Anda di halaman 1dari 6

SEJARAH PERKEMBANGAN ADMINISTRASI PUBLIK DI INDONESIA

PENDAHULUAN

Tuntutan akan pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin meningkat dan kompleks serta sulit
dipenuhi secara individual dan keterbatasan sumberdaya mewarnai perkembangan kehidupan
manusia dewasa ini. Hal ini mendorong manusia melakukan kerjasama, baik secara individual
maupun secara organisasi. Itu sebabnya dikatakan bahwa dunia modern adalah dunianya kerjasama,
sebab tanpa melakukan kerjasama, tiap individu, organisasi bahkan negara dan pemerintahan tidak
akan dapat survive. Meskipun aktivitas kerjasama sudah ada sejak adanya peradapan manusia
namun pada zaman sekarang ini bentuk kerjasama tersebut semakin menunjukan kompleksivitas dan
menyangkut hampir semua aspek kehidupan dan memerlukan sistem peadministrasian yang
kompleks pula.

Ada kecenderungan dalam masyarakat luas di Indonesia, bahwa administrasi dipersepsikan dalam
pengertian yang sempit sebagai aktivitas-aktivitas kantor, urusan surat-menyurat yang sering juga di
sebut dengan tata usaha. Tetapi pada kajian ilmiah menunjukkan bahwa administrasi memiliki
cakupan arti yang luas, yaitu sebagai proses, sebagai fungsi dan sebagai institusi dari tiap kegiatan
kerjasama. Secara definitif juga dengan tegas dinyatakan bahwa administrasi adalah organisasi dan
manajemen dari setiap kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Demikian pula dalam penyelenggaran suatu negara dan pemerintahan tentu saja diperlukan suatu
sistem administrasi yang sangat kompleks yang sering disebut dengan Administrasi Negara. Sejalan
dengan perkembangannya, istilah “Negara” digantikan dengan “Publik” untuk menekankan bahwa
administrasi tersebut bertujuan untuk pelayanan publik (Public Service).

Sejarah Sistem Administrasi Publik Republik Indonesia (SAPRI) dimulai dengan diproklamirkannya
kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus tahun 1945. Sejak itu berbagai perubahan Sistem Administrasi
Publik telah kita lalui mulai kepemimpinan Ir. Sukarno selaku Presiden RI Pertama hingga masa
kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat ini. Penulis dalam hal ini mencoba
menyoroti perkembangan Sistem Administrasi Publik yang diterapkan di Indonesia pada tahun 1950-
an dan dikenal dengan nama Sistem Demokrasi Liberal.

PENGERTIAN SISTEM ADMINISTRASI PUBLIK

A. Pengertian Administrasi
Secara etimologis, istilah administrasi berasal dari bahasa inggris dari kata administration yang
bentuk infinitifnya to administer dan diartikan sebagai to manage (mengelola) atau to direct
(mengarahkan, menggerakkan). Kata administrasi juga terdapat dalam bahasa belanda yaitu

1
administratie yang mempunyai pengertian mencakup stelselmatige verkrijging en verwiking van
gegeven (tata usaha), bestuur (manajemen dari kegiatan organisasi), dan beheer (manajemen dari
sumber daya). Istilah administrasi di Indonesia pada mulanya berasal dari Eropa Barat (Kontinental)
melalui penjajahan Belanda.
Dalam pengertian sempit kata administrasi merupakan penyusunan atau pencatatan data dan
informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan serta memudahkan
memperoleh kembali data tersebut secara keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama lain.
Administrasi dalam arti sempit lebih tepat disebut tata usaha (clerical work, office work). Berikut ini
definisi dari kata administrasi secara sempit.
“Kegiatan administrasi meliput pekerjaan tatausaha yang bersifat mencatat segala sesuatu yang
terjadi dalam organisasi untuk menjadi bahan keterangan bagi pimpinan” (J. Wajong, 1962 dalam
Studi Tentang Ilmu Administrasi, Drs. Ulbert Silalahi, MA, 2005).
“Administration may be defined as the organization and direction of human and material
resources to archive desired ends” (Administrasi dapat diartikan sebagai pengorganisasian dan
pengerahan sumber daya manusia dan material untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. (J.M.
Pfiffner, 1954 dalam Sketsa Administrasi Publik, Drs. H. Imam Hardjanto, MAP, 2007).
Sesungguhnya istilah administrasi berhubungan dengan kegiatan kerja sama yang dilakukan manusia
atau sekelompok manusia sehingga tercapai tujuan yang diinginkan seperti yang diungkapkan oleh
The Liang Gie yang dikutip oleh Inu Kencana Syafiie dalam Ilmu Administrasi Publik, 2006.
“Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan
oleh sekelompok orang dalam kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu”.

