Anda di halaman 1dari 18

Oleh:

ENGKO SOSIALINE M.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan
Disampaikan pada:
Kegiatan Ilmiah Tahunan Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat -
Yogyakarta, 4 Oktober 2019
OUTLINE

01 LINGKUNGAN STRATEGIS
EVIDENCE BASED PADA
02 PELAYANAN KEFARMASIAN

03 INOVASI DAN
PEMANFAATAN ERA 4.0
PERUBAHAN STATUS KESEHATAN
PERKEMBANGAN ANGKA HARAPAN HIDUP
71.5 71.2 DALY Lost
71.06 Cedera
71 70.9 Cedera
70.78 6.40
70.59
70.5 70.4 8.87 PM/GIZI/
KIA
70 PTM
2013 2014 2015 2016 2017 2018 23.60
PM/GIZI/
39.81
PERKEMBANGAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA KIA PTM
75 51.32 69.91
70.81
69.55 70.18 71.39
70 68.31 68.9

1990 2017
65
2013 2014 2015 2016 2017 2018 01 Neonatal
Stroke 01 +93,4%
Disorders

02Low er Respiratory Ischemic Heart 02 +113,9


LE (UHH) DAN HALE DI ASIA TENGGARA Infect Disease %
100 -
84,79 03 Diarrheal disease Diabetes 03
78,11 75,35 74,72 74,53 71,48 157,1%
80 10.57 69,73 69,88 68,50 67,58
9.65 04 Neonatal 04
9.18 8.25 8.76 8.83 Tuberculosis
disorders
-52,5%
8.74 9.14 8.6 8.1
60
05 Stroke Tuberculosis 05 -45,1%
40 74.22 68.46 66.17 65.97 65.77 62.65 60.99 60.74 06 06
59.9 59.48 Road Injuries Cirrhosis +17,3%
20
07 Congenital defect Diarrheal disease07 -63,4%
0
Singapore Thailand Brunei Malaysia Vietnam Indonesia Philipina Kamboja Myanmar Laos 08 Ischemic Heart 08
Low Back Pain +84,1%
Disease
HALE ∆ (LE ─ HALE)
09 Cirrhosis COPD 09 -76,8%
• UHH Indonesia masih di bawah Singapore, Thailand, Malaysia, dan Vietnam
• ∆ (LE-HALE) menggambarkan Tahun dengan Disabilitas → Indonesia, angka tersebut masih
10 Measles Road injuries 10 -32,1%
perlu diperkecil utk meningkatkan produktivitas bangsa
UPAYA PEMBANGUNAN KESEHATAN

Eliminasi Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Penurunan Angka Kematian Ibu – Angka


Kematian Neonatal

Penurunan dan Pencegahan Stunting

STRATEGI
PRIORITAS Perluasan Cakupan Imunisasi

Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit


Tidak Menular
Untuk SDG’s,
pemerintah
melakukan upaya
peningkatan
kesehatan melalui
Program Indonesia
Sehat

Peran Apoteker dalam PIS-PK,


antara lain
Penderita Tb Paru mendapatkan pengobatan
sesuai standar

Penderita Hipertensi berobat secara teratur

Penderita gangguan jiwa mendapatkan


pengobatan dan tidak ditelantarkan
UNIVERSAL HEALTH COVERAGE

Seluruh Masyarakat Cakupan


mempunyai Akses Penduduk
terhadap Pelayanan Menurunkan Risiko
Kesehatan yang Finansial
PENDUDUK
Berkualitas Akibat Pelayanan
Kesehatan
3 aspek utama UHC
Cakupan
Proteksi
Pembiayaan
PELAYANAN PROTEKSI PEMBIAYAAN

Integrasi Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dengan Upaya Kesehatan Masyarakat


(UKM), pemberdayaan masyarakat, serta kebijakan dan aksi multi sektor untuk kesehatan
TANTANGAN KEFARMASIAN DI ERA JKN
SK MENKES NO. 189/2006 ttg Kebijakan Obat Nasional (KONAS)
Tujuan → Menjamin ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat, terutama
obat esensial

JKN bertujuan
memberikan kepastian
AKSESIBILITAS

KETERJANGKAUAN
jaminan kesehatan
yang menyeluruh bagi PENGGUNAAN
seluruh rakyat OBAT
Indonesia RASIONAL

Health Care

Kolaborasi antar
Nakes
Pemilihan
/Seleksi
Monitoring & FORNAS
Evaluasi Standar
NIE

Penggunaan Tata Kelola Obat Perencanaan


Pelayanan & Pembiayaan
(supply chain
Kefarmasian RKO
POR management)
Good Prescribing Practice
Good Pharmacy Practice
FORNAS
Pedoman Teknis Analisis
Farmakoekonomi

Distribusi Pengadaan
e-Logistik e-Purchasing (e-Katalog)
PBF
Pelayanan Kefarmasian LP-LPO Cara lain sesuai Perpres
menjamin penggunaan Good Distribution Pengadaan B/J Pemerintah
Practice Penyimpanan atau Logistik
obat yang rasional Good Storage
di era JKN Practice
e-Monev Katalog
Produksi

