Anda di halaman 1dari 5

QUIZ 7 : Perusahaan Asuransi

Tanggal : 05 Desember 2020

Nama : Tasya aurelya

No Urut Absen : 5

Mata Kuliah : Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

Kelas : SABTU 207

SOAL :

1. Jelaskan pengertian asuransi setelah anda mempelajari dari penjelasan sebelumnya?

Jawab : pengertian asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua pihak. Pihak
pertama berkewajiban untuk membayar iuran, sementara pihak kedua berkewajiban
memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang
menimpa diri atau barang milik pihak pertama sesuai dengan perjanjian yang dibuat.

2. Uraikan jenis-jenis asuransi yang anda ketahui berikut contohnya?

jawab : Asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan ini sudah cukup dikenal oleh masyarakat
Indonesia. Jenis asuransi kesehatan ini merupakan produk asuransi yang menangani
masalah kesehatan tertanggung karena suatu penyakit dan menanggung biaya proses
perawatan

Asuransi jiwa. Jenis asuransi ini merupakan suatu asuransi yang bertujuan untuk
menanggung kerugian finansial yang tak terduga, yang disebabkan karena kematian

Asuransi pendidikan. Jenis asuransi ini sangat bermanfaat bagi pendidikan anak di masa
yang akan datang. Dimana asuransi ini merupakan alternatif terbaik untuk menjamin
kehidupan yang lebih baik terutama pada aset pendidikan anak.

Asuransi kendaraan. Biasanya jenis asuransi kendaraan ini yang di pertanggungkan


diantaranya: kerusakan kendaraan yang disebabkan karena tabrakan, terbalik, benturan,
atau apapun yang menyebabkan kerusakan dan kerugian seperti kebakaran ata pencurian.

Asuransi property. Jenis asuransi ini dapat memberikan atau menyediakan perlindungan bagi
pemiliki property dalam hal kerugian yang dapat ditimbulkan akibat terjadinya kebakaran
maupun kerusakan akibat bencana alam.
Asuransi kredit. Asuransi jenis ini berkaitan dengan jasa perbankan. Yakni proteksi atas resiko
kegagalan debitur untuk melunasi pinjaman tunai seperti modal kerja, kredit pembelian, dan lain
sebagainya. Asuransi kredit ini memiliki tujuan untuk melindungi bank atau lembaga keuangan
lainnya dari kemungkinan tidak memperoleh kembali kredit yang dipinjamkan kepada nasabah
dan membantu memberikan pengarahan serta keamanan perkreditan.

Asuransi Perjalanan. Dalam suatu perjalanan, misalnya perjalanan ke luar negri akan ada
kemungkinan terjadinya suatu masalah seperti penundaan penerbangan,kehilangan barang
bawaan, kecelakaan atau sakit yang pastinya membutuhkan dana tambahan. Dengan adanya
asuransi perjalanan ini, semua kerugian atau ketidaknyamanan dalam suatu perjalanan bias
ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi

Asuransi kerugian. Jenis asuransi kerugian ini dikenal dengan istilah Non Life Insurance dan
telah diatur dalam UU No.2 tahun 1992 untuk menangani kerugian atas suatu usaha. Contoh
asuransi kerugian ini antara lain: asuransi kebakaran yang akan memberikan proteksi terhadap
kerugian akibat terjadinya kebakaran pada kantor, rumah, hotel dan lain sebagainya

3. Uraikan risiko-risiko yang ditanggung perusahaan asuransi?

Risiko harus terjadi dengan ketidaksengajaan dan tidak bisa diprediksi

Risiko yang dapat ditanggung harus berisifat homogen dan umum terjadi

Dampak dari risiko tersebut bisa dinilai dengan uang atau secara finansial

Harus ada obyek yang dipertanggungkan atau yang diasuransikan misalnya harta benda,
sakit, kerugian dan lain sebagainya.

Obyek yang diasuransikan tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku dan kepentingan
umum. Misalnya, narkoba tidak bisa dijadikan sebagai obyek asuransi.

Premi yang dibebankan harus sesuai dengan tingkat risiko yang diasuransikan. Meskipun
pertanggungan boleh melebihi harga atau kepentingan yang sebenarnya, namun hanya
dalam batas tertentu saja (asuransi ganda)

4. Jelaskan keuntungan bagi perusahaan asuransi dan bagi nasabah asuransi dengan adanya
kontrak asuransi?

Keuntungan yang Diperoleh Perusahaan Asuransi

Nyatanya perusahaan yang berjanji memberikan uang pertanggungan mencapai miliaran,


tidak hanya mengandalkan dana premi para nasabahnya untuk mengganti klaim.
Mereka mendapatkan keuntungan dengan memutar total premi nasabah yang
dikumpulkan di berbagai investasi keuangan. Tentunya produk yang dipilih jenis high
risk, lantaran hanya investasi high risk yang juga dapat memberikan return tinggi. Ada
dua cara yang umum digunakan perusahaan asuransi untuk mendapatkan keuntungan.