B. Pengertian Publik
Istilah Publik berasal dari bahasa Inggris public yang berarti umum, masyarakat atau negara dan
dipakai berganti-ganti seperti public offering (penawaran umum), Public Ownership (milik umum),
public service (pelayanan masyarakat), Public Interest (kepentingan masyarakat), Public
authorities (otoritas negara) dan public building (gedung negara). Kata Publik sendiri dalam
Bahasa Indobesia didefinisikan sebagai sejumlah manusia yang memiliki kebersamaan berpikir,
perasaan, sikap, harapan dan tindakan yang benar dan baik berdasarkan nilai-nilai yang mereka
miliki. (Inu Kencana Syafiie, 2006).
Kata publik dalam kesempatan ini, tidak langsung diartikan sebagai penduduk, masyarakat, warga
negara ataupun rakyat karena adanya perbedaan arti dari kata-kata tersebut.

C. Pengertian Sistem
Biasanya sistem diartikan orang sebagai suatu rangkaian susunan berkesinambungan yang saling
terkait, teratur dan menyeluruh (global). Atau dapat juga diartikan sebagai rangkaian kenyataan-
kenyataan, prinsip, peraturan, mulai dari perencanaan, tatacara, jalan pelaksanaan pekerjaan sampai
pada fungsinya.
Menurut Gabriel A. Almond dan Bingham G. Powell dalam Ilmu Administrasi, Inu Kencana Syafiie,
2006 :

2
A system implies the interdependence of parts, and boundary between it and its environment.
By interdependence we mean than when the characteristics of one part in a system change, all
the other parts and the system as whole are affected.
Jadi, menurut Almond dan Powell ini suatu system memperlihatkan hubungan antar bagian dan
pembatasan antar bagian tersebut dengan lingkungannya. Dalam hubungan ini kita dapat
mengartikan bahwa ketika sifat khas suatu bagian dari sistem berubah, maka masing-masing bagian
maupun keseluruhan bagian lain akan ikut terpengaruh.

D. Pendefinisian Administrasi Publik.


Banyak para ahli yang memberikan definisi pada administrasi publik diantaranya sebagai berikut :
Menurut Prajudi Atmosudirjo :
Administrasi public adalah administrasi dari Negara sebagai suatu organisasi dan administrasi yang
mengejar tercapainya tujuan-tujuan yang bersifat kenegaraan.

Menurut Edward H. Litchfield :


Administrasi Publik adalah suatu studi mengenai bagaimana bermacam-macam badan pemerintahan
diorganisasikan, diperlengkapi dengan tenaga-tenaganya, dibiayai, digerakkan dan dipimpin.

Menurut Goerge J. Gordon :


Administrasi public dapat dirumuskan sebagai seluruh proses baik yang dilakukan oleh organisasi
maupun perseorangan yang berkaitan dengan penerapan atau pelaksanaan hukum dan peraturan
yang dikeluarkan oleh badan legislatif, eksekutif serta pengadilan.