Penyaluran Bahan Baku


EBM Tepat

Analisis FORMULARIUM Berkhasiat


Farmakoekonomi
NASIONAL

HTA Bermutu

Aman dan
Terjangkau
EVIDENCE BASED DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN
SESUAI STANDAR

PENGELOLAAN SEDIAAN PELAYANAN FARMASI


FARMASI KLINIK

1. Pengkajian Resep
2. Penelusuran riwayat Meningkatkan
penggunaan obat patient
1. Pemilihan 3. Rekonsiliasi obat outcome
2. Perencanaan 4. PIO
3. Pengadaan 5. Konseling Meningkatkan
4. Penerimaan 6. Visite mutu
5. Penyimpanan 7. Pemantauan Terapi pelayanan
6. Pendistribusian kesehatan
Obat
7. Pemusnahan 8. MESO
8. Pengendalian 9. Dispensing Sediaan
9. Administrasi Menekan
Steril biaya
10. Pemantauan Kadar kesehatan
Obat dalam Darah

Meningkatkan
Sumber daya kefarmasian Evaluasi mutu pelayanan kepercayaan
- Sumber daya manusia kefarmasian masyarakat
- Sarana dan Prasarana - Mutu manajerial
- Mutu pelayanan farmasi klinik
DAMPAK

Perubahan pola pelayanan kefarmasian, TIK merupakan


kebutuhan untuk mengoptimalkan pelayanan

Mengubah pola komunikasi apoteker dengan pasien dan


tenaga kesehatan lain dengan pengaruh TIK

REGULASI
Revolusi Industri 4.0 untuk
mendukung Evidence Based

BIG DATA MANAGEMENT


ARTIFICIAL
& ANALYSIS
INTELLEGENCE
CONNECTIVITY - Predictive
- Diagnostics
- Internet of things Analytics in
- Robot-assisted
- Cloud computing Healthcare
surgery
- Proffesional - Electronic Health
- Virtual nursing
collaboration and Records (EHRs)
assistants
communication - Real-Time
- Administrative
Monitoring
workflow
- Prevention of
assistance
Unnecessary ER
- In silico medicine
visits
trials
- Big data can help
cure cancer
PERAN YANG DAPAT DIMAKSIMALKAN
Intervensi Apoteker dalam Era 4.0

Poduksi
Penelitian dan Pengembangan
(penemuan NCE dan molekul baru) (implementasi robotik dan IT untuk
produksi yang lebih efisien)

4.0
Manajemen Logistik Pelayanan Kefarmasian
(big data dalam sistem informasi terintegrasi (pemberian terapi spesifik yang
untuk menjaga ketersediaan obat) memaksimalkan output pengobatan)

Farmasi 4.0 : meningkatkan kualitas, fleksibilitas, kecepatan dan pelayanan dalam


setiap aspek farmasi
MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI
DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN

Menyediakan informasi
Memperbaiki yang cepat dan akurat
automatisasi alur
kerja
Meningkatkan
kolaborasi antar
tenaga kesehatan
Menjamin pemberian
obat “5R” (tepat: Mengurangi human
pasien, obat, dosis, error pada titik-titik
rute, waktu) pelayanan melalui
Clinical Decision
Support (alerts,
guidelines)
Contoh Pemanfaatan TI dalam Pelayanan Farmasi

Automated
Pharmacy Dispensing
Information Cabinet
System (terintegrasi
(PIS) dengan PIS)

Electronic
prescribing CDDS (Clinical
Decision Support Pelayanan
/CPOE
System) : Alert berbasis barcode
(Computerized
Physician Order system, guidelines
Entry)
Gambaran Pemanfaatan AI untuk pelayanan kesehatan yang lebih
Evidene-based, yang bisa dilakukan untuk kebutuhan personal maupun
skala yang lebih besar bahkan skala global.

Preleminary Diagnosis
Pretreatment
Health monitoring
and planning

Disease warning system


Disease map
Claim prediction
Cashflow prediction

Health Campaign
Medical infrastructure
planning
Sumber: xquisite informatics
Kesimpulan
Manfaat pelayanan kefarmasian berbasis bukti adalah untuk
meningkatkan patient outcome, mutu pelayanan kesehatan,
kepercayaan masyarakat, serta menekan biaya kesehatan

Implementasi pelayanan kefarmasian berbasis bukti diantaranya pada


kegiatan pemilihan obat dalam menyusun Formularium, perencanaan
berdasarkan pola konsumsi dan data morbiditas, evidence based
medicine sebagai dasar pemilihan terapi, regimen obat, rekomendasi
farmasi klinik kepada dokter.

Pelayanan kefarmasian berbasis bukti dapat didukung dengan


pemanfaatan Teknologi Informasi sehingga dapat mempercepat,
mempermudah, meningkatkan efektifitas dan efisiensi namun
penerapannya tetap harus mengikuti aturan dan regulasi dalam rangka
patient safety.
Coming together is a beginning;

Terima Kasih keeping together is progress;


working together is success.
(Henry Ford)