Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum Hari/Tanggal: Senin/18 April 2011

m.k. Dasar-dasar Penginderaan Jauh Asisten : Anggi Afif M.


Kelautan Hanum
Corry

SPEKTROMETER

Oleh
Siti Khaerunisa (C54080031)
Umi Kalsum Madaul (C54080093)

BAGIAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS


DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2011
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Cahaya merupakan suatu bagian yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan
manusia. Kecerahan merupakan salah satu parameter yang biasa diukur dalam
berbagai kegiatan pengamatan atau penelitian, salah satunya dalam penginderaan
jauh kelautan. Nilai kecerahan menunjukkan kemampuan cahaya matahari masuk
dan terdeteksi pada suatu alat pengukur intensitas cahaya, atau berkaitan dengan
intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam suatu tempat atau ruang.
Diberbagai penelitian yang terkait dengan cahaya atau kecerahan, perlu
diketahui seberapa besar intensitas cahaya tersebut berada di suatu tempat. Untuk
mengetahui besar intensitas cahaya, dibutuhkan alat ukur cahaya.
Beberapa alat yang kini digunakan dalam mengukur intensitas cahaya
adalah lux meter, dan spektrometer. Lux meter digunakan untuk mengukur
intensitas cahaya dalam satuan lux, sedangkan spektrometer digunakan untuk
mengukur cahaya secara spesifik pada spektrum elektromagnetik.
Dibandingkan dengan lux meter, spektrometer memiliki beberapa
keunggulan, yaitu mampu mengukur nilai absorbansi, transmisi, reflektansi, dan
irradiansi dari suatu obyek yang diamati. Namun, sejauh ini penggunaan
spektrometer masih terbatas digunakan oleh beberapa kalangan saja, karena
harganya yang relatif mahal dan belum terlalu banyak diproduksikan.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum kali ini adalah mahasiswa dapat menggunakan
spektrometer dan mampu mengukur nilai absorbansi, transmisi, reflektansi, dan
irradiansi dari suatu obyek berupa kertas yang memiliki warna yang berbeda-
beda.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Spectrometer
Spektrometer adalah suatu alat optik yang digunakan untuk mengukur
cahaya secara spesifik pada spektrum elektromagnetik .Dengan mengukur panjang
gelombang spektrum secara tepat dapat dipelajari sifat alamiah dari sumber
cahaya. Spectrometer ini mempunyai julat rekam panjang gelombang dari 200 –
1.100 nm, dan berukuran 89.1 mm x 63.3 mm x 34.4 mm dan mempunyai berat
190 gram. Cukup ringan dan mudah digenggam tangan. Spectrometer ini juga
dilengkapi dengan Collimating lens, dan White Reflectance Standard dengan
Spectralon.Spektrometer USB4000 dibedakan oleh tingkatan elektronik : 16-bit A
/ D resolusi dengan fitur auto nulling (sebuah listrik disempurnakan gelap-sinyal
koreksi); EEPROM penyimpanan koefisien kalibrasi untuk spektrometer
sederhana start-up; 8 sinyal GPIO diprogram untuk mengendalikan perifer
perangkat; dan shutter elektronik untuk kali integrasi spektrometer secepat 3,8
mili detik . fitur berguna untuk mencegah saturasi detektor (integrasi kali lebih
cepat menggunakan Eksternal Hardware Trigger Mode, lihat USB2000 kami +
Spektrometer). Selain itu, USB4000 memiliki signal-to-noise dari 300:1 dan
resolusi optik (FWHM) berkisar 0,3-10,0 nm (tergantung pada kisi Anda dan
seleksi masuk aperture).

3. METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah
spektrometer seri USB4000, ligth sources, fibers, probes, reflection probe holder,
kertas warna, serta software Spectra Suite.

3.2 Langkah Kerja


Langkah kerja yang dilakukan sebagai berikut :

Sambungkan spektrometer Sambungkan


Buka software
+ ligth sources + fibers spektrometer dengan
Spectra Suite
dan probes laptop

Perhatikan nilai yang Dekatkan probes Lakukan kalibrasi


didapatkan dari objek dengan objek yang alat
yang diamati ingin diamati

Simpan data dari nilai


yang didapatkan
Gambar. 2. Flowchart Langkah Kerja Spektrometer
Sebelum mengambil data objek yang ingin diamati, terlebih dahulu
mempersiapkan alat pendukung yang digunakan seperti ligth sources, fibers dan
probes yang dihubungkan dengan spektrometer. Selain itu spekrotometer
dihubungkan dengan laptop melalui kabel data. Dengan menggunakan software
Spectra Suite, untuk melihat data. Setelah itu, lakukan kalibrasi dengan
mendekatkan probes pada objek yang paling gelap dan yang paling terang.
Selanjutnya dekati probes dengan objek yang ingin diamati, jarak yang digunakan
sedekat mungkin, kira-kira 2-5 cm dari objek yang diamati. Perhatikan sudut yang
digunakan pada saat pengambilan data, agar cahaya yang datang tidak terhalangi.
Untuk mendapatkan sudut yang lebih baik, digunakkan reflection probe holder,
alat ini memiliki dua bagian yang dapat mengarahkan probe pada sudut 45º dan
90º. Selanjutnya perhatikan nilai absorbansi, transmisi, reflektansi, dan irradiansi
yang dihasilkan dari objek. Kemudian simpan data dalam format *.text agar data
yang didapatkan dapat dibuka pada program yang lain.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil

