Anda di halaman 1dari 11

TUGAS BUKU KEPSTRAD

NEW PUBLIC HEALTH PRACTICE


Berbicara tentang praktek Kesehatan
masyarakat pada saat ini tidak terlepas dari bagaimana
seorang tenaga Kesehatan masyarakat memahami
secara benar tentang apa itu ilmu Kesehatan
masyarakat. Ilmu kesehatan masyarakat (public health)
menurut profesor Winslow (Leavel & Clark, 1958)
adalah ilmu dan seni mencegah penyakit
memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik
dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat
yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi
lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan
individu tentang kebersihan perorangan,
pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan,
untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan
pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung
agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar
kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
Kesehatan masyarakat diartikan sebagai
aplikasi dan kegiatan terpadu antara sanitasi dan
pengobatan dalam mencegah penyakit yang melanda
penduduk atau masyarakat. Kesehatan masyarakat
adalah kombinasi antara teori (ilmu) dan Praktek (seni)
yang bertujuan untuk mencegah penyakit,
memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan
penduduk (masyarakat).
Melihat dari definisi kesehatan masyarakat
tersebut seorang praktisi kesehatan masyarakat harus
mampu menerapkan teori dan praktiknya di dalam
tantangan perkembangan zaman. Apalagi dalam
mengikuti perkembangan zaman saat ini tentunya
pengetahuan dan skill seorang praktisi kesehatan harus
terus berkembang, seperti ketika membahas tentang
pergeseran paradigma kesehatan dimana sebelumnya
pelayanan kesehatan Fokus pada perilaku individu dan
deteksi penyakit pada populasi rentan dan umum
sehingga Pencegahan mengarah pada klinis dan
populasi dengan fokus pada pengendalian individual
dalam menentukan keputusan, namun saat ini
pergeseran paradigma membuat pelayanan kesehatan
lebih fokus pada Koordinasi kesehatan masyarakat dan
pemberian pelayanan kesehatan didasarkan pada
pemikiran evidence-based yang mengarah kepada
Manajemen rekomendasi dan informasi evidence
based.
Munculnya berbagai masalah kesehatan
masyarakat di Indonesia membuat negara ini seakan
menjadi lahan dan laboratorium bagi Ilmu Kesehatan
Masyarakat sehingga dapat tumbuh dan berkembang
dengan subur. Kondisi alam dan perilaku penduduknya
menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang
beragam, rumit, dan penuh tantangan. menuntut tenaga
kesehatan masyarakat untuk selalu berkembang.
Terlebih lagi pada era revolusi industri 4.0 ini
mengharuskan tenaga kesehatan untuk tidak
ketinggalan jaman.
Seperti yang diketahui, negara Indonesia
merupakan negara dengan kekayaan alam yang
melimpah ruah, dengan jumlah bonus demografi yang
cukup tinggi namun dari kelebihan tersebut kenyataan
masih banyak masyarakat yang kurang sejahtera atau
jauh dari kata sejahtera. Tidak dapat dipungkiri
masyarakat Indonesia masih ada yang sulit
mendapatkan air bersih, kekurangan gizi dan masih
kurangnya pengetahuan tentang sanitasi yang baik dan
sebagainya, dari contoh masalah masalah tersebut
merupakan ranah bagi praktisi kesehatan masyarakat
untuk menjadi agent of health yaitu menyadarkan
masyarakat akan pentingnya kesehatan lalu membuat
mereka sadar bahwa hidup bersih dan sehat itu adalah
hal yang harus selalu mereka jaga, agent of change
yaitu bukan sekedar memberikan pengetahuan tentang
kesehatan tetapi sebagai agen yang membawa
perubahan dimana kita juga harus memastikan bahwa
