Anda di halaman 1dari 5

Bureaucracy and democracy

1. Value of bureaucracy include:


 First the need to bring together the work of many individual in order to
achieve
 Second, bureaucracy system as were to be structure hirearchically: struktur
hirarki selain menunjukkan ciri juga menunjukkan kekuatan, karena birokrasi
yg terstruktur akan memiliki kekuatan kewenangan, apalagi diperkuat dengan
siapa melaksanakan apa
 Third, bureaucratic organization generally assumed power and authority flow
from the top organization to the bottom, top down desicion making and
authorityorganisasi birokrasi memiliki kekuatan, kewenangan, mengalir dr
bawah ke atas, yg lbh ptg adalah pengambilan keputusan dr bawah ke atas
dengan kewenangan.
 In contrast to democratic, value individually, value of equality, value of
participation, and involvement

Indonesia juga mengembangkan demokkrasi, krn dlm demokrasi, nilai individu, persamaan,
kewenangan masuk dlm demokrasi.

Kepeminpinan demokrasi dlm adm publik harus hati”..karena demokrasi itu sangat kontras
dengan adm publik.

Administrasi dalam orientasi aktivitas

Nilai birokrasi sangat kontras dgn demokrasi, tapi kalau mau diambil kepeminpinan
demokrastis, kepeminpinannya hrs jelas.

Orientasi aktivitas adm publik mensyaratkan bahwa bgmn kita memfokuskan adm publik
harus scr aktual dan bgmn aktivitas nyata itu mjd bahan kajian. Contoh: bagaimana
pembangunan jk pjg yg dihadapkan pada masalah teknis, demografis, klimatologis. Di
Indonesia ditambah dgn sentimen nilai budaya, kultural dan religius.

Yg mjd permasalahan adalah apakah nilai kultural termasuk real situation?

Cari referensi apa yg dilakukan oleh adm publik?

Apa yg mjd harapan adm publik? Dan apa dampaknya?


Kita dapat mempertanyakan dari perspektif administrator mengenai karakterikstik
manajemen publik yg paling efektif dan bertanggung jawab dan non profit?

Ukuran apa yg dpt digunakan agr lebih efektif dan bertangung jawab?

-Apa sebenarnya yg diharapkan dari adm publik?

Ekspektasi sangat tinggi thd adm publik, karena tll tinggi aktivitas adm publik seolah tidak
bermakna.

-Apa yg diharapkan dari manajer publik dari pekerjaannya?

Scr keseluruhan waktu adm publik banyak tantangan dan perubahan, shg seolah” tdk ada.

Innovative Governance

Keohane and Nye in Masahiro Horie: governance diartikan sbg suatu proses institusi baik
formal atau informal yg memberikan arahan dan batasan bahwa aktivitas kolektif itu
memberikan satu manfaat. Pemerintahan itu sbg suatu set aktivitas yg memiliki kewenangan
yg menciptakan kepercayaan, kewajiban. Governance pada prinsipnya menghendaki satu
arahan khusus, NGO semuanya bergabung..bergabungnya tidak terlalu bergantung pd
pemerintah. Dgn grand design pem menentukan pola dan masyarakat mengikuti pola
tersebut.

Innovation itu pada umumnya ada resonansi postif (gaung perubahan baru), argumen lain
mengatakan bahwa inovasi itu merupakan suatu pola yg menggema,ada perubahan dsb.
Membuat inovasi menuju skala kecil, perubahan inkremental sementara yg lain sepakat
bahwa ada perbedaan antara inovasi scr umum dan perubahan scr inkremental.

Bagaimana inovasi itu adanya kerjasama antara rakyat dan pemerintah sehingga terjadi
kesamaan visi.

Knp musti ada inovation gov? Krn public servive memerlukan adanya efisiensi dan
efektivitas krn dalam masyarakat banyak fungsi,dan kepentingan.

