 4. Alat/Sarana
sebagai prestasi kerja yang 5. Motif
dihasilkan oleh karyawan 6. Peluang
sesuai dengan peranannya
dalam perusahaan. (Wibowo, 2011 : 102-105)
( Rivai ,2004:309)

2. Kepemimpinan adalah proses a. Kemandirian Ordinal


mengarahkan dan b. Antusias
mempengaruhi aktivitas- c. Mudahmenyesuaikandiri
aktivitas yang berhubungan d. Kesabaran
dengan tugas dari anggota- e. Komunkatif
anggota kelompok (Tunggal,
2002:308) (Earl Nightingale dan
wittschult dalam Kartini
Kartono, 2009:37)

3. Motivasi intrinsik adalah suatu a. Pekerjaanitusendiri Ordinal


kekuatan dorongan dalam diri b. Keberhasilan
seseorang dan situasi serta c. Pengembangan
peluang yang tersedia. d. Pengakuan / penghargaan
(Isyandi 2004 :130) Teory Herzberg
(Isyandi,2004:129)

Sumber : Rivai 2004, Wibowo 2011, Tunggal 2002, KartiniKartono 2009, Isyandi
2004.

34
3.6 Teknik Analiss Data

Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan motivasi intrinsic

terhadap kinerja karyawan Kopontren Darussalam Kecamatan Kabun Kabupaten

Rokan Hulu digunakan analisis regresi berganda sebagai berikut.

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Keterangan :
Y = Kepuasan kerja karyawan
a = Konstanta
X1 = Variabel Kompensasi
X2 = Variabel Lingkungan Kerja
b1 = Koefisien Regresi Kompensasi
b2 = Koefisien Regresi Lingkungn Kerja
e = error (kesalahan)

Adapun untuk untuk menganalisa hasil questioner digunakan skala likert

yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi

seseorang atau kelompok, tentang suatu kejadian atau gejala sosial. Dengan

menggunakan skala likert setiap jawaban yang tersedia diberi nilai :

1. Untuk jawaban sangat setuju (a) diberi skor 5

2. Untuk jawaban setuju (b) diberi skor 4

3. Untuk jawaban nertal (c) diberi skor 3

4. Untuk jawaban tidak setuju (d) diberi skor 2

5. Untuk jawaban sangat tidak setuju(e) diberi skor 1

3.6.1 PengujianKualitas Data

a. Uji Validasi

35
Validitas adalah bukti bahwa instrumen, teknik, atau proses yang

digunakan untuk mengukur sebuah konsep benar-benar mengukur konsep yang

dimaksudkan. Uji validitas bertujuan untuk mengukur valid tidaknya suatu sistem

pernyataan.

1. Bila r hitung > r tabel, berarti item pertanyaan valid

2. Bila r hitung ≤ r tabel, berarti item pertanyaan tidak valid

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat

pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Bila suatu alat pengukur dipakai dua

kali atau lebih untuk mengukur gejala yang sama dan hasil yang diperoleh relatif

konsisten maka alat pengukur tersebut reliabel. Uji reliabilitas bertujuan untuk

mengukur konsisten tidaknya jawaban seseorang terhadap item-item pernyataan di

dalam kuesioner.

3.6.2 Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Uji normalitas adalah uji terhadap normal tidaknya sebaran data yang

dianalisis dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Perhitungan dilakukan

dengan menggunakan program bantu SPSS, dimana apabila signifikan dari

Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari nilai 0,05 (α = 0,05) berarti data

berdistribusi normal, sebaliknya jika nilai Kolmogorov-Smirnov lebih kecil dari

nilai 0,05 (α = 0,05) berarti data tidak berdistribusi normal.

36
b. Uji Multikolinieritas

Multikolinieritas digunakan untuk menunjukan adanya hubungan linier

diantara variabel-variabel bebas dalam model regresi, apabila variabel-variabel

bebas berkorelasi sempurna maka disebut multikolinieritas sempurna. Salah satu

cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya Multikolinieritas antar

variabel dapat dilihat dari variance inflation factor (VIF) dari masing-masing

variabel bebas terhadap variabel terikat.

c. Uji Heteroskedasitas

Heteroskedasitas menunjukan bahwa varian variabel tidak sama untuk

semua pengamatan atau observasi. Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada

tidaknya heteroskedasitas yaitu dengan melihat scatterplot serta melalui atau

menggunakan uji gleter, uji park, dan uji white. Tetapi uji heteroskedasitas yang

paling sering digunakan adalah uji scatterplot.