telah terjadi perubahan positif di masyarakat, dan agent
of development yaitu praktisi kesehatan masyarakat
berperan untuk tetap berkembang dan terus berusaha
agar terjadi perubahan yang lebih baik.
Selain itu, praktisi kesehatan masyarakat juga
telah memberikan peran penting dalam pembangunan
masyarakat. Aspek pendidikan dan kesehatan adalah
dua hal yang paling krusial untuk dikembangkan di
masyarakat. Seorang tenaga kesehatan masyarakat
dididik untuk memiliki jiwa kepemimpinan, tanggung
jawab, akademis, solutif, dan berakhlak terpuji.
sehingga dapat dikatakan seorang tenaga kesehatan
adalah harapan dan titik terang untuk masa depan.
Oleh karena itu seorang praktisi kesehatan
masyarakat sebelumnya perlu dididik dan dibentuk dari
dalam sebuah wadah dan kurikulum pendidikan yang
baik yang mana dalam bidang perkuliahannya akan
mempelajari, memahami, dan mengerti betapa
pentingnya kesehatan bagi masyarakat. Sehingga
kedepannya akan menghasilkan praktisi-praktisi
kesehatan masyarakat yang dapat berperan aktif
dalam perubahan pola pikir masyarakat tentang sangat
pentingnya menjaga kesehatan. Praktisi kesehatan
harus diajarkan selalu siap dengan perubahan dan
selalu siap dilibatkan dalam konteks apapun di
masyarakat, misalnya kondisi kesehatan masyarakat di
dunia saat ini yang menghadapi kondisi VUCA (volatile,
uncertainty, complexity dan ambiguity) baik dalam
kontek perubahan pola penyakit di masyarakat, pola
perilaku masyarakat bahkan yang sedang terjadi saat
ini dimana kita sedang masuk dalam era perubahan /
revolusi teknologi yang mengharuskan kita untuk selalu
siap dalam setiap keadaan di masyarakat.
Di era revolusi industri 4.0 terdapat 4 dimensi
perubahan kesehatan.
1. Dimensi temporal, yang telah bergeser dari sikap
masyarakat yang bersifat reaktif kuratif menuju
proaktif preventif. Semakin banyaknya informasi
yang beredar, mendorong masyarakat semakin
sadar tentang kesehatannya dan berusaha
melakukan langkah-langkah preventif agar tidak
sakit dan semakin sehat.
2. Dimensi ecological, yang telah mengalami
pergeseran dari perpektif individu menuju
masyarakat yang kolektif. Oleh karenanya, praktisi
kesehatan masyarakat perlu memperhatikan
masalah kesehatan dengan perpektif lingkungan,
tidak cukup hanya fokus pada indvidu tertentu saja.
3. Dimensi partisipasi, yang telah bergeser dari era
detachment menuju partisipatif. Hal ini sangat
menguntungkan petugas kesehatan. Tentu saja,
upaya peningkatan literasi kesehatan sangat
diperlukan agar masyarakat dapat berpartisipasi
secara tepat.
4. Dimensi kapabilitas, yang telah bergeser dari
berubahnya perspektif dalam memposisikan
masyarakat, yang pada awalnya sebagai objek, dan
saat ini kita harus memposisikan masyarakat
sasaran sebagai subjek, sehingga ada upaya-upaya
untuk melibatkan masyarakat sasaran sejak
identifikasi masalah dan proses perancangan
program-program promosi kesehatan
Pergeseran tersebut menuntut kemauan belajar
sepanjang waktu bagi praktisi kesehatan masyarakat,
agar mampu beradaptasi dan mampu berinovasi dalam
melakukan upaya kesehatan masyarakat. Kebebasan
informasi di era digital ini juga sering disebut sebagai
era disruptif, yaitu era dimana teknologi dan masyarakat
dapat berkembang secara dinamis dalam waktu yang
sangat cepat, baik dalam hal positif maupun negatif dan
dapat menjadi viral hanya dalam hitungan detik. Dalam
bidang kesehatan, informasi yang beredar bebas sering
kali tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya
dan menjadi hoaks yang menyesatkan masyarakat.
Oleh karena itu, praktisi kesehatan masyarakat di era ini
dituntut untuk dapat berinovasi dalam promosi
