Anda di halaman 1dari 3

SIMULASI THERMAL STRESS PADA REM CAKRAM MOBIL

Tipe Simulasi : 2D – Distribusi Thermal Stress pada Rem Cakram Mobil


Software : CFDSOF
Tipe Aliran :
- Aliran Konduksi pada Suatu Wall Konduktif
- Aliran Konveksi di sekitar Wall Konduktif
- Sumber Panas berupa Heat Flux
Deskripsi Kasus :

Parameter simulasi:
- Jari-jari luar dari bidang cakram yang bersentuhan dengan pad: OR = 0.183 m
- Jari-jari dalam dari bidang cakram yang bersentuhan dengan pad: IR = 0.123 m
- Tebal cakram: w (width) = 0.06 m
- Jumlah node ke arah-x : 22 node
- Jumlah node ke arah-y : 22 node
- Konduktivitas termal: k = 90 W/m.oC
- Densitas: ρ = 7800 kg/m3
- Kalor spesifik: Cp = 480 J/kg.oC
- Koefisien konveksi: h = 5 W/m2.oC

Selain itu, diperlukan juga beberapa asumsi untuk perhitungan ini, yaitu:
- Kecepatan kendaraan sebelum berhenti: v = 80 km/jam = 22.2 m/s
- Massa kendaraan: m = 1200 kg (Toyota Rush 1.5 S A/T)

Pertama-tama, diperlukan perhitungan untuk menentukan energi yang harus dibuang pada saat pengereman. Energi
yang terjadi selama pengereman terdiri dari 3, yaitu:
1. Energi Kinetik: energi yang dimiliki oleh sebuah benda yang bergerak yang besarnya sangat bergantung dari
nilai kecepatan benda tersebut
1
‫ܧ‬௄ = ݉‫ ݒ‬ଶ
2
,dimana:
EK = energi kinetik (J)
m = massa kendaraan (kg)
v = kecepatan kendaraan sebelum dilakukan pengereman (m/s2)
, didapatkan:
‫ܧ‬௄ = 0.5ሺ1200ሻሺ22.2ଶ ሻ
‫ܧ‬௄ = 296296.3 ‫ݏ݈݁ݑ݋ܬ‬
2. Energi Rotasional: energi ini dibutuhkan untuk memberhentikan putaran roda kendaraan. Nilainya sangat
bervariasi untuk setiap jenis kendaraan dan untuk setiap tipe transmisi yang digunakan. Namun, untuk
perhitungan umum, nilainya dapat diasumsikan sebesar 3% dari nilai energi kinetik.
Energi rotasional: ER = 0.03 EK
, didapatkan:
ER = 0.03 (296296.3) = 8888.89 J
3. Energi Potensial: energi ini hanya ada apabila pengereman dilakukan pada medan yang menanjak atau
menurun. Nilainya adalah sebagai berikut:
݉. ݃. ܵ
‫ܧ‬௉ =
ඥሺ1 + ܵ ଶ ሻ
, dimana:
EP = energi potensial (J)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
S = slope kemiringan tanjakan/turunan (%, tan dari sudut kemiringan tersebut)
Untuk perhitungan pada kasus ini, tidak dihitung energi potensial karena pengereman tidak dilakukan pada
tanjakan/turunan.
Maka, jumlah nilai energi keseluruhan yang diperlukan pada pengereman ini adalah:
ETOTAL = EK + ER = 296296.3 + 8888.89 = 305185.1849 J

Selanjutnya, perlu dicari nilai dari waktu pengereman:


‫ݒ‬
‫=ݐ‬
ܽ. ݃
, dimana:
t = waktu pengereman (s)
a = perlambatan/deselerasi
Yang dimaksud dengan deselerasi pada perhitungan ini adalah MFDD (Mean Fully Developed Decelleration), yaitu
saat dimana sistem pengereman telah bekerja dengan sempurna. Pada saat pengereman, suatu sistem pengereman
tidak akan langsung bekerja, akan ada delay respon dari sistem tersebut setelah reaksi dari pengemudi. Nilai dari
delay ini biasanya ditentukan dari percobaan, namun untuk perhitungan kali nilainya diasumsikan sebesar 0.6 dalam
satuan gaya gravitasi (no units). Sehingga, didapatkan:
22.2 22.2
‫=ݐ‬ = = 3.77 ‫ݏ‬
0.6ሺ9.81ሻ 5.886

Selanjutnya dicari nilai daya (power) yang diperlukan untuk melakukan pengereman tersebut, dimana nilainya
adalah sebagai berikut:
‫்ܧ‬ை்஺௅ 305185.1849
ܲ= = = 80950.97743 ܹܽ‫ݏݐݐ‬
‫ݐ‬ 3.77
Sehingga, dari data tersebut kita dapat mencari nilai dari fluks panas yang ditimbulkan oleh friksi pada salah satu sisi
dari rem cakram tersebut sebagai berikut:
ܲ ܲ
‫= =ݍ‬
‫ߨ ܣ‬ሺܱܴ − ‫ ܴܫ‬ଶ ሻ

, dimana:
A = luas bidang sentuh antara cakram dengan sepatu rem (pad)
80950.97743 80950.97743
‫=ݍ‬ ଶ ଶ
= = 1404170.26 ܹ/݉ଶ
3.14ሺ0.183 − 0.123 ሻ 3.14ሺ0.01836ሻ
Referensi untuk perhitungan:
www.engineeringinspiration.com