3.6.3 Metode MSI (Method of Succesive Interval)

Sebelum melakukan pengolahan data regresi linear berganda, tahap awal

yang harus dilakukan adalah mentransformasikan data ordinal menjadi data

interval. Teknik transformasi yang paling sederhana adalah dengan menggunakan

MSI (Method of Successive Interval). Hal ini dilakukan agar syarat-syarat dari

pengolahan data regresi linear berganda terpenuhi untuk penghitungan digunakan

software excel.

3.6.4 Pengujian Hipotesis

a. Koefisien Korelasi Berganda (R)

37
Koefisien korelasi digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara

variabel bebas (Kepemimpinan dan Motivasi Intrinsik) dengan variabel terikat

(Kinerja). Semakin besar nilai koefisien korelasinya maka menunjukkan semakin

eratnya hubungan antar variabel dan sebaliknya.

Pedoman untuk menentukan interpretasi koefisien korelasi sebagai

berikut:

 0,00 – 0,199 : Sangat Rendah


 0,20 – 0,399 : Rendah
 0,40 – 0,599 : Sedang
 0,60 – 0,799 : Kuat
 0,80 – 1,000 : Sangat Kuat.

b. Uji Koefisien Determinasi (R²)

Besarnya koefisien determinasi (R²) terhadap variabel bebas. Syarat

koefisien determinasi (R²) dikatakan kuat atau lemah yaitu apabila (R²) mendekati

angka 1, maka berarti pengaruh variabel bebas secara simultan dianggap kuat dan

apabila (R²) mendekati nol (0) maka pengaruh variabel bebas terhadap variabel

terikat secara simultan adalah lemah.

c. Uji Simultan (Uji F)

Uji ini bertujuan untuk menentukan signifikan pengaruh variabel

independen bersama-sama terhadap variabel dependen dengan rumus :

R 2 ( k-1 )
F=
( 1- R2 ) / (n-k)

dimana:

R = koefisien determinan

38
N= jumlah sampel

k = jumlah variabel independen

n-k = degree of freedom

Maka dengan derajat keyakinan tertentu :

 Jika Fhitung< F , maka H0 diterima H1 ditolak yang berarti secara


tabel

bersama-sama variabel bebas tidak berpengaruh secara signifikan

terhadap variabel terikat.

 Jika Fhitung> F , maka H0 ditolak H1 diterima yang berarti secara


tabel

bersama-sama variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap

variabel terikat.

a. Uji Persial (Uji t)

Untuk menguji signifikansi pengaruh kepemimpinan dan motivasi

intrinsik secara parsial terhadap kinerja karyawan Kopontren Darussalam

Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu maka digunakan uji t. Kriteria

pengujiannya yaitu :

 Jika t hitung lebih besar daripada t tabel (t hitung > t tabel) hal ini

menunjukan bahwa variabel bebas (Kepemimpinan dan Motivasi Intrinsik)

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Kinerja).

 Jika t hitung lebih kecil daripada t tabel (t hitung < t tabel) hal ini

menunjukan bahwa variabel bebas (Kepemimpinan dan Motivasi Intrinsik)

tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat

(Kinerja).

39
Karena semua jawaban yang diberikan responden bersifat kualitatif maka

untuk itu perlu diberi skala sehingga menjadi data-data yang bersifat kuantitatif,

kategori yang berdasarkan skala likert, dimana responden untuk menjawab

pernyataan dengan nilai jawaban seperti dibawah ini:

nilai tertinggi−nilai terendah


interval=
5

5−1
interval= =0,8
5

Tabel 3.2. Interval Rata-Rata Pernyataan Jumlah Responden

Interval rata-rata Kategori


4,20 – 5,00 Sangat Tinggi/Sangat Setuju/Sangat Baik
3,40 – 4,19 Tinggi/Setuju/Baik
2,60 – 3,39 Cukup
1,80 – 2,59 Rendah/Tidak Setuju/Tidak Baik
1,00 – 1,79 Sangat Rendah/Sangat Tidak Setuju/Sangat Tidak
Baik

40