kesehatan salah satunya promosi kesehatan digital
untuk mengatasi tantangan tersebut. Promosi
kesehatan digital merupakan peluang dalam
meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengingat
sebagian besar penduduk Indonesia menggunakan
smartphone, dapat mengakses internet, dan memiliki
media sosial.
Selain itu walau kesehatan tidak masuk dalam
fokus kebijakan Making Indonesia 4.0, kelima sektor
manufaktur yang menjadi fokus utama yaitu food and
beverage, textile and apparel, automotive, electronics
and chemical semuanya akan berpengaruh langsung
terhadap bidang kesehatan. oleh karena itu setiap
praktisi kesehatan masyarakat harus mampu
bertransformasi dalam era digital, karena sebagian
besar masyarakat adalah generasi X dan Millenial yang
sangat erat kesehariannya dengan penggunaan
teknologi informasi dan digitalisasi. Dari sisi praktisi
kesehatan masyarakat sendiri saat ini didominasi oleh
generasi X, Milenial dan sebentar lagi generasi Z yang
dari lahir sudah hidup dalam era internet dan teknologi
Informasi. Dari hal tersebut di atas seharusnya tenaga
kesehatan harus lebih agile atau tangkas terhadap
perubahan zaman saat ini.
Praktik kesehatan masyarakat baru merupakan
aplikasi kontemporer dari berbagai system baik system
ilmiah, teknologi maupun manajemen berbasis bukti
yang diharapkan mampu melindungi dan
mempromosikan serta meningkatkan derajat kesehatan
individu dan masyarakat mencakup berbagai faktor
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi untuk
kesejahteraan masyarakat. Target utamanya adalah
penerapan kebijakan dan praktik dari keberhasilan
ataupunkegagalan yang diperoleh dari masa lalu
terhadap pengendalian penyakit dan promosi
pencegahan untuk mengendalikan ancaman dan resiko
kesehatan yang sudah ada dan yang akan muncul
dimasa mendatang. Fokus praktik kesehatan
masyarakat baru ini pada keterkaitan fungsional dan
administrasi serta perangkat yang diperlukan dalam
penyediaan berbagai layanan kesehatan sehingga
membutuhkan sumber daya manusia jangka panjang
dengan peningkatan pelatihan, dukungan dan
pengawasan. Kesehatan masyarakat baru dan
praktiknya muncul dari evolusi kesehatan masyarakat,
dikaitkan pandangan individu yang jauh kedepan di
abad ke-19 dengan pengendalian penyakit sanitasi dan
infeksi lalu berlanjut pada abad ke-20 perbaikan nutrisi,
manajemen penyakit kronis dan pengendalian penyakit
yang baru muncul. Perkembangan ini bergantung pada
perubahan perilaku dan regulasi serta pelayanan
kesehatan dan biomedis (vaksin baru, antiretroviral).
Kemajuan ilmiah dan kebijakan baru dituntut untuk
mampu menjanjikan dan memberikan penggunaan
teknologi nano, metode baru dalam skrining/deteksi
dini, manajemen pencegahan dan pengobatan penyakit
degenerative dan penyakit tidak menular.
Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan
sangat berpotensi memberikan kontribusi dalam
memunculkan teknologi baru, serta manajemen
pengendalian system kesehatan yang lebih baik. Trend
yang berkembang dalam promosi kesehatan adalah
mengatasi gaya hidup dan dan kondisi sosial adalah
salah satu faktor utama terpenting. Keseimbangan
antara orientasi preventif dan kuratif dengan alokasi
sumber daya dengan standar professional dalam praktik
kesehatan dan pembuat kebijakan diperlukan
pengakuan dan prioritas serta sangat diperlukan
intervensi dari masyarakat itu sendiri yang berbasis
pada bukti. Menurut Tulchinsky, (2015) The New Public
Health menggabungkan kebijakan kesehatan, promosi
kesehatan selain pencegahan primer, sekunder dan
tersier serta manajemen system kesehatan dilihat pada
tabel sebagai berikut :