-pelayanan publik suatu hal yg kritis tapi juga kompetitif,dan sll tjd dalam masyarakat

-public service menghendaki adanya adaptasi baik domestik, perubahan global di setiap
perubahan.
-innovation harus ada perubahan, tanpa perubahan tdk ada inovasi

Innovativ gov adalah suatu usaha kritis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

-inovatif di bidang ekonomi juga dapat meningkatkan sektor publik tapi juga
mengembangkan sektor lain untuk meningkatkan sejumlah kepentingan dan perubahan.

Mengapa kita memerlukan kepeminpinan yg berjiwa entrepreneur?

-organisasi inersia- birokrasi cenderung status quo

-partai politik cenderung intervensi thd netralitas birokrasi

-public trust sedang erosi/terkikis

-weakness performance, kelemahan kinerja khususnya kpd pemberian kualitas pelayanan


publik

-tidak jelas visinya

-kita perlu leader yg mampu mentransformasi apa yg masyarakat inginkan dan mau secara
realitas

Substansi dari kepeminpinan entrepreneurship ini adalah bgmn peminpin dpt menggunakan
kapasitasnya baik internal atau eksternal organisasi dgn menggunakan networking, resources
sumber daya, memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan visinya.

-input kebijakan merupakan pemacu untuk pertumbuhan ekonomi yg belum tercapai (regulasi
pajak, teknologi, dan infrastruktur ekonomi, edukasi dan pelatihan, inovasi dan
kewirausahaan)

-rpjm 2000-2005 belum mrepresentasikan pemerintah dalam merubah memakai kreativitas


dan inovasi

Dari sejumlah adm publik itu, tantangan kesempatan yaitu meliputi issu berikut:

-Budaya adm publik

-manajemen krisis, bencana

-Memperkuat lokal level instruksi


-mendorong akuntabilitas adm publik

-pengembangan sumber daya manusia

-dampak teknologi dari adm publik

-mengatur ekonomi dan ketergantungan teknologi

Bagaimana bentuk regionalisasi pem? Cukupkah kewenangan kab/kota?

Cukupkah pem pusat membiarkan pem kab kota?

Masalah dasar yg menyebabkan pelayanan publik tidak jalan?

Sehinggan dendhart meerumuskan prinsip pelayanan publik:

-Pelayanan publik hrs mengakomodasikan apa yg dihimpun dlm masyarakat, tentu dalam
pengawasan yg akurat

-masyarakat itu bgmn pola yg diterapkan dlm pemerintah

-adm publik harus memberikan kreativitas yg monumental

-program kebijakan harus merespon semua kepentingan shg pencapaian benar-benar kolektif

Sehingga masyarakat benar-benar berkolaborasi

-pendekatan ekologi

Pendekatan ekologi antara lain terkait dgn aspek alamiah baik fisik maupun sosial.
Pendekatan ekologi thd adm publik tidak linier, bgmn masyarakat berkembang dan bgmn
admn negara hirau thd masyarakat .

Pertemuan 3

Performance measurement sebenarnya banyak aspek yang perlu digali. Mengapa perlu untuk
mengukur kinerja. Pengukuran kinerja sangat berhubungan dengan tujuan dan hasil yang
dicapai. Relevan dengan informasi. Hal ini dapat dipergunakan untuk memperkuat dan juga
sbg informasi dalam menentukan hasil yang dicapai, meningkatkan semua aspek-aspek
kinerja, meningkatkan akuntabilitas. Penting untuk menentukan seberapa capaian objektif,
dan sbg informasi dalam pengambilan keputusan dan untuk meningkatkan akuntabilitas.
Pengukuran kinerjatergantung pada bagaimana dampak dari masukan/input, sehingga
menghasilkan perilaku dan keputusan. Performance itu harus disertai dengan perilaku
birokrasi. Pengukuran kinerja difokuskan pada perhatian apa dan bagaimana kinerja itu
sendiri. Kemudian motivasi dan penignkatan kinerjanya bagaimana. Pengukuran sistem
kinerja ini digunakan untuk mendukung berbagai sistem manajemen. Peningkatan kinerja itu
riasi dari fungsi manajemen: seperti monitoring dan reporting, strategic planning, budgeting,
dan financial management, program evaluasi, performance management, quality
improvement, process improvement.