Gambar 3. Grafik hubungan panjang gelombang dengan irradiance


Gambar tiga menjelaskan hubungan irradiance dan panjang gelombang
yang menggunakan data dari hasil pengukuran dengan spektrometer. Sumber
warna yang digunakan ada tiga yaitu hijau, hitam, dan putih. Warna hijau
memiliki nilai irradiance maksimum yaitu sebesar 1821014.7 nm pada panjang
gelombang 811.17 nm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa warna hijau akan
memiliki irradiance maksimum pada panjang gelombang 811.17 nm. Warna
hitam memiliki nilai irradiance maksimum yaitu sebesar 1802928.7 nm pada
panjang gelombang 812.28 nm. Warna putih memiliki nilai irradiace maksimum
yaitu sebesar 1919234.6 nm pada panjang gelombang 812.28 nm. Jika
dibandingkan antara tiga sumber warna tersebut akan memiliki nilai irradiace
maksimum yang berbeda pada panjang gelombang yang sama yaitu 812.28 nm.

Gambar 4. Grafik hubungan panjang gelombang dengan reflektansi

Gambar empat menggambarkan hubungan reflektasi dan panjang


gelombang yang menggunakan data dari hasil pengukuran dengan spektrometer.
Sumber warna yang digunakan ada tiga yaitu hijau, hitam, dan putih. Warna hijau
memiliki nilai reflektansi maksimum yaitu sebesar 2131606.8 nm pada panjang
gelombang 812.28 nm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa warna hijau akan
memiliki reflektansi maksimum pada panjang gelombang 812.28 nm. Warna
hitam memiliki nilai reflektansi maksimum yaitu sebesar 1802928.7 nm pada
panjang gelombang 812.28 nm. Warna putih memiliki nilai reflektansi maksimum
yaitu sebesar 1919234.6 nm pada panjang gelombang 812.28 nm. Jika
dibandingkan antara tiga sumber warna tersebut akan memiliki nilai reflektansi
maksimum yang berbeda pada panjang gelombang yang sama yaitu 812.28 nm.

Gambar 5. Grafik hubungan panjang gelombang dengan sample intensity

Gambar lima menggambarkan hubungan panjang gelombang dengan sample


intensity pada keadaan terang dari data yang diperoleh saat pengukuran
menggunakan spektrometer. Sumber warna yang digunakan ada tiga yaitu hijau,
hitam, dan putih. Panjang gelombang hijau terlihat dua puncak yaitu pada panjang
gelombang 525.89 nm dan 746.07 nm. Hal itu menunjukkan bahwa pada panjang
gelombang tersebut spektrum warna hijau akan lebih banyak memancarkan
intensitas saat diberikan sumber cahaya terang. Untuk spektrum hitam hanya
memiliki satu puncak intensitas yaitu pada panjang gelombang 806.9 nm. Data
tersebut menunjukkan bahwa untuk sepktrum warna hitam lebih cenderung
banyak memancarkan intensitas pada saat diberikan sumber cahaya terang pada
panjang gelombang tersebut. Panjang gelombang putih terlihat puncaknya datar
yaitu pada kisaran panjang gelombang 554.86 nm dan 750.07 nm. Hal itu
menunjukkan bahwa pada panjang gelombang tersebut spektrum warna putih
akan lebih banyak memancarkan intensitas saat diberikan sumber cahaya terang.
Jika dibandingkan ketiga spektrum tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-
beda dengana nilai panjang gelombang berbeda-beda juga untuk memancarkan
intensitasnya kembali. Warna putih memiliki kisaran panjang geombang yang
paling besar diantara dua warna lainnya.
5. PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
Warna hijau, hitam, dan putih memiliki nilai irradiance maksimum yaitu
berturut-turut sebesar 1821014.7 nm, 1802928.7 nm, dan 1919234.6 nm pada
panjang gelombang 811.17 nm. Sedangkan untuk nilai reflektansi maksimumnya
berturut-turtut yaitu sebesar 2131606.8 nm, 1802928.7 nm, dan 1919234.6 nm.
Nilai sample inensity pada keadaan terang masing-masing warna juga berbeda.
Warna hijau memiliki dua puncak yaitu pada panjang gelombang 525.89 nm dan
746.07 nm. Warna hitam hanya memiliki satu yaitu pada panjang gelombang
806.9 nm. Warna putih memiliki kisaran sample intensity pada keadaan terang
yang paling banyak yaitu pada kisaran panjang gelombang 554.86 nm dan 750.07
nm.

DAFTAR PUSTAKA

Sabariah, Kahfi.2009. Spektrometer Sederhana [terhubung berkala]


http://digilib.itb.ac.id/gdl (tanggal 18 April 2011).

Oceanoptics.2011. USB4000 Miniature Fiber Optic Spectrometer. [terhubung


berkala] http://www.oceanoptics.com/products/usb4000. (tanggal 18 April
2011).