Menurut Felix A. Nigro dan Lloyd G. Nigro :


Administrasi Publik adalah suatu kerjasama kelompok dalam lingkungan pemerintahan.
2. Administrasi publik meliputi ketiga cabang pemerintahan : eksekutif, legislatif, dan yudikatif serta
hubungan diantara mereka.
3. Administrasi publik mempunyai peranan penting dalam perumusan kebijakan pemerintah, dan
karenanya merupakan sebagian dari proses politik.
Administrasi publik sangat erat kaitannya dengan berbagai macam kelompok swasta dan
perseorangan dalam menyajikan pelayanan kepada masyarakat.
Administrasi Publik dalam beberapa hal berbeda pada penempatan pengertian dengan administrasi
perseorangan.

Dari pendefisian diatas jelas sekali menunjukkan peran dan keterlibatan administrasi negara dalam
proses politik, bentuk pelayanan, dan melibatkan organisasi pemerintah/negara. Karena objek dari
disiplin Ilmu Administrasi Publik adalah pelayanan publik sehingga yang utamanya dikaji adalah
keberadaan berbagai organisasi publik atau organisasi pemerintah/negara.

3
E. Karakteristik Administrasi Publik
Berikut ini adalah karakteristik Administrasi Publik yang membedakannya dengan administrasi niaga :
Administrasi Publik bertujuan untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat.
Pelayanan yang diberikan oleh administrasi publik bersifat lebih urgen.
Pelayanan yang diberikan oleh administrasi publik bersifat monopoli atau semi monopoli.
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat administrasi publik lebih banyak berdasarkan
kebijakan publik (legalistic approach).
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kegiatannya tidak dikendalikan oleh harga pasar.
Administrasi negara dalam kegiatannya selalu ditujukan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat
(social walfare).
Pelaksanaan dan hasil pelayanan tergantung pada penilaian oleh masyarakat banyak dan meminta
pertanggungjawaban publik.
Sebegitu luasnya ilmu administrasi publik sehingga dapat pula mencakup ilmu-ilmu sosial lain
terutama memiliki objek materialnya negara antara lain Ilmu Pemerintahan, Ilmu Politik, Hukum Tata
Negara dan Ilmu Negara sendiri serta Ilmu Filsafat yang menjadi sumber keilmuan.
Gambar berikut menjelaskan hubungan antara ilmu administrasi publik dengan ilmu-ilmu kenegaraan
yang lain :

Ilmu Politik
Fokus : Kekuasaan
Ilmu Pemerintahan
Fokus : Gejala Pemerintahan
Ilmu Negara
Fokus : Konstitusi
Ilmu Administrasi Publik
Fokus : Pelayanan
Ilmu Hukum Tata Negara
Fokus : Peraturan

NEGARA
F. SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Teori dan konsep dari Ilmu Administrasi Publik telah berkembang dari waktu ke waktu sejalan dengan
perkembangan peradaban dan sejarah umat manusia. Perkembangannya dari Ilmu Filsafat yang

4
objeknya tidak terbatas sampai pada disiplin ilmu eksakta dan sosial yang mengkhususkan pada
bidang bahasan tertentu seja seperti Administrasi publik ini. Adapun perkembangan Ilmu Administrasi
Publik dapat disebut sebagai berikut :
Administrasi Ortodok
Administrasi Publik – Administrasi Negara Baru
New Public Management
Beyond The New Public Administration
Refounding Public administration

Sebelum babak administrasi ortodok telah dikenal adanya praktek-praktek administrasi yang lebih
dikenal sebagai seni seperti pada masa peradapan Mesopatamia, Babilonia, Mesir dan Cina serta
Yunani dan Romawi.
Pada permulaan abad Masehi perkembangan administrasi berkembang lebih maju. Hal ini tampak
dalam praktek-praktek administrasi, manajemen dan organisasi yang dikembangkan oleh gereja
Roma Katolik. Niccolo Machiavelli merupakan orang yang memberikan konstribusi secara individual
yang sangat besar terhadap pemikiran administrasi dan manajemen dengan membuat analisis
sistematis tentang Prince’s Job dalam bukunya The Prince dan The Discources.