Memberikan rasa aman

Saat membeli polis asuransi itu artinya Anda sedang melakukan perjanjian pengalihan
resiko dari Anda sebagai tertanggung dan perusahaan asuransi sebagai penanggung.

Membantu mengatur keuangan

Bagi mereka yang sulit menabung, memiliki dana darurat yang bisa digunakan sewaktu-
waktu adalah hal mustahil. Dibutuhkan kiat khusus untuk memaksa diri menyisihkan
pendapatan setiap bulannya. Sebab dana darurat ini sangat penting untuk menutup
kerugian ketika kita tertimpa masalah keuangan

Sarana menabung

Tahukah Anda bahwa asuransi juga bisa kita jadikan sebagai sarana menabung? Beberapa
jenis asuransi menyediakan nilai tunai yang dapat kita ambil sewaktu-waktu, jenis
asuransi tersebut adalah whole life atau endowment dan unit link yakni asuransi yang
juga menawarkan hasil investasi.

Jaminan dihari tua

Kehadiran asuransi juga bisa menyelamatkan hari tua kita dimana kita tak lagi produktif
dan berpenghasilan. Dengan membayar premi dalam jangka waktu tertentu Anda bebas
menentukan apakah ingin mendapatkan pertanggungan secara bulanan atau sekaligus.
Melalui asuransi anda mencoba menginvestasikan uang yang Ada agar dapat berkembang
dan dinikmati hingga usia senja.

Menjamin aset terlindungi

Beberapa asuransi seperti asuransi kendaraan dan properti memberikan jaminan


perlindungan aset dan ganti rugi untuk kehilangan dan kerusakan.

5. Uraikan prinsip-prinsip dalam pemberian asuransi secara lengkap?

Insurable Interest(Kepentingan untuk Diasuransikan)


Yaitu seseorang yang mengasuransikan harus mempunyai kepentingan (interest) atas
harta benda (objek) yang dapat diasuransikan (insurable). Objek yang diasuransikan juga
harus legal dan tidak melanggar hukum serta masuk dalam kategori layak.

Apabila suatu saat terjadi musibah atau masalah yang mengakibatkan objek yang
bersangkutan menjadi rusak maka pihak yang mengasuransikan akan mendapatkan ganti
rugi finansial

Utmost Good Faith (Itikad Baik)

Suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta-fakta
material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun
tidak. Artinya, seorang penanggung harus dengan jujur dan terbuka menerangkan secara
jelas serta benar atas segala sesuatu tentang objek yang diasuransikan.

Proximate caus (Kausa Proximal)

Suatu penyebab utama aktif dan efisien yang menimbulkan suatu kerugian dalam sebuah
rangkaian kejadian. ketentuan klaim dalam prinsip asuransi ini adalah apabila objek yang
diasuransikan mengalami musibah atau kecelakaan, maka pertama yang kali harus dan
akan dilakukan pihak perusahaan asuransi adalah mencari penyebab utama aktif dan
efisien yang dapat menggerakan suatu rangkaian perustiwa tanpa terputus yang mana
akhirnya menimbulkan kecelakaan tersebut. Dari pertimbangan tersebut baru dapat
ditentukan jumlah klaim yang diterima oleh pemegang polis.

Indemnity (Ganti Rugi)

Suatu mekanisme yang mengharuskan penanggung menyediakan kompensasi finansial


(ganti rugi) dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia
miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam
pasal 278).

Meskipun demikian prinsip asuransi idemnity ini juga memiliki ketentuan yang
menyatakan bahwa pihak perusahaan asuransi tidak berhak memberikan ganti rugi lebih
besar atau lebih tinggi dari kondisi keuangan klien atas kerugian yang dideritanya.
Contohnya, jika terjadi musibah sakit, maka perusahaan asuransi akan membayarkan atau
reimburse biaya rumah sakit sesuatu dengan tagihan yang telah dibayarkan sebelumnya.
Contribution (Kontribusi)
Yaitu bila pihak tertanggung mengasuransikan suatu objek ke beberapa perusahaan
asuransi, maka akan ada apa yang dinamakan kontribusi dalam pemberian proteksi dari
masing-masing perusahaan tersebut.

Contohnya, jika sang tertanggung mengasuransikan satu unit beserta isi kendaraan
dengan total nilai Rp 200 juta kepada 3 perusahaan asuransi, dengan nilai asuransi ke
perusahaan A Rp 200 juta, perusahaan B Rp 100 juta dan perusahaan C Rp 100 juta,
maka jika terjadi kecelakaan atau hal lain yang dapat membuat kendaraan tersebut rusak
atau hancur, maka jumlah total ganti rugi yang akan didapatkan sang tertanggung
menurut prinsip asuransi ini adalah;

Perusahaan A : Rp200 juta / Rp400 juta x Rp 200 juta = Rp 100 juta

Perusahaan B : Rp100 juta / Rp 400 juta x Rp 200 juta = Rp 50 juta

Perusahaan C : Rp100 juta / Rp 400 juta x Rp 200 juta = Rp 50 juta

Anda mungkin juga menyukai