Tabel 1.
Unsur Individu dan Masyarakat, dan Pencegahan
Sistem Kesehatan di Kesehatan Masyarakat Baru

Kebijakan Kesehatan
Kesehatan untuk semua
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Promosi Kesehatan
Mempromosikan tindakan berbasis bukti pada faktor penentu
kesehatan
Membina sikap masyarakat dan individu serta pengetahuan
untuk praktik hidup sehat
Mempromosikan kebijakan dan standar kesehatan yang baik
Mempromosikan langkah-langkah legislative, regulasi, sosial
dan lingkungan yang mengurangi resiko individu dan
masyarakat
Pencegahan Primer
Pelaksanaan program layanan pencegahan penyakit
(Imunisasi)
Pengurangan produk tembakau dan zat berbahaya
Pencegahan Sekunder
Diagnosis Dini
Pengobatan efektif dini untuk mengendalikan durasi penyakit
Pencegahan komplikasi penyakit
Pencegahan Tersier
Pengendalian Penyakit
Mencegah gejala sisa dari gangguan atau kecacatan jangka
panjang
Mengembalikan dna mempertahankan fungsi yang optimal
(rehabilitasi fungsional)
Manajemen System Kesehatan
Cakupan Kesehatan Universal
Keseimbangan Pelayanan Kesehatan
Penekanan pada Perawatan Primer
Penekanan pada Pelayanan Kesehatan Preventif untuk
system pelayanan komprehensif
Sumber: Diadaptasi dari Tulchinsky TH, Varavikova EA. The New
Public Helath 3rd Edition. San Diego (CA): Academik
Press,2015
Program pendidikan dan pelatihan kesehatan
masyarakat juga memainkan peranan yang sangat
penting dalam praktik kesehatan masyarakat baru.
Tenaga kesehatan harus mampu bersaing, profesional
dan disiplin. Dengan meningkatnya akses sistem
informasi global diinternet dan media massa terkait
informasi kesehatan untuk masyarakat yang bisa
membaca akan sangat mudah diakses dan diterima
masyarakat luas. Dengan media massa juga
memudahkan praktik kesehatan masyarakat dalam
memberikan edukasi dan pendidikan kesehatan pada
masyarakat dalam mengakses informasi kesehatan
yang mereka butuhkan. Masyarakatpun diharapkan
mampu bersikap sensitive terhadap permasalahan
kesehatan yang ada saat ini, dengan kemajuan
teknologi dan internet yang mudah diakses sampai
kepelosok desa akan memudahkan tenaga kesehatan
dalam memberikan informasi-informasi penting terkait
permasalahan kesehatan dan bagaimana
pencegahannya.
Era modern dan globalisasi juga memberikan
warna tersendiri atas pola epidemiologi dalam suatu
penyakit, morbiditas dan mortalitas dimasyarakat. Kultur
social yang berubah seiring kemajuan zaman dan
mobilitas masyarakat yang tinggi juga akan membuat
transisi epidemiologi yang lebih cepat. Pada situasi
yang sama kemudahan digitalisasi beeruba akses yang
cepat, mudah dan singkat untuk memperoleh informasi
dan kebutuhan juga membuat suatu kelemahan dimana
kemudahan akses untuk perilaku kesehatan yang salah
punakan semakin berkembang pesat seiring kemajuan
teknologi. Hal ini harus menjadi pertimbangan para ahli
kesehatan masyarakat karena anak menjadi tantangan
baru perlahan tetapi pasti terjadi perubahan pola
perilaku makan dan aktifitas masyarakat yang akan
berdampak terhadap kesehatan.
Era revolusi industry 4.0 dan era society 5.0
memang bukan merupakan tantangan yang mudah bagi
promotor kesehatan namun kemajuan zaman dengan
teknologi ini perlu direspon secara inovatif oleh para ahli
dan promotor kesehatan agar lebih siap
menghadapinya. Pendekatan berbasic teknologi berupa
pendekatan mitigasi faktor resiko dipadukan dengan
smartphone sangat perlu dipertimbangkan. Inovasi
pelayanan kesehatan berbasic teknologi diharapkan
mampu diterapkan dalam upaya peningkatan kualitas
pelayanan kesehatan masyarakat hingga tersentuh
sampai keseluruh lapisan masyarakat. Bentuk
pelayanan inovativ yang bisa dilakukan antara lain
pelayanan kesehatan termasuk promosi kesehatan
jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi
(telemedicine), media promosi kesehatan menggunakan
audiovisual dan internet.
Kesehatan masyarakat dalam praktiknya
didasarkan pada tanggung jawab dan akuntabilitas
yang memerlukan konteks program pemerintah dan non
pemerintah nasional, regional dan lokal terorganisir
dengan tujuan menciptakan kondisi lingkungan
kesehatan yang dinamis. Diharapkan praktik kesehatan
masyarakat baru juga akan terus berkembang sebagai
suatu kerangka kerja yang didasarkan pada gagasan,
ilmu pengetahuan, teknologi dan pengalaman baru
dalam kesehatan masyarakat diseluruh dunia pada
umumnya dan khususnya di Indonesia.
Referensi

1. Tulchinsky TH, Varavikova EA. The New Public


Helath 3rd Edition. San Diego (CA):
Academik Press, Juni 2015