Anda di halaman 1dari 6

INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM

PEMBENTUKAN KARAKTER KEBANGSAAN PESERTA DIDIK

(Studi Analisis Pentingnya Pembentukan Karakter Kebangsaan Peserta


Didik dalam Nilai Agama Islam di MTs N 1 Jepara)

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Tugas Akhir


dalam Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI)

Oleh:

Ulyana Fauziyah

NIM 1710110068

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS

FAKULTAS TARBIYAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

TAHUN 2020
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Islam sangat mementingkan ilmu pendidikan. Dengan adanya ilmu
pendidikan yang benar dan berkualitas, individu-individu yang beradab
akan terbentuk serta akan memunculkan kehidupan sosial yang berakhlak.
Tidak hanya ilmu pendidikan saja yang penting, akan tetapi Islam juga
menyeru orang muslim untuk belajar dan menanamkan Pendidikan Agama
Islam dalam kehidupan mereka karena pendidikan agama islam
merupakan komponen yang sangat penting di kehidupan sehari-hari.
Dalam sebuah pembentukan suatu karakter kebangsaan peserta didik perlu
adanya nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang ditanamkan sejak dini
terhadap lingkungan keluarga, lingkungan lembaga pendidikan, maupun
lingkungan masyarakat.
Dalam sebuah pendidikan prinsip tetap penting untuk diperhatikan,
sebab akan menjadi landasan mengembangkan struktur keilmuan dan
aplikasi praktis. Prinsip dapat digunakan pula dalam penyelesaian
masalah. Sedangkan dalam pendidikan agama islam ditopang dengan
adanya sumber-sumber wahyu dari Allah yaitu Al-Qur’an dan turunannya
yaitu As-Sunnah.1 Perlu juga adanya nilai dalam sebuah pendidikan seperti
nilai kebangsaan. Nilai-nilai kebangsaan merupakan nilai dasar atau nilai
intrinsik yang lestari dan abadi. Nilai ini eksis baik di masa lampau, masa
kini maupun masa depan dalam kehidupan bangsa. Secara statik, nilai
kebangsaan berwujud menjadi dasar negara, ideologi nasional dan jati diri
bangsa, sedangkan secara dinamik menjadi semangat kebangsaan. Nilai-
nilai kebangsaan bersumber, mengakar dan dipersepsikan dari nilai-nilai
yang telah hidup dalam khazanah budaya Indonesia, yakni nilai-nilai yang
mengakomodasikan dan menyatukan kemajemukan bangsa Indonesia.2

1
Rudi Ahmad Suyardi, Ilmu Pendidikan Islam, Cetakan 1, (Yogyakarta: CV Budi
Utama, 2018), 15-16.
Tidak hanya secara umum, Islam mengajarkan nilai-nilai
pendidikan terhadap generasi milenial, khususnya pada nilai kebangsan
terhadap Pendidikan Agama Islam di zaman sekarang ini. Oleh karena itu,
penulis akan membahas pentingnya penanaman perilaku terhadap peserta
didik sesuai karakter kebangsaan dan dikaitkan dengan nilai-nilai
pendidikan agama islam. Sehingga dapat mengetahui perkembangan
peserta didik di MTs N 1 Jepara dalam menumbuhkembangkan serta
membentuk karakter bangsa ini sesuai dengan ajaran atau nilai Pendidikan
Agama Islam.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Jepara?
2. Bagaimana Pembentukan Karakter Peserta Didik di Madrasah
Tsanawiyah Negeri 1 Jepara?
3. Bagaimana Perilaku Peserta Didik Setelah di Bentukembangkan
Karakter Kebangsaan Sesuai Dengan Nilai Pendidikan Agama Islam Di
Madrash Tsanawiyah Negeri 1 Jepara?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Bagaimana Pendidikan
Agama Islam dalam Pembentukan Karakter di Madrasah Tsanawiyah
Negeri 1 Jepara.
2. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Bagaimana Pembentukan
Karakter Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Jepara.
3. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Bagaimana Perilaku Peserta
Didik Setelah di Bentukembangkan Karakter Kebangsaan Sesuai
Dengan Nilai Pendidikan Agama Islam Di Madrash Tsanawiyah Negeri
1 Jepara.
D. Metodologi Penulisan
1. Pendekatan penelitian

Faizah Nurmaningtyas, Nilai Kebangsaan Pendidikan Islam dalam Prespektif Shaykh


2

Ahmad Sukarti, Jurnal Episteme, Vol. 8, No. 2, 2013: 456-457.


Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Metode
Kualitatif yaitu penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah, peneliti
diarahkan untuk memahami makna, menemukan hipotesis, dan,
mengkontruksi fenomena. Dalam pendekatan penelitian ini, informasi
yang didapat berupa hasil wawancara, catatan lapangan, dokumen dan
atau bahan-bahan yang bersifat visual seperti foto, video, bahan dari
internet dan dokumen0dokumen lain sesuai kebutuhan selama
melakukan penelitian di MTs N 1 Jepara.
2. Sumber Data
a. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari sumber
data premier dan sumber data sekunder. Sumber data premier yaitu
apa saja yang menjadi sumber utama (yang terkait langsung baik
pendidik maupun peserta didik) di MTsN 1 Jepara. Sedangkan
sumber data sekunder yaitu siapa atau apa saja yang menjadi sumber
pendukung seperti dokumen-dokumen penting, arsip, majalah, dan
literatur yang sesuai dengan pembahasan yang dikaji.
b. Teknik Pengumpulan data
1) Observasi, dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung di
MTsN 1 Jepara. Observasi dilakukan agar memperoleh data
ataupun gambaran umum mengenai kondisi objektif MTsN 1
Jepara baik proses Kegiatan Belajar Mengajar maupun perilaku
peserta didik
2) Dokumentasi, digunakan untuk memperoleh data mengenai
kondisi objektif MTs N 1 Jepara. Antara lain adalah seperti visi
misi madrasah, program kerja, keadaan para pegawai MTsN 1
Jepara, Jumlah Peserta didik, Fasilitas dan atau sarana prasarana.
Sumber data dokumentasi ini diambildari hasil pengamatan yang
telah dicatat, brosur madrasah, buku induk MTs N 1 Jepara.