Administrasi sebagai seni semakin berkembang di Eropa dengan menekankan bahwa perekonomian
suatu negara akan bisa kuat apabila kegiatan administrasi dan manajemen dilaksanakan dengan
baik. Pemikiran ini dipelopori oleh tiga kelompok ahli ekonomi di Eropa, yaitu kaum Kameralis di
Jerman, Prusia dan Austria, kelompok Merkantilis dan Inggris dan kelomok Fisiokratik di Perancis.
Mereka percaya bahwa kedudukan negara mengusahakan maksimasi persedian-persediaan materil.

Seiring dengan terjadinya revolusi industri di Eropa mempunyai dampak dinamik terhadap pemikiran-
pemikiran administrasi dari job centered menjadi human centered atau orientasi produktivitas menjadi
orientasi pengembangan SDM.

Administrasi ditelaah secara ilmiah baru mulai dilakukan pada akhir abad 19 atau awal abad 20, yang
dipelopori oleh F.W. Taylor dan Henry Fayol dengan memunculkan satu teori dan pendekatan bagi
perkembangan studi administrasi yang disebut administrative management theory atau yang disebut
juga teori administrasi umum.
Nicholas Henry memilah-milah bahwa ada 6 (enam) kelompok corak berpikir para pakar tentang
keberadaan Ilmu Administrasi Publik, yaitu sebagai berikut :
Paradigma dikotomi antara politik dan administrasi publik dengan tokoh-tokohnya seperti Frank J.
Goodnow dan Leonard D White.
Menurut pendapat tokoh diatas, fungsi politik ada kaitannya dengan pembuatan kebijakan publik.
Sedangkan fungsi administrasi berkenaan dengan pelaksanaan kebijakan tersebut.

5
Paradigma prinsip-prinsip administrasi dengan tokoh-tokohnya W.F. Willoughby, L. Gullick dan L.
Urwick.
Disini ada dua pandangan tentang administrasi publik yaitu :
Administrasi Publik sebagai ilmu murni berlandaskan dalil-dalil sosial.
Administrasi Publik yang dikembangkan kearah kebijakan publik berdasarkan aplikasi ilmu politik,
ilmu ekonomi dan ilmu sosiologi.
Paradigma kelembagaan dengan tokoh-tokohnya Charles E. Lindblom, James D. Thomson dan
Amitai Etzioni.
Paradigma ini memandang Administrasi Publik bersifat internal, yaitu mempelajari perumusan dan
implementasi kebijakan publik dan sebagai ilmu politik yang bersifat eksternal yang mempelajari
masyarakat dan perubahan-perubahan politik.
Paradigma hubungan kemanusiaan dengan tokoh-tokohnya Rensis Likert, Daniel Katz, dan Robert
Kahn.
Paradigma pilihan masyarakat umum dengan tokoh-tokohnya Vincent Ostrom, James Buchanan dan
Gordon Tullock.
Paradigma administrasi publik baru dengan tokoh-tokohnya Frank Marini dan George H.
Frederickson.
Paradigma ini menganggap administrasi publik sebelumnya kurang perhatian terhadap perubahan
sosial dan kurang memperhatikan tuntutan kebutuhan publik.

Pada saat ini telah berkembang Administrasi Publik yang menekankan pada pendekatan manajemen
baru berorientasi pada pencapaian tujuan (goal governance) untuk memecahkan masalah-masalah
publik dan populer dengan istilah Reinventing Government dan Good Governance. Paradigma baru
ini berusaha menghilangkan praktek birokrasi yang terlalu hierarkis dan menyebabkan biaya
operasional tinggi (high cost economy)
Sumber;
 
http://leopoldachapter2.blogspot.com/2009/07/sejarah-pemikiran-administrasi-negara.html
http://massofa.wordpress.com/2008/01/21/pengantar-ilmu-administrasi-negara-bag-
Referensi buku Oleh : INDRAWADI, S.Si, MAP      
(Sumber : Yeremis T. Keban (2004) ” Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik ” ; konsep teori dan
isu.)
( Sumber : Waldo, Dwight. Pengantar Studi Public Administration. Penerbit Djajasakti : Djakarta.
( Sumber: http://de.wikipedia.org.